Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Alhamdulillaahirobbilaalamiin, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat


Alloh SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Komunikasi Pemasaran ini.
Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Strategi
Pemasaran pada Jurusan Administrasi Bisinis Fakultas Ilmu Sosial dan
Komunikasi, International Women University.
Dalam makalah ini dibahas mengenai komunikasi pemasaran, dan
bagaimana langkah mengembangakan komunikasi efektif dalam rangka
penyusunan strategi pemasaran. Pada kesempatan ini kami selaku penyusun
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan penulisan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah ini, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami
harapkan guna perbaikan dan kesempurnaan makalah ini. Semoga Alloh SWT
senantiasa meridhoi setiap usaha kita. Aamiin.

18 Maret 2017

Penyusun

1
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR................................................................................................i
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1. Latar Belakang.........................................................................1
1.2. Rumusan Masalah.....................................................................2
1.3. Tujuan....................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
2.1. Peran Komunikasi Pemasaran.......................................................3
2.2. Cara Kerja Komunikasi Pemasaran................................................6
2.2.1. Model Makro dari Proses Komunikasi.................................................6
2.2.2. Tanggapan Konsumen Model Mikro....................................................7
2.3. Langkah Utama Mengembangkan Komunikasi Efektif........................9
2.3.1. Mengidentifikasi Audiens Sasarannya..................................................9
2.3.2. Menentukan Tujuan Komunikasi..........................................................9
2.3.3. Merancang Komunikasi......................................................................10
2.3.4. Memilih Saluran Komunikasi.............................................................11
2.3.5. Menetapkan Anggaran Total Komunikasi Pemasaran........................11
2.4. Memutuskan Bauran Komunikasi Pemasaran.................................12
2.4.1. Karakteristik Bauran Komunikasi Pemasaran....................................12
2.4.2. Faktor Faktor dalam Menentukan Bauran Komunikasi Pemasaran.15
2.4.3. Mengukur Hasil Komunikasi..............................................................16
2.5. Mengelola Proses Komunikasi Pemasaran Terintegrasi.....................17
2.5.1. Mengkoordinasikan Media..................................................................18
2.5.2. Mengimplemestasikan IMC (Komunikasin Pemasaran Terntegrasi). 18
BAB III KESIMPULAN........................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................iii

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam era globalisasi perkembangan pesat terjadi pada hampir semua sektor
dan berbagai perubahan sering mewarnai bahkan ada pepatah yang mengatakan
sesuatu yang pasti di dunia ini adalah perubahan. Kemajuan pada berbagai bidang
seperti ilmu pengetahuan, telekomunikasi, teknologi informasi, jaringan
transportasi dan sektor-sektor kehidupan lainnya, mengakibatkan arus informasi
semakin mudah dan lancar mengalir kepada setiap individu dan kelompok yang
membutuhkannya. Seorang individu dan kelompok secara bebas berhak
memperoleh informasi bermanfaat untuk menunjang aktivitas usahanya, serta
bersaing secara ketat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau organisasinya.
Secara umum, perusahaan mempunyai berbagai macam perbedaan dalam
beroperasi dipasar domestik (home market) dan pasar luar negeri (foreign market)
atau pasar internasional. Sebagian besar perbedaan tersebut berkaitan dengan
faktor ekonomi, budaya, hukum, teknologi dan persaingan. Apabila perusahaan
mampu mengenali dengan baik karakteristik kunci sebuah pasar domestik (seperti
legilasi, media dan pesaing) dan karakteristik pasar internasional, maka tingkat
kompleksitas dan ketidakpastian dapat dievaluasi. Manajemen perusahaan bisa
saja sangat memahami cara berbisnis di pasar negaranya, namun pada pasar
internasional perusahaan harus bisa beradaptasi dengan baik karena akan
mengurangi tingkat pengendalian dan resiko semakin meningkat.Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian pesan dari sender ke receiver baik oleh individu
ke individu lainnya atau organisasi dan dari organisasi ke organisasi lain atau ke
individu yang dapat dilakukan melalui media pada saluran komunikasi dan
komunikasi tertulis.
Konsepsi komunikasi pemasaran ini pada dasarnya berkaitan dengan
konsepsi ekonomi tentang unsur-unsur klasik pemasaran yang lazim disebut
dengan formula Product, Price, Place, and Promotion. Komunikasi pemasaran
P yang berarti promosi dalam bauran pemasaran termasuk periklananan,
promosi penjualan, penjualan pribadi dan hubungan masyarakat. Periklanan

