Anda di halaman 1dari 24

Mekanisme Sistem Saraf serta Peranan Vitamin Neurotropik

Lusia Paramita (102013007, F8)

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Arjuna Utara No. 6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Email : lusia.paramita95@gmail.com

Abstract

Every individual activity are controlled by the nervous system.the nervous system are divide

by 2 type the central nervous system and peripheral nervous system . both of this system

work in synch to make our activity happen.both of this system have 2 cells neuron and

neuroglia that have each its own functions. Central nervous system is consist of

cerebrum,cerebellum, diencephalon , truncus encephalon and medulla spinalis. On the other

hand peripheral nervous system consist of nervus cranial and nervus Spinalis. Neurotropic

Vitamin is consist of vitamin B1,B6,and B12. Each of those vitamin have diferent function for

our body. Nervous system is very important to our body because if one of the system is

damaged or not functioning our body can not function very well.

Keywords: Nervous system, central nervous system, peripheral nervous system, neuron,

neuroglia, neurotropic vitamin

Abstrak

Semua aktivitas individu diatur oleh sistem saraf. Sistem saraf dibagi menjadi 2 yaitu sistem

saraf pusat dan sistem saraf perifer. Kedua sistem ini bekerja sama untuk dapat melakukan

semua aktivitas tersebut. Kedua sistem ini memiliki sel yang bernama neuron dan neuroglia

yang memiliki fungsinya masing-masing. Sistem saraf pusat terdiri dari cerebrum,

1
cerebellum, diencephalon, truncus encephalon dan medulla spinalis. Sedangkan sistem saraf

perifer terdiri dari saraf-saraf cranial dan nervus spinalis. Vitamin neurotropic terdiri dari

vitamin B1, B6 dan B12. Masing-masing vitamin tersebut memiliki fungsi yang sangat penting

bagi tubuh. Sistem saraf ini sangat penting bagi tubuh karena jika ada satu saja saraf yang

cedera atau tidak berfungsi maka tubuh tidak akan bisa beraktivitas secara normal.

Kata kunci : sistem saraf, sistem saraf pusat, sistem saraf perifer, neuron, neuroglia, vitamin

neurotropik

Pendahuluan

Setiap aktivitas individu dari pagi hingga malam hari diatur oleh sistem saraf yang

ada di sekujur tubuhnya. Sistem saraf ini mengkoordinasi semua kegiatan yang dilakukan

individu baik itu disadari atau pun tidak disadari oleh individu tersebut. Tujuan dibuatnya

makalah ini adalah untuk menjelaskan sistem saraf yang ada pada setiap individu serta

peranan dan fungsi dari vitamin neurotropic. Makalah ini dibuat supaya masyarakat lebih

tahu apa saja yang menyebabkan mereka bisa melakukan suatu aktivitas.1-2

Isi Makalah

Sistem saraf tersusun menjadi susunan saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan

medulla spinalis dan susuran saraf perifer yang terdiri dari serat-serat saraf yang membawa

informasi antara SSP dan bagian tubuh lain (perifer). Sistem saraf perifer dibagi lagi menjadi

divisi aferen dan eferen. Divisi aferen membawa informasi ke SSP, memberi tahu tentang

lingkungan eksternal dan aktivitas internal yang sedang diatur oleh susunan saraf. Instruksi

dari SSP disalurkan melalui divisi eferen ke organ efektor seperti otot dan kelenjar yang

melaksanakan perintah agar dihasilkan efek yang sesuai. Sistem saraf eferen dibagi menjadi

sistem saraf somatic, yang terdiri dari serat-serat neuron motoric yang menyarafi otot rangka

2
dan sistem saraf otonom yang terdiri dari serat-serat yang menyarafi otot polos, otot jantung

dan kelenjar. Sistem yang terakhir ini juga dibagi lagi menjadi sistem saraf simpatis dan

sistem saraf parasimpatis, di mana keduanya mempersyarafi sebagian besar organ-organ yang

disarafi oleh sistem saraf otonom.1-2

Struktur Mikroskopis Sistem Saraf

Neuron atau sel saraf adalah unit fungsional dari sistem saraf. Neuron dispesialisasi

untuk menerima rangsang dari sel lain dan untuk menyalurkan rangsangan listrik ke bagian

lain dari sistem ini lewat proses mereka. Beberapa neuron hanya diguakan untuk

menyalurkan rangsang dari satu bagian dari sistem saraf ke bagian lainnya. Kontak khusus di

antara neuron yang membuat mereka bisa berkomunikasi dari satu neuron dengan neuron

yang lainnya disebut sinaps. Sinaps ada 2 macam yaitu sinapstik kimiawi yang menggunakan

neurotransmitter sebagai substansi kimiawinya dan sinapstik listrik yang melalui gap junction

dengan impulsnya berupa aliran listrik.3

Di dalam tubuh manusia terdapat 1o milyar neuron. Menurut fungsinya, neuron dibagi

menjadi 3, yaitu neuron sensoris yang berfungsi untuk membawa rangsang dari reseptor ke

sistem saraf pusat, neuron motoris yang berfungsi untuk membawa instruksi dari sistem saraf

pusat ke efektor, dan interneuron yang berfungsi untuk menghubungkan neuron yang satu

dengan neuron lainnya.3

Di dalam neuron terdapat badan sel, dendrit, dan akson. Badan sel pada neuron ini

berisikan nucleus yang besar dengan anak intinya dan dikelilingi dengan citoplasma

perinuclear. Sitoplasma ini berisi Retikulum Endoplasma kasar yang akan membentuk badan

