Anda di halaman 1dari 8

http://www.fathonyachmad.com/2011/12/antioksidan.

html
5 sumber makanan yang mengandung antioksidan alami

Makanan sebagai sumber antioksidan alami, itulah makanan yang diberikan oleh alam untuk
kita sebagai manusia agar mampu menghadapi berbagai bahaya radikal bebas.

Rutinitas sehari-hari pada kehidupan masa kini tidak bisa lagi menghindar dari yang namanya
radikal bebas. Pada dasarnya, radikal bebas bukan sebuah sumber penyakit, namun
merupakan sebuah kondisi di dalam tubuh manusia dimana molekul di dalam tubuh
kehilangan satu buah molekul.

Molekul tidak seimbang yang dimaksud akan terpecah dengan elektron tidak berpasangan,
kondisi semacam ini membahayakan karena molekul yang disebut sebaga radikal bebas
tersebut akan mudah bereaksi dengan molekul lain.

Penyebab Radikal bebas

Tubuh manusia pada dasarnya di desain secara alamiah untuk dapat menangkal radikal bebas
yang ada. Namun, jika jumlahnya berlebihan yang berasal dari dalam (internal tubuh)
maupun dari luar (eksternal) maka tubuh tidak mampu mengatasi kondisi tidak seimbang
semacam itu.

Radikal bebas dalam tubuh bisa bersumber dari beberapa kondisi yang dialami oleh
seseorang baik secara sadar maupun tidak, antara lain :
Stress Oksidatif
Stress atau tekanan yang dialami oleh seseorang, yang diwujudkan dengan ekspresi
emosi seperti gelisah, marah, jengkel, dan sebagainya.

Polutan
Polusi yang berupa asap rokok, asap kendaraan bermotor, pabrik dan limbah asap atau
cair lain-lain.

Sinar ultraviolet
Paparan sinar matahari dalam durasi lama dengan frekuensi kekerapan yang
signifikan juga mampu memberikan efek ketidakseimbangan molekul dalam tubuh
(radikal bebas)

Makanan tidak sehat


Makanan dengan bahan kimia berbahaya seperti pengawet buatan (MSG, vetsin),
pewarna sintetis, perasa dan pemanis buatan. dan lain-lain

Selain beberapa penyebab diatas tentunya masih banyak lagi berbagai hal dan kondisi yang
memungkinkan seseorang terpapar radikal bebas. Kebiasaan, gaya hidup, pola makan
(mengkonsumsi makanan penyebab radikal bebas) memberikan peran signifikan dalam hal
ini.

Akibat kekurangan AntiOksidan

Efek negatif yang ditimbulkan oleh radikal bebas atau dalam artian kekurangan antioksidan
adalah bersifat kronis. Maksudnya adalah dampak buruk berupa penyakit akan dirasakan
dalam waktu yang cukup lama.

Contohnya, ketika seseorang terbiasa mengkonsumsi makanan dengan penyedap buatan,


dampak buruknya akan dirasa setelah beberapa tahun berselang. Dan, ketika sudah mengidap
penyakit tersebut maka membutuhkan upaya pengobatan dengan kesungguhan. Maka,
mencegah lebih baik tentunya.

Berikut akibat yang ditimbulkan karena kekurangan antioksidan, dijelaskan dalam bentuk
gambar :
akibat kekurangan antioksidan

img credit : hydroxygen

Dalam gambar tersebut sangat jelas sekali bahwa efek kekurangan antioksidan sangat vital
bagi tubuh. Mulai dari organ tubuh bagian mata, wajah (dengan indikasi penuaan dini atau
tampak lebih tua dibanding dengan usianya), dada, perut, pernafasan hingga bagian dalam
seperti ginjal juga terancam.

[ baca juga : Cara mencegah penuaan dini ]

Hal ini penting dicatat, karena hingga kini masih ada saja kalangan masyarakat yang
menganggap kecantikan atau elastisitas kulit hanya karena faktor genetis atau make-up,
bukan karena faktor pola makan yang tepat.
AntiOksidan Alami
Subhanallah, Atas kuasa Allah swt, di alam ini juga disediakan berbagai macam makanan
berupa buah, minuman serta rimpang yang berfungsi sebagai sumber obat bagi berbagai
penyakit yang sedang dialami oleh manusia.

Semuanya mudah kita dapatkan, asalkan kita mengetahui berbagai khasiat dan manfaatnya.
Contohnya, jeruk nipis untuk jerawat, kopi murni untuk mengatasi kanker usus besar, ekstrak
kulit manggis untuk berbagai penyakit degeratif kronis, dan masih banyak lagi.

Berikut 5 sumber makanan yang mengandung antioksidan alami :

Mahkota Dewa
Tanaman obat yang berasa dari Papua ini terbukti memiliki beberapa khasiat.
Tanaman ini mengandung senyawa Alkaloid, Saponin, Flavonoid dan Polifenol.
Senyawa-senyawa tersebebut diantaranya bermanfaat untuk melancarkan peredaran
darah, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula, detoksifikasi dan juga sebagai
anti-alergi.

