Anda di halaman 1dari 14

RUMAH KU SURGA KU

"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan,


(akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal
mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga
'Adn dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan
yang besar."

(QS At Taubah [9]: 72)


Perbedaan visi, misi dan persepsi dari arti kebahagiaan, maka masing-masing
keluarga menggunakan berbagai macam cara dan dan jalan yang berbeda dalam
menggapai kebahagiaan. Ada sebagian keluarga menilai kebahagiaan dengan
prestasi-prestasi akademik. Maka, setiap keluarga dipacu untuk semangat belajar
dalam rangka mencapai cita-cita akademiknya. Walhasil, berbagai macam gelar
bertengger pada nama-nama anggota keluarga.

Ada Juga sebagaian keluarga yang lain menganggap melimpahnya harta


dan kekayaan dapat mengantarkan kepada puncak kebahagiaan. Maka,
seluruh anggota keluarga itu pun terinspirasi untuk merengkuh berbagai
pernak-pernik dunia seperti mobil mewah, rumah bak istana dan tampilan
ala selebritis.

Sebagian lagi, memandang jabatan dan kedudukan sebagai tolok ukur


kebahagiaan. Hidupnya terkuras hanya untuk meraih jabatan. Bahkan,
tidak sedikit yang menghalalkan segala cara demi meraih kedudukan dan
jabatan itu.

Lantas, apa hakekatnya makna kebahagiaan keluarga yang


sesungguhnya? Dalam ayat di atas memberikan pemahaman, bahwa
kebahagiaan yang hakiki dan "keberuntungan yang besar" adalah ketika
dapat meraih surga di akhirat nanti. Hal ini menuntut anggota keluarga
untuk mampu menjadikan seluruh lingkungan, termasuk rumah menjadi
taman-taman surga duniawi yang mampu menghantarkan semua
keluarga menuju taman-taman surga ukhrawi.

Bagaimana mewujudkan Baiti Jannati ??

Bertitik tolak pada ayat di atas dan dalil-dalil lain, ada beberapa hal yang
bisa dilakukan untuk merealisasikan Baiti Jannati, di antaranya:

Mengenalkan Allah SWT Kepada Anggota Keluarga

Mengenalkan Allah SWT Kepada Anggota Keluarga bisa dilakukan dengan


menerapkan Tarbiyah Imaniyah (Pendidikan Keimanan) kepada seluruh
anggota keluarga sejak dini secara terpadu dan kontinyu sehingga mereka
manjadi pribadi-pribadi yang bertakwa yang akan mewarisi surga. QS Ali
Imran [3]: 133

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa

Dan seluruh aktivitas orang yang bertakwa bernilai ibadah dan berpahala.
Maka, dampak dari ketakwaan pun akan memancar dalam kehidupan
keluarga. Pancaran sinar keimanan ayah, ibu dan anak-anaknya memantul
di seluruh lorong-lorong rumah sehingga terciptalah ketenangan dan
ketenteraman jiwa, kenyamanan, keakraban, kedamaian dan
keharmonisan hubungan antaranggota keluarga. Bukankah rumah dengan
situasi dan kondisi semacam itu bak surga dunia?

Namun, suasana surgawi di rumah seperti itu hanya akan terwujud


manakala para penghuni rumahnya mengenal Allah swt dengan sangat
baik. Di sinilah barangkali rahasianya, mengapa ayat di atas diawali
dengan"Wa'adallah..." (Allah menjanjikan...). Jika ingin meraih surga
(baca: kebahagiaan) di dunia dan akhirat, maka harus dekat dengan Yang
Menjanjikan dan Menciptakan surga, yaitu Allah. Dan yang diberi janji pun
bukan sembarang manusia, melainkan hanyalah orang-orang mukmin,
lelaki dan perempuan.Tanpa iman, harapan menggapai surga duniawi dan
ukhrawi hanyalah tinggal harapan, dan tidak akan pernah menjadi
kenyataan.

