Anda di halaman 1dari 26

LATIHAN SOAL / PENDALAMAN

NORMA K3 PESAWAT UAP & BEJANA


BERTEKANAN

A. MULTIPLE CHOISE

1. Dasar Hukum penerapan K3 Pesawat Uap


& Bejana bertekanan sbb :
a. UU. Uap 1930, UU.No.1 tahun 1970.
b. Peraturan Uap 1930.
c. Permenaker No.Per.01/Men/1982,
No.Per.02/Men/1982 dan
No.Per.01/Men/1988.
d. Jawaban a, b dan c benar.

2. Berdasarkan peraturan perundangan K3


yang berlaku di Indonesia, Pesawat Uap
dibedakan menjadi dua jenis yaitu ;
a. Boiler
b. Pesawat Uap selain Boiler.
c. Jawaban a dan b benar.
d. Jawaban a dan b salah.

3. Dari sudut pandang tekanannya, Ketel


Uap adibedakan menjadi 2 macam yaitu ;
a. Ketel Uap tekanan rendah ( Wp < 0,5
Kg/Cm2)
b. Ketel Uap tekanan diatas > 0,5
Kg/Cm2.
c. Jawaban a dan b benar
d. Jawaban a dan b salah.

1
4. Dari sudut pandang bangunannya, Ketel
Uap dibedakan menjadi 2 macam yaitu ;
a. Ketel Uap Tetap ( stationary boiler ),
b. Ketel Uap berpindah ( Packaged
boiler ).
c. Jawaban a dan b salah
d. Jawaban a dan b benar

5. Dari sudut pandang tempat


pemakaiannya, Ketel Uap
Dibedakan menjadi 3 macam yaitu ;
a. Ketel Uap kapal.
b. Ketel Uap darat.
c. Ketel Uap Lokomotip.
d. Jawaban a, b dan c benar.

6. Dari sudut pandang kapasitasnya,


menurut Permenaker No.Per.01/Men/1988
dibedakan menjasi 2 macam, yaitu ;
a. Ketel uap berkapasitas < 10 Ton Uap
/jam.
b. Ketal uap berkapasitas > 10 Ton Uap /
jam.
c. Jawaban a dan b benar.
d. Jawaban a dan b salah.

7. Pesawat Uap selain Boiler dibedakan


menjadi 4 macam, yaitu ;
a. Pemanas air (economiser)
b. Pengering Uap ( superheater)
c. Bejana Uap, dan Penguap.

2
d. Jawaban a, b dan c benar.

8. Ketel Uap adalah :


a. Suatu Pesawat yg dibangun guna
menghasilkan uap dan uap tsb
dipergukana diluar pesawatnya.
b. Turbin Uap.
c. Mesin Uap.
d. Lokomotif.

9. Superheater ( pengering uap ) ialah ;


a. Salah satu jenis Pesawat yang
berfungsi untuk memanaskan uap
jenuh menjadi uap kering, dengan
jalan pemanasan dari hawa
pembakaran.
b. Termasuk bejana bertekanan.
c. Termasuk Air receiver tank-compressor.
d. Termasuk Pesawat cairan panas.

10.Pemanas air / Ekonomiser ialah :


a. Salah satu jenis pesawat uap yang
berfungsi untuk memanaskan air
dengan jalan pemanasan dari hawa
pembakaran.
b. Back pressure vessel.
c. Steriliser.
d. Bejana Uap.

3
11.Bejana Uap ialah :
a. Suatu bejana yg berfungsi untuk
menampung
uap,misal ; Steam header,
Steriliser, Daerator, Digister,
autoklaf, dsb.
b. Botol baja
c. Bejana Transport.
d. Air receiver tank.

12.Dapat dikatakan Ketel uap tekanan rendah


apabila;
a. Tekanan kerjanya ( WP) < 0,5
Kg/Cm2.
b. Tekanan kerjanya = 3 Kg/Cm2.
c. Kapasitasnya kurang dari 1 Ton
Uap/jam.
d. Jawaban a, b dan c salah semua.

13.Ketel Uap yang dipakai di


BUMN/Perusahaan Swasta
Wajib memiliki AI untuknya dari Disnaker
setempat,
kecuali ;
a. WP ( Kg/Cm2 ) x Hs (M2) < 0,2.
b.WP ( Kg/Cm2 ) x Hs (M2) > 0,3.
c. WP ( Kg/Cm2) x Hs (M2) > 0,4.
d.Jawaban a, b dan c salah semua.

