Anda di halaman 1dari 17

A.

ANALISIS EKSTERNAL
1. EKONOMI
Kondisi perekonomian suatu negara membaik maka juga
mebawa dampak yang baik bagi PT Semen Indonesia. Laju
pertumbuhan ekonomi yang membaik menyebabkan peningkatan
konsumsi pada sektor kontruksi sehingga hal ini yang membawa
dampak pada Semen Indonesia terhadap peningkatan penjualan.
Namun jika kondisi perekonomian memburuk seperti nilai tukar rupiah
yang tidak stabil yang menyebabkan terjadinya inflasi hingga tarif
dasar listrik naik.

2. DEMOGRAFI
Dalam hal ini PT Semen Indonesia cenderung mengutamakan faktor
perubahan populasi karena semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin
potensial pasar tersebut. Sedangkan factor lain seperti usia tidak berpengaruh
karena bukan merupakan kebutuhan individual.

3. POLITIK DAN HUKUM


Keadaan politik suatu negara yang tidak stabil akan menyebabkan
perekonomian yang merosot sehingga berdampak besar pada menurunnya
kondisi suatu usaha. Beberapa hal yang sangat berpengaruh diantaranya stabilitas
pemerintah, hubungan internasional, dan birokrasi pemerintah. Selain itu
Perizinan sudah dimiliki oleh PT Semen Indonesia diantaranya izin eksplorasi dan
eksploitasi bahan baku dari alam, selain juga izin operasional industry yang
dijalankan.

4. SOSIAL, BUDAYA,
Proses pembentukan budaya korporasi berawal dari kesadaran bahwa
perusahaan memerlukan perekat untuk mempersatukan perusahaan-perusahaan
yang berada di dalam grup perseroan, yaitu semen padang dan semen Tonasa yang
memformulasikan budaya korporasi yang bersifat universal dan mengakomodasi
aspirasi karyawan. Dengan terbentuknya budaya korporasi yang bersifat universal
budaya ini telah merekat dan dipraktikan sehari-hari karyawan dan menjadi
akselerator pertumbuhan kinerja perseroan demi mencapai visi yang telah
dirumuskan.

5. TEKNOLOGI
Teknologi yang digunakan sudah mutakhir dimana emisi debu dan air
sudah bisa dikontrol sesuai dengan peraturan yang ada. Penggunaan energy listrik
dan bahan bakar yang cukup efisien bahkan dibeberapa pabrik telah
memanfaatkan limbah untuk melindungi lingkungan dan mendukung program
pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pt Semen Indonesia dalam
hal ini tanggap terhadap perkembangan teknologi untuk perkembangan usahanya.
Dalam kaitannya dengan masalah limbah yang saat ini menjadi masalah telah
dilakukan inovasi dengan konsep waste to zero. Sebanyak 60% limbah diubah
menjadi energy, 30% jadi pupuk, 10% akan terbuang jadi timbunan. Harapannya
dengan pengolahan limbah ini perusahaan akan mendapatkan sumber energy
alternative sekaligus mengatasi masalah lingkungan.

6. PERSAINGAN/ COMPETITIVE
Evaluasi Posisi Semen Indonesia dalam Lingkungan Eksternal (Industri)
Analisis Five Forces atau Lima Kekuatan Utama adalah analisis yang dilakukan
untuk mengevaluasi posisi industri semen dalam lima kekuatan utama yang
terdapat di lingkungan eksternal perusahaan.

1. Posisi Kompetitif Pembeli


Posisi Kompetitif Pembeli Pembeli dari semen pada industri semen di
Indonesia adalah bisnis atau perusahaan yang sudah bekerjasama menjadi partner
distribusi semen dan menyalurkannya kepada konsumen akhir (business to
business) dan langsung membeli semen dari perusahaan. Partner distribusi ini
kemudian menyalurkan semen kepada konsumen akhir baik berupa unit bisnis
atau klien individu. Berikut adalah analisis bargaining power pembeli
a) Switching cost buyer terhadap produk semen cenderung tinggi karena
karakteristik produk semen tidak identik satu sama lain dan jenis
produk yang ditawarkan oleh tiap perusahaan semen juga cenderung
memiliki perbedaan baik dari segi kualitas, harga dan karakteristik.
Selain itu buyer sudah menjalin kesepakatan kerja sama jangka panjang
dan untuk melanggar kesepakatan itu tentu akan ada biaya atau
konsekuansi yang harus dibayar.
b) Jumlah pembeli juga cenderung banyak atau sifatnya terfragmentasi
sehingga pembeli cenderung tidak memiliki bargaining power yang
tinggi.
c) Permintaan pasar terhadap produk semen juga tinggi di mana
permintaannya bersifat inelastik.
d) Pembeli (buyer) juga memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk
melakukan integrasi vertical backward yaitu mengakuisisi perusahaan
semen karena ukuran perusahaan/produsen yang jauh lebih besar.

