Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTEK JARINGAN KOMPUTER III

DNS DAN WEB SERVER

Disusun Oleh :

NAMA : ARYA PITAKA

NIM/NO.ABSEN : 4.31.13.1.04/04

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2016

1. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mahasiswa mempelajari DNS Server dengan Windows Server 2003
PR. JARINGAN KOMPUTER III 2
DNS & WEB SERVER

2. Memahami dan mengimplementasikan DNS Server pada Windows Server 2003

2. DASAR TEORI

Domain name system atau yang biasa disingkat dengan DNS merupakan sebuah
sistem yang berfungsi menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama
domain ke alamat IP. Jadi, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan
domain name server yang kemudian dipetakan ke dalam alamat IP oleh DNS . Sebagai
contoh, ketika anda mengetikkan sebuah alamat suatu website misalkan : detik.com, maka
DNS akan menterjemahkannya ke dalam alamat IP : 203.190.242.69 agar dapat dimengerti
oleh komputer.

DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang terhubung pada internet seperti web
browser maupun pada sebuah layanan email. Selain itu, DNS juga dapat di terapkan pada
private network maupun intranet. Dengan menggunakan DNS, pengguna tidak perlu lagi
menghafalkan alamat IP dari sebuah komputer maupun situs pada jaringan internet. Cukup
menghafalkan host name atau nama domainnya saja. Bisa jadi alamat IP pada sebuah
komputer bisa berubah, tetapi host name (nama komputer) tidak dapat berubah. Maka dari
itu, DNS cenderung konsisten. DNS sangat mudah di implementasikan dengan protocol
internet seperti TCP/ IP. Untuk menjalankan tugasnya, server DNS memerlukan program
client yang bernama resolver untuk menghubungkan setiap komputer user dengan server
DNS.

Program resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail client. Jadi untuk
terhubung ke server DNS, kita perlu menginstall web browser atau mail client pada komputer
kita.

Dari gambar di atas, kita bisa sedikit mendeskripsikan cara kerja server DNS sebagai
berikut :

1. DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host
yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.

2. DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver
untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam
data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.

ARYA PITAKA Page 2


PR. JARINGAN KOMPUTER III 3
DNS & WEB SERVER

3. DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah
ditentukan oleh pengguna.

4. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.

5. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian
dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.

6. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server


DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan
kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan.

Jadi, jika apa yang dicari di server DNS pertama tidak ditemukan. Pencarian dilanjutkan
pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6 proses yang sama seperti di atas. Pencarian
dari client ke sejumlah server DNS dikenal dengan istilah proses pencarian iteratif sedangkan
proses pencarian domain antar server DNS dikenal dengan istilah pencarian rekursif.

Fungsi Windows Server 2003


Fungsi utama dari Windows Server 2003 adalah sebuah operating sistem dari microsoft
windows yang ditujukan untuk pembuatan sebuah jaringan. di sini windows server digunakan
pada server, sehingga suatu jaringan dalam sebuah LAN dapat saling berhubungan dengan
berbagai layanan yang diminta oleh client. Namun nantinya setiap produk akan memiliki
fungsi tertentu.
Kelebihan Windows Server 2003:
1. Pengoperasiannya Mudah
Cara menginstall windows server 2003 tidaklah terlalu sulit ,bahkan mungkin dibandingkan
dengan dengan windows NT yang sangat rumit.
2. Cantik Memukau
Hal yang pertama yang kita lihat pada OS Windows 2003 standard edition adalah tampilan
server yang sangat indah dan mirip windows xp versi pro maupun home edition.
3. Fungsionalitas dan Skalabilitas
Ketakjuban yang kedua terjadi saat OS Windows 2003 ini di restart. Proses rebooting ini
terjadi sangat cepat, seakan kita tidak sedang menggunakan OS dengan title server, seakan
bekerja pada sebuah mesin desktop ringan, hardware pun terlihat tidak terbebani.
4. Sangat cocok untuk organisasi/perusahaan besar
Didesain untuk kebutuhan harian perusahaan dan merupakan pengganti dari Windows NT4
Server/ Windows 2000 Server. Windows Server 2003 Enterprise Edition : didisain untuk
kebutuhan konsumen skala besar, dan merupakan pengganti dari Windows NT4 Server

ARYA PITAKA Page 3


PR. JARINGAN KOMPUTER III 4
DNS & WEB SERVER

Enterprise Edition/ Windows 2000 Advanced Server. Windows Server 2003 DataCenter
Edition : didisain untuk kebutuhan bisnis yang sangat penting dimana skalabilit.
5. Penggunaan DHCP memudahkan pengurusan sesuatu rangkaian komputer di dalam
suatu organisasi yang besar. Konfigurasi DHCP Windows Server 2003 adalah mudah.
Kekurangan Windows Server 2003:
1. Windows Server 2003, yang terasa tidak memadai di tengah kemajuan Web 2.0
2. Kadang jika kita tidak teliti dalam mengginstall,error selalu ditemui
3. Tidak semua Produk aplikasi ( bahkan buatan Microsoft sendiri ) bisa berjalan
diatasnya
4. Persyaratan hadware yang sangat tinggi
5. Kemanan yang kurang tangguh
6. Makin banyak type file yang dibuka dengan berbagai macam aplikasi dan telah
terinstall aplikasi sesuai dengan kebutuhan sesuai.