1
membuka peluang untuk perluasan global dan persyaratan untuk adaptasi lokal.
Beberapa negara jauh lebih intensif dalam periklanan daripada yang lain (Keegan,
2000).
Promosi yang dirancang dengan buruk dapat menimbulkan publisitas yang
tidak diinginkan dan hilangnya pelanggan. Pertimbangan yang lebih baru untuk
bauran pemasaran internasional adalah pemasaran langsung, pemasaran database
dan internet. Setiap teknik diterima dengan cepat di seluruh dunia dan dapat
mengubah strategi pemasaran perusahaan untuk mencapai konsumen secara
langsung.
Jadi komunikasi perusahaan harus dirancang untuk membantu
perkembangan perbuatan baik dan memberi informasi yang akurat dan tepat
waktu, khususnya situasi krisis.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apakah peran komunikasi pemasaran ?
2. Bagaimana cara kerja komunikasi pemasaran ?
3. Apakah langkah utama dalam mengembangkan komunikasi efektif ?
4. Apakah bauran komunikasi itu dan bagaimana seharusnya bauran komunikasi
itu diatur ?
5. Apakah program komunikasi pemasaran terintegrasi itu ?

1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini untuk mengetahui lebih dalam
apa yang di maksud dengan merancang dan mengelola komunikasi pemasaran
terintegrasi dan juga mengetahui bagian-bagian yang ada, diantaranya :
1. Mengetahui peran komunikasi pemasaran
2. Cara kerja komunikasi pemasaran
3. Langkah utama dalam mengembangkan komunikasi efektif
4. Bauran komunikasi dan bagaimana bauran komunikasi itu di atur
5. Program komunikasi pemasaran

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Peran Komunikasi Pemasaran


Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah sarana dimana
perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen
secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual.
Komunikasi pemasaran mempresentasikan suara perusahaan dan mereknya
serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat membuat dialog dan
membangun hubungan dengan konsumen.
Komunikasi pemasaran memiliki banyak fungsi bagi konsumen. Konsumen
dapat diberitahu atau ditunjukkan bagaimana, mengapa, dan kapan sebuah produk
digunakan. Konsumen dapat mengetahui merek, siapa yang membuat produk dan
apa yang dipertahankan perusahaan. Komunikasi pemasaran memungkinkan
perusahaan menghubungkan merek-merek mereka dengan orang lain, tempat,
acara khusus, perasaan dan barang lain. Komunikasi pemasaran dapat
berkontribusi pada ekuitas merek dengan membangun merek dalam ingatan dan
menciptakan citra merek.
Iklan merupakan unsur sentral dari program komunikasi pemasaran,
biasanya menjadi faktor paling penting dari segi membangun ekuitas merek.
Adapun bauran komunikasi pemasaran terdiri atas delapan komunikasi utama,
yaitu :
1. Iklan
Iklan adalah informasi yang isinya membujuk khalayak banyak atau
orang banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan.
Dengan kata lain, iklan memberitahu kepada banyak orang mengenai
barang dan jasa yang dijual, dipasang di media massa seperti koran dan
majalah atau di tempat-tempat umum.
2. Promosi Penjualan
Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau
pembelian produk atau jasa.

3. Acara dan Pengalaman

3
Kegiatan dan program yang di sponsori perusahaan yang dirancang untuk
menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek
tertentu.
4. Hubungan Masyarakat dan Publisitas
Beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau
melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
5. Pemasaran Langsung
Penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail, atau internet untuk
berkomunikasi secara langsung dengan atau meminta respons atau dialog dari
pelanggan dan prospek tertentu.
6. Pemasaran Interaktif
Kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan
pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung
meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra atau menciptakan penjualan
produk dan jasa.
7. Pemasaran dari Mulut ke Mulut
Komunikasi lisan, tertulis dan elektronik anatarmasyarakat yang
berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau
menggunakan produk atau jasa.
8. Penjual Personal
Interaksi tatap muka dengan satu atau beberapa calon pembeli dengan
maksud untuk melakukan presentarsi, menjawab pertanyaan dan memperoleh
pemesanan.

