Anda di halaman 1dari 17

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Anatomi berasal dari bahasa Yunani anantomi dari anatemnei yang berarti

memotong adalah cabang biologi yang berhubungan dengan struktur dan

organisasi dari makhluk hidup. Terlihat berkas pengangkut pada dikotil melingkar

teratur karena kambium kolateral terbuka, sedangakan pada monokotil tersebar

karena tidak berkambium dan tipe berkas pengangkutnya kolateral tertutup

(Sari, 2012)

Batang adalah bagian tanaman yang berfungsi sebagai tempat munculnya

daun, bunga, dan buah. Disamping itu, batang juga berfungsi menyalurkan

mineral dan air yang diserap akar, serta zat makanan hasil fotosintesis keseluruh

bagian tubuh (Raven et all, 2008).

Batang sebagai bagian dari tunas sudah mulai di susun sejak dari embryo.

Difeferensiasi sejak dari embryo terjadi bertingkat-tingkat dan berbeda-beda dari

satu tumbuh-tumbuhan ke lain tumuh-tumbuhan. Embryo yang berkembang baik

tediri dari poros akar-hypocotyl ( hypocotyl root axis) yang padanya terdapat

pada bagian atas satu atau mordia akar yang tertututp oleh tudung akar.

Perkembangan batangnya disebut epigcotyl. Sedang meristem akar akan berobah

dari radicula menjadi akar. (Napitupulu, 1982)

Susunan batang tidak banyak berbeda antara batang utama, cabang,

ranting, maupun dengan akar. Permukaan batang berkayu atau tumbuhan berupa

pohon seringkali dilindungi oleh lapisan gabus (suber) atau kutikula, yang

berminyak (hidrofobik). Jaringan kayu pada batang dikotil atau monokotil

tertentu dapat mengalami proses lignifikasi yang sangat lanjut sehingga kayu
2

menjadi sangat keras. Bagi tumbuhan, batang memiliki beberapa kegunaan, antara

lain sebagai penopang, pengangkut air dan zat-zat makanan, penyimpan makanan

cadangan, serta sebagai alat perkembangbiakan (Karmana, 2006)

Histologi ikatan pembuluh secara struktur, proporsi xylem dan floem pada

tipe kolateral dan konsentris berbeda, kadang-kadang hanya sebagian besar xylem

dan floem saja atau keduannya. Pada kolateral biasanya xylem lebih sedikit

apabila masih muda. Ikatan pembuluh yang khusus sel-sel xylem dan floem

sangat sedikit demikian juga serabut dan parenkimnya tidak banyak. Floem pada

ikatan pembuluh yang hanya demikian hanya tersusun atas tabung tipis dari sel

pengiring. Xylem terdiri atas pembuluh dan trakeid atau pembuluh saja atau

trakeid saja. Keadaan ini pada monokotil dan beberapa dengan dikotil.

(Heddy,1996)

Tumbuhan biji belah (dicotyledoneae) pada umumnya mempunyai batang

yang di bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin mengecil, jadi

batangnya dapat dipandang sebagai suatu kerucut atau limas yang amat

memanjang, yang dapat mempunyai percabangan atau tidak. Tumbuhan biji

tunggal (monocotyledoneae) sebaliknya mempunyai batang yang dari pangkal

sampai ke ujung boleh dikata tak ada perbedaan besarnya. Hanya pada beberapa

golongan saja yang pangkalnya tampak membesar, tetapi selanjutnya ke atas tetap

sama, seperti terlihat pada bermacam-macam palma (palmae) (Hidayat, 1995).

Pada batang dikotil muda terdapat tiga daerah yaitu epidermis, korteks,

dan stele. Epidermis terdiri dari selapis sel merupakan bagian terluar batang. Pada

epidermis terdapat stoma dan beragam tipe trikoma. Dinding luar menebal dan

mengalami kutinisasi. Sel-sel epidermis rapat dan tidak memiliki ruang antar sel.
3

Epidermis berperan dalam mencegah transpirasi dan melindungi jaringan dalam

dari kerusakan mekanis dan penyakit (Setjo dkk, 1999).

Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui dan mengenal struktur anatomi batang dikotil pada

tanaman mangga (Mangifera inica L.)

Kegunaan Penulisan

Untuk memenuhi komponen penilaian di Laboratorium Anatomi

Tumbuhan Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas

Sumatera Utara dan sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.
4

TINJAUAN PUSTAKA

Botani Tanaman Mangga (Mangifera indica L.)

Menurut Steenis (2011) klasifikasi tanaman mangga adalah Kindom:

Plantae; Divisi: Spermatophyta; Subdivisi: Angiospermae; Kelas: Dicotyledoneae;

Ordo: Anacardiales; Famili: Anacardiaceae; Genus: Mangifera; Spesies:

Mangifera indica L.

Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, dari cabang ini

ditumbuhi bulu-bulu akar yang sangat halus. Karena pengaruh gaya gravitasi akar

tunggang tumbuh lurus kebawah. Pertumbuhan cabang-cabang pada akar

membentuk sudut.Sedangkan pertumbuhan cabang yang kecil-kecil arahnya tidak

menentu.Disamping itu arah akar dipengaruhi keadaan tanah, lapisan batuan,

celah-celah air dan sebagainya (Irwanto, 2008).

Batang mangga berdiri tegak, bercabang agak kuat, dan berdaun lebat

yang membentuk tajuk berupa kubah, oval, atau memanjang.Kulitnya tebal dan

kasar dengan banyak celah-celah kecil.Warna kulit yang sudah tua biasanya coklat

keabuan, kelabu, hingga hampir hitam.Pohon bercabang banyak dengan arah

cenderung mendatar hingga ke atas (Rustiana, 2008).

Mangga berdaun tunggal, tanpa anak daun penumpu. Panjang tangkai

daun bervariasi antara 1,25-12,50 cm. Panjang daun 8-40 cm, Lebar 2-12,5 cm.

Jumlah tulang daun 18-30 buah. Aturan letak daun pada batang (phillotaxy)

biasanya 3/8, tetapi makin mendekati ujung letaknya sangat berdekatan sehingga

tampak seperti dalam lingkaran (Pracaya, 2004).

Bunga tanaman mangga merupakan bunga majemuk yang tersusun dalam

rangkaian tandan berbentuk kerucut (segitiga). Panjang tandan/malai antara 10-40


5

cm. Bunga muncul dari ujung tunas, musim berbunga tidak serentak dalam satu

pohon, akan tetapi bunga muncul pada musim kemarau dan pada akhir musim

hujan dengan musim besar Maret-April, dan musim kecil November-Desember.

Bentuk bunga seperti bintang, berwarna kuning muda, tangkai berwarna kuning

muda semburat merah, jumlah kelopak 5 helai, mahkota bunga 5 helai, benang

sari 5 helai, warna kepala putik warna kuning kemerahan. Sifat bunga menyerbuk

sendiri, lamanya bunga muncul hingga panen antara 3,5-4 bulan. Jumlah bunga

yang menjadi buah dari setiap tandan 1-3 buah (Simatupang dkk, 2009).

Buah mangga disebut buah batu dan memiliki bentuk beraneka ragam

antara lain bulat, bulat pendek dengan ujung pipih dan bulat panjang agak pipih.

Susunan buah terdiri dari beberapa lapisan, yaitu kulit buah, daging buah,serabut,

biji, lembaga dan pucuk buah. Buah mangga yang masih muda pada umumnya

memiliki daging buah yang berwarna keputih-putihan.Menjelangtua daging buah

berubah menjadi kekuning-kuningan sampai kejingga-jinggaan. Rasa daging buah

mangga bervariasi, yaitu asam sampai manis dengan aroma yang khas pada setiap

jenis dan varietas mangga (Situmeang, 2009).

