Anda di halaman 1dari 25

Fibroadenoma Mammae Sinistra

Pendahuluan

Fibroadenoma mammae (FAM), umumnya menyerang para remaja dan

wanita dengan usia di bawah 30 tahun. Adanya fibroadenoma atau yang biasa

dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang

keadaan pada dirinya. Terkadang mereka beranggapan bahwa tumor ini adalah

sama dengan kanker. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari

fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas fibroadenoma mammae

adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Benjolan tersebut berasal dari

jaringan fibrosa (mesenkim) dan jaringan glanduler (epitel) yang berada di

payudara, sehingga tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor), tumor

tersebut dapat berbentuk bulat atauoval, bertekstur kenyal atau padat, dan

biasanya nyeri. Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada

tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile, oleh sebab itu sering disebut

sebagai breast mouse.


Pembahasan
Anamnesis
Merupakan komunikasi antara dokter dan pasien, di mana pasien

mengemukakan keluhan utama. Anamnesis terdiri dari auto-anamnesis dan allo-

anamnesis. Anamnesis yang baik terdiri dari:1

Identitas (meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, pendidikan, pekerjaan,

suku bangsa dan agama).


Keluhan utama (keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi

ke dokter).

1
Pasien datang dengan keluhan benjolan pada payudara kiri bagian atas dekat

ketiak.
Riwayat penyakit sekarang (kronologis keadaan kesehatan pasien sejak

sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat).


Sejak kapan?
Dimana letak benjolan?
Apakah benjolan terasa nyeri dan dapat digerakkan?
Bagaimana bentuk dan konsistensi benjolan (bulat dan kenyal)?
Bagaimana bentuk payudaranya, simetris/asimetris?
Apakah adanya sekret yang keluar dari puting?
Apakah ada gejala penyerta lainnya?
Riwayat penyakit dahulu (bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya

hubungan antara penyakit yang pernah diderita dengan penyakitnya

sekarang).
Apakah pernah menderita keluhan yang sama sebelumnya?
Apakah pernah mendapat sinar radiasi pada daerah payudara?
(Jika sudah menikah) - Apakah pernah mencoba pemakaian terapi hormon

untuk mendapatkan anak?


Riwayat penyakit dalam keluarga (bertujuan untuk mencari kemungkinan

penyakit herediter, familial atau penyakit infeksi).


Apakah didalam keluarga ada yang menderita keluhan atau penyakit yang

sama?
Riwayat pribadi (meliputi keadaan sosial ekonomi, kebiasaan, obat-obatan,

dan lingkungan).
Apakah mengkonsumsi obat-obatan (terapi hormon atau yang lain)?1
Pemeriksaan
a. Fisik
Pemeriksaan Tanda Vital:2
Tekanan darah, nadi, frekuensi nafas, suhu.
Pemeriksaan Fisik Payudara (Teknik SADARI):2
Inspeksi (pengamatan)
a. Bentuk payudara, berdasarakan perkembangan payudara.2
Masa prapubertas

2
Payudara belum berkembang, hanya ada puting susu

berukuran kecil. Pada masa ini antara payudara anak laki-laki

dan perempuan hampir sama.


Mulai pubertas
Pada anak perempuan, payudara mulai tumbuh, makin lama

makin besar, juga puting susu bertambah besar.


Sewaktu dewasa dan keadaan hamil
Pada masa ini kelenjar mammae mulai mempersiapkan diri

menjadi lebih banyak dan besar. Dalam rangka memproduksi

ASI, puting susu dan areola bertambah gelap warnanya.


Setelah masa laktasi
Pada masa ini payudara akan kembali mengecil tetapi tidak

bisa kembali keukuran semula dan tampak megendur.


Sesudah menopause
Pada masa ini ukuran payudara akan lebih kecil lagi dan

menjadi kendur ini disebut atrofi mammae.


b. Ukuran payudara2
Tidak ada ukuran payudara yang 100% sama bentuk maupun

ukurannya, biasanya kiri lebih besar. Bila ukuran berbeda jauh,

dinamakan asimetris payudara.


c. Warna kulit payudara2
Warna kulit payudara biasanya sama dengan warna kulit tubuh

lainnya, kecuali di daerah areola mammae. Kulit sekitar puting

susu berwarna lebih gelap dan makin jelas pada saat kehamilan.

Kulit payudara yang berwarna kemerahan dan tegang akan

dijumpai bila terjadi peradangan. Kulit payudara dengan pori-

pori yang besar seperti kulit jeruk (Peau d`orange) terjadi akibat

pembendungan limfe dalam payudara.


Palpasi (perabaan)2

3
Pada pemeriksaan ini, posisi duduk atau lebih baik dalam

posisi tidur terlentang dengan diganjal bantal kecil pada

bahunya.
Palpasi dilakukan dengan menggunakan jari II sampai ke V

tangan kanan, tetapi jangan memakai ujung-ujung jari.