Nissl dan ribosom yang di dalamnya berlangsung proses pembentukan potein. Selain itu,

sitoplasma ini juga berisikan mitokondria sebagai penghasil energy, apparatus Golgi, lisosom,

3
mikrotubul dan neurofilamen. Akson adalah processus terpanjang dari sel neuron ini yang

mentransmisikan rangsang keluar dari badan sel ke neuron lain melalui sinaps. Fungsi utama

dari akson ini sendiri adalah membawa informasi keluar dari badan sel ke neuron lainnya atau

ke sel efektor seperti sel otot. Pangkal akson dinamakan akson hilok yang menstimulasi

terjadinya potensial aksi dan ujungnya yang disebut telodendria. Neuron biasanya memiliki

banyak dendrit, processus yang lebih pendek yang mentransmisikan rangsang dari perifer

menuju ke badan sel. (Lihat Gambar 1)3

Gambar 1. Struktur Neuron Multipolar3

Berdasarkan banyak processusnya, neuron dibagi menjadi 4 yaitu unipolar yaitu

neuron yang hanya memiliki badan sel dan akson serta tidak memiliki dendrit, bipolar yaitu

neuron yang memiliki 1 akson dan 1 dendrit yang biasanya terdapat di reseptor pada indera

khusus, pseudounipolar yaitu neuron yang memiliki satu akson yang menyatu ketika dekat

dengan badan sel dan kemudian bercabang 2 menjadi cabang akson, dan multipolar yaitu

neuron yang memiliki 1 akson dan banyak dendrit. (Lihat Gambar 2)3

Selain neuron, sistem saraf juga memiliki sel penyokong yang disebut neuroglia.

Jumlah neuroglia lebih banyak dari neuron dan tidak menghantarkan impuls tetapi hanya

berfungsi sebagai penyokong. Ada beberapa jenis neuroglia yang ada di sistem saraf pusat

(SSP) dan beberapa yang lainnya di sistem saraf perifer. Neuroglia yang ada di SSP adalah

4
astrosit, oligodendroglia, mikroglia dan sel ependim. Astrosit dibagi menjadi 2 yaitu astrosit

fibrosa, yaitu astrosit yang bentuk badan selnya seperti bintang dan memiliki procesus yang

kurus dan pendek yang berada lebih banyak di substansia alba dan astrosit protoplasmatis,

yaitu astrosit yang memiliki processus dengan ujungnya yang tumpul yang banyak berada di

substansia grisea. Kedua astrosit ini memiliki fungsi untuk membentuk sawar darah pada otak

dan digunakan sebagai penyaring benda-benda yang masuk ke otak. Oligodendroglia adalah

sel saraf yang memiliki bentuk lebih kecil dari astrosit serta fungsinya adalah untuk

membentuk selubung mielin di SSP dan sebagai sel penyokong. Oligodendroglia ini juga

banyak terdapat di substansia grisea. Mikroglia adalah sel makrofag pada SSP yang

melakukan fagositosis dan berasal dari sum-sum tulang belakang. Sel ependim adalah sel

yang melapis rongga atau ruang yang terdapat pada otak, bentuknya silindris rendah atau

kuboid dan berfungsi sebagai sel penyokong, pembatas rongga SSP, serta sebagai epitel

plexus choroideus.3

Neuroglia pada sistem saraf perifer ada 2 macam yaitu sel satelit dan sel Schwann. Sel

satelit berfungsi untuk menyokong sel saraf perifer dan sel Schwann untuk membentuk

selubung mielin pada sistem saraf perifer. Selubung mielin penting dalam sel saraf karena

dengan adanya selubung mielin, hantaran impuls bisa lebih cepat dan juga berfungsi sebagai

insolator.3

Cerebrum pada SSP memiliki 6 lapisan yaitu lapisan molecular, lapisan granular luar,

lapisan sel-sel pyramid, lapisan granular dalam, lapian pyramid/ganglioner, dan lapisan sel-

sel multiform atau poliform serta ada 4 jenis sel yang mengisi setiap lapisan yaitu sel

pyramid, sel granuler, sel horizontal, dan sel martinotti.3

5
Cerebellum pada SSP memili 3 lapisan yaitu lapisan molecular, lapisan ganglioner/sel

purkinye dan lapisan granular dengan masing-masing lapisan diisi oleh 3 jenis sel yaitu sel

stellate, sel basket dan sel purkinye. Pada medulla spinalisnya berisikan substansia alba dan

substansia grisea, sel ependim, sel neuron motoris dan sel oligodendroglia.3

Pada sistem saraf perifer terdapat sel saraf motoric yng berfungsi untuk membawa

informasi aferen ke SSP dan membawa perintah eferen ke otot.3

Struktur Makroskopis SSP

Otak
Otak diselimuti oleh selaput otak yang disebut selaput meninges. Selaput meninges

terdiri dari 3 lapisan :


a. Lapisan durameter yaitu lapisan yang terdapat di paling luar dari otak dan bersifat

tidak kenyal. Lapisan ini melekat langsung dengan tulang tengkorak. Berfungsi

untuk melindungi jaringan-jaringan yang halus dari otak dan medula spinalis.
b. Lapisan araknoid yaitu lapisan yang berada dibagian tengah dan terdiri dari

lapisan yang berbentuk jaring laba-laba. Ruangan dalam lapisan ini disebut

dengan ruang subaraknoid dan memiliki cairan yang disebut cairan serebrospinal.

