Anda di halaman 1dari 4

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENERAPAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN


PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 22 BANDUNG

OLEH :
HAFSA TAHIRANI RAHMAH
1503985

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mata Pelajaran Geografi merupakan pelajaran wajib bagi setiap siswa dalam mengikuti
pembelajaran di jurusan IPS, tidak terkecuali bagi siswa kelas XI SMA Negeri 22 Bandung.
Siswa jurusan IPS angkatan 2015 saat ini memasuki kegiatan awal sekolah pada semester I (satu)
dan mendapat sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan pada semester I (satu) termasuk mata
pelajaran Geografi. Sebagai mata pelajaran baru yang tidak pernah mereka dapatkan di SMP,
maka kesan pembelajaran yang baik haruslah diberikan, sehingga meningkatkan motivasi dan
prestasi belajar dalam mata pelajaran Geografi.

Mata pelajaran geografi sendiri membekali siswa agar mampu memahami fenomena-
fenomena geosfer. Dengan mengikuti pelajaran Geografi diharapkan siswa mampu memahami
dengan benar fenomena geosfer dan mampu menjelaskannya. Kemampuan yang didapat ini
diharapkan membuat siswa peka terhadap kondisi lingkungan yang berada disekitar mereka.
Ketercapaian tujuan mata pelajaran Geografi segera terwujud jika kegiatan pembelajarannya
dilaksanakan dengan optimal, artinya kegiatan pembelajaran yang melibatkan guru dan siswa
harus dilaksanakan seideal mungkin. Guru berperan penting terhadap pencapaian tujuan mata
pelajaran Geografi. Penciptaan lingkungaan belajar tersebut dapat dilakukan guru dalam
pembelajaran di kelas dengan menerapkan berbagai metode.

Hodayati (2004:65) menjelaskan bahwa metode merupakan cara yang digunakan untuk
menyampaikan suatu materi pelajarankepada siswa adar tujuan pembelajaran yang telah
dirumuskan dapat tercapai. Disamping itu yang paling penting ialah bahwa kegiatan
pembelajaran haruslah terpusat pada siswa (student centered). Siswa harus aktif dalam kegiatan
pembelajaran untuk dapat mengkonstruksi dan menemukan konsep-konsep ilmu tentang
Geografi. Kemampuan mengkonstruksi siswa dapat dibangun melalui kegiatan pembelajaran
dengan pendekatan konstruktivis. Pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis menempatkan
siswa sebagai subjek belajar yang mandiri untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri.
Model pembelajaran yang dapat digunakan untuk pendeketan Kontruktivis salah satunya adalah
metode discovery. Pembelajaran ini membuat siswa lebih aktif (student centered) dan mampu
membuat siswa membangun sendiri pengetahuannya.

Berdasarkan data hasil ulangan siswa kelas XI SMA Negeri 22 Bandung , ditemukan
permasalahan bahwa nilai rata-rata mata pelajaran Geografi, ditemukan permasalahan bahwa
nilai rata-rata mata pelajaran Geografi adalah terendah dibandingkan mata pelajaran lainnya.

Pada kenyataannya pada awal berlangsungnya kegiatan pembelajaran nampak sebagian


besar siswa yang mengikuti pembelajaran sulit memahami pentingnya geografi yang benar bagi
siswa. Hal ini terbukti dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru tentang pengertian
geografi atau dasar-dasarnya, tidak ada satupun siswa yang berani menjawab pertanyaan tersebut
dan bahkan sebagian besar siswa yang mengikuti pembelajaran bersikap pasif dengan menunggu
penjelasan dari guru, dan banyak siswa sulit memahami pentingnya dasar dari geografi ini
sendiri. Nampaknya siswa terbiasa dan lebih senang mendengarkan ceramah guru ketimbang
harus aktif melakukan kegiatan. Jika dibiarkan akan mempengaruhi sikap kritis siswa, dan pada
akhirnya berpengaruh pada lambannya proses pembelajaran. Kondisi seperti ini tidak bisa
dibiarkan dan harus segera dilakukan tindakan agar pembelajaran Geografi dapat berlangsung
optimal dengan hasil yang memuaskan, dan pada akhir pembelajaran Geografi setiap siswa dapat
memahami tentang dasar-dasar geografi serta tujuan agar siswa dapat peka terhadap lingkungan
sekitar menjadi terwujud. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut tidak lain
adalah melalui pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis dnegan model
pembelajaran problem based learning. Pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis
membangun pemahaman siswa dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal, dan
pembelajaran dikemas menjadi proses mengkonstruksi bukan menerima pengetahuan. Sementara
model pembelajaranproblem based learning membangun pengetahuan siswa dengan cara
menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa sehingga siswa memiliki
keterampilan pemecahan masalah dan berfikir kritis, serta untuk memperoleh pengetahuan dan
konsep dari materi pelajaran. Pasca kegiatan ini diharapkan timbul minat dari siswa dalam
mempelajari Geografi dan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Sampai sekarang pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai
perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama
pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan
sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak
mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa
mengkontruksikan di benak mereka sendiri. Dalam proses belajar, anak belajar dari pengalaman
sendiri, mengkonstruksi pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Melalui
proses belajar yang mengalami sendiri, menemukan sendiri, secara berkelompok seperti bermain,
maka anak menjadi senang, sehingga tumbuhlah minat untuk belajar, khususnya belajar
Geografi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah metode discovery dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Geografi siswa
kelas XI SMA Negeri 22 Bandung?
2. Bagaimana Penerapan metode discovery untuk meningkatkan motivasi belajar Geografi siswa
kelas XI SMA Negeri 22 Bandung?
3. Bagaimana Penerapan metode discovery untuk meningkatkan prestasi belajar Geografi siswa
kelas XI SMA Negeri 22 Bandung?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Mengetahui apakah metode discovery dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar
Geografi siswa kelas XI SMA Negeri 22 Bandung.
2. Mendeskripsikan penerapan metode discovery untuk meningkatkan motivasi belajar Geografi
siswa kelas XI SMA Negeri 22 Bandung.
3. Mendeskripsikan penerapan metode discovery untuk meningkatkan prestasi belajar Geografi
siswa kelas XI SMA Negeri 22 Bandung.
1.4 Manfaat Dan Hasil Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini memberikan wawasan metode discovery sebagai salah satu metode
pembelajan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Geografi.
2. Manfaat Praktis
a. Guru
1) Penelitian ini diberikan masukan bagi guru untuk membantu meningkatkan motivasi
dan prestasi belajar Geografi siswa.
2) Penelitian ini menambah pengetahuan guru tentang metode discovery sebagai salah
satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran Geografi, sehingga
gurudiharapkan dapat menginformasikan pada teman sejawatnya untuk menggunakan
metode discovery dalam pembelajaran Geografi.
b. Siswa
1) Metode discovery memberikan kesempatan siswa untuk akti menemukan konsep
melalui contoh-contoh konkret, gambar, dan informasi dari buku.
2) Melalui kegiatan penemuan (discovery), kegiatan belajar siswa menjadi bermakna,
sehingga pada akhirnya siswa dapat termotivasi untuk belajar dan memperoleh
prestasi belajar yang optimal.