Anda di halaman 1dari 41

RANGKUMAN BAB VII

SETENGAH PUTARAN

Disusun untuk memenuhi tugas mata Kuliah Geometri Transformasi


Dosen Pengampu : Dr. Iwan Junaedi, M.Pd

Disusun Oleh
1. Ika Nadia (4101407026)
2. Pradatanu K.A. (4101407027)
3. Subhan (4101407028)
4. Alfha Gemilang (4101407030)
5. Korina Puspitasari (4101407031)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010

1
BAB VII
SETENGAH PUTARAN
Setengah Putaran mengelilingi sebuah titik adalah suatu involusi. Suatu
setengah putaran mencerminkan setiap titik bidang pada sebuah titik tertentu
sehingga disebut juga pencerminan pada suatu titik.

Definisi
Sebuah setengah putaran pada suatu titik A adalah suatu padanan SA yang
didefinisikan untuk setiap titik pada bidang sebagai berikut :
1. Apabila P A maka S 1 ( P ) =P' sehingga A titik tengah ruas garis
.
PP'
2. S A =A

Setengah putaran adalah suatu transformasi


Bukti:
Akan dibuktikan S A Bijektif.
Untuk membuktikan S A Bijektif maka harus dibuktikan terlebih dahulu SA
Surjektif dan Injektif.
(1) Akan dibuktikan S A Surjektif
Untuk menunjukkan SA Surjektif, akan ditunjukkan
'
P V S A ( P )=P '
Ambil sebarang P' V
P' V P ' =S A (P)
jika P= A ,maka S A ( A )= A ' =A
Jadi, P ' V P' =P=S A (P)
Jika P A maka A menjadi sumbu ruas garis ' , berarti
S A ( P )=P '
Jadi, S A Surjektif
(2) Akan dibuktikan S A Injektif
Missal B 1 B 2
Kasus I
B 1=B 2= A
Untuk B 1= A maka S A ( B1 )=B1=B1 ' ..1*)
Untuk B 2= A maka S A ( B2 )=B2=B2 ' 2*)
Dari 1*) dan 2*) maka diperoleh S A ( B1 ) S A ( B2 )
Kasus II
B1 B2 A
Ambil sebarang B 1 , B2 V dengan B1 B2
B 1 A , B2 A , B2 , B2 , A tidak segaris

2
'
Sehingga S A ( B1 )=B1 dan S A ( B2 )=B2 '
Andaikan S A ( B1 )=S A ( B2 )
Karena S A ( B1 )=S A ( B2 )
'
Maka B 1=S A ( B1 )=S A ( B 2) =B2 '
Sehingga diperoleh B '1=B 2 ' dan 1=B2
Menurut teorama, Melalui dua titik hanya dapat dibuat satu garis
Ini kontradiksi dengan pernyataan bahwa B 1 B 2
Pengandaian B 1 B 2 maka S A ( B1 )=S A ( B2 ) harus dibatalkan.
Jadi, S A ( B1 ) S A ( B2 )
Jadi S A Injektif
Dari (1) dan (2) maka diperoleh S A Surjektif dan S A Injektif
Karena S A Surjektif dan S A Injektif, maka S A Bijektif
Karena S A Bijektif, maka S A adalah suatu transformasi.
Jadi, terbukti bahwa suatu setengah putaran adalah transformasi.

Teorema 7.1
Andaikan A sebuah titik, g dan h dua garis tegak lurus yang
berpotongan di A . Maka S A =M g M h .
Bukti :
Diketahui A sebuah titik, g dan h dua garis tegak lurus yang
berpotongan di A .
a) Kasus I : P A
Karena g h maka dapat dibentuk sebuah sistem sumbu orthogonal
dengan g sebagai sumbu X dan h sebagai sumbu Y. A sebagai titik
asal.
Ambil titik P V
Perhatikan Gambar 7.2

'
P (x , y) P(x,y)

g X
A

P' ' (x , y )

3
Ditunjukkan bahwa untuk setiap P berlaku S A ( P )=M g M h ( P )
''
Andaikan P (x , y ) A dan S A ( P )=P ( x 1 , y 1 )
Karena S A ( P )=P ' ' maka A titik tengah PP' sehingga
x1 + x y 1+ y
( 0,0 )= ( 2
,
2 )
Diperoleh x 1+ x=0 x 1=x dan 1+ y=0 y 1= y
Artinya A ( P )=(x , y ) (1)
Komposisi pencerminan
M g M h ( P )=M g [ M h ( P ) ]

= M g (x , y )
= (x , y)
Artinya M g M h ( P )=(x , y)
(2)
Dari persamaan (1) dan (2) diperoleh A ( P )=M g M h ( P ) .
Jadi, S A =M g M h
b) Kasus II : P= A
Menurut Definisi, S A ( A)=A
(1*)
M g M h ( A ) =M g ( A )= A .(2*)
Dari persamaan (1*) dan (2*) diperoleh S A ( A )=M g M h ( A ) .
Jadi, S A =M g M h .

Teorema 7.2
Jika g dan h dua garis yang tegak lurus maka M g M h=M h M g
Bukti
a) Kasus I : P A
Karena P A , maka M g M h( P)=S A ( P) .
M h M g ( P )=M h ( M g ( P ) ) =h ( ( x , y ) )=(D , y ) = A (P) .
diperoleh M g M h( P)=S A (P)=M h M g ( P )
Jadi, M g M h=M h M g
b) Kasus II : P= A
Karena P= A , maka M g M h ( A ) =M g ( A )= A
M h M g ( A ) =M h ( A ) =A

4
Sehingga diperoleh M g M h ( A ) =M h M g ( A ) .
Jadi, M g M h=M h M g .

Teorema 7.3
Jika S A setengah putaran, maka S1 A=S A .
Bukti
Andaikan g dan h dua garis yang tegak lurus maka M g M h=S A
dengan A titik potong antara g dan h .
( M g M h)1=M 1h M 1g =S1 A .
Karena M 1h =M h dan M 1g=M g maka M h M g =S1 A .
Karena g h , maka menurut teorema 7.2, M g M h=M h M g .
Sedangkan menurut teorema 7.1, S A =g M h .
Sehingga diperoleh S1 A=M h M g=M g M h =S A .
Jadi, S1 A=S A .

