Anda di halaman 1dari 7

Term Of Reference 1

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika T.A 2015

Term Of Reference
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
KEGIATAN:
PEMBANGUNAN PELABUHAN

A. LATAR BELAKANG

Pelabuhan sebagai pintu gerbang utama (gateway) perdagangan,


kegiatan pergerakan arus barang dan penumpang merupakan bagian penting
dari modal transportasi dalam simpul peningkatan ekonomi kerakyatan dan
kemajuan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sejalan dengan peran pelabuhan itu sendiri ketersediaan sarana dan
prasarana juga sangat mendukung kinerja aparat pemerintah dalam
melaksanakan tugas fungsinya melayani dan memenuhi kebutuhan
masyarakat terhadap fasilitas pelabuhan yang ada. Dinas Perhubungan
Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bombana melihat kondisi ini sebagai
persoalan utama dalam upaya peningkatan ketersediaan sarana dan
prasarana berupa fasilitas pelabuhan (faspel) yang mendukung arus
barang/dan penumpang yang dapat terpenuhi.
Pengembangan moda transportasi laut merupakan salah satu faktor
utama yang diperlukan untuk menghubungkan pulau-pulau yang terpisahkan
oleh laut. Dengan dibangunanya pelabuhan bambaea yang bersifat reguler
pada lintas tersebut secara prinsip dapat memperlancar distribusi kebutuhan
pokok maupun orang serta memperlancar pelaksanaan program Pemerintah
di sektor-sektor lain, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di
wilayah terkait.
Sehubungan dengan uraian di atas, maka dalam rangka pengembangan
angkutan laut untuk menghubungkan wilayah - wilayah utama, Pemerintah
Daerah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, telah melakukan
beberapa tahapan dalam upaya memaksimalkan pelayanan transportasi laut.
melalui studi pengembangan yang telah dilakukan secara teknis operasional
dapat menjamin dan memenuhi persyaratan bagi kapal-kapal pengangkut
barang maupun penumpang, demikian pula dermaga yang ada dapat
Term Of Reference 2
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika T.A 2015

dioperasikan dengan aman. Namun dalam upaya pembangunan konstruksi


dengan menempatkan beberapa fasilitas - fasilitas penunjang lainnya masih
sangat terbatas. dikarenakan kemampuan Daerah yang belum seluruhnya
mememenuhi pelaksanaan perencanaan dalam pembangunannya
transpotasi . Oleh karena itu sehubungan keberadaan pemerintah sebagai
pembina pembangunan transportasi sehingga berkewajiban untuk menyusun
rencana dan merumuskan kebijakan sekaligus dalam pembangunannya. Oleh
karena itu salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bombana untuk
mempercepat pembangunan Pelabuhan Bambaea Tahap III adalah dengan
memberikan kesempatan kepada seluruh perusahaan swasta yang berminat
kerja sama dalam pembangunan Pelabuhan Bambaea Tahap III.

B. NAMA DAN LOKASI KEGIATAN


1. Nama Kegiatan : Pembangunan Pelabuhan
2. Nama Pekerjaan : Pembangunan Pelabuhan
Bambaea Tahap III
3. Nilai Pagu : 707.548.000
4. Sumber Dana : APBD Tahun 2015
5. Lokasi : Kelurahan Bambaea Kec. Poleang
Timur Kab. Bombana

C. LINGKUP KEGIATAN DAN LINGKUP TUGAS


1. Lingkup Kegiatan
Mencakup pembangunan Pelabuhan Bambaea Tahap III, dimana
kegiatan tersebut dilaksanakan dengan cara kerja sama antara
Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dengan Pihak perusahaan
swasta yang dimulai pada tahun 2015 sampai selesai.

2. Lingkup Tugas
a. Umum
Penjelasan berikut ini tidak membatasi luasnya pekerjaan yang
didefinisikan dengan jelas dalam bestek dan gambar-bambar, tetapi
hanya merupakan penjelasan pendahuluan secara umum.
b. Uraian Pekerjaan
Pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi :
1) Pekerjaan Mobilisasi
2) Pekerjaan Pelabuhan meliputi :
a) Pekerjaan tanah
b) Pekerjaan Pasangan
c) Pekerjaan Beton
d) Pekerjaan pipa hawa
Term Of Reference 3
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika T.A 2015

D. PENTAHAPAN KEGIATAN
Pelaksanaan Pekerjaan tersebut diatas dilakukan pada Tahun Anggaran ini, bila
ada rencana pentahapan berdasarkan rencana pemanfaatan, dapat dituangkan
kedalam perencanaan sebagai masukan (input).
Adapun Personil yang digunakan