Gunakan bagian volar dari ruas jari yang paling ujung dan

rabalah dengan tenaga yang lembut.


Bila pada palpasi teraba benjolan yang terletak lebih dalam,

dapat menekan lebih keras sewaktu meraba.


Rabalah payudara secara sistematis dengan mengikuti pola

jarum jam dimulai dari jam 12, jam 1, jam 2 dan seterusnya.

Rabalah dari perifer kearah sentral yaitu kearah puting susu

dan sebaliknya atau meraba secara melingkar dari puting susu

ke arah perifer.

Gambar 1. Palpasi pada payudara (teknik SADARI)

Bila ditemukan kelainan berupa benjolan maka harus dicatat:2

Pada posisi jam berapa benjolan ditemukan.


Ukuran benjolan disebutkan dan dicatat diameter terbesar dan

diameter terkecil dalam cm.

4
Jarak letak benjolan dari putting susu yang dinyatakan dalam

cm.
Bagaimana bentuk benjolan (bulat, lonjong), bagaimana

tepinya (rata atau tak rata).


Bagaimana konsistensi benjolan (keras, kenyal, lunak atau

kistik).
Bagaimana keadaan benjolan terhadap jaringan sekitarnya.

Apakah mudah digerakkan atau tidak dapat bergerak.


Adakah rasa nyeri bila ditekan.
Pemeriksaan Axilla dan kelenjar infra serta supraclavicular:
Pakailah tangan kanan untuk memeriksa axilla kiri.
Pemeriksaan axilla/ketiak kanan dilakukan dengan tangan kiri, jadi

kebalikan dengan pemeriksaan ketiak kiri.


Hasil pemeriksaan, apakah teraba kelenjar dan berapa cm ukurannya,

apakah kelenjar saling melekat atau tidak, adakah rasa nyeri.


Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan pada daerah infraclavicular dan

supraclavicular kanan dan kiri.


Pemeriksaan paling akhir adalah memijit puting susu . Perhatikan apakah

ada cairan yang keluar, warnanya, konsistensinya (encer atau kental atau

berdarah).2
Pemeriksaan payudara sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Para wanita

yang sedang haid sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke 5-7

setelah masa haid bermula, ketika payudara sedang mengendur dan terasa

lebih lunak. Para wanita yang telah berusia 20 tahun dianjurkan untuk

mulai melakukan SADARI bulanan dan CBE tahunan, dan harus

melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah

memasuki usia 40 tahun.3


b. Penunjang
Pemeriksaan Patologi - Biopsi

5
Diagnosis berdasarkan pemeriksaan terhadap sediaan potong beku yang

kemudian diikuti dengan mastektomi segera, dilakukan bila ditemukan

kanker, yang masih mungkin dilakukan pembedahan terhadapnya.4


a. Biopsi rutin. Secara optimal, biopsi diadakan dengan anestesi lokal,

ialah dengan lidokain 1% + epinefrin. Untuk penderita yang sangat

gelisah, sedasi ringan dapat membantu (misal dengan diazepam 10

mg). Pada awalnya hanya garis insisi kulit yang dianestesi. Penting

diingat, bahwa segmen yang akan dibiopsi tak boleh dianestesikan

dengan infiltrasi yang jauh ke dalam jaringan, karena epinefrin

menyebabkan spasme pembuluh darah kecil, mengakibatkan titik-

titik perdarahan yang sulit dikenali. Sekali dibuat insisi, cairan

jaringan yang mengeras dan dilakukan diseksi yang cermat dengan

pisau kecil, Payudara umumnya tak peka/tak nyeri pada pemotongan

jaringan, tetapi sangat peka terhadap regangan atau tekanan. Oleh

karena itu diperlukan anestesi lokal yang sangat sedikit jumlahnya,

kecuali area kecil yang berisi pembuluh darah, karena pembuluh

darah ini dan serabut saraf disekitarnya sangat peka.

Elektrokoagulasi adalah sangat nyeri, dan ini tak boleh menjadi

pilihan pertama. Luka kemudian ditutup dengan jahitan subkutis

yang dapat diserap dengan plester kertas dikulit; pengaliran

(drainase) di kontraindikasikan.4
b. Biopsi dengan jarum halus. Bila pada mamografi terdapat lesi yang

