Anda di halaman 1dari 16

Case Report Session

Gangguan Cemas Menyeluruh

Oleh
Intan Dwi Putri P1988B
Firda Syam Mastura P1993B

Preseptor
dr. Rini Gusya Liza, M.Ked(KJ), Sp.KJ

BAGIAN PSIKIATRI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
2017

1
BAB 1
TINJAUAN PUSTAKA

Ansietas merupakan gangguan yang berkaitan dengan morbiditas yang


signifikan dan sering penatalaksanaannya kronik dan resisten. Gangguan ansietas
terdiri dari gangguan panik, agorafobia, fobia spesifik, gangguan ansietas sosial
dan gangguan ansietas menyeluruh.
1.1 DEFINISI
Ansietas merupakan suatu respon terhadap ancaman yang dipersiapkan
oleh suatu organisme untuk flight or fight. Gangguan ansietas menyeluruh
merupakan suatu keadaan ansietas dan kekhawatiran yang berlebihan mengenai
beberapa keadaan atau aktivitas yang terjadi hampir sepanjang hari setidakya
selama 6 bulan. Kekhawatiran ini sulit dikendalikan dan berkaitan dengan gejala
somatik, seperti ketegangan otot, iritabilitas, susah tidur, dan kurang istirahat. 1
gangguan ini juga disertai dengan gangguan sosial dan fungsi kerja, komorbiditi
dengan penyakit lain dan meningkatnya risiko untuk bunuh diri2

1.2 EPIDEMIOLOGI
Gangguan ansietas menyeluruh merupakan keadaan yang umum terjadi,
prevalensinya diperkirakan 3-8%. Perbandingan wanita terhadapa pria atau 2:1.
Pada klinik gangguan ansietas didapatkan 25% pasien mempunyai gangguan
ansietas menyeluruh. Onset gangguan ini biasanya pada akhir masa remaja atau
awal dewasa muda.1 gangguan ansietas menyeluruh sering disertai dengan
gangguan mental seperti fobia sosial, fobia spesifik, gangguan panik attau
gangguan depresi. Diperkirakan 50-90% pasien dengan gangguan ansietas
menyeluruh mempunyai gangguan mental lainnya. Sebanyak 25% pasien pernah
mengalami gangguan panik.

1.3 ETIOLOGI
a. Faktor Biologis
Penelitian pencitraan otak pada pasien dengan gangguan ansietas menyeluruh
menunjukkan suatu penemuan yang signifikan, dimana didapatkan laju basal

2
metabolik di ganglia basalis dan bagian putih pada pasien ansietas lebih rendah
dibandingkan dibandingkan normal.
b. Faktor Psikososial
Faktor yang mempengaruhi perkembangan ansietas di sekolah adalah prilaku
kognitif, dana psikoanalitik di sekolah. Pasien dengan prilaku kognitif biasanya
berespon terhadapa persepdsi bahaya secara tidak akurat dan tidak benar.

1.4 GAMBARAN KLINIS


Manifestasi ansietas perifer terdiri dari
a. Diare
b. Pusing, kepala terasa ringan
c. Hiperhidrosis
d. Hiperrefleks
e. Palpitasi
f. Pupil midriasis
g. Kurang istirahat
h. Pingsan
i. Takikardi
j. Kesemutan di ekstremitas
k. Tremor
l. Sensasi seperti kupu-kupu
m. Sering pipis
Gejala utama dari gangguan cemas menyeluruh adalah ansietas
ketegangan motorik, hiperaktivitas otonom, dan kesiagaan kognitif. Ansietas ini
berlebihan dan mengganggu aspek lainnya dalam kehidupan seseorang. Hal ini
setidaknya harus berlangsung selama berhari-hari hingga sekurang-kurangnya 3
bulan. Ketegangan motorik bermanifestasi sebagai gemetar gelisah, sakit kepala.
Pasien dengan gangguan ansietas menyeluruhakan mencari pertolongan ke
RS untuk meminta pengobatan dari gejala..

