Anda di halaman 1dari 7

Ras Ras diDunia

Konsep ras memiliki banyak pengertian, bergantung pada tujuandan


kondisi yang diperlukan. Dalam pemahaman masyarakat secara umum,
ras dapat berarti golongan tertentu umat manusia berdasarkanciri-ciri
biologis. Beberapa ahli sosial mengartikan ras sebagai suatu kelompok
manusia yang dapat dibedakan dari kelompok lainnya karena ada
beberapa karakteristik fisik atau lahiriah, seperti warnakulit, bentuk muka
(mata, hidung, bibir, dagu), warna dan bentuk rambut. Misalnya,
penggolongan ras mongoloid, negroid, atau punkaukasoid.
Tanah air Indonesia adalah negeri kepulauan yang terdiri atas kurang lebih
13.667 pulau besar dan kecil yang satu sama lain terpisah oleh lautan.
Bangsa Indonesia yang majemuk terbagi-bagi atas kelompok-kelompok
etnis, agama, status sosial dalam bentuk diferensiasi sosial yang
merupakan pembagian sosial secara horizontal. Keanekaragaman bangsa
Indonesia tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkungantempat
mereka berada. Keanekaragaman tersebut berdasarkanpenggolongan
sosial budaya, yang disebut perbedaan etnis.
Umat manusia yang menempati permukaan bumi telah
digolongkanmenurut ciri lahiriahnya (ras) ke dalam dua golongan,
yaitusebagai berikut.
Ciri-ciri kualitatif, meliputi warna kulit, warna dan bentukrambut,
bentuk bibir, bentuk hidung, dan lain-lain.

Warna kulit, merupakan ciri yang paling tampak pada setiapras


manusia. Warna kulit terdiri atas hitam (malanoderma)dan putih
(leucoderma), serta variasi hitam dan putih,misalnya kuning
(xanthoderma). Sebagai contoh, putih(Nordik), kuning (Tionghoa),
cokelat (Dravia), kuningcokelat(Polinesia), cokelat-hitam (ras Negro).

Warna rambut terdiri atas hitam, cokelat, dan keemasan.

Warna mata terdiri atas hitam, cokelat, biru, hijau, dan abuabu.

Bentuk rambut terdiri atas bentuk lurus (leiotris),


bergelombang(cymotris), dan seperti wol (ulotris).

Bentuk muka atau wajah, dapat dipengaruhi oleh tiga


faktor,yaitu: 1) indeks muka, misalnya panjang, lebar, dan sedang;
(2) bentuk tulang pipi;(3) prognatisme, yaitu derajat proyeksi muka
di banding kanposisi kepala secara vertikal atau tegak;(4) bentuk
dagu;(5) bentuk hidung, misalnya sempit (leptorrhine),
sedang(mesorrhine), dan lebar (playhyrrhine).

Ciri-ciri kuantitatif, meliputi berat badan, tinggi badan, ukuranbadan,


bentuk dan ukuran kepala. Untuk mengetahui ukurankepala (index
chephalis), dilakukan dengan cara membagi lebarkepala dengan
panjangnya, kemudian dikalikan seratus. Kepalamanusia terdiri atas tujuh
bentuk, yaitu ultradolichocephalis,hyperdolichocephalis, dolichocephalis,
mesocephalis, brachycephalis,hyperbracycephalis, dan ultra
bracycephalis.
Untuk memudahkan Anda dalam mengenal ras, A.L. Kroebermembuat
klasifikasi serta hubungan-hubungan antarras di dunia,sebagai berikut.
Ras Kaukasoid. Ras ini meliputi orang-orang kulit putih denganbeberapa
variasinya yang diklasifikasikan ke dalam empatrumpun, yaitu sebagai
berikut.

1. Kaukasoid Nordik (Nordic Caucasoid): ukuran tubuh tinggi,rambut


keemasan, mata biru, bentuk muka lonjong atauoval. Ras tersebut
terdapat di daerah Eropa Utara sekitarLaut Baltik. Kaukasoid
Mediterania (Mediteran Caucasoid): ukuran tubuhlebih pendek
daripada Nordik, rambut cokelat dan hitam, matacoklat, bentuk
muka bulat. Ras tersebut terdapat di sekitar LautTengah, Afrika
Utara, Armenia, Saudi Arabia, dan Iran.