Teorema 7.4
Jika A=(a , b) dan P=(x , y ) maka S A ( P )=(2 ax , 2b y ) .
Bukti
a) Kasus I : P A
Misalkan P=( {x} rsub {1} , {y} rsub {1} ) dan S A (P)=P maka
A titik tengah P P sehingga diperoleh

(( ) ( ))
( a , b) = 1
x +x
2
, 1
y +y
2
x1 + x y1 + y
Maka =a dan =b sehingga diperoleh
2 2
x1 + x
=a x1 + x=2 a x 1=2 ax ..(1*)
2
y1 + y
=b y 1 + y=2 b y 1=2 b y (2*)
2
Dari persamaan (1*) dan (2*) maka ( x 1 , y 1 )=( 2 ax ) ,( 2b y )
Karena S A (P)=P , maka S A ( P )=( x 1 , y1 ) =( 2 ax ) ,(2 b y)
Jadi, S A ( P )=(2 ax , 2b y ) .
b) Kasus II : P= A
Karena P= A , maka ( x , y )=( a ,b ) artinya a=x dan b= y .
A ( P )=S A ( A )= A=(a , b)
( a , b ) =( ( 2 aa ) , ( 2 bb ) )
( ( 2 ax ) , ( 2b y ) )
Jadi, S A ( P )=(2 ax , 2b y ) .

5
7.2 Lanjutan Setengah Putaran

Kita ingat kembali tentang refleksi atau pencerminan.


Definisi refleksi atau pencerminan ialah
M g A A, A g
1.
M g P P'
2. , yang bersifat g adalah sumbu ruas garis PP'

Jelas bahwa A g yang dicerminkan terhadap garis g maka A berimpit dengan


petanya. Titik yang demikian dinamakan titik tetap (invariant) refleksi.

Definisi
A dinamakan titik tetap (invariant) transformasi T apabila berlaku T(A) = A

Dari definisi tersebut, kita dapat memperoleh fakta bahwa sebuah refleksi garis g
memiliki tak hingga banyaknya titik tetap yaitu semua titik pada sumbu refleksi g
itu sendiri. Sedangkan pada sebuah setengah putaran di P (S p), maka satu-satunya

titik varian adalah P, sebab Sp(P) = P dan Sp(X) = X dengan X P dan P titik

tengah ruas garis XX ' .


Definisi
Sebuah transformasi T yang bersifat bahwa sebuah garis petanya juga garis
dinamakan kolineasi

Karena setiap isometric adalah suatu kolineasi maka refleksi dan setengah putaran
adalah suatu kolineasi. Diantara kolineasi tersebut ada yang disebut dilatasi

Definisi
Suatu kolineasi dinamakan suatu dilatasi jika untuk setiap garis g berlaku
sifat (g)/ g .

Teorema 7.5
Andaikan SA suatu setengah putaran, dan g sebuah garis. Apabila
A g , maka S A (g)/ g

6
Diketahui : SA sebuah garis g, A g
Buktikan bahwa S A (g)/ g
Bukti :
Misal P g , danQ g
'
karena P g maka A titik tengah P P' dengan P =S A ( P ) karena

Q g maka A titik tengah QQ ' dengan Q' =S A ( Q )

Q P

Perhatikan APQ ' dan AQP '


Untuk membuktikan bahwa g' g maka harus ditunjukkan
APQ ' dan AQP ' adalah kongruen.
m ( PA Q ' )=m( QA P' ) (sudut bertolak belakang)
'
PA= AP ' ( karena A titik tengah PP )
QA= AQ ( karena A titik tengah QQ ' )
Menurut definisi kekongruenan (S Sd S)
sehingga APQ ' AQP'
Karena APQ' AQ P ' maka PQ' =Q P'
Karena PQ' =Q P' maka g' g
Jadi, S A (g)/ g

Contoh
Diketahui dua garis g dan h tidak sejajar. A sebuah titik yang tidak terletak pada g
atau h. Tentukan semua titik X pada g dan semua titik Y pada h sehingga A titik

tengah ruas garis XY .

Dipunyai : garis g dan h tidak sejajar

7
A g, A h

Ditanya : tentukan semua X g , Y h A titik ten gah XY


Jawab :

Ambil P g

Jika P' S A P maka g ' S A g melalui P dan PA=AP, g//g


Jika g memotong h di Y

Tarik YA memotong g di X
Maka X dan Y pasangan titik yang dicari
Ilustrasi :

h
Y
P
g
A

g
P X

Dari contoh di atas, buktikan bahwa X dan Y satu-satunya pasangan yang

memenuhi persyaratan, dan jika tidak menggunakan g ' S A g tapi h' ' S A h
apakah akan memperoleh pasangan lain lalu jelaskan hal tersebut

Dipunyai : garis g dan h tidak sejajar


A g, A h ,

Ditanya : Adb X dan Y satu-satunya pasangan yang memenuhi persyaratan.


Bukti :

Ambil g tidak sejajar h , g tidak tegak lurus h , dan A h


Karena A h , maka S A ( h )=h ' h
h' akan memotong g di titik X , sehingga X h '

8
karena S A ( h ) =h ' h , maka S A ( X ) =Y h
Karena titik potong dari dua garis atau lebih akan hanya ada satu titik potong,
Maka X dan Y satu-satunya pasangan .
sehingga X h ' , X g , X XY , dan Y h , Y g' , Y XY
jadi, X dan Y satu-satunya pasangan.

Dipunyai : garis g dan h tidak sejajar


A g , A h , h' ' S A h

Ditanya : Apakah ada pasangan lain yang memenuhi persyaratan selain X


dan Y.
Bukti :

Teorema 7.6
Hasil kali dua setengah putaran dengan pusat yang berbeda, tidak memiliki
titik tetap
Bukti :

Misal A, B V , A B

Akan dibuktikan S A S B tidak memiliki titik tetap

Misal g = AB

h AB di A, k AB di B
M M
Akan ditunjukkan S A S B = h k
S A M g M h SB M g M k
Karena ,

Maka S A S B =
M g M h M g M k

9

M g M h M g M k
M M M M
g h g k

M M M M
h g g k

M M M M
h g g k

M hI M k
M hM k

Akan ditunjukkan S A S B tidak memiliki titik tetap

Misal X titik varian S A S B

Jadi S A S B (X) = X sehingga


M h M k X X
Jadi
M h M h M k X M h ( X ) ... 1
M h M h M k X M h ( X ) ... 2
Dari (1) dan (2) diperoleh
M h X IM k X M h X M k X

M k X X1
Misal

(i) Kasus 1 ( X X 1 )

Misal X X 1 h k
Karena h dan k adalah sumbu ruas garis XX1 dan ruas garis hanya
memiliki satu sumbu maka h=k
Hal ini tidak mungkin sebab A B

(ii) Kasus 2 ( X X 1 )

Misal X X 1
Maka Mh(X)=X dan Mk(X)=X

Jadi X k , X h h, k berpotonga n di X
Hal ini tidak mungkin sebab h//k
Jadi, tidak mungkin ada sebuah titik X sehingga

M h X M k X atau S A S B X X
.

