Anda di halaman 1dari 2

Bakteri mempunyai dua macam DNA (deoxyribonucleic acid), yaitu DNA kromosom dan

DNA nonkromosom (plasmid). DNA kromosom adalah materi genetik yang menentukan
sebagian besar dari sifat-sifat metabolisme bakteri, sedangkan pada DNA nonkromosom
(plasmid) yang hanya menentukan sifat-sifat tertentu, seperti sifat patogen, sifat fertilitas
(kemampuan dalam bereproduksi secara seksual), dan sifat kekebalan terhadap antibiotik
tertentu. DNA kromosom pada organisme eukariotik akan berbentuk rantai ganda linier,
sedangkan pada DNA kromosom prokariotik (bakteri) yang berupa rantai ganda melingkar
yang terkumpul dalam suatu serat kusut yang disebut dengan region nukleoid. Jumlah DNA
bakteri jauh lebih sedikit dibandingkan dengan DNA sel eukariotik sekitar 1:1.000 dari DNA
sel eukariotik. DNA kromosom dapat di bereplikasi pada saat menjelang pembelahan sel.

DNA nonkromosom (plasmid) memliki bentuk melingkar (sirkuler) dengan ukuran yang
memiliki jauh lebih kecil dibandingkan DNA kromosom. Umunnya, bakteri tetap dapat hidup
walaupun plasmidnya dikeluarkan dari sel. Hal ini dimanfaatkan dalam teknologi rekaya
genetika. Plasmid digunakan sebagai vektor atau pembawa suatu gen tertentu yang ingin
didisipkan. Plasmid dapat bereplikasi tanpa kontrol dari DNA kromosom, serta memiliki
kemudahan dalam ditransfer ke sel bakteri lainnya pada saat terjadi konjugasi.
Fungsi DNA

Materi genetik yang sebagian besar menentukan sifat-sifat metabolisme bakteri (DNA
Kromosom)

Menentukan sifat patogen, sifat fertilitas (kemampuan bereproduksi secara seksual),


dan sifat ketebalan terhadap suatu antibiotik (DNA nonkromosom)

8. Granula dan Vakuola Gas


Umumnya bakteri memiliki granula-granula yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan
cadangan makanan atau senyawa-senyawa lain yang dihasilkannya, misalnya Thiospirillum
yang menghasilkan butir-butir belerang. Pada vakuola gas yang anya terdapat pada bakteri-
bakteri fotosintetik yang hidup dengan menampung air. Vakuola gas tersbut memungkinkan
bakteri mengapung di permukaan air, sehingga dapat sinar matahari yang digunakan untuk
fotosintesis.

9. Klorosom
Klorosom adalah suatu struktur lipatan yang ada dibawah membran plasma yang berisi
klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya. Fungi Klorosom adalah untuk menfotosintesis yang
hanya terdapat pada bakteri fotosintetik. misalnya Chlorobium

10. Flagela
Flagela adalah bulu cambuk yang tersusun dari senyawa protein yang terdapat pada dinding
sel, dan berfungsi sebagai alat gerak. Flagela bakteri tidak terbungkus oleh perluasan
membran plasma yang berbentuk batang (basil), koma (vibrio), dan juga spiral. Ada sekitar
separuh dari seluruh bakteri yang dapat bergerak secara terarah yang menuju atau menjauhi
ransang. Gerak tersebut disebut gerak taksis. Contohnya bakteri dari familia
Chlorobacteriaceae yang akan melakukan gerak fototaksis positif atau menuju ke arah cahaya
matahari untuk berfotosintesis. Bakteri memiliki jumlah flagela yang memiliki letak berbeda-
beda. Berikut pengelompokan bakteri berdasarkan dari jumlah dan letak flagelanya.

Atrik, adalah bakteri yang tidak mempunyai flagela


Monotrik, adalah bakteri yang hanya mempunyai satu flagela

Lofotrik, adalah bakteri yang mempunyai banyak flagela pada salah satu sisi sel

Amfitrik, adalah bakteri yang mempunyai flagela pada kedua ujung sel

Peritrik, adalah bakteri dengan flagela yang tersebar di seluruh permukaan dinding
sel.

11. Pilus atau Fimbria


Pilus (Latin, pili = rambut) atau fimbria (fimbria = daerah pinggir) adalah struktur seperti
flagela tetapi berupa rambut-rambut yang memiliki diamater lebih kecil, pendek, dan kaku,
dengan terdapat di sekitar dinding sel. Fungsi pilus atau Fimbria adalah sebagai berikut..

Membantu bakteri yang menempel pada suatu medium tempat hidupnya

Melekatkan diri dengan sel bakteri lainnya, sehingga dapat terjadi transfer DNA pada
saat terjadinya konjugasi. Pilus untuk konjugasi disebut dengan pilus seks.