14. Superheater yang menyatu dengan Ketel


Uapnya tidak perlu memiliki Akte Izin
tersendiri, tetapi untuk superheater yang

4
terpisah dari Ketel Uapnya harus memiliki
AI tersendiri, kecuali;
a. Terdiri dari pipa-pipa yang
diamater dalamnya < 25 mm.
b. Terdiri dari pipa-pipa yang diameter
dalamnya >25 mm.
c. Terdiri dari pipa-pipa yang diamater
dalamnya
>50 mm.
d. Jawaban a, b dan c salah semua.

15. Pamanas air yang menjadi satu kesatuan


dengan Ketel Uapnya yang dipakai di
suatu perusahaan tidak perlu AI tersendiri,
tetapi pemanas air yang terpisah dari
Ketel Uapnya harus memiliki AI tersendiri
kecuali ;

a. Terdiri dari pipa-pipa yang diamater


dalamnya > 50 mm.
b. Terdiri dari pipa-pipa yang
diamaterdalamnya
< 50 mm.
c. Terdiri dari pipa-pipa yang diamater
dalamnya
> 100 mm.
d. Jawaban a, b dan c benar semua.

16. Bejana Uap tdk dengan cairan dibawah


tekanan yang dipakai di perusahaan wajib
memiliki AI untuknya kecuali ;
a. Wp ( Kg/Cm2) x volume ( liter) <
600

5
b. Wp ( Kg/Cm2) x volume ( liter ) >
600
c. Jawaban a dan b salah semua.
d. Jawaban a dan b benar semua.

17. Bejana Uap dengan cairan dibawah


tekanan yang di-
Pakai di perusahaan wajib memiliki AI
untuknya, kecuali ;
a. Wp ( Kg/Cm2) x volume ( liter ) <
300
b. Wp ( Kg/Cm2) x volume (liter ) > 300
c. Jawaban a dan b benar semua.
d. Jawaban a dan b salah semua.

18.Suatu unit Ketel Uap yang memiliki AI


yang syah dan berkapasitas 10 Ton
Uap/jam atau kurang, hanya boleh
dioperasikan oleh Tenaga Kerja yang
memiliki Sertifikat dari Dirjen Binwasnaker,
yaitu ;
a. Sertifikat Oprt.Pesawat Uap Kelas
II
b. --------------,,----------- Kelas I.
c. --------------,, ---------- Kelas III.
d. --------------,,----------- Kelas IV

19.Suatu unit Ketel Uap yang memiliki AI


yang syah dan
berkapasitas > 10 Ton Uap/jam, hanya
boleh dioperasikan oleh Tenaga Kerja yang
memiliki Sertifikat dari Dirjen Binwasnaker,
yaitu ;

6
a. Sertifikat operator kelas I.
b. ---------------,,--------- II.
c. ---------------,,---------III.
d. ---------------,, -------- IV.

20. Untuk Ketel Uap darat harus diriksa-


ujikan
Ulang/berkala kepada yg berwenang
minimal
a. Sekali setiap 2 tahun.
a.Sekali setiap 1 tahun.
b.Sekali setiap 3 tahun.
c. Sekali setiap 4 tahun.

21.Untuk Ketel Uap Kapal harus diriksa-ujikan


berkala
Kepada yang berwenang minimal ;
a. Sekali setiap tahun.
b.Sekali setiap 2 tahun.
c. Sekali setiap 3 tahun.
d.Sekali setiap 4 tahun.

22. Untuk Ketel Uap Lokomotif yang saat ini


banyak
Di pakai di Pabrik CPO,harus diriksa ujikan
berkala
Kepada yang berwenang minimal ;
a. Sekali setiap 3 tahun.
b. Sekali setiap 2 tahun.
c. Sekali setiap 1 tahun.
d. Sekali setiap 4 tahun.

7
23. Untuk Pesawat Uap selain boiler, misal
Bejana Uap,
yang dipakai di BUMN atau Swasta harus
diriksa ujikan kepada yang berwenang
minimal ;
a. Sekali setiap 4 tahun.
b. Sekali setiap 5 tahun.
c. Sekali setiap 3 tahun.
d. Sekali setiap 2 Tahun.

24. Air receiver tank ( bejana angin


compressor ) yang
Dipakai di BUMN/Swasta harus diriksa-
ujikan kepada yang berwenang, minimal ;
a. Sekali setiap 5 tahun dan jika
isinya Chlorine
(campuran/senyawa dg Chlorine ),
minimal sekali tiap 2 tahun.
b. Sekali setiap 3 tahun.
c. Sekali setiap 4 tahun.
d. Sekali setiap 1 tahun.

