Anda di halaman 1dari 13

Pengenalan Dasar Sound System Secara Global

Sound system memiliki deskripsi yang sangat luas baik


ditinjau dari hardware dan juga segi teknis. Seluk beluk
penggunaannya pun beragam seperti yang kita ketahui bahwa
perangkat ini banyak terlihat dan terlibat di dalam kehidupan kita
sekarang ini. Terlibat, mungkin anda juga membutuhkan fasilitas
yang ada hubungannya dengan sound system baik sekarang ini
dan juga esok.

Peralatan Sound System

Komponen Peralatan Sound System

Di dalam sound system banyak sekali terdapat komponen-


komponen peralatan elektronik untuk memproses sinyal suara
yang dikemas dalam box atau casing yang beragam. Komponen
ini ada yang merupakan peralatan utama dan juga peralatan
pendukung.
Modifikasi peralatan ini terus berkembang sesuai dinamika
dan keperluan para user sound dalam menangani konfigurasi
penguatan suara agar terdengar bagus.
Ada hubungan antara teknisi sound system yang bekerja di
lapangan dan para designer (sound engineer) dalam memadukan
konfigurasi sebuah peralatan sound system menjadi sebuah
produk baru yang simpel dan multi fungsi dan memeiliki
kehandalan tersendiri.
Para sound engineering (yang bekerja untuk memproduksi
peralatan sound baru) kadang membuat atau mengupdate
sebuah peralatan sound system menjadi seri yang lain yang lebih
canggih.

Adapun peralatan-peralatan yang terdapat di dalam


lingkup peralatan sound system (seperti tertera dalam menu di
bawah task situs ini) meliputi;
Speaker System

Power Amplifier

Microphon

Mixer

Kabel Speaker

Audio Equalizer

Crossover

Connector atau Jack Audio

Sound FX Processor

Di Box (Direct Inject)

Audio Compressor Limiter

Digital LMS (LoudspeakerManagement System)

Speaker System.

Dalam Speaker audio system agar peralatan ini dapat


berbunyi atau berfungsi maka diperlukan sebuah alat pendorong
sinyal audio (menguatkan proses sinyal suara) yang dalam sirkuit
menggunakan pengolah sinyal listrik yang disebut Amplifier.
Penerapannya adalah amplifier ini bisa disatukan dalam sebuah
box speaker system dan ada juga yang berada di luar box
speaker.
Desain ini dirancang menjadi dua model produk, yaitu;

Passive Speaker
Speaker Pasif adalah Speaker yang memerlukan Amplifier
eksternal agar bisa berfungsi. Pada box speaker ini tidak
kita temukan kabel penghubung stop kontak listrik rumah
karena tidak ada Amplifier di dalamnya.

Active Speaker
Speaker Aktif merupakan loudspeaker yang terpadu
dengan Amplifier internal di dalamnya. Terdapat
penghubung stop kontak kabel listrik dan di bagian panel
body terdapat beberapa tombol untuk pengaturan suara.

Sistem Loudspeaker profesional sekarang memadukan sirkuit


Crossover aktif sebagai bagian dari sistem penguat on-board.
Desain speaker ini diidentifikasi dalam kebutuhan untuk listrik AC
dan dilengkai juga dengan kabel sinyal dari pra-amplifier.
Topologi aktif ini mungkin termasuk sirkuit perlindungan driver
speaker dan fitur lain dari sistem manajemen Loudspeaker
digital. Sistem speaker yang bertenaga dalam spektrum ukuran,
dalam sistem suara konser modern yang mana kehadirannya
adalah signifikan dan terus meningkat.

Power Amplifier.

Orang lebih banyak menyebut kata Power Amlifier ini dengan


kata Power saja, atau ada juga yang menyebutnya dengan
kata Ampli dan atau Amplifier. Dalam sound system ini berarti
adalah peralatan untuk memproses penguatan suara.
Ada berbagai macam model Power Ampli yang beredar di
pasaran dengan daya yang besar. Class daya yang digunakan
pun beragam. Saat ini yang paling handal (menurut saya) adalah
power Amplifier dengan menggunakan class-H.

Microphon.

Microphone ini terdiri dari dua sistim sambungan sinyal, yaitu;


Microphone kabel

Microphone Wireless

Wireless memiliki arti adalah tanpa kabel atau bukan kabel


yang lazim disbut juga sebagai nirkabel. Wireless Microphone
adalah peralatan transducer audio yang menggunakan saluran
radio sebagai sambungan sinyalnya. Mic ini terdiri dari dua
komponen yang terpisah yaitu;

Unit Bagian Transmitter yang berada di tangan kita saat


bicara

Unit Bagian Receiver yang berada di posisi atau yang


tersambung ke Mixer audio.