No NAMA JABATAN JUMLAH


1 Staf teknik S1 1
2 Pekerja Lapangan 1
Mandor 1
Kepala tukag 1
Tukang 4
Pekerja 10
3 Sopir 2
4 Staf Adminitrasi 1

a. Ukuran Tinggi Dan Ukuran Patok


Semua ukuran yang tercantum dalam rencana ini dinyatakan dalam mm,
cm dan meter.
Ukuran tinggi Titik Nol Disesuaikan dengan gambar rencana dan disetujui
oleh konsultan pengawas/direksi lapangan.
Penentuan peil lantai bangunan, berpatokan terhadap ketinggian muka
jalan yang ada atau ketinggian permukaan urugan halaman dan
disesuaikan dengan gambar rencana, dengan mendapat persetujuan
direksi.
Ketentuan letak bangunan diukur dibawah pengawasan direksi dengan
petok-petok yang dipancang dan disambung dengan papan bouplank
yang rata pada sisi atasnya.
Pengukuran sudut siku sedapat mungkin dilakukan dengan alat
waterpass dan disetujui oleh konsultan pengawas.

b. Pekerjaan Mobilisasi
Pembersihan halaman pekerjaan
Pembersihan dilakukan dengan membuang semua kotoran dan sisa-sisa
Kotoran yang ada.
Sesudah pembersihan lokasi, maka dapat dilakukan pekerjaan..
Persetujuan Pengambilan Sumber Material.
Semua material yang dipakai sebagaimana yang dijelaskan adalah harus
mempunyai kualitas yang seragam dan hanya dapat digunakan dengan
persetujuan direksi.
Term Of Reference 4
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika T.A 2015

Pemborong harus memberikan data mengenai jumlah, kualitas dari


material yang akan digunakan tersebut.
Pasangan Bouplank
Semua bouplank menggunakan kayu kelas II, diserut rata dan terpasang
waterpass dengan peil lantai sesuai rencana dan untuk setiap jarak 2
meter papan bouplank diperkuat dengan patok kayu 5/7cm. Pada papan
bouplank ini harus di catat sumbu sumbu dinding, dengan cat yang
tidak luntur oleh pengaruh iklim.
Jarak papan bouplank minimal 2,5 m dari garis luar bangunan untuk
mencegah longsoran terhadap tanah galian pondasi.
Setelah pekerjaan bouplank selesai, pemborong wajib memintakan
pemeriksaan dan persetujuan tertulis dari direksi lapangan.

c. Pekerjaan Tanah
Timbunan Tanah Dan Perataan
o Timbunan dilakukan lapis demi lapis dengan material pilihan tanah,
pasir dan batu.
o Setelah dilakukan penimbunan kemudian dilakukan perataan tanah
atau hamparan tanah.
o Untuk mencapai pemadatan yang optimal timbunan dan pemadatan
dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan timbunan maksimum 30
cm harus diadakan pemadatan.
o Apabila kontraktor pelaksana tidak mengindahkan petunjuk dalam
bestek ini maka kegagalan proyek yang terjadi menjadi tanggung
jawab kontraktor pelaksana
Galian tanah untuk pondasi
o Galian tanah untuk pondasi harus sesuai ukuran dalam gambar
(bestek)
o Jika galian melampaui batas kedalaman, pemborong harus menimbun
kembali dan dipadatkan sampai mencapai kepadatan maksimal.
o Apabila diperlukan untuk mendapat daya dukung yang baik, dasar
galian harus dipadatkan/ditumbuk.

Pekerjaan Urugan
o Tanah yang dipergunakan untuk pengurugan harus tanah yang baik
dan memenuhi syarat teknis, bebas dari akar, bahan organis, sampah
dan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan direksi.
o Tanah bekas galian pondasi harus dapat dipergunakan atas
persetujuan direksi.
Term Of Reference 5
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika T.A 2015

o Pengurugan dilakukan lapis demi lapis dengan tebal maksimum 20


cm, dalam keadaan padat, kemudian di timbris/dipadatkan sampai
mencapai 90 % dari kepadatan maksimum.
o Direksi dapat memerintahkan pengurugan melebihi ukuran apabila
sudah diperhitungkan penyusutan tanah akibat konsolidasi tanah asli.
Pekerjaan Urugan Pasir
o Material pasir urug yang dipergunakan untuk pengurugan harus dari
bahan yang baik dan memenuhi syarat teknis, bebas akar, bahan
organik, sampah dan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan
direksi.
o Direksi dapat memerintahkan pengurugan melebihi ukuran apabila
sudah diperhitungkan penyusutan tanah akibat konsolidasi tanah asli.