2. Posisi Kompetitif Produk Substitusi


Sampai saat ini, baik di Indonesia maupun Asia, belum ditemukan produk
substitusi semen yang lebih superior. Meskipun ada beberapa pendapat yang
mengemukakan beberapa produk substitusi seperti Pulverished Fueled Ash (Fly
Ash) dan Ground Granulated Blast-furnace Slag (GGBS), namun semen masih
merupakan produk utama yang digunakan untuk merekatkan bahan bangunan.
3. Bargaining power supplier
Pada dasarnya bahan baku yang digunakan proses produksi PT semen
indonesia seperti batu kapur, tanah liat, silica, gypsum diperoleh dari lokasi sekitar
pabrik yang dimiliki dan di proses sendiri oleh PT semen Indonesia. Namun untuk
beberapa bahan baku tambahan harus diperoleh dari beberapa pemasok
diantaranya :
1. Batu bara yang diperoleh dari PT batu bara bukit asam
2. Bahan baku kertas krfat untuk bahan pengepakan semen diperoleh dari
kertas dari PT kertas krfat aceh.
Jadi dapat disimpulkan untuk kekuatan tawar suplier relatif kecil sampai
sedang.
4. Potensi Pemain Baru
Memasuki Pasar Industri semen merupakan salah satu industri terbesar di
Indonesia dan Asia, dan sifat industrinya terkonsolidasi, artinya adalah ada sekitar
3-4 perusahaan di industri yang menguasai sebagian besar market share sehingga
untuk memasuki industri maka dibutuhkan kapasitas modal yang sangat besar dan
akan sangat sulit memasuki industri yang sifatnya sudah terkonsolidasi. Namun di
sisi lain, pertumbuhan permintaan semen yang semakin besar setiap tahunnya di
Indonesia menjadi pemanis bagi pemain baru untuk memasuki pasar sehingga
potensi pemain baru memasuki pasar berada pada tingkat moderately high.

5. Pesaing dalam Industri


Posisi SI dalam industri semen di Indonesia adalah market leader dengan
pangsa pasar sebesar 42,22% diikuti oleh Indocement TP (31,25%) dan Holcim
Indonesia (15,85%). Sedangkan untuk industri semen Asia, posisi SI adalah
sebagai market follower di mana meskipun tidak ada data mengenai pangsa pasar
perusahaan semen di Asia namun diketahui bahwa negara China merupakan salah
satu produsen semen terbesar di dunia dan beberapa perusahaan semen China
masuk ke dalam 20 perusahaan semen terbesar di dunia yaitu CNBM, Anhui
Conch, Sinoma, Shanshui, Huaxin dan Tianrui. Setelah China, negara dengan
perusahaan semen terbesar dalam daftar 20 perusahaan semen terbesar di dunia
adalah Taiwan (Taiwan Cement) dan India (Ultra Tech dan Jaypee), (Lechtenberg,
2012). Sifat persaingan antara industri semen Indonesia dan Asia sangatlah
berbeda. Industri semen Asia lebih kompetitif dibandingkan di Indonesia, di mana
permintaan semen di Indonesia semakin meningkat pesat dan menjadi peluang
bagi tiap perusahaan semen di Indonesia dan jumlah perusahaan dalam industri
semen Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan di Asia. Di sisi lain, ukuran dan
kapabilitas produksi perusahaan di Indonesia dan Asia, khususnya China
sangatlah jauh berbeda. SI sendiri memiliki visi menjadi perusahaan semen
terkemuka di Asia Tenggara dan hal ini memiliki prospek yang sangat baik karena
SI memiliki ukuran dan kapabilitas yang sangat kompetitif untuk ukuran
perusahaan semen di Asia Tenggara dan juga pertumbuhan konsumsi semen di
Asia Tenggara seperti di Vietnam, Indonesia, dan Thailand sangat menjanjikan, di
mana pemerintah akan meningkatkan pengeluaran untuk pembangunan jalan, rel
kereta api, pelabuhan dan bandara