1 Kaukasoid Alpin (Alpin Caucasoid): ciri-ciri tubuh antara tipeNordik


dan Mediterania. Mereka terdapat di daerah EropaTimur dan Eropa
Tengah.

2 Kaukasoid Indik atau Hindu (Indic Caucasoid): ukurantubuh lebih


pendek daripada Mediterania, warna kulitras Mong o loid (kuning
dan coklat), tetapi bentuk mukaras Kaukasoid, mata hitam, rambut
hitam, bentuk mukalonjong atau oval dan bulat. Mereka terdapat di
Pakistan,India, Banglades, dan Srilanka.

Ras Mongoloid. Ras ini diklasifikasikan ke dalam tiga rumpun,yaitu


sebagai berikut.

1. Mongoloid Asia (Asiatic Mongoloid): warna kulit kuningpucat atau


putih lobak, ukuran tubuh sedang, rambut hitamkejur, bentuk muka
lonjong atau oval dan bulat, mata sipit.Ras tersebut terdapat di
daerah Asia Utara, Asia Tengah,dan Asia Timur.

2. Mongoloid Malaya atau Oceania (Malayan Mongoloid):warna kulit


kuning kecokelatan, ukuran tubuh agak tinggi,bentuk muka lonjong
atau oval dan bulat, mata biasa, rambuthitam lurus, dan
bergelombang (ikal). Mereka terdapat didaerah Asia Tenggara,
Kepulauan Indonesia, Malaysia,Filipina, dan penduduk asli Taiwan.

3. Mongoloid Amerika atau Indian (American Mongoloid):warna kulit


merah, ukuran tubuh tinggi, rambut hitam lurus,bentuk muka
lonjong atau oval, mata sipit. Mereka terdapatdi daerah Amerika
Selatan (penduduk Terra del Fuego) dandi Amerika Utara (penduduk
asli Eskimo).

Ras Negroid, memiliki ciri khusus terutama warna dan bentukrambut


(hitam dan keriting). Ras ini diklasifikasikan atas tigarumpun, yaitu
sebagai berikut.
1. Negroid Afrika (African Negroid): badan kekar dan tinggi,kulit hitam
pekat, rambut hitam keriting, bentuk muka bulatatau tebal. Jenis ras
ini terdapat di Benua Afrika.

2. Negrito: ukuran tubuh pendek dan kekar, ukuran kakidan tangan


pendek. Mereka terdapat di Afrika Tengah,semenanjung Melayu, dan
Filipina.

3. Negroid Melanesia (Papua Melanosoid): ciri-ciri tubuh antaraNegroid


Afrika dan Negrito. Mereka terdapat di PulauPapua dan Kepulauan
Melanesia.

4. Austroloid: ciri-ciri tubuh hampir sama dengan NegroidAfrika.


Kelompok ini merupakan ras penduduk asliAustralia: bertempat
tinggal di daerah pedalaman, hidupsecara bergerombol dan
berpindah-pindah. Saat inijumlahnya relatif sedikit dan semakin
berkurang.

Ras-ras Khusus, adalah ras yang tidak termasuk ras induk(Kaukasoid,


Mongoloid, Negroid). Ras ini diklasifikasikan kedalam empat rumpun, yaitu
sebagai berikut.

1. Bushman, memiliki ukuran tubuh sedang, warna kulitcoklat, rambut


hitam keriting, mata lebar. Mereka terdapatdi daerah gurun Kalahari
(Afrika Selatan).

2. Veddoid, ciri-cirinya hampir sama dengan Negrito, ukurantubuh


lebih pendek mendekati kerdil. Mereka terdapat didaerah
pedalaman Srilanka dan Sulawesi Utara.

3. Polinesoid, ukuran tubuh sedang, warna kulit cokelat,mata lebar,


rambut hitam berombak. Mereka terdapat diKepulauan Mikronesia
dan Polinesia.

4. Ainu, memiliki warna kulit dan rambut ras Kaukasoid, tetapibentuk


muka ras Mongoloid. Mereka terdapat di PulauHokaido dan Karafuko
(Jepang Utara).