25. Pengujian pertama dari suatu Pesawat


Uap adalah ;
a. Pengujian sebelum Pesawat Uapnya
ditembok atau dipasang isolasi.
b. Dalam rangka penerbitan Akte Izinnya.
c. Setelah memiliki AI.
d. Jawaban c salah.

26. Tingkap pengaman ( Safety Valve) pada


Ketal Uap

8
Berungsi ;
a. Membuang uap secara otomatis
jika tekanan uap dalam Pesawat
uapnya telah melebihi WP yang
diizinkan dalam AI nya.
b.Menunjukkan suhu uap.
c. Menunjukkan tekanan uap.
d.Menunjukkan tinggi permukaan air
dalam Ketel.

27. Kekurangan air pada Ketel Uap dapat


mengakibatkan
a. Terjadinya over heating pada material
b. Terjadinya pelemahan pada material.
c. Terjadinya perubahan bentuk pada
material.
d. Jawaban a, b ,c benar.

28. Penerbitan AI dulunya diterbitkan


Depnaker Pusat, tetapi sejak 1988 dan
sebelum Otoda dikeluarkan oleh :
a. Disnaker Propinsi
b. Disnaker Kota/Kab.
c. Kantor Camat.
d. Balai K3 Depnakertrans.

29. Sejak Otoda, AI Pesawat Uap menurut


Per.UU, dapat diterbitkan oleh ;
a. Disnaker Kota/Kab.untuk yang dipakai
di satu lokasi.
b. Disnaker Propinsi untuk yang dipakai
rental antar

9
Kota /Kabupatan.
c. Depnaker pusat untuk yang dipakai
rental antar propinsi.
d. Jawaban a, b dan c benar.

30. Ketel uap tekanan rendah harus diberi


apendages,sbb
a. Gelas pedoman air, pompa air
pengisi, pipa pengaman, kerangan
pembuang,pelat nama.
b. safety valve
c. alarm
d. tingkap pengamanan

31. Akte izin diberikan oleh Pemerintah


kepada pemakai bila :
a. hasil pemeriksa & pengujian
pesawat uap dan alat-alat
perlengkapannya memenuhi syarat.
b. hasil pemeriksaan dan pengujian alat-
alat
perlengkapannya dan alat
pembakarannya
memenuhi syarat.
c. hasil pemeriksaan dan pengujian
apendages
memenuhi syarat.
d. semua salah.

32. menurut permenaker No.


Per.01/MEN/1982 tentang

10
bejana bertekan, setiap bahan dari
bagian konstruksi
bejana tekan harus memiliki :
a. Sertifikat bahan atau surat tanda
hasil ujian yang diakui oleh
Disnaker.
b. Surat hasil uji dengan poldy hammer
c. Cukup surat hasil uji dengan NDT bahan
saja.
d. Semua nya salah

33. Untuk ketel uap WP < 3 kg/cm2 harus


dilengkapi
dengan :
a. 1 buah tingkap pengaman
b. 2 buah tingkap pengaman
c. 3 buah tingkap pengaman
d. 4 buah tingkap pengaman

34. Untuk ketel uap WP > 3 kg/cm2 harus


dilengkapi
dengan :
a. Minimal 2 buah tingkap pengaman
b. 3 buah tingkap pengaman
c. 4 buah tingkap pengaman
d. 1 buah tingkap pengaman

35. Pesawat uap dapat dimulai


pembuatannya oleh pabrik
pembuat boiler indonesia yang telah
memiliki SKP
dari DEPNAKER Pusat, tetapi haruslah :

11
a. setelah gambar rencanannya telah
disahkan oleh Dirjen PPK
Depnakertrans RI
b. Sebelum gambar rencananya disahkan
c. Gambar rencanannya sendang proses
untuk
memperoleh pengesahan
d. bahan electroda las sudah di uji.