Biji tanaman mangga besar, gepeng, berkulit tebal dan liatb.Biji diliputi

oleh daging tebal dan lunak.Bijinya sebagai alat perkembangbiakan secara

generatif.Biji berwarna putih tertutup oleh endocarp yang tebal, mengayu dan

berserat. Biji ini terdiri dari dua keping yaitu monoembrional (satu biji tumbuh

satu tunas) dan poliembrional(satu biji tumbuh dari satu tunas) (Ashari, 1995).
6

Syarat Tumbuh

Iklim

Mangga adalah tanaman buah asli dari India. Kini, tanaman ini tersebar di

berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Tanaman Mangga dapat tumbuh

dengan baik di dataran rendah dan berhawa panas. Akan tetapi, ada juga yang

dapat tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian hingga 600 meter di atas

permukaan laut (Rukmana,1997).

Tanaman mangga dapat ditanam di dataran rendah sampai menengah

dengan ketinggian 0-600 m di atas permukaan laut, rata-rata curah hujan 1.000-

1.500 mm/tahun, dan kecepatan angin tidak terlalu cepat. Mangga yang ditanam

di dataran rendah dan menengah dapat menghasilkan buah yang lebih banyak dan

lebih bermutu dari pada dataran tinggi (Ulifa, 2007).

Temperatur optimum untuk pertumbuhan tanaman mangga adalah 24-270,

pada temperatur ini pertumbuhannya menjadi baik dan hasilnya bagus, Pada

temperatur maksimum 42-440 C, tanaman masih dapat hidup, tetapi produksi

tidak seperti yang diharapkan (Pracaya, 1997).

Pertumbuhan pohon mangga juga dapat terpengaruh oleh angin. Daerah

yang mempunyai banyak angin kencang mengakibatkan penguapan air dari tanah

lebih cepat, sehingga air yang dibutuhkan bagi pertumbuhan optimum pohon

mangga menjadi berkurang. Selain itu angin kencang juga dapat menyebabkan

tanaman tumbang (Martulis, 1994).

Tanah

Pohon mangga dapat tumbuh pada jenis dan struktur tanah yang berbeda.

Pohon mangga dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran 1000
7

meter dari permukaan laut, tetapi tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai

ketinggian 300 meter (Martulis, 1994).

Mangga sesuai tumbuh di Lempung berpasir atau tanah lempung dan tidak

bercadas, dengan pH 5,5-6,0 dengan topografi yang datar dan landai. Pada lahan

yang terlalu miring tidak baik untuk bertanam mangga Kelong, oleh karena pada

musim kemarau tanaman akan mudah kekeringan dan pada waktu musim

penghujan akan terjadi erosi dan pada lahan cekung pada saat musim hujan akan

terjadi genangan air yang berlebihan yang sukar untuk mengeringkannya. Oleh

karena itu dianjurkan pemakaian lahan yang miring sebaiknya dibuat teras-teras

sebelum penanaman dilakukan (Simatupang dkk, 2009).

Anatomi Batang Dikotil

Pada umumnya batang tumbuhan dikotiledon identik dengan dijumpai

pada batang-batang berkayu dikot dan kambium yang berfungsi. Jaringan

pembuluh primer batang dikot dapat membentuk suatu silinder yang kontinu.

Berkas-berkas tersebut membentuk kambium fasikular dan sesudah itu disatukan

oleh perkembangan kambium interfasikular. Umumnya terbentuk suatu silinder

pembuluh lengkap yang terdiri dari jaringan-jaringan sekunder (Tjitrosomo, 1983).

Pada batang dikotil tubuh sekunder dibentuk dari pertumbuhan sekunder

dengan penambahan jaringan-jaringan sekunder pada tubuh-tubuh primer.