Lapisan ini berfungsi untuk melindungi otak dan medulla spinalis dari guncangan.

6
c. Lapisan piameter yaitu lapisan yang terdapat paling dalam dari otak dan melekat

langsung pada otak. Lapisan ini banyak memiliki pembuluh darah. Berfungsi

untuk melindungi otak secara langsung.

Gambar . Diagram Meninges1


Otak dibagi menjadi beberapa bagian :
Cerebrum
Merupakan bagian otak yang memenuhi sebagian besar dari otak kita yaitu

7/8 dari otak.


Mempunyai 2 bagian belahan otak yaitu otak besar belahan kiri yang

berfungsi mengatur kegaiatan organ tubuh bagian kanan. Kemudian otak

besar belahan kanan yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian

kiri.
Bagian kortex cerebrum berwarna kelabu yang banyak mengandung badan

sel saraf. Sedangkan bagian medulla berwarna putih yang bayak mengandung

dendrite dan neurit. Bagian kortex dibagi menjadi 3 area yaitu area sensorik

yang menerjemahkan impuls menjadi sensasi. Kedua adalah area motorik

yang berfungsi mengendalikan koordinasi kegiatan otot rangka. Ketiga

adalah area asosiasi yang berkaitasn dengan ingatan, memori, kecedasan,

nalar/logika, kemauan.
Mempunyai 4 macam lobus yaitu :
1. Lobus parietal merupakan lobus yang berada di baian tengah

serebrum. Bagian depan dari lobus ini dibatasi oleh sulkus sentralis

dan bagian belakang oleh garis yang ditarik dari sulkus parieto-

oksipital ke ujung posterior sulkus lateralis. Daerah ini berfungsi

7
untuk menerima impuls dari serabut saraf sensorik thalamus yang

berkaitan dengan segala bentuk sensasi dan mengenali segala jenis

rangsangan somatic.
2. Lobus frontal merupakan bagian lobus yang ada di bagian paling

depan dari serebrum. Lobus ini mencakup semua korteks anterior

sulkus sentralis.Pada daerah ini terdapat area motoric untuk

mengontrol gerakan otot-otot, gerakan bola mata, area broca sebagai

pusat bicara, area prefrontal (area asosiasi) yang mengontrol aktivitas

intelektual.
3. Lobus temporal berada di bagian bawah dan dipisahkan dari lobus

oksipital oleh garis yang ditarik secara vertical ke bawah dari ujung

atas sulkus lareral. Lobus temporal berperan penting dalam

kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam

bentuk suara.
4. Lobus oksipital berada di belakang lobus parietal dan lobus temporal.

Lobus ini berhubungan dengan rangsangan visual yang

memungkinkan manusia mampu melakukan siterpretasi terhadap

objek yang ditangkap oleh retina mata.4-5


Gambar . Lobus pada Cerebrum
Truncus Encephalon (Batang Otak)

8
Batang otak berada di dalam tulang tengkorak atau rongga keppala bagian dasar

dan memanjang sampai medulla spinalis. Batang otak bertugas untuk mengontrol

tekanan darah, denyut jantung, pernapasan, kesadaran, serta pola makan dan tidur.

Batang otak terdiri dari 3 bagian, yaitu mesensefalon, pons dan medulla

oblongata.
Mesencephalon (Midbrain)
Mesencephalon adalah bagian teratas dari batang otak yang

menghubungkan cerebrum dan cerebelum. Otak tengah berfungsi dalam

halm mengontrol respon penglihatan, gerakan mata, pembesaran pupil

mata, mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.


Pons
Pons merupakan bagian dari batang otak yang berada di antara midbrain

dan medulla oblongata. Pons terletak di fossa kranial posterior. Di daerah

pons ini keluar saraf V dari aspek lateralnya.


Medulla Oblongata
Medulla oblongata adalah bagian paling bawah belakang dari batang otak

yang akan berlanjut menjadi medulla spinalis. Medulla oblongata juga

terletak di fossa kranial posterior.4-5

Diencephalon
o Merupakan bagian otak yang terletak dibagian atas dari batang otak dan di

depan mesencephalon.
o Terdiri dari talamus yang berfungsi untuk stasiun pemancar bagi impuls

yang sampai di otak dan medulla spinalis.


o Bagian yang kedua adalah hipotalamus yang berfungsi sebagai pusat

pengaturan suhu tubuh, selera makan dan keseimbangan cairan tubuh, rasa

lapar, sexualitas, watak, emosi.4-5

Cerebellum
Merupakan bagian otak yang terletak di bagian belakang otak besar.

Berfungsi sebagai pusat pengaturan koordinasi gerakan yang disadari dan

keseimbangan tubuh serta posisi tubuh.

