Anda di halaman 1dari 8

GAMBARAN PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG PERAWATAN BAYI

BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPUTAT TIMUR TAHUN 2015

Mega Pertiwi1*, Karyadi2, Puspita Palupi3


1
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2,3
Program Studi Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
*
Email: alfarisimega@gmail.com

Abstrak
Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir
(neonatal), bukan bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan yang
dimiliki oleh ibu dalam merawat bayinya. Pengetahuan ibu yang rendah beresiko tinggi
terjadi masalah kesehatan pada bayinya dari pada ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi.
Angka kematian neonatal tahun 2012 di dunia dan di Indonesia adalah 21 kematian neonatal
dan 19 kematian neonatal per 1.000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi pengetahuan primigravida tentang perawatan bayi baru lahir di wilayah
kerja puskesmas Ciputat Timur tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif
kuantitatif yang dilakukan pada 32 ibu primigravida pada bulan Mei- Juni 2015. Pengumpulan
data menggunakan kuesioner dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu
primigravida memiliki pengetahuan yang kurang tentang perawatan bayi baru lahir sebesar
56,3%. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil FGD bahwa mayoritas ibu belum
memahami tentang perawatan bayi baru lahir, yaitu tentang perawatan tali pusat, pijat
bayi, ASI eksklusif, dan imunisasi.
Kata kunci : Pengetahuan, Perawatan Bayi Baru Lahir, Primigravida

Abstract
Nowadays, most of the deaths of children in Indonesiaoccurred during the newborn
(neonatal), not the first month age after birth. It has been influenced by the mothers knowledge
about newborn care. Infants are at high risk of having health problems if the mothers has low
maternal knowledge than those who have high maternal knowledge. Neonatal mortality rate in
2012 in the world and in Indonesia are 21 and 19 neonatal deaths per 1,000 live births
respectively. The purpose of this study was to identify primigravids knowledge about newborn
care in puskesmas Ciputat Timur Working Area. This research is descriptive quantitative
conducted at 32 primigravida in May-June 2015. The data was collected using a questionnaire
and FGD. The results showed that the majority of primigravida have insufficient knowledge
about newborn care at 56.3%.The results of this study in accordance with the FGD that the
majority of women do not understand about newborn care, that is about care of umbilical cord,
baby massage, exclusive breastfeeding, and immunization.
Keyword : knowledge, Newborn Care, Primigravida
PENDAHULUAN
Upaya menciptakan hidup sehat harus dimulai sejak bayi karena pada masa ini terjadi

pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan

di masa dewasa (Siswanto, 2009). Sebagian ibu menjadi takut, cemas, dan bingung pada

perasaan dan keyakinannya dalam merawat bayi mereka, terutama pada anak pertama karena

ketidaktahuan mereka akan cara merawat bayi yang benar (Missal, 2013; Nursalam dkk, 2005).

Hal ini lah yang membuat anak pertama sering disebut sebagai experimental child (Rahmi, 2008

dalam Wulanningrum& Irdawati, 2011). Jika keadaan ini berlanjut terus-menerus akan

mempengaruhi kesehatan bayi mereka (Nursalam dkk, 2005). Hal ini sesuai dengan yang

disampaikan UNICEF (2012) bahwa pengetahuan ibu yang rendah beresiko tinggi terjadi

masalah kesehatan pada bayinya dari pada ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi. Ibu harus

mempunyai inisiatif dalam merawat dan menyelesaikan masalah yang terjadi pada bayi mereka,

agar tidak terjadi kesalahan dalam merawat bayi mereka.

Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir

(neonatal), bukan bulan pertama setelah kelahiran (UNICEF, 2012). Angka kematian neonatus

tahun 2012 di seluruh dunia adalah 21 kematian neonatal per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan

angka kematian neonataltahun 2012 di Indonesia adalah 19 kematian neonatal per 1.000

kelahiran hidup (KEMENKES, 2014; UNICEF, 2014). Kematian pada neonatal biasanya diawali

dari penyakit yang diderita anak tersebut yang sebenarnya masih bisa ditanggulangi (Meadow&

Newell, 2009). Oleh karena itu, ibu harus merawat dan memperhatikan bayinya dengan benar,

agar tidak merusak kelangsungan hidup bayi secara keseluruhan (Thairu& Pelto, 2008).
Ibu harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan pengetahuan dalam melakukan

perawatan bayi baru lahir, karena kemampuan ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir

dipengaruhi oleh pengetahuan ibu sejak awal, jika ibu tidak memiliki pengetahuan yang baik

maka ibu akan mengalami kesulitan dalam menjalankan peran baru sebagai ibu (Friedman dkk,

2013). Pengetahuan ibu dapat meningkatkan kualitas perawatan bayi baru lahir dan dapat

mencegah terjadinya sakit pada bayi mereka (Diana, 2006).

Bayi sangat rentang terserang penyakit karena belum memiliki daya imun yang

sempurna, oleh karena itu orang tua harus memperhatikan cara perawatan bayi baru lahir secara

tepat dan komprehensif. Penyakit yang diderita bayi yang paling umum disebabkan oleh bakteri

dan virus yang bisa datang dari perawatan bayi yang kurang tepat (Putra, 2012). Penyakit yang

timbul karena infeksi dan virus dapat dicegah dengan menjaga personal hygiene bayi berupa

memandikan dan merawat tali pusat bayi dengan cara yang tepat. Ibu juga wajib melakukan

imunisasi pada bayinya untuk meningkatkan daya imun bayi tersebut. Daya imun tubuh bayi

harus di jaga juga dengan memberikan nutrisi yang cukup dan tepat berupa ASI eksklusif, karena

kandungan yang ada di dalam ASI sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan bayi tersebut (Putra,

2012).

Perawatan-perawatan bayi baru lahir tersebut juga harus didukung dengan melakukan

pijat bayi agar tubuh bayi menjadi lebih rileks dan efektif untuk meningkatkan waktu istirahat

bayi (Putra, 2012). Oleh karena itu, perawatan bayi baru lahir sangat penting untuk menjaga

kondisi bayi dan berdasarkan penjelasan tersebut perawatan bayi baru lahir yang akan diteliti

adalah tentang memandikan bayi, perawatan tali pusat, ASI eksklusif, Imunisasi, dan pijat bayi.
METODOLOGI PENELITIAN

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif kuntitatif.

Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni tahun 2015 di kelurahan Rempoa Kota Tangerang

Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah primigravida trimester I, II, III yang tinggal di

kelurahan Rempoa Kota Tangerang Selatan. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan

teknik total sampling, yaitu mengambil populasi sebagai sampel sebanyak 32 orang.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan pedoman FGD.

Kuesioner berisi tentang data demografi dan pengetahuan primigravida terhadap perawatan bayi

baru lahir. Kuesioner ini berjumlah 17 pernyataan yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan

teori tentang perawatan bayi baru lahir (perawatan tali pusat, memandikan bayi, pijat bayi, ASI

eksklusif, dan imunisasi). Kuesioner ini telah diuji validitas dan reabilitas yang dilakukan kepada

30 orang primigravida yang ada dikelurahan Cempaka Putih. Uji validitas dilakukan dengan face

validity yang dilakukan kepada 2 orang ahli. Uji reabilitas menggunakan internal consistency

yang dianalisa dengan teknik Kuder Richardson (K-R 20).

Focus Group Discussion (FGD) adalah penelitian kualitatif, dimana instrumen penelitian

adalah peneliti sendiri (Meleong, 2013). Data diperoleh dengan pedoman FGD yang berisi daftar

pertanyaan yang berkaitan dengan perawatan bayi baru lahir. Hasil data FGD tidak di analisis

secara kualitatif, tetapi digabungkan dengan kuantitatif dan digunakan untuk memperkuat hasil

kuantitatif. Hasil penelitian ini di analisis dengan menggunakan analisis univariat.


