Anda di halaman 1dari 24

Akuntansi untuk Kontor Pusat (KP) dan Cabang (KC) di Dalam Negeri

Untuk memperluas pemasaran dengan tujuan meningkatkan laba, maka salah satu
alternatifnya yaitu mendirikan cabang maupun agen.

Perbedaan antara cabang dan agen adalah sbb :

Keterangan Kantor Cabang Agen


Persediaan Barang dagang ada, baik dibeli dari luar maupun tidak ada, tapi hanya
kiriman dari Kantor Pusat. ada brg sample dr KP
Penjualan kpd pihak ketiga Kantor Cabang Kantor pusat
Dilakukan oleh
Syarat penjualan ditentukan
Oleh Kantor Cabang (desentralisasi) Kantor pusat
Beban operasional dan Kantor Cabang KP, tapi agen hanya
Modal kerja ditentukan oleh mengurus kas kecil

Pada bab ini akan dibahas hubungan KP dan KC, serta akan diberikan contoh
akuntansi untuk agen.

Contoh :

PT. ABADI bergerak dibidang distributor OHP. Pada tanggal 1 Oktober 2009 membuka
agen di ATK. Sistem pencatatan persediaan periodikal. Kantor Pusat mencatat operasi
agen dengan metode R/L agen dihitung tersendiri. Menggunakan sisitem dana tetap
untuk kas kecil.

Transaksi salama bulan Oktober 2009 adalah sbb :

a. Kantor Pusat mengirim kas kepada agen sebesar Rp. 1.000.000,-.


b. Penjualan melalui Agen secara kredit seharga Rp. 5.000.000,-
c. Penagihan oleh kantor pusat atas piutang usaha agen Rp. 5.000.000
d. Beban yang dibayar oleh kantor pusat Rp. 1.000.000
e. Agen mempertanggungjawabkan pengeluaran dan menerima dana kas kecil sebesar
Rp. 200.000,-
f. Harga pokok barang yang dijual melalui agen adalah Rp. 2.500.000,-

Diminta: buat jurnal dalam buku kantor pusat

1
Penyelesaian:

(a) Dana kerja-agen ATK 1.000.000


Kas 1.000.000

(b) Piutang Usaha 5.000.000


Penjualan-agen ATK 5.000.000

(c ) Kas 5.000.000
Piutang Usaha 5.000.000

(d) Beban-beban agen ATK 1.000.000


Kas 1.000.000

(e) Beban-beban agen ATK 200.000


Kas 200.000

(f) Harga Pokok Penjualan agen ATK 2.500.000


Pengiriman barang dagang agen ATK 2.500.000

2
Akuntansi Cabang dengan Sistem Desentralisasi
Dalam system desentralisasi semua transaksi keuangan kantor cabang akan dicatat oleh
kantor cabang. Apabila dikehendaki akuntansi terhadap akun akun tertentu dapat saja
diselenggarakan olek kantor pusat. Berdasarkan pihak yang terkait transaksi kantor
cabang dapat dikelompokkan menjadi 2 ( dua ), yaitu :
1. Transaksi kantor cabang dengan pihak lain ( selain kantor pusat )
Transaksi ini tidak mempengaruhi hubungan antara kantor cabang dengan kantor
pusat. Oleh karena itu kantor pusat tidak melakukan pencatatan
2. Transaksi kantor cabang dengan kantor pusat
Transaksi ini mempengaruhi hubungan antara kantor cabang dengan kantor pusat.
Oleh karena itu baik kantor pusat maupun kantor cabang melakukan pencatatan

Rekening koran Kantor cabang ( branch account )


Rekening ini diselenggarakan oleh kantor pusat. Saldo rekening ini menunjukkan
investasi kantor pusat di kantor cabang . Rekening ini akan didebit apabila hak kantor
pusat bertambah dan sebaliknya akan dikredit apabila hak kantor pusat berkurang.
Rekening ini selalu bersaldo debit dan termasuk kelompok rekening aktiva.

Rekening koran Kantor Pusat


Rekening ini diselenggarakan oleh kantor cabang. Rekening ini menunjukkan kewajiban
kantor cabang kepada kantor pusat (pemilik). Oleh karena kantor cabang pemiliknya
adalah kantor pusat maka rekening kantor pusat termasuk kelompok rekening modal.