Kedua: Menciptakan Raudhah min Riyadhul Jannah (taman dari


taman-taman surga) di rumah

Caranya dengan menghidupkan rumah dengan pengajian-pengajian, baik


khusus keluarga maupun umum, danhalaqah-halaqah dzikir (majelis-
majelis untuk meningkatkan intensitas dzikir kepada Allah).
Memakmurkan rumah dengan lantunan ayat-ayat Al Qur'an supaya tidak
seperti kuburan sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw, "Jangan
kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syetan lari
dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah" (HR Muslim no.
1300).

Sesungguhnya kondisi seperti inilah yang disinyalir oleh Rasulullah


sebagai Raudhah min Riyadhi'l Jannah (taman dari taman-taman surga).
Beliau saw bersabda, "Jika kalian melewati Riyadhul Jannah (taman-taman
surga), maka bergabunglah!" Para sahabat bertanya, "Apa itu Riyadhul
Jannah?" Nabi menjawab, "Halaqah-halaqah dzikir " (HR At Tirmidzi no.
3432).

Ketiga: Mengenalkan surga kepada keluarga

Termasuk menghadirkan surga di rumah adalah dengan mengenalkan


surga kepada keluarga. Mulai dari sifat surga dan kenikmatan
pemandangannya yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah
telinga mendengarnya, dan belum pernah tergerak di hati. Pintu-pintunya
yang berjumlah delapan (lihat: HR An Nasaa'i no. 148), salah satunya
bernama Ar Rayyaan yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang
rajin berpuasa. Derajat surga, sungai-sungainya, anginnya, cahayanya,
istana-istananya, pohon dan buahnya. Amalan-amalan yang diganjar
surga, tabiat dan karakter jalan surga yang tidak bertaburan dengan
bunga-bunga, melainkan penuh dengan kerikil dan duri. Makanan,
minuman dan pakaian penduduk surga, dan khadam(pelayan) mereka.
Bagi mereka kemah yang terbuat dari mutiara berlobang seluas 60 mil
sehingga seorang mukmin mengelilingi keluarganya hingga seorang
dengan lainnya tidak dapat saling melihat saking jauh dan luasnya (HR
Bukhari IX/479 no. 2838). Dan berbagai kenikmatan lain yang tiada
terbilang dan tak ada yang menandinginya (lihat secara lengkap dalam Al
Jannah wa'n Naar (Surga dan Neraka), DR Umar Sulaiman Al Asyqar, hal.
115-267).

Ayat di atas menerangkan sebagian kecil dari kenikmatan tersebut,


yaitu "surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di
dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn...."

Bahkan, di atas semua kenikmatan itu, masih ada yang lebih besar dan
lebih agung, yaitu keridhaan Allah swt sebagaimana dikatakan oleh Imam
Malik rahimahullah (lihat Tafsir Ibnu Katsir III/38-39).

Dari Abu Sa'id Al Khudry ra berkata: bahwasanya Rasulullah pernah


bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman kepada penghuni surga:
"Wahai penghuni surga." Mereka menjawab: "Baik, kami penuhi
panggilan-Mu wahai Rabb kami dan semua kebaikan ada di kedua tangan-
Mu. Lalu Allah bertanya, "Ridhakah kalian?" Mereka menjawab: "Mengapa
kami tidak ridha, padahal Engkau telah memberi kami apa saja yang tidak
Engkau berikan kepada makhluk lain." Allah lalu berfirman, "Maukah Aku
beri kalian yang melebihi semua itu?" Mereka menjawab, "Ya Rabb, apa
sesuatu yang lebih baik dari semua itu?" Allah menjawab, "Aku halalkan
untuk kalian ridha-Ku, maka Aku tidak akan murka terhadap kalian setelah
ini selama-lamanya" (HR Bukhari XI/363-364 dan Muslim no. 2829).

Dan puncak dari semua kenikmatan di surga adalah melihat Allah Yang
Maha Mulia. Dan tidak ada anugerah yang paling disukai oleh penghuni
surga selain melihat Rabbnya Yang Maha Berkah dan Tinggi (lihat HR
Muslim no. 181).

