Anda di halaman 1dari 17

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha

Panyayang, Kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah


melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah mengenai Teknik Pewarnaan Ombre.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jakarta, Maret 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

1 | Page
HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR .............................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................ii

BAB I : PENDAHULUAN .....................................................................................1

A. LATAR BELAKANG ............................................................................1

B. RUMUSAN MASALAH .......................................................................2

C. TUJUAN .................................................................................................2

BAB II : PEMBAHASAN ......................................................................................3

BAB III : PENUTUP ............................................................................................14

A. KESIMPULAN ....................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................15

2 | Page
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rambut adalah sesuatu yang tumbuh dari akar rambut yang ada dalam
lapisan dermis dan melalui saluran folikel rambut ke luar dari kulit. Bagian
rambut yang ke luar dari kulit dinamakan batang rambut. Batang-batang rambut
merupakan penempatan sel-sel tanduk yang berbeda dalam panjang, tebal, dan
warnanya. Rambut tidak mempunyai saraf perasa sehingga tidak terasa sakit bila
dipangkas.
Rambut berfungsi sebagai mahkota kecantikan, disamping itu rambut juga
berfungsi sebagai pelindung kulit. Pertama sebagai pelindung terhadap rangsang
fisik seperti panas, dingin, kelembaban, dan sinar. Kedua sebagai pelindung
terhadap rangsang mekanik seperti pukulan, gosokan, dan tekanan serta ketiga
sebagai pelindung terhadap rangsang kimia seperti berbagai zat kimia dan
keringat.
Warna rambut ditentukan oleh pigmen melanin di dalam rambut yang ada
dalam lapisan korteks. Bahan asal pigmen melanin adalah melanosit yang berada
dalam umbi rambut. Melanosit adalah sel-sel yang menghasilkan pigmen (zat
warna) yang menyebabkan rambut asli dapat memiliki bermacam-macam warna.
Warna rambut dapat diubah-ubah secara buatan dengan menggunakan cat
rambut, di Indonesia disebut juga dengan semir rambut, yaitu mengecat rambut
putih (uban) agar tetap nampak hitam. Warna rambut pada manusia bermacam-
macam, ada yang berwarna hitam, merah kecokelatan, coklat, keemasan atau
pirang dan sebagainya.
Sediaan pewarna rambut adalah kosmetika yang digunakan dalam tata rias
rambut untuk mewarnai rambut, baik untuk mengembalikan warna rambut asli
atau mengubah warna rambut asli menjadi warna baru. Trend yang berkembang
menciptakan berbagai jenis teknik pewarnaan yang berbeda. Dalam makalah ini
akan dibahas tentang teknik yang digunakan untuk pewarnaan rambut ombre.

1 | Page
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan, maka rumusan masalahnya


adalah sebagai berikut:

a. Apa yang dimaksud dengan ombre?


b. Apa saja teknik pewarnaan ombre?

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan adalah sebagai


berikut:

a. Menjelaskan pengertian ombre


b. Menjelaskan teknik-teknik pewarnaan ombre

BAB II

2 | Page
PEMBAHASAN

Rambut ombre merupakan pewarnaan rambut yang memberikan efek


warna lebih terang pada rambut bagian bawah dibandingkan warna rambut bagian
atas. Untuk memperoleh efek pewarnaan ini, alangkah baiknya memutihkan
rambut bagian bawah. Jika ingin mencegah warna rambut menjadi kuning atau
jingga, kita dapat mewarnai rambut bagian bawah setelah diputihkan. Prosedur
tambahan ini tidak diperlukan, tetapi tahap ini membantu menjadikan efek ombre
merata.

1) PERSIAPAN MEMULAI

1. Pilihlah warna Anda.

Anda harus memilih warna yang cocok dengan warna alami rambut Anda. Warna
yang umumnya digunakan yaitu warna cokelat yang lebih terang, warna
merah/cokelat kemerahan, atau warna pirang.

Ada dua jenis ombre, yaitu biasa dan terbalik. Ombre biasa memiliki
warna yang lebih terang pada ujung rambut dibandingkan warna pada akar
rambut, sedangkan ombre terbalik memiliki warna yang lebih gelap pada
ujung rambut dan warna yang lebih terang pada akar rambut.