9
Terdapat 2 bagian belahan yaitu belahan cerebellum bagian kiri dan

belahan cerebellum bagian kanan yang dihubungkan dengan jembatan

varoli yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari otot-otot belahan

kiri dan kanan.4-5

Medula Spinalis

Medulla spinalis disebut dengan sumsum tulang belakang dan terletak di dalam ruas-

ruas tulang belakang yaitu ruas tulang leher sampaia dengan tulang pinggang yang

kedua. Medulla spinalis berfungsi sebagai pusat gerak reflex dan menghantarkan

impuls dari organ ke otak dan dari otak ke organ tubuh.4-5

Mekanisme Kerja SSP

Sebanyak 100 milyar neuron yang diperkirakan terdapat di otak tersusun membentuk

anyaman kompleks yang memungkinkan kita secara bawah sadar mengaturvlingkungan

internal melalui sistem saraf, mengalami emosi, secara sadar mengontrol gerakan, menyadari

(mengetahui dengan kesadaran) tubuh kita sendiri dan lingkungan sekitar serta melakukan

fungsi-fungsi kognitif yang lebih luhur misalnya berpikir dan mengingat.

Tidak ada bagian otak yang bekerja sendiri terpisah dari bagian-bagian otak lain karena

anyaman neuron-neuron yang terhubung secara anatomis oleh sinaps dan neuron-neuron di

seluruh otak berkomunikasi secara ekstensif satu sama lain dengan cara listrik atau kimiawi.

Akan tetapi, neuron-neuron yang bekerja sama untuk akhirnya melaksanakan fungsi tertentu

cenderung tersusun dalam lokasi yang terpisah. Karena itu, meskipun merupakan suatu

keseluruhan yang fungsional, otak tersusun menjadi bagian-bagian yang berbeda.

Korteks serebri

10
Korteks serebri memegang peranan penting dalam proses sensoris dan motoris serta

bahasa.
Proses motoris

Korteks motoric primer terletak di lobus frontalis. Bagian ini melaksanakan

control volunteer atas gerakan yang dihasilkan oleh otot rangka. Korteks motoric

di masing-masing belahan otak terutama mengontrol otot di bagian tubuh yang

berseberangan (kontralateral). Jaras-jaras saraf yang berasal dari koreks motoric

hemisfer kiri meneberang sebelum turun menyusuri medulla spinalis untuk

berakhir di neuron motoric eferen yang memicu kontraksi otot rangka di sisi

kanan tubuh. Stimulai bagian korteks motoric primer berbeda menghasilkan

gerakan di bagian tubuh yang berbeda, Homunculus motoric, daerah representasi

tubuh pada korteks motoric, yang menggambarkan lokasi dan jumlah relative

korteks motoric yang didedikasikan untuk otot masing-masing bagian tubh,

terlihat terbalik dan terdistorsi. Pada beberapa bagian tubuh memiliki daerah

representasi yang sangat besar, menunjukkan tingkat control motoric yang tinggi

atas bagian-bagian tubuh tersebut. Luas representasi di korteks motoric setara

dengan ketepatan dan kompleksitas keterampilan motoric yang dibutuhkan oleh

masing-masing bagian tubuh.1-2

Proses sensoris
Korteks somatosensorik terletak di bagian depan masing-masing lobur

parietalis tepat di belakang sulkus sentralis. Ini adalah tempat pemrosesan awal di

korteks dan persepsi masukan somestetik serta masukan proprioseptif.

Propriosepsi adalah ksadaran akan posisi tubuh. Setiap bagian di dalam korteks

somatosensorik menerima masukan somesetik dan proprioseptif dari suatu bagian

spesifik di tubuh. Distribusi pemrosesan sensorik korteks ini terlihat pada

homunculus sensorik, daerah representasi pada korteks somatosensorik.1-2

11
Korteks somatosensorik di masing-masing sisi otak umumnya menerima

masukan sensorik dari sisi tubuh yang berlawanan karena kebanyakan jalur

asendens yang memawa informasi sensoris ke medulla spinalis menyeberang ke

sisi yang berlawanan untuk akhirnya berakhir di korteks.1-2


Proses bahasa
Bahasa adalah bentuk ompleks komunikasi di mana kata yang dituli atau

diucapkan menyibolkan benda dan menyampaikan gagasan. Bahasa melibatkan

integrasi dua kemampuan berbeda yaitu ekspresi (kemampuan berbicara) dan

pemahaman yang masing-masing berkaitan dengan bagian tertentu korteks.

Daerah primer korteks yang khusus untuk bahasa adalah daerah Broca dan daerah

Wernicke.1-2
Daerah broca, yang mengendalikan kemampuan berbicara, terletak di lobur

frontalis kiri berdekatan dengan daerah motoric korteks yang mengontrol otot-otot

untuk artikulasi.1-2
Daerah Wernicke yang terletak di korteks kiri di pertemuan antara lobus

parietalis, temporalis dan oksipitalis, berkaitan dengan pemahaman bahasa.