d. Pekerjaan Pasangan dan pekerjaan Beton


Material pasir , Krikil, Semen dan Besi tulangan yang dipergunakan untuk
Pekerjaan harus dari bahan yang baik dan memenuhi syarat teknis, bebas
akar, bahan organik, sampah dan terlebih dahulu harus mendapat
persetujuan direksi.
Direksi dapat memerintahkan Perbandingan Campuran yang sudah
diperhitungkan kan kualitas mutu beton

Tanggul Pasangan Batu Gunung


Tanggul Batu Gunung terdiri atas :
Alas tanggul dari pasir urug yang dipadatkan setebal 5 cm, ditimbun dan
disiram air sampai mencapai kepadatan maksimum.
Bahan untuk pasangan tanggul :
o Batu belah adalah batu belah ex. Lokal
o Pasir pasang ex. Lokal
o Pasir urug dapat dipergunakan ex. Lokal
o Adukan yang dipergunakan untuk tanggul batu gunung adalah 1 PC :
3 Psr.
o Air yang digunakan harus air bersih dan bukan air yang mengandung
tanah atau garam atau bahan organik lainnya.
o Pasir pasang yang digunakan adalah pasir yang tidak mengandung
tanah atau kotoran yang dapat mengurangi mutu dan kualitas pasir
itu.
o Penggalian tanggul terlebih dahulu dilakukan menetapkan lay out.
Titik tangga ditentukan bersama sama dengan Direksi.
Term Of Reference 6
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika T.A 2015

o Pemeriksaan tiap galian dilakukan terhadap kebenaran penempatan


kedalaman, besaran, letak dan kondisi tanah galian dan harus
mendapatkan persetujuan tertulis dari direksi lapangan.
o Karena kemungkinan terjadinya kupasan atau urugan, pemborong
harus memperhatikan kedalaman pondasi terhadap tanah
dasar/keras.
e. Pekerjaan Pipa
Pekerjaan pipa menggunakan pipa PVC tipe AW diameter 2

E. BAHAN DAN MATERIAL


1) Semen
a) Untuk bahan semen yang digunakan adalah jenis portland semen,
yang memenuhi persyaratan pekerjaan bangunan dan sesuai peraturan
normalisasi dan bahan bangunan Indonesia (PBBI) dan peraturan beton
Indonesia (PBI 1971), yaitu jenis semen kualitas I merk setara Tonasa.
b) Semen yang membatu atau kualitetnya menurun karena
penyimpanan yang kurang bagus, atau terlebih lama di simpan tidak
diperkenankan dipakai dan harus di keluarkan dari loksi.
2) Batu
a) Batu belah adalah batu belah ex. Lokal
b) Sumber pengambilan material batu adalah ex. Lokal atau setara
dengan itu yang disetujui oleh direksi. Sumber pengambilan material
batu adalah ex. Lokal yang telah disetujui oleh direksi.
c) Penyimpanan harus diletakkan di atas permukaan tanah yang bersih
dan terhindar dari pengotoran bahan bahan lainnya.
d) Material Batu harus bersih dari kotoran dan tanah serta bahan organik
lainnya, dan harus dahulu dicuci apabila akan digunakan.
3) Air Kerja
Air kerja yang digunakan untuk adukan harus bersih dari bahan bahan
yang dapat mengurangi ikatan semen. Diisyaratkan untuk menggunakan
air dari PAM atau sumber air artesis/sumur gali. Pemborong tidak
diperbolehkan menggunakan air laut atau kubangan bekas hujan.

F. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN


Waktu penyelesaian pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Bambaea Tahap III
adalah selama 120 (Seratus Dua puluh) hari kalender terhitung sejak
dikeluarkannya Surat Perintah Kerja.
Term Of Reference 7
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika T.A 2015

G. P E N U T U P
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini kami buat sebagai acuan dalam
melaksanakan penawaran dalam kegiatan Pekerjaan pembangunan
Pelabuhan Bambaea Tahap III Kec. Poleang Timur Kabupaten Bombana pada
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bombana T.A.
2015

Rumbia, .. 2015

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


Dinas Perhubungan
Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Bombana T.A 2015

MUHAMMAD ARIS, S.Pd


Nip. 198012312005021005