Pilihlah warna yang tidak lebih dari dua tingkat lebih terang daripada
warna rambut Anda sebelumnya.

Semakin samar perubahan warna rambut Anda, tampilan rambut Anda


akan semakin alami dan semakin terlihat seperti rambut yang terbakar
matahari.

Bila memungkinkan, carilah pewarna rambut yang ringan atau alami yang
tidak akan terlalu merusak rambut Anda.

3 | Page
2. Tentukan sampai bagian mana warna rambut memudar tersebut.
Hal yang sama pentingnya dengan hal pemilihan warna adalah memilih batas
bagian rambut tempat bertemunya warna alami rambut dan warna rambut yang
diwarnai. Semakin bawah tempat kedua warna tersebut bertemu, semakin aman
tampilan Anda nanti. Jika kedua warna bertemu di bagian rambut yang terlalu
atas, Anda mengambil risiko tampilan rambut Anda tampak seperti akar rambut
yang sedang bertumbuh, ketimbang efek ombre yang indah.

Secara umum, kira-kira sebatas bawah rahang merupakan batas yang


bagus tempat bertemunya kedua warna tersebut.

3. Sisirlah rambut dengan baik.


Pastikan tidak ada rambut yang kusut. Langkah ini akan lebih memudahkan Anda
dalam membubuhkan pemutih pada rambut. Selain itu, langkah ini juga akan
membantu Anda memastikan rambut diwarnai secara merata.

4. Kenakan baju pelapis (smock) atau baju kaus usang.


Kemungkinan besar pakaian Anda akan terkena pemutih atau pewarna rambut
selama proses ini. Namun, baju pelapis yang biasa dikenakan seniman atau penata
rambut akan membantu mencegah hal ini terjadi. Jika Anda tidak memiliki baju
pelapis untuk dikenakan, gantilah baju Anda dengan baju kaus usang yang tidak
akan membuat Anda keberatan jika baju tersebut terkena noda.

5. Kenakan sarung tangan.


Sarung tangan biasanya sudah terdapat di dalam kemasan peralatan pewarna
rambut tetapi jika tidak terdapat sarung tangan di dalamnya, Anda dapat
menggunakan sarung tangan karet biasa, vinil, atau lateks. Ingatlah bahwa sangat
penting untuk mengenakan sarung tangan saat mewarnai atau memutihkan
rambut. Jika Anda tidak mengenakannya, pewarna atau pemutih rambut juga akan
mengenai tangan Anda.

2) MEMUTIHKAN RAMBUT

4 | Page
1. Campurkan pemutih rambut Anda.
Kecuali jika Anda melakukan pewarnaan ombre terbalik, Anda perlu
menggunakan pemutih untuk menghilangkan warna dari rambut Anda. Memang
ada pilihan cara yang lain dengan menggunakan pewarna rambut pirang - yang
lebih aman untuk setiap helai rambut Anda - tetapi pewarna ini tidak terlalu
banyak menghilangkan warna rambut Anda sehingga hasil akhirnya akan jauh
lebih samar.

Metode pemutihan rambut di rumah yang paling mudah dan murah adalah
dengan menggunakan peroksida volume 20 dan bubuk pemutih rambut
dalam porsi yang sama. Campurkan 60 ml peroksida volume 20 dan bubuk
pemutih sebanyak 60 gram hingga benar-benar tercampur rata menjadi
adonan krim.

Selalu lakukan pencampuran pemutih rambut di area yang bersirkulasi


udara baik agar Anda tidak terlalu banyak menghirup uap yang keluar dari
bahan tersebut.

2. Bagilah rambut menjadi beberapa bagian.


Pisahkan rambut di bagian tengah kepala sehingga terbagi menjadi dua bagian.
Kemudian, bagilah kedua bagian tersebut menjadi beberapa bagian sebanyak yang
Anda inginkan. Minimal, Anda harus membagi masing-masing bagian menjadi
dua, sehingga rambut terbagi menjadi empat bagian.

Jika rambut Anda panjang dan/atau tebal, Anda mungkin perlu


membaginya menjadi beberapa bagian lagi.

Jepit atau ikatlah setiap bagian rambut untuk memisahkannya dari bagian
rambut yang lain.