Bagian ini berperan penting dalam pembahaman bahasa lisan dan tulisan. Selain

itu, daerah Wernicke bertanggung jawab dalam memformulasikan pola koheren

bira yang disalurkan melalui berkas-berkas serat ke daerah Broca, yang pada

gilirannya mengontrol artikulasi bicara. Daerah Wernicke menerima input dari

korteks penglihatan di lobus oksipitalis, suatu jalur yang penting untuk memahami

tulisan dan menjelaskan benda yang dilihat, serta dari korteks auditorius di lobus

temporalis, suatu jalur yang esensial untuk memahami bahasa lisan daerah

Wernicke juga mendapat input dari korteks somatosensorik, suatu jalur yang

penting dalam kemampuan membaca Braille. Jalur-jalur interkoneksi antar

daerah-daerah korteks ini berperan dalam berbagai aspek bicara.1-2

12
Basal ganglia, thalamus dan hypothalamus
Ganglia basalis memiliki peran kompleks dalam mengontrol gerakan,

khususnya adalan untuk menghambat tonus otot di seluruh tubuh, memilih dan

mempertahankan aktivitas motoric bertujuan sementara menekan pola gerakan yang

tidak berguna dan tidak diinginkan, membantu memantau dan mengoordinasikan

kontraksi lambat yang menetap, terutama yang berkaitan dengan postur dan

penopangan. Ganglia basalis juga tidak secara langsung mempengaruhi euron motoric

eferen yang melaksanakan kontraksi otot, tetapi berfungsi memodifikasi aktivitas jalur

motoric yang sedang berjalan.1-2


Thalamus berfungsi sebagai stasiun pemancar dan pusat integrasi sinaps untuk

pemrosesan awal semua input sensorik dalam perjalanannya ke korteks. Bagian ini

menyaring sinyal tak signifikan dan meneruskan impuls sensorik penting ke daerah

korteks somatosensorik yang sesuai serta ke bagian lain otak. Bersama dengan batang

otak dan daerah asosiasi korteks, thalamus penting dalam kemampuannya

mengarahkan perhatian ke rangsangan yang menarik. Thalamus juga mampu

mengetahui secara kasar berbagai jenis sensasi tetapi tidak dapat membedakan lokasi

atau intensitas sensasi tersebut. Thalamus juga berperan penting dalam control

motoric dengan memperkuat perilaku motoric volunteer dimulai di korteks.1-2

13
Hipotalamus adalah kumpulan nucleus-nukleus spesifik dan serat-serat terkait

yang terletak di bawah thalamus. Ini adalah pusat integrasi bagi banyak fungsi

homeostatic serta berfungsi sebagai penghubung penting antara sistem saraf otonom

dan sistem endokrin. Hypothalamus berfungsi untuk mengontrol suhu tubuh,

mengontrol rasa haus dan pengeluaran urin, mengontrol asupan makanan, mengontrol

sekresi hormone hipofisis anterior, menghasilkan hormone-hormon hipofisis posterior,

mengontrol kontraksi uterus dan ejeksi air susu, berfungsi sebagai pusat koordinasi

sitem saraf otonom utama yang pada gilirannya mempengaruhi semua otot polos, otot

jantung dan kelenjar eksokrin, berperan dalam pola emosi dan perilaku, dan ikut serta

dalam siklus tidur-jaga.1-2


Serebellum
Di serebellum ditemukan lebih banyak neuron individual daripada di bagian otak

lainnya. Secara spesifik, bagian-bagian serebellum melakukan fungsi-fungsi sebagai

berikut :
Vestibuloserebellum untuk mempertahankan keseimbangan dan control gerak

mata
Spinoserebelum untuk meningkatkan tonus otot dan mengkoordinasikan

gerakan volunteer terampil.


Serebroserebelum berperan dalam perencanaan dan inisiasi aktivitas volunter

dengan memberikan masukan ke daerah motoric korteks serta merupakan

bagian serebelum yang menyimpan ingatan procedural.1-2

Struktur Makroskopis Sistem Saraf Perifer

Sistem Saraf perifer merupakan system saraf yang menghubungkan semua bagian tubuh

dengan system saraf pusat.


Sistem saraf pada otak merupakan sistem saraf yang berpusat pada otak dan dibedakan

menjadi 12 pasang saraf yaitu4-5 : (lihat tabel 1)


Tabel 1. Sistem Saraf Cranial4-5

14
No Nama saraf Jenis saraf Menuju Fungsi
I Olfaktorius Sensorik Pusat pembau Berkaitan

dengan

penciuman
II Opticus Sensorik Retina mata Berkaitan

dengan

penglihatan
III Oculomotoris Motorik Otot bola mata Menggerakan

dan otot bola mata (kiri

kelopak mata dan kanan)


Untuk

akomodasi dan

kontraksi iris
IV Trochlearis Motorik Oto bola mata Untuk

memutar bola

mata
V Trigeminus Motorik Membawa
a. Ophtalmica Kelopak mata
impuls yang
b. Maxilla atsa, bola mata,
berkaitan
kelenjar
c. Mandibula dengan sensai
lakrimal
rasa, nyeri,
Mukosa hidung,
raba dan suhu.
langit-langit

rongga mulut,

taring, gigi atas,

pipi dan

kelopak mata

15
bawah.
Lidah bagian

atas (bukan

pengecap), gigi

bawah dan

rahang bawah.
VI Abdusen Motorik Otot penggerak Pergerakan

bolamata rektus lateral


VII Facial Motorik Lidah bagian Mempengaruhi

oengecap pergerakan

anterior otot-otot

rahang, wajah,

kepala serta

ekskresi

kelenjar ludah

dan air mata.


VII Vestibulo koklear Sensorik Koklea telinga, Berkaitana

I vestibula dan dengan

kanal pendengaran

semisirkularis dan

keseimbangan.
IX Glossopharingeus Motorik Lidah pengecap, Mempengaruhi

tonsil langit- pergerakan otot

langit mulut, faring dan

kulit telinga lidah.


