Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Fisik

Hal yang paling penting dalam pemeriksaan fisik terhadap penderita


skoliosis adalah Observasi dan Palpasi.

1. Observasi
Cara berjalan.
Postur dan kemampuan untuk bangkit dari kursi.
Membandingkan ketinggian bahu.
2. Palpasi

Palpasi tulang belakang dilakukan dengan posisi pasien tegak


lurus dan membungkuk kedepan. Dan Palpasi ekspansi dada dilakukan
saat inspirasi dalam, maka akan terlihat sebagai berikut :

Tampak pembengkokan tulang belakang ketika pasien membungkuk


dan punggung kedepan.
Keliatan pincang.

Pemeriksaan Diagnostik

1. Skoliometer
Skoliometer adalah sebuah alat untuk mengukur sudut kurvaturai. Cara
pengukuran dengan skoliometer dilakukan pada pasien dengan posisi
membungkuk, kemudian atur posisi pasien karena posisi ini akan
berubah ubah tergantung pada lokasi kurvatura, sebagai contoh
kurva dibawah vertebra lumbal akan membutuhkan posisi
membungkuk lebih jauh dibanding kurva pada thorakal. Kemudian
letakan skoliometer pada apeks kurva, biarkan skoliometer tanpa
ditekan, kemudian baca angka derajat kurva. Pada screening,
pengukuran ini signifikan apabila hasil diperoleh lebih besar dari 50,
hal ini biasanya menunjukan derajat kurvatura > 200 pada pengukuran
cobbs angle pada radiologi sehingga memerlukan evaluasi lebih
lanjut.
2. Rontgen Tulang Belakang
Foto polos : Harus diambil dengan posterior dan lateral penuh terhadap
tulang belakang dan krista ilaka dengan posisi tegak, untuk menilai
derajat kurva dengan metode cobb dan menilai maturitas skeletal
dengan metode risser. Kurva struktural akan memperlihatkan rotasi
vertebra, pada proyeksi posterior anterior, vertebra akan mengarah
ke puncak prosessus spinosus menyimpang ke garis tengah, ujung atas
dan bawah kurva diidentifikasi sewaktu sehingga tingkat simetri
vertebra diperoleh kembali. Pemeriksaan dasar yang penting adalah
foto polos ( rontgen ) tulang punggung yang meliputi :
Foto AP dan lateral ada posisi berdiri : foto ini bertujuan untuk
menentukan derajat pembengkokan skoliosis
Foto AP telungkup
Foto force bending R and L : foto ini bertujuan untuk
menentukan derajat pembengkokan setelah melakukan bending
Foto pelvik AP

Mutaqqin, Arif. 2005. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Trauma Sistem
Muskuloskeletal. ECG. Jakarta