Setiap penambahan terhadap hak kantor pusat terhadap kantor cabang juga berarti
penambahan kewajiban kantor cabang terhadap kantor pusat. Demikian pula sebaliknya,
setiap transaksi yang mempengaruhi saldo rekening kantor cabang adalah sama dengan
transaksi transaksi yang mempengaruhi saldo rekening koran kantor cabang, yaitu semua
transaksi antara kantor pusat dengan kantor cabang baik secara langsung maupun tidak
langsung. Transaksi yang mempengaruhi saldo kedua rekening tersebut dapat
dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Transaksi yang berakibat saldo rekening timbal balik bertambah
2. Transaksi yang berakibat saldo rekening timbal balik berkurang

1. Transaksi yang berakibat saldo timbal balik bertambah :


a. Pengiriman kas atau aktiva selain barang dagangan dari kantor pusat ke kantor
cabang :

Transaksi ini akan dicatat :


- Oleh kantor pusat :
Dr. R/K Kantor Cabang xxxx
Cr. Kas ( aktiva ) xxxx

Oleh kantor cabang :


Dr. Kas ( aktiva ) xxxx
Cr. R/K Kantor Pusat xxxx

3
b. Pengiriman barang dagangan dari kantor pusat ke kantor cabang
Transaksi ini akan dicatat :
- Oleh kantor pusat :
Sistem fisik
Dr. R/K Kantor Cabang xxxx
Cr. Pengiriman barang ke kantor cabang xxxx

Sistem perpetual
Dr. R/K Kantor Cabang xxxx
Cr. Persediaan barang dagangan xxxx

Oleh kantor cabang :


Sistem fisik

Dr. Pengiriman barang dagang dari KP xxxx


Cr. R/K Kantor Pusat xxxx

Sistem perpetual
Dr. Persediaan brg dagangan xxxx
Cr. R/K Kantor Pusat xxxx

c. Pembebanan biaya biaya oleh kantor pusat kepada cabang


- Oleh kantor pusat :

Dr. R/K Kantor Cabang xxxx


Cr. Biaya...... xxxx

Oleh kantor cabang :


Dr. Biaya xxxx
Cr. R/K Kantor Pusat xxxx

d. Perhitungan bunga atas investasi kantor pusat di kantor cabang


- Oleh kantor pusat :

Dr. R/K Kantor Cabang xxxx


Cr. Pendapatan bunga xxxx

Oleh kantor cabang :


Dr. Biaya baunga xxxx
Cr. R/K Kantor Pusat xxxx

e. Pengakuan laba oleh kantor cabang

- Oleh kantor pusat :

4
Dr. R/K Kantor Cabang xxxx
Cr. Laba rugi - kantor cabang xxxx

Oleh kantor cabang :


Dr. Laba rugi xxxx
Cr. R/K Kantor Pusat xxxx

f. Penagihan piutang kantor pusat oleh kantor cabang


- Oleh kantor pusat :

Dr. R/K Kantor Cabang xxxx


Cr. Piutang xxxx

Oleh kantor cabang :


Dr. Kas xxxx
Cr. R/K Kantor Pusat xxxx

2. Transaksi yang berakibat saldo timbal balik berkurang :


a. Pengiriman kas atau aktiva selain barang dagangan dari kantor cabang ke kantor pusat:

Transaksi ini akan dicatat :


- Oleh kantor pusat :
Dr. Kas ( aktiva ) xxxx
Cr. R/K Kantor Cabang xxxx

Oleh kantor cabang :


Dr. R/K Kantor Pusat xxxx
Cr. Kas ( aktiva ) xxxx

b. Pengembalian barang dagangan dari kantor cabang ke kantor pusat


Transaksi ini akan dicatat :
- Oleh kantor pusat :
Sistem fisik
Dr. Pengiriman bang ke kantor cabang xxxx
Cr. R/K Kantor Cabang xxxx

Sistem perpetual
Dr. Persediaan barang dagangan xxxx
Cr. R/K Kantor Cabang xxxx

Oleh kantor cabang :


Sistem fisik

5
Dr. R/K Kantor Pusat xxxx
Cr. Pengiriman barang dagang dari KP xxxx

Sistem perpetual
Dr. R/K Kantor Pusat xxxx
Cr. Persediaan brg dagangan xxxx

c. Pembelian aktiva oleh kantor cabang yang akuntansinya diselenggarakan oleh kantor
pusat
- Oleh kantor pusat :
- Cr. Aktiva xxxx
Dr. R/K Kantor Cabang xxxx