EXTERNAL FAKTOR EVALUATION

BOBOT NILAI TOTAL


PELUANG
1 Pertumbuhan penduduk diindonesia 0,07 3 0,21
yang cukup tinggi
2 Segmen pasar dari berbagai kalangan 0,12 4 0.48
mulai rumah tangga, industri, dan
kontraktor.
3 Adanya program master plan 0,08 3 0,24
percepatan pembangunan ekonomi
indonesia (MP3EI)
4 Belum adanya produk substitusi 0,05 2 0,1
5 Perkembangan teknologi 0,05 2 0,1
6 Pasar asia tenggara yang prospektif 0,08 3 0,24
7 Pertumbuhan permintaan semen 0,08 4 0,32
8 Bentuk perusahaan yang BUMN 0,04 2 0,08
ANCAMAN
9 Suplai bahan baku kapur di alam 0,1 3 0,3
sifatnya terbatas
10 Tingkat inflasi yang tinggi 0,05 2 0,1
11 Nilai tukar Rupiah yang melemah 0,05 2 0,1
12 Kondisi politik yang kurang stabil 0,05 1 0,05
13 Pesaing dengan jenis produk yang sama 0,1 4 0,4
14 Diberlakukannya MEA yang akan 0,08 3 0,24
memunculkan pesaing baru
TOTAL 1,00 2,96

COMPETITIVE PROFIL MATRIX

Semen indonesia HOLCIM Indocement


BOBO
FAKTOR peringka skor peringka skor peringka Skor
T
t t t
Kapasitas 0,15 4 0,6 2 0,3 3 0,45
produksi
Pangsa 0,14 4 0,56 2 0,28 3 0,42
pasar
Distribusi 0,12 3 0,36 2 0,24 2 0,24
Variasi 0,1 4 0,4 2 0,2 4 0,4
produk
SDM 0,08 3 0,24 2 0,16 2 0,16
Manajeme 0,09 3 0,27 3 0,27 2 0,18
n
Harga 0,1 3 0,3 3 0,3 3 0,3
Keuangan 0,1 3 0,3 2 0,2 2 0,2
Promosi 0,12 3 0,36 4 0,48 1 0,12
TOTAL 1,00 3,39 2,43 2,47

B. ANALISIS INTERNAL
1. MARKETING
Komunikasi Pemasaran Semen Indonesia

Perseroan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekuitas merk dan


loyalitas pelanggan guna mempertahankan posisi market leader. Untuk
mendapatkan umpan balik dari konsumen guna meningkatkan mutu produk dan
layanan yang di masa mendatang, Perseroan melakukan survey pasar secara
periodik untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dari pasar meliputi:

1. Tingkat kepuasan konsumen,


2. Identifikasi perubahan pola permintaan konsumen, dan

3. Mengetahui posisi produk merk Perseroan di benak konsumen.

Survey juga dilakukan untuk menentukan media yang paling efektif untuk
digunakan sebagai sarana meningkatkan loyalitas dan brand image.
Perkembangan teknologi dan media sosial mempengaruhi perubahan perilaku
konsumen untuk lebih leluasa mencari informasi produk secara interaktif,
sehingga peran komunitas diyakini sebagai media yang cukup efektif untuk
menggerakkan preferensi pelanggan terhadap produk tertentu. Oleh karenanya,
survey juga dilakukan untuk menentukan media yang paling efektif untuk
digunakan sebagai sarana meningkatkan loyalitas dan brand image. Berdasarkan
hasil survey tersebut, Perseroan memilih beberapa media untuk melakukan
kegiatan komunikasi pemasaran, yakni: televisi, media promo outdoor (billboard,
neon box, baliho, papan nama toko), media cetak (koran, majalah, tabloid), poster
dan radio.
Strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan, kemudian fokus pada
pengembangan media yang mengarah pada pembentukan komunitas dan loyalitas
pelanggan. Selama tahun 2012, Perseroan kemudian melakukan aktivitas atau
program komunikasi pemasaran sebagai berikut:

Penayangan iklan di stasiun televisi Nasional.

Iklan televisi di jaringan fokus media di gedung-gedung perkantoran, pusat


perbelanjaan dan hotel di Jawa dan Bali.

Melalui majalah nasional setiap bulan dan juga komunikasi produk ke


masyarakat luas tentang aplikasi penggunaan produk dalam program
rumah kokoh di surat kabar dan tabloid setiap dua minggu sekali.

Pemasangan billboard dan pemasangan shop sign untuk toko di wilayah


pemasaran Perseroan.

