Anda di halaman 1dari 11

1.

DEFINISI

Kista sarcoma filodes (tumor filodes) adalah fibroadenoma yang tumbuh meliputi

seluruh mammae. Tumor filodes juga merupakan suatu neoplasma jinak yang

bersifat menyusup (invasive) secara lokal dan dapat menjadi ganas (10-15%) dan

(80-95%) jinak. Pertumbuhannya cepat dan dapat ditemukan dalam ukuran yang

besar. Tumor ini timbul biasanya pada umur 35-40 tahun, Tumor filodes ini dapat

berukuran kecil sekitar 3-4 cm, dan dapat pula dalam ukuran yang sangat besar

dan membuat payudara menjadi besar (bengkak).

Nama kista sarcoma filodes berasal dari Muller (1838) karena mengandung kista-

kista besar diantaranya banyak sekali jaringan ikat sehingga waktu itu diduga

sarkoma. Di permukaan tumor terdapat banyak jaringan sperti lembaran-lembaran

buku (phyllon).

ETIOLOGI

Tumor filodes secara nyata berhubungan dengan fibroadenoma dalam beberapa

kasus, karena pasien dapat memiliki kedua lesi dan gambaran histologis, kedua

lesi mungkin terlihat pada tumor yang sama. Namun, apakah tumor filodes

berkembang dari fibroadenoma atau keduanya berkembang bersama-sama, atau

apakah tumor filodes dapat muncul de novo, tidaklah jelas. Noguchi dan kolega

telah mempelajari pertanyaan ini dengan analisis klonal dalam tiga kasus dimana

fibroadenoma dan tumor filodes diperoleh berurutan dari pasien yang sama. Pada

masing-masing kasus, kedua tumor monoklonal dan memperlihatkan alel inaktif

yang sama. Mereka berargumen dengan meyakinkan bahwa tumor filodes


memiliki asal yang sama dengan fibroadenoma, fibroadenoma tertentu dapat

berkembang menjadi tumor filodes.

3. PATOFISIOLOGIS

Bermula dari intralobular stroma dan jarang disebabkan oleh fibroadenoma.

Tumor payudara ini biasanya tumbuh cepat, terkadang jinak, terkadang di batas

antara jinak dan ganas dan terkadang ganas.

Tumor filodes (sistosarkoma filoides) merupakan suatu neoplasma jinak yang

bersifat menyusup (invasive) secara local dan dapat menjadi ganas (10-15%).

Pertumbuhannya cepat dan dapat ditemukan dalam ukuran yang besar. Tumor ini

terdapat pada semua usia, tetapi kebanyakan terdapat pada usia sekitar 45 tahun.

Tumor filodes ini dapat berukuran kecil sekitar 3-4 cm, dan dapat pula dalam

ukuran yang sangat besar dan membuat payudara menjadi besar (bengkak).

Tumor filodes merupakan neoplasma non-epitelial payudara yang paling sering

terjadi, meskipun hanya mewakili 1% dari tumor payudara. Tumor ini memiliki

tekstur halus, berbatas tajam dan biasanya bergerak secara bebas.Tumor ini adalah

tumor yang relatif besar, dengan ukuran rata-rata 5 cm. Namun, lesi yang > 30 cm

pernah dilaporkan.

4. TANDA DAN GEJALA KLINIS

Adapun tanda dan gejala dari kista sarcoma filodes yaitu:

a. Kulit di atas tumor mengkIiap, regang, tipis, merah dan pembuluh-pembuluh

balik melebar & panas

b. Jarang terjadi mestastasis (pembesaran kelenjar regional) hal ini yang menjadi

petunjuk untuk membedakan tumor ini dari kanker karena jarang sekali kita
menemukan kanker payudara dengan ukuran diameter 10 15 cm yang tidak

bermestastasis dan menginfiltrasi kulit atau toraks

c. Tumor tumbuh cepat, nekrosis dan radang pada kulit

d. Tumor ini memiliki tekstur halus, berbatas tajam dan biasanya bergerak secara

bebas. Tumor ini adalah tumor yang relatif besar, dengan ukuran rata-rata 5 cm

Haagensen melaporkan kira-kira satu tumor filodes untuk setiap 40 fibroadenoma.

Distribusi usia luas, dari 10-90 pada seri Haagensen dari 84 pasien, namun dengan

mayoritas antara 35 dan 55 tahun. Tumor bilateral sangat jarang, meskipun sebuah

kasus luar biasa dari tiga buah tumor terpisah pada jaringan payudara ektopik

aksila bilateral juga payudara normal telah dilaporkan. Tumor filodes jarang pada

pasien dibawah usia 20 tahun, ketika muncul untuk memberikan reaksi terutama

dengan cara jinak, tanpa memperhatikan corak histologis. Juga telah dijelaskan

dalam kelenjar mirip mammae di vulva, payudara pria dan di prostat dan vesikula

seminalis.

Kebanyakan tumor tumbuh dengan cepat menjadi ukuran besar sebelum pasien

datang, namun tumor-tumor tidak menetap dalam arti karsinoma besar.Hal ini

disebabkan mereka khususnya tidak invasif; besarnya tumor dapat menempati

sebagian besar payudara, atau seluruhnya, dan menimbulkan tekanan ulserasi di

kulit, namun masih memperlihatkan sejumlah mobilitas pada dinding dada.

5. PENATALAKSANAAN

Tindakan: Karena potensi ganas dan lebih radikal dari fibroadenoma, biasanya

dilakukan mastektomi, dengan pengangkatan fasia pektoralis

b. Pascabedah diberi radiasi


c. Usia penting dalam manajemen lesi-lesi ini. Dibawah umur 20, semuanya

harus diterapi dengan enukleasi, karena mereka hampir selalu berperilaku dalam

sikap jinak

d. Terapi Bedah

Pada kebanyakan kasus cystosarcoma phylloides, melakukan eksisi luas normal,

dengan lingkaran jaringan normal.Tidak terdapat aturan tentang besarnya batas.

Namun, batas 2 cm untuk tumor kecil (< 5 cm) dan batas 5 cm untuk tumor besar

(> 5 cm) telah dianjurkan.

Lesi tidak seharusnya "dikupas keluar", seperti yang mungkin dilakukan dengan

fibroadenoma, atau angka rekurensi tanpa dapat diterima jadi meningkat.

a) Jika tumor terhadap rasio payudara cukup tinggi untuk menghindarkan hasil

kosmetik yang memuaskan dengan eksisi segmental, mastektomi total, dengan

atau tanpa rekonstruksi, adalah sebuah alternative

b) Prosedur yang lebih radikal tidak secara umum dibenarkan

c) Melakukan diseksi nodus limfatikus aksila hanya untuk nodus yang dicurigai

secara klinis. Namun, sebenarnya semua nodus ini reaktif dan tidak mengandung

sel-sel maligna
6. DETEKSI DINI

Sadari

Sadari adalah pemeriksaan payudara yg di lakukan sendiri oleh tiap wanita dengan

cara tertentu secara berkala tiap bulan. Sadari dapat membantu menemukan

kelainan atau penyakit payudara yang kemudian harus di pastikan oleh dokter.

Waktu yang paling tepat untuk melakukan sadari adalah sekitar semiggu setelah

hari terakhir menstruasi dengan cara:

a. Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada

payudara.Biasanya kedua payudara tidak sama besar, putting tidak terletak pada
ketinggian yang sama.Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan atau putting

susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari

putting susu segeralah pergi ke dokter

b. Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua

payudara.Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah dan periksa

lagi. Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tanggan kiri di belakang kepala

dan sebuah bantal di bawah bahu kiri.Rabalah payudara kiri dengan telapak dan

jari jari tangan kanan.Periksalah apakah ada benjolan pada payudara.Kemudian

periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri

d. Periksalah dan rabalah putting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar

susu bila diraba dengan telapak jari jari tangan akan terasa kenyal dan mudah

digerakkan.Bila terasa ada benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke

dokter. Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan

7. PENANGGULANGAN

Bedah

Belum lama berselang 'radikal' masih menjadi pedoman pada terapi kanker. Hal

ini berarti, bahwa organ yang terkena dibuang bersama tumornya ditambah

kelenjar-kelenjar limfe regional, dalam satu keseluruhan. Pedoman tersebut

berubah sama radikalnya dengan operasi tersebut, menjadi suatu operasi yang

menghemat organ. Hal ini dimungkinkan karena diagnosisnya ditentukan didalam

stadium lebih dini dan berkembangnya penyinaran yang efektif. Jaminan bahwa

tidak akan muncul kekambuhan atau tumor kedua didalam sisa organ tersebut,

membuat 'pembedahan menghemat' menjadi suatu penanganan yang bertanggung


jawab.untuk kangker payudara,hal itu berarti:mengeluarkan tumornya,diikuti oleh

penanganan yang di takar secara seksama.