Oleh kantor cabang :


Cr. R/K Kantor Pusat xxxx
Dr. Kas ( Utang ) xxxx

d. Pengakuan rugi oleh kantor cabang

- Oleh kantor pusat :


Dr. Laba rugi - kantor cabang xxxx
Cr. R/K Kantor Cabang xxxx

Oleh kantor cabang :


Dr. R/K Kantor Pusat xxxx
Cr. Laba rugi xxxx

f. Penagihan piutang kantor cabangt oleh kantor pusat


- Oleh kantor pusat :
Cr. K a s xxxx
Dr. R/K Kantor Cabang xxxx

Oleh kantor cabang :


Dr. R/K Kantor Pusat xxxx
Cr. Piutang xxxx

Dalam sistem desentralisasi kantor pusat adalah sebagai investor sedangkan kantor
cabang sebagai investee

Masalah Umum yang dibahas dalam akuntansi cabang meliputi :


1) Pengiriman uang.
2) Pengiriman barang dagang.
3) Ongkos angkut barang dagang.
4) Aktiva tetap.

6
5) Pembebanan beban operasi.

1. Masalah pengiriman uang ke cabang.

Kantor Pusat mengirim uang tunai Rp. 15.000.000,- ke Kantor Cabang


Bandung

Jurnal pada buku Kantor Pusat.

Kantor Cabang Bandung 15.000.000


Kas 15.000.000

Jurnal pada buku Kantor Cabang Bandung

Kas 15.000.000
Kantor Pusat 15.000.000

Kantor Cabang mengirim uang tunai Rp. 3.000.000,- ke Kantor Pusat.

Jurnal pada buku Kontor Pusat.

Kas 3.000.000
Kantor Cabang Bandung 3.000.000

Jurnal pada buku Kantor Cabang Bandung

Kantor Pusat 3.000.000


Kas 3.000.000

2. Masalah pengiriman barang dagang sistem pencatatan periodik.

Kantor Pusat mengirim barang dagang ke Kantor Cabang-Bandung dan di


nota sebesar Harga Pokok Rp. 60.000.000,-.

Jurnal pada buku Kontor Pusat.

Kantor Cabang - Bandung 60.000.000


Pengiriman BD ke KC Bandung 60.000.000
Jurnal pada buku Kantor Cabang Bandung

Pengiriman BD dari KP 60.000.000


Kantor Pusat 60.000.000

Sistem pencatatan Perpetual

7
Jurnal pada buku Kontor Pusat.

Kantor Cabang - Bandung 60.000.000


Persediaan 60.000.000

Jurnal pada buku Kantor Cabang Bandung

Persediaan 60.000.000
Kantor Pusat 60.000.000

Berdasarkan contoh diatas, Kantor Cabang mengirim kembali barang


dagang kepada Kantor Pusat sebesar Rp. 15.000.000,- .

Jurnal pada buku Kontor Pusat.

Pengiriman BD ke KC Bandung 15.000.000


Kantor Cabang -Bandung 15.000.000

Jurnal pada buku Kantor Cabang Bandung

Kantor Pusat 15.000.000


Pengiriman BD dari KP 15.000.000

Sistem pencatatan Perpetual

Jurnal pada buku Kontor Pusat.

Persediaan 15.000.000
Kantor Cabang-Bandung 15.000.000

Jurnal pada buku Kantor Cabang Bandung

Kantor Pusat 15.000.000


Persediaan 15.000.000

3. Masalah Ongkos angkut barang dagang.

Ongkos angkut yang timbul dari pengiriman barang dagang antar pusat dan
cabang dapat ditanggung oleh Kantor Pusat maupun Kantor Cabang tergantung
kebijaksanaan manajemen, antara lain :

8
a. Ongkos angkut ditanggung jawab tanpa menambah harga perolehan barang.

Contoh :

Kantor Pusat mengirimkan barang dagang ke Kantor Cabang Bandung dan dinota
sebesar Harga Pokok yaitu Rp. 60.000.000,-. Kantor Pusat membayar ongkos Rp.
3.000.000,- dan ditanggung oleh Cabang. Pihak manajemen cabang tidak
membebankan ongkos ini pada Harga Pokok barang yang diterimanya.
Gunakan sistem pencatatan periodikal.

Jurnal pada buku Kantor Pusat.

