Anda di halaman 1dari 9

UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP

KEPUTUSAN PENERIMAAN KLIEN BARU

Kantor Akuntan Publik Surata dan Rekan merupakan salah satu kantor akuntan publik terkemuka
yang ada di Indonesia. Usaha utama dari KAP adalah menyediakan jasa audit atas laporan
keuangan dan konsultasi di bidang perpajakan. Akan tetapi, selain dua jasa tersebut, saat ini KAP
sedang merintis jalan untuk bisa menjadi konsultan sistem inforfasi akuntansi bagi perusahaan-
perusaaan yang akan menjadi calon kliennya. Beberapa klien dari KAP adalah perusahaan-
perusahaan yang sudah go-public.

Di awal bulan Januari 2012, KAP Surata dan Rekan menugaskan Raka Manggala (Raka Manggala
saat itu diposisikan sebagai manajer audit yang baru dipromosikan) untuk menangani
penerimaan klien baru dari PT Aman Sentosa. PT Aman Sentosa adalah perusahaan yang
memproduksi perlengkapan-perlengkapan rumah tangga dengan skala usaha menengah. PT.
Aman Sentosa berencana untuk menyudahi kerjasamanya dengan auditor perusahaan saat ini,
yaitu KAP Subagyo dan Rekan, dan ingin menggunakan jasa dari KAP Surata dan Rekan untuk
melakukan pengauditan laporan keuangan perusahaan di tahun 2011. Direktur PT Aman Sentosa
mengungkapkan bahwa alasannya memutuskan kerjasama dengan auditor saat ini dan memulai
untuk membangun kerjasama dengan KAP Surata dan Rekan dikarenakan perusahaan ingin
mendapatkan laporan audit dari KAP terkemuka di Indonesia (yang persyaratan tersebut menurut
perusahaan ada pada KAP Surata dan Rekan) karena di tahun 2012, perusahaan berencana untuk
melakukan proses IPO (initial public offering).

Pada sisi KAP Surata dan rekan sendiri, KAP ini sebelumnya belum pernah mendapatkan
penugasan untuk melakukan pengauditan terhadap perusahaan yang berkecimpung di bidang
industri peralatan rumah tangga. Sebelumnya, KAP benyak melakukan audit terhadap klien-
kliennya yang sebagian besar bergerak di bidang industri hasil pertanian, makanan ringan, serta
beberapa perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan peralatan kesehatan. KAP Surata dan
rekan melihat bahwa tawaran yang datang dari PT Aman Sentosa merupakan tawaran yang
menarik karena KAP bisa masuk ke area industri baru yang sebelumnya belum pernah mereka
audit, yaitu area industri perlengkapan perabot rumah tangga. Dengan demikian, secara otomatis
KAP juga dapat memperluas pangsa pasarnya. Akan tetapi, sebelum melakukan pengambilan
suatu keputusan menerima atau menolak penugasan, partner dari KAP Surata dan Rekan, Adi
Samekto, ingin meyakinkan bahwa keputusan penerimaan klien baru akan dilakukan dan diambil
secara hati-hati. Oleh karena itu, Raka Manggala ditugaskan untuk melakukan penilaian
pendahuluan sebagai dasar untuk memutuskan apakah menerima atau tidak tawaran dari PT.
Aman Sentosa.

Latar Belakang Industri PT Aman Sentosa


PT Aman Sentosa merupakan perusahaan berskala menengah di bidang produksi perlengkapan
rumah tangga. Hingga saat ini, saham perusahaan tidak diperdagangkan secara bebas di lantai
bursa. Perusahaan berencana untuk melakukan IPO di tahun 2012.
PT Aman Sentosa ingin menggunakan jasa KAP Surata dan Rekan untuk menerbitkan opini audit
terhadap laporan keuangannya di tahun 2011. Selain itu, perusahaan juga menginginkan jasa dari
KAP yang sama untuk merancang dan memperbaiki sistem IT yang dimiliki oleh perusahaan.
Perusahaan sangat berharap banyak agar adanya opini audit dari KAP Surata dan Rekan bisa
melancarkan tujuannya untuk melakukan IPO (garansi nama besar KAP kepada calon investor PT.
Aman Sentosa terhadap keandalan laporan keuangannya).
Beberapa informasi tentang Industri dan manajemen Perusahaan yang didapat adalah sebagai
berikut:

1. Selama beberapa tahun terakhir ini, pergerakan industri perlengkapan rumah tangga di
Indonesia tumbuh dengan laju yang cukup stabil (moderat). Industri perlengkapan rumah
tangga yang ada di indonesia bervariasi jenisnya, dari mulai perusahaan yang menyediakan
hanya untuk permintaan pasar lokal, hingga perusahaan yang melayani permintaan pasar
internasional.