Komunikasi Pemasaran Terintegrasi untuk Membangun Ekuitas Merek

4
Iklan

Promosi Penjualan

Kesadaran Merek
Acara dan Pengalaman

Hubungan Masyarakat & Publisitas


Citra Merek

Program Komunikasi Pemasaran


Ekuitas Merek

Pemasaran Langsung Respons Merek

Pemasaran Interakif
Hubungan Merek

Pemasaran dari Mulut ke Penjualan


Mulut Personal

2.2. Cara Kerja Komunikasi Pemasaran

5
Pemasaran harus memahami unsur-unsur fundamental dari komunikasi yang
efektif, ada dua model yang digunakan yaitu model makro dan model mikro.

2.2.1. Model Makro dari Proses Komunikasi


Model tersebut menekankan faktor-faktor utama dalam komunikasi yang
efektif. Pengirim harus mengetahui pendengar mana yang ingin mereka jangkau
dan tanggapan apa yang ingin mereka peroleh. Mereka harus mengemas pesan-
pesan mereka dalam kode-kode tertentu. Mereka harus mengirimkan pesan
tersebut melalui media yang menjangkau pendengar sasaran dan mengembangkan
saluran umpan balik untuk memantau tanggapan-tanggapan. Makin banyak
bidang pengalaman penerima, konumikasi tersebut kemungkinan besar akan
makin efektif.
Proses konsep-konsep selama berkomunikasi :
a. Perhatian Selektif (Selective Atention) :
Orang dibombardir oleh + 1500 pesan iklan dalam sehari, 80% di
antaranya diperhatikan secara sadar dan hanya sekitar 20% yang memancing
reaksi. Dengan demikian, komunikator harus merancang pesan yang dapat
menarik perhatian walaupun dikelilingi banyak gangguan. Perhatian selektif
menjelaskan mengapa iklan dengan judul tercetak tebal yang menjanjikan
sesuatu, seperti Bagaimana Menjadi Jutawan ? memiliki kemungkinan besar
untuk menarik perhatian.
b. Penyimpangan Selektif (Selective Disortion)
Penerima akan mendengar apa yang sesuai dengan sistem keyakinan
mereka. Akibatnya adalah penerima sering menambahkan hal-hal yang tidak
terdapat pada pesan itu (levelling). Tugas komunikator adalah berusaha
merancang pesan yang sederhana, jelas, menarik dan berulang-ulang agar inti
pesan tersebut dapat diterima oleh penerima.
c. Ingatan Selektif (Selective Recall)
Orang hanya akan menyampaikan sebagan kecil dari pesan yang
diterimanya dalam ingatan jangka panjang. Jika sikap awal penerima terhadap
obyek itu positif dan penerima tersebut mengulang-ulang argumen-argumen
yang mendukungnya, pesan itu kemungkinan besar akan diterima dan selalu
diingat. Jika sikap awal penerima itu negatif dan ia mengulang-ulang
argumen-argumen yang mentangnya, pesan itu kemungkinan besar akan

6
ditolak, tetapi akan tersimpan dalam ingatan jangka panjang. Karena
kebanyakan persuasi memerlukan adanya pengulangan pemikirannya sendiri
oleh penerima, maka yang disebut persuasi sebenarnya adalah diri sendiri (self
persuasion). Tugas pengirim adalah mengupayakan agar pesannya sampai
kepada penerima.

2.2.2. Tanggapan Konsumen Model Mikro


Model mikro dari komunikasi pemasaran berkonsentrasi pada tanggapan
spesifik konsumen untuk berkomunikasi. Adapun model hirarki efek/tanggapan
yaitu :
a. Kesadaran
Jika kebanyakan audiens sasaran tidak sadar atau tidak mengetahui akan
objek/merek, tugas komunikator adalah membangun kesadaran terhadap merek
tersebut. Misalkan, KFC mencari konsumen di daerah Cianjur, tetapi orang disana
tidak mengenal KFC. Andaikan ada 10.000 orang di daerah tersebut, KFC
mungkin menetapkan tujuan untuk membuat 70 persen dari masyrakat disana
untuk mengenal KFC dalam satu tahun.
b. Pengetahuan
Audiens sasaran mungkin memiliki kesadaran atau mengetahaui merek, tetapi
tidak mengetahui lebih banyak tentangnya. KFC mungkin menginginkan audiens
sasarannya mengetahui bahwa KFC merupakan restoran dengan ayam goreng
tepung sebagai unggulannya.
c. Kesukaan
Dalam hal ini, audiens sasaran mungkin mengenal merek, namun mereka
terlihat tidak menyukainya. Jika audiens sasaran mengenal merek KFC, namun
terlihat tidak senang dengan KFC, komunikator harus mencari tahu mengapa itu
terjadi. Jika pandangan yang tidak menyenangkan itu didasarkan pada masalah
real, KFC harus membereskan masalahnya dan kemudian mengkomunikasikan
mutu pembaharuannya.