Jadi, S A S B tidak memiliki titik tetap.

10
Ilustrasi teorema 7.6

h k

g
A B

Teorema 7.7
Jika A B adalah dua titik maka hanya ada satu setengah putaran yang
memetakan A pada B
Bukti :
Dipunyai A B

Akan dibuktikan ST A B dengan T titik tengah ruas garis AB

Misal ada dua setengah putaran SD dan SE sehingga S D A B dan SE A B

Jadi S D A SE A

Maka S D S D A S D SE A
1 1

Karena S-1D=SD maka A S D SE A

Jadi jika D E , maka berarti bahwa A adalah titik tetap dari S D S E


Hal ini tidak mungkin ada lebih dari satu setengah putaran yang memetakan A
pada B. Satu-satunya setengah putaran adalah ST(A) = B dengan T titik tengah

ruas garis AB

Teorema 7.8
Suatu setengah putaran adalah suatu dilatasi yang bersifat involutorik

Dipunyai titik P V
Akan dibuktikan

(1) g sebuah garis S P g // g

(2) S P S P I dengan I transformasi identitas

11
Bukti :
(1) Jelas SP(g) = g suatu garis.

Misal A g , B g

Maka A g ' , B g ' dan PA = PA, PB = PB

Karena PA = PA, PB = PB, dan m APB m A' PB' sehingga


PAB PA ' B (s sd s)

Jelas m B ' A' P m BAP


Jadi g//SP(g) dan SP sebuah dilatasi
S p S p A S p A' A
(2) Karena , maka A g S P S P g I g

Jadi, S P S P I .
Hal ini berarti SP bersifat involuntorik
Dari pernyataan (1) dan (2) diperoleh fakta bahwa S P sebuah dilatasi bersifat
involuntorik. Atau dengan kata lain suatu setengah putaran adalah suatu
dilatasi yang bersifat involutorik.
Ilustrasi :

P A
B
g
A
SP(g)=g

Teorema 7.9
Apabila T suatu transformasi. H himpunan titik-titik dan A sebuah titik,

maka A T H T A H
1

Bukti :
Dipunyai T transformasi, H himpunan titik-titik, A sebuah titik

Akan dibuktikan A T H T A H
1

12
Ambil A T H

Jadi X H A T X

maka T A T T X T T X I X X
1 1 1

Jadi, T A H
1

Ambil T A H
1


Hal ini berarti T T A T H atau A T H
1

Contoh :

Dipunyai :

E x, y x 2 4 y 2 16
Misal A = (4,-3) dan C = (3,1)
g adalah sumbu X
A M g Sc E
Ditanya : Selidiki apakah
Jawab :

Jelas
M S g c
1
S 1c M 1g Sc M g

Ambil P = (x,y)
P x, y M g P x , y
Jelas
Sc P 2.3 x, 2.1 y 6 x,2 y
Jelas

Jadi
M S P S M P S x , y 6 x, 2 y
g c
1
c g c

Sehingga
M S A M S 4,3 6 4,2 3 2,1
g c
1
g c
1

M S A 2,1 E A M g Sc E
1
Karena g c
maka berarti bahwa
A M g Sc E
Jadi,

Dengan cara serupa, kita dpat menentukan persamaan peta suatu himpunan
apabila persamaan himpunan tela diketahui.

13
Menurut teorema 7.9, A T H T A H . Jika
1
transformasi T adalah

M g Sc E
dengan

E x, y x 2 4 y 2 16 , maka

P M g Sc E M g Sc P E . Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan


1

sebelumnya, jika P x, y maka


M g Sc 1
P 6 x ,2 y

Jadi,
M S P E 6 x,2 y x, y x
g c
1 2

4 y 2 16

Jadi haruslah 6 x 4 2 y 16
2 2

Hal ini berarti bahwa



P M g Sc E P x, y x 2 4 y 2 12 x 16 y 36 0
Sehingga diperoleh fakta bahwa x 4 y 12 x 16 y 36 0 adalah persamaan
2 2

M g Sc
peta E oleh transformasi .

Latihan Soal halaman 68


1. Diket : titik A, B, P tak segaris dan berbeda.
Lukis :
a. S A ( P)
b. R SB ( R ) =P
c. S A SB ( P)
d. S B S A ( D )
e. S A2 (P)
Lukisan :
a. S ( P )

S A ( P)

B
b. R SB ( R ) =P
P
R
A
B
c. S A SB ( P)
P

14
R

A
S A SB ( P)
B

d. SB SA ( P) P
S A ( P)

A
B

P SB SA ( P)
2
e. S A (P)
S A ( P)

A
B
= S A2 ( P)
2. Diket : garis g dan titik A , A g
DitanyaP :
a) Lukisan garis g1=S A ( g) dan mengapa g sebuah garis?
b) Buktikan bahwa g' / g .
Jawab :

a. g' =S A (g)

Q P
A

Karena g sebuah garis, maka S A ( g) juga merupakan sebuah


garis
(isometri).
b. g' g
Bukti :
P g ,Q g
karena P g maka A titik tengah P P' dengan P' =S A ( P )

karena Q g maka A titik tengah QQ ' dengan Q' =S A ( Q )


Perhatikan APQ ' dan AQP '

15
Untuk membuktikan bahwa g' g maka harus ditunjukkan
APQ ' dan AQP ' adalah kongruen.
m ( PA Q' )=m(QA P' ) (sudut bertolak belakang)
PA= AP ' ( karena A titik tengah P P' )
Q' A=AQ ( karena A titik tengah QQ' )
Menurut definisi kekongruenan (S Sd S)
sehingga APQ ' AQP'
' ' ' '
Karena APQ AQ P maka PQ =Q P
Karena PQ' =Q P' maka g' g

3. Diket : ABC dan jajargenjang WX Y Z , K terletak diluar daerah


ABC dan diluar jajargenjang WXYZ .
Ditanya :
a) Lukisan S K ( ABC )
b) Titik J S J ( WXYZ )=WXYZ
Jawab :
a) Lukisan S K ( ABC )

B C A

B
b) S ( WXYZ )=WXYZ
A C
Z Y

W X
4. Diket : titik-titik A, B, C tak segaris
Lukis :
a) Garis g dan h sehingga M g ( B )=B dan S A =M g M h
b) Garis k dan m sehingga M 1k ( C )=C dan S A =M k M m
Lukisan :
a) M g ( B )=B dan S A =g M h

16
b) M
1
k ( C )=C dan S @=M k M m

5. Diket : A = (2,3)
Ditanya:
a. SA( C ) apabila C = (2,3)
b. SA( D ) apabila D = (-2,7)
c. SA( E ) apabila E= (4,-1)
d. SA( P ) apabila P = (x,y)
Jawab:
a. C = (2,3)
SA( C ) = (2.2 - 2, 2.3 - 3)
= (2,3)
b. D = (-2,7)
SA( D ) = (2.2-(-2), 2.3-7)
= (6,-1)
c. E= (4,-1)
SA( E ) = (2.2-4, 2.3-(-1))
= (0,7)
d. P = (x,y)
SA( P ) = (2.2-x, 2.3-y)
= (4-x, 6-y)
6. Diket : B = (1, -3)
Tentukan :
a. SB(D) apabila D (-3, 4)
b. E apabila SB(E) = (-2, 5)
c. SB(P) apabila P = (x, y)
Jawab :
a. D (-3, 4)
SB(D) = (2.1-(-3), 2.(-3)-4)
= (5, -10)
b. SB(E) = (-2, 5)
Misal E = (x, y)
Maka, 2.1 - x = -2 2.(-3) - y = 5
2 x = -2 -6 - y = 5
x=4 y = -11
jadi, E = (4, -11)
c. P= (x, y)
SB(P) = (2.1- x, 2.(-3) - y)
= (2 - x, - 6 - y)
7. Diket : D = (0, -3) dan B = (2, 6)
a. SB(B) = (2.2 - 2, 2.6 - 6)
= (2, 6)
SDSB(B) = SD(2,6)
= (2.0 - 2, 2.(-3) 6)
= (-2, -12)

17
b. K = (1, -4)
SB(K) = (2.2-1, 2.6 - (-4)
= (3, 16)
SDSB(K) = SD(3,16)
= (2.0 - 3, 2.(-3) - 16)
= (-3, -22)
c. SD(K) = (2.0 - 1, 2.(-3) - (-4))
= (-1, -2)
SBSD(K) =SB(-1, -2)
= (2.2 - (-1), 2.6 - (-2))
= (5, 14)
d. Menurut teorema 7.3
jika SA setengah putaran, maka S-1A = SA
maka, SD-1 (K) = SD(K) = (-1,-2)
Dan, SB-1(K) = SB(K)
Sehingga, (SDSB)-1 (K) = SB-1SD-1 (K)
= SB-1(-1, -2)
= SB(-1, -2)
= (2.2 - (-1), 2.6 - (-2))
= (5, 14)
e. P = (x, y)
SB(P) = (2.2 x, 2.6 y)
= (4 x, 12 y)
SDSB(P) = SD(4 x, 12 y)
= (2.0 (4 x), 2.(-3) (12 y))
= ( - 4 + x, - 6 12 + y)
=(x - 4, y - 18)
8. Diket : C=(4,3 )
g= { ( x , y )| y=x }
Tentukan :
a. M g S c ( 2,1 )
b. M g S C ( P ) jika P ( x , y )
M
c. ( g S C ) ( P ) , apakah M g S c =Sc =c M g ?
1


Jawab :
a. M g S c ( 2,1 ) M g ( 2. (4 )2,2.3 1 )
M g (10,7 )
(7,10 )

18
b. P (x , y )
M g S C ( P ) =M g ( 2. (4 )x , 2.3 y )
M g (8x ,6 y )
( y 6, x +8)
M
c. 1
( g S C ) ( P )=( S C1 M g1 ) ( P)

Berdasarkan teorema 7.3 dan 6.3 diperoleh

S A1=S A dan M g1=M g , sehingga diperoleh


M
1
( g S C ) ( P )=( S C1 M g1 ) ( P )

(SC M g) ( P )
S C M G ( ,Y )
S C ( y ,x )
( 2. (4 ) y ) , 2.3 x
( y 8, 6+ x)

9. a. S A ( K )=S A ( J )
Misal K=( x , y ) , A=( a , b ) , J =( u , v )
S A ( K )=( 2 ax , 2 b y )
S A ( K )=( 2 au , 2bv )
Karena S A ( K )=S A ( J ) sehingga
2 ax=2au
x=u
x=u
dan
2 b y =2 bv
y=v
y =v
Sehingga K ( x , y )=J ( u , v )
Jadi K=J
b. S A ( D )=S B ( D )

19
Misal A= ( a , b )
B=( c , d )
D=( x , y )
Karena S A ( D )=S B ( D )
maka ( 2 ax , 2b y )=(2 cx ,2 d y )
diperoleh 2 ax=2cx
2 a=2 c
a=c
dan 2 b y =2 d y
2b=2 d
b=d
Karena a=c dan b=d
Maka ( a , b ) =( c , ) sehingga A=B
Jadi dapat ditarik suatu akibat yaitu A=B
c. S A ( E )=E Misal A ( a , b ) , E (x , y )
S A ( E )=(2 ax , 2 b y )
Karena S A ( E )=E maka
( 2 ax , 2b y )= ( x , y )
diperoleh
2 ax=x
2 a=2 x
a= x
dan
2 b y = y
2b=2 y
b= y
Sehingga A ( a , b )=E ( x , y )
Jadi A=E

10. a) Dipunyai : A B, S A S B S B S A
Ditanya : selidiki apakah pernyataan tersebut benar
Jawab :

Ambil A a, b V , B c, d V , P( x, y )
S A 2c x , 2 d y
2a 2c x ,2b 2d y
S A S B P 2a 2c x,2b 2d y ...1

20
S B 2a x,2b y
2c 2a x ,2d 2b y
2c 2a x,2d 2b y
S B S A P 2a 2c x,2b 2d y ... 2
Dari (1) dan (2) diperoleh fakta bahwa
2a 2c x,2b 2d y 2a 2c x,2b 2d y
S AS B SB S A

Jadi, A B, S A S B S B S A merupakan pernyataan yang salah


b) Dipunyai : setiap setengah putaran adalah suatu isometric langsung
Ditanya : selidiki apakah pernyataan tersebut benar
Jawab :
Menurut definisi suatu transformasi isometric langsung apabila
transformasi itu mengawetkan orientasi.