X Vagus Motorik Faring, laring, Mempengaruhi

trakea, bronkus, pergerakan

16
pulmo, menelan,

lengkung aorta stimulasi

kelenjar

lambung, usus,

hati dan

pankreas.
XI Accesorius Motorik Otot Mengkoordinas

sternokleidomas i gerakan bahu

toid dan otot dan leher.

trapezius
XII Hipoglossus Motorik Otot lidah Berkaitan

dengan

kegiatan

menelan dan

berbicara.

Sistem saraf sumsum spinalis

Sistem saraf sumsum spinalis merupakan sistem saraf yang berpusat pada

medula spinali (sumsum tulang belakang) yang berjumlah 31 pasang saraf yang

terbagi sepanjang medula spinalis, 31 pasang saraf tersebut adalah4-6 : (lihat tabel 2).

Tabel 2 : Sistem Saraf Sumsum Spinalis4-6

Jumlah Medula spinalis Menuju

daerah
8 pasang Servix Kulit kepala, leher dan otot tangan
12 pasang Punggung Organ-organ dalam

17
5 pasang Lumbal/pinggang Paha
5 pasang Sakral/kelangkang Otot betis, kaki dan jari kaki
1 pasang Koksigeal Sekitar tulang ekor

Setiap saraf berhubungan dengan medulla spinalis melalui 2 akar yaitu radix

dorsalis (aferen/sensorik) yang memiliki ganglion spinalis yang unipolar dan radix

ventralis (eferen/motoric) yang terdiri atas akson-akson neuron multipolar dan keluar

dari foramen intervertebrale di bawah vertebra yang senama kecuali C1. 4,6

Plexus cervicalis (C1-4) akan membentuk cabang sensible berupa N. occipitalis

minor, N. auricularis magnus, N. cutaneus colli/N. transversus coli, Nn.

Supraclaviculares anterior, media dan posterior, serta cabang motoric berupa N.

sternocleidomastoideus, N. accessories, N. trapezius dan N. phrenicus.6

Plexus brachialis dibentuk dari 3 fasciculus yaitu fasciculus posterior yang

akan bercabang menjadi N. axillaris dan N. radialis, fasciculus media yang akan

bercabang menjadi N. medialis dan N. cutaneous, dan fasciculus lateral yang akan

bercabang menjadi N. medialis dan N. musculocutaneus.6

Plexus lumbalis (L1-4) akan bercabang menjadi N. femoralis, N. obturatorius,

N. cutaneous femoris lateralis, N. ilio-inguinalis, N. genitofemoralis dan truncus

lumbosacralis.6

Plexus sacralis (L5-S3) akan bercabang menjadi truncus lumbosacralis, N.

gluteus superior, N. gluteus inferior, N. obturator internus, N. quadratus femoris, N.

ischiadicus, N. pudendus dan N. cutaneous femoris posterior.6

Mekanisme Kerja Sistem Saraf Perifer

18
Sistem saraf perifer dibagi menjadi 2 yaitu :

Sistem saraf otonom


Jalur saraf otonom terdiri dari suatu rantai 2 neuron,dengan neurotransmitter terakhir

yang berbeda antara saraf simpatis dan parasimpatis. Sistem saraf otonom terdiri dari

system saraf simpatis dan parasimpatis.S erat-serat saraf simpatis berasal dari daerah

torakal dan lumbal korda spinalis. Sebagian serat praganglion simpatis berukuran sangat

pendek,bersinaps dengan badan sel neuron pascaganglion didalam ganglion yangb terdapat

di rantai ganglion simpatis yang terletak di kedua sisi korda spinalis. Serat pascgangliion

panjang yang berasal dari rantai ganglion itu berakhir pada organ-oragn efektor. Sebagian

serat praganglion melewati rantai ganglion tanpa membentuk sinaps dan kemudian

berakhir di ganglion kolateral simpatis yang terletak sekitar separuh jalan antara SSP dan

organ-organ yang dipersarafi,dengan saraf pascaganglion menjalani jarak sisanya.1-2


Serat-serat praganglion parasimpatis berasal dari daerah cranial dan sacral (sebagian

saraf kranialis mengandung serat parasimpatis). Serat-serat ini berukuran lebih panjang

dibandingkan dengan serat praganglion simpatis karena serat-serat itu tidak terputus

sampai mencapai ganglion terminal yang terletak didalam atau dekat organ efektor.Serat-

serat pascaganglion yang sangat pendek berakhir di sel-sel organ yang bersangkutan itu

sendiri. 1-2
Serat-serat praganglion simpatis dan parasimpatis mengeluarkan neurotransmitter

yang sama,yaitu asetilkolin,tetapi ujung-ujung pascaganglion kedua system ini

mengeluarkan neurotransmitter yang berlainan (neurotransmitter yang mempengaruhi

organ efektor).Serat-serat pascaganglion parasimpatis mengeluarkan aseilkolin. Dengan

demikian,serat-serat itu bersama dengan semua serat praganglion otonom disebut sebagai

kolinergik.Sebaliknya,sebagian serat pascaganglion simpatis disebut serat adrenergic

karena mengeluarkan noreadrenalin (norepinefrin). Baik asetilkolin maupun norepinefrin

