Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROTEKNIK

PREPARAT IRISAN DENGAN METODE NON EMBEDDING AKAR, BATANG,


DAN DAUN JAGUNG (Zea mays)

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Mikroteknik

Tahun ajaran 2016/2017

Dosen pengampu :

Dra. Ely Rudyatmi, M.Si

Disusun oleh :

Gilang Wahyu Rahmadhani 4411414022

Kelompok 3

Rombel 1 Biologi 2014

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2016
PREPARAT IRISAN DENGAN METODE NON EMBEDDING AKAR, BATANG,
DAN DAUN JAGUNG (Zea mays)

Minggu, 23 Oktober 2016


A. TUJUAN
1. Membuat preparat melintang jaringan tumbuhan dari organ akar, batang, dan daun
Zea mays.
2. Untuk menganalisis preparat melintang jaringan tumbuhan dari organ akar, batang,
dan daun Zea mays.

A. LANDASAN TEORI
Daun tersusun dari berbagai jaringan dan sel-sel yang berbeda yaitu jaringan
dermal, jaringan mesofil dan jaringan pengangkut. Jaringan dermal berupa sel-sel
epidermis yang terdiri dari sel epidermis itu sendiri dan sel yang terspesialisasi seperti sel
rambut, sel penutup pada stomata, trikoma dan lain-lain serta terdapat lapisan seperti
kutikula dan lain-lain. Preparat irisan adalah preparat yang objeknya merupakan irisan
dari bagian objek yang di amati. Arah irisan dan cara pengirisan objek sangat tergantung
dari tujuan dan kekerasan dari objek yang bersangkutan.
Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang berhubungan erat satu sama lain dan
mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Tumbuhan berpembuluh matang dapat
dibedakan menjadi beberapa tipe yang semua dikelompokkan menjadi jaringan (Kimball,
1992).
Organ pokok pada tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun.
1. Akar
Akar adalah organ tumbuhan yang masuk ke dalam tanah. Fungsi akar pada
tumbuhan, antara lain sebagai tempat melekatnya tumbuhan pada media (tanah),
menyerap air dan garam mineral dari tanah, memperkuat berdirinya tumbuhan, tempat
penyimpanan cadangan makanan, dan sebagai alat pernapasan. Jaringan penyusun
akar, antara lain epidermis, korteks, endodermis, stele (silinder pusat), perisikel,
xilem, floem, dan empulur.
2. Batang
Batang merupakan organ tumbuhan yang tumbuh di permukaan tanah. Fungsi batang,
antara lain menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun, menyalurkan zat
makanan dari daun ke seluruh tubuh, tempat penyimpanan cadangan makanan, serta
tempat menempelnya daun, bunga, dan buah. Jaringan penyusun batang, antara lain
epidermis, korteks, stele, endodermis, perisikel, empulur, xilem, floem, dan kambium.
3. Daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang
paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak
berlangsung di daun. Fungsi daun, antara lain sebagai tempat berlangsungnya
fotosintesis, menyerap CO2 dari udara, sebagai tempat pengeluaran air melalui
transpirasi dan gutasi, serta ubtuk respirasi. Daun tersusun atas beberapa jaringan,
antara lain epidermis, mesofil, berkas pengangkut, xilem, floem, palisade (jaringan
tiang), spons (janringan bunga karang), serta stomata.

B. ALAT DAN BAHAN


Alat Bahan
- Stearofoam - Akar, batang, dan daun Zea mays
- Objek glass - Safranin
- Deck glass - Alkohol
- Silet - Alkohol 70%, 80%, 90% dan Absolut.
- Botol Flakon - Xylol
- Mikroskop - Canada Balsam
- Spuit - Label

C. PROSEDUR
Organ akar, batang dan daun Zea mays dewasa dan segar diiris melintang
menggunakan silet tajam dengan bantuan gabus. Hasil irisan ditampung pada petridish
yang berisi air. 12 irisan organ akar, batang dan daun yang tipis masing-masing
diletakkan diatas objek glass secara berderet dan diusahakan agar kondisi tetap
basah.Irisan organ akar, batang dan daun disortir menggunakan mikroskop. Hasil
sortiran difiksasi dalam botol flakon yang berisi 2 ml FAA selama 24 jam. Dicuci 3 kali
dengan alkohol sisa 70% sampai bersih menggunakan bantuan spuit. Irisan diwarnai
dengan zat warna safranin 1% dalam alkohol 70% selama 24 jam. Dicuci dengan 2 ml
alkohol 70% sebanyak 3 kali
Preparat didehidrasi dengan alcohol bertingkat secara berurutan dari alcohol 70%,
80%, 90%, dan absolute masing-masing selama 2 menit. Selanjutnya didealkoholisasi
menggunakan campuran alcohol : xilol dengan perbandingan 3:1, 1:1, 1:3, xilol murni I
dan II masing-masing selama 2 menit. Tiga irisan diletakkan pada gelas benda dan
langsung ditetesi 1 tetes kanada balsam, ditutup dengan gelas penutup. Labeling sesuai
nama preparat. Diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran kuat, difoto dan
dianalisis hasilnya. Seluruh tahap kegiatan yang menggunakan larutan dilakukan di
dalam botol flakon dengan bantuan spuit untuk mengganti larutan yang digunakan.

