Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI DASAR
Keanekaragaman Mikroorganisme (Bakteri)

OLEH :

NAMA : NUR MUH. ABDILLAH S.


NIM : Q1A1 15 213
KELAS : TPG C

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
2015
I . PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Mikroorganisme merupakan organisme yang berukuran sangat kecil sehingga

perlu menggunakan suatu alat seperti mikroskop karena tidak dapat dilihat dengan

mata telanjang. Keanekaragaman mikroorganisme di dunia ini sangat beragam

sperti baketri, virus maupun jamur.


Pertumbuhan adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan

(nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya.

Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi yang disediakan dari media berupa

molekul-molekul yang selanjutnya dirakit untuk menyusun komponen sel dan

memperbanyak diri sehingga sel-sel tersebut dapat dimanfaatkan. Dengan adanya

media pertumbuhan dapat dilakukan isolasi mikroorganisme menjadi kultur

tunggal dan juga memanipulasi mikroorganisme yang didapatkan untuk

kepentingan tertentu.
Pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh adanya nutrisi dan faktor

lingkungan. Bahan nutrisi yang digunakan mikrorganisme biasanya berupa

senyawa sederhana yang tersedia secara langsung atau berasal dari senyawa yang

kompleks yang kemudian dipecah oleh mikrorganisme menjadi senyawa yang

sederhana melalui proses enzimatik. Bahan nutrisi dalam media ini dapat berupa

cairan atau padatan setengah padat.

Pengaruh mikroorganisme terhadap kehidupan manusia dimulai sejak bayi

dilahirkan. Setelah bayi lahir, ia akan berhubungan dengan mikroorganisme yang

ada di alam bebas dan orang-orang yang disekitarnya. Mikroorganisme tersebut


akan tumbuh dan berkembang biak serta mengadakan kolonisasi pada permukaan

tubuh seperti kulit, kuku, serta permukaan bagian dalam tubuh. Mikroorganisme

adalah agen penyebab infeksi. Dunia mikroorganisme yang mempengaruhi

kehidupan manusia terdiri atas bakteri, virus, dan jamur. berdasarkan uraian di

atas maka perlu di lakukan praktikum mengenai Keanekaragaman

Mikroorganisme (Bakteri).
1.2. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman

mikroorganisme di alam.

II . TINJAUAN PUSTAKA
Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat

kecil. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk

melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan,

menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme

memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus

mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada

interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat

yang tinggi pula. Akan tetapi, karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada

tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian

enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan.
Enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk pengolahan bahan makanan akan

diproduksi bila makanan tersebut sudah ada (Kusnadi, 2007).

Mikroorganisme terdapat didalam tanah, air,udara maupun pada mahluk

hidup termaksud pada jarinagan tubuh kita sendiri (kulit dan selaput

lendir).Mikroorganisme mampu tumbuh dengan baik bila tersedia media atau

makanan sebagai substratnya.(Utami, 2005).

Pembiakan mikroorganisme dalam laboratorium memerlukan medium yang

berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan

mikroorganisme. Zat hara digunakan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan,

sintesis sel, keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan. Lazimnya,

medium biakan berisi air, sumber energi, zat hara sebagai sumber karbon,

nitrogen, sulfur, fosfat, oksigen, hidrogen serta unsur-unsur sekelumit (trace

element). Dalam bahan dasar medium dapat pula ditambahkan faktor-faktor

tumbuhan berupa asam amino, vitamin dan nuleotida. Medium biakan yang

digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme dalam bentuk padat, semi padat

dan cair. Metode agar-cawan merupakan metode yang paling sering dipakai.

Metode ini telah lama digunakan dalam penetapan mikroorganisme yang terdapat

dalam tanah yang terbawa erosi, air, air selokan, hasil pertanian dan makanan.

Prinsip penetapan jumlah mikroorganisme dalam bahan tersebut adalah sama

(Waluyo, 2005).

Isolasi bakteri dikarakterisasi dengan menumbuhkan pada medium dan

dilakukan pengamatan meliputi pertumbuhan koloni bakteri pada medium agar

miring yaitu bentuk pertumbuhan pada bekas goresan, pertumbuhan koloni bakteri
pada medium agar tegak yaitu bentuk pertumbuhan pada bekas tusukan dan

pertumbuhan koloni bakteri pada medium agar lempeng yaitu bentuk, tepian,

elevasi, permukaan warna, diameter koloni dan konfigurasi. Berdasarkan hasil

identifikasi secara mikrobiologis maupun fisiologis melalui uji biokimia

ditemukan tujuh isolat bakteri yang termasuk kedalam bakteri patogen maupun

non patogen (Rahmaningsih, 2012).

III . METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Praktikum ini Bertempat di Laboratorium Agroteknologi Unit Ilmu Hama

Penyakit Tumbuhan. Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian, Universitas Halu

Oleo pada hari kamis, tanggal 22 Oktober 2015, pukul 10.00 Sampai selesai.