Ibnul Atsir rahimahullah mengatakan, "Rukyatullah (melihat Allah) adalah


puncak kenikmatan akhirat dan derajat/tingkatan yang paling tinggi dari
semua pemberian Allah yang istimewa..." (Jaami'ul Ushul X/557).

Dalam kajian Sayyid Quthb rahimahullah, bahwasanya hubungan dengan


Allah yang sekilas dan melepaskan diri dari cengkeraman daya tarik dunia
yang sesaat mendapatkan balasan beragam kenikmatan, lalu ditambah
lagi dengan ridha Allah yang menggelora dalam jiwa-jiwa mereka, dan itu
mereka rasakan tanpa terputus, maka pastilah "itu adalah keberuntungan
yang besar" (lihat Fi Zhilal Al Qur'an III/1676).

Bahkan, jika perlu surga dan beragam kenikmatannya itu ditulis dan
dikemas dalam suatu poster yang ditempel di tempat yang menarik
perhatian di rumah, sehingga semua anggota keluarga selalu
mengingatnya dan termotivasi untuk menjadi penguninya. Maka, hal ini
secara tidak langsung dapat menjadi motivator dan stimulan dalam
memproduksi banyak kebajikan. Sehingga benar-benar "Baiti
Jannati, rumahku adalah surgaku".

CARA MEMBERSIHKAN RUMAH


Membersihkan rumah tampak seperti pekerjaan yang bisa kita lakukan
sendiri. Tapi, sebelum mulai membersihkan rumah, kita sering bertanya
harus mulai dari mana? Atau bagaimana cara membersihkan ruangan
yang itu? Di artikel ini kami memberi proses dengan alur yang rapi untuk
mengatasi masalah tersebut, serta mudah dilakukan oleh siapa pun.
Melalui proses ini, Anda tidak akan berhenti sampai rumah Anda benar-
benar bersih.

1. Tentukan seberapa bersih Anda ingin membersihkan rumah


dan berapa banyak waktu yang Anda punya.
Menentukan dua hal ini akan membantu Anda menyusun rencana.
Sadari dan akui apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan atau
bersihkan, berapa banyak waktu yang Anda punya, dan seberapa
niat Anda membersihkan rumah saat itu.

Jika memungkinkan, kerjakan dari atas ke bawah. Anda tentu


tidak ingin lantai dasar yang sudah susah payah Anda
bersihkan jadi kotor kembali karena debu yang jatuh saat
Anda sedang membersihkan lantai atas. Jika waktu Anda tidak
banyak, bersihkan hal yang memang paling berantakan
terlebih dahulu.
Untuk mereka yang sibuk, ada baiknya mencicil daripada
menumpuknya ke satu hari. Tapi, tetap sediakan satu atau
dua hari untuk jadwal membersihkan yang lebih lama tiap
bulannya. Tentukan gaya yang cocok untuk Anda (kecuali jika
Anda punya teman sekamar).
2. Selalu siapkan daftar pekerjaan dan rencana yang
rapi. Tentukan ruangan mana yang harus Anda bersihkan terlebih
dahulu, lalu yang mana yang terakhir. Ini bisa membantu Anda
mempercepat proses membersihkan rumah dan memastikan Anda
tidak mengulang proses yang sama, terutama jika ada lebih dari
satu orang yang terlibat dalam proses membersihkan rumah ini.

Ketika membuat rencana, buat sehingga Anda bisa menyapu


dan mengepel seluruh ruangan dalam sekali kerja. Berpindah
dari mengepel ke menyapu berkali-kali bukanlah cara yang
efisien.
Daftar tugas di bawah bisa Anda gunakan sebagai daftar
pekerjaan standar Anda. Urutkan sesuai dengan kondisi dan
keinginan Anda.
Bagi tugas. Jika Anda tinggal bersama orang lain, maka tugas
membersihkan adalah tugas semua orang, bukan hanya Anda. Anda
bisa berinisiatif memimpin dan menentukan jadwal piket, dengan
begitu Anda tidak harus kerepotan sendiri.