Sekarang banyak model dan merek Mic Wireless yang beredar


di pasaran dengan harga yang bervariasi. Penggunaan wireless
Microphone untuk sound system rumah biasanya dengan harga
yang berbeda dibandingkan dengan penggunaan Mic wireless
professional. Microphone Wireless yang profesional memiliki
mutu suara yang bagus dan natural dengan pemilihan komposisi
komponen elektronik yang bermutu yang tentu berharga sangat
mahal. Misalnya, Mic yang dimiliki artis keluaran Indonesian idol,
ada yang memiliki Mic pribadi (yang dihandel oleh teknisi
pribadinya) dengan harga 5 hingga 10 jutaan rupiah.

Microphone berdasarkan jenis pun beragam yang meliputi

Microphone Dinamic

Microphone adalah suatu transduser (pemindah) akustik-


ke-listrik yang mengubah salah satu bentuk energi ke yang lain,
yaitu, energi suara menjadi energi listrik. Jenis yang paling
umum dari microphone adalah tipe dynamic. Microphone
dynamic bekerja dengan cara; gelombang suara memukul
diafragma metalik tipis yang melekat pada kumparan kawat.
Diafragma kumparan bergetar dalam menanggapi gelombang
suara. Sebuah magnet yang diposisikan di dalam kumparan
menghasilkan medan magnet. Ini adalah gerakan kumparan
dalam medan magnet yang menghasilkan sinyal listrik. Prinsip-
prinsip yang sama yang digunakan untuk menghasilkan listrik.

Microphone Condenser

Condenser microphone lebih beroperasi menggunakan


prinsip elektrostatik daripada elektromagnetik. Condenser
microphone menggunakan sepasang pelat logam yang
dibebankan, satu tetap dan satu bergerak (diafragma),
membentuk kapasitor. Ketika gelombang suara hits diafragma,
jarak antara dua perubahan piring. Hal ini menghasilkan
perubahan karakteristik listrik disebut 'kapasitansi'. Untuk
mendapatkan sinyal, mic tipe condenser memerlukan arus listrik.
Metode terakhir arus listrik tersebut dikenal sebagai phantom
power. Kebanyakan microphone condenser dapat beroperasi
dengan tegangan phantom power berkisar 11-52 VDC atau 48
volt.

Mixer.

Mixer Audio adalah sebuah peralatan sound sistem untuk


mencampur 2 (dua) atau lebih Channel Audio Input menjadi satu
kesatuan sistim penyuaraan. Dalam penggunaan yang
professional, orang tehnik menyebutnya Profesional Audio Desk
Mixing Console, kadang ada yang menyebutnya mixer audio, dan
ada juga yang menyebutnya FOH Mixer. Di sini kita dapat
mengetahui pengenalan dasar tentang apa mixer audio itu. Tak
hanya itu, anda dapat mengetahui fungsi dari tombol-tombol dan
connector yang terdapat pada panel peralatan ini.

Kabel speaker.

Pada dasarnya kabel berfungsi untuk menghantar arus


listrik tenaga dan menghantar arus listrik data dan informasi.
Kabel memiliki tiga hal penting yaitu pertama, isolator. Isolator
adalah bahan dielektrik untuk mengisolasi dari penghantar yang
satu terhadap yang lain dan juga terhadap lingkungannya.
Kedua, konduktor. Konduktor atau penghantar adalah media
untuk menghantarkan listrik. Dan ketiga adalah pelindung luar.
Pelindung luar yang memberikan perlindungan terhadap
kerusakan mekanis, pengaruh bahan-bahan kimia elektrolisis, api
atau pengaruh luar lainnya yang merugikan.

Audio Equalizer

Equalizer adalah alat yang dapat digunakan untuk


menyamakan suara speaker mendekati sumber aslinya atau
mengembalikan suara speaker seperti suara aslinya. Banyak
orang salah mengartikan fungsi equalizer, mereka
menggunakannya untuk mengangkat frekuensi-frekuensi
tertentu yang sebenarnya tidak perlu diangkat, atau bahkan
mengurangi frekuensi-frekuensi tertentu yang tidak perlu
dikurangi. Mengapa demikian? Sebenarnya equalisasi sangat
tergantung dari rasa seni seseorang dan respon telinga orang
yang mengoperasikan peralatan sound system. Equalizer adalah
alat yang dapat digunakan untuk menyamakan suara speaker
mendekati sumber aslinya atau mengembalikan suara speaker
seperti suara aslinya. Banyak orang salah mengartikan fungsi
equalizer, mereka menggunakannya untuk mengangkat
frekuensi-frekuensi tertentu yang sebenarnya tidak perlu
diangkat, atau bahkan mengurangi frekuensi-frekuensi tertentu
yang tidak perlu dikurangi. Mengapa demikian? Sebenarnya
equalisasi sangat tergantung dari rasa seni seseorang dan
respon telinga orang yang mengoperasikan peralatan sound
system.