3.1. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah : Lampu bunsen, pingset,

batang perata, cawan petri, tabung reaksi/microtube, gabus, dan pipet mikro

beserta tipnya.
Bahan yang di gunakan pada praktikum ini adalah : Media biakan nutrient

agar (NA), alkohol 70%, dan minuman cendol.


3.3. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah :

1. Masing-masing kelompok menyediakan :

a. Menyediakan biakan media nutrient agar (NA).

b. Menimbang sampel minuman cendol masing-masing satu gram.

c. Memasukkan sampel minuman cendol tersebut dalam 9 ml air steril dalam

tabung reaksi secara terpisah lalu vortek selama 5 menit.

d. Mengambil masing-masing 1 ml dari ke dua tabung tersebut dan

memasukkan ke dalam tabung. Lakukan pengenceran secara berseri hingga

pengenceran 10-8 dan 10-7 (untuk minuman cendol) pada microtube yang

berisi air steril sebanyak 0,9 ml.

e. Masing-masing pada pengenceran 10-7 dan 10-8 dari sampel minuman

cendol di sebar di cawan petri yang berisi media NA.

2. Menginkubasi piringan pada posisi terlungkap, di dalam kantung plastik selama

2-3 hari dengan temperatur 37OC.

3. Menggambarnya (jika perlu ambil fotonya) dan amati penampakan koloni

dalam media.

4. Pilihlah 3 koloni yang terisolasi dari pertumbuhan mikroba lainnya dan catat

karakter morfologinya.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Hasil pengamatan pada praktikum ini adalah, sebagai berikut :

N Kode Ukuran Pigme- Karakter Bentuk Elev- Permu Mar


O Isolat Koloni Ntasi Optik ansi - -gin
kaan
1. 10-7 Titik Kuning Opaque Circu- Con- halus Enti-
lar vex re
2. 10-7 Kecil Putih Opaque Circu- Con- Berke- Enti-
lar vex rut re
3. 10-7 Sedang Putih Opaque Circu- Con- Halus Enti-
lar vex re
4. 10-7 Besar Bening Translu- Irreg- Umbo Halus Und
cent ular -nate ulate
5. 10-8 Titik Bening Translu- Irreg- Con- Halus Enti-
cent ular vex re
6. 10-8 Kecil Kuning Opaque Circu- Con- Halus Enti-
lar vex re
7. 10-8 Sedang Putih Opaque Filame- Umbo Kasar Serr-
ntous -nate ate
8. 10-8 Besar Bening Translu- Irreg- Umbo Berke- Lob-
cent ular -nate rut ate

4.2. Pembahasan

Pada percobaan ini digunakan media NA padat yang dicairkan terlebih

dahulu. Disiapkan 2 buah mikro tub yang telah diisi aquadest 1000ml dan ditandai

masing-masing dilakukan dengan cara pengenceran 10-7 dan 10-8. Suatu sampel

yaitu minuman cendol yang mengandung campuran bermacam-macam spesies

mikroba diambil 1 ml kemudian dicampurkan aquadest 10ml (dihomogenkan),

kemudian diencerkan dalam mikro tub 10-7 dan dihomogenkan sampai

pengenceran 10-8. Dari hasil pengenceran 10-7 dan 10-8 kemudian diambil 100ml

lalu dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah berisi lempeng media NA padat,

disebar hingga rata dan mengering lalu merekatkan pinggiran cawan petri dengan

menggunakan selotip dan dimasukkan ke dalam inkubator pada suhu 370C selama

48 jam.

Setelah media biakan di ingkubasi selama 48jam, kemudian dilakukan

pengamatan morfologi bakteri meliputi ukuran koloni, pigmentasi (warna

bakteri), ukuran koloni, karakter optik, bentuk, elevansi, permukaan, margin. Pada

proses pengenceran 10-7 dan 10-8 hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel hasil

pengamatan.
V . PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan dapat di ambil kesimpulan

sebagai berikut : media pada pengenceran 10-7 dan 10-8 menimbulkan 3 macam

pigmentasi warna yang sama yaitu merah, kuning dan putih susu. Namun, pada

media pengenceran 10-7 dan 10-8 memiliki ukuran koloni, karakter optik, bentuk,

elevansi, permukaan, dan margin yang berbeda.

5.2. Saran

Saran yang dapat saya berikan pada kegiatan praktikum selanjutnya

tentang teknik biakan murni adalah Menggunakan alat-alat gelas yang steril agar

bakteri dapat tumbuhan dengan baik. Yang perlu diperhatikan pula yaitu pada saat

melakukan penuangan agar harus dilakukan secara hati-hati. Pada saat melakukan
pengamatan sebaiknya praktikan harus betul-betul teliti dalam melihat pigmentasi

warna bakteri dan lain-lain karena pengamatan yang kurang teliti dapat

mempengaruhi penulisan hasil.

DAFTAR PUSTAKA

Kusnadi, 2007. Mikrobiologi. Malang: JICA.

Rahmaningsih S, 2012. Bakteri Patogen dari Perairan Pantai dan Kawasan


Tambak di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Edisi Kelima. Erlangga :
Jakarta.
Utami . 2005. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga.

Waluyo, Lud. 2005. Mikrobiologi Umum. UMM Press : Malang.