Pastikan tugas yang dibagi sesuai dengan umur orangnya.


Misalnya, anak-anak diminta merapikan kamar, sementara
yang remaja diminta membersihkan garasi atau kamar mandi,
dan sebagainya. Selain membuat yang memiliki tugas mau
mengerjakannya, hasilnya juga akan lebih baik (lagipula hasil
apa yang Anda harapkan jika meminta anak kecil
membersihkan kamar mandi?)

Membersihkan Kamar Mandi


Membersihkan toilet. Ini merupakan salah satu tugas yang paling sulit.
Jadi, selesaikan seawal mungkin. Siapkan sarung tangan karet agar
tangan Anda tidak terkontaminasi kuman, dan gosok bagian luar toilet
secara perlahan dengan spons dan air panas untuk mengangkat semua
noda yang ada. Kemudian pindah ke bagian dalam toilet.

Setelah itu, semprotkan cairan pembersih toilet ke bagian


dalam toilet. Diamkan selama semenit, lalu gosok dengan
sikat toilet. Jika sudah, bilas dengan air.
Setelah itu, pindah kembali ke bagian luar toilet. Semprotkan
cairan disinfektan dan lap sampai kering dengan kain.
Membersihkan shower atau bak.Shower biasanya cepat kotor. Tapi
pembersih showerdan sikat berbulu (ditambah sedikit tenaga) seharusnya
bisa membersihkannya. Jika Anda tidak punya pembersih shower, sabun
cuci piring juga bisa digunakan sebagai pengganti, terutama untuk
membersihkan bak. Setelah itu, bersihkan seperti biasa menggunakan
pembersih antibakteri.

Gunakan semir mobil pada shower agar bersih lebih lama.


Untuk membersihkan kaca, campurlah setengah cangkir
amoniak dan 8 tetes sabun cuci piring ke dalam satu galon air.
Membersihkan wastafel. Biasanya wastafel sulit dibersihkan. Tapi
bagaimanapun, sebelum Anda mulai membersihkan dan menggunakan
cairan pembersih, pastikan bahwa cairan itu cocok dengan permukaan
wastafelnya. Jika sudah cocok, semprotkan, diamkan selama semenit,
kemudian gosok dengan spons. Jika sudah bersih dan mengkilap, bilas
dengan air hangat, lalu lap hingga kering.

Jika di wastafel ada noda bandel, gunakan sikat berbulu untuk


mengangkatnya.
Membersihkan kaca dan cermin. Pembersih cermin sebenarnya tidak
membersihkan cermin atau kaca Anda, tapi hanya membuatnya lebih
mengkilap. Bersihkan cermin dan kaca Anda dengan air sabun, apalagi
jika cermin atau kaca tersebut cukup kotor. Berikut beberapa cara untuk
membersihkannya.

Pertama, bilas kaca dengan air hangat atau panas, sabun cuci
piring, dan kain lap, spons, atau alat pembersih lainnya.
Kemudian lap dengan kain.
Untuk cara yang ramah lingkungan, bersihkan kaca dengan
cuka dan air, keringkan dengan kain, lalu gosok dengan kertas
koran. Pastikan Anda menggunakan sedikit tenaga untuk hasil
yang benar-benar bersih.
Cara alternatif lain tentunya menggunakan pembersih kaca
dan kertas koran. Pembersih kaca berfungsi sebagai perisai
yang membuat kotoran dan debu yang menempel nantinya
mudah dibersihkan. Tapi, jika penggunaannya salah,
pembersih kaca ini bisa meninggalkan bekas. Karena itu,
gunakan kertas koran untuk membersihkannya.
Membersihkan Dapur
Mencuci piring. Mencuci piring seharusnya menjadi pekerjaan
rutin tiap hari, karena piring yang baru digunakan jauh lebih mudah
dibersihkan daripada piring kotor yang terlalu lama didiamkan.