36. Pesawat uap yang memiliki tekanan kerja


4 kg/cm2,
tinggi tekanan hidrotest pada
pemeriksaan pertama
adalah :
a. 8 kg/cm2
b. 7 kg/cm2
c. 6 kg/cm2
d. 5 kg/cm2

37. Pesawat uap yang memiliki tekanan kerja


5 kg/cm2
Tinggi tekanan hidrotest pada
pemeriksaan berkala
adalah :
a. 11 kg/cm2
b. 9 kg/cm2
c. 8 kg/cm2
d. 7 kg/cm2

12
38. Pesawat uap yang memiliki tekanan kerja
10 kg/cm2
Tinggi tekanan hidrotest Pada
pemeriksaan pertama
Adalah :
a. 15 kg/cm2 = Wp . 1,5
b. 14 kg/cm2
c. 13 kg/cm2
d. 12 kg/cm2

39. Tinggi tekanan hidrotest pada


pemeriksaan berkala
pesawat uap adalah :
a. WP + 3 kg/cm2 berapapun WP nya.
b. 1,5 x WP
c. 2 x WP
d. 3 x Wp.

40. Pemeriksaan visual pesawat uap pada


ketel uap yang
baru (pemeriksaan pertama) bertujuan
untuk
mengetahui :
a. Kondisi seluruh bagian
konstruksi dan seluruh alat
pengamannya.
b. Kondisi bagian luar saja
c. Kondisi bagian dalam saja
d. Jawaban a, b dan c semua benar.

41. Ketel uap yang over heating pada pipa


atau drumnya
adalah terutama disebabkan :

13
a. Adanya kerak ketel atau
kekurangan air.
b. Air dalam Ketel berlebih
c. Air umpan belum dipanaskan melalui
economiser
d. Jawaban a, b dan c benar.

42. Setiap Ketel uap harus terbuat dari baja


kualitas tertentu. Tetapi untuk Ketel uap
yang memiliki Wp
< 3 Kg/Cm2 dapat dibuat dari ;
a. Besi Cor ( standar Indonesia ).
b. Besi tempa
c. Kuningan
d. Jawaban, a, b dan c salah semua.

43. Perbedaan pokok antara besi dengan baja


;
a. Kandungan C dalam baja < 1,7 %
b. Kandungan C dalam besi > 1,7 %
c. Baja bersifat lebih liat dari pada besi.
d. Jawaban a, b dan c benar.

44. Pelat boiler JIS 3103-SB 46 terdapat


kandungan Mn, Mg, Mo,Cr, Ni dan silisium
dimaksudkan untuk ;
a. Memperoleh sifat mekanis baja
yang di inginkan.
b. Supaya terlihat mengkilat.
c. Supaya berwarna hitam pekat.
d. Jawaban a, b dan c semua salah.

14
45. Pelat baja boiler jenis JIS G3103-SB 42,
adalah sejenis dengan pelat baja ;
a. SA 285 Gr.60
b. DIN 17155 H II
c. BS 1501 part 1-151G400
d. Jawaban a, b dan c benar semua.

46. Pelat baja boiler jenis JIS G3103-SB-46,


adalah sejenis dengan pelat baja ;
a. SA 565 Gr.65
b. DIN 17155-Mn4
c. BS 1501 part 1-151G430
d. Jawaban a, b dan c benar semua.

47. Tube untuk boiler, pada umumnya jenis


Seamless steel, yang berarti ;
a. Terdapat sambungan memanjang.
b. Tidak terdapat sambungan
memanjang.
c. Jawaban a dan b salah semua.
d. Jawaban a dan b benar semua.

48. Tube jenis JIS3461-STB35 SC, adalah


sejenis dengan tube ;
a. SA 179.
b. DIN 2391 St 35 GBK
c. BS 3606 CFS 320.
d. Jawaban a, b dan c benar semua.

15
49. Menurut UU Uap 1930,Peraturan Uap
1930 dan Permenaker No.Per.04/Men/1995
tentang PJK3, yang berwenang melakukan
pemeriksaan pertama, berkala dan khusus
pesawat uap adalah;

a. Pengawas Ketenagakerjaan spesialis


K3 Pesawat
Uap dan Bejana Tekan dari
Disnaker/Depnaker.

b. AK3 spesialis Pesawat Uap & Bejana


Tekan dari
PJK3 yang memiliki SKP dari Menteri
Tenaga Kerja.
c. Jawaban a dan b benar semua.
d. Jawaban a dan b salah semua.

50. Pembuatan/perakitan, atau Reparasi


berat/reparasi ringan sesuatu pesawat
uap, pengelasannya hanya boleh
dilakukan oleh juru las yang ;
a. Bersertifikat Juru Las Kelas I dari
Dirjen PPK
Depnakertrans.
b. Bersertifikat Juru Las G6 dari Migas
c. Bersertifikat Las Dasar dari BLKI saja.
d. Jawaban b dan c salah semua.