D. HASIL PENGAMATAN
Preparat Keterangan
PL batangZea mays Perbesaran 10 x 10
Keterangan :
1. Epidermis
2. Korteks
3. Protoxylem
4. Floem
5. Xylem
6. Jaringan pengangkut

1 2 3 4 5 6
PL daunZea mays Perbesaran40 x 10
Keterangan :
1. Epidermis atas
2. Epidermis bawah
3. Parenkim palisade
4. Parenkimspon
5. Floem
6. Xylem

1 5 6
3
4 Perbesaran 10 x 10
2 Keterangan :
1. Epidermis
2. Korteks
3. Endodermis
4. Xylem
PL akarZea mays 5. Floem
6. Rambut akar

3 5
1 6

2 4
E. PEMBAHASAN
Preparat melintang daun, akar dan batang merupakan preparat yang dibuat
sebagai preparat irisan dengan metode non embedding (irisan bebas). Pewarnaan
menggunakan safranin bertujuan untuk mewarnai seluruh jaringan dengan daya serap
yang berbeda sehingga kontras antar bagian bagian penyusun organ akan terlihat jelas.
Mula mula praktikum menentukan sampel bahan tumbuhan yang telah dipilih,
kelompok 3 menggunakan tumbuhan monokotil yaitu Zea mays. Kemudian diambil
bagian akar, batang dan daunnya. Masing-masing bagian diiris melintang dengan
menggunakan silet tajam setipis mungkin agar dapat diamati secara jelas dibawah
mikroskop. Masing-masing irisan disortir dibawah mikroskop. Masing-masing irisan
yang representatif difiksatif dalam botol flakon yang berisi FAA selama 24 jam secara
terpisah. FAA dipindahkan kedalam botol flakon sisa mengggunakan spet, kemudian
irisan diwarnai dengan pewarna safranin. Irisan melintang akar, batang dan daun
didehidrasi dengan alkohol bertingkat mulai dari alkohol 30%, 70%, 80%, 90% dan
absolut. Pada saat melakukan proses dehidrasi , agar larutan dehidran (alkohol) merata
keseluruh bagian botol flakon, maka menggunakan teknik botol flakon digoyangkan.
Setelah itu didealkoholisasi dengan larutan alkohol xilol dengan perbandingan terlihat
mulai dari 3:1 , 1:1, 1:3 secara bertingkat dan botol flakon digoyangkan supaya merata.
Irisan diambil menggunakan tusuk gigi, diletakkan digelas benda bebas lemak dan
dengan cepat ditetesi dengan kanada balsam kemudian ditutup dengan gelas penutup
secara perlahan menggunakan jarum pentul (hindari adanya gelembung udara pada
preparat yang akan dibuat). Tujuannya agar kanada balsam tidak luber dan untuk
merapikan tepian preparat. Preparat dilabeli dan diamati dengan perbesaran lemah
menuju ke perbesaran kuat dibawah mikroskop. Setelah itu difoto dan dianalisi untuk
kemudian dibuat laporan hasil praktikum.
Hasil pengamatan preparat penampang melintang batang Zea mays diketahui
bahwa irisan penampang melintang batang Zea mays tersusun atas jaringan epidermis,
korteks, dan berkas pengangkut yang tersusun atas xylem, protoxylem dan floem.
Pewarnaan pada batang dapat dikatakan cukup baik, karena bagian-bagian sel dapat
diamati dengan jelas.
Hasil pengamatan preparat penampang daun Zea mays, terlihat bagian bagian
penyusun organ daun, namun hanya jaringannya tidak terlihat jelas karena irisannya
masih kurang tipis, sehingga daun tidak utuh. Preparat daun Zea mays tidak semua
jaringannya terlihat karena diamati menggunakan perbesaran lemah.
Hasil pengamatan preparat melintang akar Zea mays terlihat bagian-bagian
penyusun organ akar yang cukup jelas. Ketika diamati dibawah mikroskop, bagian-
bagian penyusun organ akar teramati adlah rambut akar, epidermis akar, korteks, jaringan
pengangkut (xylem dan floem) dan endodermis.
Jadi preparat penampang melintang daun, akar dan batang Zea mays masih
kurang bagus, untuk daun irisannya masih tebal dan ada bagian yang cacat, pada preparat
akar sudah tipis namun pada bagian stele terdapat lubang (kerusakan jaringan) dan untuk
batang sudah cukup baik sehingga secara umum pada saat diamati menggunakan
mikroskop, preparat tersebut tampak jelas.

F. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis gambar dan pembahasan, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :
1 Preparat melintang akar, batang dan daun Zea mays dapat dibuat dengan metode irisan
bebas (non embedding) dengan menggunakan pewarnaan safranin.
2 Pembuatan preparat akar, batang dan daun Zea mays dengan metode pewarnaan
safranin sudah cukup bagus, karena dapat diamati dan cukup jelas. Bagian bagian
yang dapat teramati pada preparat akar adalah bulu akar, epidermis kaar, jaringan
pengangkut, korteks dn endodermis, pada preparat daun bagian yang teramati epidermis
atas, epidermis bawah, xylem, floem, palisade dan korteks sedangkan pada preparat
batang preparat yang dibuat sudah cukup bagus adapun bagian yang teramati adalah
epidermis, kortek dan jaringan pengangkut.

G. SARAN
1 Pada saat pengirisan hendaknya sejajar mendatar agar tidak dihasilkan praparat yang
terlihat seperti menggulung. Selain itu pengirisan diusahakan setipis dan setransparan
mungkin agar preparat yang dihasilkan tidak terlihat bertmpuk.
2 Pada saat pembuatan preparat setelah dilakukan fiksasi dan pewarnaan dengan
menggunakan safranin sebaiknya diamati dibawah mikroskop terlebih dahulu untuk
mengetahui kelayakan irisan untuk dijadikan preparat (penshortiran, tujuannya untuk
memilih irisan yang terbaik).

DAFTAR PUSTAKA

Kimbal, J.W., 1998, Biologi, Jakarta : Penerbit Erlangga.


Rudyatmi, E. 2016. Bahan Ajar Mikroteknik. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES.