Anda di halaman 1dari 8

Tegangan Listrik

Tegangan listik yaitu perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan
dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan
listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung
pada perbedaan potensial listriknya, suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra
rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Secara definisi tegangan listrik menyebabkan obyek
bermuatan listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat bertegangan
lebih tinggi. Sehingga arah arus listrik konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari
tegangan tinggi menuju tegangan rendah. Dalam suatu sumber energi listrik terdapat muatan
listrik positif dan negatif yang terpisah sebagai contoh suatu accumulator atau batere
memiliki muatan listrik positif pada terminal positif dan muatan listrik negatif pada terminal
negatif. Perbedaan muatan listrik pada kedua terminal sumber energi listrik tersebut akan
mengakibatkan gaya terik menarik antar kedua muatan tersebut, semakin besar perbedaan
muatan listrik yang ada maka semakin besar gaya terik menarik antara muatan listrik positif
dan negatif. Besarnya perbedaan muatan listrik tersebut disebut sebagai tegangan
listrik. Tegangan listrik memiliki satuan volt (V).

Tegangan listrik terjadi apabila :


Antara pasangan elektron yang rapat dan kurang rapat.
Antara tempat yang mempunyai kerapatan elektron yang tinggi dan rendah
Antara tempat yang kekurangan elektron dan yang kelebihan elektron
Tegangan listrik dalam elektronika terdapat 2 jenis yaitu tegangan listrik AC (Alternating
CurrenT) kemudian disebut dengan tegangan AC dan tegangan listrik DC( Direct Current)
yang disebut dengan tegangan DC.
Contoh Sumber Tegangan Listrik :
Accumulator
Solar Cell
Batu Batere
Generator Listrik

Kita mendefinisikan tegangan sebagai jumlah energi potensial antara dua titik pada
rangkaian. Salah satu memiliki muatan yang lebih dari yang lain. Perbedaan muatan
antara antara dua titik disebut tegangan. Hal ini diukur dalam volt, yang, secara
teknis, adalah perbedaan energi potensial antara dua titik yang akan memberi satu
joule energi per coulomb muatan yang melewati itu (jangan panik jika ini tidak masuk
akal, semua akan dijelaskan). Satuan volt dinamai dari fisikawan Italia Alessandro
Volta yang menemukan apa yang dianggap baterai kimia yang pertama. Tegangan
direpresentasikan dalam persamaan dan skema dengan huruf V.

Ketika menjelaskan tegangan, arus, dan resistansi, analogi umum untuk semuai ini
adalah tangki air. Dalam analogi ini, muatan diwakili oleh jumlah air, tegangan
diwakili oleh tekanan air, dan arus diwakili oleh aliran air. Jadi untuk analogi ini,
ingat:

Air = muatan
Tekanan = Tegangan
Arus = listrik

Bayangkan sebuah tangki air pada ketinggian tertentu di atas tanah. Di bagian bawah
tangki ini ada selang.

Tekanan pada ujung selang dapat mewakili tegangan. Air di tangki mewakili muatan.
Semakin banyak air di dalam tangki, semakin tinggi muatan, tekanan diukur pada
ujung selang.

Kita bisa memikirkan tangki ini sebagai baterai, tempat di mana kita menyimpan
sejumlah energi dan kemudian melepaskannya. Jika kita menguras tangki kita dalam
jumlah tertentu, tekanan dibuat turun pada ujung selang. Kita dapat menganggap ini
sebagai penurunan tegangan, seperti saat senter itu meredup saat baterai terus-terusan
dipakai. Ada juga penurunan jumlah air yang akan mengalir melalui selang.
Pengurangan tekanan berarti air kurang mengalir, yang membawa kita pada arus ini.

