Anda di halaman 1dari 5

Page 1 of 5

No. Dokumen No. Revisi Halaman


- 1/4

Ditetapkan oleh Direktur,

STANDAR
Tanggal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dr. Victor Sugiarto, MM


1. PENGERTIAN a. Bahaya atau Hazard adalah suatu bahan/kondisi yang berpotensi
menimbulkan konsekuensi atau kerugian. Hazard selamanya tetap
Hazard, bilamana konsekuensi baru muncul setelah adanya kontak
dengan manusia, baik manusia yang menghampiri bahaya, bahaya
yang menghampiri manusia atau keduanya saling menghampiri.

b. Risiko (Insident)
Suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan
dan/atau kerugian pada siklus operasi tertentu atau periode waktu
tertentu.

c. Kecelakaan (Accident)
Kejadian yang tidak terduga dan tidak terkendali yang berakibat
kepada kacaunya proses dari suatu kegiatan yang telah diatur
sehingga menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun
korban harta benda.

d. Penyakit Akibat Kerja


Penyakit yang timbul sebaga effek dari kegiatan kerja bagi para
pekerja.

e. Rencana Tindakan atau Action Plan


Suatu rencana kegiatan yang SMART (Specific, measurable,
Achievable, Reasonable, and Time Able).

f. Indentifikasi Risiko
Suatu kegiatan mengidentifikasi sumber bahaya yang ada ditempat
kerja dengan mempertimbangkan kondisi dan kejadian yang dapat
menimbulkan potensi bahaya serta jenis kecelakaan dan Penyakit
Akibat Kerja yang mungkin dapat terjadi.

g. Penilaian Faktor Risiko


Proses untuk menentukan ada tidaknya risiko dengan jalan
melakukan penilaian bahaya potensial yang menimbulkan risiko
kesehatan dan keselamatan.

Page 2 of 5
h. Pengendalian Faktor Risiko
Dilaksanakan melalui 4 tingkatan pengendalian risiko yakni
menghilangkan sumber bahaya, menggantikan sumber risiko
dengan sarana/peralatan lain yang tingkat risikonya lebih
rendah/tidak ada (rekayasa engineering), administrasi dan alat
pelindung diri.

i. Ranking Sistem Metode Hirac


Peluang Kriteria Keterangan
A Almost Suatu kejadian akan terjadi pada semua
Certain/ kondisi.
Hampir pasti Misal : berulang kali pada tiap tahun.
terjadi
B Likely/ Suatu kejadian mungkin akan terjadi
Mungkin pada hamper semua kondisi.
terjadi Misal : Terjadi sekali dalam setahun
sampai 3 tahun.
C Moderate/ Suatu kejadian akan terjadi pada
Sedang beberapa kondisi tertentu.
Misal : Terjadi sekali dalam 5 tahun
D Unlikely/ Suatu kejadian akan terjadi pada
Kecil beberapa kondisi tertentu, namun kecil
kemungkinan kemungkinannya.
Misalnya : Terjadi sekali dalam 10 tahun.
E Rarely/ Suatu kejadian akan terjadi pada
Jarang sekali beberapa kondisi yang khusus/ luar
biasa/ setelah bertahun-tahun.
Misal : Terjadi paling tidak sekali dalam
sejarah perusahaan.

Akibat Kriteria Keterangan


1 Insicnificant/ Tidak ada cedera, kerugian materi
Tidak signifikan sangat kecil
2 Minor Memerlukan perawatan P3K, on-site
release langsung dapat ditangani,
kerugian materi sedang.
3 Moderate/ Memerlukan perawatan medis, on-site
Sedang release langsung dapat ditangani
dengan bantuan pihak luar, kerugian
materi cukup besar.
4 Major Cidera yang mengakibatkan
cacat/hilang fungsi tubuh secara total,
off-side release tanpa efek merusak,
kerugian materi besar.
5 Catastropic/ Menyebabkan kematian, off-side
Bencana release bahan toksit dan effeknya
merusak, kerugian materi sangat
besar.

