Anda di halaman 1dari 2

Nama : Sondang Meriapul Kristiani Sitohang

NIM : 06081181520018

1. Korelasi Phi

Koefisien korelasi phi digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua


variabel dhikotomi atau dibuat dikhotomi atau data dalam skala nominal
yang didikhotomikan. Data yang akan dianalisis dibuat dalam bentuj tabel
2x2.

Rumus Korelasi Phi :

adbc
= ( a+ b ) ( c+ d )( a+c ) (b+ d)

Contoh :
Misalkan variabel X adalah variabel gender dan Y adalah kelulusan pada
ujian skripsi. Kategori Gender (Wanita = 0 dan Pria = 1), sedangkan
kategori kelulusan ( Tidak lulus = 0 dan Lulus = 1).

Tabel 13.13 Gender dan kelulusan Statistika

Nama Gender (X) Kelulusan


Dorce 0 1
Ahmad 1 1
Khadijah 0 1
Usman 1 0
Aisyiah 0 1
Mariam 0 0
Dian 0 0
Fahmi 1 1
Adin 1 1
Badriah 0 0
Burhan 1 0
Amir 1 1

Keterangan :
Wanita = 0 Pria =1
Tidak Lulus = 0 Lulus = 1

Gender
Wanita (X = 0) Pria (X=1) Jumlah
Kelulusan Tdk lulus (Y = a=3 b=2 a+b=5
0)
Lulus (Y = 1) c=3 d=4 c+d =7
Jumlah a+c=6 b+d=6 N = 12

Korelasi Phi dihitung dengan rumus berikut :


adbc
= ( a+ b ) ( c+ d )( a+c ) (b+ d)
( 3 x 4 ) (2 x 3)
= ( 3+2 ) ( 3+ 4 ) ( 3+3 ) (2+ 4)
6
= ( 5 ) ( 7 ) ( 6 ) (6)
= 0,169

Uji signifikansi koefisien korelasi


H0 : = 0 (terdapat hubungan antara gender dan kelulusan)
Ha : 0 ( tidak terdapat hubungan antara gender dan kelulusan)

2 2
=n

= 12 (0,169)2
= 0,342
Untuk db = (2 1) (2 - 1) = 1, dan = 0,05, diperole 2tab = 3,84.
2
Sehingga 2 < tab atau
H0 diterima. Dengan demikian, tidak
ada hubungan antara gender dengan kelulusan dalam ujian skripsi.

STATISTIKA TERAPAN, edisi kedua. Dr. Kadir, M.Pd