2. Total aset perusahaan yang ada dalam laporan keuangan 2011 sebelum diaudit adalah Rp.
76.392.000.000,00. Pendapatan Penjualan adalah sebesar Rp. 145.313.000.000,00. Dan Laba
Bersih perusahaan sebesar Rp. 3.472.000.000,00. Pada tahun-tahun sebelumnya, karena
keterbatasan modal yang dimiliki, perusahaan tidak melakukan inovasi baru terhadap

1
produk-produk yang dihasilkannya. Perusahaan hanya berfokus pada bagaimana menjaga
posisi pertumbuhan penjualan dengan menerapkan strategi harga murah. Selanjutnya,
dengan rencana IPO di tahun 2012, PT Aman Sentosa berharap akan mendapatkan suntikan
modal dan akan menggunakan tambahan modal tersebut untuk melakukan pengembangan
usahanya baik di skala pasar regional maupun nasional. Sebelumnya, PT Aman Sentosa
hanya menjual produk-produknya di toko-toko penyalur perlengkapan rumah tangga berskala
lokal. Baru beberapa tahun terakhir ini perusahaan mulai mencoba untuk melayani dalam
kuantitas yang lebih besar dengan menggunakan rantai distributor berskala nasional. Hingga
saat ini, terdapat dua distributor besar berskala nasional yang bersedia untuk menyalurkan
produk-produk perusahaan ke konsumen akhir. Untuk mengatasi peningkatan permintaan
terhadap produknya, perusahaan meningkatkan kapasitas produksinya. Catatan penting
mengenai kondisi finansial perusahaan adalah laba perusahaan mengalami peningkatan
cukup tajam beberapa tahun terakhir, tepat ketika perusahaan mulai mencoba untuk
melakukan kerjasama dengan 2 distributor nasional peralatan rumah tangga. Yang juga harus
dijadikan sebagai suatu catatan adalah bahwa untuk tahun 2010, perusahaan mendapatkan
opini audit wajar dengan pengecualian dari auditor terdahulunya. Pengecualian yang ada di
opini audit tahun 2010 ditujukan kepada akun-akun pendapatan dan piutang dagang. Auditor
juga telah berganti KAP (auditor) sebanyak 3 kali selama kurun waktu 10 tahun terakhir.

3. Di bulan Oktober 2010, perusahaan menunjukkan aktivitas management turnover yang


cukup signifikan dimana dalam bulan tersebut wakil manajer operasional dan juga staf
controler dari perusahaan memutuskan untuk mengundurkan diri dengan alasan
mendapatkan pekerjaan di kota lainnya. Alasan yang sesungguhnya dari pengunduran diri
kedua orang tersebut terkesan disembunyikan oleh pihak manajemen. Selanjutnya, di bulan
November, perusahaan mempekerjakan Wakil manajer operasional yang baru, Andika
Suryadarma yang telah berpengalaman di bidangnya selama 12 tahun. Sedangkan staf
kontroler yang baru, Indra Wibawa, datang di perusahaan sejak awal bulan Desember 2011
dengan pengalaman yang terbatas dan ketika memulai pekerjaannya di PT Aman Sentosa,
dia memiliki beberapa kendala dengan sistem IT dari perusahaan yang terkesan sangat
rumit. Sedangkan posisi Presiden Direktur dari PT Aman Sentosa sendiri disandang oleh Sandi
Sebastian yang merupakan anak dari pendiri perusahaan dan telah mempunyai pengalaman
luas di industri yang digelutinya saat ini.

