Anda di halaman 1dari 10

PEMERINTAH PROVINSI RIAU

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG


Jl. S.M. AMIN No. 92 Telp. (0761) 564550, 564535, 564541 Fax. (0761) 564547, 564407
PEKANBARU
KODE POS : 28292

KERANGKA ACUAN KERJA


(KAK)

KEGIATAN :
PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR

PEKERJAAN :
MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK) PEMBANGUNAN GEDUNG
SATKER SNVT DAN SATKER SKPD

LOKASI PEKERJAAN :
Desa Kualo Nenas Kec. Tambang, Kab. Kampar

DISUSUN OLEH :

PENGGUNA ANGGARAN
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
PROVINSI RIAU

TAHUN ANGGARAN
2017
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK)


PEMBANGUNAN GEDUNG SATKER SNVT DAN SATKER SKPD

KEGIATAN
PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR

1. PENDAHULUAN

A. Umum

1) Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pedoman Teknis Pembangunan


Bangunan Gedung Negara, Peraturan Menteri PU Nomor 45//KPTS/M/2007
tanggal 27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan
Bangunan Gedung Negara, Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan
untuk pembangunan bangunan gedung negara yaitu:

a. Bangunan bertingkat diatas 4 lantai, dan atau


b. Bangunan dengan luas total di atas 5.000 m2, dan atau
c. Bangunan khusus, dan atau
d. Melibatkan lebih dari satu Konsultan Perencana maupun Kontraktor, dan
atau.
e. Dilaksanakan secara bertahap yang tidak dapat diselesaikan dalam satu
tahun anggaran.

2) Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) akan melaksanakan pengendalian/


pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh Konsultan Perencana
dan Kontraktor Pelaksana/Pemborong yang diikutsertakan dalam satuan
kerja bersangkutan, yang menyangkut aspek mutu, waktu, dan biaya, serta
administrasi kontrak.

3) Secara kontraktual Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) bertanggung


jawab kepada Kepala Satuan Kerja. Dalam kegiatan operasionalnya,
konsultan MK mendapatkan bantuan bimbingan teknis dan administrasi
dalam menentukan arah pekerjaan pengendalian/ pengawasan dari
Pengelola Satuan Kerja, yang terdiri dari Pengelola Administrasi dan
Keuangan serta Pengelola Teknis yang ditunjuk dan bertanggung jawab
kepada Kepala Satuan Kerja/KPA/PPK.

B. Latar Belakang

1) Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan


Satuan Kerja Pemerintah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Provinsi Riau.
2) Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah Pembangunan Gedung
Satuan Kerja (Satker) SNVT dan Satuan Kerja (Satker) SKPD Provinsi Riau
merupakan kegiatan yang dikategorikan gedung yang dilaksanakan lebih dari
4 lantai dengan luas >5000 M2, sehingga diharuskan melibatkan Penyedia
Jasa Manajemen konstruksi (MK) untuk pelaksanaannya pembangunan
gedung kantor pemerintah Provinsi Riau.
2. MAKSUD DAN TUJUAN.

1) Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan MK yang
memuat masukan, kriteria, proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan
diperhatikan serta diinterprestasikan dalam pelaksanaan tugas.
2) Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan MK dapat melaksanakan tanggung
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang optimal sesuai KAK ini.

3. SASARAN

1) Evaluasi terhadap Program, Perencanaan dan Pengawasan pelaksanaan yang


sistematis, implementatif, dan efektif pada setiap tahap perkembangan
Kegiatan untuk Pembangunan Gedung Satker SNVT dan Satker SKPD.
2) Pengorganisasian yang baik dan terencana pada setiap sektor, sistem
pelaksanaan, serta prosedur penuntasan masalah yang terjadi pada setiap
bagian kegiatan untuk Pembangunan Gedung Satker SNVT dan Satker SKPD
Provinsi Riau Tahun Anggaran 2017.
3) Pengemasan data, penganalisaan dan penuntasan masalah, serta
pelaporan yang sistematis kinerja yang objektif dan rasional sebagai
pertanggungjawaban peran serta Konsultan MK kepada Pengguna
Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/ Pengguna Jasa.