1.5 DIAGNOSIS
Kriteria diagnosis untuk gangguan cemas menyeluruh menurut DSM 53
a. Kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan yang terjadi dari berhari-
hari hingga kurang dari 6 bulan pada beberapa kegiatan atau aktivitas

3
b. Individu tersebut mengalami kesulitan untuk mengontrol kecemesan
tersebut.
c. Ansietas dan kekhawatiran berkaitan dengan 3 atau lebih dari 6 gejala
berikur ini, yaitu kurang istirahat, mudah lelah, konsentrasi terganggu,
ketegangan otot, gangguan tidur
d. Ansietas, kekhawatiran serta gejala fisikny menyebabkan mengganggu

sosial, pekerjaan dll


e. Gangguan tidak disebabkan karena penyala
f. Gangguan ini tidak berkaitan dengan efek zat yang digunakan
g. Gangguan ini tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh gangguan medis

lainnya

1.6 DIAGNOSIS BANDING


Diagnosis bandingnya mencakup semua gangguan medis yang dapat
menyebabkan ansietas. Pemeriksaan medis secara lengkap perlu dilakukan
mencakup uji kimia darah standar, EKG, dan uji fungsi tiroid untuk
menyingkirkan adanya intoksikasi kafein, penyalahgunaan stimulan, putus
alkohol dan putus obat sedatif hipnotik.
Pemeriksaan status mental dan anamnesis perlu dilakukan untuk menggali
kemungkinan gangguan panik, fobia, dan gangguan obsesif kompulsif.
Kemungkinan diganostik lain adalah gangguan penyesuaian dengan
ansietas, hipokondriasis, gangguan defisit-atensi/hiperaktivitas dewasa, gangguan
somatisasi, dan gangguan kepribadian.1

1.7 PROGNOSIS
Tingginya insiden komorbid pada pasien ini, maka klinis serta prognosis
sulit untuk diprediksi.1 Gangguan ansietas menyeluruh merupakan suatu keadaan
kronis yang memungkinkan berlangsung seumur hidup. Sebanyak 25% penderita
akhirnya mengalami gangguan panik, juga dapat mengalami gangguan depresi
mayor.2

1.8 TERAPI
a. Psikoterapi
- Terapi kognitif-perilaku

4
Pendekatan kognitif mengajak pasien secara langsung mengenali
distorsi kognitif dan pendekatan perilaku, mengenali gejala somatik
secara langsung. Teknik utama yang digunakan untuk pendekatan
adalah relaksasi dan biofeedback.1,2
- Terapi suportif
Pasien diberikan kenyamanan dan keamanan, digali potensi-potensi
yang ada yang belum tampak, didukung egonya, agar lebih bisa
beradaptasi optimal dalam fungsi social dan pekerjaannya.2
- Psikoterapi Berorientasi Tilikan
Terapi ini mengajak pasien untuk mencapai penyikapan konflik bawah
sadar, menilik egostrength, relasi obyek, serta keutuhan self pasien.2
Sebagian besar pasien mengalami berkurangnya ansietas secara nyata
ketika diberikan kesempatan untuk mendiskusikan kesulitan mereka
dengan dokter yang simpatik dan peduli. Jika ditemukana adanya situasi
eksternal yang mendasari ansietas, maka dokter dibantu oleh pasien dan
keluarga akan berusaha mengubah lingkungan sehingga mengurangi
tekanan yang menimbulkan stress. Perbaikan gejala dapat memungkinkan
pasien dapat berfungsi dengan efektif dalam pekerjaan dan hubungannya
sehari-hari sehingga mendapatkan kepuasan baru yang bersifat terapeutik.1
b. Farmakoterapi,4
Tiga obat utama yang dapat diberikan pada pasien gangguan cemas
menyeluruh adalah buspiron, benzodiazepine, dan Selective Serotonin
Reuptake Inhibitor (SSRI). Obat lain yang dapat berguna adalah trisiklik
(contohnya imipramine [Tofranil]), antihistamin, dan antaginis -
adrenergik (contohnya propranolol [Inderal]). 1
- Benzodiazepin
Merupakan obat pilihan pertama.Pemberiannya dimulai dengan dosis
terendah dan ditingkatkan sampai respon terapi. Lama pengobatan
rata-rata 2 hingga 6 minggu diikuti 1 atau 2 minggu untuk menurunkan
dosis secara bertahap.2
- Buspiron
Buspiron efektif pada 60-80% penderita gangguan cemas
menyeluruh.Buspiron lebih efektif dalam memperbaiki gejala kognitif
disbanding dengan gejala somatic.Kekurangannya adalah efek
klinisnya baru terasa setelah 2 - 3 minggu.Sebuah studi melaporkan
penggunaan buspiron yang dikombinasi dengan benzodiazepine lebih

