Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

REGENERASI

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Struktur Perkembangan Hewan II


Yang dibimbing oleh Dr. Umie Lestari, M.Si

Oleh :
Kelompok V
Della Azizatul Faraoidah (140342600578)
Dwi Junita Sari (140342600431)
Innurvi Diharningrum (140342600282)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
November 2015
a. Topik:
Regenerasi
b. Tujuan:
Memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep-konsep perkembangan pada hewan
dewasa, regenerasi, dan proses regenerasi.
c. Teori Dasar:
Regenerasi merupakan suatu proses pembentukan kembali atau memperbaiki bagian
tubuh yang hilang atau rusak pada organisme. Kerusakan yang diperbaiki berupa pemulihan
kerusakan akibat hilangnya bagian tubuh utama misalnya anggota badan. regenerasi berbeda-
beda pada berbagai jenis hewan. Beberapa organisme mampu meregenerasi sebagian
tubuhnya saja tetapi ada pula yang mampu meregenerasi seluruh bagian tubuhnya (Yatim,
1994).
Planaria merupakan salah satu anggota cacing pipih (Platyhelminthes). Cacing ini hidup
dengan baik di perairan yang jernih dan bersih (tidak berpolusi). Biasanya cacig ini mudah
ditemukan di dalam sungai muara dan air terjun. Tubuh Planaria sngan empuk /lembut dan
sangat mudah terluka atau terpotong (Tanzer, dkk, 2001).
Menurut Tanzer, dkk (2001) Planaria memiliki kemampuan yang sangat tinggi untuk
memperbaiki kerusakan yang terjadi pada tubuhnya. Planaria mampu mengganti bagian
tubuhnya yang rusak atau hilang dengan yang baru hingga terbentuk tubuh yang utuh lagi.
Apabila tubuh Planaria terluka atau terpotong, maka hal pertama yang terjadi adalah
penyembuhan luka yang menutup permukaan punting. Proses selanjutnya adalah pembersihan
serpihan luka bagian dalam dan pertumbuhan serta perkembangan jaringan baru.
Planaria merupakan organisme yang ideal untuk dipelajari karena kemampuan
regenerasinya yang cukup tinggi. Meskipun ia hanya memiliki sistem saraf yang sederhana,
hanya berupa ganglion-ganglion dan otak primitive yang terkonsentrasi pada daerah ujung
anterior (Surjono, 2001)
Proses regenerasi pada Planaria tetap mempertahankan polaritas tubuh. Bagian anterior
dari putung tetap akan berkembang menjadi bagian itu (anterior tubuh), dan bagian posterior
dari puntung akan membentuk bagian posterior tubuh. Hasil akhir dari proses ini adalah tubuh
planaria yang utuh kembali (Tanzer, dkk, 2001). Bagian-bagian yang akan direorganisasi
dengan cara pengurangan skala, hingga individu yang dihasilkan dari regenerasi ini akan
berukuran lebih kecil dari semula. Platyhelminthes yang lain tidak mengalami regenerasi
sebaik Planaria (Surjono, 2001)

d. Alat dan Bahan;


Alat :
Skalpel
Kaca pembesar
Gelas arloji
Papan bedah
Penggaris
Kuas
Bahan :
Planaria
Air
Plastik
Kertas karbon
Gelas air mineral.

e. Prosedur:
Penyiapan Puntung
Planaria diambil dengan menggunakan kuas yang lembut.
Planaria diletakkan diatas papan bedah.

Tubuh Planaria dipotong secara horizontal dan longitudinal.

Potongan-potongan tubuh Planaria dimasukkan ke dalam gelas


air mineral yang telah berisi air bersih.

Setiap gelas berisi dua planaria dengan potongan tubuh yang


berbeda (horizontal dan longitudinal)

Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali.

Pengamatan Regenerasi

Perkembangan potongan-potongan tubuh Planaria diamati setiap


hari.

Semua perkembangan yang teramati yang berhubungan dengan


proses regenerasi potongan tubuh Planaria dicatat.

f. Data Pengamatan
1. Data Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan Keterangan


Hari ke-1
9 November 2015
Botol 1
Potongan horizontal
Sebelum dipotong:
p = 2,5 cm
l = 0,3cm
Setelah dipotong:
p1 = 0,4 cm
p2 = 2,1 cm
l = 0,3 cm
Hari ke-1
9 November 2015
Botol 1
Potongan longitudinal
Sebelum dipotong:
p= 2 cm
l = 0,5 cm
setelah dipotong:
p= 2 cm
l1= 0,25 cm
l2= 0,25 cm

Hari ke-1
9 November 2015
Botol 2
Potongan horizontal
Sebelum dipotong:
p= 2 cm
l= 0,2 cm
setelah dipotong:
p1= 1,5 cm
p2= 0,5 cm
l = 0,2 cm

Hari ke-1
9 November 2015
Botol 2
Potongan longitudinal
Sebelum dipotong:
p= 1,5 cm
l= 0,3 cm
sesudah dipotong:
p= 1,5 cm
l1= 0,2 cm
l2= 0,3 cm

Hari ke-1
9 November 2015
Botol 3
Potongan horizontal
Sebelum dipotong:
p= 2,5 cm
l= 0,4 cm
setelah dipotong:
p1= 0,4 cm
p2= 2,1 cm
l= 0,4 cm

Hari ke-1
9 November 2015
Botol 3
Potongan longitudinal
Sebelum dipotong:
p= 2 cm
l= 0,2 cm
setelah dipototng:
p= 2cm
l1= 0,1 cm
l2= 0,1 cm
Hari ke-2
10 November 2015
Botol 1
Tidak ada planaria
(mati)

Hari ke-2
10 November 2015
Botol 2
Tidak ada planaria
(mati)

Hari ke-2
10 November 2015
Botol 3
Tidak ada planaria
(mati)
2. Data Studi Literatur
Gambar Keterangan

A. Schmidtea mediterranea
B. Hari pertama setelah
pemotongan horizontal.
C. Hari ketiga setelah
pemotongan horizontal.
D. Hari kelima setelah
pemotongan horizontal.
E. Hari ketujuh setelah
pemotongan horizontal.

