Anda di halaman 1dari 19

1

bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai


4)
orang- orang yang bertawakkal kepada-Nya.
SD Negeri Karanganyar 2 Kab. Sragen mengajarkan Pendidikan
Agama Islam dari kelas 1 sampai kelas 6. Kelas V berjumlah 33 anak,
18 diantaranya adalah laki-laki dan 15 anak lainya perempuan.
Pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Negeri Karanganyar
2 bertujuan untuk memberikan kemampuan dasar kepada siswa dalam
ibadah, dasar keimanan, dan berakhlak mulia untuk diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari, pada akhirnya menjadi maslahah yang
mendasar terhadap siswa. Misalnya menghafalkan surat-surat pendek,
mengetahui nama nama kitab Allah dalam apresiasi Iman kepada kitab
Allah, memahami berbagai kisah kisah Nabi seperti kisah Nabi Ayyub
a.s, kisah Nabi Musa a.s, dan kisah Nabi Isa a.s. Memahami perilaku
terpuji yang di contohkan oleh Nabi ayyub a.s, Nabi Musa a.s, dan
Nabi Isa a.s, Belajar azan dan iqomah, Iman kepada rosul rosul Allah
dengan mengetahui nama-nama Rosul Allah, Rosul Ulul Azmi.
Meneladani kisah sahabat Nabi seperti Abu Bakar As-Siddiq dan
Umar bin Khattab. Mengatahui dan Memahami puasa wajib.
Dengan adanya Pendidikan Agama Islam di harapkan mampu
mengurangi kenakalan siswa, dengan pengajaran dan dukungan serta
motivasi guru pembimbing terhadap siswa. Semakin dalam
pembelajaran pendidikan agama Islam maka akan semakin
mempengaruhi pembentukan akhlak dan menjadi ilmu dasar siswa
sehingga semakin luas pendidikan agama islam semakin menjadi
pondasi akhlak. Oleh sebab itu, penelitian ini akan membahas
mengenai intensitas pendidikan agama Islam terhadap kenakalan
siswa kelas V SD Negeri Karanganyar 2 Sragen.
A. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang dan untuk membuat arah
dalam pembahasan skripsi ini. maka dapat dirumuskan permasalahan
yang dibahas adalah sebagai berikut :

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
2

1. Bagaimana intensitas Pendidikan Agama Islam kelas V SD Negeri


Karanganyar 02 Kab. Sragen tahun pelajaran 2016/2017?
2. Bagaimanakah kenakalan siswa kelas V SD Negeri Karanganyar 02
Kab. Sragen tahun pelajaran 2016/2017?
3. Adakah pengaruh Intensitas Pendidikan Agama Islam terhadap
kenakalan siswa kelas V SD Negeri Karanganyar kab. Sragen
Tahun Pelajaran 2016/2017?

B. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat ditentukan
tujuan penelitian antara lain:
1. Untuk mengetahui Pendidikan Agama Islam kelas V SD Negeri
Karanganyar 02 Kab. Sragen tahun pelajaran 2016/2017.
2. Untuk mengetahui kenakalan siswa kelas V SD Negeri
Karanganyar 02 Kab. Sragen tahun pelajaran 2016/2017.
3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Intensitas Pendidikan
Agama Islam Terhadap Kenakalan Siswa Kelas V SD Negeri
Karanganyar kab. Sragen Tahun Pelajaran 2016/2017

C. Hipotesis
Menurut Suharsimi Arikunto, hipotesis dapat diartikan sebagai
suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan
)
penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.5
Adapun hipotesis yang peneliti kemukakan berdasarkan rumusan
masalah di atas adalah sebagai berikut : ada pengaruh antara
kompetensi guru terhadap tingkat motivasi belajar siswa kelas V di SD
Negeri Karanganyar 2 Kab. Sragen tahun pelajaran 2016/2017.
D. Metode Penelitian
Metode adalah suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam
proses penelitian. Sedangkan penelitian adalah upaya dalam bidang
ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta
dalam prinsip-