4. Perusahaan mempunyai kebijakan baru yang mulai diimplementasikan di tahun 2011, yaitu
mengintegrasikan keseluruhan sistem akuntansinya. Sistem baru tersebut mendesain dan
mengurus pengintegrasian persediaan, piutang usaha, Hutang usaha, penggajian, dan
penyusunan buku besar serta neraca dan laba rugi perusahaan. Transisi ke sistem IT yang
baru tersebut digagas dan dirancang oleh bagian kontroler, dimana salah satu perancangnya
adalah kontroler yang mengundurkan diri secara tiba-tiba di bulan Oktober. Sayangnya,
implementasi dari sistem IT yang baru tersebut tidak berjalan lancar. Problem terkait ada
pada penelusuran dan penyajian akun persediaan, akumulasi biaya, skedule umur piutang
dan penagihannya, pengurangan pajak penghasilan dari para pekerja, pelunasan hutang, dan
pengklasifikasian akun-akun dalam neraca. Kondisi ini membuat frustasi staf akuntansi
perusahaan dan juga jajaran manajemen. Hal tersebut disebabkan oleh kekacauan dari
sistem IT yang terjadi, selanjutnya berdampak pada ketidakakuratan penyusunan laporan
internal anggaran manajemen, laporan persediaan, penagihan piutang usaha yang disusun
oleh bagian akuntansi, hingga kemungkinan terdapatnya salah saji dalam laporan keuangan
perusahaan periode 2011. Perlu juga dijadikan catatan bahwa KAP Surata Dan Rekan belum
pernah melakukan pengauditan kepada perusahaan yang mempunyai sistem IT seperti yang
dimiliki oleh PT Maju Mamur. Akan tetapi, staf IT dari KAP Surata dan Rekan merasa mampu
untuk mengatasi permasalahan terkait dengan IT yang diimplementasikan saat ini di
perusahaan.

5. Sistem Penjualan/ penerimaan menangani aktivitas penjualan dalam range volum sekitar
2.900 s/d 3.400 transaksi penjualan per bulan, juga termasuk 1.200 transaksi kredit yang
dilakukan oleh konsumen. 6 Konsumen terbesar perusahaan mendominasi 15% dari jumlah
piutang usaha perusahaan. Persediaan barang jadi perusahaan diorganisasi dan disimpan
secara baik. Tapi persediaan barang dalam proses tidak begitu diperhatikan oleh perusahaan.
Perusahaan menggunakan sistem penentuan biaya berdasar proses (process costing) dalam
menentukan pembebanan biaya kepada produknya.

2
6. Ketika Raka Manggala sebagai manajer audit yang diproyeksikan untuk melakukan keputusan
penerimaan klien dengan PT Aman Sentosa menemui Manajer Keuangan dari PT Aman
Sentosa, Revan Restama, Manajer keuangan tersebut menyatakan bahwa alasan perusahaan
memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan auditor terdahulu dikarenakan auditor
tesebut tidak benar-benar mengerti lingkungan dan aktivitas bisnis klien serta tidak
memahami dengan baik sistem IT baru yang diimplementasikan oleh perusahaan.
Perusahaan menganggap bahwa seharusnya perusahaan bisa mendapatkan opini audit wajar
tanpa pengecualian terhadap laporan keuangannya dikarenakan mereka telah melakukan
beberapa penyesuaian-penyesuaian dengan akun-akun yang dipermasalahkan oleh auditor
sebelumnya, yaitu akun-akun piutang usaha dan persediaan. Selanjutnya, PT Aman Sentosa
percaya bahwa dengan menyerahkan penugasan audit ke KAP Surata dan Rekan, selanjutnya
KAP Surata akan menjalankan tugasnya dengan baik dikarenakan mempunyai SDM yang
kompeten di bidangnya serta pada akhirnya dapat memberikan opini audit terhadap laporan
keuangan yang bisa membantu perusahaan untuk melakukan IPO di bursa efek.

7. Komunikasi dengan auditor terdahulu. Pada awalnya pihak PT. Aman Sentosa dengan diwakili
oleh manajer keuangannya terkesan kurang setuju tentang gagasan yang diajukan oleh Raka
Manggala untuk menghubungi dan melakukan komunikasi dengan KAP PT. Aman Sentosa
sebelumnya. Namun, pada akhirnya PT. Aman Sentosa mempersilahkan Raka Manggala untuk
melakukan komunikasi tersebut. Setelah Raka Manggala mengunjungi Auditor terdahulu dari
PT Aman Sentosa, kemudian dia mendapatkan beberapa informasi dari auditor terdahulu
yang diantaranya adalah kompleksitas dari sistem IT yang diterapkan oleh PT Aman Sentosa
saat ini, manajemen perusahaan terkesan benar-benar memanfaatkan secara agresif sistem
akrual pada akhir tahun dan pendapatan perusahaan untuk membuat akun-akun pendapatan
dan piutang menggelembung di akhir tahun demi tujuan memenuhi persyaratan dari kreditur
perusahaan (debt covenant). Auditor terdahulu juga merasa sulit untuk menjalin hubungan
dan komunikasi dengan jajaran manajemen perusahaan. Hal yang juga menjadi informasi
penting bagi Raka Manggala setelah berdiskusi dengan auditor PT. Aman Sentosa adalah
bahwa penyebab lain dari berakhirnya kerja sama antara PT. Aman Sentosa dengan KAP
Subagyo dan Rekan terkait dengan ketidaksepakatan terhadap penetapan besarnya fee audit
yang direncanakan untuk proses pengauditan laporan keuangan periode 2011.