Kantor Cabang Bandung 63.000.000


Pengiriman BD ke KC Bandung 60.000.000
Kas 3.000.000

Jurnal pada buku Kontor Cabang Bandung

Pengiriman BD dari KP 60.000.000


Biaya angkut 3.000.000
Kantor Pusat 63.000.000

b. Bila pada contoh diatas, ongkos ditanggung oleh cabang dan dibebankan pada Harga
Pokok.

Jurnal pada buku Kantor Pusat.

Kantor Cabang Bandung 63.000.000


Pengiriman BD ke KC Bandung 63.000.000

Jurnal pada buku Kontor Cabang Bandung

Pengiriman BD dari KP 63.000.000


Kantor Pusat 63.000.000

c. Bila pada contoh (a) diatas, ongkos ditanggung oleh Kantor Pusat.

Jurnal pada buku Kantor Pusat.


Kantor Cabang Bandung 60.000.000
Biaya angkut 3.000.000
Pengiriman BD ke KC Bandung 60.000.000

9
Kas 3.000.000

Jurnal pada buku Kontor Cabang Bandung


Pengiriman BD dari KP 60.000.000
Kantor Pusat 60.000.000

4. Masalah Aktiva Tetap

Aktiva tetap untuk operasi cabang dapat dicatat pada buku KP ataupun KC
tergantung kebijaksanaan KP.

Contoh 4.1 : Aktiva Tetap dicatat pada buku KP.

1/1-2010
KP mengirim AC yang dibeli tanggal 1/7-2009 untuk dipakai di KC B, Harga Perolehan
AC Rp. 7.500.000,- Akumulasi Penyusutan Rp. 1.875.000,-.

1/3-2010
KP membeli komputer untuk operasi KC B secara tunai Rp. 18.000.000,-.

-2010
KC Bandung membeli kendaraan secara tunai Rp. 90.000.000,-.

Jurnal pada buku KP yaitu :

1/1-2010
Tidak ada jurnal

1/3-2010
Komputer 18.000.000
Kas 18.000.000

-2010
Kendaraan 90.000.000
KC Bandung 90.000.000

Jurnal pada buku KC Bandung yaitu :

1/1-2010
Tidak ada jurnal

1/3-2010
Tidak ada jurnal

10
-2010
KP 90.000.000
Kas 90.000.000

Contoh diatas bila aktiva tetap dicatat pada buku KC Bandung adalah :
Jurnal pada buku KP

1/1-2010
KC Bandung 5.625.000
Akumulasi penyusutan AC 1.875.000
AC 7.500.000

1/3-2010
KC Bandung 18.000.000
Kas 18.000.000

-2010
Tidak ada jurnal

Jurnal pada buku KC Bandung

1/1-2010
AC 7.500.000
Akumulasi penyusutan AC 1.875.000
KP 5.625.000

1/3-2010
Komputer 18.000.000
KP 18.000.000

-2010
Kendaraan 90.000.000
Kas 90.000.000

5. Pembebanan beban operasi

KP mengirim nota atas pembebanan beban penyusutan aktiva tetap yang dipakai KC
Bandung dimana aktiva tetap dicatat pada buku KP. Berdasarkan contoh 4.1 terdahulu
pada tanggal 31 Desember 2010 KP mengirim nota dengan rincian sbb :

Penyusutan AC 3.750.000
Penyusutan Komputer 7.500.000
11.250.000

11
Maka jurnal pada buku KP yaitu :
KC Bandung 3.750.000
Akumulasi Penyusutan AC 3.750.000
Akumulasi Penyusutan Komputer 7.500.000

Jurnal pada buku KC Bandung yaitu :


Beban Penyusutan AC 3.750.000
Beban Penyusutan Komputer 7.500.000
KP 11.250.000

Contoh soal akuntansi pusat dan cabang


PT. Sumedang City membuka cabang di Bandung.
Neraca KC-BANDUNG per 31 Desember 2010 adalah sbb :

Cabang Bandung
Neraca
Per 31 Desember 2010
(dalam Ribuan Rp)
Kas 21.000 Hutang Dagang 12.000
Piutang Dagang 73.200 Beban ymh dibayar 3.600
Peny. Piut tak tertagih (5.100) KP 181.500
68.100
Persediaan brg dagang 99.000
Biaya dibayar dimuka 2.100
Peralatan 23.100
Akm. Peny. (16.200)
6.900 .
197.100 197.100

Transaksi cabang selama tahun 2011 adalah sbb :