d. Kelebihsukaan atau Prefrensi

7
Audiens sasaran yang mungkin menyukai produk tetapi tidak lebih
menyukainya dibanding produk lain. Dalam hal ini, komunikasi harus coba
menimbulkan kesukaan konsumen dengan membandingkan mutu, nilai, kinerja,
dan fiture lain dengan persaingan yang mirip.
e. Keyakinan
Audiens sasaran mungkin lebih menyukai satu produk tertentu, tetapi tidak
mengembangkan satu keyakinan untuk membelinya. Tugas komunikator adalah
membangun keyakinan dan mendapatkan niat dikalangan konsumen yang tertarik
kepada KFC.
f. Pembelian
Akhirnya beberapa anggota audiens sasaran mungkin memiliki keyakinan
namun tidak cukup mampu untuk melakukan pembelian. Komunikator harus
mengarahkan konsumen ini untuk mengambil satu langkah final, barangkali
dengan menawarkan produk dengan harga lebih rendah, menawarkan premi, atau
membiarkan konsumen untuk mencoba. KFC mungkin memberikan harga promo
kepada para konsumen agar dapat membelinya.
Contoh dari sudut pandang iklan, kampanye iklan ideal akan memastikan
bahwa :
1. Pesan atau iklan yang tepat dipaparkan pada konsumen yang tepat pada
tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat
2. Iklan menyebakan konsumen memberi perhatian kepada iklan tetapi tidak
beralih dari pesan yang dimaksud
3. Iklan mencerminkan secara tepat tingkat pemahaman konsumen tentang
produk dan merek
4. Iklan memposisikan merek secara tepat dari segi titik perbedaan dan titik
kesamaan yang diinginkan
5. Iklan memotivasi konsumen mempertimbangkan pembelian merek
6. Iklan menciptakan asosiasi merek yang kuat sehingga bisa membawa dampak
ketika konsumen mempertimbsngksn untuk melakukan pembelian.

2.3. Langkah Utama Mengembangkan Komunikasi Efektif

8
2.3.1. Mengidentifikasi Audiens Sasarannya
Proses identifikasi harus dimulai dengan pikiran yang jelas tentang
audiens sasaran. Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk
perusahaan, pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi
keputusan. Audiens itu dapat terdiri dari individu, kelompok, masyarakat tertentu,
atau masyarakat umum. Audiens yang dituju tersebut akan sangat mempengaruhi
keputusan komunikator tentang apa ayang akan dikatakan, bagaimana
mengatakannya, kapan mengatakannya, dimana pesan tersebut akan disampaikan,
dan kepada siapa pesan tersebut akan disampaikan.
Sebagian besar analisis atau audiens memerlukan penilaian citra pelanggan
saat ini tentang perusahaan, produknya, dan pesaingnya. Citra adalah seperangkat
keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek.
Sikap dan tindakan orang terhadap suatu obyek sangat ditentukan oleh citra obyek
tersebut

2.3.2. Menentukan Tujuan Komunikasi


Tujuan komunikasi dapat ditetapkan pada tingkat mana saja dari model
hirarki efek. Rossiter dan Percy mengidentifikasikan empat kemungkinan tujuan
sebagai berikut :
a. Kebutuhan Kategori
Menentukan kategori produk atau jasa yang diperlukan untuk mengalihkan
atau memuaskan perbedaan anggapan antara keadaan motivasional saat ini dan
keadaan emosional yang diinginkan.
b. Kesadaran Merek
Kemampuan untuk mengidentifikasikan ( mengakui atau mengingat ) merek
dalam kategori, secara cukup rinci untuk melakukan pembelian.
c. Sikap Merek
Mengevaluasi merek dengan memperhatikan kemampuan anggapannya untuk
memenuhi kebutuhan relavan saat ini.
d. Maksud Pembelian Merek
Instruksi untuk membeli merek atau melakukan tindakan yang berkaitaan
dengan pembelian. Tawaran promosi dalam bentuk kupon atau beli dua gratis satu

9
mendorong konsumen untuk melakukan komitmen dalam pikiran guna membeli
produk.