5
efektif dari pada kedua obat tersebut diberikan secara tersendiri,
kemudian dilanjutkan dengan tapering off benzodiazepine setelah 2-3
minggu, disaat efek terapi buspiron sudah mencapai maksimal.2
- Venlafaksin
Efektif untuk mengobati insomnia, konsentrasi yang buruk,

kegelisahan, iritabilitas, dan ketegangan otot yang berlebihan akibat

gangguan cemas menyeluruh.2


- SSRI
Efektif terutama pada pasien dengan komorbid depresi.Kerugian SSRI

terutama fluoxetine (Prozac) yaitu dapat meningkatkan ansietas secara

sementara.Maka dari itu, SSRI sertraline (Zoloft) atau paroksetin

(Paxil) adalah pilihan yang lebih baik.memulai terapi dengan sertraline

ditambah benzodiazepine kemudian menurunkan dosis benzodiazepine

setelah 2 atau 3 minggu.1

BAB 2

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS
KETERANGAN PRIBADI PASIEN

Nama (inisial) : Ny. MM panggilan: Mira


Jenis kelamin : Perempuan
Tempat & tanggal lahir/ Umur : 32 tahun
Status perkawinan : Sudah Kawin,
Kewarganegaraan : Indonesia
Suku bangsa : Minangkabau
Negeri Asal : Padang

6
Agama : Islam
Pendidikan : SMK
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Merpoyan, Pekanbaru
Nama, Alamat, No KTP keluarga terdekat
di Padang (untuk pasien luar kota Padang) : Jl. Sawah Liat No. 50, Padang

II. RIWAYAT PSIKIATRI

Keterangan/ anamnesis di bawah ini diperoleh dari (lingkari angka di bawah ini
)
1. Autoanamnesis
2. Alloanamnesis
1. Pasien datang ke fasilitas kesehatan ini atas keinginan (lingkari pada huruf
yang sesuai)
a. Sendiri
b. Keluarga
c. Polisi
d. Jaksa/ Hakim
e. Dan lain-lain

2. Sebab Utama
Cemas yang berlebihan sejak Agustus 2016

3. Keluhan Utama (Chief Complaint)


Cemas yang berlebihan sejak Agustus

4. Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang


Pasien awalnya merasakan benjol pada payudara karena makin lama
benjolan terasa nyeri sehingga pasien membawanya ke pengobatan alternatif
bulan Agustus. Pada pengobatan alternatif pasien mendapatkan info bahwa
benjolan ini bisa menjadi kanker, selain itu info ini juga didapatkan pasien dari
teman serta dari internet. Bulan Agustus pasien mulai merasa cemas disertai
dengan keluhan sering sakit kepala, susah tidur, makan tergganggu, jantung
berdebar-berdebar. Bulan Oktober pasien berobat ke spesialis bedah karena
tidak ada perbaikan pada pengobatan alternatif. Setelah dilakukan operasi pada
bulan November, kecemasan pasien semakin bertambah walaupun hasil sampel

7
jaringannya adalah tumor payudara jinak. Kecemasan pasien tidak hanya
cemas karena penyakitnya namun mulai cemas saat mendengar kabar buruk,
sehingga pasien menjadi kegiatan rutin dan hubungan sosial menjadi
terganggu.

