Anda di halaman 1dari 2

PROSES TERBENTUKNYA KOTA

Seperti halnya desa, kota terdiri atas unsur-unsur yang membangun. Unsur-unsur kota
terdiri atas unsur fisik dan non fisik. Unsur-unsur tersebut meliputi wilayah, penduduk,
pemerintahan, dan sarana serta prasarana penunjang kehidupan.
Suatu wilayah dikatakan sebagai kota apabila :
-wilayah tersebut terdapat sekumpulan orang yang tinggal bersama dalam jumlah
tertentu
- mempunyai pola hubungan yang bersifat rasional, individualitas yang menonjol
- tingkat perekonomian yang berbeda.

Kota pada awalnya terbentuk karena adanya pemusatan penduduk di sekitar tempat
tinggal pemimpinnya, dimana pimpinan tersebut mempunyai peranan dalam mengendalikan
roda kehidupan yang ada pada saat itu. Pengendalian tersebut misalnya berkaitan dengan
peraturan perdagangan yang harus dilakukan penduduk, kegiatan agama yang harus
dilakukan dan sebagainya. Adanya pemusatan penduduk pada suatu wilayah menyebabkan
wilayah tersebut menjadi padat. Untuk mengurangi kepadatan penduduk, maka diambil
wilayah yang ada di sekitarnya untuk dikembangkan sebagai bagian dari wilayah kota
tersebut. Kota selanjutnya tumbuh menjadi pusat kehidupan bagi masyarakat setempat. kota
ada yang tumbuh menjadi pusat kebudayaan misalnya saja Yogyakarta, pusat politik, dan
pusat ekonomi. Kota-kota tersebut selanjutnya tumbuh dengan pesat dibandingkan dengan
wilayah yang ada di sekelilingnya. Hal ini terjadi karena di kota terdapat berbagai sarana dan
prasarana kehidupan yang mencukupi. Suatu wilayah dapat menjadi bagian dari suatu kota
apabila memenuhi syarat yang diperlukan. Adapun syarat yang diperlukan yaitu wilayah
tersebut secara fisik mampu untuk dikembangkan, misalnya wilayah tersebut terdiri atas
dataran rendah atau dataran tinggi yang mudah untuk dibangun. Berbeda jika wilayah
tersebut terdiri atas pegunungan yang terjal, tentunya akan menghambat dalam proses
pengembangan.

Faktor lain yang diperlukan suatu wilayah supaya dapat berkembang menjadi kota
adalah wilayah tersebut mempunyai sumber daya yang diperlukan bagi inti kota atau pusat
kota. Daya tarik wilayah yang dapat dikembangkan misalnya wilayah tersebut mempunyai
bahan dasar industri yang diperlukan pusat kota, adapun bahan dasar di wilayah tersebut akan
mempercepat proses pengembangan suatu wilayah menjadi sebuah kota.

Lengkapnya berbagai sarana dan prasarana penunjang kehidupan bukan berarti kota
akan lepas dari segala permasalahan, justru hal tersebut menimbulkan berbagai permasalahan
bagi sebuah kota, di antaranya yang pertama adalah permasalahan urbanisasi. Urbanisasi
merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota, penduduk desa pindah ke kota karena
berbagai faktor antara lain ingin memperoleh penghidupan yang layak, menikmati sarana dan
prasarana kehidupan yang tidak ada di desa, serta alasan-alasan yang lain. Berpindahnya
penduduk di desa ke kota menyebabkan kota semakin padat penduduknya, keadaan ini
menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan. Pada umumnya penduduk desa yang pindah
ke kota memiliki latar belakang pendidikan yang masih rendah sehingga ketika sampai di
kota mereka tidak diterima atau sulit memperoleh pekerjaan di tempat yang layak. Keadaan
ini kemudian menjadikan mereka sebagai pengasong, pengamen, pemulung, pedagang kaki
lima dan lain lain. Demikian pula dalam hal perumahan, kurangnya kemampuan dan
terbatasnya perekonomian warga desa yang datang ke kota menyebabkan mereka
membangun tempat tinggal seadanya di tempat yang kurang layak. Hal ini menimbulkan
berbagai macam permasalahan dan menjamurnya perkampungan kumuh di perkotaan.
Kurangnya kesejahteraan juga akan menimbulkan tindakan kriminal, hal ini biasanya terjadi
pada mereka yang tidak sabar untuk meningkatkan taraf hidupnya sehingga mereka
mengambil jalan pintas dengan cara merebut yang bukan menjadi hak milik nya. Keadaan ini
dapat menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

Selain permasalahan urbanisasi, permasalahan lain yang dihadapi oleh kota adalah
permasalahan pemukiman. Lahan yang dimiliki kota sangatlah terbatas dan umumnya sudah
di tata untuk berbagai kepentingan umum dan perindustrian, dengan datangnya para urban ke
kota, semakin menambah permasalahan tentang pemukiman. Para pendatang terutama yang
berasal dari golongan miskin akan membangun tempat tinggal seadanya. Pada umumnya
rumah mereka menempati wilayah-wilayah yang kurang layak dikarenakan mahalnya tanah
di kota tersebut sehingga tidak terjangkau bagi warga pendatang kelas menengah ke bawah,
dan untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah mengambil beberapa kebijakan
mengenai pemukiman diantaranya dengan membangun rumah susun yang menghemat lahan,
membangun perumahan di wilayah yang berdekatan dengan kota, dan membangun real estate
bagi golongan menengah ke atas.

Selanjutnya adalah permasalahan lingkungan. Permasalahan lingkungan yang


dimaksud disini adalah menyangkut pencemaran baik pencemaran tanah, udara, dan suara.
Pencemaran tersebut diakibatkan adanya aktivitas manusia dalam rangka memenuhi
kebutuhan hidupnya. Pencemaran tanah misalnya banyaknya sampah yang tertimbun di
tempat sampah apabila tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan menurunnya tingkat
kesehatamln masyarakat. Pencemaran air diakibatkan adanya pembuangan limbah di sungai
atau danau yang ada di kota tersebut. Limbah tersebut dapat berupa limbah rumah tangga dan
limbah industri.

Selain pencemaran yang saya sebutkan tadi, pencemaran yang lain yaitu adalah
pencemaran udara yang di timbulkan oleh adanya asap kendaraan, pabrik dan pembakaran
yang dilakukan oleh manusia. Pencemaran udara yang berlebihan akan merusak kesehatan
terutama terkait dengan pernafasan, pencemaran udara yang melebihi ambang batas normal
menjadi dapat mengakibatkan kematian. pencemaran udara merupakan masalah yang sangat
serius dan memerlukan penanganan yang khusus.