2.3.3. Merancang Komunikasi


Merumuskan komunikasi untuk mencapai tanggapan yang diinginkan akan
memerlukan penyelesaian tiga masalah ; apa yang harus disampaikan ( strategi
pesan) bagaimana menyampaikannya (strategi kreatif) dan siapa yang harus
menyampaikannya (sumber pesan).
a. Strategi Pesan
Dalam menentukan strategi pesan, manajemen mencari daya tarik, tema, atau
ide yang terkait dengan positioning merek dan membantu menentukan titik
paritas/kesamaan atau titik perbedaan. Beberapa dari padanya mungkin berkaitan
langsung dengan kinerja produk atau jasa (mutu penghematan atau nilai merek),
sementara yang lain mungkin berkaitan dengan pertimbangan-pertimbangan yang
lebih ekstrinsik (mereknya bersifat kontemporer, populer atau tradisional).
b. Stratregi Kreatif
Cara pemasar menejemahkan pesan mereka kedalam suatu komunikasi yang
spesifik. Strategi kreatif dapat diklasifikasikan menjadi daya tarik informasional
atau tranformasional
1) Daya Tarik Informasional
Daya tarik informasional mencakup atribut atau manfaat produk atau jasa,
contoh-contoh dalam iklan adalah iklan penyelesaian (Oskadon
menghilangkan sakit kepala seketika), iklan demonstrasi produk (Dulux Water
Seal dapat menahan hujan lebat dan panas) iklan perbandingan produk
(Verizon menawarkan akses internet online lebih baik dari pada Comcas) dan
kesaksian-kesaksian dari pengakuan orang yang tidak kenal atau selebritis
terkenal (pemain terkenal NBA Lebron James menawarkan cola-cola dan
nike). Daya tatik informasional mengasumsikan pemrosesan komunikasi di
pihak konsumen bersifat sangat rasional.
2) Daya Tarik Transformasional
Daya Tarik transformasional mengelaborasi manfaat atau citra yang tidak
berhubungan dengan produk. Daya Tarik transformasional sering
meningkatkan emosi yang akan memotivasi pembelian.

10
c. Sumber Pesan
Pesan dihantarkan oleh sumber yang menarik atau terkenal dapat menarik
lebih banyak perhatian dan ingatan.

2.3.4. Memilih Saluran Komunikasi


1. Saluran Komunikasi Pribadi
Memungkinkan dua orang atau lebih berkomunikasi tatap muka, antara
seseorang dengan pemirsa, melalui telepon atau melalui e-mail. Terdiri atas :
a. Saluran penasihat
b. Saluran ahli
c. Saluran sosial
2. Saluran Komunikasi Non Pribadi
Merupakan komunikasi yang diarahkan ke lebih dari satu orang. Ini
meliputi :
a. Media (media cetak, siaran, jaringan, elektronik, dll)
b. Promosi Penjualan (sampul, promosi konsumen, promosi dagang,dll)
c. Acara dan Pengalaman (olahraga, hiburan, seni dan amal)
d. Hubungan Masyarakat (kepada konsumen, perusahaan lain dan
pemerintah)
3. Integrasi Saluran Komunikasi
Media massa menjadi sarana utama menstimulasi komunikasi pribadi dan
memiliki implikasi :
a. Pengaruhnya terhadap opini publik tidak selangsung, sekuat dan
seotomatis yang direncanakan.
b. Komunikator massa harus mengarahkan pesan secara khusus terhadap
pemimpin opini dan membiarkan mereka membawa pesan itu kepada
orang lain.

2.3.5. Menetapkan Anggaran Total Komunikasi Pemasaran


Salah satu keputusan pemasaran paling sulit adalah menetapkan berapa
besar uang yang dihabiskan dalam komunikasi pemasaran atau promosi.
Bagaimana perusahaan memutuskan anggaran promosi ? Dibawah ini
menggambarkan empat metode umum untuk menentukan anggaran promosi :
a. Metode Terjangkau
Metode terjangkau yaitu metode berdasarkan pada premis bahwa seluruh
pengeluaran yang dibutuhkan seperti biaya produksi, personal dan sebagainya

11
adalah biaya yang pertama timbul dan promosi menerima sisanya. Pada
keadaan yang baik, dana promosi besar sedangkan pada masa sulit hanya
membelanjakan sedikit dana atau bahkan tidak ada. Metode ini memiliki andil
dalam pengambilan keputusan promosi.
b. Metode Persentase Penjualan
Metode persentase penjualan ialah metode yang berdasarkan perkiraaan
penjualan. Pendekatan penjualan ini menentukan aktivitas promosi versus
rencana mencapai beberapa tujuan penjualan yang diinginkan.
c. Metode Paritas Kompetitif
Metode paritas kompetitif ialah metode yang menetapkan tingkat
pengeluaran promosi sama dengan pangsa pasar perusahaan atau lebih besar
jika ada upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasar.
d. Metode Tujuan dan Tugas
1) Mendefenisikan tujuan promosi spesifik mungkin
2) Menentukan strategi dan tugas-tugas spesifik yang dibutuhkan untuk
memenuhi tujuan promosi
3) Memperkirakan biaya dari pelaksanaan tugas dan anggarannya.