juga berfungsi sebagai zat perantara kimiawi di bagian tubuh lainnaya.1-2

19
Serat-serat otonom pascaganglion tidak berakhir pada sebuah tonjolan seperti kepala

sinaps (synaptic knob),namun cabang-cabang terminal dari serat otonom mengandung

banyak tonjolan (varicosities) yang secara simultan mengeluarkan neurotransmitter ke

daerah luas pada organ yang dipersarafi dan bukan ke sebuah sel. Pelepasan

neurotransmitter yang bersifat difusi ni,disertai kenyataan bahwa di otot polos atau jantung

setiap perubahan aktivitas listrik akan disebarkan melalui gap junction,memiliki arti bahwa

keseluruhan organ biasanya dipengaruhi aktivitas otonom bukan sel satu per satu. Sistem

saraf otonom mengatur aktivitas alat-alat dalam (visceral) yang dalam keadaan normal di

luar kesadaran dan control volunter,misalnya sirkulasi,pencernaan,berkeringat dan ukuran

pupil.Dengan demikian,system ini dianggap sebagai cabang involunter divisi

eferen,berbeda dengan cabang volunteer somatic,yang mempersarafi otot rangka dan dapat

dikontrol secara volunteer.Namun,tidak seluruhnya benar bahwa individu tidak memiliki

kontrol trehadap aktivitas yang diatur oleh system otonom.Informasi aferen visceral

biasanya tidakmencapai tingkat kesadaran,sehingga individu tidak mungkin secara sadar

mengontrol keluaran eferen yang timbul.Namun,dengan teknik-teknik biofeedback

individu dapat diberi suatu sinyal sadar mengenai informasi aferen visceral.misalnya

dalam bentuk suara,cahaya,atau tampilan grafik pada latar computer.1-2


Sebagian besar organ visceral dipersarafi oleh serat saraf simpatis dan

parasimpatis.Sistem saraf simpatis dan parasimpatis menimbulkan efek yang bertentangan

pada organ tertentu.Stimulasi simpatis meningkatkan kecepatan denyut jantung,sementara

stimulasi parasimpatis menurunkannya.Stimulasi simpatis memperlambat gerakan saluran

pencernaan,sedangkan stimulasi parasimpatis meningkatkan motilitas saluran pencernaan.


1-2

Kedua system meningkatkan aktivitas beberapa organ dan menurunkan aktivitas

organ-organ yang lain. Sistem saraf simpatis meningkatkan respons-respons yang

mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik yang berat dalam menghadapi

20
situasi penuh stress atau darurat,misalnya ancaman fisik dari lingkungan luar.Respons

semacam ini biasanya disebut sebagai fight or flight response,karena system simpatis

mempersiapkan tubuh untuk melawan atau melarikan diri dari ancaman.Pikirkan tentang

sumber-sumber pada tubuh yang diperlukan pada keadaan seperti ini.Jantung berdenyut

lebih cepat dan lebiuh kuat,tekanan darah meningkat karena konstriksi umum pembuluh

darah.,saluran pernafasan terbuka lebar untuk memungkinkan aliran udara

maksimal,glikogen dan simpanan lemak dipecahkan untuk menghasilkan bahan baker

tambahan dalam darah,dan pembuluh-pembuluh darah yang mendarahi otot-otot rangka

berdilatasi.Semua respons ini ditujukan untuk meningkatkan aliran darah yang kaya

oksigen dan nutrisi ke otot-otot rangka sebagai antisipasi terhadap aktivitas fisik yang

berat.Selanjutnya pu[il berdilatasi dan mata menyesuaikan diri untuk melihat jauh,yang

menungkinkan individu membuat penilaian visual yang cepat mengenai situasi

keseluruhan yang mengancam.Terjadi peningkatan berkeringat sebagai antisipasi terhadap

peningkatan produksi panas yang berlebihan akibat aktivitas fisik.Karena aktivitas

pencernaan dan berkemih kurang penting dalam menghadapi ancaman,system simpatis

menghambat aktivitas-aktivitas ini. Sistem parasimpatis,di pihak lain mendominasi pada

situasi yang tenang dan rileks.1-2


Pada keadaan-keadaan yang tidak mengancam,tubuh dapat memusatkan diri pada

aktivitas rumah tangga umumnya sendiri,misalnya pencernaan dan pengosongan

kandung kemih.Sistem parasimpatis mendorong fungsi-fungsi tubuh seperti ini,sementara

memperlambat aktivitas-aktivitas yang ditingkatkan oleh system simpatis.Sebagai

contoh,tatkala seseorang sedang dalam keadaan tenang,jantung tidak perlu berdenyut

dengan cepat dan kuat. Inhibisi system saraf parasimpatis oleh kokain mungkin merupakan

factor utama dalam kematian mendadak yang disebabkan oleh kelebihan dosis

kokain.Apabila kokain menghambat rem parasimpatis yang bersifat protektif,system

simpatis dapat meningkatkan kecepatan denyut jantung tanpa kendali.Kematian mendadak