Untuk proses yang lebih mudah, bilas terlebih dahulu piring


Anda untuk mengangkat bekas makanan yang ada, lalu
bersihkan dengan sabun cuci piring menggunakan spons cuci
piring.
Untuk alat masak atau noda bandel, gunakan permukaan
spons yang kasar, atau alat khusus.
Cucilah piring dengan tangan. Akan jauh lebih mudah mencuci piring
langsung setelah digunakan; Anda tidak perlu merendam atau
menggosoknya keras-keras sebab sisa makanan yang ada di piring belum
sempat kering dan mengeras. Bilaslah dengan air hangat dan gunakan
karet busa yang basah atau sikat untuk membersihkannya, berikan sedikit
sabun cuci piring, cuci bersih setiap piring (kedua sisinya!) lalu bilas lagi
dengan air hangat sampai bersih.
Jangan lupa mengeringkan piring yang baru dicuci. Jika Anda tidak
mengeringkannya terlebih dahulu, piring Anda akan menyisakan bekas
air, atau bahkan membiarkan bakteri tumbuh di air. Laplah piring dengan
kain kering setelah dicuci, lalu letakkan di rak. Atau jika tidak, Anda bisa
langsung meletakkannya di rak dan membiarkannya kering sendiri.
Pastikan rak tersebut tidak berada di tempat yang lembab.

Selain itu, keringkan juga alat-alat cuci piring Anda agar tidak
menjadi sarang kuman.
Membersihkan oven dan microwave. Salah satu tugas yang cukup
sulit adalah membersihkan oven dan microwave, terutama jika Anda
jarang membersihkannya. Tapi jika Anda membersihkan dua alat ini, dapur
Anda akan beraroma lebih baik karena tidak akan ada lagi sisa bahan
makanan yang ikut terpanggang ketika memanggang masakan lain
nantinya. Berikut adalah detilnya.
Untuk oven, periksa apakah terdapat fitur membersihkan
sendiri. Jika ada, maka pekerjaan Anda sudah berkurang.
Cukup rendam nampannya di air sabun, dan lap bagian dalam
oven dari abu kemudian bersihkan dengan carian pembersih
dan kain basah. Jika oven tersebut tidak memiliki fitur
membersihkan sendiri, rendam nampannya dengan air sabun,
semprotkan bagian dalam oven dengan cairan pembersih,
diamkan semenit, lalu bersihkan dengan spons dan pengikis.
Untuk microwave, Anda bisa menggunakan semangkuk cuka,
lemon dan air, sabun cuci piring, atau pembersih kaca. Cukup
semportkan pada microwave, nyalakan microwave untuk
beberapa saat, lalu lap dengan kain. Semua noda akan
terangkat dengan mudah, dan microwave Anda akan tampak
seperti baru.
Untuk wastafel, cara membersihkannya sama dengan cara
membersihkan wastafel kamar mandi.
Merapikan lemari dapur. Setelah Anda menyelesaikan bagian yang
tersulit, saatnya merapikan lemari dapur Anda. Cara merapikan lemari
dapur bisa beragam tergantung preferensi dan cara kerja masing-masing
ketika memasak di dapur. Cukup pastikan bahwa susunan yang Anda
gunakan nantinya bisa membuat proses mencari bahan dan alat masak
Anda tidak memakan waktu.
Terkadang akan lebih mudah untuk mengeluarkan semua
barang yang ada di dalam lemari dapur, lalu memasukkannya
kembali dengan lebih rapi. Karena dengan itu, merapikan dan
mencoba susunan yang tepat akan lebih mudah.