(Teresa, at al.2010)

Regenerasi otak planaria setelah


dipotong horizontal.

(Luca, at al. 2011)

Representative images of rescue


strains undergoing regeneration
following amputation. Blastemas
formed at approximate amputation
plane (dotted line). Intestine
(labeled with red food coloring) and
photoreceptors (arrowheads) were
observed in blastemas after 12 days
of regeneration. Anterior, up. Dorsal
surface shown.

(Daniel, at al. 2011)

Sistematik dari pemotongan


planaria. Daerah gelap merupakan
jaringan lama sedangkan daerah
putih merupakan jaringan baru yang
terbentuk setelah pemotongan.
g. Analisis data

Pada praktikum ini dilakukan pemotongan secara horizontal dan longitudinal pada
Planaria sp. dengan ulangan dua kali dan dipelihara pada tiga botol, setiap botol
berisikan satu Planaria sp. dengan potongan horizontal dan satu Planaria sp. dengan
potongan longitudinal. Praktikum dilakukan dalam empat hari hari kedua hingga hari
keempat digunakan untuk pengamatan regenerasi dari tubuh Planaria sp. setelah
dipotong pada hari pertama 9 November 2015. Pada botol satu untuk Planaria sp.
potongan horizontal sebelum dipotong berukuran panjang 2,5 cm dan lebar 0,3 cm,
setelah dipotong panjang tubuh satu 0,4 cm, panjang tubuh dua 2,1 cm, dan lebar masing-
masing tubuh 0,3 cm. Planaria sp. potongan longitudinal sebelum dipotong berukuran
panjang 2 cm dan lebar 0,5 cm, setelah dipotong lebar tubuh satu 0,25 cm, lebar tubuh
dua 0,25 cm, dan panjang masing-masing tubuh 2 cm. Pada botol dua untuk Planaria sp.
potongan horizontal sebelum dipotong berukuran panjang 2 cm dan lebar 0,2 cm, setelah
dipotong panjang tubuh satu 1,5 cm, panjang tubuh dua 0,5 cm, dan lebar masing-masing
tubuh 0,2 cm. Planaria sp. potongan longitudinal sebelum dipotong berukuran panjang
1,5 cm dan lebar 0,3 cm, setelah dipotong lebar tubuh satu 0,2 cm, lebar tubuh dua 0,3
cm, dan panjang masing-masing tubuh 1,5 cm. Padda botol tiga untuk Planaria sp.
potongan horizontal sebelum dipotong berukuran panjang 2,5 cm dan lebar 0,4 cm,
setelah dipotong panjang tubuh satu 0,4 cm, panjang tubuh dua 2,1 cm, dan lebar masing-
masing tubuh 0,4 cm. Planaria sp. potongan longtudinal sebelum dipotong berukuran
panjang 2 cm dan lebar 0,2 cm, setelah dipotong lebar tubuh satu 0,1 cm, lebar tubuh dua
0,1 cm, dan panjang tubuh masing-masing 2 cm. Pada hari kedua 10 November 2015
seluruh Planaria sp. dari setiap botol telah mati dengan ditandai tidak adanya Planaria
sp. dalam botol.
h.
i. Kesimpulan

1) Regenerasi merupakan suatu proses pembentukan kembali atau memperbaiki bagian


tubuh yang hilang atau rusak pada organisme.
2) Planaria mampu mengganti bagian tubuhnya yang rusak atau hilang dengan yang baru
hingga terbentuk tubuh yang utuh lagi. Proses regenerasi pada Planaria tetap
mempertahankan polaritas tubuh. Bagian anterior dari putung tetap akan berkembang
menjadi bagian itu (anterior tubuh), dan bagian posterior dari puntung akan membentuk
bagian posterior tubuh.
3) Tahapan regenerasi :
a. Wound healing
b. Cell dediferentation
c. Cell proliferation
d. Cell deferentation
e. Tissues development
Daftar Pustaka

Daniel, E. W., Irving, E. W., Peter, W. R. 2011. Clonogenic Neoblasts are Pluripotent Adult Stem
Cells That Underlie Planarian Regeneration. USA: cambridge.
Luca, G., Francesc, C., Kerstin, B.2011. Disease Models & mechanisms: The Planarian
Flatworm: An In Vivo Model From Stem Cell Biology and Nervous System
Regeneration. Germany: Mnster.
Peter, W. R., Alejandro, S.A. 2004. Cell Development Biol: Fundamentals Of Planarian
Regeneration. USA: Utah
Phillip, A. N., Alejandro, S. A. 2001. Regeneration in Planarian. USA: Washington
Surjono, Tien W. 2001. Perkembangan Hewan. Jakarta: Pusat Penerbita Universitas Terbuka.
Tenzer, A., Handayani, N., Lestari, U., Listyorini, D., Judani, T., dan Gofur, A. 2001. Petunjuk
Praktikum Struktur Hewan. Malang: JICA.
Teresa, A., Francesc, C., Emili, S.2010. Cold Spring Harb Prespect Biol: Gradients in Planarian
Regeneration and Homoistasis. Spain: Barcelona.

Yatim, Wildan. 1994. Reproduksi dan Embryologi. Bandung: Tarsito.