Anda di halaman 1dari 1

GAGAL GINJAL AKUT adalah KOMPLIKASI TES DIAGNOSTIK PENATALAKSANAAN METHA KEMALA RAHAYU

penurunan fungsi glomerular dan 1. Kelebihan beban volume 1. Urin: volume, warna, sedimen, berat jenis, kreatinin, 1. Penanganan hiperkalemia 1306346065
tubular yang terjadi secara mendadak, dengan gagal jantung kongestif protein 2. Mempertahankan keseimbangan
berakibat pada kegagaln ginjal untuk dan edema paru 2. Darah: BUN/kreatinin, hitung darah lengkap, sel cairan
mengekskresikan produk sisa nitrogen 2. aritmia darah merah, natrium serum, kalium, Mg fosfian atas 3. Penatalaksanaan nutrisi
dan menjaga homeostasis cairan dan 3. Kejang at, protein, osmolaritas serum 4. Cairan IV dan diuretic
elektrolit (Wong, 2009) 4. Koma 3. USG ginjal: menunjukkan ukuran kandung kemih, 5. Koreksi asidosis dan
5. Perubahan perilaku adanya massa, kista, obstruksi pada saluran kemih peningkatan kadar fosfat
bagian atas 6. Dialisis
4. Biopsi ginjal: dilakukan secara endoskopi untuk
menentukan sel jaringan untuk diagnosis histologis

WOC GAGAL GINJAL AKUT

Pre renal (Hemoragi, dehidrasi) Intrarenal (GNA, iskemik Post renal (batu ginjal,
renal berat, toksin) tumor, obstruksi kandung
kemih)

Gangguan fungsi dan struktur jaringan ginjal


Penurunan sirkulasi ginjal Aliran urin dari
ginjal menurun

Kerja ginjal terganggu


Penumpukan zat toksin di ginjal

Gagal ginjal Merusak jaringan ginjal


akut

GFR Ketidakmampuan ginjal mengkompensasi urin


menurun

Kreatinin serum meningkat Retensi cairan, Na Penumpukan asam


dan ureum meningkat dan elektrolit organik (H+)

Penumpukan Gangguan proses Cairan tubuh meningkat, , edema Hipertensi Hiperkalemia Muatan asam (H+)
di kulit penyaringan meningkat