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
3

prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk menjawab


6)
kebenaran. Adapun metode penelitian yang penulis tempuh adalah
sebagai berikut:
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini lebih dominan pada jenis penelitian field
research (penelitian lapangan). Dengan menggunakan pendekatan
kuantitatif, yaitu menekankan analisa pada data numerikal (angka)
7)
yang diperoleh dengan metode statistik.
2. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Karanganyar
2 Kabupeten Sragen Jawa Tengah.
3. Teknik Pengambilan Sampel
8(
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Adapun yang
dimaksud dengan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang
9)
diteliti. Karena jumlah murid (populasi) di kelas V SD Negeri
Karanganyar 2 Sragen semua hanya sejumlah 33 anak, maka murid
sejumlah itu semuanya dijadikan sebagai subjek penelitian. Artinya
penelitian ini adalah penelitian populasi. Sebagaimana Suharsimi
Arikunto
yang menyatakan apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik
diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian
10
populasi.
4. Variabel dan Indikator Penelitian
Adapun variabel dalam penelitian ini adalah :
a. Variabel pengaruh (independent variable)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah intensitas belajar
Pendidikan Agama Islam, dengan indikator sebagai berikut :
1) Lama waktu belajar agama Islam di sekolah
2) Lama waktu belajar agama Islam di rumah bersama orang
tua.
3) Lama waktu belajar agama Islam di TPA/TPQ maupun
madrasah.

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
4

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
5

b. Variabel terpengaruh (Dependent Variable)


Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kenakalan
siswa dengan indikator sebagai berikut :
1) Kenakalan berat yakni bentuk kenakalan remaja yang
dampak kejahatannya besar atau berat, seperti membunuh,
merampok, mencuri, perkosaan, perkelahian antar gang,
mabuk-mabukan (termasuk memakai maupun mengedarkan
narkoba) dan lain sebagainya.
2) Kenakalan sedang yakni bentuk kenakalan remaja yang
dampak kejahatannya sedang, seperti membolos sekolah /
pulang mendahului, berjudi, berkata kotor pada orang lain,
menjahili / melawan guru, merokok dan lain sebagainya.
3) Kenakalan ringan yakni bentuk kenakalan remaja yang
dampak kejahatannya ringan, biasanya berupa pelanggaran
kedisiplinan sekolah seperti menyontek, terlambat,
memakai seragam tidak sesuai ketentuan, mengeluarkan
baju, berambut panjang, memakai tindik/kalung, jongkok
dipinggir jalan sepanjang jalan menuju sekolah dan lain
sebagainya.
5. Teknik Pengumpulan Data
a. Metode Angket atau Kuesioner
Angket atau Kuesioner adalah suatu daftar pertanyaan
untuk memperoleh data berupa jawaban-jawaban dari para
responden (orang- orang yang menjawab).11 Metode ini
digunakan untuk mengetahui variabel intensitas pembelajaran
PAI (variabel X), serta kenakalan siswa (variabel Y). Kuesioner
yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup,
yakni daftar pertanyaan yang sudah disediakan jawabannya,
sehingga responden cukup memilih alternatif jawaban yang
sudah disediakan sesuai dengan keadaan dirinya.

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
6

b. Metode Observasi
Observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis
tentang fenomena sosial dan gejala-gejala alam dengan jalan

pengamatan dan pencatatan.12 Peneliti melakukan pencatatan


secara cermat dan sistematis, langsung dilokasi obyek
penelitian. Metode ini peneliti gunakan untuk mendapatkan
data yang akurat mengenai data sampel, proses pembelajaran
serta kondisi real SD Negeri Karanganyar 2 Sragen
c. Metode Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara
(interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang
diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas
13
pertanyaan itu. Melakukan tanya jawab secara langsung
dengan objek penelitian yang berhubungan dengan objek yang
sedang diteliti. Metode ini dilakukan
secara langsung kepada sumber data untuk memperoleh data
mengenai profesionalisme guru yang pernah diwujudkan.
d. Metode Dokumentasi
Metode ini penulis gunakan sebagai pelengkap dalam
pengumpulan data yang tidak dapat diungkapkan dalam angket
yang berwujud dokumentasi, berupa monografi dan data-data
lain yang dapat melengkapi hasil penelitian. Semisal data guru,
siswa, maupun keadaan sarana prasarana.
e. Metode Kepustakaan
Metode kepustakaan ini berupa buku, literatur, teks atau
naskah yang mendukung data teoritis tentang kompetensi guru
dan motivasi belajar.
6. Teknik Analisis Data
Analisa data yaitu usaha menyeleksi, menyusun dan
menafsirkan data yang telah masuk dengan tujuan agar data
tersebut dapat dimengerti isi dan maksudnya karena data yang telah

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
7

terkumpul belum dapat berbicara sebelum dianalisis dan


interpretasian.
Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya menganalisa
yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, yaitu :

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173.

