Anda di halaman 1dari 6

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA, SALAHKAH ?

Oleh : Laras Rahma Hidayati


Pancasila yang dikatakan sebagai dasar Negara, pandangan
hidup bangsa Indonesia yang telah disahkan sejak tanggal 18
Agustus 1945 pada kenyataanya hanyalah sebuah harapan yang
tak kunjung jadi kenyataan. Ditambah lagi pancasila yang
dikatakan sebagai sebuah ideologi bangsa Indonesia memunculkan
banyak presepsi terhadap makna ideologi itu sendiri. Istilah ideologi
muncul dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu idea dan
logos. Idea merupakan : gagasan, konsep, pengertian dasar,
fenomena sedangkan kata logos merupakan ilmu, akal sehingga
ideologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang ide atau
ajarantentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian
sehari-hari idea dapat dikatakan sebagai cita-cita yang bersiat
tetap yang harus dicapai. Sehingga cita-cita yang bersifat tetap itu
sekaligus menjadi dasar, pandangan ataupun paham.
Ideologi pancasila yang menganut prinsip sistem ideologi
terbuka membuat nilai-nilai pancasila semakin salah diartikan.
Banyaknya konflik yang terjadi diakibatkan oleh adanya penafsiran
yang salah terhadap sifat ideologi terbuka tersebut, sebenarnya
maksud dari ideologi terbuka adalah Pancasila senantiasa
berinteraksi secara dinamis dengan nilai-nilai dasar yang tidak
berubah, dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan
kebutuhan dan tantangan nyata yang dihadapi dalam setiap kurun
waktu.Bukan berarti pancasila ditafsirkan hanya sebagai sebuah
sekumpulan nilai-nilai dasar yang dapat diubah-ubah sesuai dengan
kepentingan pribadi atau golongan tertentu yang dapat membuat
Indonesia semakin terpecah belah. Selain itu ciri-ciri ideologi
terbuka lainnya adalah :
1. Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam
masyarakat sendiri.
3. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
4. Bersifat dinamis dan reformis.
5. Ciri khas ideologi terbuka adalah cita-cita dasar yang ingin
diwujudkan masyarakat bukan berasal dar luar masyarakat
atau dipaksakan dari elit penguasa tertentu.

Tantangan ideologi pancasila sebagai ideologi terbuka bukan


hanya datang dari adanya salah penafsiran dari masyarakat
indonesia itu sendiri, tetapi adanya banyak paham tentang
ideologi-ideologi dunia yang semakin mudah masuk kedalam
Indonesia dengan berbagai macam cara. Masuknya paham
ideologi-ideologi dunia akan semakin memperburuk keadaan
Indonesia. Banyaknya tuntutan dari masyarakat Indonesia yang
menginkan sebuah kebebasan yang dianut oleh ideologi
leberalisme, belum lagi sudah kembali muncul adanya ideologi
komunisme yang sering menyatakan bahwa negara secara hakiki
merupakan alat dari mereka yang ekonominya kuat untuk
menindas yang lemah, hal ini sangat bertentang dengan nilai-nilai
dasar dari pancasila, ditambah lagi dengan penyataan salah satu
tokoh yaitu Maxr yang merupakan pencetus gagasan ideologi
komunisme yang sering menyatakan bahwa Manusia yang
membangun agama, bukan agama yang membuat manusia
penyataan ini tentunya semakin bertentangan dengan nilai
pancasila khususnya nilai pancasila yaitu sila 1 yang berbunyi
Ketuhanan yang Maha Esa dimana nilai ini menyadari bahwa
agama merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap
individu, dan pancasila pun memberikan kebebasan untuk
seseorang memilih keyakinannya tanpa adanya paksaan dari
berbagai pihak, karna pancasila berpandangan bahwa semua
agama mempunyai ajaran yang baik sehingga agama ini dapat
dijadikan sebuah pondasi yang kuat untuk merancang Indonesia
menjadi sebuah negara yang maju dan tetap mengacu kepada
nilai-nilai agama yang mengajarkan kebaikan.