Ambil tiga titik tak segaris A a, b , B c, d , C e, f dan tiga titik tersebut


membentuk segitiga ABC
Akan ditunjukan ABC orientasinya sama dengan ABC dengan
A=T(A),B=T(B), C=T(C)
Misal P(x,y) titik pusat setengah putaran

c) Dipunyai : g h S ASB g S ASB h


Ditanya : selidiki apakah pernyataan tersebut benar
Jawab :

d) Dipunyai : A1 S B A , B1 S A B A1B1 2 AB
Ditanya : selidiki apakah pernyataan tersebut benar
Jawab :

Ambil A x1 , y1 , B x2 , y2

AB x1 x2 2 y1 y2 2
A1 S B A S B x1 , y1 2 x2 x1 ,2 y2 y1
B1 S A B S A x2 , y2 2 x1 x2 ,2 y1 y2

21
A1B1 2 x2 x1 2 x1 x2 2 2 y2 y1 2 y1 y2 2
2 x2 x1 2 x1 x2 2 2 y2 y1 2 y1 y2 2
3x2 3x1 2 3 y2 3 y1 2
9 x2 x1 9 y2 y1
2 2

3 x2 x1 y2 y1
2 2

3 AB

Jadi, A1 S B A , B1 S A B A1 B1 3 AB

Jadi, A1 S B A , B1 S A B A1 B1 2 AB merupakan pernyataan salah

e) Dipunyai : A g, P g, A P S A g g, S A P P
Ditanya : selidiki apakah pernyataan tersebut benar
Jawab :

Jelas AP g
Ambil A(a,b), P(x,y)

Akan ditunjukan bahwa S A g g , S A P P


S A P 2a x,2b y P ' g
Jadi, S A P P x, y

Karena A g , maka S A A A g , S A P P ' g S A g g

Jadi, A g, P g, A P S A g g, S A P P merupakan pernyataan


salah.

11. Diket: A= (1,0 )


Ditanya: Tentukan persamaan garis-garis g dan h sehingga
B ( 3,4 ) g dan S A =M g M h
Jawab:
1
S A =M g M h g h mg . mh =1 mg=
mh
misal g y =mg x+C
h y=mh x +C

22
titik potong g dan h ada di A (1,0 )
A titik potong g dan h
B ( 3,4 ) g
Sehingga A dan B g
Persamaaan garis g melalui A (1,0) dan
B (3,4)
y y 1 xx 1
g: =
y 2 y 1 x 2x 1
y4 x3
=
04 13
y4 x3
=
4 4
y4= x3
y=x +1 mg =1
Karena mg . mh =1 dan mg=1 maka mh=1
h melalui (1,0) dan bergradien -1
y y 1=m ( xx 1 )
y0=1 ( x +1 )
y=x1
Jadi g : y=x +1
h : y=x1

13. Diketahui : titik A, B V , garis g


Titik R,S,T berbeda dan tak segaris sehingga ganda (R,S,T)
memiliki orientasi positif
Ditanya : Apakah dapat dikatakan tentang peta ganda tersebut oleh
transformasi :
a. SA
b. SA SB
c. MgSA
d. SAMgSB
e. S-1A

23
f. (MgSB)-1
Selesaian :

14. Diketahui:tiga titik A, B, C


Buktikan: (S A SB )1=S B S A
Bukti:
Adb (S A SB )1=S B S A
(S A SB )1=S B1 S A1
Menurut teorema 7.3 jika S A setengah putaran, maka S A1=S A
Jadi S B1 =S B dan S A1=S A
Karena S B1 =S dan S A1=S A
Maka (S A SB )1=S B1 S A1=SB S A
Jadi, terbukti bahwa (S A SB )1=S B S A

15. Diketahui : MgSA, MgSAMh, SAMh,SB, T-1SA dengan T suatu transformasi


sebarang
Ditanya : tentukan dan sederhanakan balikannya
Selesaian :

a)
M g S A S A M g S AM g M h M g M g M h I M h
1 1 1 1 1

b)
M g S AM h M g M h S A S AS A S A S A S A S A I
1 1 1 1 1 1

c)
S A M h S B 1 S A M h S B 1 S B 1 S A M h 1 S B 1M h 1S A1 S B M h 1S A
S B M h1S A S B M h1M h M g S B M g

Jadi,
S AM hSB SB M g
1

T 1
SA 1 1
S A T 1 1
S AT

16. a. Apabila A=(0,0), B=(-4,1), tentukanlah K sehinga


S A S B ( K ) =(6,2)
b. Apabila M g S A ( P )=R , nyatakan kootdinat P dengan
koordinat-koordinat R

24
Penyelesaian:
a. Diket : A=(0,0), B=(-4,1)
Ditanya : tentukanlah K sehinga S A S B ( K ) =(6,2)
Jawab :
Misal K=(x , y )
S A S B ( K ) =( 6,2 )
S A S B ( x , y ) =( 6,2 )
S A ( 2. (4 ) x , 2.1 y ) =( 6,2)
S A (8x , 2 y )=(6,2)
8x
2.0(),2.0( 2 y ) =(6,2)

(8+x , y2)=(6,2) 8+ x=6 x=2
y2=2 y=4
Jadi, K (2,4)

b. Diket : M g S A ( P )=R
Ditanya : nyatakan kootdinat P dengan koordinat-koordinat
R
Jawab :

17. Diket: Titik A (1,4)


Garis g={( x , y) y =2 x 1}
Garis h={( x , y) y=4 x }
Ditanya:
a. Persamaan S A ( g )=g' ?
b. Persamaan S A ( h ) =h' ?
c. Persamaan S A ( sumbu x ) ?
d. Apakah titik (5,6) terletak pada S A ( g ) ? jelaskan !
Jawab:
a. Ambil titik G(1,1) g
'
A ( g )= , G g ,dan S A ( G ) =G'
Maka G' g '
S A ( G )=( 2. (1 )1, 2.41 )
(3, 7 ) =G ' g '
Menurut teorema 7.5 maka g' / g
sehingga mg ' =mg=2
jadi, persamaan g ' melalui G' (3, 7 ) dengan m =2
y y 1=m ( xx 1 )
y7=2( x 3)
7=2 x +6

25
y=2 + 13
Jadi, g' ={( x , y ) y=2 x +13 }
b. Kasus I
Ambil titik H= A
H (1,4) h
'
S A ( h ) =h , H h , dan S A ( H )=H '
Maka H ' h '
S A ( H )=( 2. (1 )(1),2.44 )
(1, 4 )=H ' h '
Menurut teorema 7.5 maka h' /h
sehingga mh ' =mh=4
jadi, persamaan h ' melalui G' (1, 4 ) dengan m=4
y y 1=m(x x1 )
y4=4( x(1 ) )
y4=4 x4
y=4 x
Jadi, h' = { ( x , y )| y=4 }
Kasus II
Ambil titik H A
H (1,4) h
S A ( h ) =h' , H h , dan S A ( H )=H '
Maka H ' h '
S A ( H )=( 2. (1 )1, 2.4(4) )
(3, 12 )=H ' h '
Menurut teorema 7.5 maka h' /h
sehingga mh ' =mh=4
jadi, persamaan h ' melalui G' (3, 12 ) dengan m=4
y y 1=m(x x1 )
y12=4(x (3 ))
y12=4 x12
y=4 x
Jadi, h' = { ( x , y )| y=4 }
c. Sumbu x y =0 garis g
Ambil titik G(1,0) g dan S A ( g )=g '
Maka S A ( G )=G ' =( 2. (1 )1, 2.40 )=(3,8)
Sehingga G' g '
Karena g/ g' mg=m g ' =0
Persamaan himpunan melalui (3,8 ) dengan
m=0
1
x x
y y 1=m
y8=0 ( x+ 3 )