12
(a) Penjualan secara kredit Rp. 240.000.000,-.
(b) Pembelian secara kredit Rp. 63.000.000,-.
(c) Barang yang diterima dari KP dan difaktur sebesar Harga Pokok Rp. 120.000.000,-.
(d) Penagihan Piutang Dagang Rp. 228.000.000,-.
(e) Pembayaran Hutang Dagang Rp. 60.000.000,-.
(f) Penghapusan Piutang tak tertagih Rp. 3.600.000,-.
(g) Pengiriman uang ke KP Rp. 90.000.000,-.
(h) Beban-beban yang dibayar Rp. 74.400.000,-.
(i) Beban yang dibayar oleh KP dan dibebankan ke KC-BANDUNG Rp. 4.800.000,-.

Data-data penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2011 adalah :


(j) Barang dagangan yang ada Rp. 116.400.000,-.
(k) Beban dibayar dimuka Rp. 2.700.000,-.
(l) Beban akrual Rp. 2.400.000,-.
(m)Piutang Dagang yang diperkirakan tak tertagih Rp. 4.800.000,-.
(n) Penyusutan untuk tahun 2011 sebesar Rp. 3.600.000,-.
Diminta : (asumsi hanya digunakan perkiraan beban-beban untuk mencatat semua
beban)

1) Buat jurnal dalam buku KC-BANDUNG untuk tahun 2011, dengan asumsi
menggunakan sistem pencatatan periodikal.
2) Susun laporan Laba Rugi, laporan perubahan dalam perkiraan KP dan neraca cabang
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011.
3) Buat jurnal oleh KP yang mempengaruhi perkiraan cabang.

Penyelesaian :

1) Jurnal dalam buku KC-BANDUNG

(a) Piutang Dagang 240.000.000


Penjualan 240.000.000

(b) Pembelian 63.000.000


Hutang Dagang 63.000.000

(c) Pengiriman Barang Dagang dari KP 120.000.000

13
KP 120.000.000

(d) Kas 228.000.000


Piutang Dagang 228.000.000

(e) Hutang Usaha 60.000.000


Kas 60.000.000

(f) Penyisihan Piutang tak tertagih 3.600.000


Piutang Dagang 3.600.000

(g) KP 90.000.000
Kas 90.000.000

(h) Beban-beban 74.400.000


Kas 74.400.000

(i) Beban-beban 4.800.000


KP 4.800.000

Jurnal penyesuaian pada akhir tahun :

(j) Persediaan Barang Dagang 17.400.000


Ikhtisar rugi laba 17.400.000

(k) Beban dibayar dimuka 600.000


Beban-beban 600.000

(l) Beban ymh dibayar 1.200.000


Beban-beban 1.200.000

(m) Beban-beban 3.300.000


Penyisihan Piutang tak tertagih 3.300.000

(n) Beban-beban 3.600.000


Akumulasi Penyusutan 3.600.000

Jurnal Penutup :
Penjualan 240.000.000
Ikhtisar rugi laba 240.000.000

14
Ikhtisar rugi laba 267.300.000
Pembelian 63.000.000
Pengiriman BD dari KP 120.000.000
Beban-beban 84.300.000

KP 9.900.000
Ikhtisar rugi laba 9.900.000

2) A. Laporan Laba Rugi


PT. Sumedan City-Cabang Bandung
Laporan Laba Rugi
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011
(dalam Ribuan Rp)
Penjualan 240.000
Harga Pokok Penjualan :
Persediaan barang dagang awal 99.000
Pembelian 63.000
Pengiriman BD dari KP 120.000 183.000
Barang dagang yg tersedia utk dijual 282.000
Persediaan barang dagang akhir (116.400)
HPP (165.600)
Laba Kotor 74.400
Beban-beban (84.300)
Rugi 9.900 .

