Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Penyakit saluran pencernaan


Sub Pokok Bahasan : Penyakit Dispepsia
Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien
Hari/Tanggal :
Waktu : 25 Menit
Tempat : RSU Bangli

A. Latar Belakang
Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut atas umumnya di bawah tulang
rusuk di atas pusar yang disertai kembung, sendawa berlebihan, rasa
panas di dada, mual, muntah, dan napas berbau seringkali dianggap enteng.
Biasanya penderita hanya minum obat bebas semisal antasida (penawar
asam lambung) yang banyak diiklankan. Namun, berhati-hatilah. Meski
jarang, kumpulan gejala yang dikenal sebagai dispepsia itu bisa jadi
merupakan penyakit serius seperti kanker lambung, maupun radang
lambung dalam yang bisa menyebabkan kebocoran saluran cerna. Dispepsia
tidak memilih usia dan jenis kelamin. Semua bisa terkena. Boleh dibilang
satu dari empat orang pernah mengalami dispepsia suatu saat dalam
hidupnya.
B. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan bapak dan keluarga mengetahui tentang
penyakit Dispepsia.
C. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan bapak dan keluarga dapat:
1. Menyebutkan pengertian tentang penyakit Dispepsia
2. Menyebutkan penyebab penyakit Dispepsia
3. Menyebutkan Proses terjadinya penyakit Dispepsia
4. Menyebutkan tanda dan gejala penyakit Dispepsia
5. Menyebutkan bahaya penyakit Dispepsia
6. Menyebutkan cara perawatan dan pencegahan penyakit Dispepsia
7. Menyebutkan cara minum obat penyakit Dispepsia
8. Menyebutkan obat tradisional penyakit Dispepsia
D. Materi (Terlampir)
E. Metode
1. Penyuluhan
2. Tanya jawab
F. Media
1. Leaflet

G. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Audient
Pembukaan ( 5 Menit )
1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam

2. Apersepsi tentang materi yang 2. Merespon persepsi penyuluhan


akan dibahas
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan 3. Memperhatikan penjelasan
yang hendak dicapai tentang tujuan penyuluhan yang
ingin dicapai

Kegiatan Inti ( 15 Menit )


1. Menjelaskan pengertian 1. Memperhatikan penjelasan yang
tentang penyakit Dispepsia diberikan
2. Menjelaskan penyebab 2. Memperhatikan penjelasan yang
penyakit Dispepsia diberikan

3. Menjelaskan Proses terjadinya 3. Memperhatikan penjelasan yang


penyakit Dispepsia diberikan
4. Menjelaskan tanda dan gejala 4. Memperhatikan penjelasan yang
penyakit Dispepsia diberikan
5. Menjelaskan bahaya penyakit 5. Memperhatikan penjelasan yang
Dispepsia diberikan
6. Menjelaskan cara pencegahan 6. Memperhatikan penjelasan yang
penyakit Dispepsia diberikan
7. Menjelaskan cara perawatan 7. Memperhatikan penjelasan yang
penyakit Dispepsia diberikan
8. Menjelaskan cara minum obat 8. Memperhatikan penjelasan yang
penyakit Dispepsia diberikan
9. Menjelaskan obat tradisional 9. Memperhatikan penjelasan yang
penyakit Dispepsia diberikan

Penutup ( 5 Menit )
1. Memberikan kesempatan pada 1. Mengajukan pertanyaan dari
orang tua yang ingin bertanya materi yang disampaikan
2. Melakukan evaluasi dengan 2. Menjawab pertanyaan
bertanya tentang materi yang
telah disampaikan
3. Memberi salam penutup 3. Menjawab salam
MATERI
A. Pengertian
Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau
dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa
sakit atau rasa terbakar di perut.
B. Penyebab
1. Menelan udara (aerofagi)
2. Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung
3. Iritasi lambung (gastritis)
4. Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis
5. Kanker lambung
6. Peradangan kandung empedu (kolesistitis)
7. Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya)
8. Kelainan gerakan usus
9. Kecemasan atau depresi
C. Proses Terjadi
Asam lambung adalah zat yang dihasilkan untuk mencerna, jika perut
kosong atau jika produksi asam lambung berlebih karena terangsang
sehingga jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah zat yang dicerna akan
menyebabkan luka pada permukaan lambung.
D. Tanda dan Gejala
Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin disertai
dengan sendawa dan suara usus yang keras (borborigmi). Pada beberapa
penderita, makan dapat memperburuk nyeri; pada penderita yang lain,
makan bisa mengurangi nyerinya. Gejala lain meliputi nafsu makan yang
menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi (perut kembung).
E. Bahaya Penyakit Dispepsia
Perlukaan yang terjadi dapat berlanjut sampai ke bagian dalam lambung
sehingga menyebabkan lambung menjadi bolong dan akhirnya terjadi
perdarahan dan kanker lambung.
F. Cara Perawatan dan pencegahan
1. Makan dengan porsi kecil tapi sering contoh: biscuit, roti
2. Menghindari alkohol dan kopi
3. Menghindari makanan yang merangsang lambung contoh : cabe, cuka,
sambal, ketan dan lain-lain.
4. Hindari Rokok
5. Makan teratur sesuai dan tepat waktu
6. Istirahat cukup
7. Menghindari stress
8. Minum obat bila maag kambuh, bila harus minum obat karena sesuatu
penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak
mengganggu fungsi lambung.
G. Pembuatan Obat Tradisonal untuk mengatasi penyakit Dispepsia
1. Siapkan kunir ( KUNYIT) lalu parut dan peras airnya
2. Campur air kunyit dengan madu
3. Minum setiap hari selama gejala dispepsia masih ada