5. Riwayat Penyakit Dahulu


a. Riwayat Gangguan Psikiatri
Pasien pertama kali berobat dengan psikiater di Pekanbaru pada bulan
Desember 2016, diberikan amitriptiline 25 mg dan merlopam 2 mg.
Pasien berobat ke poli obat yang diberikan sebelumnya sudah habis

b. Riwayat Gangguan Medis

Riwayat penyakit polio

c. Riwayat Penggunaan NAPZA


Pasien tidak merokok, menggunakan alkohol, narkoba, atau zat adiktif
lainnya. Pasien juga tidak ada kebiasaan meminum kopi.

6. Riwayat keluarga
a) Identitas orang tua/ penganti
IDENTITAS Orang tua/ Pengganti Keterangan
Bapak Ibu
Kewarganegaraan Indonesia Indonesia
Suku bangsa Minangkabau Minangkabau
Agama Islam Islam
Pendidikan SD SD
Pekerjaan - Ibu Rumah Tangga
Umur (almarhum) 78 tahun
Alamat - Padang
Hubungan pasien* Akrab Akrab
Biasa Biasa
Kurang Kurang
Tak peduli Tak peduli
Dan lain-lain :- :-
`Ket : * coret yang tidak perlu
b) Sifat/ Perilaku Orang tuatua kandung/ pengganti............. :
Bapak (Dijelaskan oleh pasien dapat dipercaya/ diragukan)
Pemalas ( - )**, Pendiam ( - ), Pemarah ( - ), Mudah tersinggung ( - ), Tak
suka Bergaul ( - ), Banyak teman ( - ), Pemalu ( - ), Perokok berat ( + ),
Penjudi ( - ), Peminum ( - ), Pecemas ( - ), Penyedih ( - ), Perfeksionis (
- ), Dramatisasi ( - ), Pencuriga ( - ), Pencemburu ( - ), Egois ( - ),
Penakut ( - ), Tak bertanggung jawab ( - ).

8
Ibu ( Dijelaskan oleh pasien dapat dipercaya/ diragukan )
Pemalas ( - )**, Pendiam ( - ), Pemarah ( - ), Mudah tersinggung ( - ), Tak
suka Bergaul ( - ), Banyak teman ( - ), Pemalu ( - ), Perokok berat ( - ),
Penjudi ( - ), Peminum ( - ), Pecemas ( - ), Penyedih ( - ), Perfeksionis (
- ), Dramatisasi ( - ), Pencuriga ( - ), Pencemburu ( - ), Egois ( - ),
Penakut ( - ), Tak bertanggung jawab ( - ).
c) Saudara
Jumlah bersaudara 13 orang dan pasien anak ke 12

d) Urutan bersaudara dan cantumkan usianya dalam tanda kurung untuk pasien
sendiri lingkari nomornya.*
1. Lk/Pr 2. Lk/Pr 3. Lk/Pr 4. Lk/Pr 5. Lk/Pr 6. Lk/Pr
7. Lk/Pr 8. Lk/Pr 9. Lk/Pr 10. Lk/Pr 11. Lk/Pr 12. Lk/Pr
13. Lk/Pr

e) Gambaran sikap/ perilaku masing-masing saudara pasien dan hubungan pasien


terhadap masing-masing saudara tersebut, hal yang dinyatakan serupa dengan
yang dinyatakan pada gambaran sikap/ perilaku pada orang tua.*

Saudara Gambaran sikap dan perilaku Kualitas hubungan


ke dengan saudara (akrab/
biasa,/kurang/tak peduli)
1 Biasa, baik Biasa
2 Biasa, baik Biasa
3 Biasa, baik Biasa
4 Biasa, baik Biasa
5 Biasa, baik Biasa
6 Biasa, baik Biasa
7 Biasa, baik Biasa
8 Biasa, baik Biasa
9 Biasa, baik Biasa
10 Biasa, baik Biasa
11 Biasa, baik Biasa
13 Biasa, baik Biasa

Ket:
*) coret yang tidak perlu
**) diisi dengan tanda ( + ) atau ( - )
f) Orang lain yang tinggal di rumah pasien dengan gambaran sikap dan tingkah
laku dan bagaimana pasien dengan mereka.*
No Hubungan dengan pasien Gambaran sikap dan Kualitas
tingkah laku hubungan (akrab/
biasa,/kurang/tak
peduli)