Menghadapi persaingan yang terus meningkat dan dalam rangka antisipasi


peningkatan kemampuan produksi, Perseroan semakin memfokuskan program
komunikasi pemasaran terhadap nilai produk dengan mengoptimalkan
penggunaan media elektronik, media cetak, dan media luar ruang. Untuk
menciptakan kelompok-kelompok pelanggan (pengguna) dan masyarakat yang
loyal di setiap daerah, perseroan membentuk komunitas pengguna dan
mengembangkan komunikasi yang melibatkan partisipasi aktif dari pengguna dan
masyarakat. Selain itu, untuk mengikat loyalitas pelanggan, terutama saluran
distribusi produk dalam jangka panjang Perseroan telah melaksanakan program
poin, direct merchandising dan direct mail secara nasional untuk seluruh segmen
pelanggan. Perseroan juga mendorong peran aktif distributor dalam
mengembangkan gudang distributor untuk menjaga kecukupan stock di gudang
distributor maupun di gudang toko. Untuk membantu meningkatkan efisiensi
tingkat persediaan, Perseroan mengembangkan sistem informasi persediaan di
gudang distributor yang terintegrasi dengan sistem informasi Perseroan.

Pelayanan Pelanggan
Untuk membangun komunikasi dua arah dengan pelanggan dan sekaligus
untuk meningkatkan mutu layanan kepada konsumen, Perseroan melakukan
berbagai hal, mencakup:

Membuka layanan pengaduan pelanggan melalui beberapa saluran, yakni


melalui telepon bebas pulsa, surat, email dan SMS baik dari end user, toko
maupun distributor.

Menerbitkan bulletin sebagai media komunikasi dengan Saluran Distribusi


PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Pemberian cinderamata kepada pimpinan distributor yang sedang


merayakan ulang tahun. Perseroan menyelesaikan seluruh 23 (dua puluh
tiga) keluhan pelanggan yang disampaikan sepanjang tahun 2012, dengan
menerapkan berbagai tindakan, mencakup:

Semua keluhan pelanggan yang masuk diterima dengan baik, dicatat dan
segera direspon.

Berkoordinasi dengan tim pelayanan teknis untuk melakukan kunjungan


dan klarifikasi ke pelanggan yang menyampaikan keluhan.

Apabila diperlukan, tim pelayanan teknis, dengan fasilitas Mobile Lab.


Melakukan uji sample yang dikeluhkan di lapangan.

Melakukan evaluasi dan penyelesaian keluhan.

Perseroan juga melakukan evaluasi secara tuntas terhadap setiap keluhan yang
disampaikan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah terjadinya
keluhan serupa. Selain itu perseroan menyelenggarakan program kunjungan
secara rutin oleh Tim Pelayanan Teknis ke pelanggan Pabrikan, Readymix dan
proyek guna memberikan presentasi Product Knowledge, pendampingan dalam
proses semen menjadi produk lanjutan. Untuk menjaga keselamatan dan
kesehatan pelanggan, Perseroan senantiasa menjaga mutu kantong semen yang
digunakan dan mempertimbangkan dengan cermat volume dan berat total tiap zak
semen untuk pasar retail. Perseroan telah memberikan layanan berbasis customer
care sebagai upaya perusahaan memberikan layanan yang lebih optimal kepada
pelanggan sesuai dengan kebutuhannya.

Kebijakan Perlindungan Konsumen

Perseroan menerapkan kebijakan untuk melindungi keamanan pelanggan dalam


menggunakan produknya. Untuk melindungi keamanan dan keselamatan
pelanggan dari risiko cedera, Perseroan menerapkan hal-hal berikut:

Informasi produk Semen disampaikan melalui kemasan zak semen serta


melalui brosur khusus yang dibagikan secara periodik ke semua channel
pelanggan meliputi Distributor, Toko, Pabrikan & Ready Mix Concrete,
Tukang dan Rumah Tangga.

Kemasan zak selain memuat informasi mengenai ketentuan penggunaan


produk, juga memuat informasi perlindungan konsumen dengan
mencantumkan tata cara penyimpanan semen yang benar di sisi belakang
zak Semen.

Informasi secara detail terhadap penjagaan keamanan dan keselamatan


(handling dan penyimpanan semen) telah tersedia di Buku Rumah Kokoh
Semen Gresik serta Brosur Semen yang secara periodik dibagikan kepada
semua channel pelanggan meliputi Distributor, Toko, Pabrikan & Ready
Mix Concrete, Tukang dan Rumah Tangga.

Perseroan juga menerapkan ketentuan informasi produk, disampaikan secara


proporsional di dalam brosur yang memuat informasi sebagai berikut:

Ketentuan takaran penggunaan Semen.


Informasi standar mutu Semen.

Informasi kegunaan, kelebihan dan manfaat penggunaan produk Semen.

Handling dan penyimpanan Semen.

Logo Produk sebagai ikon produk semen yang berkualitas.

