Anda di halaman 1dari 8

Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran

MAKALAH
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
LINGKUNGAN

Oleh :
Edi Armawansah / 1527041011
Anwar/ 152704
Ratna / 152704
Julia Rahma Safadila / 1527041015

DosenPengampuh Mata Kuliah :


Nurmila, S.Ag.,M.Pd.I.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan proses komunikasi dan
interaksi antara peserta didik dengan pendidik yang diselenggarakan untuk
mencapai tujuan belajar yang dibutuhkan. Dikatakan sebagai proses
komunikasi atau proses interaksi, karena tanpa adanya komunikasi dan
interaksi, proses pembelajaran tidak akan terjadi. Agar terjadi komunikasi dan
interaksi yang efektif diperlukan metode dan teknik pembelajaran. Metode
dan teknik pembelajaran tidak akan dapat diterapkan secara optimal jika tidak
disertai dengan media pembelajaran. media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan dan minat serta perhatian peserta didik
sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Masih ada sebagian pendidik yang beranggapan bahwa media
pembelajaran selalu berkaitan dengan peralatan elektronik atau peralatan
canggih yang mahal harganya seperti Laptop dan multimedia. Anggapan
seperti itu merupakan pandangan yang terlalu sempit terhadap makna media
pembelajaran. Sesungguhnya, media pembelajaran sangat banyak jenis dan
jumlahnya. Mulai dari jenis media yang paling sederhana dan murah,
hingga jenis media yang canggih dan mahal. Ada media buatan pabrik, ada
pula jenis media yang dapat dibuat sendiri oleh guru. Bahkan banyak pula
jenis media yang telah tersedia di lingkungan sekitar kita yang langsung
dapat kita gunakan untuk keperluan pembelajaran.
Jenis lingkungan sebagai media pembelajaran untuk peserta didik
jumlahnya sangat banyak dan beragam. Oleh karena itu, guru perlu memiliki
kemampuan untuk mengindentifikasi berbagai potensi yang ada pada
lingkungan tersebut dikaitkan dengan kemampuan yang harus diperoleh
pesera didik khususnya yang telah tertera dalam kurikulum misalnya berupa
rumusan kompetensi untuk mata pelajaran tertentu. Demikian pula guru pun
harus mampu memanfaatkannya secara maksimal sehingga dapat membantu
mengembangkan berbagai potensi dan kemampuan siswa secara optimal.
Potensi lingkungan yang demikian banyak tersebut akan menjadi sia-sia jika
guru tidak peka dan tidak kreatif dalam memanfaatkannya padahal
sebenarnya lingkungan harus menjadi media pembelajaran yang potensial,
factual serta fungsional bagi anak dalam mencapai kemampuan-kemampuan
belajar yang diharapkan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan


Lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan
makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk
hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup),
abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan yang ada di sekitar anak-
anak kita merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk
pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Jumlah sumber belajar
yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas, sekalipun pada umumnya tidak
dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan. Sumber belajar
lingkungan ini akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan anak karena
mereka belajar tidak terbatas oleh tempat dinding kelas, Selain itu kebenarannya
lebih akurat, sebab anak dapat mengalami secara langsung dan dapat
mengoptimalkan potensi panca inderanya untuk berkomunikasi dengan
lingkungan tersebut.

B. Prinsip Pembuatan Media Berbasis Lingkungan


Media-media yang terdapat di lingkungan sekitar, ada yang berupa benda-
benda atau peristiwa yang langsung dapat kita pergunakan sebagai sumber
belajar.Selain itu, ada pula benda-benda tertentu yang harus kita buat terlebih dulu
sebelum dapat kita pergunakan dalam pembelajaran. Media yang perlu kita buat
itu biasanya berupa alat peraga sederhana dengan menggunakan bahan-bahan
yang terdapat di lingkungan kita. Jika kita harus membuat media belajar semacam
itu, maka ada beberapa prinsip pembuatan yang perlu kita perhatikan, yaitu:
1. Media yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan fungsi penggunaannya.
2. Dapat membantu memberikan pemahaman terhadap suatu konsep tertentu,
terutama konsep yang abstrak.
3. Dapat mendorong kreatifitas siswa, memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bereksperimen dan bereksplorasi (menemukan sendiri)
4. Media yang dibuat harus mempertimbangkan faktor keamanan, tidak
mengandung unsure yang membahayakan siswa.
5. Dapat digunakan secara individual, kelompok dan klasikal
6. Usahakan memenuhi unsur kebenaran substansial dan kemenarikan
7. Media belajar hendaknya mudah dipergunakan baik oleh guru maupun
siswa
8. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat hendaknya dipilih agar
mudah diperoleh di lingkungan sekitar dengan biaya yang relatif murah
9. Jenis media yang dibuat harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan
sasarandidik.