9
1. Suami Biasa, baik Akrab
2. Anak Kandung Pertama Biasa, baik Akrab
3. Anak Kandung Kedua Biasa, baik Akrab
Ket:
untuk e) dan f) hanya diisi bila informan benar-benar mengetahuinya.

g) Apakah ada riwayat penyakit jiwa, kebiasaan-kebiasaan dan penyakit fisik


( yang ada kaitannya dengan gangguan jiwa) pada anggota keluarga o.s :
Anggota keluarga Penyakit Jiwa Kebiasaan- Penyakit Fisik
kebiasaan
Bapak - - -
Ibu - - -
Saudara 1 - - -
Saudara 2 - - -
Saudara 3 - - -
Saudara 4 - - -
Saudara 5 - - -
Saudara 6 - - -
Saudara 7 - - -
Saudara 8 - - -
Saudara 9 - - -
Saudara 10 - - -
Saudara 11 - - -
Saudara 13 - - -

Skema Pedegree
( tiga generasi)
Keterangan:
: Wanita : Laki-laki : Pasien :Meninggal

h) Riwayat tempat tinggal yang pernah didiami pasien:


No Rumah Keadaan rumah

10
tempat Tenang Cocok Nyaman Tidak
tinggal nyaman
1. Rumah Orang Tenang Cocok Nyaman
tua
2. Rumah sendiri Tenang Cocok Nyaman
i) Dan lain-lain

7. Gambaran seluruh faktor-faktor dan mental yang bersangkut paut dengan


perkembangan kejiwaan pasien selama masa sebelum sakit (premorbid) yang
meliputi :

a) Riwayat sewaktu dalam kandungan dan dilahirkan.


- Keadaan ibu sewaktu hamil (sebutkan penyakit-penyakit fisik dan
atau kondisi- kondisi mental yang diderita si ibu )
Kesehatan Fisik : baik
Kesehatan Mental : baik

- Keadaan melahirkan :
Aterm (+ ), partus spontan ( + ), partus tindakan ( )
sebutkan jenis tindakannya
Pasien adalah anak yang direncanakan/ diinginkan
(ya/tidak)
Jenis kelamin anak sesuai harapan (ya/tidak)

b) Riwayat masa bayi dan kanak-kanak


Pertumbuhan Fisik : baik, biasa, kurang*
Minum ASI : ( + ), sampai usia 3 tahun
Usia mulai bicara : 1 tahun 0 bulan
Usia mulai jalan : 1 tahun 3 bulan
Sukar makan ( - ), anoreksia nervosa ( - ), bulimia ( - ), pika ( - ),
gangguan hubungan ibu-anak ( - ), pola tidur baik ( - ), cemas
terhadap orang asing sesuai umum ( - ), cemas perpisahan (- ), dan
lain-lain.....

c) Simtom-simtom sehubungan dengan problem perilaku yang dijumpai pada


masa kanak-kanak, misalnya: mengisap jari ( - ), ngompol ( - ), BAB di
tempat tidur (- ), night teror ( - ), temper tantrum ( - ), gagap ( - ), tik (- ),
masturbasi (- ), mutisme selektif ( - ), dan lain-lain.

d) Toilet training
Umur : 4 tahun
Sikap orang tua:(memaksa/menghargai/membiarkan/memberikan arahan)
Perasaan anak untuk toilet training ini: baik

11
e) Kesehatan fisik masa kanak-kanak : demam tinggi disertai menggigau (
- ), kejang-kejang ( - ), demam berlangsung lama ( - ), trauma kapitis
disertai hilangnya kesadaran ( -), dan lain-lain.
f) Temperamen sewaktu anak-anak : pemalu ( - ), gelisah ( - ) overaktif ( - ),
menarik diri ( - ), suka bergaul ( - ), suka berolahraga ( - ), dan lain-lain.