Sasaklah rambut di sekitar area tempat bermulanya efek ombre yang Anda
inginkan. Menyasak rambut Anda pada area ini akan membantu mencegah
adanya batas garis yang mencolok di tempat Anda membubuhkan pemutih.

5 | Page
3. Pilihlah alat yang akan Anda gunakan untuk membubuhkan
pewarna/pemutih rambut.
Jika Anda menggunakan perlengkapan pewarna atau pemutih rambut,
kemungkinan telah terdapat sikat kecil untuk membubuhkan pemutih rambut di
dalam kemasannya. Jika tidak ada, Anda dapat menggunakan kuas kecil dan
lembut yang serupa. Pastikan Anda tidak keberatan jika sikat tersebut dibuang
setelah selesai digunakan.

4. Mulailah memutihkan rambut Anda.


Bubuhkan pemutih mulai dari ujung-ujung rambut dan bubuhkan semakin ke atas
hingga ke garis pemudaran warna yang diinginkan. Jangan merasa seolah-olah
Anda harus bekerja dengan cepat atau mengerjakan rambut yang dibagi dalam
jumlah yang banyak per bagian; bekerjalah dengan metode yang memungkinkan
setiap helai rambut dilapisi produk pemudar warna rambut secara merata.

Pastikan Anda membubuhkan pemutih rambut secara merata pada kedua


sisi rambut. Lihatlah pada cermin untuk memastikan pembubuhan pemutih
dimulai kira-kira pada tempat yang sama di kedua sisi kepala.

Pastikan Anda melapisi semua rambut yang ingin Anda putihkan.


Periksalah helai-helai rambut untuk memastikan Anda tidak melewatkan
satu bagian pun.

5. Biarkan pemutih meresap ke dalam rambut.


Tergantung pada seberapa terang warna rambut yang Anda inginkan, waktu yang
Anda akan perlukan untuk membiarkan pemutih meresap adalah selama 10-45
menit. Untuk memeriksanya, bilas pemutih pada seuntai/sedikit rambut setelah
sekitar 10-20 menit. Jika Anda menyukai warnanya, bilaslah rambut dari pemutih
rambut. Jika Anda menginginkan warna yang lebih terang lagi, diamkan kembali
dan periksalah setelah 5-10 menit.

Untuk memperoleh perubahan warna yang tidak terlalu banyak, diamkan


pemutih pada rambut hanya selama 10-20 menit.

6 | Page
Untuk memperoleh perubahan warna yang lebih berani, diamkan pemutih
pada rambut selama 40-45 menit. Membiarkan pemutih meresap lebih
lama juga akan membantu mencegah terbentuknya warna jingga atau
kekuningan

6. Bilaslah rambut dari pemutih.


Dengan tetap mengenakan sarung tangan, bilaslah rambut dari pemutih dengan air
hangat. Setelah itu, cucilah rambut dengan sampo bebas sulfat. Pastikan anda
membilas seluruh pemutih pada rambut, jika tidak warna rambut akan terus
memudar. Jangan gunakan kondisioner pada tahap ini.

3) MEWARNAI RAMBUT

1. Pastikan rambut Anda dalam keadaan kering.


Gunakan handuk untuk mengeringkannya sebelum memulai proses pewarnaan.
Anda bahkan perlu menunggu selama satu atau dua jam agar sebagian besar
rambut dapat mengering.

2. Sekali lagi pisahkan kembali rambut Anda.


Lakukan pembagian rambut mengikuti pembagian aslinya. Ikatlah ujung rambut
dengan karet atau jepit rambut untuk lebih memudahkan Anda dalam mewarnai
rambut. Buatlah pemisahan rambut menjadi minimal 2-3 bagian, atau sebanyak
yang Anda butuhkan agar Anda dapat merasa nyaman dalam mengerjakannnya.
3. Kenakan sarung tangan.

Sarung tangan umumnya telah tersedia di dalam kemasan


perlengkapan pewarna rambut tetapi jika tidak ada, Anda dapat
menggunakan sarung tangan karet biasa, vinil, atau lateks.
Ingatlah bahwa sangatlah penting untuk mengenakan sarung
tangan saat mewarnai atau memutihkan rambut. Jika Anda tidak
melakukannya, tangan Anda juga akan terkena pewarna atau
pemutih.