2.4. Memutuskan Bauran Komunikasi Pemasaran


2.1.1. Karakteristik Bauran Komunikasi Pemasaran
1. Iklan
Iklan merupakan sarana promosi yang dapat menjangkau pembeli secara
geografis. Iklan dapat menjangkau citra jangka panjang atau memicu penjualan
cepat. Konsumen mungkin percaya bahwa merek yang diiklankan besar-besaran
pasti menawarkan nilai yang baik. Karena berbagai bentuk penggunaan iklan,
sulit melakukan generalisasi tentang hal tersebut. Namun, ada beberapa hal yang
menjadi poin tambahan dari iklan, yaitu :

a. Pengulangan
Iklan memungkinkan penjual mengulangi pesan berkali-kali. Iklan
juga memungkinkan pembeli menerima dan membandingkan pesan
berbagai pesaing.
b. Penguatan Ekspresivitas

12
Iklan menyediakan peluang untuk mendramatisasi perusahaan dan
produknya melalui penggunaan media cetak, suara dan warna yang
berseni.
c. Impersonalitas
Pemirsa tidak merasa wajib memberi perhatian atau merespon iklan.

2. Promosi Penjualan
Alat promosi penjualan menawarkan 3 manfaat berbeda, yaitu :
a. Komunikasi
Promosi penjualan meraih perhatian dan dapat mengarahkan
konsumen kepada produk.
b. Insentif
Promosi penjualan mencakup beberapa konsesi, pendorong atau
kontribusi yang memberikan nilai bagi konsumen.
c. Undangan
Promosi penjualan mencakup undangan berbeda untuk melibatkan
diri dalam transaksi sekarang.

3. Hubungan Masyarakat dan Publisitas


Daya tarik hubungan masyarakat dan publisitas didasarkan pada tiga kualitas
berbeda :
a. Kredibilitas Tinggi
Kisah dan fitur baru lebih autentik dan kredibel bagi pembaca
daripada iklan.
b. Kemampuan untuk mencapai pembeli
Hubungan masyarakat dapat menjangkau calon pembeli yang suka
menghindari wiraniaga dan iklan.

c. Dramatisasi
Hubungan masyarakat mempunyai potensi mendramatisasi
perusahaan ataupun produk.

4. Acara dan Pengalaman


Ada banyak keuntungan bagi acara dan pengalaman :

13
a. Relevan
Acara atau pengalaman yang dipilih dengan baik dianggap sangat
relevan karena konsumen terlibat secara pribadi.
b. Keterlibatan Konsumen
Berdasarkan kualitas dan waktu riilnya, acara dan pengalaman
melibatkan konsumen secara aktif.
c. Implisit
Acara merupakan penjualan lunak tidak langsung.

5. Pemasaran Langsung dan Interaktif


a. Penyesuaian
Pesan dapat disiapkan untuk menarik individu yang dibidik.
b. Terkini
Pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat.
c. Interaktif
Pesan dapat diubah tergantung pada respons seseorang.

6. Pemasaran dari Mulut ke Mulut


Tiga karakteristik penting dari pemasaran mulut ke mulut :
a. Kredibel
Hal ini dikarena orang harus memercayai orang lain yang mereka
kenal dan hormati, pemasaran dari mulut ke mulut bisa sangat
berpengaruh.
b. Pribadi
Pemasaran dari mulut ke mulut bisa menjadi dialog yang sangat
akrab yang mencerminkan fakta, pendapat, dan pengalaman pribadi.

c. Tepat Waktu
Pemasaran dari mulut ke mulut terjadi ketika orang
menginginkannya dan ketika mereka paling tertarik, dan sering kali
mengikuti acara atau pengalaman penting atau berarti.