PENUGASAN:
1. Sebutkan dan jelaskan secara singkat beberapa prosedur awal yang bisa dilakukan oleh
Raka Manggala agar kemudian bisa memberikan laporan rekomendasi kepada Partner KAP
apakah akan menerima atau menolak tawaran penugasan audit dari PT Aman Sentosa
(hubungkan dengan standar auditing dan peraturan lain yang mungkin terkait)!
2. Dari beberapa data keuangan yang disajikan di lampiran, coba lakukan prosedur analitis
awal untuk mendapatkan pemahaman tentang bagaimana kinerja finansial dari PT Aman
Sentosa!
3. Dari prosedur analitis yang dilakukan, apakah ditemukan hal-hal yang nantinya akan
dijadikan acuan oleh KAP sebagai titik tekan pengauditan selama proses audit berlangsung
ketika seandainya KAP Surata dan Rekan menerima penugasan dari PT Aman Sentosa?
Sebut dan Jelaskan!
4. Melihat dari kondisi bisnis dan beberapa tujuan yang dimiliki oleh PT Aman Sentosa seperti
apa yang dipaparkan dalam bagian Latar Belakang Industri PT Aman Sentosa di atas,
sebutkan dan jelaskan beberapa akun yang nantinya akan menjadi area pengauditan
utama oleh KAP (jika mungkin hubungkan dengan beberapa asersi manajemen terkait)!
5. Dengan segala analisis yang bisa dilakukan, selanjutnya menurut anda apakah
rekomendasi yang diberikan oleh Raka Manggala menyarankan kepada Partner KAP
Surata dan Rekan (saran untuk menerima atau menolak tawaran perikatan audit dari PT.
Aman Sentosa)? Untuk menjawab pertanyaan ini, kemukakan alasan yang detail dengan
juga mendasarkan pada Standar Auditing, peraturan dan Kode Etik Profesi terkait!

Lampiran-lampiran:

RASIO INDUSTRI UNTUK PERBANDINGAN


2011 2010
ROE 22,10% 28,50%
ROA 7,20% 8,80%
Assets to Equity 3,59 3,06
3
Accounts Receivable
Turnover 8,14 7,57
Average Collection Period 44,84 48,21
Inventory Turnover 8,8 7,5
Days in Inventory 41,48 47,67
Debt to Equity 2,58 2,06
Times Interest Earned 1,5 2,2
Current Ratio 1,2 1,3
Profit Margin 9,80% 10,00%

PT AMAN SENTOSA
NERACA PER 31 DESEMBER 2009-2011
(Dalam Jutaan Rupiah)
AKTIVA
2011
(Unadited 2010 2009
Aktiva Lancar
)
Rp Rp
Kas 3.008 2.171 Rp 1.692
Rp Rp
Piutang Usaha Bersih 12.434 7.936 Rp 6.621
Rp Rp
Persediaan Barang Dalam Proses 11.907 10.487 Rp 10.684
Rp Rp
Persediaan Barang Jadi 3.853 4.843 Rp 7.687
Rp Rp
Aktiva Lancar Lainnya 1.286 1.627 Rp 1.235
Rp Rp
Total Aktiva Lancar 32.488 27.064 Rp 27.919