26
y=8
Jadi, persamaan himpunan S A (sumbu x ) adalah
y=8
d. S A ( g )=g' ={( x , )@=2 x +13 }
jika x=5 maka y =2.(5)+13=3 6
Jadi (5,6) tidak terletak pada S A (g)

18. Diket: C={( x , y )x 2+ ( y 3 )2=4


g= { ( x , y )| y=x }
A (3,2)
Ditanya: Apakah D (2,5) M g S A (C) ?
Jawab:
2 2
C={( x , y )x + ( y 3 ) =4 dengan pusat M (0,3) dan berjari-
jari 2
A ( 3,2 )
'
S A ( M )=M =( 2.30,2.23 ) =( 6,1 )
'
S A ( C )=C
C' adalah lingkaran dengan pusat M ' (6,1) , jari-jari 2
Sehingga C' = {( x , y )|( x6 )2+ ( y 1 )2=4 }

M g ( C' ) =C' '


M g ( 6,1 )=(1,6)
''
Jadi M (1,6 ) adalah pusat lingkaran C' '
C' ' =( x1)2 +( y6)2=4
Jadi, M g S A ( C ) =C' ' =(x 1)2 +( y6)2=4
Jika x=2, dan y=5
Maka (21)2+(56)2=(1)2 +(1)2=1+ 1=2 4
Jadi, D (2,5) M g S A (C)
20. Diket : g= { ( x , y )| y=5 x+ 7 }
P=(3,2 )
Ditanya : S P ( g ) =g ' ?

27
Jawab:
Ambil sebarang titik A (x , y) g
x=1 y =5+7=2
Misal A (1,2 ) , A g
S P ( A ) =(2. (3 ) 1,2.22)
(6 +1,42 )
(5,2 ) =A ' A ' g '
g // g ' mg =mg =5'

y 1=m( xx 1)
y 2=5 ( x+ 5 )
y 2=5 x25
y =5 x +27
Jadi, S P ( g ) =g ' ={( x , y ) y=5 x +27

Tugas halaman 74
1. Diketahui : titik A dan B, garis g Ag,Bg
Lukis :
a. g' =S A S B ( g)
b. Garis k A S B ( k ) =g
c. Garis h S A S B ( h )=h
Lukisan :
a. g' =S A S B ()

g '=S A
B (g)

B
A

g S B ( g)

b. Garis k S A S B ( k )=g

28
SB( k )

A k
g=S A S B ( k)

c. Garis h S A S B ( h )=h

B
A

2. Diketahui : garis g dan h berpotongan. Titik A dan B tidak terletak pada garis
g dan h.
Lukis :
a. M g S A S B ( h)
b. S A S B M h ( h )=g
Lukisan :
a. M g S A S B ( h)

b. k S A S B M h ( h ) =g
3. Diketahui : g= { ( x , y ) 2 x5 y =4 } dan A= (1,4 )
Ditanya :
a. apakah C (1,6 ) g' =S A (g)
b. persamaan g '
Jawab :

29
a. g : 2 x5 y=4
Karena g' =S A (g) dan A=(1,4) g maka menurut teorema 7.5,
g // g ' .
Untuk mengetahui apakah C (1,6 ) g' =S A (g) maka harus dicari
S A ( C )=(x , y) lalu diselidiki apakah ( x , y ) g
Menurut teorema 7.4 maka
S A ( C )=(2.1 1,2.46)
(x , y )=( 21,86 )
(x , y )=(1,2)
Maka diperoleh x=1, y=2
Substitusikan nilai x dan y ke persamaan g
Diperoleh 2.15.2=210=8
Karena (x , y ) tidak memenuhi persamaan g maka
( x , y )=S A (C) g maka C g' =S A ( g)
b. Untuk menentukan persamaan g' maka dihitung gradien g' dan
diambil salah satu titik P g , misalnya P=(7,2)
Maka S A ( P )=( 2.17,2.42 )
S A ( P ) =( 27,82 )
S A ( P ) =(5,6)
Karena P g dan g' =S A (g) maka S A ( P ) g ' .
2
g : 2 x5 y=4 maka gradient g adalah
5
2
g' =S A (g) sehingga g // g ' maka gradien g= gradien g' =
5
2
y7= (x 2)
5
2 2
y =7+ x .2
5 5
2 4
y =7+ x
5 5
2 31
y = x+
5 5
5 y=2 x +31
2 x+5 y =31
Jadi, persamaan garis g ' adalah 2 x +5 y=31 .

4. Diketahui : g= { ( x , y ) 3 x +2 y=4 } dan A=(2,1)


Ditanya :
a. k D=( 3, k ) g' =S A (g)
b. Persamaan g '
c. Persamaan h S A ( h )=g
Jawab :

30
a. Untuk menentukan k maka diambil titik P=( x , y ) g sehingga
2.2x=3
4x =3
x=7
Substitusikan x=70 pada persamaan g maka 3 x+2 y=4
3.7+2 y=4
21+2 y=4
2 y=25
25
y=
2
25
Maka P=( x , y )=(7, )
2
25
Karena P=(7, ) dan A= (2,1 ) maka menurut teorema 7.4
2
maka
25
S A ( P )=( 2.2 7 ) , 2.1
2
25
(
( 3, k ) = 4 +7,2
2 )
21
(3, k)=(3, )
5
21
Sehingga diperoleh k =
5
b. Untuk menentukan persamaan g ' maka harus ditentukan gradien g '
Karena g' =S A (g) maka menurut teorema 7.5 g // g ' sehingga
gradien g= gradien g'
3
g : 3 x +2 y=4 maka gradien g adalah sehingga gradien
2

3
' =
2
21
Berdasarkan jawaban soal a, maka (
D= 3,
5 )
g'

Sehingga persamaan ' adalah


21
y3=
3
2(x
5 )

31
21
y=
3
2 (
x+
5
+3)
3 3 21
y= x .
2 2 5
3 63
y= x
2 10
10 y=15 63
15 x+ 10 y=63
Jadi, persamaan g' adalah 15 x+10 y=63 .
c. S ( h ) =g maka S1 A ( g )=h
Menurut teorema 7.3 1 A=S A sehingga S1 A ( g )=S A ( g ) =h
Dari jawaban soal b, g' =S A (g) artinya g' =S A ( g ) =h sehingga
diperoleh g' =h
maka persamaan h= persamaan g' yaitu 15 x+10 y=63
Jadi, persamaan h adalah 15 x+10 y=63 .