HASIL
1. Pengetahuan Primigravida tentang Perawatan Tali Pusat di Wilayah Kerja
Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2015
Seluruh primigravida yang menjadi responden dalam penelitian ini, 3 responden
di antaranya berpengetahuan baik (9,4%), 9 responden berpengetahuan cukup (28,1%),
dan 20 responden berpengetahuan kurang (62,5%) (table. 1). Hasil FGD didapatkan
bahwa satu dari enam orang ibu primigravida sudah memahami tentang perawatan tali
pusat, berikut ini ungkapannya:
........yaaaa tali pusat itu di lap pake air anget, terus dibersiinnya harus satu arah....
ehhmmm dari yang paling dalem... dari pangkal sampai ujung... terus ditutup pake
kassa steril......(P3).
Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir masih belum dipahami oleh lima dari
enam orang ibu primigravida, berikut ungkapannya:

... kalau dulu kan perawatannya di kasih betadin klu sekarang kan gak boleh,
sekarang pake air anget.... caranya nggak tau.. hahaha.. gak pernah liat.. (P1)

.....katanyakan gak boleh pake alkohol lagi sekarang, jadi langsung di tutup pake
kassa aja.... Cuma gitu aja sih yang aku tau terus paling bayinya di pakeein gurita....
kan kalau bayi baru lahir ada tali pusernya ya, kasian gitu takutnya kegesek-gesek
gitu.. kan kalau pake itu kan gak gerak tali pusernya, tetep disitu aja. (P2)

2. Pengetahuan Primigravida tentang Memandikan Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas


Ciputat Timur Tahun 2015
Data yang ada pada Tabel 2 terlihat bahwa dari 32 responden, mayoritas
responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 22 orang (68,8%), sedangkan
responden yang memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan kurang yaitu masing-
masing sebanyak 5 orang (15,6%).
Hasil FGD didapatkan bahwa empat dari enam orang ibu primigravida sudah
memahami tentang memandikan bayi, berikut ini salah satu ungkapannya:
... kalau mandiin yaa pake air anget.... 6 jam dari bayi pas baru lahir, baru boleh
dimandiin... itu juga cuma dilap-lap aja dulu.... terus biasanya sih tunggu puput
pusernya dulu baru boleh dimandiin dalem bak mandi... (P5).

Memandikan bayi pada bayi baru lahir masih belum dipahami oleh dua dari enam
orang ibu primigravida, berikut salah satu ungkapannya:
kalau saya sih masih bingung, ada yang bilang gak boleh pake air dingin, ada yang
bilang gak boleh dimandiin tapi pas waktu adek lahir mah dimandiin ampe nangis-
nangis dimandiin.... tapi setau saya sih pake air dingin mandiinnya... kalau cara nya
mah yaaa kayak biasa aja... (P2).

3. Pengetahuan Primigravida tentang Pijat Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat


Timur Tahun 2015
Data yang ada pada Tabel 5.3 diatas terlihat bahwa dari 32 responden, mayoritas
responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 20 orang (62,5%), sedangkan
responden yang memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 4 orang (12,5%), dan
responden yang memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 8 orang (25,0%).
Hasil FGD didapatkan bahwa semua responden mengatakan bahwa mereka masih
belum memahami tentang pijat bayi dan mereka hanya membawa bayi ke tukang pijat
bayi jika ingin melakukan pijat bayi, berikut ini salah satu ungkapannya:
kalau pijet bayi sih tau kan pernah liat anak artis-artis di tv suka di pijet gitu... Cuma
tau itu aj sih yaaa paling kalau mau pijet bayi bawa ke tukang pijet aja, kan kalau mau
pijet-pijet sendiri kan gak tau caranya (P6).