Program Promosi

Perseroan menyelenggarakan serangkaian program promosi, yakni:

Program Rumah Kokoh Award

Program aktivasi merek yang dikemas untuk dapat berinteraksi secara langsung
dengan konsumen (end user), terhadap objek bangunan (rumah tinggal) yang
didaftarkan oleh individu atau end user. Penilaian dilakukan melalui beberapa
faktor meliputi umur rumah, kualitas bangunan, lay out, arsitektur visual, green
concept, serta kesesuaian terhadap tata aturan yang ditetapkan Pemerintah
seperti tersedianya fasilitas resapan, lahan penghijauan dsb. Selain untuk tujuan
pembentukan komunitas dan loyalitas pelanggan, program ini mengarah
kepada stimulasi pembentukan efek positif word of mouth serta pencitraan &
penguatan merek.

Program Pesta Tukang

Program loyalitas yang dikemas untuk dapat berinteraksi secara langsung


dengan komunitas tukang yang telah terbentuk, dilaksanakan dalam bentuk
gathering dan penguatan product knowledge.
Survey Kepuasan Pelanggan

Untuk mendapatkan umpan balik dari para pelanggan guna meningkatkan kualitas
layanan maupun kualitas produk yang dihasilkan, Perseroan melaksanakan Survey
Kepuasan Pelanggan. Survey dilakukan dengan melibatkan konsultan independen
yang kompeten. Metode survey dilaksanakan melalui teknik wawancara
perorangan secara face to face interview oleh interviewer yang terlatih dengan
mempergunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Survey ini melibatkan
lebih dari 2.000 responden, pelanggan akhir dan channel distribusi, di seluruh
Pulau Jawa dan Bali. Dari hasil survey tersebut diperoleh bahwa kepuasan
pelanggan akhir di tahun 2012 adalah 89,5 dan kepuasan saluran distribusi sebesar
89,7, sedangkan berdasarkan hasil survey di tahun sebelumnya diperoleh kepuasan
pelanggan akhir sebesar 78% dan kepuasan saluran distribusi sebesar 85%. Dari
hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan kepuasan pelanggan
di tahun 2011, namun walaupun terjadi peningkatan, perseroan akan tetap
melakukan pengembangan dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam rangka
menjaga serta meningkatkan kepuasan pelanggan dan saluran distribusi PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk.

Berbagai penjelasan tersebut diatas, merupakan upaya perusahaan mewujudkan


posisinya sebagai produsen semen berkualitas guna memenuhi kebutuhan semen
dalam negeri maupun mewujudkan perusahaan sebagai eksportir semen.

Human resources development


Mengantisipasi pertumbuhan dan pengembangan perseroan yang mulai
agresif di beberapa tahun terakhir ini, perseroan telah menyusun human capital
master plan (hcmp) yang merupakan framework pengembangan secara bertahap
hc perseroan dalam periode lima tahun kedepan, guna menjamin tercapainya visi
perseroan dalam alam hcmp tersebut, perseroan telah menetapkan kebijakan-
kebijakan mendasar dalam pengelolaan dan pengembangan sdm. Seluruh
kebijakan yang disusun menyangkut pengembangan hc bermuara pada satu
tujuan, perseroan memiliki dan mengembangkan hc dengan talenta terbaik untuk
Menjamin tercapainya visi dan misi perseroan.
Hcmp perseroan terdiri atas empat tahapan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Tahap pertama tahun 2009 2010, merupakan setting human capital foundation,
Yakni penyusunan hcmp dan dimulainya transisi implementasi sistem dengan
kegiatan penyelarasan sitem manajemen sdm dan optimalisasi framework aliran
Human capital di antara anggota group perseroan.
Tahap kedua dari pelaksanaan hcmp, tahun 2011-2012, merupakan tahap growth
& trengthening. Perseroan melakukan penguatan human capital system dan
ercepatan peningkatan performance sdm secara berkesinambungan. Target tahap
ini yaitu terjadinya akselerasi kemampuan dan kinerja sdm secara signifikan guna
mendukung pencapaian tujuan perseroan.

Tahap ketiga, tahun 2013, merupakan excellent performance. Pada tahapan ini
eluruh human capital system telah mencapai kondisi yang optimal dan berada
pada derajat alignment yang tinggi untuk menunjukkan high performance system
and culture.

Tahap keempat, tahun 2014 dan seterusnya, merupakan tahap pengelolaan hc


perseroan yang sejajar dengan pengelolaan hc perusahaan kelas dunia. Pada tahap
ini, pengelolaan hc yang dilakukan perseroan mampu membuat citra atau persepsi
publik terhadap perseroan berubah. Perseroan telah menjadi perusahaan kelas
dunia dengan standar manajemen internasional, perusahaan pilihan dalam bisnis
persemenan dan perusahaan pilihan para talenta terbaik yang berminat terjun di
bidang persemenan.