g) Masa Sekolah
Perihal SD SMP SMA PT
Umur 6 tahun 12 tahun 15 tahun -
Prestasi* Baik Baik Baik -
Sedang Sedang Sedang -
Kurang Kurang Kurang -
Aktifitas Sekolah* Baik Baik Baik -
Sedang Sedang Sedang -
Kurang Kurang Kurang -
Sikap Terhadap Teman * Baik Baik Baik -
Kurang Kurang Kurang -
Sikap Terhadap Guru Baik Baik Baik -
Kurang Kurang Kurang -
Kemampuan Khusus (Bakat) ( - ) ( - ) ( - ) ( - )
Tingkah Laku Baik Baik Baik ( - )

h) Masa remaja:Fobia ( - ), masturbasi ( - ), ngompol ( - ), lari dari rumah (


- ), kenakalan remaja ( - ), perokok berat ( - ), penggunaan obat terlarang (-
), peminum minuman keras (- ), problem berat badan ( - ), anoreksia
nervosa ( -), bulimia (- ), perasaan depresi ( - ), rasa rendah diri ( - ),
cemas ( - ), gangguan tidur ( - ), sering sakit kepala ( - ), dan lain-lain.

Ket: * coret yang tidak perlu


** ( ) diisi (+) atau (-)

i) Riwayat Pekerjaan
Usia mulai berkerja (18 tahun), kepuasan kerja( - ), pindah-pindah kerja
(+), pekerjaan yang pernah dilakukan karyawan.
Konflik dalam pekerjaan : ( - ), konflik dengan atasan, konflik dengan
bawahan ( - ), konflik dengan kelompok ( + ).
Keadaan ekonomi*: baik, sedang, kurang (menurut pasien)

j) Percintaan, Perkawinan, Kehidupan Seksual dan Rumah Tangga


Haid pertama* ( sudah/ belum), usia haid pertama 12 tahun,
persepsi biasa
Mimpi basah (sudah/ belum), usia berapa.... tahun, persepsi......
Awal pengetahuan tentang seks 15 tahun, sikap orang tua biasa
Hubungan seks sebelum menikah (-)
Riwayat pelecehan seksual (-)

12
Orientasi seksual (normal)
Keterangan pribadi suami/ istri
Nama :A
Umur : 33 tahun
Suku : Minang
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan :Karyawan
Status sosial/ ekonomi: tinggi, menengah, rendah *
Perkawinan didahului dengan pacaran (+), kawin terpaksa (-),
kawin paksa (-), perkawinan kurang disetujui orang tua (-), kawin
lari (-), sekarang ini perkawinan yang ke 1. Kepuasaan dalam
hubungan suami istri: sering, sesekali, tidak pernah (ai) *, Kelainan
hubungan seksual (-) ai (bila ada jelaskan di halaman kiri).
Kehidupan rumah tangga: rukun (+), masalah rumah tangga (-)
(bila ada jelaskan masalah tersebut di halaman kiri).
Keuangan : Kebutuhan sehari-hari terpenuhi (+),
pengeluaran dan pendapatan seimbang (-), dapat menabung (-).
Mendidik Anak : suami-istri bersama-sama (+), istri saja
(-) suami saja (-), selain orang tua sebutkan
k) Situasi sosial saat ini:
1. Tempat tinggal : rumah sendiri (-), rumah kontrak (+), rumah susun
(-), apartemen (-), rumah orang tua (-), serumah denganmertua (-), di
asrama (-) dan lain-lain (-).
2. Polusi lingkungan : bising (-), kotor (-), bau (-), ramai (-) dan lain-lain.

Ket: * coret yang tidak perlu, ** ( ), diisi (+) atau (-)


ai : atas indikasi

l) Perihal anak-anak pasien meliputi:


N Sex Umur Pendidikan Sikap & Kesehatan Sikap
o (tahun) perilaku pada anak
Fisi Mental
k
1 Wanita 10 SD Biasa Baik Baik Baik
2 Wanita 5 Belum Biasa Baik Baik Baik
sekolah

m) Ciri Kepribadian sebelumnya/ Gangguan kepribadian (untuk axis II)


Keterangan : ( ) beri tanda (+) atau (-)
Kepribadia Gambaran Klinis
n
Skizoid Emosi dingin ( - ), tidak acuh pada orang lain ( - ), perasaan hangat

