Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kolesterol merupakan sebuah kata yang sering diucapkan di masyarakat ,

umumnya dengan konotasi yang negatif bila berkaitan dengan masaalah

kesehatan, khususnya kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kolesterol adalah

lemak berwarna kekuningan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh,

terutama di dalam hati (Heslet dalam Kotiah, 2007). Demikian juga dengan lemak

meskipun masih dalam kalangan yang terbatas. Sesungguhnya kedua substansi

tersebut amat berguna bagi tubuh untuk memproduksi berbagai hormon dan

penyediaan energi. Pada kolesterol dan lemak terdapat jenis yang jahat atau

Light Density Lipoprotein (LDL) maupun jenis yang baik atau High Density

Lipoprotein (HDL) (Ir. Iman Soeharto, Kolesterol & Lemak Jahat, Kolesterol &

Lemak baik, dan Proses Terjadinya Serangan dan Stroke, Hal. 48). Persoalan baru

timbul bila kadarnya di dalam darah terlalu tinggi bagi jenis yang jahat dan terlalu

rendah bagi jenis yang baik. Bila hal tersebut berlangsung dalam jangka panjang,

maka dapat memicu timbulnya Penyakit Jantung Koroner, bahkan serangan

jantung atau stroke. Kadar normal total kolesterol dalam darah yang dianjurkan

adalah 200 mg/dl atau kurang (Iman Soeharto, 2002).

1
Menurut data statistik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun

2005, pria Amerika menempati peringkat ke-83 di dunia dalam hal jumlah rata-

rata total

2
3

kolesterol tertinggi, dan wanita Amerika perigkat ke-81. Sementara itu, belum ada

data untuk Indonesia. Satu dari lima orang Amerika memiliki kadar kolesterol

tinggi, tetapi banyak yang tidak mengetahuinya karena biasanya tanpa gejala.

Biasanya orang tahu kalau dirinya memiliki kadar kolesterol tinggi setelah terjadi

serangan jantung atau stroke sebagai dampak dari hiperkolesterolemia. Riset

secara luas telah menunjukkan bahwa LDL (kolesterol jahat) adalah faktor risiko

utama penyakit jantung dan pembuluh darah. Padahal, hingga kini penyakit

jantung masih merupakan penyebab kematian nomor satu di duni, dengan angka

kematian 17 juta orang per tahun. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 20

juta pada 2015 dan 23 juta pada 2030.

Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar 2007 juga melaporkan bahwa stroke,

hipertensi dan Penyakit Jantung Koroner menempati proporsi terbesar (27,3%)

penyebab kematian semua umur, hal tersebut menekankan bahwa stroke,

hipertensi, Penyakit Jantung Koroner, dan serangan jantung tidak hanya dialami

pada orang yang sudah lanjut usia saja tetapi juga usia remaja.
4

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, penulis akan

merumuskan masalah-masalah yang akan dibahas antara lain :

1. Apa saja faktor penyebab semakin meningkatnya penderita penyakit

jantung akibat kolesterol pada usia remaja di Rumah Sakit Sele Be Solu?
2. Bagaimana cara menurunkan tingginya penderita penyakit jantung akibat

kolesterol pada usia remaja di Rumah Sakit Sele Be Solu?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah diatas penulis bertujuan untuk :

1. Mengetahui faktor penyebab semakin meningkatnya penderita Penyakit

Jantung pada usia dini akibat Kolesterol di Rumah Sakit Sele Be Solu.
2. Mengetahui cara menurunkan tingginya penderita Penyakit Jantung akibat

Kolesterol pada usia dini di Rumah Sakit Sele Be Solu.


5

Meningkatnya Penderita Penyakit Jantung akibat Kolesterol pada Usia Remaja di

Rumah Sakit Sele Be Solu

Oleh :
6

Nurul Hidayat

1430116042

PRODI D IV KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SORONG

TAHUN AJARAN 2016/2017