B. ESSAY

16
1. Bagaimana prosedur administrasi
pembuatan Ketel Uap yang harus
dipenuhi pabrik pembuat di
Indonesia ?
Jawab :
a. Pabrik pembuat yang ber SKP dari
Dirjen PPK mengajukan berkas
permohonan gambar rencana/design
Pesawat Uap ke Direktur PNK3
Depnakertrans melalui Disnaker
setempat, yang isinya sbb :

1). Satu set gambar kalkir dari


konstruksi pesawat uap tsb, skala
1 : 12 atau lebih besar.
+ 4 set blue printnya.

2). Satu set gambar kalkir dari detail


sambungan
Skala 1 : 1 dengan 4 set blue
printnya.

3) Material sertifikat yang syah dari


setiap bagian.

b. Team di DPNK3 melakukan evaluasi


terhadap
berkas permohonan.

c. Dirjen PPK mengesahkan Gbr


design,disertai
dengan petunjuk-petunjuk teknis.

17
d. Gambar kalkir + 3 blue print yg
telah disyahkan disertai petunjuk
teknis tsb. dikirim ke pabrik pembuat
ybs, melalui Disnaker setempat.

e. Pabrik menerima berkas tersebut dari


Disnaker setempat

f. Mulai membuat, diawasi oleh


Pengawas spesialis PU & BT Disnaker
atau AK3 spesialis PU & BT dari PJK3
yang ber SKP Dirjen PPK.

g. Riksa- uji oleh Pengawas spesialis PU


& BT atau AK3 PU & BT.

h. Radiography oleh pihak ke III. Misal


PT.Sucofindo, PT.Paramuda Jaya, dsb.

i. Surat keterangan pengawasan


pembuatan, diteken Pengawas spesialis
PU & BT atau AK3 PU & BT dan
Engineer ahli dari pabrik pembuat tsb.

j. Selesai, Ketel dapat di jual lengkap


dengan dokumen tersebut diatas.

2. Bagaimana prosedur administrasi


untuk memperoleh Akte Izin Ketel
Uap yang harus dipenuhi oleh
perusahaan ?

18
a. Perusahaan meminta Formulir Btk.6 ke
Disnaker
dalam rangkap 4, lalu diisi, diteken
dan dicap
oleh pengusaha selaku calon pemakai.

b. Dilampiri dengan ;
Dokumen surat keterangan
pengawasan pembuatan yang berisi
sbb :
1). Gbr. Konsruksi
2). Gbr detail sambungan
3). Material sertifikat
4). Laporan hasil radiography / UT.
5). Laporan hasil heat treatment.
6). Perhitungan kekuatan konstruksi.
7). Laporan hasil Hydrotest.
Dikirim ke Disnaker setempat atau
PJK3.

c. Riksa uji oleh Pengawas spesialia PU &


BT atau AK3 Uap & BT-PJK3 ;
1). Pemeriksaan visual.
2). Perhitungan kekuatan ( lihat contoh
).
3). Hydro Test.
4) Steam Test.

d. Pengawas /AK3 PU & BT membuat


laporan hasil pemeriksaan & pengujian
( Form.Btk.9)

19
e. Depnaker/Disnaker menerbitkan AI.

f. Penomoran pada Name Plate

g. AI diberikan kepada pemohon.

h. Selesai.

3. Bagaimana prosedur administrasi


dalam hal mutasi Ketel Uap
berpindah ?
Dari pers.A di Medan , dipindah ke
persh.B di Pekanbaru.
Jawab :
a.Mr.Ayong Direktur PT.A mengajukan
permohonan surat pengantar mutasi ke
Disnaker Kota Medan dg membawa AI
asli.

b.Pengawas spesialis PU & BT Disnaker


Kota Medan melakukan riksa visual,
Kemudian membuat laporan hasil riksa,
disampaikan kepada Ka-Disnaker
Medan.

c. Ka-Disnaker Medan membuat surat


pengantar, dilampiri AI asli.

d.Oleh Mr.Ayong, surat pengantar dan AI


asli serta Boiler disampaikan ke
Mr.Ahok Direktur PT.B
Pekanbaru.