Membersihkan Kamar Tidur


Rapikan bagian yang paling berantakan. Seperti tips sebelumnya,
rapikan dari yang paling sulit. Langkah pertama dari merapikan kamar
adalah membuang atau merapikan hal-hal kecil seperti kertas dan pakaian
yang berserakan, selimut yang tidak terlipat, dan semacamnnya. Setelah
itu, barulah mulai membersihkan kamar.
Selagi membersihkan, bawalah kantong sampah dan kantong
cucian. Dengan begitu Anda bisa berkeliling kamar sambil
mengambil pakaian kotor dan sampah yang ada di kamar.
Merapikan tempat tidur. Merapikan tempat tidur terkesan sepele dan
tidak perlu karena akan berantakan tiap malam. Tapi setelah
merapikannya, Anda akan sadar bahwa tempat tidur yang rapi bisa
membuat kamar Anda tampak lebih enak dilihat.
Jika perlu, ganti seprei dan sarung bantal Anda. Serapi apa
pun, seprei dan sarung bantal yang kotor tidak akan membuat
kamar Anda tampak bagus. Seprei yang bersih juga membuat
tidur Anda jauh lebih nyaman.
Merapikan lemari. Ini sebenarnya tugas yang harus Anda lakukan tiap
hari, karena isi lemari bisa berantakan dengan sangat mudah. Tentukan
posisi celana, baju, aksesoris, dan pakaian dalam Anda di posisi yang
menurut Anda cocok, lalu susun sesuai posisi itu.
Selagi merapikan, tidak ada salahnya melihat kembali isi
lemari Anda dan melihat apakah ada pakaian yang Anda tidak
perlukan dan harus dibuang atau disumbangkan. Mungkin ada
beberapa baju yang sudah tidak muat, rusak, atau tidak akan
Anda pakai lagi dan hanya memakan tempat.
Lap, sapu, dan pel kamar, lalu semprot pengharum ruangan. Rak
atau meja yang jarang dibersihkan akan menjadi tempat debu yang cukup
tebal. Lap atau bersihkan dengan kemoceng atau kain basah. Setelah
semua debu dibserihkan, lanjutkan dengan menyapu dan mengepel
kamar.
Bersihkan beberapa barang rawan seperti lampu atau gorden
secara hati-hati.
Setelah selesai, semprotkan pengharum ruangan.
Membersihkan Ruang Tamu
Membersihkan lantai. Bahan lantai yang berbeda memerlukan cara
membersihkan yang berbeda pula. Jadi, ketahui terlebih dahulu terbuat
dari apa lantai ruangan Anda.