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
8

a. Metode Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara
(interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang
diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas
13
pertanyaan itu. Melakukan tanya jawab secara langsung
dengan objek penelitian yang berhubungan dengan objek yang
sedang diteliti. Metode ini dilakukan
secara langsung kepada sumber data untuk memperoleh data
mengenai profesionalisme guru yang pernah diwujudkan.
b. Metode Dokumentasi
Metode ini penulis gunakan sebagai pelengkap dalam
pengumpulan data yang tidak dapat diungkapkan dalam angket
yang berwujud dokumentasi, berupa monografi dan data-data
lain yang dapat melengkapi hasil penelitian. Semisal data guru,
siswa, maupun keadaan sarana prasarana.
c. Metode Kepustakaan
Metode kepustakaan ini berupa buku, literatur, teks atau
naskah yang mendukung data teoritis tentang kompetensi guru
dan motivasi belajar.
7. Teknik Analisis Data
Analisa data yaitu usaha menyeleksi, menyusun dan
menafsirkan data yang telah masuk dengan tujuan agar data
tersebut dapat dimengerti isi dan maksudnya karena data yang telah
terkumpul belum dapat berbicara sebelum dianalisis dan
interpretasian.
Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya menganalisa
yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, yaitu :

12)
Ibid., hal. 157.
13)
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : Remaja
Rosdakarya, 2002), hal. 135.

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
9

a. Analisis pendahuluan
Untuk mencapai tujuan nomor satu dan nomor dua dengan
menggunakan rumus :
F
P = x 100
N

Keterangan :
P : Persentasi
F : Frekuensi
14)
N : Jumlah Sampel
Pada tahapan ini data yang terkumpul di kelompokkan
kemudian dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi
secara sederhana untuk setiap variabel yang ada dalam
penelitian.
Adapun angket pada setiap item akan diberi skoring dengan
standar sebagai berikut :
1) Untuk alternatif jawaban a dengan skor nilai 4
2) Untuk alternatif jawaban b dengan skor nilai 3
3) Untuk alternatif jawaban c dengan skor nilai 2
4) Untuk alternatif jawaban d dengan skor nilai 1
b. Analisis Lanjut
Untuk menganalisis rumusan masalan dengan
menggunakan teknik statistik dengan rumus korelasi product
moment sebagai berikut:



rxy 15

2


2
2

2

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173
10

11)
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, (Jakarta : PT.
Gramedia, 1994), cet. XIII, hal. 173

Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara variabel
X dan Y X : Variabel bebas
(penataan ruang kelas VI) Y :
Variabel terikat (hasil belajar Fikih)
XY : Perkalian antara variabel X dan Y

14)
Muslim, Aplikasi Statistik, (Semarang : FT. IAIN Walisongo, 1996), hal.
18.
15)
Sutrisno Hadi, Statnistik Jilid 2, (Yogyakarta : Penerbit ANDI, 2004),
hal. 241.
N : Jumlah populasi atau jumlah sampel
penelitian : Sigma / jumlah
c. Analisis uji hipotesis
Dari analisis uji hipotesis dengan menggunakan rumus
korelasi product moment akhirnya dapat diketahui hasil
penelitian. Setelah diketahui hasilnya, maka hasil penelitian
atau pengaruh intensitas pembelajaran PAI terhadap akhlak
siswa SD Karanganyar 2 Sragen. Kemudian diinterpretasikan
dengan nilai r dalam tabel pada taraf signifikan 5% dan 1%
sebagai berikut :
1) Jika nilai r observasi lebih besar atau sama dengan r dalam
tabel berarti hasil penelitian adalah signifikan atau hipotesis
yang telah diajukan diterima.
2) Jika nilai r observasi lebih kecil daripada nilai dalam tabel
berarti hasil penelitan adalah non signifikan atau hipotesis
yang telah diajukan ditolak.