20
e.Mr. Ahok mengisi Form
Btk.6,diteken,cap diatas materai,
dilampiri Surat pengantar Disnaker
Medan + AI asli disampaikan ke
Disnaker Pekanbaru.

f. Pengawas spesialis K3 PU & BT


Pekanbaru melakukan riksa-uji di PT.B
Pekanbaru.
Laporan hasil riksa-uji disampaikan ke
Kadisnaker Pekanbaru.

g.Ka-Disnaker Pekanbaru menerbitkan SK


Mutasi dilampirkan AI tsb.

h.Penomoran baru.

i. Selesai.

4. Bagaimana prosedur administrasi


dalam hal mutasi Ketel Uap tetap ?
Jawab :
Tidak ada mutasi, karena menurut
peraturan perundangan K3 yang berlaku,
begitu di geser dari pondasinya, maka
AI dicabut oleh Pemerintah/ Pemda.

6. Bagaimana prosedur admistrasi


dalam hal reparasi Ringan Ketel
Uap ?
Jawab :

21
a. Melapor ke Disnaker setempat
secara tertulis.

b. Pengawas K3 PU & BT---riksa uji


khusus.
Menuliskan hasilnya di lembar blk AI.

c. Perusahaan menunjuk kontraktor


yang ber SKP
sebegai PJK3 pereprasi boiler.

d. Dilakukan reparasi----diawasi
Pengawas K3
K3 PU & BT.

e. Radiography oleh pihak ketiga.

f. Visual, Hydro Test, Steam Test.

g. Pengawas menandatangani lembar


dlm buku
Akte Izin.

h. Selesai.

7. Bagaimana prosedur administrasi


dalam hal reparasi berat Ketel Uap pipa
api ?
Jawab :
Sama, tetapi harus ada Surat
pengesahan gambar
Rencana reparasinya dari DPNK3
Depnaker Pusat

22
( pada umumnya diurus oleh
kontraktor pereparasi tsb).

8. Jelaskan apa yang akan saudara


lakukan selaku AK3U manakala
perusahaan saudara memakai suatu
Ketel Uap yg telah memiliki AI ,operator
nama si Badu umur 25 tahun dan Si
Manu 26 tahun.
Jawab :
a. Pengecekan dokumen di Kantor:
1). Akte Izin : Merk Ketel, No Serie
Ketel,
Tgl.Riksa terakhir..?
2). Sertifikat operator.

b. Pengecekan /wawancara di
lapangan ;
1). SIO cocok ?
2) Buku operator diisi ?
3). Name plate sesuai dg AI ?

c. Membuat laporan rutin hasil internal


inspeksi.
9. Bagaimana saran saudara selaku AK3
manakala
Ketel uap di perusahaan saudara telah
mencapai 35 tahun ?
Jawab :
Misal buatan tahun 1975, maka
langkah saya sbb :

23
a. Segera melaporkan secara tertulis
kpd Ketua P2K3, bahwa sesuai
ketentuan K3 yg berlaku, KU tsb
harus PB ( Penelitian Bahan ke B4T
Bandung) paling lambat tahun 2010.

b. Pimpinan perusahan saya sarankan


menyam paikan surat ke Disnaker
setempat untuk menugaskan
Pengawas K3 PU & BT memberikan
petunjuk teknis.

c. Pengawas K3 PU & BT Disnaker


datang, dan memberikan petunjuk
teknis pengambilan sampel ( lihat
sket ).
e. Pengeboran sampel oleh perusahaan
sendiri.

f. Sample dikirim kr B4T dengan surat


pengantar
Disnaker.

g. DT sampel di B4T------,diterbitkan
hasil uji.

i. Hasil DT Di analisis di DPNK3-----


Penentun umur Ketel.
j. SK penentuan umur dikirim ke
Disnaker,
Diberikan kpd pengusahanya,

24
k. Penambalan lobang PB

l. Hydrotest.
m. Pengawas K3 menulis dlm AI---OK.
n. Selesai---operasi lagi.

10. Jelaskan apa yg saudara lakukan


selaku AK3 dimana perusahaan
saudara banyak memakai Botol
Baja O2 milik distributor
( CV.Siak aneka gas ).

1. Usul ke pimpinan agar Botol Baja di


barengi dg
Pengesahan pemakaian Disnaker
untuk atas
Nama CV.Siak aneka gas.

2. Ketentuan warna cat, sungkup,


cara membawa, penempatan di
perusahaan di bina dan diawasi.

3. Laporan tertulis pelaksanaan tugas.

11. Jelaskan sanksi hukum dalam UU Uap


1930 terhadap pemakai dan terhadap
operator.
Denda / kurungan, lihat pasal.............

---oooOooo---

25
26