4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA ANGGARAN

Pengguna Jasa adalah : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi
Riau.
Nama PA : Ir. Dadang Eko Purwanto, MT
Jabatan : Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau
Alamat : Jl. SM. Amin No. 92 , Pekanbaru

5. SUMBER PENDANAAN
A. Biaya Manajemen Konstruksi.
1) Untuk pelaksanaan pekerjaan Konsultan MK ini berdasarkan Harga
Perkiraan Sendiri (HPS) adalah Rp. 483.203.000,00 (Empat ratus delapan
puluh tiga juta dua ratus tiga ribu rupiah) dan mengikuti pedoman dalam
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 tanggal 27
Desember 2007 perihal tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan
Gedung Negara yaitu :
a. Besarnya biaya Konsultan Manajemen Konstruksi merupakan biaya
tetap dan pasti.
b. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan
perencanaan yang dibuat oleh Satker Pemerintah Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau dan Konsultan Manajemen
Konstruksi.

2) Biaya pekerjaan Konsultan MK dan Tata Cara Pembayaran diatur secara


kontraktual setelah melalui tahapan Proses Pengadaan Jasa Konsultansi
Manajemen Kosntruksi sesuai peraturan yang berlaku, yang terdiri dari :
a. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang
b. Materi dan penggandaan laporan,
c. Pembelian bahan dan ATK,
d. Biaya penyelidikan tanah sederhana
e. Pembelian dan atau sewa peralatan
f. Biaya rapat-rapat
g. Perjalanan (lokal maupun luar kota/ Internasional)
h. Jasa dan overhead Manajemen Konstruksi
i. Pajak dan iuran daerah lainnya.

3) Pembayaran biaya Konsultan Manajemen Kosntruksi didasarkan pada


prestasi kemajuan pekerjaan Perencanaan dan Pemborongan.

B. Sumber Biaya.
Sumber biaya dari keseluruhan pekerjaan dibebankan pada Dokumen
Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Provinsi
Riau Tahun Anggaran 2017 Nomor : 1.01.03.1.01.03.01.45.243.5.2. pada
Program Penataan Bangunan dan Lingkungan, melalui Kegiatan Pembangunan
Sarana dan Prasarana Aparatur. Dengan Pagu Dana Manajemen Konstruksi
sebesar Rp. 500.000.000,00

6. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG

A. Lingkup Kegiatan; Pembangunan Sarana dan Prasarana Aparatur.

B. Lokasi Kegiatan ; Desa Kualo Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten


Kampar.

C. Data dan Fasilitas Penunjang;


1). Penyediaan data dan fasilitas penunjang oleh pengguna jasa :
a. TOR / KAK Manajemen Konstruksi
b. Fasilitas lain dari Pengguna Jasa yang dapat digunakan oleh Penyedia
Jasa pada prinsipnya tidak tersedia, atau lebih lanjut jika
memungkin kan dapat diusulkan oleh Penyedia Jasa.

2). Penyediaan fasilitas penunjang oleh penyedia jasa :


a. Penyedia Jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan
peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan
pekerjaannya. Segala fasilitas dan peralatan yang dipergunakan harus
ditetapkan tentang prosedur pengadaannya .
b. Alih pengetahuan. Apabila dipandang perlu oleh Pengguna Jasa,
maka Penyedia Jasa harus mengadakan pelatihan, kursus singkat,
diskusi dan seminar terkait dengan subtansi plaksanaan pekerjaan
dalam rangka alih pengetahuan kepada staff yang terkait dengan
pelaksanaan kegiatan.