5. Diketahui : kurva k ={( x , y ) @=x 2 } dan titik A=(3,1)


Ditanya :
a. Apakah B=( 3,7 ) k ' =S A (k )
b. Persamaan kurva k '
Jawab :
a. Untuk menyelidiki apakah B=( 3,7 ) k ' =S A (k ) maka harus dihitung
S A (B )
Misalkan S A ( B )=( x' , y ' ) sehingga menurut teorema 7.4 diperoleh
S A ( B )=( 2.33,2.1 7 )
( x ' , y ' )= ( 63,2+7 )
' '
( x , y )=(3,9)
Maka x ' =3, y ' =9
Substitusikan ( x ' , y ' )=(3,9) ke persamaan k
diperoleh 9=32 memenuhi persamaan k maka ( x ' , y ' )k
Karena S A ( B )=(x' , y ' ) k dan k ' =S A (k ) maka B k '
Jadi, B=( 3,7 ) k ' =S A (k )
b. Untuk menentukan persamaan k ' maka harus ditentukan koordinat titik
puncak kurva k '
Karena k ={( x , y ) y =x2 } maka titik puncak k adalah (0,0) dan

1
titik fokus kurva k adalah (0, )
4

32
Misalkan titik puncak k adalah titik M maka M =(0,0) sehingga
menurut teorema 7.4,
S A ( M )=( 2.30,2.10 )=(6,2)

Karena M k dan k ' =S A (k ) maka S A ( M ) k ' dan karena


M adalah titik puncak maka S A ( M )=(6,2) titik puncak
k' .
1
Misalkan titik fokus k adalah P maka P=(0, ) sehingga
4
menurut teorema 7.4,
1 7
(
S A ( P )= 2.30,2.1
4 )
=(6, )
4
Karena P k dan k ' =S A (k ) maka S A ( P ) k ' dan karena P

7
adalah titik fokus k maka A ( P )=(6, ) titik fokus k '
4
Sehingga diperoleh titik puncak k ' adalah (6,2) dan titik puncak

7
k' adalah (6, ) maka kurva k ' menghadap ke bawah sehingga
4
persamaan kurva k ' adalah
1
( x6 )2=4. ( y2 )
4
x 212 x+36= y 2
2
y =x 12+38
Jadi, persamaan kurva k ' =S A (k ) adalah y=x 212 x+ 38 .

6. Diketahui :

k x, y y 1x , A 2,0 , g x, y y 0, C x,6 , k ' M g S A k

Ditanya : a) nilai x sehingga C k ' ; b) persamaan k '


Selesaian :
a) Ambil P(m,n)
M g S A P M g S A m, n M g 2 2 m,n M g 4 m, n 4 m, n

Hal ini berarti bahwa


1 1 1 1
M g S A k M g S A x, M g 2 2 x, M g 4 x, 4 x,
x x x x

33
1 1 1 23
yc 6 x xc 4
Maka x 6, 6 6
23
Jadi, nilai x sehingga C k ' adalah 6
b) Misal D k '
1
D 4 1, 3,1 k '
Untuk nilai x = 1, maka 1

Maka untuk mencari persaman k ' dapat diperoleh dari dua titik yaitu

C 236 ,6 dan D 3,1


y y1 x x1

y2 y1 x2 x1
23
x
y6 6

1 6 3 23
6
6 x 23
y6 6

5 18 23
6
y 6 6 x 23

5 5
y 6 6 x 23
y 6 x 17

7. Diketahui : Q titik tengah PR


SQ S P S R SQ
Ditanya : Buktikan bahwa
Bukti :
Ambil A(x,y), P(a,b), R(c,d), Q(e,f)

Karena Q titik tengah PR , maka


e 1
2
a c, f 1
2
b d
SQ S P A SQ S P x, y SQ 2a x,2b y 2 12 a c 2a x ,2 12 b d 2b y

a c x , b d y

34
a.

S R SQ A S R SQ x, y S R 2 12 a c x,2 12 b d y 2c a c x,2d b d y

a 3c x,b 3d y Nilai x C= ( x , 6 ) k ' =M g S A (k )


b. Persamaan k '
Jawab :
a. Untuk menyelidiki apakah x C= ( x , 6 ) k ' =M g S A (k ) maka harus
diambil
b. Untuk mencari persamaan k ' maka

8. Diketahui : C=( 2,1 ) , g={ ( x , y ) y=x } ,h={ ( x , y ) y =3 x2 }


Ditanya : persamaan garis k =S C M g (h)
Jawab :
Ambil titik A ( 2,4 ) h
Maka M g ( A )=M g ( 2,4 )=( 4,2 )=A '
Karena M g ( h )=h' , h , dan M g ( A )= A '
Maka A ' h '
Mencari titik potong garis g dan garis h
h : y 1=3 x2
g : y 2=x
Titik potong garis dan garis h adalah
y 1= y 2
3 x2=x
2 x =2
x=1
Maka, y=1
Jadi, titik potong garis g dan garis h adalah di ( 1,1 )
Karena M g ( h )=h'
Maka ( 1,1 ) h'
Sehingga garis h' melalui titik (4,2) dan titik (1,1)
y 2 y 1 x 2x 1
=
y y 1 x x1
12 14
=
y 2 x 4

35
1 3
=
y 2 x 4
3 y +6=x+ 4
3 y + x=2
x3 y +2=0
Jadi persamaan h' : x 3 y+ 2=0
Ambil titik B=( 7,3 ) h'
Maka S C ( B ) S C (7,3 )
( 2.27,2. (1 ) 3 )
(3,5 )=B'
Karena k =S C M g h
Atau k =S C ( h' ) , B h' dan S C ( B )=B'
Maka B ' k
' ' 1
Sehingga k melalui B =(3,5 ) dan k // h dengan m=
3
y 1=m ( xx 1 )
1
y +5= ( x +3 )
3
1
y +5= x +1
3
1
= x4
3
3 y=x12
Jadi persamaan garis k =S C M g ( h ) adalah 3 y=x12 .

9.a)Diketahui : garis g dan h


Ditanya : buktikan jika g//h maka transformasi MgMh tidak memiliki titik
tetap
Bukti :
Misal A' ' A
M g M h A M g A' A' '
Jelas
M M A A'
Karena g//h maka A' ' A sehingga g h

36
Hal ini sebuah kontradiksi
Maka pengandaian harus dibatalkan.
Karena menurut definisi A dinamakan titik tetap transformasi T apabila
berlaku T(A)=A dan sebuah setengah putar S A hanya memiliki satu titik tetap

M g M h A A'
yaitu A, sedangkan jika g//h diperoleh fakta bahwa dan

M g M h A S A
maka transformasi MgMh tidak memiliki titik tetap.
Jadi, jika g//h maka transformasi MgMh tidak memiliki titik tetap.