13
atau lembut pada orang lain ( - ), peduli terhadap pujian maupun
kecaman ( - ), kurang teman ( - ), pemalu (+ ), sering melamun ( - ),
kurang tertarik untuk mengalami pengalaman seksual (- ), suka
aktivitas yang dilakukan sendiri ( - )
Paranoid Merasa akan ditipu atau dirugikan ( - ), kewaspadaan berlebihan ( - ),
sikap berjaga-jaga atau menutup-nutupi (- ), tidak mau menerima
kritik ( - ), meragukan kesetiaan orang lain (- ), secara intensif
mencari-cari kesalahan dan bukti tentang prasangkanya ( - ),
perhatian yang berlebihan terhadap motif-motif yang tersembunyi
( -), cemburu patologik ( - ), hipersensifitas ( -), keterbatasan
kehidupan afektif ( - ).
Skizotipal Pikiran gaib ( - ), ideas of reference (- ), isolasi sosial ( - ), ilusi
berulang (- ), pembicaraan yang ganjil ( - ), bila bertatap muka
dengan orang lain tampak dingin atau tidak acuh ( - ).
Siklotimik Ambisi berlebihan ( - ), optimis berlebihan ( - ), aktivitas seksual
yang berlebihan tanpa menghiraukan akibat yang merugikan ( - ),
melibatkan dirinya secara berlebihan dalam aktivitas yang
menyenangkan tanpa menghiraukan kemungkinan yang merugikan
dirinya ( - ), melucu berlebihan ( - ), kurangnya kebutuhan idur (- ),
pesimis (- ), putus asa (- ), insomnia ( - ), hipersomnia ( - ), kurang
bersemangat (- ), rasa rendah diri (- ), penurunan aktivitas ( - ),
mudah merasa sedih dan menangis ( - ), dan lain-lain.
Histrionik Dramatisasi (- ), selalu berusaha menarik perhatian bagi dirinya (- ),
mendambakan ransangan aktivitas yang menggairahkan ( - ), bereaksi
berlebihan terhadap hal-hal sepele (- ), egosentris ( + ), suka
menuntut ( - ), dependen ( - ), dan lain-lain.
Narsisistik Merasa bangga berlebihan terhadap kehebatan dirinya ( - ),
preokupasi dengan fantasi tentang sukses, kekuasaan dan kecantikan
(- ), ekshibisionisme ( - ), membutuhkan perhatian dan pujian yang
terus menerus (- ), hubungan interpersonal yang eksploitatif (- ),
merasa marah, malu, terhina dan rendah diri bila dikritik (- ) dan lain-
lain.
Dissosial Tidak peduli dengan perasaan orang lain( - ), sikap yang amat tidak
bertanggung jawab dan berlangsung terus menerus ( - ), tidak
mampu mengalami rasa bersalah dan menarik manfaat dari
pengalaman ( - ), tidak peduli pada norma-norma, peraturan dan
kewajiban sosial ( - ), tidak mampu memelihara suatu hubungan agar
berlangsung lama ( - ), iritabilitas ( - ), agresivitas ( - ), impulsif
(- ), sering berbohong ( - ), sangat cendrung menyalahkan orang
lain atau menawarkan rasionalisasi yang masuk akal, untuk perilaku
yang membuat pasien konflik dengan masyarakat ( - )
Ambang Pola hubungan interpersonal yang mendalam dan tidak stabil ( - ),
kurangnya pengendaian terhadap kemarahan ( + ), gangguan