2. MANAJEMEN/ ORGANISASI
Dalam mewujudkan efektivitas dan efisiensi tata kelola perusahaan, Semen
Indonesia telah menerapkan manajemen terintegrasi dengan mengacu pada
prinsip-prinsip tata kelola Perseroan yang baik (good corporate governance), yaitu
Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI), yang meliputi:

-Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001),

-Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001),


-Sistem Manajemen K3 (SMK3-OHSAS 18001),

-Sistem Manajemen Laboratorium Pengujian (ISO/IEC 17025),

-Sistem Manajemen Risiko (ISO 31000), dan

-Sistem Manajemen lainnya

Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI) dibangun berlandaskan pada proses


bisnis Perseroan dengan basis integrasi pada Sistem Manajemen Mutu ISO 9001
yang diharapkan mampu membangun Sistem Manajemen yang komprehensif dan
fleksibel dalam merespon dinamika perubahan strategi dan organisasi Perseroan
dengan tetap berorientasi pada stakeholders expectation.

Dalam pengelolaannya, Perseroan membentuk Tim P2MSMSI (Peningkatan dan


Penyempurnaan Mutu-SMSI) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai
berikut:

-Melakukan kajian ulang, penyempurnaan dan peningkatan Sistem


Manajemen sesuai pedoman Sistem Manajemen Mutu ISO 9004;

-Melakukan integrasi sistem-sistem yang ada, meliputi Integrasi Proses,


Dokumentasi, dan Implementasi;

-Melakukan Penyempurnaan dan Peningkatan Sistem Otomasi Dokumen


melalui software pengendalian dokumen;

-Melakukan evaluasi efektivitas penerapan Sistem manajemen dan closing


out findings atas Hasil Internal Audit dan Hasil Eksternal Audit.

Dalam pengelolaan Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI), juga


dilaksanakan kegiatan Audit secara terintegrasi (Integrated Audit) untuk menjamin
penerapan sistem manajemen dilakukan secara konsisten dan konsekuen. Untuk
menjamin peningkatan secara berkesinambungan, Perseroan juga menetapkan
kebijakan untuk menerapkan Innovation Management System (IMS) yang terdiri
dari kegiatan Inovasi, kegiatan Gugus Kendali Mutu, Program 5R (Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat dan Rajin), Sistem Saran, Total Productive Maintenance. Total
Productive Maintenance kini telah ditingkatkan dengan penerapan Realibility
Centered Maintenance (RCM) dan Proyek Kendali Mutu untuk mencapai
pengelolaan operasional berkelas internasional sesuai dengan visi Perseroan.

3. KEUANGAN/ INVESTASI.
PT. SEMEN GRESIK PT.HOLCIM
2012 2013 2014 2012 2013 2014
1. Rasio Likuiditas

Rasio Lancar 1,70 1,88 2,20 1,40 0,63 0,60

Rasio Cepat 1,23 1,38 1,67 0,96 0,45 0,60

2. Rasio Manajemen
Aset
A/R TO 31 33,6 31,4 31,9 28,5 26,8
ITO 4,5 5,1 5,4 8,2 10,7 10,1
FATO 1,06 1,17 1,19 0,90 0,75 0,70
TATO 0,73 0,79 0,78 0,74 0,65 0,61