Kambium berasal dari prokambium yang terus meristematis. Kambium yang

terjadi dari prokambium ini disebut kambium vaskular. Sedangkan kambium yang

terjadi dari intervaskuler parenkim disebut kambium intervaskuler

(Napitupulu, 1982).
8

Batang dikotil ada tiga daerah yang dapat dibedakan yaitu epidermis,

korteks, dan stele. Lapisan terdalam korteks adalah endodermis, terdiri atas

selapis sel yang mengelilingi stele dan mengandung banyak butir tepung. Stele

terdiri atas tiga daerah pokok yaitu perisikel, berkas vascular, dan empulur. Berkas

vascular terdiri atas tiga bagian yaitu xylem, floem, dan cambium. Pita cambium

terletak di antara berkas vascular yang berdekatan disebut cambium intervaskular

(Setjo dkk, 1999)

Batang berperan dalam menyangga posisi daun, melakukan fotosintesis,

mentranspor zat-zat mentah dan produk-produk fotosintesis primer dan sekunder

yang telah selesai dibuat, dan menyimpan zat-zat makanan. Batang dan cabang-

cabangnya menyusun bagian tumbuhan yang disebut shoot (taruk). Batang yang

biasanya hijau melakukan fotosintesis dengan bantuan sel-sel korteks yang

mengandung sedikit kloroplas. Batang herba umumnya memiliki stomata. Karena

daun paling banyak terdapat di daerah yang jauh dari batang pohon, aliran floem

pada umumnya mengarah ke batang (Raven et al, 2008).

Berkas vaskular batang dikotil biasanya kolateral terbuka dan tersusun

teratur dalam lingkaran. Berkas vaskular itu mengandung selapis sel kambium

yang memisahkan xylem dan floem yang disebut kambium fasikular, yaitu

kambium yang berada di dalam berkas vaskular (Soediarto dkk, 1965).

Berkas pengangkutan pada batang dikotil tertata dalam bentuk garios

besarnya sebagai lingkaran yang putus-putus. Setiap berkas vaskular terdiri atas

tiga bagian yaitu xylem, floem, dan kambium. Xylem dan floem dipisahkan oleh

kambium yang tersusun dari sel-sel yang meristematik. Pada tumbuhan dikotil

jaringan permanen primer membuat bagian-bagian fundamental tumbuhan, dan


9

pertumbuhan berikutnya dilaksanakan melalui aktivitas kambium yang disebut

pertumbuhan sekunder. Jaringan yang terbentuk selama pertumbuhan sekunder

disebut jaringan sekunder (Setjo dkk, 1999).

Secara anantomi batang monokotil berbeda dengan batang dikotil.

Namun, secara umum terdapat susunan jaringan dari luar kedalam yang

sebenarnya mirip dengan susunan jaringan akar. Susunan jaringan tersebut adalah

(1) Epidermis: jaringan terluar dari batang (2) Korteks : terdiri atas dua bagian

yaitu a. Bagian kolenkim yang berbatasan dengan epidermis b. Bagian parenkim

lebih ke dalam. Pada tumbuhan tertentu terdapat endodermis yang letaknya di

bagian dalam korteks, tetapi pada tumbuhan tertentu bagian ini sulit dibedakan (3)

Jaringan pembuluh angkut : tediri dari a. Xilem (pembuluh kayu) : berfungsi

untuk mengangkut air dan mineral dari dalam tanah lalu diserap oleh akar

kemudian menuju ke bagian tumbuhan di atas permukaan tanah b. Floem

(pembuluh tapis) : berfungsi untuk mengangkut proses fotosintesis dari daun ke

seluruh bagian tubuh tanaman (Pintarbiologi, 2015)


10

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu Percobaan

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Anatomi Tumbuhan Program

Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan

pada hari Senin, 20 Mei 2015 pukul 15.00 WIB sampai dengan selesai.

Bahan dan Alat

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah gabus ubi kayu

(Manihot utilisima Pohl.) sebagai penjepit dari batang mangga yang akan diamati

anatominya, batang mangga (Mangifera indica L.) yang digunakan sebagai objek

yang akan diamati bentuk dan struktur anatominya, dan air untuk merekatkan

deck glass dengan kaca preparat,

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop

sebagai alat untuk mengamati bentuk dan struktur anatomi dari bahan atau objek,

pisau silet untuk memotong sampel dari objek yang akan diamati setipis mungkin,

kaca preparat sebagai tempat objek atau bahan yang akan diamati melalui

mikroskop, deck glass untuk menutup kaca preparat, dan pipet tetes untuk

meneteskan air pada kaca preparat.