9.b)Diketahui : garis g, titik A g


Ditanya : buktikan SAMg tidak memiliki titik tetap
Bukti :

10. Diketahui : ABC , garis g dan sebuah titik K g,K diluar daerah
ABC .
Tentukan semua pasangan titik X dan Y dengan X g , Y ABC
sehingga K titik tengah ?
XY
Jawab:

11. Diketahui : lingkaran L1 dan L2 . Salah satu titik potongnya adalah


A .
C L1 dan D L2
Ditanya : Lukisan ruas garis CD sehingga A titik tengah ruas garis
?
CD
Jelaskan lukisan tersebut?
Jawab :

A titik tengah CD , berarti AC = AD


Jadi, L 1 L 2 atau lingkaran pertama sama dengan lingkaran kedua.
12. Diketahui: titik A dan garis g , A g
Ditanya :

37
a. Buktikan bahwa transformasi S A Dg adalah sebuah refleksi pada suatu
garis dan garis mana yang menjadi sumbu refleksi ini?
b. Jika g tegak lurus h di titik A dan g tegak lurus k di titik
B, buktikan bahwa S A M k =M h S B ?
Jawab :

a. Ambil sebarang titik P V


Diperoleh A M g ( P )=P '
Tarik garis h g yang melalui A
Tarik garis PP' ' yang memotong garis h dititik B,
sehingga CA=PB dan PC=BA
Lihat CA P' dan CAP
CA=CA (berhimpit)
CP=CP' (Refleksi)
PCA= ' CA (Siku-Siku)
Berdasarkan teorema kekongruenan (S, Sd, S)
Sehingga dapat disimpulkan CA P' CAP
Salah satu akibatnya A P' =AP
Lihat APB dan AP' ' B
A =AB (berhimpit)
Ap ' = AP' ' (setengah putaran)
sehingga AP= P' = A P' '
PB2= AP2 AB 2= AP ' ' 2 AB 2=P ' ' B2
Karena AP=A P ' =A P '' , maka PB=P' ' B
Berdasarkan teorema kekongruenan (S, S, S)
Maka dapat disimpulkan APB AP' ' B
Akibatnya PB=P' ' B
Karena O merupakan titik tengah PP' ' , maka S A M g ( P )=P ' '
merupakan refleksi dari P dengan sumbu refleksi adalah garis yang melalui
titik B g .
Jadi, S A M g merupakan sebuah refleksi pada suatu garis, dan garis itu
adalah garis yang melalui A tegak lurus dengan g .
b. Ambil garis g tegak lurus h di titik A dan g tegak lurus k
di titik B .
Adb S A M k =M h S B

38
h
Menurut teorema 7.1 : andaikan A sebuah titik, dan g dan h dua garis
tegak lurus yang berpotongan di A, maka S A g M h
Maka S A M g M h dan S B M g M k
MgM
Sehingga ( h)M k
S A M k =
Karena M g M h M h M g , maka diperoleh:
Mg M
M
( h M g) M k M h M g M k
( h) M k

Sehingga
MgM
M
M
( g M k ) M h S B
( h M g) M k M h M g M k M h
( h) M k
S A M =
Jadi terbukti bahwa S A M k =M h S B

13. Diketahui : A , B , C tak segaris


Ditanya:
a. Pilih sebuah titik P dan lukislah titik P' =S A B S C ( P ) !
b. Jika M titik tengah PP' , lukislah M ' =S A S B SC ( M ) !
c. Perhatikan hubungan antara M dan M ' . Apakah dugaan kita
mengenai jenis transformasi S A S B SC ?
Jawab:
M'
C P'
P
M B
P' '
P' ' A
a. M ''

39
b.
maka transformasi S A S B SC
1
c. Karena M =S A S B SC =M merupakan
transformasi identitas.

14. Diketahui : ABC , B=90


15. Diketahui : A= ( 0,0 ) , B=(3,1)
Ditanya :
a) C' =S A S B ( C ) jika C=(2,4)
b) P' =S B s A ( C ) jika P=( x , )
c) Apa yang dapat kami katakan tentang C C ' , PP' , AB
Jawab :
a) Menurut teorema 7.4 maka
S A S B ( C )=S A ( S B ( C ) )
S A s B (C )=S A ( 2.3 2 ) ,2. (1 )4
S A s B (C )=S A ( 6+2,24 )
S A s B (C )=S A ( 8,6 )
S A s B (C )= (2.08,2.0 6 )
S A s B (C )= ( 08,0+ 6 )
S A s B (C )=(8,6)

Jadi, C' =S S B ( C )=(8,6)


b) Menurut teorema 7.4 maka
S B S A ( P )=S B ( A ( P ) )
S B S A ( P )=S B (2.0x , 2.0 y )
S B S A ( P )=S B ( 0x , 0 y )
S B S A ( P )=S B (x , y )
S B S A ( P )=( 2.3(x ) , 2. (1 ) ( y ) )
S B S A ( P )=( 6+ x ,2+ y )
S B S A ( P )=( x +6, y2)
'
Jadi, P =S B S A ( P ) =(x +6, y2)
c) Karena C=(2,4) dan C' =(8,6)
Maka persamaan CC ' :
x1 y y 1 x+ 2 y4 x +2 y4
= = =
x2 x1 y 2 y 1 8+2 64 6 2

40
1 10
6 y=2 x +424 y= x+
3 3
Karena P=(x , ) dan '
P =( x +6, y2)
Untuk tidak membuat rancu,
dimisalkan titik P=(a , b) dan P' =( a+6, b2)
Maka persamaan PP' :
xx 1 y y 1 xa yb xa y b
= = =
x 2x 1 y 2 y 1 a+6a b2b 6 2
1 1
6 y =2 x+ 2 a+6 b y = x + a+b
3 3
Karena A= ( 0,0 ) dan B=(3,1)
Maka persamaan AB :
xx 1 y y 1 x0 y0 x y
= = =
x 2x 1 y 21 30 10 3 1
1
3 y=x y= x
3
Dari persamaanpersamaan di atas, dapat dikatakan bahwa persamaan

1
CC ' , PP ' , dan AB mempunyai gradien yang sama, yaitu
3
16. Buktikan :

17. Diketahui : ABC dan sebuah titik P C
Lukis : di dalam ABC , sebuah PQ 0 yang kelilingnya paling
pendek

41