3. Rasio Manajemen
Hutang
DAR 0,31 0,29 0,27 0,30 0,41 0,49
DER 0,46 0,41 0,37 0,44 0,69 0,96
4. Rasio Profitabilitas

PM 0,47 0,44 0,42 0,37 0,34 0,28


ROA 0,23 0,22 0,20 0,15 0,08 0,05
ROE 0,27 0,24 0,22 0,16 0,10 0,07

TIE 4,62 4,41 4,67 3,58 3,47 2,97


5. Rasio Pasar

EPS 0,46 0,54 0,57 0,10 0,10 0,09

PER 217,39 185,18 175,43 5000 5000 5555

6. EVA 4.926.639. 5.354.298. 5.573.577. 1.359.7 952.305.0 668.869.000


847 521 279 91.000 00

7. MVA 1.994.068. 1.994.068. 1.994.068. 15.318. 15.318.13 15.318.137.


480.000 480.000 480.000 137.100 7.100.000 100.000
.000

RASIO LIKUIDITAS
1. RASIO LANCAR = Manajer keuangan harus mengontrol kebijakan
pendanaan suatu perusahaan . Rasio lancar yang direkomendasikan adalah
sekitar 2. Jika aset lancar terlalu tinggi hal itu tidak baik untuk perusahaan
karena aset lancar kurang menghasilkan return yang tinggi bila
dibandingkan dengan aset tetap. Sebaliknya rasio lancar yang terlalu
rendah atau bahkan kurang dari 1, mencerminkan adanya risiko
perusahaan untuk tidak mampu memenuhi liabilitas yang jatuh tempo. Jadi
kemampuan dalam memenuhi liabilitasnya PT Semen Gresik lebih baik
dibandingkan dengan PT.Holcim.
2. RASIO CEPAT = Ketentuan Rasio Cepat adalah semakin tinggi Rasionya
semakin baik pula perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek
tanpa mengandalkan persediaan. PT. Semen Gresik lebih cepat dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan
dibandingkan dengan PT.Holcim.

RASIO MANAJEMEN ASET


1. A/R TO = Rasio ini digunakan untuk mengetahui berapa kali dalam satu
periode piutang akan berputar kembali menjadi kas. Rata-rata umur
piutang adalah 365/ perputaran piutang. Ketentuan rasio iniadalah semakin
cepat perputaran piutang adalah semakin baik. Perputaran piutang PT
Semen gresik lebih cepat dibanding dengan perputaran piutang PT.
Holcim.
2. ITO = Rasio ini digunakan untuk mengetahui seberapa cepat persedian
berubah menjadi kas. Ketentuan rasio ini adalah semakin cepat persediaan
berubah menjadi kas maka semakin baik. Perputaran persediaan menjadi
kas PT Semen Gresik lebih lambat dibanding dengan PT.Holcim. Maka
manajer keuangan harus memperhatikan kebijakan pendanaan perusahaan,
agar persediaan cepat dikonversikan menjadi kas.
3. FATO = Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva yang dimilikinya.
Ketentuan rasio ini adalah semakin cepat perusahaan menghasilkan
penjualan berdasarkan aktiva yang dimilikinya, maka semakin baik.
Perputaran aset tetap PT.Semen Gresik lebih cepat dibanding dengan
perputaran aset tetap PT.Holcim.
4. TATO = Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva yang dimilikinya.
Ketentuan rasio ini adalah semakin cepat perusahaan menghasilkan
penjualan berdasarkan aktiva yang dimilikinya, maka semakin baik.
Perputaran aset total PT.Semen Gresik lebih cepat dibanding dengan
perputaran aset tetap PT.Holcim.

RASIO MANAJEMEN HUTANG (SOLVABILITAS/LEVERAGE)


1. DAR = Debt Asset Ratio menunjukan seberapa besar total asset yang
dimiliki perusahaan yang didanai oleh seluruh krediturnya. Ketentuan,
makin tinggi DAR menunjukan makin berisiko perusahaan karena makin
besar utang yang digunakan untuk pembelian asetnya. Resiko PT.Holcim
semkin tinggi dibandingkan dengan resiko PT.Semen Gresik. Hal ini
menunjukkan bahwa PT.Holcim memiliki utang yang semakin besar untuk
pembelian asetnya.
2. DER = Debt to Equity Ratio menunjukan perbandingan antara utang dan
ekuitas perusahaan. Ketentuan makin tinggi DER maka makin berisiko
perusahaan. Resiko PT.Holcim semkin tinggi dibandingkan dengan resiko
PT.Semen Gresik

RASIO PROFITABILITAS
1. Profit Margin (PM) = Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan
perusahaan menghasilkan laba tertentu pada tingkat penjualan tertentu.
Dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa setiap tahunnya perusahaan
mengalami penurunan atas laba kotor yang dihasilkan setiap pendapatan
perusahaan. Hal tersebut menunujukkan bahwa kemampuan perusahaan
dalam setiap penjualan untuk menghasilkan laba kotor juga menurun.
2. ROA = Rasio ini digunakan untuk mengatahui kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki.
PT.Semen Gresik mengalami penurunan ROA dari tahun 2012 sampai
2014. Hal ini berarti kemampuan aset perusahaan dalam membantu
memberikan laba bersih juga menurun.
3. ROE = Rasio ini digunakan untuk mengetahuui kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba setelah pajak berdasarkan modal sendiri. PT.
Semen Gresik mengalami penurunan ROE dari tahun 2012 sampai 2014.
Hal ini berarti kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan laba setelah
pajak berdasarkan modal sendiri juga menurun.
4. Time Interest Earned (TIE) = Rasio ini digunakan untuk mengukur besar
jaminan keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga hutang
jangka panjang. Ketentuan rasio ini adalah semakin tinggi TIE, maka
semakin baik. PT.Semen Gresik mempunyai TIE lebih tinggi dibanding
dengan PT.Holcim. Artinya bahwa kemampuan untuk menjamin
keuntungan yang digunkan untuk membayar bunga hutang jangka panjang
PT. Semen Gresik lebih tinggi dibanding dengan PT.Holcim.