Rp Rp
Properti, Tanah, dan Peralatan 53.173 46.664 Rp 39.170
Rp Rp Rp
Dikurangi Akumulasi Penyusutan (11.199) (9.009) (7.050)
Total Properti, Tanah, Peralatan Rp Rp
Bersih 41.974 37.655 Rp 32.120
Aktiva Lainnya
Rp Rp
Uang Muka PPh 714 547 Rp 339
Rp Rp
Aktiva Lain-Lain 1.216 1.555 Rp 735
Rp Rp
Total Aktiva Lainnya 1.930 2.102 Rp 1.074
Rp Rp Rp
TOTAL AKTIVA 76.392 66.821 61.113

KEWAJIBAN DAN EKUITAS PEMEGANG SAHAM


Kewajiban Jangka Pendek
Hutang Usaha & Pendapatan Diterima Rp Rp
Dimuka 12.284 9.652 Rp 12.309
Rp Rp
Bagian lancar dari Hutang Wesel 3.535 3.054 Rp 2.899
Rp Rp
Hutang PPh 865 565 Rp 295
4
Rp Rp
Kewajiban Lancar Lainnya 873 847 Rp 988
Rp Rp
Total Kewajiban Lancar 17.557 14.118 Rp 16.491

Kewajiban Jangka Panjang (Hutang Rp Rp


Wesel) 20.000 17.234 Rp 11.674
Rp Rp
Total Kewajiban 37.557 31.352 Rp 28.165

Ekuitas Pemegang Saham


Saham Biasa (10.000.000 lembar Rp Rp
diotorisasi) 10.675 10.675 Rp 10.675
Rp Rp
Tambahan Modal di Setor 5.388 5.388 Rp 5.388
Rp Rp
Laba Ditahan 22.772 19.406 Rp 16.885
Rp Rp
Total Ekuitas Pemegang Saham 38.835 35.469 Rp 32.948
Rp Rp Rp
TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 76.392 66.821 61.113

PT AMAN SENTOSA
LAP. RUGI LABA UNTUK TAHUN BERAKHIR 31
DESEMBER 2009-2011
(Dalam Jutaan Rupiah)
2011 2010 2009
(Unadited)
Penjualan Rp 145.313 Rp 104.026 Rp 92.835
Rp
Harga Pokok Penjualan 95.906 Rp 69.177 Rp 63.870
Rp
Laba Kotor 49.407 Rp 34.849 Rp 28.965
Rp
Beban Operasi 41.414 Rp 28.607 Rp 24.601
Rp
Laba Operasi 7.993 Rp 6.242 Rp 4.364
Rp
Beban Bunga 1.700 Rp 1.473 Rp 699
Rp
Pajak penghasilan 2.821 Rp 2.247 Rp 1.594
5
Rp
Laba Bersih 3.472 Rp 2.521 Rp 2.073

PT AMAN SENTOSA
EKUITAS PEMEGANG SAHAM UNTUK TAHUN BERAKHIR
31 DESEMBER 2009-2011
(Dalam Jutaan Rupiah)
2011 2010 2009
Saldo Awal Rp 19.406 Rp 16.885 Rp 14.812
Pembayaran
Deviden Kas Rp (106) Rp - Rp -
Laba Bersih Tahun
Berjalan Rp 3.472 Rp 2.521 Rp 2.073
Saldo Akhir Rp 22.772 Rp 19.406 Rp 16.885

CadanganMataKuliahauditing60Menit

1. Jelaskanapayangdimaksudbuktipemeriksaanyangcukupdankompeten
2. Jelaskanapayangdimaksuddengankonfirmasibericontohlimainformasiyangdikonfirmasi
olehakuntandansebutkandarisumbermanakonfirmasitersebutditerimaolehakuntan
3. Apayangdimaksuddengankertaskerja
4. Caraapasajayangditempuholehakuntandalamusahanyamemperolehpengetahuanyang
cukupindustriyangmenjaditempatusahanklien
5. Sebutkandanjelaskantipe2pemeriksaanakuntan.

6
Cadangansisteminformasiakuntansi60menit

1. Apa keterkaitan fungsional antara database dengan Sistem Informasi (SI)?


2. Apa perbedaan fundamental antara data dan informasi?
3. Apa perbedaan mendasar sistem file dengan database?
4. Apa perbedaan mendasar antara database dengan DBMS?
5. Apa keterkaitan DBMS dengan Sistem Informasi (SI)?