7 | Page
4. Siapkan warna yang akan digunakan.
Sebagian besar produk pewarna rambut memerlukan sedikit pengukuran dan
pencampuran, oleh karena itu ikutilah petunjuk pada kemasan dan persiapkan
pewarna Anda. Pastikan Anda mencampur pewarna di area yang memiliki
sirkulasi udara yang baik.

5. Bubuhkan pewarna pada rambut dengan sikat.


Ikuti petunjuk penggunan yang tertera pada kemasan pewarna rambut agar Anda
dapat membubuhkannya dengan benar.

Jika Anda akan mewarnai rambut dengan ombre biasa (warna ujung
rambut lebih terang), maka bubuhkan pewarna rambut pada semua bagian
yang telah diputihkan dan bubuhkan juga sedikit ke atasnya.

Jika Anda akan mewarnai rambut dengan ombre terbalik, bubuhkan warna
hanya sampai ke garis warna yang memudar, dan kemudian lapisan yang
lebih tebal di dekat ujungnya (sama seperti pembubuhan pemutih rambut).

Pastikan Anda membubuhkan pewarna ke seluruh rambut yang Anda ingin


warnai. Periksalah setiap helai rambut untuk memastikan tidak ada yang
terlewatkan.

6. Biarkan pewarna meresap.


Ikuti petunjuk pada kemasan agar dapat menentukan lamanya pewarna didiamkan
pada rambut. Tunggulah pewarna meresap ke dalam rambut selama waktu yang
dianjurkan. Karena rambut telah diberi pemutih sebelumnya, kemungkinan
rambut yang diberi pewarna tidak perlu didiamkan selama lebih dari sepuluh
menit.

7. Bilaslah rambut dari pewarna.


Dengan tetap mengenakan sarung tangan, bilaslah pewarna dengan air hangat.
Kemudian, keramaslah dengan sampo bebas sulfat. Memutihkan/mewarnai
rambut dapat sangat merusak rambut, oleh karena itu luangkan waktu untuk

8 | Page
menggunakan deep conditioner agar membantu memberikan kembali kelembapan
pada rambut.
8. Keringkan dan tatalah rambut Anda seperti biasa.
Karena rambut telah rusak akibat pewarna kimia, alangkah baiknya jika Anda
membiarkan rambut mengering secara alami dan menghindari alat-alat penata
rambut yang menggunakan suhu panas. Namun jika Anda seperti kebanyakan
orang lain pada umumnya, Anda perlu mengeringkan rambut dengan hair dryer
sebentar dan membuatnya kembali terlihat seperti biasa. Melakukan hal ini juga
membuat Anda dapat menentukan apakah hasil akhir pewarnaan ini telah sesuai
dengan yang Anda inginkan, atau jikalau Anda perlu melakukan sedikit perbaikan
setelah pewarnaan.

9 | Page
ISTILAH WARNA DALAM OMBRE

1. Ombre

Chrissy Teigen, Emilia Clarke

Diambil dari bahasa Prancis yang berarti shaded atau shading, teknik pewarnaan
ini punya konsep seperti shading pada makeup: memberikan ilusi bayangan
(warna gelap) pada wajah. Pada rambut, ombre memberi ilusi bayangan dengan
warna gelap pada akar rambut dan warna yang semakin terang pada bagian tengah
hingga ujung rambut. Hasil jadi ombre yang benar adalah warna gradasi yang
membaur lembut tanpa ada perpindahan warna yang ngeblok.

2. Sombre (Soft Ombre)

10 | P a g e
Elizabeth Olsen

Nah, kalau istilah yang satu ini bisa disebut adiknya ombre. Sombre atau soft
ombre masih menggunakan konsep yang sama dengan ombre, namun dengan
pemilihan warna yang tak terlalu kontras. Warna rambut sombre pas untuk Anda
yang masih mencoba-coba mewarnai rambut. Warna yang dihasilkan lebih lembut
dan Anda pun tak harus sering touch up warna rambut di akar. Untuk lebih mudah
membedakan ombre dan sombre, perhatikan saja warna rambut pada akar dan
ujungnya. Kalau disejajarkan, warna pada akar dan ujung pada ombre (Emilia
Clarke) akan terlihat kontras, sedangkan pada ombre (Elizabeth Olsen) tak akan
terlalu jauh berbeda.