RASIO PASAR
1. Earning Per Lembar Saham / Earning Per Share (EPS) = EPS
menunjukkan jumlah uang yang dihasilkan dari setiap lembar saham.
Semakin besar nilai EPS semakin besar keuntungan yang diterima
pemegang saham.
2. Price Earning Ratio (PER) = Rasio ini menunjukkan berapa banyak
investor bersedia membayar untuk tiap rupiah dari laba yang dilaporkan.
Para investor mempergunkan rasio ini untuk memprediksi kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba di masa yang akan datang.kesediaan
para investor untuk menerima kenaikan PER sangat bergantung pada
prospek perusahaan. perusahaan dengan peluang tingkat perumbuhan yang
tinggi biasanya memiliki PER yang tinggi. Sebaliknya perusahaan dengan
tingkat pertumbuhan yang rednah cenderung memiliki PER yang rendah.

ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)


EVA merupakan indikator tentang adanya penambahan nilai dari satu investasi.
EVA yang positif menunjukkan bahwa manajemen perusahaan berhasil
meningkatkan nilai perusahaan bagi pemlik perusahaan sesuai dengan tujuan
manajemen keuangan memaksimalkan nilai perusahaan.
Bila EVA > 0, terjadi proses nilai tambah perusahaan, kinerja keuangan
perusahaan baik
Bila EVA = 0 berarti total biaya modal perusahaan lebih besar daripada laba
operasi setelah pajak yang diperolehnya, sehingga kinerja keuangan perusahaan
tidak baik.
Dari kedua perusahaan ini menunjukkan EVA > 0 yang artinya bahwa terjadi
proses nilai tambah perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan baik

MARKET VALUE ADDED (MVA)


MVA adalah net prsent value dari seluruh EVA yang akan datang. EVA dan MVA
memiliki hubungan tidak langsung. Jika perusahaan mempunyai EVA yang bagus
maka secara tidak langsung juga memiliki MVA yang bagus.

Jadi, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT SEMEN


INDONESIA (semen gresik) lebih baik dibanding PT HOLCIM.

4 RESEARCH & DEVELOPEMENT


Rekrutmen
Untuk menjamin kesiapan pengembangan perseroan di masa mendatang, sejak
tahun 2008 perseroan melakukan rekrutmen pegawai baru lebih agresif. Tidak
kurang dari 350 orang direkrut dan mulai ditempatkan di semen padang, semen
gresik dan semen tonasa. Pada tahun 2010 akan dilakukan rekrutmen lanjutan
untuk memenuhi kebutuhan sdm yang kompeten bagi perkembangan perseroan.

Pelatihan dan pengembangan


Salah satu fokus hcmp yaitu pelaksanaan program leadership evelopment dengan
tujuan menghasilkan pemimpin yang memiliki kapabilitas kepemimpinan yang
mumpuni, baik dari aspek teknis, kepemimpinan, maupun businessacumen di
semua jenjang baik struktural maupun fungsional organisasi. Pemimpin di
perseroan diupayakan memiliki kompetensi inti dan elemen epemimpinan.
Kompetensi inti terdiri dari teamwork, continuous learning, berorientasi melayani,

INTERNAL FAKTOR EVALUATION

BOBOT NILAI TOTAL


KEKUATAN
1 Brand image yang kuat dibuktikan 0,1 4 0,4
dengan pangsa pasar yang mencapai
40% lebih
2 Produk variatif 0,1 4 0,4
3 Kapasitas produksi besar 0,09 3 0,27
4 Cadangan bahan baku besar 0,1 3 0,3
5 Jaringan distribusi luas 0,08 3 0,24
6 SDM berkompetensi tinggi 0,09 3 0,27
7 Lokasi pabrik yang strategis 0,09 3 0,27
8 Promosi yang menyeluruh diberbagai 0,09 3 0,27
media
9 Sistem keuangan yang baik 0,07 3 0,21
KELEMAHAN
9 Pemasaran belum menjangkau 0,11 2 0,22
wilayah timur indonesia
10 Sebagai BUMN keputusan 0,08 2 0,16
dipengaruhi pemerintah
TOTAL 1,00 3,01