Prosedur Percobaan

1. Diambil setiap bahan yang tidak begitu besar dan belum rusak
2. Diambil gabus ubi kayu dan dibelah dua dengan pisau silet
3. Dimasukkan bahan batang mangga yang akan dilihat bentuk anatominya
4. Diiris halus gabus dan bahan batang mangga lalu irisannya diletakkan di

atas preparat dan ditutup deck glass


5. Diamati batang mangga tersebut dengan mikroskop
6. Dibandingkan dengan gambar pada preparat abadi
7. Digambarkan hasil amatan dan dibuat keterangannya
11

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
12

Batang Dikotil Mangga (Mangifera indica L.)

Batang Dikotil Mangga (Mangifera indica L.)

Pembahasan

Fungsi batang secara anatomi adalah menyusun bagian tumbuhan yang

disebut shoot (taruk), mentranspor zat hara dan mendukung bagian tumbuhan
13

lainnya. Hal ini sesuai dengan literatur Raven et.al (2008) yang menyatakan

bahwa batang berperan dalam menyangga posisi daun, melakukan fotosintesis,

mentraspor zat-zat mentah dan produk-produk fotosintesis primer dan sekunder

yang telah selesai dibuat, dan menyimpan zat-zat makanan. Karena daun paling

banyak terdapat di daerah yang jauh dari batang pohon, aliran floem pada

umumnya mengarah ke batang.

Batang dikotil secara anatomi terdiri dari epidermis, korteks,

sklerenkim, xylem primer dan sekunder, floem primer dan sekunder, berkas

pembuluh, kambium interfasikular, dan empelur. Hal ini sesuai dengan literatur

Setjo dkk (1999) yang menyatakan bahwa batang dikotil ada tiga daerah yang

dapat dibedakan yaitu epidermis, korteks, dan stele. Stele terdiri atas tiga

daerah pokok yaitu perisikel, berkas vaskular, dan empelur. Berkas vaskular

terdiri atas tiga bagian yaitu xylem, floem, dan kambium.

Batang dikotil mengalami pertumbuhan sekunder yang dilaksanakan oleh

aktivitas kambium membentuk xylem sekunder dan floem sekunder. Hal ini sesuai

dengan literature Setjo dkk (1999) yang menyatakan bahwa pada tumbuhan dikotil

jaringan permanen primer membuat bagian-bagian fundamental tumbuhan, dan

pertumbuhan berikutnya dilaksanakan melalui aktivitas kambium yang disebut

pertumbuhan sekunder. Jaringan yang terbentuk selama pertumbuhan sekunder

disebut jaringan sekunder.

Pada batang dikotil, berkas pengangkutan tersusun teratur dalam lingkaran

dan terdiri atas xylem, floem, dan kambium. Hal ini sesuai dengan literatur

Soediarto dkk (1965) yang menyatakan bahwa berkas vaskular batang dikotil
14

biasanya kolateral terbuka dan tersusun teratur dalam lingkaran. Setiap berkas

vaskular terdiri atas tiga bagian, yaitu xylem, floem, dan kambium.

Batang dikotil memiliki kambium dan kambium tersebut mengadakan

aktivitas pertumbuhan sekunder. Hal ini sesuai dengan literatur Setjo dkk (1999)

yang menyatakan bahwa xylem dan floem dipisahkan oleh lapisan kambium yang

tersusun dari sel-sel meristematik. Pertumbuhan sekunder dilaksanakan melalui

aktivitas kambium dan membentuk jaringan sekunder.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
15

1. Fungsi batang secara anatomi adalah menyusun bagian tumbuhan yang

disebut shoot (taruk), mentranspor zat hara dan mendukug bagian tumbuhan

lainnya.
2. Batang dikotil secara anatomi terdiri dari epidermis, korteks, skelrenkim,

xylem primer dan sekunder, floem primer dan sekunder, berkas pembuluh,

kambium interfaskuler, dan empulur.