Gunakan penghisap debu atau vacuum cleaner untuk


mengangkat benda-benda yang terlihat jelas dan sebagian
besar debu dari lantai atau karpet (Anda sebaiknya melakukan
ini tiap hari jika memiliki hewan peliharaan).
Gunakan sapu terutama untuk lantai berbahan kayu atau
keramik. Anda juga bisa menggunakan sapu lidi untuk
membersihkan karpet. Menggunakan sapu setelah vacuum
cleaner juga tidak jarang dilakukan, terutama untuk
menjangkau pojok ruangan atau kolong.
Mengepel lantai. Untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada
lantai dan membersihkan sela-sela lantai keramik, pel adalah solusi
terbaik. Pel juga bisa membuat lantai Anda tampak bersih mengkilap.
Ada banyak pilihan bahan pel, mulai dari kain sampai spons.
Tapi yang paling efektif dan memberikan hasil terbaik adalah
yang berbahan kain.[4] Dengan sedikit tenaga, Anda bisa
membuat lantai sangat bersih menggunakan pel berbahan
kain.
Pastikan cairan pel yang Anda gunakan cocok dengan lantai
Anda.
Jika Anda punya hewan peliharaan, bersihkan ruangan dari
kutu. Untuk membersihkan rumah dari kutu, gunakan vacuum cleaner,
terutama jika Anda memiliki karpet, karena karpet merupakan tempat
kutu berkembang biak dan tinggal. Jadi, jika Anda punya hewan
peliharaan, bersihkan karpet Anda dengan penghisap debu tiap hari.
Untuk membunuh kutu tanpa menggunakan obat serangga,
tiap kali Anda selesai menggunakan vacuum cleaner,
percikkan borax pada karpet Anda dan biarkan borax tersebut
untuk membunuh kutu. Anda bisa mendapatkan borax di
supermarket.
Bersihkan perabotan dari debu. Debu tipis pasti hinggap di semua
perabotan di semua ruangan dan bisa menyebabkan batuk, bersin,
bahkan asma. In addition to dusting, vacuuming and mopping help, too.
Untuk membersihkan perabotan, gunakan kain lap atau
kemoceng. Lap atau bersihkan semua perabotan dan
permukaan seperti meja dan rak.
Menyemir perabotan kayu. Seperti pembersih kaca, semir perabotan
tidak akan membuatnya lebih bersih. Tapi, pembersih ini tetap bisa
digunakan untuk membersihkan. Tapi sekali lagi, jika Anda ingin
menggunakannya, pastikan bahannya cocok dengan bahan perabotan
Anda.
Beberapa perabotan bisa disemir menggunakan air, dan
perabotan seperti ini seharusnya bisa dibersihkan
menggunakan air sabun. Pastikan untuk melapnya sampai
kering setelah dibersihkan.
Setelah itu, gunakan semir perabotan untuk mencegah debu
menempel pada perabotan Anda.
Hati-hati dalam menggunakan pembersih segala. Pembersih segala
tidak selalu aman untuk digunakan membersihkan segala hal. Baca
petunjuk dan keterangan produknya sebelum membeli dan pastikan cocok
untuk keperluan Anda. Anda tentu tidak mau perabot Anda rusak begitu
saja karena salah membeli produk.
Selain itu, jangan asal mencampur pembersih. Ini bisa
berbahaya. Gunakan satu persatu sesuai petunjuk
penggunaan.
Rapikan perabot kecil dan bantal sofa. Setelah semua lantai dan
perabot bersih, saatnya mengurus hal kecil. Rapikan bantal sofa, dan juga
semua benda lain seakan Anda akan kedatangan tamu istimewa. Jika
ruang tamu Anda terlalu penuh dengan barang, letakkan di lemari agar
Anda tidak lupa di mana meletakkannya.
Setelah selesai, semprotkan pengharum ruangan, duduk, dan
evaluasi kembali pekerjaan Anda. Apakah ada yang terlewat?
Merampungkan Bersih-Bersih Anda
Jangan lupa membersihkan pekarangan dan teras. Beberapa orang
mungkin lebih memilih untuk melewatkan ini. Tapi pekarangan dan teras
yang bersih bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik. Menyapu dan
membuang daun kering yang berjatuhan di pekarangan bisa mencega
tumbuhnya lumut di musim hujan. Membersihkan pekarangan secara rutin
juga mengurangi jumlah serangga yang berkeliaran di rumah Anda. Selain
itu, dengan begitu rumput di pekarangan juga bisa tumbuh lebih cepat
dan sehat.