3. ALAT YANG DIGUNAKAN

1. PC (Laptop)
2. Wireless Router Linksys
3. Kabel UTP Straight
4. Software Cisco Packet Tracer 6.0.1
5. Software VMWare Workstation 12.0
6. Software Windows Server 2003

4. LANGKAH KERJA
1. Membuat gambar jaringan pada Cisco Packet Tracer seperti dibawah ini

ARYA PITAKA Page 4


PR. JARINGAN KOMPUTER III 5
DNS & WEB SERVER

Gambar 2. Jaringan Server


2. Membuat konfigurasi jaringan seperti berikut :
Domain : kelompokx.com
IP Network : 172.16.x.0/24
DNS : 172.16.x.100
DHCP : 172.16.x.101
PC/Web Server : 172.16.x.y

Keterangan : x = nomor kelompok


Y = nomor absen
3. Mengkonfigurasi DNS server pada Windows Server
4. Mengkonfigurasi Wireless Router Linksys, mendisable DHCP
5. Mengkonfigurasi PC dengan ketentuan seperti berikut :
PC 1 (Rahmat) sebagai DNS Server : 172.16.2.100
PC 2 (Pitaka) sebagai DHCP Server : 172.16.2.101
Domain : kelompok2.com
IP Network : 172.16.2.0/24
PC : 172.16.2.4
6. PC 3 (Lorenza) sebagai Web Server : 172.16.2.8
7. PC 4 (Ivandi) sebagai Web Server : 172.16.2.9
8. Melakukan perintah ping pada masing-masing PC dan server untuk mnegecek
jaringan telah terhubung.

5. HASIL KERJA

Memilih DNS Server pada Server Role

Mengubah ISO file pada Virtual Machine Settings

ARYA PITAKA Page 5


PR. JARINGAN KOMPUTER III 6
DNS & WEB SERVER

Tampilan awal Windows Server 2003

Proses Konfigurasi DNS Server

ARYA PITAKA Page 6


PR. JARINGAN KOMPUTER III 7
DNS & WEB SERVER

Tampilan awal DNS Server Wizard.

Memilih Create a forward lookup zone untk membuat DNS Server yang memetakan dari
nama ke IP

Memilih This server maintains the zone yang menunjukkan bahwa mengelola domain pada
DNS Server yang dibuat

ARYA PITAKA Page 7


PR. JARINGAN KOMPUTER III 8
DNS & WEB SERVER

Membuat zone name, yaitu pitaka.com

Membuat zone file pada DNS Server

Memilih Do not allow dynamic update

ARYA PITAKA Page 8


PR. JARINGAN KOMPUTER III 9
DNS & WEB SERVER

Memilih Yes dan mengisikan IP address Server lain pada Forwarders yang berfungsi untuk
meneruskan permintaan domain dari client ke server lain, apabila pada server kita tidak ada
domain tersebut.

Hasil Konfigurasi DNS Server

Tampilan jendela DNS Server telah dikonfigurasi

ARYA PITAKA Page 9


PR. JARINGAN KOMPUTER III 10
DNS & WEB SERVER

Pada menu DNS Management, pilih Forwar Lookup Zones yaitu pada pitaka.com

Terdapat menu Start of Authority (SOA) dan Name Server (NS) pada pitaka.com

ARYA PITAKA Page 10


PR. JARINGAN KOMPUTER III 11
DNS & WEB SERVER

Menu Name Server pada pitaka.com, pada menu ini name server berfungsi untuk memegang
atau bertanggung jawab atas server tersebut

Penambahan Name Server dengan cara mengisi FQDN dan IP address, berfungsi sebagai
domain backup dari yang lain, dan menjadi secondary server

ARYA PITAKA Page 11


PR. JARINGAN KOMPUTER III 12
DNS & WEB SERVER

Hasil penambahan Name Server, yaitu friend1.com

Selanjutnya menu Reverse Lookup Zones, pada menu New Host ditambahkan Name yaitu
www menjadi www.pitaka.com pada FQDN dan pengisian IP address 172.16.20.40

ARYA PITAKA Page 12


PR. JARINGAN KOMPUTER III 13
DNS & WEB SERVER

Konfigurasi lanjutan pada Menu Reverse Lookup Zones

Pada menu Reverse Lookup Zone Name, alamat Network ID sama dengan yang diisikan pada
pembuatan New Host