mencurigakan, dapat dilakukan penempatan jarum, yang disusul

dengan mamografi kedua, untuk memastikan bahwa jarum telah

6
terpasang dengan benar; kemudian biru metilen (0,1 ml) diinjeksikan

melalui jarum, untuk mewarnai lesi dan jaringan sekitarnya. Jarum

dibiarkan tertinggal pada payudara setelah dilakukan insisi, dan

dipergunakan sebagai penunjuk untuk melokalisasi dan

memindahkan jaringan yang terwarnai. Foto sinar X dilakukan pada

jaringan yang didapat, untuk memastikan bahwa lesi mamografi

memang terdapat disana, dan sediaan kemudian diserahkan pada ahli

patologi. Teknik lokalisasi dengan jarum ini dapat digunakan untuk

biopsi-biopsi yang diadakan dibawah anestesi lokal atau umum.4

Fibroadenoma biasanya ditemukan pada kuadran luar atas,

merupakan lobul yang berbatas jelas, mudah digerakkan dari

jaringan sekitarnya. Makroskopik tampak suatu tumor yang

bersimpai, berwarna putih keabu-abuan, pada penampang tampak

jaringan ikat yang berwarna putih, kenyal serta tampak bagian-

bagian yang menonjol ke permukaan berwarna kekuning kuningan

jernih, merupakan komponen kelenjar. Besarnya 2-6 cm. Gambaran

histologik menunjukkan stroma dengan proliferasi fibroblas yang

mengelilingi kelenjar dan rongga kistik yang dilapisi epitel. Jaringan

ikat dapat menunjukkan gambaran miksomatosa.4


Menurut gambaran histologiknya fibroadenoma dibagi atas:5

1. Fibroadenoma pericanalicular
Kelenjar berbentuk bulat atau lonjong dilapisi epitel selapis atau

beberapa lapis.

7
Gambar 2. Fibroadenoma pericanaliculare
2. Fibroadenoma intracalicular
Jaringan ikat mengalami proliferasi lebih banyak, sehingga

kelenjar berbentuk panjang-panjang atau tidak teratur dengan

lumen yang sempit atau menghilang.


Berbentuk lobulus-lobulus stroma miksoid berwarna biru pucat.

Tampak hanya kelenjar-kelenjar yang saling berdesakan.

Gambaran tersebut sering ditemukan pada mammae lactans dan

disebut lactating adenoma.5

Gambar 3. Fibroadenoma intracanalicular


Pemeriksaan Radiologi
1. Mamografi
Lesi ganas tipikal memperlihatkan gambaran stelata dan batas yang

tak reguler; dan sering berisi kelompokan-kelompokan

mikrokalsifikasi yang berspikula. Lesi jinak mempunyai batas tegas

dan bulat; bila ada kalsifikasi, maka kalsifikasi ini akan berbentuk

bulat dan jarang berkelompok. Keakuratan mamografi adalah sekitar

90%, dalam hal mendeteksi apakah suatu lesi itu jinak atau ganas.

Sayangnya, mamografi kurang akurat pada jaringan payudara yang

8
padat, karena mamografi bergantung pada perbedaan radiodensitas

antara lesi (padat) dengan jaringan lemak disekitarnya (lebih

radiolusen). Pada wanita muda, secara radiologi acapkali terlihat

densitas tinggi, dan pada kelompok usia ini mamografi relatif sering

menghasilkan negatif semu. Mamografi yang negatif, tidak

menyingkirkan kanker, khususnya pada wanita muda. Dosis radiasi

bervariasi, sesuai dengan teknik yang dipakai (misal 0,5 rad/gambar

xeromamogram dan film-film pembesaran 0,1 rad/film untuk film

rutin, dan 0,05 rad/film untuk film seleksi/ skrining dengan dosis

rendah).6
2. Ultrasonografi
Cara ini sedang dalam pertimbangan untuk mendeteksi lesi-lesi

payudara. Data-data yang masih sangat dini, mengesankan bahwa

mamografi lebih akurat mendeteksi kanker, tetapi ultrasonografi

mungkin dapat melengkapi.6


3. Termografi
Tergantung pada perbedaan temperatur kulit payudara, untuk

mendeteksi hal dibawahnya. Termografi mendeteksi sekitar 60%

keganasan, dan ini pun biasanya merupakan kasus yang sudah lanjut,

yang dengan mudah dapat dideteksi dengan cara lain.6


4. MRI
Merupakan teknik yang baru digunakan. MRI dilakukan pada pasien

usia muda, karena gambaran mamografi yang kurang jelas pada

payudara wanita muda, untuk mendeteksi adanya rekurensi dini

keganasan payudara yang dari pemeriksaan fisik.6


Pemeriksaan Laboratorium

9
Tes laboratorik rutin, hanya memperlihatkan sedikit arti pada

pemeriksaan penyakit payudara, kecuali pada penderita dengan kanker

yang telah lanjut.7


Belum ada pemeriksaan darah yang digunakan untuk mendeteksi

adanya kanker payudara. Petanda tumor (Tumor Marker/TM) ialah

molekul protein berupa enzim, hormon dan lain-lain, yang dalam keadaan

normal tidak atau sedikit sekali diproduksi oleh sel tubuh. TM merupakan

salah satu penunjang pemeriksaan kanker tertentu baik screening,

menegakkan diagnosis, prognosis, pemantauan hasil pengobatan, dan juga

deteksi kekambuhan. Pemeriksaan petanda tumor untuk payudara yang

menggunakan sampel darah yaitu CA 15-3 tidak digunakan untuk

mendeteksi atau menegakkan diagnosis kanker. Pemeriksaan CA 15-3

dilakukan bila diagnosis kanker sudah ditegakkan dan lebih banyak

digunakan untuk monitor terapi serta progresivitas kanker.7


Diagnosis
a. Working Diagnosis: Fibroadenoma Mammae Sinistra
Payudara terdiri dari berbagai struktur:8
parenkim epitelial
lemak, pembuluh darah, saraf dan saluran getah bening
otot dan fascia