Kulit/kering gatal Penahanan sisa Peningkatan gangguan jantung Disritmia otot jantung pH darah
(pruritus) MK : Kelebihan vol cairan tubuh menurun
hsl met protein
(James, Nelson, & Ashwill, 2013)
darah
MK : Kerusakan integritas NOC (Moorhead, Johnson, Maas, & Swanson, 2008):
kulit Pasien mempertahankan volume cairan yang sesuai. Asidosis
(James, Nelson, & Ashwill, metabolik
2013) NIC (Dochter & Bulechek, 2008):
1. Monitor berat badan per hari Resti gagal jantung DAFTAR PUSTAKA
NOC (Moorhead, Johnson, Asupan protein 2. Monitor status hidrasi (membran mukosa, nadi, dan Dochter, J.Mc.C. & Bulechek, G.M. (2008). Nursing intervention classification (NIC).
Maas, & Swanson, 2008): Asupan tekanan darah) St.Louis Missouri: Mosby Elsevier.
Kulit anak tetap utuh tanpa protein 3. Monitor hasil laboratoratorium (BUN, Ht, tingkat Fiaccadori, E., Maggiore, U., Giacosa, R., Rotelli, C., Picetti, E., Sagripanti, S., Melfa, L.,
iritasi atau rusak. dibatasi Pernafasan
osmolaritas urin) Meschi,T., ........., & Cabassi, A. (2004). Enteral nutrition in patients with acute renal
dibatasi MK : Perubahan nutrisi < kebut. tubuh kussmaul
4. Monitir TTV failure. Kidney International (65), 999-1008.
NIC (Dochter & Bulechek, (James, Nelson, & Ashwill, 2013) 5. Monitor intake dan output cairan per hari James, S.R., Nelson, K.A., & Ashwill, J,W. (2013). Nursing care of children: Principles &
2008): 6. Bantu dengan dialisis untuk mempertahankan fungsi practice. Fourth edition. St.Louis Missouri: Mosby Elsevier.
1. Inspeksi kulit dan membran Diet rendah NOC (Moorhead, Johnson, Maas, & Swanson, ekskresi MK : Ketidakefektifan pola nafas Lowell, J.L., Alan, S.G., Glenn, M,C., McCulloch, C.E., Fan, D., Juan, D.O., & Hsu, C.
mukosa terhadap adanya protein 2008: Pasien mengonsumsi diet yang tepat untuk 7. Pantau perkembangan penyakit untuk mengkaji (2009). Dialysis-reqiring acute renal failure increases the risk of progressive chronic
kemerahan, edema, dan pertumbuhan dan perkembangan. keadekuatan terapi dan deteksi kemungkinan komplikasi (James, Nelson, & Ashwill, 2013) kidney disease. Kidney International, 76 (10 ), 893-899, doi: 10.1038/ki.2009.289
kelembapan 8. Berikan cairan oral sesuai program Moorhead, S., Johnson, M., Maas, L.M., & Swanson, E. (2008). Nursing outcomes
2. Identifikasi adanya NIC (Dochter & Bulechek, 2008): 9. Gunakan strategi untuk mencegah asupan yang tidak NOC (Moorhead, Johnson, Maas, classification (NOC). St.Louis Missouri: Mosby Elsevier.
abnormalitas pigmentasi 1. Monitor intake dan output nutrisi dan cairan diinginkani & Swanson, 2008): Pasien Wong, D.L., Eaton, M.H., Wilson, D., Winkelstein, M.L., & Schwart, P. (2009). Buku ajar
3. Lakukan perawatan kulit 2. Monitor berat badan 10. Diskusikan pembatasan harian dengan orangtua mempertahankan status respirasi: keperawatan pediatrik volume 2 (6th ed). Jakarta: EGC.
4. Anjurkan anak dan 3. Monitor hasil laboratorium seperti Hb dan Ht ventilasi yang adekuat
keluarga untuk menjaga 4. Berikan informasi diet makanan yang EVIDENCE BASED NURSING/JURNAL TERKAIT
personal hygiene mengurangi kebutuhan ekskresi pada ginjal dan DIALISIS NIC (Dochter & Bulechek, 2008):
5. Anjurkan anak untuk memberikan kalori dan protein yang cukup untuk Lowell dkk (2009) dalam penelitiannya menjelaskan 1. Posisikan pasien untuk
memakai pakaian yang tidak pertumbuhan bahwa sejumlah pasien yang menjalani dialisis dengan meminimalkan ventilasi
ketat atau menekan kulit 5. Batasi asupan protein, fosfor, garam, dan diagnosa acute renal failure di Kaiser Permanente 2. Identifikasi kebutuhan akut atau
kalium sesuai program Northem California Hospital relatif berisiko untuk potensial terhadap insersi jalan
6. Dorong asupan karbohidrat untuk terjadinya CKD yang progresif (ESRD) pada beberapa nafas
menyediakan kalori yang diperlukan untuk bulan/tahun setelah pulang dari rumah sakit. Mekanisme 3. Monitor frekuensi, kedalaman,
pertumbuhan dan makanan yang tinggi kalsium ini terjadi karena kerusan parenkim ginjal selama dan irama nafas
untuk mencegah demineralisasi tulang terjadinya periode gagal ginjal akut akan menyebabkan 4. Auskultasi suara nafas dan
7. Rekomendasikan makanan yang kaya asam fibrosis permanen pada tubulointersisial dan mengurangi catat penurunan ventilasi atau
folat dan besi karena anemia merupakan fungsi neuron.oleh karena itu, gagal ginjal akut menjadi suara ronkhi
komplikasi GGK dasar kerusakan permanen mikrovaskularisasi ginjal dan 5. Atur intake cairan untuk
mencetuskan inflamasi dan fibrotik yang mengoptimalkan keseimbangan
EVIDENCE BASED NURSING/JURNAL mempredisposisikan penurunan yang cepat dari GFR. Bila cairan
TERKAIT ini terjadi, maka akan mempercepat terjadinya gagal ginjal 6. Monitor status respirasi dan
INTAKE NUTRISI oksigenasi
kronis.
7. Posisikan tegak saat kesulitan
Fiaccadori dkk (2004) dalam penelitiannya bernafas
menjelaskan bahwa nutrisi enteral adalah 8. Kolaborasikan pemberian
metode yang aman untuk pasien gagal oksigen
ginjal akut. Dalam seting klinik, nutrisi
enteral memberikan sejumlah kalori yang
adekuat dalam menahan intake cairan.
Bagaimanapun, suplemen asam amino
parenteral direkomendasikan dalam terapi
replacement ginjal, untuk mendapatkan
tujuan protein yang direkomendasikan.
Peneliti menyarankan memberikan
pendidikan kepada penyedia layanan
kesehatan profesional untuk
memaksimalkan pemberian nutrisi melalui
nutrisi enteral untuk pasien gagal ginjal
akut, populasi yang berisiko tinggi untuk
terjadinya malnutrisi. Walaupun kombinasi
nutrisi enteral dan parenteral kadang-
kadang dibutuhkan untuk mencapai
dukungan nutrisi optimal dalam setingan
klinik, secara umum pada penyakit kronis,
nutrisi enteral memiliki peran utama dalam
strategi terapeutik kompleks untuk pasien
gagal ginjal akut. Ini adalah kenyataan
bahwa pengetahuan yang baik ini dapat
memberikan manfaat dari nutrisi enteral
yang berasal dari persediaan nitrogen
sederhana dan energi dengan harga yang
lebih diminati.