E. Sistematika Penulisan Skripsi


Dalam penulisan skripsi ini, sistematikanya dibagi dalam tiga
bagian, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir.
Bagian Awal terdiri dari Halaman Judul, Lembar Persetujuan
Pembimbing, Lembar Pengesahan, Halaman Motto, Halaman
Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Tabel,
dan Daftar Lampiran. Bagian isi terdiri dari lima bab.
BAB I : PENDAHULUAN.
Bab ini berisi Latar Belakang Masalah, Alasan Pemilihan
Judul, Penegasan Istilah, Rumusan Masalah, Tujuan
Penelitian, Hipotesis, Metode Penelitian, Sistematika
Penulisan.
BAB II: INTENSITAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DAN KENAKALAN SISWA KELAS V SD NEGERI
KARANGANYAR 2 SRAGEN TAHUN PELAJARAN
2016/2017
Bab ini akan dibahas mengenai intensitas pendidikan agama
Islam yang mencakup: Pengertian Intensitas waktu belajar PAI,
bentuk- bentuk belajar siswa dan fungsi intensitas
waktu belajar PAI.
Kemudian akan dibahas mengenai kenakalan siswa yang
mencakup: Pengertian Kenakalan Siswa, Faktor-faktor dan
Macam-macam Kenakalan Siswa.
BAB III: GAMBARAN UMUM SD NEGERI KARANGANYAR 2
SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2016/2017.
Bab ini akan dibahas: Gambaran Umum SD Negeri
Karanganyar 2 yang meliputi Sejarah Berdirinya, Letak
Geografis, Keadaan Sarana Prasarana, Struktur Organisasi
dan Keadaan Guru/Siswa. Kemudian akan dipaparkan data
mengenai intensitas Pendidikan Agama Islam 2 dan
kenakalan siswa di SD Negeri Karanganyar 2 Sragen tahun
pelajaran 2016/2017.
BAB IV : ANALISIS PENGARUH INTENSITAS PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM TERHADAP KENAKALAN SISWA SD
NEGERI KARANGANYAR 2 SRAGEN TAHUN
PELAJARAN 2016/2017
Bab ini akan dijelaskan: Analisis Pendahuluan, Analisis
Lanjut, dan Analisis Uji Hipotesis.
BAB V : PENUTUP.
Bab ini berisi: Kesimpulan, Saran-Saran, dan Kata Penutup.
Bagian Akhir skripsi ini terdiri dari : daftar pustaka,
lampiran- lampiran, dan daftar riwayat hidup serta foto-foto
dokumentasi kegiatan.

F. Time Schedule
Jadwal
Penelitian
No. Bulan Kegiatan
1 2 3
1. Januari 2017 Mencari buku-buku persiapan membuat
proposal
2. Februari 2017 Persiapan proposal
3. Februari 2017 Penulisan proposal skripsi
4. Maret 2017 Seminar proposal
5. Maret 2017 Revisi proposal
6. April 2017 Bab I Bab III
7. Mei 2017 Bab IV Bab V
7. Juni 2017 Perbaikan skripsi
8. Juli 2017 Persiapan ujian
9. Agustus 2017 Ujian Munaqasah
Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsini, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,


Edisi
Revisi V, Jakarta.PT. Rineka Cipta , 2002, Cet XII.

Departemen Agama RI, Wawasan Tugas Guru dan Tenaga


Kependidikan,
Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, Jakarta: Depag RI,
2005.

Hadi, Sutrisno, Statistik Jilid 2, Yogyakarta : Penerbit

ANDI, 2004. http://kbbi.web.id/nakal

Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Jakarta : PT.


Gramedia, 1994, cet. XIII.

Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta :


Bumi
Aksara, 1999.

Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : Remaja


Rosdakarya, 2002.

Muslim, Aplikasi Statistik, Semarang : FT. IAIN Walisongo, 1996.

Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta : PT. Raja


Grafindo
Persada, 1995.
Zuhaerini, Metodik Khusus Pendidikan Agama, Surabaya : Usaha
Nasional,
1983.

Zakiah, Drajat, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1992.

Identitas Mahasiswa

Nama : Afifah Miftahul Jannah

TTL : Sragen, 28 November 1999


Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jetis Kulon Rt 3/Rw 05 Jaten,
Karanganyar
Riwayat Pendidikan : - TK Pertiwi Jetis Jaten
Karanganyar
- SD 02 Jetis Jaten Karanganyar
- MTs N Karanganyar
- MAN Karanganyar
- Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Surakarta, 19 April 2017


Penulis

Afifah Miftahul Jannah