2) B. Laporan perubahan dalam perkiraan KP


PT. Sumedan City-Cabang Bandung
Laporan perubahan dalam perkiraan KP
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2001

Saldo perkiraan KP awal (1/1-2001) 181.500.000


Ditambah:
Pengiriman BD dari KP 120.000.000
Biaya yang dibayar oleh KP 4.800.000
124.800.000
306.300.000
Dikurang:
Pengiriman uang ke KP 90.000.000
Rugi tahun 2001 9.900.000

15
99.900.000
Saldo perkiraan KP akhir (31/12-2001) 206.400.000

2) C. Neraca akhir
PT. Sumedan City -Cabang Bandung
Neraca
Per 31 Desember 2011
(dalam Ribuan Rp)
Kas 240.000 Hutang Dagang 14.400
Piutang Dagang 81.600 Beban ymh dibayar 2.400
Peny. Piut tak tertagih (4.800) KP 206.400
76.800
Persediaan brg dagang 116.400
Biaya dibayar dimuka 2.700
Peralatan 23.100
Akm. Peny. (19.800)
3.300 .
223.200 223.200

3) Jurnal oleh KP yang mempengaruhi perkiraan cabang.

(c) KC-BANDUNG 120.000.000


Pengiriman BD ke cabang 120.000.000

(g) Kas 90.000.000


KC-BANDUNG
90.000.000

(i) KC-BANDUNG 4.800.000


Beban-beban 4.800.000

(j) Laba KC-BANDUNG 9.900.000


KC-BANDUNG 9.900.000

Laporan Keuangan Konsolidasi


Dipandang dari segi ekonomi kantor pusat dan kantor cabang adalah satu kesatuan
ekonomi. Di samping itu bagi pihak eksternal menganggap bahwa kantor pusat dan kantor-
kantor cabangnya hanya merupakan satu perusahaan. Oleh karena itu, sesuai dengan konsep
enterprise (satu kesatuan ekonomi) kantor pusat harus menyusun Laporan Keuangan
Konsolidasi (Consolidated Income Statement) yang merupakan laporan keuangan gabungan
antara kantor pusat dan kantor cabang.

16
Prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi:
a. Membuat jurnal Eliminasi
b. Membuat Kertas Kerja (Worksheet)
c. Menyusun Laporan keuangan Konsolidasi

Masing-masing tahapan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi dijelaskan


pada bagian berikut ini:

a. Membuat Jurnal Eliminasi

Laporan keuangan konsolidasi merupakan laporan keuangan yang


menggabungkan laporan keuangan kantor pusat dan kantor cabang. Jadi jurnal eliminasi
yang dibuat tidak akan mempengaruhi laporan keuangan individual, baik kantor pusat
maupun kantor cabang. Jurnal Eliminasi hanya diposting pada kertas kerja yang dibuat
dalam rangka penyusunan laporan konsolidasi. Tujuan pembuatan Jurnal Eliminasi
adalah menghilangkan (mengeliminir) semua saldo rekening resiprokal. Caranya dengan
mendebit rekening yang dikredit dan mengkredit rekening yang didebet dari transaksi
yang bersifat resiprokal.

Contoh:
Mengeliminasi rekening Pengiriman Barang dari Kantor Pusat ke Kantor Cabang.

Jurnal di Kantor Pusat Jurnal di Kantor Cabang

KC 115.000 Pengir. brg dr KP 115.000


Pengir. brg ke KC 115.000 KP 115.000

Jurnal Eliminasinya

+ Pengiriman Brg ke KC 115.000


Pengiriman Brg dr KP 115.000

+ Kantor Pusat 115.000


Kantor Cabang 115.000

b. Membuat Kertas Kerja (Worksheet)


Pada dasarnya pembuatan Kertas Kerja (Work Sheet) adalah untuk mempermudah
dan mempercepat penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi. Prosedur untuk
penyusunan Kertas Kerja Konsolidasi:

1. masukkan angka-angka yang terdapat di laporan keuangan individual ke kolom


yang tersedia.
2. masukkan angka-angka dari jurnal eliminasi ke kolom jurnal eliminasi sesuai
debet dan kreditnya di buku besar.

17
3. Menghitung angka-angka yang akan disajikan di laporan keuangan konsolidasi
dengan cara mengkompilasi dari langkah 1 (satu) dan langkah 2 (dua)

c. Menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi

Setelah kertas kerja selesai disusun, langkah selanjutnya adalah membuat


Laporan Keuangan Konsolidasi yang sumbernya berasal dari kolom terakhir kertas
kerja sesuai dengan format yang sesuai dengan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan) No. 1.

Contoh kertas kerja yang digunakan dalam rangka penyusunan laporan Keuangan
konsolidasi Kantor Pusat dan Kantor Cabang disajikan pada tabel berikut. Dengan
membuat kertas kerja terlebih dahulu, Kantor Pusat dengan mudah dapat menyusun
Laporan keuangan Konsolidasi.