Pada Zone File membuat create a new file, dengan struktur penulisan seperti dibawah ini

ARYA PITAKA Page 13


PR. JARINGAN KOMPUTER III 14
DNS & WEB SERVER

Memilih Do not allow dynamic update

Hasil Konfigurasi Reverse Lookup

ARYA PITAKA Page 14


PR. JARINGAN KOMPUTER III 15
DNS & WEB SERVER

Selanjutnya pada menu Reverse Lookup Zones, pilih New Pointer (PTR), dan mengisikan
Host IP_Number sesuai yang diisikan pada New Host Forward Lookup Zones.

Hasil penambahan Reverse Lookup Zones

ARYA PITAKA Page 15


PR. JARINGAN KOMPUTER III 16
DNS & WEB SERVER

Percobaan Kelompok 2

Proses selanjutnya adalah konfigurasi scope baru DHCP Server, klik Next.

Konfigurasi Scope, dengan Nama kelompok2.

ARYA PITAKA Page 16


PR. JARINGAN KOMPUTER III 17
DNS & WEB SERVER

Konfigurasi range dari IP address scope yang dibuat, yaitu dari 172.16.2.120 -172.16.2.150.

Pemberian IP address pada default gateway DHCP Server yaitu 172.16.2.101

ARYA PITAKA Page 17


PR. JARINGAN KOMPUTER III 18
DNS & WEB SERVER

Pemberian batas durasi penawaran DHCP ke client.

Proses konfigurasi lanjutan DHCP, klik Next.

Pemberian domain name yaitu kelompok2.com dan IP address pada DNS Server, klik Next.

ARYA PITAKA Page 18


PR. JARINGAN KOMPUTER III 19
DNS & WEB SERVER

Pada WNS Servers, klik Next.

Pengaktifan scope yang dibuat, klik Yes, dan Next

Proses Setting pada Scope telah selesai, klik Finish.

ARYA PITAKA Page 19


PR. JARINGAN KOMPUTER III 20
DNS & WEB SERVER

Konfigurasi pada Network Connection Windows Server.

Pemberian IP address, Subnet mask dan Default gateway static pada windows Server.

IP address : 172.16.2.101 sebagai IP DHCP Server

Preffered DNS Server : 172.16.2.100 sebagai IP DNS Server

ARYA PITAKA Page 20


PR. JARINGAN KOMPUTER III 21
DNS & WEB SERVER

Penambahan DNS Server dan IP address pada menu option scope kelompok2

Hasil penambahan DNS Server dan IP address nya

ARYA PITAKA Page 21


PR. JARINGAN KOMPUTER III 22
DNS & WEB SERVER

ARYA PITAKA Page 22


PR. JARINGAN KOMPUTER III 23
DNS & WEB SERVER

6. ANALISA DATA

Pada prktek DNS Server ini diperoleh data seuia dengan langkah kerja pembuatan DNS
Server. Pada saat pembuatan DNS Server dengan memilih Create a forward lookup zone
untuk membuat DNS Server yang memetakan dari nama ke IP. Pilihan menu pada forwarders
yaitu dengan mem

ilih Yes dan mengisikan IP address Server lain pada Forwarders yang berfungsi untuk
meneruskan permintaan domain dari client ke server lain, apabila pada server kita tidak ada
domain tersebut. Pada menu Start of Authority (SOA) dan Name Server (NS) terdpat domain
yang diinputkan, yaitu pitaka.com. Penambahan Name Server dengan cara mengisi FQDN
dan IP address, berfungsi sebagai domain backup dari server yang lain, dan dapat menjadi
secondary server, yang dapat menjadi cadangan atau back-up apabila server utama
mengalami gangguan atau down. Pada menu Reverse Lookup, penulisan addressnya yaitu
dengan format yang terbalik, seperti dibawah ini :

7. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktek DNS Server ini dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain :

1. Konfigurasi DNS Server pada praktek ini menggunakan Windows Server 2003
2. DNS Server terdiri dari Forward Lookup dan Reverse Lookup.
3. Forwward Lookup pada DNS Server memetakan dari domain name ke IP address.

ARYA PITAKA Page 23


PR. JARINGAN KOMPUTER III 24
DNS & WEB SERVER

4. Reverse Lookup pada DNS Server memetakan dari IP address ke domain name.
5. Penambahan Name Server berfungsi sebagai domain backup dari server yang lain,
dan dapat menjadi secondary server, yang dapat menjadi cadangan atau back-up
apabila server utama mengalami gangguan atau down.
6. Pengujian koneksi antara Server, Wireless Router (Access Point), dan PC dengan
perintah ping

ARYA PITAKA Page 24