7. LINGKUP PEKERJAAN

A. Lingkup Pekerjaan; yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Manajemen


Konstruksi adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya
Pekerjaan Umum Nomor. 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang
Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara, yang terdiri dari :
1) Tahap Persiapan

2) Tahap Perencanaan :
i. Mengevaluasi program pelaksanaan kegiataan perencanaan yang
dibuat oleh Konsultan Perencana yang meliputi program penyediaan
dan penggunaan sumber daya, strategi dan pentahapan penyusunan
dokumen lelang.
ii. Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan, yang meliputi penelitian
dan pemeriksaan hasil perencanaan dari sudut efisiensi sumber daya
dan biaya, serta kemungkinan keterlaksanaan konstruksi fisik.
iii. Mengendalikan program perencanaan, melalui kegiatan evaluasi
program terhadap hasil perencanaan, perubahan-
perubahan/penyimpangan teknis dan administrasi atas persoalan yang
timbul serta pengusulan koreksi program.
iv. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat pada tahap
perencanaan.
v. Menyusun Laporan Bulanan kegiatan Konsultansi Manajemen
Konstruksi tahap perencanaan, merumuskan evaluasi status dan koreksi
teknis bila terjadi penyimpangan.
vi. Meneliti kelengkapan dokumen perencanaan sampai dengan dokumen
pelelangan, menyusun program pelaksanaan pelelangan bersama
konsultan perencana, dan ikut memberikan penjelasan pekerjaan serta
membantu kegiatan panitia pelelangan.
vii. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan
dan pembayaran angsuran pekerjaan perencanaan.
viii. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan,
menyusun laporan hasil rapat koordinasi dan membuat lapoaran
kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi.

3) Tahap Pelelangan/ Pengadaan Kontraktor


i. Membantu pengelola kegiatan dalam mempersiapkan dan menyusun
program pelaksanaan pekerjaan kontruksi fisik.
ii. Membantu Panitia Pengadaan Barang dan Jasa dalam penyebarluasan
pengumuman pelelangan, baik melalui papan pengumuman, media
cetak, maupun media elektronik.
iii. Membantu Panitia Pengadaan Barang dan Jasa melakukan
prakualifikasi calon peserta pelelangan (apabila pelelangan dilakukan
melalui prakualifikasi).
iv. Membantu memberikan penjelasanan pekerjaan pada waktu rapat
penjelasan pekerjaan.
v. Membantu Panitia Pengadaan Barang dan Jasa dalam menyusun Harga
Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owners Estimate (OE) pekerjaan konstruksi
fisik.
vi. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran
yang masuk.
vii. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan
konstruksi fisik.
viii. Menyusun laporan kegiatan pelelangan.
4) Tahap Pelaksanaan
i. Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik yang
disusun oleh pemborong yang meliputi program-program pencapaian
sasaran konstruksi, penyediaan dan penggunaan tenaga kerja,
peralatan dan perlengkapan bahan bangunan, informasi, dana, Program
Quality Assurance / Quality Control dan program kesehatan dan
keselamatan kerja (K3).
ii. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, yang meliputi
program pengendalian sumber daya, pengendalian biaya, pengendalian
waktu, pengendalian sasaran fisik, (kuantitas dan kualitas) hasil
konstruksi, pengendalian perubahan pekerjaan, pengendalian tertib
administrasi, pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja.
iii. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan
manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun
tangan, serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.
iv. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam
pelaksanaan konstruksi fisik.
v. Melakukan kegiatan pengawasan yang tediri atas :
Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan
konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan
di lapangan.
Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode pelaksanaan,
serta mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi.
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas,
kuantitas dan laju pencapaian volume / realisasi fisik.
Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan
persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi.
Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat
laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan
masukan hasil rapat-rapat lapangan dan laporan harian/mingguan
pekerjaan konstruksi fisik yang dibuat oleh pelaksana konstruksi.
Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan
pekerjaan dan pembayaran angsuran pekerjaan pelaksanaan
konstruksi.
Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawings) yang
diajukan oleh Kontraktor
Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan
dilapangan (As Built Drawing) sebelum Serah Terima I.
Menyusun daftar cacat / kerusakan sebelum Serah Terima I dan
mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.
Bersama-sama dengan penyedia jasa perencanaan menyusun
petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.
Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan, Serah
Terima I, berita acara pemeliharaan pekerjaan dan Serah Terima II
pekerjaan konstruksi, sebagai kelengkapan untuk pembayaran
angsuran pekerjaan konstruksi.
Membantu pengelola kegiatan dalam menyusun Dokumen
Pendaftaran.
Membantu pengelola kegiatan dalam penyiapan kelengkapan
dokumen Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari Pemerintah Kabupaten/
Kota setempat.