Laporan Keuangannya disajikan di bawah ini:

PT X
Laporan Laba-Rugi
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2007
(dlm Rp000,00)
Penjualan 259.000
Beban pokok penjualan 153.000
Laba Kotor 106.000

Biaya Operasional:
Biaya gaji 50.000
Biaya depresiasi gedung 5.000
Biaya depresiasi peralatan 10.000
Biaya administrasi 7.000
Biaya bunga 3.000
Biaya lain-lain 10.000 85.000
Laba Bersih 21.000

PT X
Laporan Laba yang Ditahan
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2007
(dlm Rp000,00)
Laba yang ditahan 1 Januari 110.000
Laba bersih 21.000

18
89.000
Dividen (10.000)
Saldo laba 31 Desember 121.000

PT X
Neraca
Per 31 Desember 2007
(dlm Rp000,00)
Aktiva Lancar Utang Lancar
Kas 50.000 Utang dagang 50.000
Piutang dagang 60.000 Utang gaji 5.000
(neto) 55.000
Persediaan 86.000
Total Aktiva Lancar 196.000 Ekuitas
Aktiva Tetap Modal saham 200.000
Tanah 20.000 Laba yang 121.000
ditahan
Gedung 100.000 321.000
Peralatan 60.000
Total Aktiva Tetap 180.000
Total Aktiva 376.000 Total Pasiva 376.000

19
Kertas Kerja Kantor Pusat dan Kantor Cabang 31-12-2007

Keterangan KP KC Jurnal Eliminasi Laporan


(dlm (dlm Rp000,00) Keu.
(dlm
Rp000,00) Rp000,00) Debet Kredit PT. X

Laporan Laba atau rugi


Penjualan 229.000 30.000 259.000
Kantor cabang 2.000 2.000
Beban pokok penjualan 140.000 13.000 153.000
Biaya gaji 43.000 7.000 50.000
Biaya depresiasi gedung 5.000 5.000
Biaya depresiasi peralatan 8.000 2.000 10.000
Biaya administrasi 6.000 1.000 7.000
Biaya bunga 3.000 3.000
Biaya lain-lain 8.000 2.000 10.000
Laba bersih 21.000 2.000 21.000
Laporan laba yang ditahan
Laba yang ditahan 1 Januari 110.000 110.000
Kantor cabang 20.000 20.000
Laba bersih 21.000 2.000 21.000

20
Dividen 10.000 10.000
Saldo laba 31 Desember 121.000 22.000 121.000
Neraca
Kas 41.000 9.000 50.000
Piutang dagang (neto) 60.000 60.000
Persediaan 80.000 6.000 86.000
Tanah 20.000 20.000
Gedung 100.000 100.000
Peralatan 52.000 8.000 60.000
Kantor cabang 22.000 20.000
2.000
Total aktiva 375.000 23.000 376.000
Utang dagang 50.000 50.000
Utang gaji 4.000 1.000 5.000
Modal saham 200.000 200.000
Laba yang ditahan 121.000 121.000
Kantor cabang 22.000
Total pasiva 375.000 23.000 376.000

LATIHAN SOAL
Soal 1
Berikut ini neraca saldo 31 Desember 2007, dari PT Lumintu di Surabaya dan kantor
cabangnya di Malang
:
Keterangan Kantor Pusat Kntr Cabang
(dlm ribuan Rp) (dlm ribuan Rp)

Debit
Kas 168.000 34.400
Piutang dagang 509.000 149.200
Persediaan barang 1 Januari 2007 362.000
Aktiva tetap (neto) 192.400
Kantor cabang 230.800
Pembelian 1.263.000
Biaya operasi 278.000 87.600
Pengiriman barang dari pusat 440.000
J u m la h 3.104.000 711.000
Kredit
Utang dagang 164.000
Penjualan 1.600.000 380.000

21
Pengiriman barang ke kantor cabang 440.000
Kantor pusat 330.000
Modal saham 800.000
Laba yang ditahan 100.000
J u m la h 3.104.000 711.200

Persediaan barang dagangan 31 Desember 2007 masing-masing sebesar


Rp383.200.000,00 untuk kantor pusat dan Rp96.800.000,00 untuk kantor cabang.