Arus Listrik

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan
elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu.
Arus listrik dapat diukur dalam satuan couloumb/detik atau Ampere. Contoh arus
listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah dalam satuan
mikroAmpere seperti di dalam jaringan tubuh hingga arus yang sangat kuat 1-200
kiloAmpere seperti yang terjadi pada petir. Dalam kebanyakan sirkuit arus searah
dapat diasumsikan resistansi terhadap arus listrik adalah konstan sehingga besar arus
yang mengalir dalam sirkuit bergantung pada voltabese dan resistansi sesuai dengan
hukum ohm.
Arus listrik dapat mengalir pada suatu penghantar listrik (konduktor), arus listrikterjadi
apabila dua kutub yang bermuatan listrik berbeda pada suatu sumber listrik dihubungkan
menggunakan suatu bahan konduktor. Arus listrik terjadi akibat beda potensial (tegangan
listrik) antara kedua kutub dengan muatan listrik yang berbeda. Arus listrik mengalir dari
medan listrik dengan potensial yang lebih tinggi ke medan listrik dengan potensial lebih
rendah.
Aliran listrik yang arahnya tetap disebut aliran listrik searah (DC = Direct Current) dan yang
tidak tetap sering disebut aliran listrik bolak-balik (AC = Alternating Current).
Ada 2 macam jenis arus listrik:
Arus searah
Arus bolak-balik
Yang dimaksud dengan arus searah bilamana elektron yang bergerak secara terus menerus
dengan arah yang tetap walau besarnya berubah. Sedangkan pada arus bolak-balik, suatu
masa elektron yang bergerak secara teratur bergantian arah aliran maju atau mundur, dalam
arah maju digambarkan pada sisi + (diatas garis 0) dan arah mundur digambarkan pada sisi
(dibawah garis 0). Selama elektron bergerak maju tegangan akan naik dan akan berada dalam
posisi positif, dalam keadaan diam, tegangan akan menunjukkan 0 Volt dan apabila elektron
bergerak mundur tegangan akan turun dan akan berada dalam posisi negatif.

Arus listrik biasa disingkat menjadi I. Satuan arus listrik adalah ampere (A). Arus listrik
adalah reaksi dimana arus mengalir dari potensial tinggi ke potensial yang lebih rendah atau
dari kutub positif (+) ke kutub negatif (-).

Arus lisrik biasa diukur dan dibaca dalam satuan ampere (A), miliampere (mA) dan
mikroampere (uA).

Konversi pembacaan satuan arus listrik sama seperti pada bacaan satruan tegangan. Alat
untuk mengukur besaran arus listrik adalah multimeter atau ampere meter.

Pada dasarnya arus listrik dibagi menjadi dua yaitu:


a. Arus searah atau di sebut dengan DC ( Direct Current),

Arus listrik searah adalah arus listrik yang nilainya konstant, dan mengalir dari potensial
tinggi ke patensial rendah. Besar arus listrik yang sering digunakan ada pada kisaran 1,5 volt
hingga 24 volt.

b. Arus bolak-balik atau disebut dengan AC ( Alternating Current).

Arus listrik bolak-balik adalah arus listrik yang besar dan arahnya berubah-ubah secara
bergantian (bolak-balik), mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah dan berubah
menjadi mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi. Dalam satu detik pergantian arah
tersebut bisa mencapai 50 hingga 60 kali.

Gelombang listrik pada arus bolak balik digambarkan dalam sinusoidal, segi empat atau segi
tiga. Pasokan listrik di Indonesia (PLN) menggunakan arus bolak-balik ini.

Hambatan Listrik

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik
(misalnya resistor ) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai
satuan Ohm. yang dapat dirumuskan dengan

R adalah hambatan (Ohm)


V adalah tegangan (Volt)
I adalah arus (ampere)

Bila diantara dua kutub muatan listrik yang berbeda (positif dan negatif) kita hubungkan
dengan sebuah penghantar (konduktor) maka arus listrik akan mengalir lewat penghantar
tersbut. Arus listrik tersebut akan mendapatkan hambatan atau tahanan / Resistance (R)
didalam penghantar. Resistansi atau hambatan listrik pada suatu konduktor atau benda listrik
diukur dalam satuan Ohm.

Telah ditentukan bahwa antara kedua titik diatas 1 Volt dan tahanan penghantar 1 Ohm, maka
kuat arus yang mengalir 1 Ampere. Jadi tegangan 1 Volt itu ialah tinggi tegangan yang dapat
mengalirkan arus 1 Ampere melalui tahanan 1 Ohm. Pernyataan ini lebih jelas dibahas dalam
hukum Ohm.