vi. Menyusun laporan akhir pekerjaan manajemen konstruksi.

B. Kriteria
Kriteria yang dimaksud pada penugasan ini adalah Konsultan Manajemen
Konstruksi harus memperhatikan persyaratan persyaratan sebagai berikut :
1) Persyaratan Umum Pekerjaan
Setiap bagian dari pekerjaan Manajemen Konstruksi harus dilaksanakan
secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan
dan diterima dengan baik oleh Kuasa Pengguna Anggaran.

2) Persyaratan Obyektif
Pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan yang obyektif untuk
kelancaran pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas dan
kuantitas dari setiap bagian pekerjaan.

3) Persyaratan Fungsional
Pekerjaan Manajemen Konstruksi pada tahap pelaksanaan konstruksi fisik,
baik yang menyangkut waktu, mutu dan biaya pekerjaan harus dilaksanakan
dengan profesionalisme yang tinggi sebagai Konsultan Manajemen
Konstruksi.

4) Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administrative sehubungan dengan pekerjaan di lapangan,
dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.

C. Program Kerja
Konsultan Manajemen Konstruksi harus segera menyusun program kerja yang
meliputi :
1) Program kerja berupa jadwal kegiatan secara terperinci.
2) Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya), tenaga yang diusulkan
Konsultan Manajemen Konstruksi harus mendapat persetujuan dari Pemberi
Tugas atas rekomendasi Tim Teknis.
3) Uraian konsepsi Konsultan Manajemen Konstruksi atas pekerjaan
pengawasan proyek tersebut.
4) Setelah ketiga hal tersebut diatas mendapat persetujuan/kesepakatan dari
Kuasa Pengguna Anggaran, maka akan menjadi pedoman penugasan dalam
pelaksanaan tugas pengawasan bagi konsultan Manajemen Konstruksi dalam
melaksanakan tugasnya.
D. Tanggung Jawab
1) Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara professional
atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode
etik, tata laku profesi yang berlaku.

2) Secara umum tanggung jawab Konsultan MK adalah menjaga agar proyek


memiliki kinerja sebagai berikut :

i. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu berlakunya


anggaran / waktu yang telah ditetapkan.
ii. Ketetapan biaya pembangunan sesuai batasan anggaran yang tersedia
atau yang telah ditetapkan.
iii. Ketetapan kualitas dan kuantitas sesuai standard dan peraturan yang
berlaku.
iv. Ketertiban administrasi kontrak dan pelaksanaan pembangunan.

3) Penanggung jawab Profesional Manajemen Konstruksi adalah tidak hanya


konsultan sebagai suatu perusahaan, tetapi juga bagi para tenaga ahli
professional manajemen konstruksi yang terlibat.

8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Jangka waktu pelaksanaan Manajemen Konstruksi mulai dari tahap perencanaan


sampai dengan Serah Terima II pekerjaan (FHO) pelaksanaan Konstruksi.