7. Penjualan Personal
Penjualan personal memiliki tiga kualitas berbeda :
a. Interaksi pribadi

14
Penjualan personal menciptakan komunikasi langsung dan interaktif
antara dua orang atau lebih. Setiap pihak dapat mengamati reaksi pihak
lain.
b. Pengembangan
Penjualan personal juga memungkinkan semua jenis hubungan
berkembang mulai dari masalah hubungan penjualan sampai pertemanan
pribadi yang dalam.
c. Respons
Pembeli dapat merasa mereka wajib mendengarkan pembicaraan
penjualan.

2.1.2. Faktor Faktor dalam Menentukan Bauran Komunikasi Pemasaran


1. Jenis Pasar Produk
Alokasi bauran komunikasi beragam antara pasar konsumen dan pasar bisnis.
a. Pasar konsumen cenderung menghabiskan banyak promosi penjualan dan
iklan yang lebih banyak
b. Pasar bisnis menghabiskan lebih banyak penjualan personal.

2. Tahap Kesiapan Pembeli

15
3. Tahap Siklus Hidup Produk
a. Tahap Pengenalan
Iklan, acara dan pengalaman, serta publisitas mempunyai efektivitas
biaya tertinggi diikuti oleh penjualan personal untuk mendapatkan
distribusi dan promosi penjualan serta pemasaran langsung untuk
mendorong percobaan.
b. Tahap Pertumbuhan
Permintaan mempunyai momentum sendiri melalui pemasaran dari
mulut ke mulut.
c. Tahap Kedewasaan
Iklan, acara dan pengalaman, serta penjualan personal menjadi
semakin penting.
d. Tahap Penurunan
Promosi penjualan tetap kuat, alat komunikasi berkurang dan wiraniaga
hanya memberikan perhatian minimal kepada produk.

2.1.3. Mengukur Hasil Komunikasi


Dibawah ini adalah contoh umpan balik dari hasil komunikasi.

1. Mengelola Proses Komunikasi Pemasaran Terintegrasi


Komunikasi pemasaran terintegrasi (IMC Integrated Marketing
Communication) adalah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang

16
mengakui nilai tambah rencana komunikasi komprehensif. Rencana ini
mengevaluasi peran strategis beragam disiplin komunikasi seperti iklan umum,
respons langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat serta
menggabungkan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan, konsistensi,
dan dampak maksimum melalui integrasi pesan yang lancar.
Sayangnya, banyak perusahaan masih bergantung pada satu atau dua sarana
komunikasi. Praktik ini bertahan meskipun terpecahnya pasar massal menjadi
berbagai pasar kecil, masing-masing pasar memerlukan pendekatannya sendiri,
ledakan jenis media baru, dan kecanggihan konsumen yang semakin tinggi.
Kisaran alat komunikasi, pesan, dan pemirsa yang luas membuat komunikasi
bersifat imperatif sehingga perusahaan bergerak menuju komunikasi pemasaran
terintegrasi. Perusahaan harus menerapkan pandangan 360 derajat tentang
konsumen agar dapat memahami secara lebih penuh berbagai cara komunikasi
memenaruhi perilaku konsumen dalam hidup mereka sehari-hari.
Perusahaan media dan agensi iklan memperluas kapabilitas mereka untuk
menawarkan kesepakatan dalam berbagai kerangka dasar kepada pemasar.
Misalnya, surat kabar dan majalah telah sangat bersemangat memformulasikan
strategi digital, seperti menambahkan video ke Web page mereka, meningkatkan
pendapatan iklan. Majalah Country Living dan saluran kabel HGTV menawarkan
segmen video online di situs Web mereka dengan tema dekorasi rumah. Perluasan
kemampuan ini mempermudah pemasar merangkai berbagai properti media dalam
satu program komunukasi terpadu.

2.1.1. Mengkoordinasikan Media


Koordinasi media dapat terjadi lintas dan di dalam jenis media, tetapi
pemasar harus menggabungkan saluran komunikasi pribadi dan nonpribadi untuk
mencapai dampak maksimum. Bayangkan seorang pemasar yang menggunakan
satu sarana dalam usaha satu bidikan untuk menjangkau dan menjual kepada
calon pelanggan. Salah satu contoh kampanye satu sarana, satu tahap adalah surat
satu kali yang menawarkan perangkat memasak. Kampanye satu sarana,
multitahap akan bergantung pada surat suksesif kepada prospek yang sama.
Penerbit majalah, misalnya mengirimkan sekitar empat pemberitahuan baru

17
kepada satu rumah tangga sebelum menyerah. Pendekatan yang lebih berdaya
guna adalah kampanye multisarana dan multitahap.