C. Prosedur Pemanfaatan Lingkungan sebagai Media Pembelajaran


Ada 3 langkah yang bisa anda tempuh untuk menggunakan lingkungan ini, yaitu
a. Perencanaan
1. Tentukan kompetensi/tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta
didik berkaitan dengan penggunaan lingkungan sebagai media atau
sumber belajar. Tujuan ini dirumuskan secara spesifik dan operasional
untuk memudahkan dalam penilaian hasil belajar.
2. Tentukan objek yang akan dipelajari atau dikunjungi. Perhatikan oleh
anda keterkaitanya dengan kompetensi/tujuan pembelajaran dan
kemudahan-kemudahan dalam menggunakan lingkungan, seperti
jaraknya tidak terlalu jauh, tidak memerlukan waktu yang terlalu lama,
biayanya murah, keamanannya terjamin, dan tersedianya sumber belajar
yang bias dipelajari.
3. Rumuskan cara belajar atau bentuk kegiatan yang harus dilakukan
peserta didik selama mempelajari lingkungan, seperti mencatat apa yang
terjadi , mengamati suatu proses, melakukan wawancara, membuat
sketsa, dan lain sebagainya. Selain itu, ada baiknya apabila para peserta
didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) dan setiap
kelompok diberi tugas khusus. Hal ini akan menumbuhkan kerjasama
dalam kelompok serta dapat memperluas wawasan mereka karena setiap
kelompok nantinya akan melaporkan hasil pekerjaanya di kelas.
4. Siapkan hal-hal yang sifatnya teknis, seperti tata tertib kegiatan yang
harus dipatuhi peserta didik, perizinan untuk mengadakan kegiatan,
kelengkapan yang harus dibawa, dan instrument yang akan digunakan.
b. Pelaksanaan
Langkah pelaksanaan yaitu melakukan berbagai kegiatan belajar ditempat
tujuan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Apabila kegiatan yang
dilakukan itu adalah karya wisata atau survey ke objek tertentu, kegiatan
biasanya diawali dengan penjelasan para petugas mengenai objek yang di
kunjungi. Dalam hal ini para peserta didik bisa mengajukan pertanyaan-
pertanyaan, mencatat informasi yang dianggap penting atau sesuai dengan
instrument yang telah disiapkan.
c. Tindak lanjut (follow up)
Langkah ini berupa kegiatan belajar di dalam kelas untuk mendiskusikan
hasil-hasil yang telah diperoleh dari lingkungannya. Setiap kelompok diminta
untuk melaporkan hasilnya di depan kelas, kelompok lainya mendengarkan dan
memberikan tanggapan seperlunya. Pada akhirnya, anda sebagai guru diminta
untuk dapat memberikan penjelasan dan pada pembahasan akhir dikaitkan
dengan tujuan pembelajaran. Anda juga dapat memberikan penilaian terhadap
kegiatan-kegiatan dan hasil yang telah dicapai masing-masing peserta didik.

D. Manfaat Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan


1. Menghemat biaya, karena memanfaatkan bendabenda yang telah ada di
lingkungan
2. Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa, pelajaran menjadi lebih
konkrit, tidak verbalistik. Karena benda-benda tersebut berasal dari
lingkungan siswa, maka benda- benda tersebut akan sesuai dengan
karakteristik dan kebutuhan siswa. Hal ini juga sesuai dengan konsep
pembelajaran kontekstual (contextual learning)
3. Pelajaran lebih aplikatif, materi belajar yang diperoleh siswa melalui media
lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung, karena
siswa akan sering menemui bendabenda atau peristiwa serupa dalam
kehidupannya sehari-hari
4. Media lingkungan memberikan pengalaman langsung kepada siswa, Dengan
media lingkungan, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan benda,
lokasi atau peristiwa sesungguhnya secara alamiah
5. Lebihkomunikatif,sebab benda dan peristiwa yang ada dilingkungan siswa
biasanya mudah dicerna oleh siswa, dibandingkan dengan media yang
dikemas (didesain).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Lingkungan merupakan salah satu media yang amat penting dan memiliki
nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Media
pembelajaran sangat penting dalam membantu tugas guru dan siswa dalam
mencapai tujuan pembelajaran, maka kepiawaian guru dalam memilih dan
memilah media sangat diperlukan. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh
dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media seperti: biayanya
murah,simple dalam menggunakannya,mudah didapat dan lebih sesuai
dengan minat keinginan siswa. Penggunaan media lingkungan juga harus
punya prinsip yang tepat seperti: sesuai dengan karaktristik materi
pembelajaran,kemauan siswa,ketersediaan dan prinsip praktis serta tepat
guna.