SoalKasusSistemInformasiakuntansiakhirpekan
DibawahiniadalahteoridancontohpembuatanERdiagram.
Teori

7
Langkah-langkah pembuatan E R Diagram :
1) Identifikasi entitas dan atribut key untuk masing-masing entitas
2) Identifikasi seluruh relasi
3) Identifikasi atribut non key (bukan kunci) pada entitas dan relasi
4) Identifikasi bilangan kardinalitas
ENTITAS
Adalah sesuatu yang dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya dan bersifat independent, dapat
berupa objek secara fisik (rumah, mobil, peralatan, dsb) atau objek secara konsep (pekerjaan,
perusahaan, rencana, dsb)
ATRIBUT
Adalah sesuatu yang melekat / dimiliki oleh entitas atau relationship, yang menyediakan penjelasan
detail tentang entitas atau relationship tersebut Atribut key adalah atribut yang dapat digunakan untuk
membedakan objek satu dengan yang lainnya dan memiliki sifat unik
RELASI
Adalah hubungan secara logik yang terjadi antara entitas yang satu dengan lainnya, dan bersifat
dependent, minimai memiliki atribut-atribut kunci yang berasal dari entitas-entitas yang direlasikan
KARDINALITAS
Adalah derajat maksimum satu entitas dapat berelasi dengan entitas yang lain
Jenis :
One to one
One to many atau many to one
Many to many

Contoh kasus :

Klik di gambar

PEMBAHASAN
Langkah-langkah pembuatan E R Diagram :
1) Identifikasi entitas dan atribut key untuk masing-masing entitas
8
Entitas beserta atribut key adalah sebagai berikut:
1. Karyawan: ID karyawan, nama, alamat, kota, status, dan no tlp.
2. Obat: ID obat, nama, jenis, harga, stock, dan ID supplier.
3. Supplier: ID supplier, nama, alamat, kota, no tlp.
4. Faktur Penjualan: No, tanggal, ID pelanggan, ID karyawan, ID obat, jumlah, total, pajak, total bayar
5. Faktur Supply: No, tanggal, ID karyawan, ID supplier, ID obat, jumlah obat, total, pajak, total
bayar.
6. Pelanggan: ID pelanggan, nama, alamat, jenis kelamin, pekerjaan.

2) Identifikasi seluruh relasi


1. Karyawan dengan obat relasinya menjual.
2. Supplier dan obat relasinya supply.
3. Pelanggan dan obat relasinya membeli.
4. Karyawan dengan faktur penjualan relasinya membuat.
5. Supier dengan Faktur suply relasinya membuat

3) Identifikasi atribut non key (bukan kunci) pada entitas dan relasi
Primary Key pada setiap entitas sebagai berikut:
1. Karyawan: ID karyawan
2. Obat: ID obat
3. Supplier: ID supplier
4. Faktur Penjualan: No penjualan
5. Faktur Supply: No supply
6. Pelanggan: ID pelanggan

Non Primary Key pada setiap entitas sebagai berikut:


1. Karyawan: nama, alamat, kota, status, dan no tlp.
2. Obat: nama, jenis, harga, stock, dan ID supplier.
3. Supplier: nama, alamat, kota, no tlp.
4. Faktur Penjualan: tanggal, ID pelanggan, ID karyawan, ID obat, jumlah, total, pajak, total bayar
5. Faktur Supply: tanggal, ID karyawan, ID supplier, ID obat, jumlah obat, total, pajak, total bayar.
6. Pelanggan: nama, alamat, jenis kelamin, pekerjaan.

5) Identifikasi bilangan kardinalitas


Bilangan kardinalitas pada relasi dua entitas sebagai berikut:
1. Karyawan dan obat: One to Many
2. Karyawan dan faktur penjualan: One to One
3. Suplier dan faktur supply: One to One
4. Obat dan pelanggan: Many to Many
5. Obat dan supplier: Many to Many

1. Pada basis data apotik Obatku, entitasnya adalah Karyawan, Obat, Supplier, Faktur Penjualan,
Faktur Supply, dan Pelanggan. Dan pada setiap entitas memiliki atribut baik sebuah primary key dan
yang lain non primary key.
2. Antarentitas memiliki sebuah relasi dan kardinalitasnya, yang digunakan untuk membuat diagram
E-R.
3. Dari basis data yang telah dibuat kemudian diimplementasikan ke bentuk tabel pada Microsoft
Access.
Tugasmahasiswa...

BuatlahERdiagramsesuaidenganjenissistemyangtelahditentukansesuaidengankelompoknya
masingmasing.
9