Crossover

crossover adalah perangkat audio yang berfungsi sebagai


pembagi frequensi nada. Jadi suara yang di keluarkan oleh
speaker akan lebih akurat karena setiap speaker memiliki tugas
yang khusus, dan pada suara tidak akan bercampur aduk jadi 1
speaker dalam semua frequenzi nada. untuk menggunkan
crossover baik yang aktif maupun pasif, syaratnya anda harus
memiliki lebih dari satu speaker yang karakternya berbeda. Pada
umumnya crossover di bagi menjadi 2 yaitu crossover aktif dan
crossover pasif, dan tentunya harga crossover lebih murah yang
pasif jika di bandingkan dengan crosover aktif. di antara 2 jenis
crossover ini tentunya juga lebih rumit crossover aktif jika di
bandingkan dengan crossover pasif.

Crossover aktif
Crosover ini umum di gunakaan pada sound system,
crossover ini memiliki model yang berbeda dari crossover pasif
karena sistem pemasangan nya yang berbeda. misalnya anda
mempunyai crossover aktif 2way, maka syaratnya anda harus
mempunyai 2 buah power amplifier dan 2 buah speaker. jika
anda ingin memasang crossover untuk membagi nada saya
sarankan menggunakan crossover pasif saja karena pada
crossover aktif banyak mengeluarkan biaya, dan urutan
memasang crossover aktif adalah sebagai berikut:

Jadi urutan pemasangan adalah Crossover => power amplifier


=> speaker.

Crossover pasif
crissover pasif ini juga umum di gunakan pada audio mobil,
audio rumahan dan lain-lain., karena biaya yang di keluarkan
cukup murah di banding crossover aktif, kebanyakan audio
rumah menggunakan crossover jenis ini, crossover ini tidak
membutuhkan banyak power amplifier karena pemasangan
crossover ini sesudah power amplifier, jadi power amplifier tidak
di sambung langsung dengan speaker, tetapi masuk dulu ke
crossover pasif ini lalu di bagi kepada speaker yang mempunyai
karakter yang berbeda.
Jadi pemasangan crossover pasif ini sesudah power. Power
amplifier=> crossover pasif => speaker.

Connector atau Jack Audio

Adalah sebuah yang terdapat pada kebanyakan


smartphone yang diproduksi sekarang ini. Konektor Jack dijadikan
standar internasional karena kemampuan dan fiturnya yang lebih
memadai ketimbang konektor Audio Jack. Kata Jack sendiri
diambil dari ukuran diameter konektor tersebut. Konektor Jack
ini juga memiliki tipenya sendiri-sendiri. Untuk lebih mengetahui
silahkan anda lanjutkan untuk membaca artikel dibawah ini.

Sound FX Processor

Ada berbagai macam variasi gema suara yang bisa dihasilkan oleh processor
FX. Peruntukannya pun beragam sesuai keperluan, diantaranya;

Sound FX untuk vokal,


Efek gema yang sering digunakan dalam vokal adalah Echo, Delay,
Reverv, Hall, Room, Embience dan lainnya.

Sound FX untuk instrument,


Para musisi terutama guitarist (Lead Guitar) selalu menggunakan Sound
FX untuk membuat harmonis suara gitarnya. Efek suara yang selalu kerap
mereka gunakan adalah Distorsi, Chorus, Flanger, Metal, Delay, Over
Drive, dan lain-lain.

Di Box (Direct Inject)

DI Box adalah alat untuk menyalurkan signal dari gitar/efek/ampli


yang sifatnya unbalanced ke mixer yang sifatnya balanced.. Selain itu DI
box adalah alat untuk menyampaikan ke FOH signal2 yang perlu aja
sebatas yang diperlukan gitar dan melakukan kompresi terhadap signal2
yang berlebihan.. itu makanya kenapa disebut direct injection, dia
melakukan injection signal yang seperti di speaker ampli gitar ke speker di
FOH

Audio Compressor Limiter

Kompresor/limitter merupakan alat (rangkaian) yang berhubungan


dengan gain base (dalam dB). Alat ini digunakan untuk menstabilkan
dinamika signal dari sebuah instrument. contohnya ketika disaat seorang
pemain drum memukul sebuah snare sangat dipastikan kekuatan
pukulannya tidak sama, kadang sangat kuat, kadang pelan. Nah dengan
kompresor/limitter inilah kita dapat mengkontrol dinamika agar terdengar
lebih stabil dan tidak terlalu lebar ekspresinya.
Contoh lainnya adalah ketika seorang penyanyi bersuaran pelan saat
intro, dan saat reff ia bernyanyi sangat kencang, maka pada saat kita
balancing part intro pada track vocal sudah pasti tidak akan terdengar.
Atau apabila part intro terdengar jelas, sudah pasti saat reff vocal akan
terasa terlalu besar volumenya.

