Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah
yang berjudul Teori Sistem dan Pendekatan Sistem pada mata kuliah desain
pembelajaran yang diampu oleh bapak Dr.Marungkil Pasaribu, M.Sc dapat
terselesaikan.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas wawasan mengenai


teori sistem dan pendekatan sistem dalam desain pembelajaran. Penyusun
menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
untuk perbaikan penyusunan makalah selanjutnya.

Akhirnya, penyusun mengucapkan banyak terimakasih kepada para


pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun dan para pembaca.

Palu, 16 februari 2017

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Proses kegiatan belajar mengajar di kelas dilakukan oleh dua orang pelaku
yaitu murid dan guru. Perilaku guru adalah mengajar. Sedang perilaku siswa
adalah belajar. Madeline Hunter mengatakan bahwa mengajar adalah sebuah
proses memuat dan melaksanakan sebuah keputusan, selama, dan sesudah proses
pembelajaran. Belajar kini dikonsepsionalisasikan dengan aktivitas siswa untuk
melakukan eksplorasi, kajian, pembahasan dan penyimpulan, sementara guru
menjadi fasilitator dan atau mitra bagi siswa dalam belajar.

Seorang guru harus mampu menimbulkan semangat belajar secara individu,


sebab masing-masing anak mempunyai perbedaan di dalam pengalaman,
kemampuan, dan sifat pribadi. Dengan adanya semangat belajar diharapkan dapat
timbul kebebasan dan kebiasaan pada siswa untuk mengembangkan kemampuan
berfikirnya dengan penuh inisiatif, dan kreatif dalam pekerjaannya. Sebuah
strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi
sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksikan di benak mereka
sendiri.

Pada proses belajar, anak belajar dari pengalaman sendiri, mengkonstruksi


pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Melalui proses
belajar yang mengalami sendiri, menemukan sendiri secara berkelompok seperti
bermain, maka anak menjadi senang, sehingga tumbuhlah minat untuk belajar.
Upaya peningkatan prestasi belajar dan motivasi belajar siswa tidak terlepas dari
berbagai faktor yang memengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif
yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh
peserta didik. Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa
dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat
memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada
gilirannya dapat diperoleh prestasi belajar yang optimal.
Untuk itulah perlunya guru menyusun dan mendesain Model Pembelajaran
yang tepat agar kegiatan belajar di kelas betul betul mampu memotivasi siswa
dan menumbuhkan keaktifan siswa

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1. Bagaimana teori sistem dalam desain pembelajaran ?
1.2.2. Bagaimana pendekatan sistem dalam desain pembelajaran ?

1.3. Tujuan
1.3.1. Dapat menjelaskan mengenai teori sistem dalam desain pembelajaran.
1.3.2. Dapat menjelaskan mengenai pendekatan sistem dalam desain
pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian sistem

Kata sistem (system) dapat dimaknai sebagai metode


(method), rencana (plan), aturan (order), keteraturan (regularity),
kebiasaan (rule), susunan rencana (scheme), jalan, cara (way),
kebijakan (policy), kecerdasan (artifice), susunan aturan
(arrangement), rencana (program).

Dalam cakupan pengertian sistem termuat antara lain


adanya:
1. Berbagai komponen (unsur),
2. Berbagai kegiatan (menunjuk fungsi dari setiap komponen),
3. Adanya saling hubungan yang ketergantungan antar
komponen,
4. Adanya keterpaduan (kesatuan organis) antar komponen,
5. Adanya keluasan sistem (ada kawasan di dalam sistem dan di
luar sistem), dan gerak dinamis semua fungsi dari semua
komponen tersebut mengarah (berorientasi) ke pencapaian
tujuan system yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Istilah sistem merupakan istilah dari bahasa Yunani
systema yang artinya adalah himpunan bagian atau unsur
yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan
bersama. Sistem adalah kesatuan yang terdiri dari komponen-
komponen yang terpadu dan berproses untuk mencapai tujuan
(Gordon, 1990; Puxty, 1990). Bagian suatu sistem yang
melaksanakan suatu fungsi untuk menunjang usaha pencapaian
tujuan disebut komponen. Dengan demikian sistem terdiri dari
komponen-komponen yang masing-masing komponen
mempunyai fungsi khusus. (Sadiman, dkk. 1988: 13).
Sistem secara umum diartikan sebagai satu kesatuan
komponen yang saling berintegrasi, saling berfungsi secara
kooperatif dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya
dalam usaha mencapai tujuan tertentu.
Dari konsep tersebut, ada tiga ciri utama suatu system.
Pertama, suatu system memiliki tujuan tertentu; kedua, untuk
mencapai tujuan sebuah system memiliki fungsi-fungsi tertentu;
ketiga, untuk menggerakan fungsi, suatu system harus ditunjang
oleh berbagai komponen.

2.2. Teori Sistem

Teori Sistem secara umum adalah bagian dari desain pembelajaran. Teori
sistem umum pertama kali dicetuskan oleh seorang peneliti biologi, saat sedang
mempelajari kupu-kupu, pada saat itu si peneliti berpendapat bahwa untuk
mengetahui cara kerja seekor kupu-kupu tidak bisa hanya melihat dari sayapnya
saja, tapi harus melihat dari seluruh bagian badan kupu-kupu tersebut.

Istilah "General System Theory (GST)" atau teori sistem umum mengacu pada
salah satu cara untuk melihat lingkungan kita. Tidak ada laporan resmi dari
hukum, melainkan serangkaian konsep dan orientasi yang telah digunakan oleh
banyak disiplines ilmu untuk mengatur dan menunjukkan hubungan antara
berbagai bagian dari dunia empiris. GST memiliki orientasi interdisipliner.

GST berasal dari penelitian biologi Wina dan studi tentang filsafat ilmu.
Deskripsi pertama Weiss 'teori sistem biologi dibuat tahun 1920 setelah penelitian
kupu-kupu membuatnya mempertanyakan apakah mempelajari bagian organisme
kompleks adalah pendekatan yang masuk akal belajar tentang organisme secara
keseluruhan (Drack dan apfalter, 2007). Kira-kira pada saat yang sama melalui
studi philosohy, Bertalanffy membuat kasus untuk "biologi organismic" dan teori
sistem terbuka (Drack dan Apfalter, 2007).

Pada dasarnya, penjelasan tentang sistem secara umum dan cara kerjanya.
konsep-konsep umum selanjutnya dapat diterapkan pada berbagai disiplin ilmu,
termasuk desain pembelajaran.