Gambar 4. Fibroadenoma mammae

Fibroadenoma mammae adalah suatu neoplasma jinak berbatas

tegas, padat kenyal, berkapsul dan lesi payudara terlazim dalam wanita

10
muda (berusia di bawah 25 tahun). Setelah menopause, tumor tersebut

tidak lagi ditemukan. Pada masa remaja, fibroadenoma dapat dijumpai

dalam ukuran yang besar. Sebagian besar (80%) tunggal. Biasanya

neoplasma tampil sebagai massa payudara mobile, lobulasi tidak nyeri

tekan, kenyal seperti karet berukuran 1-4 cm. Ia tergantung hormon

dan bisa berfluktuasi dalam diameter sebanyak 1 cm dibawah

pengaruh estrogen haid normal, kehamilan, laktasi atau penggunaan

kontrasepsi oral. Pertumbuhan cepat bisa jelas selama kehamilan atau

laktasi. Terapi dengan biopsi eksisi dan harus dinasehatkan karena

jarang regresi involusional. Penampilan makroskopik berbeda dari

yang karena tumor mammae apa pun. Tepinya tajam dan permukaan

potongannya putih keabu-abuan sampai merah muda dan homogen

secara makroskopik. Secara histologi, ada susunan lobulus

perikanalikular yang mengandung stroma padat dan epitel proliferatif.

Varian bisa memperlihatkan proliferasi epitel yang jelas dari kelenjar

matang tak teratur yang dikemas padat dengan epitel sekresi.8

Gambar 5. Gambaran makroskopik fibroadenoma mammae

Fibroadenoma mammae yang dikeluarkan selama laktasi cukup

selular dan telah dikelirukan pada potongan beku dengan

adenokarsinoma berdiferensiasi baik. Ahli patologi yang memeriksa

11
suatu fibroadenoma yang dikeluarkan selama kehamilan harus selalu

diinformasikan bahwa lesi berasal dari payudara laktasi.8,9


Penanganan fibroadenoma mammae adalah melalui pembedahan

pengangkatan tumor. Spesimen diperiksa untuk menyingkarkan adanya

keganasan. Sistosarkoma pyloides merupakan salah satu tipe dari

fibroadenoma yang dapat kambuh jika tidak diangkat dengan

sempurna.9
Faktor-faktor predisposisi: usia <30 tahun, jenis kelamin, hereditas,

lesi prekanker.10
b. Differential Diagnosis: Kista Payudara, Abses Payudara, Tumor

Filodes, Kanker Payudara9


Tabel 1. Diagnosis banding Fibroadenoma mammae
(sumber: Price SA, Wilson LM. Patofisiologi. Volume 2 Edisi 6. Jakarta:

EGC. 2005)

Penyakit Penjelasan

A. Kista Payudara Gejala: Terasa nyeri bila dipalpasi, massa berbatas jelas,

mobile, berisi cairan (keruh dan debris).

Massa kista dipastikan dengan aspirasi dan USG.


Etiologi: Belum jelas, kemungkinan akibat perubahan

hormonal.
Epidemiologi: Pada usia dekade kelima, menurun

setelah wanita melewati menopause.


Kista payudara berasal dari destruksi dan dilatasi

lobulus dan duktus terminalis payudara.

Kista dapat tunggal atau multipel, unilateral atau

bilateral.

Perkembangan keganasan dari kista payudara sangat

12
jarang sekitar 0,1%.
Infeksi-infeksi bakterial sering terjadi pada pascapartum

semasa awal laktasi jika organisme berhasil masuk dan

mencapai jaringan payudara melalui fisura pada puting.


B. Abses payudara Organisme yang paling sering adalah Staphilococcus

aureus.
Payudara menjadi merah, panas jika disentuh,

membengkak, dan nyeri tekan.


Gejala: Demam tinggi, menggigil dan malaise.
Benjolan jinak yang biasanya soliter (satu) dan biasanya

ditemukan pada kelenjar utama dekat puting pada lokasi

subareolar (sekitar puting).


Papiloma intraduktal sering terjadi pada dekade ke-4.
Papiloma Gejalanya berupa keluarnya cairan berupa darah dari
C.

Intraduktal salah satu payudara tanpa terabanya massa atau benjolan

di payudara.
Penyebab tersering hal tersebut adalah papiloma

intraduktal. Benjolan yang ada tidak teraba karena

biasanya berukuran < 5 mm.

D. Tumor Filoides Neoplasma jinak, berasal dari jaringan penyokong

nonepitel, bersifat menyusup secara lokal dan mungkin

ganas (10-15%).