Banyak kasus yang terjadi di Indonesia yang mengatas


namakan kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan
tertentu sehingga membuat fokus masyarakat Indonesia terpecah
belah, seperti kasus HTI atau (Hizbut Tahrir Indonesia) yang
merupakan organisasi islam kedua yang terbesar di dunia yang
bersitegang dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama
alias Ahok yang dianggap telah menghina kitab suci umat islam
yaitu Al-Quran. Kasus ini diawali dengan adanya indikasi pak
Gubernur DKI Jakarta yang melecehkan salah satu ayat Al-Quran
yang menyinggung masalah tentang pemilihan pemimpin, dimana
pada ayat tersebut dijelaskan bahwa adanya larangan untuk kaum
Muslim memilih seorang pemimpin yang berasal dari golongan
Yahudi dan Nasrani, saat berpidato di salah satu pulau di Indonesia,
Pak Ahok menyatakan bahwa dengan adanya ayat tersebut
membuat demokrasi di Indonesia terbatas, teutama dalam hal
memilih seorang pemimpin. Dengan pidato Pak Ahok yang seperti
itu memicu kemarahan dari umat muslim.
Masalah ini terus berlangsung sengit dengan banyaknya
kaum yang mengadu domba antara umat islam di Indonesia
dengan kaum kapitalis belum lagi ditambah dengan banyaknya
media yang sering menyebarkan sebuah berita yang belum benar
kepastiannya yang terkadang bisa menyudutkan umat Islam dan
terkadang juga membuat berita yang dilebih-lebihkan sehingga
pandangan umat islam terhadap Ahok semakin buruk.
Permasalahan ini sebenarnya dipicu akibat kurangnya pemahaman
tentang bagaimana peran sebuah agama didalam sistem yang
didasari oleh pancasila. Agama merupakan suatu kepercayaan
yang bersifat sangat pribadi dan merupakan hubungan antara
seseorang dengan Tuhannya. Dimana setiap agama memiliki
aturannya masing-masing yang tidak bisa disamakan satu sama
lainnya walaupun semua agama pasti mengajarkan suatu hal yang
baik. Aturan inilah yang tidak boleh dipandang sebelah mata dan
tidak dapat dengan mudah untuk menyamakan aturan dari semua
agama untuk kepetingan pribadi.
Masalah ini terus bergulir hinga hari ini. Kaum muslim di
Indonesia sudah banyak mengelar aksi untuk menyampaikan
pendapat dan menyatakan bahwa Islam mempunyai aturan
tersendiri untuk memilih seorang pemimpin yang tidak dapat
disamakan dengan agama lain. Tetapi lagi-lagi aksi ini
dimamfaatkan oleh beberapa pihak bahkan oleh beberapa media
untuk semakin membuat kau muslim dipandang sebagai kaum
pemberontak bahkan sebagai kaum pemecah bangsa Indonesia.
Sebenarnya kasus ini akan mudah diselesaikan ketika
masyarakat Indonesia mengacu kepada nilai-nilai dasar pancasila,
hanya saja terkadang masyarakat Indonesia mudah sekali
terpacing emosinya yang membuat beberapa kaum
memamfaatkan ini untuk memecah masyarakat Indonesia. Banyak
kaum yang ingin memecah Indonesia dan membuat Indonesia
tunduk dibawah kekuasaan salah satu pihak tertentu. Pancasila
yang mencoba bertahan berjalan ditengah tidak mencondongkan
ke ideologi komunisme, leberalisme ataupun ideologi lainnnya
membuat pancasila tentunya memiliki tantangan yang cukup besar
untuk menjaga agar pancasila mempunyai nilai-nilai dasar yang
dianggap sesuai dengan masyarakat Indonesia, tetapi sayangnya
terlalu banyak benturan baik dari dalam Indonesia maupun dari
luar yang menghasut masyarakat Indonesia secara halus.
Disinilah sebenarnya peran kaum muda Indonesia yang
dikatakan lebih mempunyai wawasan yang luas yang lebih
mengenal dan lebih memahami arti dasar dari ideologi terbuka,
ideologi pancasila yang ingin terus berjalan ditengah tanpa
mencondongkan diri kepada ideologi manapun. Disinilah peran
kaum muda untuk menyadarkan bahwa banyak pihak yang ingin
membuat Indonesia pecah dan tertawa diatas kemelut yang
dihadapi Indonesia sekarang. Disinilah peran kaum muda untuk
kembali mengenal nilai-nilai dasar pancasila lebih dalam, dan mulai
menjankan hidup dengan menggunakan pancasila sebgai
pandangan hidup. Tentunya memang tidak mudah untuk
melakukan semua hal tersebut, setidaknya kita sebagai kaum
muda bisa membenahi Indonesia walupun hanya dalam beberapa
hal. Sebagai kaum muda yang beintelektualitas tinggi harusnya
tidak mudah untuk terpancing dengan segala isu yang belum dapat
dipastikan kebenarannya, yang belum pasti maksud dan tujuannya
apakah baik atau malah akan menghancurkan Indonesia apalagi
ditambah dengan semakin menjamunya budaya barat yang
membuat masyarakat Indonesia semakin menjadi kaum
individualis, merasa dirinya paling benar, merasa dirinya tidak
membutuhkan bantuan orang lain dan lebih parahnya lagi
menganggap bahwa kita sebagai manusia yang mempunyai
kecerdasan, mempunyai otak dengan kepintaran luar biasa
membuat banyak masyarakat yang terpengaruh dan beranggapan
bahwa kita tidak membutuhkan Tuhan, tidak perlu menganut
sebuah agama, malah kita disini yang bisa membuat agama untuk
diri kita sendiri. Ketika memang banyak yang beranggapan seperti
itu Indonesia tentunya semakin terpecah belah bahkan semakin
menyimpang dari nilai-nilai pancasila yang telah dirumuskan oleh
Bapak IR.Soekarno dan para pejuang lainnya.
Dengan kesadaran seluruh masyarakat Indonesia dapat
dipastikan bahwa ketika indonesia benar-benar kembali
menggunakan pancasila dan menggunakan pancasila sebagai
ideologi, sebagai pandangan hidup dan mengerti makna
sesungguhnya dari ideologi terbuka maka akan mebuat Indonesia
kembali kemasa kejayaan dan pihak luar akan sulit mengadu
domba kembali masyarakat Indonesia.