21
timbul jika denyut jantung menjadi terlalu cepat dan tidak teratur,sehingga daya pompa

jantung tidak adekuat.1-2


Sistem saraf somatic
Neuron motoric menyarafi otot rangka. Otot rangka disyarafi oleh neuron motoric yang

aksonnya membentuk sistem saraf somatic. Badan sel dari hampir semua neuron motoric

berada di dalam tanduk (kornu) ventral medulla spinalis. Satu-satunya pengecualian badan

sel neuron motoric yang menyarafi otot di kepada berada di batang otak, tidak seperti

rangkaian 2 neuron pada serat saraf otonom, akson neuron motoric berlanjut dari asalnya

di SSP hingga ujungnya di otot rangka. Terminal akson neuron motoric mengeluarkan

asetilkolin yang menimbulkan eksitasi dan kontraksi sel-sel otot yang disyarafi. Neuron

motoric hanya dapat merangsang otot rangka, berbeda dengan serat otonom, yang dapat

merangsang atau menghambat organ efektor. Sistem somatic berada di bawah control

kesadaran, tetapi banyak aktivitas otot rangka yang melibatkan keseimbangan, postur dan

gerakan stereotipik dikontrol secara bawah sadar.2

Vitamin Neurotropik dan Peranannya bagi tubuh

Vitamin neurotropic adalah vitamin yang berguna untuk sistem saraf. Ada 3 jenis

vitamin ini yaitu B1 (tiamin), B6 (piridoksin) dan B12 (kobalamin). Vitamin B1 atau yang biasa

disebut tiamin memiliki peran yang sangat penting dalam metabolism penghasil energy,

khususnya metabolism karbohidrat. Tiamin difosfat adalah koenzim untuk tiga kompleks

multi enzim yang mengkatalisis reaksi dekarboksilasi oksidatif. Selain itu tiamin difosfat juga

merupakan koenzim untuk transketolase pada jalur pentose fosfat. Tiamin trifosfat memiliki

peran dalam hantaran saraf, senyawa ini memfosforilasi kanal klorida di membrane saraf.

Peran tiamin difosfat dalam piruvat dehydrogenase memiliki arti bahwa pada defisiensi akan

terjadi gangguan perubahan piruvat menjadi asetil KoA.7

22
Vitamin B6 atau yang biasa disebut piridoksin dan beberapa keturunannya dengan

koenzimnya yang aktif adalah piridoksal fosfat. Piridoksal fosfat ini adalah suatu koenzim

bagi banyak enzim yang terlibat dalam metabolism asam amino, khuusnya transaminase dan

dekarboksilasi. Vitamin ini juga merupakan kofaktor glikogen fosforilase dan gugus fosfat

pentin guntuk katalisis. Selain itu, B6 penting bagi kerja hormone steroid. Pada defisiensi

vitamin B6, terjadi peningkatan kepekaan terhadap kerja estrogen, androgen, kortisol, vitamin

D konsentrasi rendah. Defisiensi tingkat sedang menyebabkan kelainan metabolism triptofan

dan metionin.7

Vitamin B12 atau yang biasa disebut kobalamin diserap dalam keadaan terikat pada

factor intrinsic, suatu glikoprotein kecil yang disekresikan oleh sel parietal mukosa lambung.

Asam lambung dan pepsin membebaskan vitamin dari ikatan dengan protein dalam makanan

dan menyebabkan vitamin dapat berikatan dengan kobalofilin, suatu protein pengikat yang

disekresikan di air liur. Metionin sintase adalah enzim yang dependen pada vitamin B 12.

Fungsi dari metionin sintase ini adalah untuk membentuk gugus metil pada tempat-tempat

yang diperlukan adanya gugus metil untuk berfungsi. Defisiensi dari B 12 ini akan

menyebabkan terjadinya anemia pernisiosa, terjadi jika defisiensi vitamin ini mengganggu

metabolism asam folat yang menyebabkan defisiensi folat fungsional. Hal ini akan

mengganggu eritropoiesis sehingga precursor imatur eritrosit dibebaskan ke dalam sirkulasi

(anemia megaloblastik). Penyebab terjadinya anemia ini adalah kegagalan penyerapan

vitamin tersebut dan bukan defisensi dari makanan.7

Kesimpulan

Sistem saraf adalah sistem yang sangat penting bagi tubuh kita. Tanpa adanya sistem saraf

kita tidak mungkin bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara normal. Dengan adanya

23
vitamin neurotropic yang juga menunjang kerjanya sistem saraf tersebut dapat membuat kita

bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal dan tanpa gangguan.

Daftar Pustaka

1. Barret KE, Barman SM, Boitano S, Brooks HL. Ganongs review of medical

physiology. 23rd ed. New York:McGraw-Hill;2010:p.167-289


2. Sheerwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. ed 6. Jakarta : EGC : 2009:p.145-

265
3. Ross MH, Pawlina W. Histology a text and atlas with correlated cell and molecular

biology. 6th ed. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins ; 2011 : 352-89
4. Waxman SG. Clinical neuroanatomy. 26th ed. New York : McGraw-Hill;2010:43-266
5. Paulsen F, Waschke J. Sobotta atlas anatomi manusia. ed 23. Jilid 1. Jakarta : EGC :

2010 :231-341
6. Paulsen F, Waschke J. Sobotta atlas anatomi manusia. ed 23. Jilid 3. Jakarta : EGC :

2010 : 194-217, 326-74


7. Bender DA. Mikronutrien:vitamin dan mineral. Dalam:Murray RK, Bender DA,

Botham KM, etc. Biokimia Harper. Ed 29. Jakarta:EGC;2012 : h. 603-11

24