2.5.2. Mengimplementasikan IMC (Komunikasin Pemasaran Terntegrasi)


Beberapa alasan menjadi penyebab komunikasi pemasaran terintegrasi
lambat dijalankan. Perusahaan besar sering mempekerjakan beberapa spesialis
komunikasi yang berbeda yang mungkin mengetahui sedikit perbandingan tentang
alat komunikasi lainnya. Masalah yang memperumit selanjutnya adalah bahwa
banyak perusahaan global menggunakan sejumlah besar agensi iklan yang terletak
diberbagai negara dan melayani berbagai devisi, menghasilkan komunikasi yang
tidak terkoordinasi dan difusi citra. Salah satu perusahaan yang berhasil
mengkoordinasikan usaha pemasaran terintegrasi dari sejumlah agensi dan
departemen internal adalah British Gas.
Meskipun demikian, saat ini, beberapa agensi besar benar-benar
meningkatkan penawaran terintegrasi mereka. Untuk memfasilitasi belanja satu
atap, agensi iklan utama mengakuisisi agensi promosi, perusahaan hubungan
masyarakat, konsultan desain kemasan, pengembang situs Web, dan perusahaan
pengeksposan langsung. Agensi-agensi ini mendefenisikan kembali diri mereka
sebagai perusahaan komunikasi yang membantu klien meningkatkan keseluruhan
efektivitas komunikasi mereka dengan menawarkan nasehat strategis dan praktis
dalam berbagai bentuk komunikasi. Bayak klien internasional memilih untuk
menempatkan bagian subtansial dari kerja komunikasi mereka melalui satu agensi
layanan penuh. Salah satu contohnya adalah IBM yang mengalihkan semua
iklannya ke Ogilvy untuk mempertahankan penetapan merek yang seragam.
Hasilnya adalah komunikasi pemasaran yang terintegrasi dan lebih efektif dengan
total biaya komunikasi yang jauh lebih rendah.
Komunikasi pemasaran terintegrasi dapat menghasilkan konsistensi pesan
yang lebih kuat dan membantu membangun ekuitas merek dan menciptakan
dampak penjualan yang lebih besar. Komunikasi pemasaran terintegrasi memaksa
manajemen memikirkan semua cara pelanggan berhubungan dengan perusahaan,
bagaimana perusahaan mengomunikasikan posisinya, arti penting relatif setiap
sarana, dan masalah ketepatan waktu. Komunikasi semacam ini memberikan
tanggung jawab pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah ada untuk

18
memadukan citra merek dan pesan perusahaan melalui ribuan kegiatan
perusahaan. IMC harus meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menjangkau
pelanggan yang tepat dengan pesan yang tepat pada saat yang tepat di tempat yang
tepat.

19
BAB III
KESIMPULAN

Komunikasi pemasaran (Marketing Communication) adalah sarana dimana


perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen
secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual.
Komunikasi pemasaran mempresentasikan suara perusahaan dan mereknya
serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat membuat dialog dan
membangun hubungan dengan konsumen.
Bauran komunikasi pemasaran terdiri atas 8 komunikasi utama, yaitu iklan
promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dan publisitas,
pemasaran langsung, pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut ke mulut, dan
penjual personal.
Seorang pemasar harus memahami unsur-unsur fundamental dari
komunikasi yang efektif, ada dua model yang digunakan yaitu model makro dan
model mikro. Komunikasi pemasaran tertintegrasi adalah konsep perencanaan
komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah rencana komunikasi
komprehensif, rencana ini mengevaluasi peran strategis berbagai disiplin
komunikasi seperti iklan umum, tanggapan langsung, promosi penjualan, dan
hubungan masyarakat serta mengabungkan disiplin-disiplin ini untuk memberikan
kejelasan, konsistensi, dan pengaruh maksimum melalui integrasi pesan-pesan
yang saling berlainan secara lancar.

20
DAFTAR PUSTAKA

Isi sama daftar pustaka yang dari buku !


http://www.siswamaster.com/2016/05/pengertian-iklan-syarat-ciri-jenis-jenis-dan-
manfaatnya.html#ixzz4bMEU7jzA
https://alvanlovi.wordpress.com/2013/11/23/12/
http://shareinmyquotation.blogspot.com/2013/04/merancang-mengelola-
komunikasi-pemasaran.html
http://ahmadzuliantoz.blogspot.com/2015/05/strategi-komunikasi-pemasaran.html