Berikut ini adalah bagian pengaturan (control) yang biasanya terdapat


pada kompresor/limitter dan penjelas singkat fungsi masing-masing
bagiannya
ATTACK
Waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan compressor nya.
Apabila kita mensetting attack pada 0ms berarti pada setting ini tidak akan
ada attact sama sekali, dan sinyal yang diterima akan langsung di
compress oleh compressor. Compressor yang disetting attack time nya
pada 0ms akan membuat sound terasa tumpul, karena tidak akan ada
attack sama sekali, apabila ingin attack lebih banyak, maka perlambatlah
attack time.

RELEASE
Release adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
mengkompress sebelum melepaskan efek compressor untuk kemudian
mengkompress kembali. Seandainya release time di setting terlalu
singkat, maka sinyal belum dikompress dengan baik, eh sudah dilepas
kembali. Akhirnya sound-nya terdengar seperti pumping (terpompa).
Seandainya release time lambat, sinyal akan terkompress kembali
padahal belum dilepas, jadi pada saat setting release kita harus hati-hati
mengkombinasikan antara attact dan release time.

RATIO
Perbandingan sinyal in dan out. Ratio dimulai dari 1:1 sampai
unlimited. 1:1 berarti apabila sinyal yang masuk 2dB maka yang keluar
tetap 2dB. 2:1 apabila sinyal yang masuk 2dB maka yang keluar adalah
1dB (karna perbandingan atau ratio nya 2:1.

THRESHOLD
Level dimana compressor mulai berkerja atau aktif. Lever dimulai
dari angka 0dB hingga dengan unlimited. Mensetting threshold diangka 0
artinya si compressor akan aktif atau bekerja disaat sinyal menyentuh
angka 0dB. Namun apabila sinyal tidak menyentuh angka 0 berartis si
compressor belum bekerja. Level threshold tergantung pada sinyal.
Semakin kecil sinyal maka threshold nya pun diset makin besar.
OUTPUT
Output ini dapat dikatan gain, terkadang kita sudah menaikan fader
hingga maksimum tetapi sound terasa kurang kencang. Kita dapat
menggunakan output dari compressor untuk menaikan level volume.

ATTENUATION
Biasanya dinamakan juga Gain Reduction. Digunakan untuk
melihat berapa dB sinyal yang sudah terkompress setiap kali menyentuh
threshold. Semakin tinggi dB nya berarti semakin banyak sinyal yang
terkompress.

Digital LMS (Loud Management System)

LMS adalah sebuah cara dimana kita memanage loudspeaker kita


untukmemperoleh hasil suara yg ok. termasuk didalamnya adalah
penempatan loudspeaker, speaker delay, x-over, equalisasi speaker.
sedangkan DLMS ( digital Loudspeaker management System ) adalah
sebuah alat yang memudah kan kita dalam memanage loudspeaker kita.

Speaker Placement :
adalah bagaimana kita menempat kan speaker2 kita tersebut,
apakah dengan GroundStack System or Dengan Rigging System. ada
beberapa hal yang perlu dalam speaker placement.

1. jarak antar speaker


2. sudut dispersi speaker ( horizontal n vertikal).

Hal yang di sebabkan oleh placement yang kurang sempurna dapat


menyebabkan Comb Filtering / out of phase.

Delay :
Delay Adalah Bunyi yang telat yang di sebab kan oleh banyak hal.
antara lain posisi speaker yang kurang akurat, Polarity yang terbalik. atau
pemakaian speaker yang terlalu banyak.
hal yang di sebabka bisa terjadi out of phase pada signal suara.

terkadang delay speaker sengaja di gunakan untuk meng cover


area yang tidak tercover oleh Speaker PA ( public Address ) kita.

delay speaker tersebut kita delay sedemikian akurat sehingga


audience mengira suara tetap berasal dari speaker PA.

X-Over :
Adalah sebuah Tekhnik Pembagian Freq kepada speaker PA kita.
Hal yang perlu di perhatikan adalah Freq Range dari speaker PA kita.

Equalisasi Speaker :
Untuk meng Eq Speaker kita, kita membutuhkan alat bantu RTA
( real time analayzer ) dengan menggunakan Pink Noise.
Tujuan meng Eq speaker kita adalah untuk mem ratkan ( Flat ) frequensi di
Hot Spot atu biasanya di FOH Stage. alasannya agar memudah kan
engineer dari sang Artis untuk melakukan balance n mixing.