3. Dip Dye

Gwen Stefani

Kalau dilihat dari artinya, teknik pewarnaan rambut ini punya konsep rambut
yang dicelup. Berbeda dengan teknik ombre biasanya, warna dip dye tidak ada
pada seluruh rambut melainkan di ujung rambut. Warnanya pun bisa dibilang
sangat kontras, mulai dari pirang, pink, hingga hijau. Pada dip dye, tidak ada
gradasi warna. Yang terlihat adalah warna baru pada ujung rambut yang seperti
dicelup langsung pada mangkuk cat warna.

11 | P a g e
4. Balayage

Jessica Biel, Cinta Laura Kiehl

Ini adalah variasi teknik ombre yang sedang digemari saat ini. Sama seperti
ombre, balayage pun diambil dari kata dalam bahasa Prancis. Balayage berarti
memulas atau mengecat, yang menerangkan cara colorist mengerjakan teknik ini
yaitu menggunakan kuas secara manual. Balayage biasanya menonjolkan helaian
highlights pada beberapa bagian saja, terutama pada bagian tengah. Dengan
begini, rambut seolah terlihat bercahaya seperti terkena sinar matahari. Highlights
pada balayage biasanya lebih lembut dan tak sepekat hasil cat seperti ombre atau
sombre. Jika ditata ikal, balayage akan memberi efek rambut yang lebih tebal.

5. Flamboyage

12 | P a g e
Gisele Bundchen, Rosie Huntington Whiteley

Jika sombre adalah adiknya ombre, maka flamboyage adalah adiknya balayage.
Masih berfokus pada highlights di beberapa bagian rambut, namun dengan bagian
ujungnya yang lebih terang seperti ombre. Bisa dibilang, flamboyage adalah
perpaduan teknik pewarnaan balayage dan hasil jadi gaya ombre. Flamboyage
lebih menonjolkan tekstur dari potongan rambut. Jika diaplikasikan pada area
yang tepat, flamboyage bisa memberi efek tirus pada wajah.

6. Color Melting

Gina Rodriguez

Tren pewarnaan yang ini mulai populer di awal tahun dan bisa jadi saingan
balayage. Sesuai namanya, color melting adalah sebutan untuk hasil jadi
pewarnaan yang menunjukkan seolah warna rambut Anda meleleh dari akar ke
ujung rambut. Color melting menggunakan konsep yang sama dengan ombre,
pewarnaan dari gelap ke terang. Pada ombre, warna yang berubah atau dilebur ada
2, misalnya cokelat tua ke pirang tua. Pada color melting, lelehan-nya
menggunakan campuran 3 warna, misalnya hitam, ke cokelat tua, ke pirang tua.
Pengerjaan pada color melting juga dilakukan berlapis-lapis sehingga efek
melelehnya terlihat jelas.

13 | P a g e
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Rambut ombre merupakan pewarnaan rambut yang memberikan efek warna


lebih terang pada rambut bagian bawah dibandingkan warna rambut bagian atas.
Langkah yang dilakukan dalam pewarnaan ombre meliputi persiapan awal seperti
memilih warna, menentukan hingga bagian mana rambut akan dibuat memudar,
lalu ke tahap bleaching dan terakhir tahap pemberian warna. Dalam dunia
kecantikan sendiri, ada beberapa istilah warna dalam ombre seperti sombre,
balayage, dip dye, flamboyage dan color melting

14 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

Dr. Kusumadewi Sutanto M.Pd, dr. Hendra T Laksman, Drs. Raharjo


Tjondrodiputro. 2012. Pengetahuan dan Seni Tata Rambut Modern, Cetakan
keenam. Depok: Penerbit Meutia Cipta Sarana

Loren Lankford. 2014. DIY Dye: Bright and Funky Temporary Hair Coloring You
Do at Home. Berkeley: Ulysses Press.

Michelle Phan. 2014. Make Up: Your Life Guide to Beauty, Style, and Success
Online and Off. Boston: Potter.

Rostamailis, Hayatunnufus, Merita Yanita. 2008. Tata Kecantikan Rambut Jilid 3


untuk SMK. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

http://journal.sociolla.com/beauty-guide/istilah-warna-rambut-ombre

15 | P a g e