Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu ikan yang banyak
dikonsumsi masyarakat. Selain memiliki nilai gizi yang baik, harga ikan
lele cukup terjangkau, sehingga ikan lele memiliki prospek yang baik
untuk dibudidayakan. Logam berat sejatinya unsur penting yang
dibutuhkan setiap makhluk hidup.Logam berat yang termasuk elemen
mikro merupakan kelompok logam berat yang non-esensial yang tidak
mempunyai fungsi sama sekali dalam tubuh. Logam tersebut bahkan
sangat berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan (toksik) pada
manusia yaitu timbal (Pb), merkuri (Hg), arsenik (As) dan cadmium (Cd).
Logam berat ialah unsur logam dengan berat molekul tinggi. Dalam
kadar rendah logam berat pada umumnya sudah beracun bagi tumbuhan
dan hewan, termasuk manusia. Logam berat yang sering mencemari ialah
Hg,Cr,Cd,As dan Pb. Logam timbal (Pb) sangat berbahaya bagi manusia
karena merupakan zat beracun yang tidak bisa dihancurkan atau diubah
bentuknya. Zat ini bersifat stabil dan terakumulasi di dalam darah.
Mekanisme masuknya logam berat Pb ke dalam tubuh manusia melalui
sistem pernafasan, pencernaan ataupun langsung dari permukaan kulit.
Daya toksik logam berat timbal (Pb) dapat mengakibatkan anemia, mual,
dan sakit perut, serta kelumpuhan. Dalam makalah ini, akan dibahas
tentang kandungan logam berat timbal (Pb) pada wortel.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana kandungan toksik logam berat timbal (Pb) pada ikan lele
dan akiabat jika melebihi ambang batas yang ditentukan?

BAB II
PEMBAHASAN

1
Logam-logam essensial dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit.
Jika kadarnya berlebihan maka logam tersebut akan berubah menjadi toksik. Efek
yang diakibatkan oleh logam berat Pb tergantung dari organ yang dipengaruhi.
Pada sistem darah Pb dapat menyebabkan anemia, kerusakan pada otak (epilepsi,
halusinasi), kerusakan pada ginjal, gangguan pencernaan, hipotonia, menurunkan
tingkat kesuburan wanita maupun pria yang terkontaminasi Pb, dan Pb dapat
menyebabkan penyakit kanker.
Adanya kandungan logam berat Pb dimungkinkan berasal dari air yang
digunakan dalam budidaya ikan lele. Air tawar mengandung material baik organik
maupun anorganik yang dapat mengadsorbsi logam. Sehingga pencemaran logam
berat pada air tawar lebih mudah terjadi. Logam-logam berat tersebut dapat
berasal secara alami dan dari aktifitas manusia baik itu berasal dari limbah
industri atau pun dari limbah rumah tangga. Kandungan Pb tergantung pada
aktifitas yang ada di daerah tersebut, seperti di daerah industri, jalan raya, dan
tempat pembuangan sampah.
Ambang batas maksimum yang ditetapkan dalam Keputusan Dirjen POM
Republik Indonesia yaitu sebesar 200g/kg. Kadar Pb sebesar 0,1-0,2 ppm dapat
menyebabkan keracunan pada jenis ikan tertentu, sedangkan Pb dalam kadar 188
dapat menyebabkan kematian pada ikan. Meskipun hasil analisis menunjukkan
kadar Pb masih dibawah ambang batas, akumulasi jumlah logam berat dalam
tubuh dapat terjadi sehingga melebihi ambang batas. Logam berat Pb dalam
konsentrasi yang tinggi dapat mengakibatkan toksisitas. Dalam konsentrasi yang
rendah lama kelamaan logam berat akan terakumulasi dalam tubuh, dan jika
melebihi batas toleransi akan menyebabkan toksisitas yang berbahaya sampai
kematian.

BAB III
PENUTUP

2
A. Kesimpulan
Logam berat sejatinya unsur penting yang dibutuhkan setiap makhluk
hidup.Logam berat yang termasuk elemen mikro merupakan kelompok
logam berat yang non-esensial yang tidak mempunyai fungsi sama sekali
dalam tubuh. Logam tersebut bahkan sangat berbahaya dan dapat
menyebabkan keracunan (toksik) pada manusia yaitu timbal (Pb), merkuri
(Hg), arsenik (As) dan cadmium (Cd). Pada ikan lele yang sudah
dianalisis, kandungan logam berat timbal (Pb) nya tidak melebihi ambang
batas yang sudah ditetapkan. Ambang batas maksimum yang ditetapkan
dalam Keputusan Dirjen POM Republik Indonesia yaitu sebesar 200g/kg.
B. Saran
Perlu dilakukannya analisis dan penelitian lebih lanjut tentang
kandungan logam berat apa yang terkandung dalam pangan salah satunya
ikan lele.

DAFTAR PUSTAKA

Palar, H. 1994, Toksikologi Logam Berat, Renekacita, Jakarta.

Sudarwin, 2008, Analisis Spasial Pencemaran Logam Berat (Pb Dan Cd) Pada
Sedimen Aliran Sungai Dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah
Jatibarang Semarang, Tesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro,
Semarang.

3
Supriatno dan Lelifajri, 2009, Analisis Logam Berat Pb dan Cd dalam Sampel
Ikan dan Kerang secara Spektofotometri Serapan Atom, Jurnal Rekayasa
Kimia dan Lingkungan.

Widowati, W., Astiana, S., Rymond, J. R., 2008, Efek Toksik Logam Pencegahan
Dan Penanggulangan Pencemaran, Penerbit Andi, Yogyakarta.