3. Batang dikotil mengalami pertumbuhan sekunder yang dilaksanakan oleh

kambium membentuk xylem sekunder dan floem sekunder.


4. Pada batang dikotil berkas pengangkutan teratur dalam lingkaran dan terdiri

atas xylem, floem dan kambium.


5. Batang dikotil memiliki kambium dan kambium tersebut mengadakan

aktivitas pertumbuhan sekunder.

Saran

Adapun saran pada praktikum ini yaitu agar mahasiswa dapat mengiris bahan

setipis supaya struktur anatomis terlihat jelas.

DAFTAR PUSTAKA

Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budaya. UI Press.Jakarta

Heddy, S. 1996. Biologi Pertanian. Rajawali Pers, Jakarta.

Hidayat, E. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. ITB. Bandung


16

Irwanto, B. 2008.Inventarisasi Hama-Hama Penting Dan Parasitoid Pada Buah


Mangga(Mangifera indica spp.). Diakses Melalui
http://repository.usu.ac.id. pada tanggal 13 Juni 2015

Karmana, O. 2006. Anatomi Tumbuhan. Grafindo Media Pratama, Jakarta.

Martulis. 1994. Berkebun Mangga. Karya Anda. Surabaya.

Napitupulu, J.A. 1982. Pengantar Anatomi Tumbuhan. Fakultas Pertanian,


Universitas Sumatera Utara, Medan.
Pintarbiologi. 2015.Batang Anatomi, Struktur dan Fungsinya Bagi Tumbuhan.
http://www.pintarbiologi.com (25 Mei 2015)

Pracaya. 1997. Bertanam Mangga. Penebar Swadaya. Jakarta.

_______. 2004. Bertanam Mangga. Penebar Swadaya. Jakarta.

Raven, P.H, Johnson, G.B., Losos, J.B., Singer, S.R. 2008. Biology Seventh
Edition. Education. San Fransisco.

Rukmana, R. 1997. Mangga Budidaya dan Pasca Panen. Kanisius. Yogyakarta.

Rustiana, I. N. 2008. Analisis Kelayakan Usaha PengolahanPuree Mangga


(Mangifera indica L.)(Studi Kasus Pada CV. Promindo Utama,Desa
LosariLor,Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat). Diakses
melalui http://repository.ipb.ac.id. Pada tanggal 13 Juni 2015

Sari, N. P. 2012. Laporan Biologi Anatomi Tumbuhan Monokotil dan Dikotil.


http://www.academia .edu (25 Mei 2015)

Setjo, S., Kartini, E., Saptasari, M., dan Sulisetyo. 1999. Anatomi Tumbuhan.
Universitas Negeri Malang. Malang.

Simatupang, P. 1991. The Conception of Domestic Resource Cost & Net


Economic Benefit for Comparative Advantage Analysis Agribusiness.
Division Working Paper No. 2/91,Centre For Agro-Sosioeconomic
Research.
Situmeang, T. U. O. 2009. Pengaruh Konsentrasi Bubur Buah Mangga Dan Cmc
(Carboxy Methyl Cellulose) Terhadap Mutu Sorbet Air Kelapa.Diakses
melalui http://repository.usu.ac.id pada tanggal 10 Juni 2015.

Soediarto, A., Koesomaningrat, M.T., Natasaputra,M., dan Akmal, H., 1965.


Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. UGM Press. Yogyakarta.

Tjitrosoepomo, G. 2007. Morfologi Tumbuhan. UGM Press. Yogyakarta.


17

Tjitrosomo, S.S. 1983. Botani Umum I. Angkasa Press. Bandung.

Uliva, A. 2007. Budidaya, Pengolahan, Pemasaran Mangga. Dinamika Media.


Jakarta.