Pertumbuhannya cepat, ditemukan dalam ukuran besar.


Epidemiologi: Terdapat pada semua usia, kebanyakan

pada usia sekitar 30 tahun.


Penanggulangan adalah eksisi luas. Jika tumor sudah

besar dilakukan mastektomi simpel. Bila tumor ganas,

13
dilakukan mastektomi radikal walaupun mungkin

bermetastasis secara homogen seperti sarkoma.10


Adanya hiperplasia epitel, terutama hiperplasia atipikal

dalam penyakit fibrokistik, berkaitan dengan

peningkatan resiko berkembangnya kanker payudara.


Kanker payudara mengenai 1 dari 8 perempuan dengan

lama hidup 85 tahun dan merupakan penyebab utama

kedua kematian akibat kanker di AS.


Satu dari sejumlah indikator prognostik kanker

payudara yang paling penting adalah ada tidaknya

metastasis kelenjar getah bening aksilar.


Pengobatan pembedahan kanker payudara meliputi

berbagai derajat eksisi terapi tambahan (terapi radiasi,


E. Kanker Payudara
kemoterapi, atau terapi hormonal) bila terdapat resiko

rekurensi yang tinggi.


Faktor-faktor yang berkaitan dengan meningkatnya

resiko kanker payudara adalah letak geografis, kanker

payudara familial (terutama memiliki gen BRCA-1 atau

BRCA-2), penyakit payudara proliferatif, awitan dini

menarke, kelahiran anak pertama yang lama,

menopause lambat, hormon estrogen, dan faktor diet

(obesitas dan asupan alkohol tinggi).9

14
Gambar 6. Perbedaan kelainan tumor payudara

Etiologi
Penelitian saat ini belum dapat mengungkap secara pasti apa penyebab

sesungguhnya dari fibroadenoma mammae, namun diketahui bahwa pengaruh

hormonal sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dari fibroadenoma mammae,

hal ini diketahui karena ukuran fibroadenoma dapat berubah pada siklus

menstruasi atau pada saat kehamilan. Perlu diingat bahwa tumor ini adalah tumor

15
jinak, dan fibroadenoma ini sangat jarang atau bahkan sama sekali tidak dapat

menjadi kanker atau tumor ganas.11

Faktor genetika: Adanya kecenderungan pada keluarga tertentu yang

menderita kanker. Pada kembar monozigot terdapat kanker yang sama.

Terdapat kesamaan lateralis kanker payudara keluarga dekat dari penderita

kanker payudara.

Pengaruh hormon: Fibroadenoma mammae umumnya pada wanita, biasanya

ukuran akan meningkat pada saat menstruasi atau pada saat hamil karena

produksi hormon estrogen meningkat. Pada laki-laki kemungkinannya sangat

rendah. Pengobatan hormonal banyak yang memberikan hasil pada kanker.

Makanan: Makanan yang banyak mengandung lemak dan zat kimia (belum

diketahui pasti).

Radiasi daerah dada: Radiasi dapat menyebabkan mutasi gen.


Epidemiologi
Fibroadenoma mammae biasanya terjadi pada wanita usia muda, yaitu

pada usia sekitar remaja atau sekitar 20 tahun. Berdasarkan laporan dari NSW

Breats Cancer Institute, fibroadenoma umumnya terjadi pada wanita dengan usia

21-25 tahun, kurang dari 5% terjadi pada usia di atas 50 tahun, sedangkan

prevalensinya lebih dari 9% populasi wanita terkena fibroadenoma. Sedangkan

laporan dari Western Breast Services Alliance, fibroadenoma terjadi pada wanita

dengan umur antara 15 dan 25 tahun, dan lebih dari 1 dari 6 (15%) wanita

mengalami fibroadenoma dalam hidupnya. Namun, kejadian fibroadenoma dapat

terjadi pula wanita dengan usia yang lebih tua atau bahkan setelah menopause,

tentunya dengan jumlah kejadian yang lebih kecil dibanding pada usia muda.11

16
Patofisiologi
Fibroadenoma mammae bukan merupakan satu-satunya penyakit pada

payudara, namun insiden kasus tersebut tinggi, tergantung pada jaringan payudara

yang terkena, estrogen dan usia permulaan. Tumor dapat terjadi karena mutasi

dalam DNA sel. Penimbunan mutasi merupakan pemicu munculnya tumor.