14
identitas ( - ), afek yang tidak mantap ( - ) tidak tahan untuk berada
sendirian ( - ), tindakan mencederai diri sendiri ( - ), rasa bosan
kronik ( - ), dan lain-lain
Menghindar Perasaan tegang dan takut yang pervasif ( - ), merasa dirinya tidak
mampu, tidak menarik atau lebih rendah dari orang lain ( - ),
kengganan untuk terlibat dengan orang lain kecuali merasa yakin
disukai (-), preokupasi yang berlebihan terhadap kritik dan penolakan
dalam situasi social (-), menghindari aktivitas sosial atau pkerjaan
yang banyak melibatkan kontak interpersonal karena takut dikritik,
tidak didukung atau ditolak.
Anankastik Perasaan ragu-ragu yang hati-hati yang berlebihan ( - ), preokupasi
pada hal-hal yang rinci (details), peraturan, daftar, urutan, organisasi
dan jadwal ( - ), perfeksionisme ( - ), ketelitian yang berlebihan
( - ), kaku da keras kepala ( - ), pengabdian yang berlebihan terhadap
pekerjaan sehingga menyampingkan kesenangan dan nilai-nilai
hubungan interpersonal ( - ), pemaksaan yang berlebihan agar orang
lain mengikuti persis caranya mengerjakan sesuatu ( - ), keterpakuan
yang berlebihan pada kebiasaan sosial ( - ) dan lain-lain.
Dependen Mengalami kesuitan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa
nasehat dan masukan dari orang lain (-), membutuhkan orang lain
untuk mengambil tanggung jawab pada banyak hal dalam hidupnya
(-), perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena
ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidakmampuan mengurus
diri sendiri (-), takut ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya
(-)

7. Stresor psikososial (axis IV)


Pertunangan ( - ), perkawinan ( - ), perceraian ( - ), kawin paksa ( - ),
kawin lari ( - ), kawin terpaksa ( - ), kawin gantung ( - ), kematian
pasangan ( - ), problem punya anak ( - ), anak sakit ( - ), persoalan dengan
anak ( - ), persoalan dengan orang tua ( - ), persoalan dengan mertua ( - ),
persoalan dengan menantu ( - ), masalah dengan teman dekat ( - ), masalah
dengan atasan/ bawahan ( - ), mulai pertama kali bekerja ( - ), masuk
sekolah (- ), pindah kerja ( - ), persiapan masuk pension ( - ), pensiun (
-), berhenti bekerja (- ), masalah di sekolah ( -), masalah jabatan/
kenaikan pangkat ( -), pindah rumah ( - ), pindah ke kota lain ( - ),
transmigrasi ( - ), pencurian ( - ), perampokan ( - ), ancaman ( - ),
keadaan ekonomi yang kurang ( - ), memiliki hutang ( - ), usaha bangkrut
( - ), masalah warisan ( - ), mengalami tuntutan hukum ( -), masuk
penjara ( - ), memasuki masa pubertas( - ), memasuki usia dewasa ( - ),
menopause ( - ), mencapai usia 50 tahun ( - ), menderita penyakit fisik
yang parah ( - ), kecelakaan ( - ), pembedahan ( + ), abortus ( - ),
hubungan yang buruk antar orang tua ( - ), terdapatnya gangguan fisik atau

15
mental dalam keluarga ( - ), cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua
orang tua atau kakek nenek ( - ), sikap orang tua yang acuh tak acuh pada
anak ( - ), sikap orang tua yang kasar atau keras terhadap anak ( - ),
campur tangan atau perhatian yang lebih dari orang tua terhadap anak (
- ), orang tua yang jarang berada di rumah ( - ), terdapat istri lain ( - ),
sikap atau kontrol yang tidak konsisten ( - ), kontrol yang tidak cukup ( - ),
kurang stimulasi kognitif dan sosial ( - ), bencana alam ( - ), amukan masa
( - ), diskriminasi sosial ( - ), perkosaan ( - ), tugas militer ( - ), kehamilan (
- ), melahirkan di luar perkawinan ( - ), dan lain-lain.

8. Pernah suicide (-)

9. Riwayat pelanggaran hukum


Tidak pernah ada riwayat pelanggaran hukum

11. Riwayat agama


Pasien beragama Islam, melakukan aktivitas sholat wajib dan mengaji.

12. Persepsi dan Harapan Keluarga

Keluarga dapat memahami kondisi pasien dan mendukung pasien untuk


sembuh

13. Persepsi Dan Harapan Pasien

Pasien ingin sembuh.

Ket: ( ) diisi (+) atau (-)

16