Buah Tomat
Senyawa penting dalam buah Tomat adalah zat Lycopene, dimana zat ini sangat
berguna untuk menanggal pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Buah Anggur
Buah ini mengandung antioksidan alami dari golongan senyawa Resveratol,
antosianin dan Flavonoid. Ketiga senyawa ini bermanfaat untuk meningkatkan
kineerja sel endotelial yang berfungsi untuk melancarkan aliran darah dalam arteri
sehingga baik untuk mencegah penyakit jantung.

Buah Manggis
Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang berbagai kandungan buah manggis
serta khasiat dan manfaatnya. Senyawa aktif pada buah ini yang bernama Xantone
justru banyak terdapat dalam bagian kulit buahnya.

Taoge
Taoge hingga saat ini masih dianggap makanan pelengkap, padahal memiliki
kandungan senyawa aktif yang sangat bermanfaat untuk tubuh, antara lain, folat,
protein, fitoestrogen dan vitamin C. Secara keseluruhan sumber makanan ini
bermanfaat untuk memerangi kolesterol jahat dalam tubuh.
Nah, sumber alami yang disebutkan diatas hanya sebagian kecil makanan yang mengandung
senyawa antioksidan. Selain itu masih banyak lagi yang masih bisa diinventarisasi.

http://segar-bugar.tumblr.com/post/63137262078/makanan-buah-antioksidan-
alami

Menakar Kebutuhan Antioksidan


health woman Sat, 22 Nov 2003 10:10:00 WIB

Antioksidan dianggap menguntungkan bagi tubuh karena konon bisa mengurangi risiko
terkena beberapa penyakit. Benarkah?

Istilah antioksidan, bagi sebagian orang mungkin terkesan akrab di telinga. Belakangan, zat
yang kabarnya mampu membpntu memperlambat proses penuaan ini, menjadi bahan
pembicaraan oleh para ahli. Pada suatu kesempatan, Dr. dr. Septelia Inawati Wanandi dari
Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menyatakan bahwa terlalu
banyak mengkonsumsi zat antioksidan juga akan bisa berpengaruh buruk bagi fungsi
perlindungan tubuh manusia.

Di lain pihak, belum banyak masyarakat yang mengetahui secara persis, apa dan ada dimana
zat yang bernama antioksidan ini. Padahal, mungkin dalam keseharian tanpa sadar kita
banyak mengkonsumsinya. Apalagi zat ini banyak terdapat dalam makanan maupun vitamin-
vitamin yang dikonsumsi kita sebagai suplemen.

Apa Sih Antioksidan Itu?


Antioksidan, merupakan zat yang mempunyai fungsi berlawanan dengan zat yang bernama
oksidan. Zat oksidan atau yang dikenal dengan nama Radikal bebas ini, merupakan efek dari
proses pembakaran (oksidasi) di dalam tubuh, yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan
energi. Radikal bebas atau Reactive Oxygen Species (ROS) ini sendiri, merupakan molekul
oksigen yang memiliki elektron tidak berpasangan. Sehingga, molekul tersebut menjadi tidak
stabil, liar dan radikal. Akibatnya, ia akan berusaha mencari pasangannya dengan cara
merebut elektron dari molekul lainnya.

Di samping itu, radikal bebas juga bisa kita temukan di luar tubuh, bahkan pada setiap proses
pembakaran. Misalnya pada saat kita merokok, memasak atau dari pembakaran bahan bakar
di mesin serta kendaraan bermotor. Bisa dikatakan, radikal bebas bisa kita temukan dimana
saja. Apalagi sifat zat ini sangat reaktif dan sulit sekali untuk dikendalikan.

Nah, untuk menyeimbangkan 'keliaran' radikal bebas, muncullah zat yang dinamakan
antioksidan. Zat penghalau radikal bebas ini sebenarnya diproduksi secara spontan oleh
tubuh kita. Antioksidan yang diproduksi dalam tubuh (Endogen) terdiri dari tiga unsur enzim,
yaitu superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GSH Px), katalase, serta non
enzim, yaitu senyawa protein kecil glutation.

Ketiga enzim dan senyawa glutation itu bekerja menetralkan radikal bebas. Ketiganya juga
dibantu oleh asupan antioksidan dari luar (eksogen) yang berasal dari bahan makanan.
Seperti vitamin E, C, betakaroten dan senyawa flavonoid yang diperoleh dari tumbuhan.
Peran antioksidan eksogen sangat sistematis. Terutama, bila vitamin E yang berfungsi
menangkap (scavenging) radikal bebas dibantu dengan vitamin C dan glutation yang mampu
menetralkan vitamin E dan C radikal menjadi senyawa yang berguna menangkal radikal
bebas.

APA MANFAAT ANTIOKSIDAN?


Secara garis besar, perbuatan radikal bebas bisa berakibat kerusakan (destruktif) pada
molekul yang elektronnya terampas. Aksi radikal bebas bisa menyebabkan rusaknya molekul
makro pembentuk sel, seperti protein, karbohidrat (polisakarida), lemak, dan deoxyribo
nucleic acid (DNA). Akibatnya, sel menjadi rusak, mati, atau bermutasi. Keadaan ini bisa
menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker dan penuaan sel.