4. Pengetahuan Primigravida tentang ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas


Ciputat Timur Tahun 2015
Data yang ada pada Tabel 5.4 diatas terlihat bahwa dari 32 responden, mayoritas
responden memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 18 orang (56,3%), sedangkan
responden yang memiliki pengetahuan baikyaitu sebanyak 6 orang (18,8%), dan
responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 8 orang (25,0%).
Hasil FGD didapatkan bahwa satu dari enam orang ibu primigravida sudah
memahami tentang ASI eksklusif terutama tentang pengertian, dan teknik dalam
memberikan ASI, berikut ini ungkapannya:
ASI eksklusif sih selama 6 bulan... itu cuma dikasih ASI aja gak boleh dikasih yg lain,
tapi setelah itu baru boleh.... terus area hitam di deket puting katanya harus masuk
semua... (P5).
ASI Eksklusif pada bayi baru lahir masih belum dipahami oleh lima dari enam
orang ibu primigravida, berikut salah satu ungkapannya:
yaaaa klu ASI eksklusif sih yaaa boleh-boleh aja di kasih susu formula... kalau udah
beberapa bulan githu dikasih susu formula, kan kalau gak di kasih susu formula nanti
gedenya gak mau susu formula..... tapi tergantung sih ngasihnya, kadang ada yang dari
lahir udah dikasih dikit-dikit kayak sesendok atau dua sendok githu.... (P1).

5. Pengetahuan Primigravida tentang Imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat


Timur Tahun 2015
Data yang ada pada Tabel 5.5 diatas terlihat bahwa dari 32 responden, mayoritas
responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 24 orang (75,0%), sedangkan
responden yang memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 8 orang (25,0%),
sementara responden yang memiliki pengetahuan baik tidak ada.

Hasil FGD didapatkan bahwa semua responden belum memahami tentang


imunisasi, berikut ini ungkapannya:
kalau imunisasi aku kurang begitu tahu yaaa. Karena adek dulu gak pernah
imunisasi... tapi alhmdulillah adek sehat-sehat aja sih sampe sekarang... yaaa tapi
paling pas baru lahir dirumah sakit di kasih imunisasi, itu aja sih gak dilanjutin lagi....
waktu itu juga pernah dijelasin sih tentang imunisasi yang ada di buku pink... tapi lupa
hehe (P2).
apaa yaaa.. yaa kayak polio, BCG, campak... yaaa gitu aja sih.....tapi gak terlalu tau
juga. Lagian kan bu. Nanti kalau mau imunisasi liat-liat aja dibukunya (P1).

6. Pengetahuan primigravida tentang Perawatan Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja


Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2015
Pengetahuan primigravida tentang perawatan bayi baru lahir dikategorikan
menjadi 3, yaitu baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang, yaitu sebanyak 18 orang
(56,3%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan baik, yaitu sebanyak 5 orang
(15,6%), dan responden yang memiliki pengetahuan cukup, yaitu sebanyak 9 orang
(28,1%) (table 6).

PEMBAHASAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan data yang diperoleh di kelurahan

Rempoa tahun 2015 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:


1. Ibu primigravida di kelurahan Rempoa sebagian besar memiliki pengetahuan yang

kurang tentang perawatan tali pusat sebesar 20 responden (62,5%).


2. Ibu primigravida di kelurahan Rempoa sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik

tentang memandikan bayi sebesar 22 responden (68,8%).


3. Ibu primigravida di kelurahan Rempoa sebagian besar memiliki pengetahuan yang

kurang tentang pijat bayi sebesar 20 responden (62,5%).


4. Ibu primigravida di kelurahan Rempoa sebagian besar memiliki pengetahuan yang

cukup tentang ASI eksklusif sebesar 18 responden (56,3%).


5. Ibu primigravida di kelurahan Rempoa sebagian besar memiliki pengetahuan yang

kurang tentang imunisasi sebesar 24 responden (75,0%).


6. Ibu primigravida di kelurahan Rempoa sebagian besar memiliki pengetahuan yang

cukup tentang perawatan bayi baru lahir sebesar 18 responden (56,3%).


UCAPAN TERIMA KASIH

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia-Nya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan penelitian ini. Penulis juga berterima kasih kepada bapak Karyadi, M.Kep,
Ph. D., dan Puspita Palupi, S.Kep.,M.Kep,Ns.Sp.Kep.Mat yang telah banyak memberikan
bimbingan, bantuan, dan motivasi dalam penelitian ini, serta para keluarga dan teman-teman
yang telah memberikan doa dan motivasi, sehingga penelitian ini dapat penulis selesaikan
dengan lancer.

DAFTAR PUSTAKA