Penimbunan mutasi di jaringan fibrosa dan jaringan epitel dapat menyebabkan

proliferasi sel yang abnormal sehingga akan tampak tumor yang membentuk

lobus- lobus hal ini dikarenakan terjadi gangguan pada nukleus sel yang

menyebabkan sel kehilangan fungsi deferensiasi yang disebut anaplasia. Dengan

rangsangan estrogen fibroadenoma mammae ukurannya akan lebih meningkat hal

ini terlihat saat menstruasi dan hamil. Nyeri pada payudara disebabkan karena

ukuran dan tempat pertumbuhan fibroadenoma mammae. Karena fibroadenoma

mammae tumor jinak maka pengobatan yang dilakukan adalah dengan

mengangkat tumor tersebut, untuk mengetahui apakah tumor itu ganas atau tidak

tumor yang sudah diambil akan dibawa ke laboratorium patologi untuk

pemeriksaan lebih lanjut.8


Gejala Klinis
Neoplasma berbatas tegas, padat, berkapsul dan lesi payudara pada wanita

berusia di bawah 25 tahun.


80% tunggal.
Massa payudara mobile, lobulasi tidak nyeri tekan, kenyal seperti karet

berukuran 1-4 cm.


Tergantung hormon dan bisa berfluktuasi dalam diameter 1 cm dibawah

pengaruh estrogen haid normal, kehamilan, laktasi atau penggunaan

kontrasepsi oral.
Pertumbuhan cepat selama kehamilan atau laktasi.

17
Tepinya tajam dan permukaan potongannya putih keabu-abuan sampai merah

muda dan homogen.8


Penatalaksanaan
Pembedahan.
Fibroadenoma mammae adalah lesi jinak yang sering mengenai

perempuan selama masa reproduksi. Meskipun tergolong tumor jinak,

fibroadenoma dapat menimbulkan cacat fisik karena ukurannya yang besar

dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau gangguan emosi pada

individu yang terkena. Pilihan penanganan konvensional bagi wanita yang

didiagnosis dengan suatu fibroadenoma meliputi observasi atau eksisi bedah.

Dua pendekatan yang lebih baru, percutaneous excision dan in situ

cryoablation, telah dikembangkan dan kurang invasif dari eksisi bedah.8


Pada kebanyakan pasien dengan fibroadenoma, pendekatan yang ideal

adalah konfirmasi dengan percutaneous core biopsy dan follow-up secara

konservatif. Karena potensi ganas dari fibroadenoma sangat rendah,

pengobatan tidak diperlukan atas dasar onkologis. Pendekatan konservatif

merupakan penanganan yang paling murah dan menurunkan morbiditas

dengan baik. Sebuah fibroadenoma yang tergolong minor akan menghilang

tanpa pengobatan; dengan lesi yang tersisa dapat meningkat dalam ukuran

atau tetap tidak berubah.8


Karena fibroadenoma dapat mengganggu untuk beberapa pasien,

menyebabkan cacat fisik, ketidaknyamanan atau gangguan emosi, ahli bedah

payudara kebanyakan akan menghormati preferensi pasien terhadap

penanganan yang akan dilakukan. Biopsi terbuka dengan eksisi merupakan

penanganan yang efektif untuk kasus ini tetapi ini merupakan pilihan yang

mahal karena biaya ruang operasi dan waktu istirahat dari pekerjaan. Eksisi

18
Terbuka mungkin masih menjadi pilihan terbaik dalam beberapa kasus

berdasarkan ukuran besar fibroadenoma atau penilaian ahli bedah atau

preferensi pasien.8
Penelitian telah menunjukkan bahwa percutaneous excision fibroadenoma

dengan bantuan USG merupkan prosedur yang aman, efektif dan ditoleransi

oleh pasien. Bagi wanita yang lebih memilih pengangkatan lesi, prosedur ini

menawarkan morbiditas, biaya, waktu kerja dan dampak kosmetik yang

minimal. Percobaan multi-institusi menunjukkan cryoablation menjadi

pilihan tepat untuk resolusi fibroadenoma tanpa eksisi bedah. FDA telah

menyetujui penggunaan cryoablation sebagai terapi yang aman dan efektif

untuk fibroadenoma. Hasil cryoablation telah diikuti selama empat tahun dan

menunjukkan prosedur aman, berkhasiat, dan tahan lama.8


Teknik cryoablation menggunakan panduan USG untuk menyelidiki

secara tiga dimensi pusat dari fibroadenoma tersebut. Klinisi yang

menggunakan teknik ini dan/atau percutaneous excisional biopsy harus

terampil dalam USG payudara seperti yang direkomendasikan oleh American

Society of Breast Surgeons.8


Kedua teknik, dalam keadaan terdapat tumor jinak, memiliki risiko rendah

untuk pasien, jika diperlukan, reseksi bedah lanjutan dapat dilakukan bila

eksisi tidak lengkap atau penanganan gagal.8


American Society of Breast Surgeons merekomendasikan kriteria berikut

untuk menentukan pasien sebagai kandidat potensial untuk cryoablation atau

eksisi percutaneous dari fibroadenoma:8


1. Lesi harus terlihat melalui USG
2. Diagnosis fibroadenoma harus dikonfirmasi secara histologis
3. Lesi harus kurang dari 4 cm dari diameter terbesar

19
Kontraindikasi untuk cryoablation atau eksisi perkutan dari fibroadenoma

payudara

meliputi:8

1. Diagnosis biopsi inti sugestif ke arah tumor cystosarcoma phyllodes atau

keganasan lainnya
2. Visualisasi lesi oleh USG kurang
3. Diagnosis dari biopsi inti fibroadenoma mana diagnosis dianggap sumbang

dengan temuan pada pencitraan atau pemeriksaan fisik. Pasien

cryoablation menjalani atau eksisi perkutan dari fibroadenoma harus

memiliki klinis tindak lanjut oleh dokter yang merawat.

Bedah kuratif mungkin dilakukan ialah mastektomi radikal, dan bedah

konservatif merupakan eksisi tumor luas.8


Terapi kuratif dilakukan jika tumor terbatas pada payudara dan tidak ada

infiltrasi ke dinding dada dan kulit mammae atau infiltrasi dari kelenjar limfe

ke struktur sekitarnya. Tumor disebut mampu-angkat (operable) jika dengan

tindakan bedah radikal seluruh tumor dan penyebarannya dari kelenjar limfe

dapat dikeluarkan.8
Bedah radikal menurut Halsted meliputi pengangkatan payudara dengan

sebagian besar kulitnya, m. pektoralis mayor, m. pectoralis minor, dan semua

kelenjar aksila sekalligus. Pembedahan ini merupakan pembedahan baku

sejak permulaan abad ke-20 hingga tahun lima puluhan.8


Setelah tahun enam puluhan biasanya dilakukan operasi radikal yang

dimodifikai oleh Patey. Pada operasi ini, m. pektoralis mayor dan minor

dipertahankan jika tumor jelas bebas dari otot tersebut.8


Sekarang biasanya dilakukan pembedahan kuratif dengan

mempertahankan payudara. Bedah konservatif ini selalu ditambah diseksi

20
kelenjar aksila dan radioterapi pada sisa payudara tersebut. Tiga tindakan

tersebut merupakan satu paket terapi yang harus dilaksankan serentak. Secara

singkat paket tindakan tersebut disebut terapi dengan mempertahankan

payudara. Syarat mutlak untuk operasi ini adalah tumor merupakan tumor

kecil dan tersedia sarana radioterapi yang khusus (megavolt) untuk

penyinaran. Penyinaran diperlukan untuk mencegah kambuhnya tumor di

payudara dari jaringan tumor yang tertinggal atau dari sarang tumor lain

(karsinoma multisentrik).8
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada saat terakhir biasanya

dilakukan bedah radikal yang dimodifikasi (Patey). Bila ada kemungkinan

dan tersedia sarana penyinaran pasca bedah, dianjurkan terapi yang

mempertahankan payudara, yaitu berupa lumpektomi luas, segmentektomi,

atau kuadrantektomi dengan diseksi kelenjar aksila, yaitu terapi kuratif

dengan mempertahankan payudara.8


Bila dilakukan pengangkatan mammae, pertimbangkan kemungkinan

rekonstruksi mammae dengan implantasi prosthesis atau cangkok flap

muskulokutan. Implantasi prosthesis atau rekonstruksi mammae secara

cangkok dapat dilakukan sekaligus dengan bedah kuratif atau beberapa waktu

setelah penyinaran, kemoterapi setelah adjuvant atau rehabilitasi penderita

selesai. Jika masalah ini tidak mungkin atau tidak dipilih, usahakan prostesi

eksterna, yaitu prosthesis buatan yang disanggah oleh kutang. Bentuk dan

beratnya disesuaikan dengan bentuk dan berat payudara di sisi lain.

Komplikasi
Simple Fibroadenoma

21
Kebanyakan jenis fibroadenoma adalah simple fibroadenoma. Massa ini

memiliki tepi yang berbeda dan sel tampak sama. Simple fibroadenoma tidak

meningkatkan risiko kanker payudara, terutama jika tidak memiliki riwayat

keluarga pengidap keganasan payudara.12

Complex Fibroadenoma
Fibroadenoma ini berisi kista, pembesaran lobulus lobulus (adenosis) atau

sedikit padat, jaringan opak (kalsifikasi). Complex fibroadenoma juga tidak

berubah menjadi ganas, tetapi ini meningkatkan resiko kanker payudara.12


Pencegahan13
Pencegahan Primer
Modifikasi Gaya Hidup
Di AS, menurut studi populasi menyatakan bahwa gaya hidup (seperti

penggunaan tembakau, konsumsi alkohol) merupakan hal utama dalam

menghindari kematian akibat kanker.13


Adanya program terarah pada penghentian merokok serta penerimaan

sosial, dapat menjadi strategi dalam usaha menolong pasien. Risiko dapat

menurun tiap tahun setelah berhenti merokok. Selain itu, diet merupakan

bagian penting dalam pencegahan primer kanker. Studi epidemiologi

menyatakan bahwa asupan buah buahan dan sayuran dapat menjadi

proteksi yang potensial dalam menurunkan resiko kanker.


Banyaknya asupan lemak atau asam lemak tertentu (terutama lemak

jenuh), obesitas atau tingginya Indeks Massa Tubuh (IMT), dapat

meningkatkan risiko keganasan payudara, colon, prostat dan paru paru.


Chemoprevention
Merupakan pencegahan dengan menggunakan bahan kimia yang

menghambat/mengganggu proses karsinogenik. Contoh senyawa yang

biasa digunakan antara lain: isoretinoin & asyclic retinoids, apirin

22
(NSAID lain), beta karoten & vitamin E, kalsium & selenium, tamoxifen,

raloxifen.
Pencegahan Sekunder (Deteksi Dini)
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) oleh seorang wanita sebulan sekali

sekitar hari ke-8 menstruasi dapat dianjurkan. Pemeriksaan oleh dokter bila

ada yang dicurigai, dan bila seseorang tergolong dalam risiko tinggi,

diperlukan pada waktu tertentu, terutama bila usianya di atas 35 tahun. Bila

perlu dapat dibuat mammografi. Apakah mammografi perlu dilakukan secara

rutin masih dipertanyakan mengingat bahwa bahaya radiasi sendri, kecuali

dengan alat rontgen penyaring yang mutakhir.13


Prognosis
Jarang terjadi transformasi dari fibroadenoma menjadi kanker.

Fibroadenoma sering mengalami resolusi, didukung dengan pendekatan

konservatif dan management follow up.


Pada sebuah studi yang diikuti oleh wanita muda menginjak 29 tahun,

mengalami regresi atau resolusi yang komplit dari fibroadenoma berkisar 16-59%.

Selain itu, life time bagi penderita fibroadenoma kurang lebih 5 tahun. 50%

diantaranya tidak mengalami regresi spontan, setengahnya tidak mengalami

perubahan sedangkan 25% diantaranya bertambah ukurannya selama follow up.

Wanita dengan fibroadenoma mempunyai resiko yang cukup tinggi resiko kanker

payudara pada kehidupan ke depannya. benjolan yang tidak dieksisi harus selalu

difollow up secara rutin dengan pemeriksaan fisik dan tes imaging, serta

mengikuti anjuran dokter.


Penutup
Kesimpulan
Fibroadenoma mammae adalah suatu neoplasma jinak berbatas tegas,

padat, berkapsul, dan lesi payudara terlazim pada wanita berusia di bawah 25

23
tahun. Diduga bahwa penyebabnya adalah adanya sensitivitas terhadap hormon

estrogen. Terapi dengan biopsi eksisi, hal ini untuk mencegah semakin besarnya

lesi jinak ini. Fibroadenoma mammae merupakan penyakit yang biasa mengenai

wanita berusia muda. Jadi sebaiknya dilakukan langkah pencegahan. Dan yang

paling penting adalah melakukan pencegahan berupa pemeriksaan payudara

sendiri (teknik SADARI) bulanan dan CBE tahunan dan melakukan pemeriksaan

mamografi setahun sekali jika sudah memasuki usia 40 tahun.

Daftar Pustaka

1. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata MK, Setiati S. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam. Anamnesis. Jilid I Edisi 5. Jakarta: Interna Publishing.

2009; 25-27.
2. Naland H. Buku Panduan Keterampilan Medik. Keterampilan Pemeriksaan

Payudara. FK UKRIDA. 2010; 47-54.


3. Bickley CS, Szilagyi PG. Buku Ajar Bates. Teknik Pemeriksaan Payudara

Wanita. Edisi 8. Jakarta: EGC. 2009; 311.


4. King T. Pathology. Philadelphia: Mobsby Elsevier. 2007; 329.
5. Mangunkusumo R. Patologi. Alat Kelamin Wanita dan Payudara. Jakarta:

Bagian Patologi Anatomi FKUI. 2004; 332.

24
6. Michaell MJ. Textbook of Radiology and Imaging. The Breast. Volume 11

Edisi 7. Philadelphia: Elsevier. 2003; 1464-1465.


7. Hillman R, Ault K, Rinder H. Hematology in Clinical Practice. Edisi 4.

Philadelphia: McGrawHill. 2005.


8. Sabiston DC. Buku Ajar Bedah. Payudara. Bagian 1. Jakarta EGC. 1995;

365-414.
9. Price SA, Wilson LM. Patofisiologi. Payudara. Volume 2 Edisi 6. Jakarta:

EGC. 2005; 1301-1310.


10. Sjamsuhidayat R. de Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Payudara. Edisi 3.

Jakarta: EGC. 2011; 471-497.


11. Henderson C. Harrison Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Kanker

Payudara. Volume 4 Edisi 13. Jakarta: EGC. 2000; 2045-2046.


12. Complication of fiboadenoma. Diunduh dari www.MayoClinic.com. 16

April 2012.
13. Rugo HS. Current Diagnosis & Treatment. 18 th edition. Cancer. Lange

Medical Books/Mc Graw Hill. 2007; 1589.

25