j. Matrik Penilaian Risiko


Peluang Akibat

Page 3 of 5
1 2 3 4 5
A H H E E E
B M H H E E
C L M H E E
D L L M H E
E L L M H H

E : Extreme Risk/ Risiko Ekstrim, memerlukan


penanganan segera atau penghentian kegiatan
atau keterlibatan manajemen puncak, perbaikan
Ancaman Sebab Akibat Peluang (ASAP).
H : High Risk/ Risiko Tinggi, memerlukan pihak
manajemen, penjadwalan tindakan perbaikan
secepatnya.
M : Moderate Risk/ Risiko Sedang, penanganan oleh
manjemen, penjadwalan tindakan perbaikan
secepatnya.
L : Low Risk/ Risiko Rendah, kendalikan dengan
prosedur rutin.
a. Meningkatkan proses pembelajaran untuk menyusun daftar risiko
secara komprehensif dari kejadian-kejadian yang berdampak pada
2. TUJUAN setiap elemen kegiatan.
b. Membuat dokumentasi yang baik sehingga dapat digunakan untuk
analisa selanjutnya.
3. KEBIJAKAN
4. PROSEDUR a. Identifikasi Bahaya
Seluruh kegiatan-kegiatan yang dilakukan, di-identifikasi
berdasarkan kemungkinan bahaya yang ditimbulkan dan akibat
dari bahaya yang mungkin terjadi sebagai berikut :
1) Tim Manajemen Risiko mencatat kegiatan, pelaksana,
peralatan, dan tempat kerja yang dinilai mengandung resiko
dan bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja
(Form : F-K3RS-09).
2) Dari setiap kegiatan kerja disetiap lokasi kerja, di identifikasi
bahaya kerja apa saja yang bisa terjadi (Form : F-K3RS-09).
3) Kemudian tentukan Risiko dari setiap bahaya kerja yang ada
(Form : F-K3RS-09).

b. Penilaian Risiko
Semua kegiatan kerja, pelaksana kerja, alat kerja dan tempat
kerja, di identifikasi dan dilakukan penilaian terhadap risiko yang
mungkin ditimbulkan sebagai berikut :
1) Dengan mempergunakan tabel Ranking System, dapat
ditentukan peluang (A/B/C/D) dan akibat (1,2,3,4,5) yang dapat
terjadi (Form : F-K3RS-09). Sehingga dapat diperolah
penilaian risiko (E,H,M atau L).

Page 4 of 5
c. Pengendalian Risiko
1) Pengendalian risiko dilakukan dengan memperkirakan
kemungkinan terjadinya bahaya kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja, sesuai prinsip pengendalian risiko yaitu :
Eliminasi (menghilangkan sumber bahaya)
Subsitusi (mengganti dengan bahan atau proses yang
lebih aman)
Rekayasa Teknik (melakukan perubahan terhadap desain
alat/proses/lay out)
Administrasi (cara kerja yang aman)
Alat pelindung diri (APD)
2) Tim Manajemen Risiko menyampaikan hasil identifikasi
bahaya, penilaian dan pengendalian risiko kepada bagian-
bagian terkait agar dapat dilakukan tindakan pengendalian
yang sesuai dengan risiko yang dapat terjadi.
3) Pengendalian risiko dilakukan dengan menetapkan
penanggung jawab dan batas waktu tindakan pengendalian.
4) Tim Manajemen Risiko meninjau kembali tindakan
pengendalian yang dilakukan sesuai dengan batas waktu yang
ditentukan oleh penanggung jawab.
5) Status pengendalian (Oke atau in-progress) ditentukan agar
dapat ditentukan review pengendalian.
6) Apabila status pengendalian in-progress telah berubah status
menjadi oke maka Tim Manajemen Risiko kembali melakukan
penilaian risiko sehingga tindakan pengendalian benar-benar
effektif dan nilai risiko menjadi serendah-rendahnya.
7) Laporan Tim Manajemen Risiko disampaikan kepada
bagian/bagian terkait dan ketua P2K3 untuk ditentukan
tindakan selanjutnya.
8) Laporan Tim Manajemen Risiko disahkan oleh Direksi.

d. Manajemen Risiko ini ditinjau ulang minimal 1 tahun sekali, atau


jika ditemukan adanya kelainan dalam penerapannya.
Seluruh unit kerja di lingkungan Rumah Sakit Tasik Medika Citratama
5. UNIT TERKAIT
Tasikmalaya

6. DOKUMEN TERKAIT Form Risk Assesment nomor F-K3RS-09

7. HAL-HAL YANG
HARUS
DIPERHATIKAN

Page 5 of 5