Diminta:
1.Berapa besarnya laba atau rugi operasi kantor pusat Bandung?
2. Berapa besarnya laba atau rugi operasi kantor cabang Surakarta?
3. Bagaimana mencatat penutupan rekening laba atau rugi kantor pusat Bandung?
4. Bagaimana mencatat penutupan rekening laba atau rugi kantor cabang Surakarta?
5. Bagaimana jurnal pemindahan laba atau rugi kantor cabang ke laba atau rugi kantor
pusat?
6. Bagaimana mencatat pemindahan saldo laba atau rugi tahun berjalan ke laba yang
ditahan?
7. Berapa besarnya yang tersedia dijual baik di kantor pusat maupun di kantor cabang selama
periode 2007?
8. Sebutkan pos-pos reciprocal (timbal balik) yang harus dieliminasi dalam penyusunan
laporan keuangan gabungan kantor pusat dan kantor cabang tersebut?
9. Berapa jumlah beban pokok penjualan gabungan antara kantor pusat dan kantor
cabang?
10. Berapa jumlah saldo laba yang ditahan tanggal 31 Desember 2007?

Soal 2
Perkiraan cabang dalam buku besar kantor pusat PT. Melati dan perkiraan kantor pusat dalam
buku cabang per 31 Januari 2008 diperlihatkan dibawah ini :

Cabang Bandung

2008 2008
1 Jan Saldo Rp 62.815 15 Jan Pengiriman uang Rp 10.600
6 Pengiriman brg dagangan : 22 Retur Barang dagangan 410
100 unit tipe A @ Rp 37,85 3.785
12 200 unit tipe A @ 37,85
200 unit tipe B @ 44,95 16.560
15 Biaya yg harus dibebankan
Pada cabang 600
29 Pengiriman brg dagangan 4.400

Kantor Pusat

2008 2008
1 Jan Saldo Rp 62.815
13 Pengiriman uang Rp 10.600 8 Pengriman brg dagangan 3.785

22
18 Retur barang dagangan 410 16 Pengriman brg dagangan 16.650
22 Penyusutan yang dinilai 29 Penagihan putang usaha
terlalu rendah 540. kantor pusat 750

31 Pengiriman uang 16.000

Diminta :
1. Susunlah rekonsiliuasi akun kantor pusat dan akun kantor cabang per 31 Januari
2008
2. Susunlah ayat jurnal yang diperlukan dalam buku kantor pusat dan dalam buku
cabang sebelum perhitungan laba rugi gabungan dapat disusun

Soal 3
Berikut ini data dari neraca saldo PT. Finish ( Pusat ) dan cabangnya pada tanggal 31
Desember 2009

Pusat Cabang
Kas 2.250.000 1.500.000
Piutang 300.000
Persediaan 5.250.000 3.750.000
Bangunan 90.000.000 27.000.000
Peralatan 45.000.000 18.000.000
Pembelian 360.000.000 16.500.000
Pengiriman dari pusat 148.500.000
Beban Operasional 22.500.000 10.500.000
Kantor Cabang 360.000.000

Total Debit 573.750.000 225.750.000

Kewajiban 22.500.000 750.000


Laba yang belum direalisasi 13.800.000
Kantor Pusat 45.000.000
Modal saham 75.000.000
Laba ditahan 24.000.000
Penjualan 300.000.000 180.000.000
Pengiriman ke Cabang 135.000.000

23
Laba dari Cabang 3.450.000

Total Kredit 573.750.000 225.750.000

Pusat selalu mengirimkan barang dagangan ke cabang dengan nilai 10% ( mark up 10
%) di atas harga pokok dari pusat. Persediaan yang ada di tangan pada tanggal 31
desember 2009 untuk kantor pusat dan cabangnya masing masing sebesar Rp 4.500.000
dan Rp 2.700.000. Persediaan cabang 31 Desember 2008 termasuk juga barang yang
dibeli dari pemasok luar sebesar Rp 450.000, dan persediaan cabang 31 Desember 2009
ternasuk juga barang yang dibeli dari pemasok luar sebesar Rp 225.000

Diminta :
1. Hitunglah berapa harga pokok penjualan bai pusat dan cabang
2. Siapkan kertas Kerja untuk menggabungkan akun kantor pusat dan cabang untuk
tahun 2010
3. Buatlah laporan laba rugi bagi pusat, cabang dan gabungan untuk pusat dan
cabang untuk periode yang berakhir 31 Desember 2009
4. Buatlah neraca bagi pusat, cabang dan gabungan untuk pusat dan cabang per 31
Desember 2009

24

Anda mungkin juga menyukai