9. TENAGA AHLI

Untuk mencapai hasil yang diharapkan, Pihak Konsultan Manajemen Konstruksi harus
menyediakan tenaga-tenaga ahli dalam suatu struktur organisasi Konsultan
Manajemen Konstruksi untuk menjalankan kewajibannya sesuai dengan lingkup jasa
yang tercantum dalam KAK ini yang bersertifikat dan disetujui oleh PEMBERI TUGAS.

Struktur Organisasi serta daftar tenaga ahli beserta kualifikasinya, minimal sebagai
berikut :

Pengalaman
No Uraian Jumlah Pendidikan Profesional SKA/SKT
I TENAGA AHLI
1 Team Leader 1 Org S1. T. sipil 8 Tahun Ahli Madya
Manajemen
Proyek
2 Ahli Struktur 1 Org S1. T. sipil 7 Tahun Ahli Madya
Manajemen
Proyek
3 Ahli Arsitek 1 Org S1. T. Arsitek 7 Tahun Ahli Muda
Arsitek

4 Ahli 2 Org S1. Mesin/Elektro 7 Tahun Ahli Muda


Mekanikal/Elektrikal Mekanikal/Elektrik
al
II TENAGA PENDUKUNG
1 Cad 2 Org DIII. Arsitektur/Sipil 6 Tahun -
operator/Drafmen
2 Inspector 1 1 Org S1 sipil/arsitek 4 Tahun -
3 Inspector 2 1 Org S1 mesin 4 Tahun -
4 Inspector 3 1 Org S1 elektro 4 Tahun -
5 Tenaga Administrasi 1 Org S1 semua jurusan 5 Tahun -

Sesuai dengan ketentuan, maka Tenaga Ahli di atas harus memiliki Sertifikat tenaga ahli
SKA/SKT (yang masih berlaku) dari Asosiasi, dan bagi Tanaga Ahli dan Tenaga
Pendukung juga dilengkapi dengan Curiculum Vitae (pengalaman dilengkapi dengan
referensi/surat keterangan). Ijazah serta KTP yang discan.

10. KELUARAN

Keluaran yang diminta dari Konsultan Manajemen Konstruksi berdasarkan Kerangka


Acuan Kerja ini adalah :

A. Koordinasi, pengendalian dan pengawasan terhadap Pembangunan Gedung


Satker SNVT dan Satker SKPD, yang dilaksanakan oleh Konsultan Perencana
dan Kontraktor yang menyangkut kuantitas, kualitas, biaya dan waktu serta
kelengkapan dan kelancaran administrasi ketepatan pekerjaan yang efisien,
sehingga dicapai wujud akhir bangunan dan kelengkapannya yang sesuai
dengan Dokumen Pelaksanaan, serta dapat diterima dengan baik oleh Pemberi
Tugas.Dokumen yang dihasilkan selama proses Manajemen Konstruksi adalah :
i. Program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan Manajemen
Konstruksi.
ii. Buku harian yang memuat semua kejadian, perintah atau petunjuk penting
dari Konsultan Manajemen Konstruksi, yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan, konsekuensi keuangan, kelambatan penyelesaian
dan tidak terpenuhinya syarat teknis.
iii. Laporan Mingguan dan Laporan Bulanan dari resume kemajuan pekerjaan,
tenaga, dan hari kerja.
iv. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan, untuk pembayaran angsuran.
v. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan
Pekerjaan Tambah/Kurang, bilamana terdapat perubahan pekerjaan.
vi. Berita Acara Penyerahan I Pekerjaan.
vii. Berita Acara Pernyataan Selesainya Pekerjaan.
viii. Berita Acara Penyerahan II Pekerjaan
ix. Memeriksa gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawing).
x. Laporan rapat di lapangan (site meeting).
xi. Memeriksa gambar kerja terperinci (shop drawings), Barchart dan S curve
serta Net Work Planning yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.

B. Konsultan Manajemen Konstruksi diminta menghasilkan keluaran yang lengkap


sesuai dengan kebutuhan kegiatan satuan kerja. Kelancaran pelaksanaan kegiatan.
23