Memangkas semak atau tanaman lain agar tidak menempel di


dinding juga perlu dilakukan agar debu dan air pada tanaman
tersebut tidak menempel pada dinding dan membuatnya
kotor.
Mencuci pakaian. Pakaian kotor yang ada di kamar Anda tentunya harus
dibersihkan. Jika Anda menggunakan mesin cuci, pekerjaan Anda
harusnya mudah; cukup menekan beberapa tombol, tunggu sampai
prosesnya selesai, dan Anda hanya perlu menjemur hasilnya. tapi jika
Anda mencuci dengan tangan, berikut beberapa langkahnya.
Pertama, siapkan air pada wadah dengan temperatur yang
tepat serta jumlah yang sesuai dengan jumlah pakaian yang
Anda cuci lalu tuangkan deterjen dan aduk airnya sampai
deterjennya larut.
Rendam pakaian ke dalam air deterjen, lalu tunggu paling
tidak 20 menit.
Setelah itu, Anda bisa menggosok atau mengucek pakaiannya
terlebih dahulu untuk menghilangkan noda bandel, lalu
keringkan sebisanya dengan memerasnya.
Terakhir, bilas dengan merendamnya dengan air biasa. Jika
Anda ingin menggunakan pewangi, tuang pewangi ke air biasa
ini. Setelah itu, peras kembali dan jemur pakaian Anda.
Keringkan cucian Anda. Jika Anda punya mesin pengering, Anda
harusnya tinggal meletakkannya dan biarkan mesin bekerja. Tapi jika
Anda tidak punya, meskipun mesin cuci Anda punya fitur mengeringkan,
akan lebih baik jika tetap menjemurnya di luar sampai betul-betul kering.
Cek kembali seluruh ruangan dan lakukan beberapa sentuhan
akhir jika dirasa perlu.Jika Anda masih punya waktu dan tenaga, coba
lakukan beberapa hal ini.
Mengosongkan tong sampah dan membuangnya di tempat
sampah besar di luar.
Membersihkan meja dapur.
Mengganti seprei dan sarung bantal.
Membersihkan dinding.
Membersihkan dan/atau merapikan kulkas
Tips
Cucilah bagian dalam lemari pendingin dengan bikarbonat soda
untuk menghilangkan bau yang tidak sedap.
Banyak orang yang lebih suka menggunakan kertas koran untuk
membersihkan kaca jendela (daripada kertas tisu.)
Jangan masukkan spons kering bersama piring-piring Anda. Spons
biasanya banyak mengandung bakteri dan kuman. Jika Anda punya
mesin pencuci piring, cucilah spons bersama piring sesering
mungkin dengan air panas lalu peras sampai kering. Spons juga bisa
disterilkan menggunakan microwave selama satu menit. Pastikan
sponsnya sudah dibasahi sebelum dimasukkan ke dalam
microwave! Spons yang tidak dibasahi dulu bisa menimbulkan
kebakaran. Tidak perlu terlalu basah, secukupnya saja.
Jika teman-teman Anda mau membantu, kegiatan membersihkan
rumah ini akan lebih cepat selesai dan Anda mempunyai teman
bicara.
Gunakan kaus kaki yang tidak ada pasangannya atau baju kaus
yang sudah lama untuk menghemat uang.
Sebaiknya Anda membersihkan ruang tamu terlebih dahulu sebab
orang-orang akan melihat ruang ini sebelum melihat penataan
ruangan yang lainnya.
Bubuk pembersih sifatnya serba guna sebab tidak hanya untuk
mencuci pakaian tapi bisa juga untuk menghilangkan minyak di
oven, tidak terlalu kasar untuk membersihkan kamar mandi dan
bisa digunakan sebagai sabun pembersih yang harum.
Bawalah tongkat selama Anda membersihkan rumah untuk
membantu Anda mengambil apa yang Anda perlukan dan bisa
melindungi punggung Anda dari stres.
Jangan Stres menghadapi kondisi yang berantakan! Jangan tergesa-
gesa membersihkan rumah Anda. Pastikan agar suasana rumah
Anda tenang dan damai!
Tuangkan soda kue ke atas karpet 15 menit atau lebih sebelum
dibersihkan. Ini akan membuat karpet Anda wangi, dan jangan lupa
membersihkannya dengan penyedot debu.
Bersihkan lemari es dari makanan yang sudah lama atau barang-
barang lain yang sudah tidak bisa digunakan lagi.
Peringatan
Pastikan spons Anda basah atau paling tidak lembab sebelum
dimasukkan dimicrowave. Jika tidak, spons Anda akan terbakar.
Hati-hati juga setelah memasukkannya, karena spons tersebut akan
cukup panas.
Beberapa pembersih mungkin tidak aman untuk kulit atau
permukaan tertentu. Sekali lagi, baca keterangan produknya.
Membaca keterangan produk tidaklah lama, dan bisa
menyelamatkan barang dan uang Anda. Jika Anda tidak yakin, coba
tes di tempat atau benda yang tidak mencolok.
Jangan mencampur pembersih. Mencampur bahan kimia secara
sembarangan bisa berbahaya. Gunakan satu persatu sesuai
kegunaannya, dan baca juga instruksi penggunaannya.
Hal yang Anda Butuhkan
Pembersih kaca
Semir perabotan
Pembersih kamar mandi
Sabun cuci piring
Kain lap, koran bekas, dan spons
Sarung tangan karet
Sikat