R. Soekmono menyatakan bahwa di India Belakang atau IndoCina bagian


utara sejak zaman Mesolitikum sudah terdapat berbagairas, di antaranya
golongan Papua, Melanosoid, Europoid, Wedoid,dan Mongoloid. Mereka
kemudian bercampur dan menyebar keberbagai daerah termasuk
Indonesia. Dengan demikian, sebenarnya penduduk kepulauan Indonesia
terdiri atas ras-ras manusiayang berbeda (Mongoloid, Negroid,
Kaukasoid). Masing-masingmemiliki ciri fisik tertentu yang berbeda,
sebagai akibat pewarisanbiologi. Beberapa kalangan beranggapan bahwa
orang-orang danras tertentu, ciri-ciri kepribadian tertentu, watak tertentu,
bahkankebudayaan tertentu pula, tetapi pada kenyataannya tidak
demikian.Terdapat kecenderungan pada banyak orang untuk
mempertahankankemurnian ras dengan melakukan perkawinan di antara
merekaatau beranggapan bahwa dirinya merupakan perwujudan rasmurni
asli. Bangsa Indonesia tidak mengenal adanya ras murni darisuatu ras
utama di dunia melainkan campuran dari ras-ras yanglain. Ras manusia
yang menjadi penduduk Indonesia merupakansebagian dari keseluruhan
ras manusia yang ada di dunia sehinggakebanggaan yang menjadikan
dirinya ras yang unggul merupakankebanggaan semu yang hanya akan
memecah belah bangsa. Olehkarena itu, perbedaan ras merupakan
perbedaan lahiriah saja, sebagaibukti bahwa bangsa Indonesia beraneka
ragam, tetapi kita adalahsebuah bangsa yang utuh.

Persebaran ras di Indonesia

Persebaran ras di Indonesia sudah ada sejak zaman es. Pada zaman es
wilayah Indonesia bagian barat masih bersatu dengan benua Asia
sedangkan daerah bagian timur bersatu dengan benua Australia. Pada
masa itu telah tersebar 2 ras di Indonesia, yaitu :

Ras Mongoloid

Ras ini berasal dari daerah Asia Tengah (Mongoloid). Pada zaman es ini
ras mongoloid tersebar di daerah Indonesia bagian Barat meliputi pulau
Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Dengan arus persebaran sebagai berikut.

Dari Mongolia menuju ke daerah- daerah dia Asia Tenggara seperti


Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, Singapura, baru menuju ke Indonesia
bagian barat.
Semua ditempuh melalui jalar darat sebab saat itu bagian barat Indonesia
masih bersatu dengan benua Asia Tenggara. Pada perkembangan
selanjutnya terbentuklah pulau-pulau di Indonesia bagian barat seperti
Sumatra, Kalimantan dan Jawa, daratan yang menjadi lautan disebut
paparan sunda.

Ras Austroloid
Ras ini berpusat di Australia dan menyebar ke Indonesia bagian Timur
khususnya wilayah Papua/Irian Jaya. Persebaran ke daerah inipun
dilakukan melalui darat sebab saat itu papua masih bersatu dengan
benua Australia perkembangannya daratan yang menjadi lautan disebut
paparan sahul.
Sementara itu daerah di zone Wallacea seperti Sulawesi, Nusa Tenggara,
dan Maluku merupakan daerah penyaringan bagi migrasi manusia dan
fauna dari paparan sunda ke paparan sahul maupun sebaliknya sehingga
sangat terbatas sekali ras yang dapat masuk ke wilayah ini.

Jadi awalnya ras nenek moyang bangsa Indonesia adalah ras Mongoloid
dan ras Austroloid.

Perkembangan selanjutnya pada tahun 2000 SM mulai terjadi migrasi/


perpindahan ras dari berbagai daerah ke Indonesia, yaitu :

Migrasi pertama, Ras Negroid

Ciri dari ras berkulit hitam, bertubuh tinggi, dan berambut keriting.
Ras ini datang ini dari Afrika. Di Indonesia ras ini sebagian besar
mendiami daerah Papua.
Keturunan ras ini terdapat di Riau (pedalaman) yaitu suku Siak (Sakai),
sertasuku Papua melanesoid mendiami Pulau Papua dan Pulau Melanesia.