Gaya Gerak Listrik ( GGL )

Gaya gerak listrik (GGL) adalah besarnya energi listrik yang berubah menjadi energi bukan
listrik atau sebaliknya, jika satu satuan muatan melalui sumber itu, atau kerja yang dilakukan
sumber arus persatuan muatan. dinyatakan dalam Volt.

Gaya Gerak Listrik Induksi (GGL Induksi) adalah beda potensial yang terjadi pada ujung-
ujung kumparan karena pengaruh induksi elektromagnetik. Dalam mempelajari GGL Induksi
ini, kita akan mempelajari lebih lanjut tentang induksi elektromagnetik. Induksi
elektromagetik ini merupakan dasar dari prinsip kerja dinamo atau generator dan peralatan
listrik lainnya, misalnya transformator. Sebelum lebih dalam mempelajari Gaya Gerak Listrik
Induksi (GGL Induksi) kita ingat dahulu tentang medan magnet yang ditimbulkan oleh
magnet tetap dan medan magnet yang timbul di sekitar kawat penghantar beraliran arus
listrik. Di mana untuk menggambarkan kuat medan dapat digunakan garis-garis gaya magnet,
daerah yang memiliki medan magnet kuat digambarkan dengan garis gaya magnet yang
rapat, sedangkan daerah yang medan magnetnya lebih kecil digambarkan dengan garis gaya
magnet yang kurang rapat. Dekat dengan kutub-kutub magnet, garis-garis gayanya rapat,
makin jauh dari kutub magnet makin jarang.

Apa yang terjadi apabila di sekitar kumparan kawat terjadi perubahan jumlah garis gaya
magnet(medan magnet), misalnya dengan menggerakkan magnet keluar masuk dalam
kumparan atau menggerakan kumparan di sekitar magnet? Ternyata pada ujung-ujung
kumparan akan timbul beda potensial listrik. Apabila antar ujung-ujung kumparan
dihubungkan dengan suatu penghantar atau ampermeter akan mengalir arus listrik.

Muatan Listrik

Muatan listrik adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya mengalami
gaya pada benda lain yang berdekatan dan juga memiliki muatan listrik. SimbolQ sering
digunakan untuk menggambarkan muatan. sistem satuan internasional dari satuan Q adalah
coloumb, yang merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Q adalah sifat dasar yang dimiliki oleh
materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan negatif). Muatan
listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika atomnya kekurangan elektron.
Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif. Besarnya muatan
tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini, oleh karena itu muatan materi/atom
merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama
dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak
bermuatan). Muatan listrik adalah atom yang mempunyai elektronyang bergerak. Pada
muatan listrik dapat dibagi menjadi dua, yaitu muatan positif danmuatan negatif.

Muatan positif
adalah muatan atom yang kekurangan elektron, sedangkan
muatan negatif
adalah muatan atom yang kelebihan eleketron.muatan listrik disimbolkandengan lambang
Q
(dengan satuan Coloumb). Muatan
1 elektron = -1,6021 x 10
-19
Coulomb
sedangkan
1 Coulomb = -6,24 x 10
18

elektron.
Kapasitansi

Kapasitans adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk
sebuah potensial listrik yang telah ditentukan. Bentuk paling umum dari piranti penyimpanan
muatan adalah sebuah kapasitor dua lempeng/pelat/keping. Jika muatan di
lempeng/pelat/keping adalah +Q dan Q, dan V adalah tegangan listrik antar
lempeng/pelat/keping, maka rumus kapasitans adalah:

C adalah kapasitansi yang diukur dalam farad


Q adalah muatan yang diukur dalam coloumb
V adalah voltase yang diukur dalam volt

Kapasitansi adalah kemampuan suatu benda atau sistem benda untuk menyimpan muatan
listrik. Semua benda memiliki sifat ini dalam berbagai tingkatan. Contoh akrab kapasitansi adalah
kemampuan awan badai untuk menyimpan listrik dan kemudian melepaskannya dalam petir.

Apa Pengertian Kapasitansi


Secara kuantitatif, kapasitansi (C) dari benda didefinisikan sebagai rasio dari muatan listrik (Q)
pada tubuh dengan tegangan (V) dari tubuh, yaitu C = Q / V

Kapasitansi suatu sistem tergantung pada ukuran, bentuk, dan komposisi tubuh dalam sistem
dan orientasi mereka terhadap satu sama lain. Misalnya, pelat kapasitor-sistem paralel yang
terdiri dari dua pelat datar identik, logam paralel yang dipisahkan oleh isolator-memiliki
kapasitansi yang diberikan oleh rumus C = eA / d, di mana E adalah konstanta yang tergantung
pada insulator, A adalah daerah salah satu piring, dan d adalah jarak antara pelat.

Kapasitansi diukur dalam farad (f). Sebuah kapasitor pelat sejajar memiliki kapasitansi sebesar 1
farad jika muatan 1 coulomb pada setiap lempeng yang dibutuhkan untuk menghasilkan
tegangan 1 volt antara pelat. Satuan Farad terlalu besar untuk tujuan praktis. Oleh karena
kapasitansi umumnya diukur dalam sepersejuta farad, atau mikrofarad (mf).

Induktansi

Induktansi adalah sifat dari rangkaian elektronika yang menyebabkan timbulnya potensial
listrik secara proporsional terhadap arus yang mengalir pada rangkaian tersebut, sifat ini
disebut sebagai induktasi sendiri. Sedang apabila potensial listrik dalam suatu rangkaian
ditimbulkan oleh perubahan arus dari rangkaian lain disebut sebagai induktansi bersama.
Satuan induktansi dalam satuan internasional adalah weber per ampere atau dikenal pula
sebagai henry (H).
Induktansi muncul karena adanya medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik
(dijelaskan oleh hukum ampere). Supaya suatu rangkaian elektronika mempunyai nilai
induktansi, sebuah komponen bernama induktor digunakan di dalam rangkaian tersebut,
induktor umumnya berupa kumparan kabel/tembaga untuk memusatkan medan magnet dan
memanfaatkan GGL yang dihasilkannya.

1. Kuat Medan Listrik

Medan lisrtik adalah ruang di sekitar benda bermuatan listrik dimana benda-benda
bermuatan listrik lainnya dalam ruang ini akan merasakan atau mengalami gaya
listriArah Medan Listrik.
Kuat medan listrik adalah besaran yang menyatakan gaya coloumb per satuan muatan
di suatu titik.

2. Fluks Magnet
Fluk magnetik adalah ukuran total medan magnetik yang menembus bidang. secara
matematis fluk maknetik didefinisikan sebagi perkalian skalar antara induksi
magnetik (B) dengan luas bidang yang tegak lurus pada induksi magnetik tersebut.
BESARNYA:

f = B A cos q

f = fluks magnetik (weber)


B = induksi magnetik
A = luas bidang yang ditembus garis gayamagnetik
q = sudut antara arah garis normal bidang A dan arah B
Induksi listrik itu adalah fenomena fisika yang apabila pada suatu benda yang tadinya netral atau
(tidak bermuatan listrik) menjadi bermuatan listrik karena akibat adanya pengaruh dari gaya listrik
atau dari benda yang bermuatan lain dan didekatkan padanya.

Ada dua jenis induksi listrik :


a. Induksi sendiri (Self induction).
Induksi Listrik Sendiri

Induksi sendiri adalah munculnya tegangan listrik pada suatu kumparan pada saat terjadinya
perubahan arah arus.Apabila suatu kawat penghantar berpotongan dengan medan magnet, maka
akan terjadi tegangan pada kawat tersebut. Fenomena ini sulit dijelaskan namun sudah diterima
sebagai hukum alam yang sangat penting. Terutama untuk menjelaskan kejadian-kejadian pada
suatu kawat yang dialiri listrik. Apabila kuat arusnya berubah maka medan yang dihasilkan akan
mengembang atau mengecil memotong kawat itu sendiri sehingga timbul gaya gerak listrik pada
kawat tersebut. Kejadian seperti inilah yang disebut induksi sendiri.

b. Induksi mutual (Mutual induction).


Apabila arus listrik dialirkan pada salah satu kawat maka akan timbul medan magnet pada
setiap penampang kawat. Medan magnet tersebut akan mengembang walaupun hanya
dalam waktu yang sangat singkat dan memotong kawat penghantar yang kedua. Pada saat
inilah timbul gaya gerak listrik pada penghantar yang kedua yang disebut induksi mutual.