Nah, dengan pemberian zat antioksidan, semua efek yang ditimbulkan oleh radikal bebas
bisa diminimalisir. Misalnya pada kulit, antioksidan akan membantu menghampat penuaan
dini sel kulit yang bisa disebabkan oleh zat oksidan. Namun begitu, bukan berarti oksidan
atau radikal bebas ini merupakan zat yang 'jahat' dan harus dihilangkan, sebab bagaimana
pun radikal bebas tetap dibutuhkan oleh tubuh kita.

Pada kadar tertentu, sebenarnya radikal bebas sangat diperlukan dalam pertahanan tubuh.
Mengapa? Karena pada saat ada kuman yang masuk ke dalam tubuh, sel darah putih atau
lekosit akan menghancurkan kuman dengan bantuan radikal bebas. Oleh karena itulah, kadar
radikal bebas di dalam tubuh tetap harus dipertahankan. Bila tidak, maka keseimbangan
tubuh akan berpengaruh dan malah bisa mengganggu kesehatan tubuh.

BERAPA BANYAK KEBUTUHAN ANTIOKSIDAN?


Hingga saat ini, masih belum ada kepastian berapa banyak kadar antioksidan yang diperlukan
oleh tubuh. Namun selama kita mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang,
sebenarnya penambahan antioksidan bukan sesuatu yang urgent. Kebutuhan antioksidan
tambahan hanya diperlukan pada orangorang dengan keadaan tertentu, misalnya pekerja
keras, pada orang yang mengalami luka bakar serius, menderita infieksi berat, serta pada saat
mengalami stress berat.

Begitu pula dengan penambahan suplemen ataupun multivitamin, sebenarnya bukanlah


menjadi kebutuhan yang mendesak. Bila Anda termasuk seorang yang pekerja keras,
membutuhkan aktivitas fisik yang berat, mengalami stress yang berat, pekerjaan yang
cenderung banyak diterpa polusi dan sinar matahari terus menerus, seperti polisi lalu lintas,
barulah Anda membutuhkan suplemen dan multivitamin tambahan. Ini dikarenakan asumsi
masukan makanan yang mengandung vitamin dan antioksidan, tidak cukup dibandingkan
terpaan radikal bebas yang terbentuk akibat aktivitas tersebut.

Secara umum, sebenarnya kebutuhan paling utama bagi para pekerja diatas adalah vitamin C
yang berdosis sekitar 100500 miligram (mg) per hari. Sedangkan pada kondisi normal, setiap
orang hanya membutuhkan sekitar 60 mg vitamin C per hari dan 8-10 IU per hari. Kebutuhan
ini, cukup kita dapatkan pada berbagai sayursayuran, seperti kecambah, kedelai, atau kuning
telur.

TERLALU BANYAK ANTIOKSIDAN JUGA BERBAHAYA?


Secara medis, suplemen vitamin C, E dan betakaroten - yang banyak mengandung
antioksidan - digunakan untuk mencegah penyakit degeneratif serta untuk mengurangi efek
samping dari obat antikanker. Meskipun mengkonsumsi antioksidan termasuk aman, namun
bila berlebihan bisa mengganggu peran ROS (reactive oxygen spesies) dalam menjaga
kesehatan, serta mempengaruhi aktivitas terapeutik obat antikanker yang mematikan sel
kanker lewat apoptosis.

Di samping itu, dari penelitian yang dilakukan di Cleveland Clinic Foundation, antioksidan
ternyata tidak mencegah risiko kematian dari penyakit jantung, bahkan betakaroten dapat
meningkatkan risiko kematian itu sendiri. Namun pendapat ini masih diperdebatkan, karena
dalam penelitian lainnya oleh Dr Deepak P. Vivekananthan dan kawan-kawan melakukari
review terhadap tujuh publikasi tentang uji klinis vitamin E dan delapan uji klinis beta
karoten.

Dalam uji klinis ini, ditemukan bahwa vitamin E tidak mengurangi risiko stroke ataupun
kematian dari penyakit jantung dan tidak berbeda dengan risiko kematian dari berbagai
penyebab lainnya. Penggunaan betakaroten ini, ternyata hanya mengalami sedikit
peningkatan risiko kematian terhadap berbagai penyebab dan juga penyakit jantung. Dari
hasil uji coba tersebut, terbukti bahwa efek merusak ini lebih banyak didapat oleh orang-
orang yang merokok.

TIPS
Agar Anda terhindar dari penuaan dini dan tubuh awet sehat, lakukanlah hal berikut :

1. Pastikan memakan makanan yang mengandung gizi seimbang.

2. Lakukanlah gaya hidup yang sehat, yaitu tidak merokok, dan begadang serta rutin
berolahraga.

3. Hindari penggunaan suplemen atau multivitamin yang berlebihan akan menyebabkan


Anda mengalami Avitaminosis (kelebihan asupan vitamin-terutama pada vitamin E,B
dan K.

4. Seimbangkan ritme kerja Anda dengan kebutuhan istirahat.

Sumber: Majalah Nirmala

http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?
x=health+woman&y=cybermed|0|0|14|517