Migrasi kedua, Ras Weddoid

Ciri ras ini adalah berkulit hitam, bertubuh sedang, dan berambut
keriting.
Ras ini datang dari India bagian selatan.
Keturunan ras ini mendiami kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara Timur
(Kupang).

Migrasi Ketiga, Ras Melayu Tua (Proto Melayu)

Ciri ras ini adalah berkulit sawo matang, bertubuh tidak terlalu tinggi, dan
berambut lurus. Ras ini termasuk dalam Ras Mongoloid (sub ras Malayan
Mongoloid) berasal dari daerah Yunan (Asia Tengah) masuk ke Indonesia
melalui Hindia Belakang (Vietnam)/ Indo Cina baru selanjutnya ke
Indonesia.
Di Indonesia Ras ini menyebar melalui 2 Jalur sesuai dengan jenis
kebudayaan Neolithikum yang dibawanya, yaitu.

1) Jalur pertama

Melalui jalur barat dan membawa kebudayaan berupa kapak persegi.


Dengan menempuh jalur darat dari Yunan mereka menuju ke
Semenanjung Melayu melalui Thailand selanjutnya menuju ke Sumatra,
Jawa, Bali, ada pula yang menuju Kalimantan dan berakhir di Nusa
Tenggara. Sehingga di daerah tersebut banyak ditemukan peninggalan
berupa kapak persegi/ beliung persegi.
Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah masyarakat/ Suku
Batak ,
Nias(Sumatra Utara), Mentawai (Sumatra Barat), Suku Dayak
(Kalimantan), dan Suku Sasak (Lombok).

2) Jalur kedua

Melalui jalur timur dan membawa kebudayaan berupa kapak lonjong.


Dengan menempuh jalur laut dari Yunan (Teluk Tonkin) menyusuri Pantai
Asia Timur menuju Taiwan, Filipina, kemudian ke daerah Sulawesi,
Maluku, ke Irian selanjutnya sampai ke Australia. Peninggalan kapak
lonjong banyak ditemukan di Papua. Keturunan Proto Melayu yang melalui
jalur ini adalah suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Papua (Irian), Suku
Ambon, Ternate, Tidore (Maluku).

Migrasi Keempat, Ras Melayu Muda (Deutro Melayu)


Sekitar 500 SM datang migrasi dari ras Deutro Melayu dari daerah Teluk
Tonkin, Vietnam selanjutnya mendesak keturunan ras Proto Melayu yang
telah menetap lebih dahulu dan masuk Indonesia menyebar keberbagai
daerah baik di pesisir pantai maupun pedalaman.

Mereka masuk membawa kebudayaan yang relatif lebih maju yaitu


kebudayaan logam terutama benda-benda dari Perunggu, seperti nekara,
moko, kapak corong, dan perhiasan. Hasil kebudayaan ras ini sangat
terpengaruh dengan kebudayaan asalnya dari Vietnam yaitu Budaya
Dongson. Tampak dengan adanya kemiripan antara artefac perunggu di
Indonesia dengan di Dongson.
Keturunan dari Deutro Melayu yaitu suku Minang (Sumatra barat), Suku
Jawa, dan Suku Bugis (Sulawesi Selatan). Ras ini pada perkembangannya
mampu melahirkan kebudayaan baru yang selanjutnya menjadi
kebudayaan bangsa Indonesia sekarang.

Migrasi dari berbagai macam ras tersebut perkembangannya saling


berbaur/bercampur hingga menghasilkan berbagai macam suku dengan
beraneka ragam cirinya. Keanekaragaman tersebut disebabkan karena
perbedaan keadaan alam (letak geografis, iklim), Makanan(nutrisi), dan
terjadi perkawinan campur.
Sehingga secara umum ciri fisik masyarakat Indonesia adalah sebagai
berikut.

Tinggi badan berkisar antara 135-180 cm,


Berat badan berkisar antara 30-75 kg,
Warna kulit berkisar antara kuning langsat dan coklat hitam,
Warna rambut antara coklat dan hitam,
Bentuk rambut antara lurus dan keriting.