Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI DASAR
Teknik Biakan Murni

OLEH :

NAMA : NUR MUH. ABDILLAH S.


NIM : Q1A1 15 213
KELAS : TPG C

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
2015
I . PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Populasi mikroba yang ada dialam sekitar kita ini sangatlah besar dan

cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap tubuh kita, alam

disekitar kita baik itu tanah, air maupun udara juga dihuni oleh kumulan

mikroorganisme. Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai

habitat ini memerlukan tehnik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit

ini atau biasa dikenal dengan biakan campuran. Menjadi spesies yang berbeda-

beda yang dikenal dengan istilah biakan murni. Biakan murni ini berawal dari satu

populasi sel saja yang semuanya berasal dari satu sel induk.
Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau

memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan sehingga diperoleh kultur atau

biakan murni. ada beberapa cara umum yang dapat dilakukan dengan cara goresan

(steak plate), cara taburan atau tuang (pour plate), serta mikromanipulator (the

micromanipulator methods). Secar alami, bakteri di alam ditemukan dalam

populasi campuran. Hanya dalam keadaan tertentu saja populasi ini ditemukan

dalam keadan tertentu saja populasi ini ditemukan dalam keadaan murni . Untuk

dapat mempelajari sifat biakan, morfologi, dan sifat faalinya, maka organisme

yang akan diteliti harus dapat dipisahkan. Ini berarti bahwa haruys ada biakan

murni yang hanya mengandung satu jenis bakteri saja.

Persyaratan utama bagi isolasi dan kultuvasi fage adalah harus adanya

kondisi optimum untuk pertumbuhan organisme inangnya. Sumber bakteriofag

yang paling baik dan paling utama adalah habitat inangnya. Hal ini dilakukan
dengan sentifugasi atau filtrasi bahan sumbernya dan penambahan kloroform

untuk membunuh sel-sel bakterinya.

Untuk memperoleh biakan murni dapat dilakukan pengenceran dengan

menggunakan bahan cair atau padat. Pada mulanya digunakan gelatin sebagai

bahan pemadat. Teknik untuk memperoleh biakan murni ada 3 cara, yaitu teknik

penggoresan agar, teknik agar tuang dan teknik agar sebar. berdasarkan uraian di

atas maka perlu di lakukan praktikum mengenai Teknik Biakan Murni.

1.2. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk melatih praktikan cara membuat

biakan murni dengan metode pengenceran dan metode gores.

II . TINJAUAN PUSTAKA

Dialam bebas tidak ada mikroba yang hidup tersendiri terlepas dari spesies

yang lain seringkali mikroba pathogen kedapatan secara bersama-sama dengan

mikroba saprobe (saprobakteri). Dalam teknik biakan murni tidak saja diperlukan

bagaimana memperoleh suatu biakan murni, tetapi juga bagaimana memelihara

serta mencegah pencernaan dari luar. Medium untuk membiakan mikroba


haruslah steril sebelum digunakan pencermaran (kontaminasi) dari luar terutama

berasal dari udara yang mengandung banyak mikroorganisme. (Waluyo, 2007).

Mikroorganisme dibiakan di laboratorium yang terdiri dari bahan nutrient.

Biasanya pemilihan medium yang dipakai bargantung pada banyak faktor seperti

apa jenis mikroorganisme yang akan ditumbuhkan. Perbenihan untuk

pertumbuhan bakteri agar dapat tetap dipertahankan harus mengandung sema zat

makanan yang diperlukan oleh mikroorganisme tersebut. Faktor lain seperti pH,

suhu, dan pendimginan harus dikendalikan dengan baik. (Buckle, 2007).

Ada beberapa cara yang digunakan untuk bakteri, fungi, dan khamir dengan

metode garis, metode tuang, metode sebar, metode penuangan, serta

micromanipulator. Dua diantaranya yang paling sering banyak digunakan adalah

teknik cawan tuang dan cawan gores. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip

yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian rupa sehingga individu

species dapat dipisahkan (Plezar, 2006).

Ada beberapa cara yang digunakan untuk bakteri, fungi, dan khamir

dengan metode garis, metode tuang, metode sebar, metode penuangan, serta

micromanipulator. Dua diantaranya yang paling sering banyak digunakan adalah

teknik cawan tuang dan cawan gores. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip

yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian rupa sehingga individu

species dapat dipisahkan (Plezar, 2006).

Selain untuk tujuan diatas medium juga memiliki fungsi lain seperti

tempat untuk mengisolasi, seleksi, evaluasi dan differensiasi biakan yang

didapatkan. Agar tiap-tiap medium memiliki karakteristik yang sesuai dengan


tujuan sehingga seringkali digunakan beberapa jenis zat tertentu yang mempunyai

pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba(Suriawiria,

2005).

III . METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Praktikum ini Bertempat di Laboratorium Agroteknologi Unit Ilmu Hama

dan Penyakit Tumbuhan. Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian, Universitas

Halu Oleo pada hari kamis, tanggal 12 November 2015, pukul 10.00 Sampai

selesai.
3.1. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah : Lampu bunsen, jarum

ose, penebar/glas road, hot plate, lamina air flow, dan cawan petri.
Bahan yang di gunakan pada praktikum ini adalah : Cawan petri berisi

nutrient agar (NA), koloni yang akan di murnikan, dan alkohol 70%.

3.3. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah :

Teknik Penggoresan Agar (strake plate method).

1. Menyiapkan agar lempengan.

2. Menggoyangkan tabung reaksi yang berisi suspensi biakan. Suspensi tidak

boleh membasahi kapas penutup.

3. Memijarkan lup inkulasi pada api bunsen hingga merah.

4. Mendinginkan lup inkulasi.

5. Membuka kapas penutup tabung dan panaskan mulut tabung, kapas

penutup tetap di pegang.

6. Dengan lup inkulasi yang dingin, ambillah 1 mata lup inkulasi suspensi

bakteri.

7. Memaanaskan kembali mulut tabung dan tutup tabung dengan kapas

penutup.

8. Menggores lempengan agar dengan lup inkulasi. Lup inkulasi jangan

melukai lempengan agar.

9. Memijarkan lup inkulasi sebelum di gunakan kembali.


10. Menginkubasi piringan pada posisi terlungkup, di dalam kantung plastik

selama 24 jam dengan temperatur 370C.

Teknik Agar Sebar

1. Menyiapkan Suspensi bakteri dari praktikum sebelumnya(Tabung 1).

2. Menyiapkan 7 buah microtube berisi 0,9 ml air steril.

3. Pipet 0,1 ml suspensi dari tabung 1 dan campurkan ke dalam tabung air

steril (Tabung 2)

4. Menggoyang dan memutar tabung sehingga tercampur dengan baik dan

lakukan pengenceran berseri hinggan Tabung 7.

5. Mencelupkan penyebar (glas road) ke dalam alkohol, lalu panaskan

penyebar hingga alkohol terbakar habis.

6. Mendinginkan penyebar sebelum di gunakan.

7. Pipet 0,1 ml cairan suspensi bakteri dari microtube 5, 6, dann 7 dengan

mikro pipet secara terpisah

8. Menuang suspensi bakteri dari masing - masing microtube dalam agar

lempengan dan sebar dengan menggunakan batang penyebar hingga rata

dan kering.

9. Menyimpan biakan ke dalam inkubator.

10. Mengamati perkembangan koloni yang terbentuk dan hitung jumlah

koloni.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Berdasarkan hasil pengamatan teknik penggoresan agar (strake plate

method) seperti pada gambar berikut :


Berdasarkan hasil pengamatan teknik agar sebar dibentuk dalam sebuah

tabel sebagai berikut :

Tabung Pengamatan Jumlah Koloni Tumbuh Populasi Bakteri/ml

107 341 136,4 x 109 CFU/ml


108 140 5,6 x 1010 CFU/ml

PB= JK x F.Pengenceran x suspensi (40)

341 x 107 x 40 = 13640 x 107


= 136,4 x 109 CFU/ml
= 1,364 x 1011 CFU/ml
140 x 10 x 40 = 5600 x 108
8

= 5,6 x 1011 CFU/ml


Ket :
PB : Populasi bakteri
JK : Jumlah koloni
FP : Faktor pengenceran
Supsensi: 25 / 1000 = 1/40 maka
Supsensi : 40

4.2. Pembahasan

Prinsip biakan murni ialah memisahkan satu jenis (spesies) mikroba

(bakteri dan jamur) dengan mikroba lain yang berasal dari campuran bermacam-

macam mikroba.
Pertumbuhan biakan murni adalah memisahkan satu jenis spesies dengan

spesies lainnya, hanya mengambil satu spesies saja. Teknik biakan murni ini

biasanya dengan media buatan, dengan membuat suatu media agar yang diberi

nutrisi, dan protein sebagai makanan mikroba agar mikroba yang ditumbuhkan

tetap hidup.

Ada beberapa metode untuk memperoleh biakan murni dan suatu biakan

campuran dalam tehnik biakan murni tidak saja diperlukan bagaimana

memeperoleh suatu biakan murni tetapi juga bagaimana memlihara serta

mencegah pencemaran (kontaminasi) dari luar terutama berasal dari udara yang

mengandung banyak mikroorganisme. Metode pembuatan biakan murni pada

dasarnya mempunyai prinsip yang sama yaitu mengencerkan mikroorganisme

sedemikian sehingga individu spesies dapat dipisahkan dari lainnya dengan

anggapan bahwa setiap koloni yang terpisah tampak pada cawan petri setelah

diinkubasi berasal dari satu sel tunggal saja.

Metode gores digunakan untuk media NA, biasanya metode gores ini

digunakan untuk bakteri. Teknik metode ini dengan memindahkan mikroba yang

tumbuh dalam media NA biakan campuran menggunakan jarum ose yang telah

pijar diatas lampu Bunsen, kemudian ambil mikroba dengan ose, kemudian

goreskan ke seluruhan pada media agar. Tunggu sampai 48 jam diinkubasi.

Hal yang paling penting dalam melakukan praktikum ini adalah menjaga

kesterilan alat dan bahan serta media agar yang telah dibuat. Hal ini bertujuan

agar media tersebut tidak terkontaminasi dengan faktor luar yang dapat
mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme

yang berada di dalam tanah.

V . PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Dari percobaan tentang pembuatan biakan murni, disimpulakan bahwa Prinsip

metode cawan gores (streak plate) yaitu mendapatkan koloni yang benar-benar

terpisah dari koloni yang lain, sehingga mempermudah proses isolasi. Prinsip dari

biakan murni ialah memisahkan satu jenis (spesies) mikroba (bakteri dan jamur)

dengan mikroba lain yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba.

Manfaat biakan murni, yaitu untuk mendapatkan koloni yang 1 jenis, dan

mempelajari morfologi, fisiologi, biokimia, genetika, atau kegiatan apapun dari

mikroba hanya dapat dilakukan apabila kita telah mempunyai isolat murni.
5.2. Saran

Saran yang dapat saya berikan pada kegiatan praktikum selanjutnya tentang

pengecetan gram dan pengujian KOH pada bakteri dan morfologi mikroba selain

bakteri adalah Praktikan lebih memperhatikan lagi proses yang di lakukan dalam

praktikum dan Asisten di harapkan menegur praktikan yang tidak serius dalam

melakukan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Buckle.2007 Mikrobiologi Terapan. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta.

Plezar.2006. Dasar-Dasar-Mikrobiologi. Jakarta : UI Press.

Suriawiria. 2005. Pengantar Mikrobiologi. Jogjakarta: UGM Press.

Waluyo, Lud. 2007. Mikrobiologi Umum. UMM : Malang.


DOKUMENTASI PROSES PENGGORESAN AGAR