Hal itu tentu tidak cukup,dan bagaimana penyebarannya dikelenjar limfe

regional.untuk hal ini,kelenjar penjaga hars diperiksa.bila negative,tidak perlu

operasi pelengkap(tidak ditemukan tanda tanda kanker pada pemeriksaan

mikroskopis dari kelenjar pengawal).jika hasilnya positif,kanker ada didalam

kelenjar,sehingga harus dilakukan diseksi kelenjar limfe.

Terapi Yang Menghemat

Suatu terapi yang direncanakan kuratif,apabila mungkin,diawali dengan

pembuangan tumor yang yang mempertahankan sebanyak mungkin jaringan

payudara.hal ini hanya mungkin,apabila tumornys tidak terlalu besar dan tentu

bergantung pada besarnya payudara.keuntungannya penghayatan tubuh,citra diri

penderita tidak terlalu terganggu.kanker payudara sering menggungkit emosi tidak

dikenal karena mutilasi yang terlibat disini.

Amputasi Payudara

Jika suatu opeasi penghematan tidak mungkin dilakukan,akan dilakukan amputasi

payudara yang di modifikasi.pembedahan ini direncananakan kuratif dan

merupakan modifikasi dari operasi payudara klsik pada kanker payudara menurut

halstedt.disini selain payudar juga ikut serta otot otot dinding payudara sampai

kerangka iga.bentiuk modifikasi diperkenalkan oleh patey.

Diseksi Kelenjar Ketiak

Tidak jarang sesudah diseksi kelenjar ketiak, yaitu pembuangan lewat operasi

semua kelenjar limfe setempat, timbul keluhan keluhan akibat edema limfe, nyeri,
mati rasa yang mengganggu di sebelah dalam lengan atas, otot payudara atau bahu

kehilangan kekuatan, dan keterbatasan gerakan bahu. Edema limfe terutama

terjadi sesudah kombinasi antara diseksi kelenjar dan penyinaran ketiak. Setelah

kelenjar-kelenjar ketiak di angkat,hanya ada sedikit kemungkinan untuk

penyaluran limfe dari sebelah depan dna belakang dinding payudara dan lengan

dari sisi bersangkutan. Penyinaran membuat kapasitas penyaluran cairan lebih

kecil lagi. Memang dapat terbentuk pembuluh pembuluh kecil limfe yang baru,

lewat jalan simpang ataupun tidak, tetapi inipun mudah terluka, apalagi di tambah

adanya infeksi. Khususnya erysipelas, suatu radang kulit hebat yang terjadi dari

luka kecil yang sering bahkan tidak diperhatikan,dapat menjadi beban yang terlalu

berat bagi sisa system penyaluran. Oleh karena itu,sangat penting untuk mencegah

luka. Jadi,dalam melakukan pekerjaan berbahaya di rumah atau

kebun,syarat penting yang harus di perhatikan adalah pemakaian sarung tangan

yang kokoh. Tentu sja,tangan boleh digunakan pada aktivitas sehari-hari; hal itu

justru memacu sirkulasi darah dan limfe. Selain itu,ada baiknya untuk pada saat

istirahat, tidak membiarkan lengan invalid,menggantung pasif, melainkan

setidaknya diistirahatkan pada ketinggian jantung. Pengambilan darah guna

pemeriksaan laboratorium tidak boleh dilakukan dari lengan di sisi operasi.

Tetapi,sekali lagi,penggunaan aktif dari lengan dan tangan adalah baik dan harus

di pacu. Apabila ada tanda-tanda edema limfe,sebaiknya carilah bantuan dan

memegang peranan. Bergantunglah pada factor- factor ini,diberiikan kemoterapi

dan atau terapi hormonal (endokrin). Kemoterapi dosis tinggi dengan dukungan
sel induk semakin banyak digunakan sebagai penanganan paliatif. Penanganan ini

dapat memberikan remesi yang penting.

Kanker payudara sering merupakan tumor yang peka hormone. Untuk terapi

paliatif,anti-esterogen manfaatnya tidak tergantikan. Pada penggunaan

tamoksifen,ada periode terhentinya pertumbuhan tumor untuk waktu cukup lama.

Tamofeksin,digunakan sebagai penunjang pada reseptor esterogen tumor

positif,menyebabkan penurunan angka kematian pada penderita pra- dan pasca-

menopause dengan atau tanpa metastasis kelenjar limfe. Dengan cara ini,

kemungkinan timbulmya karsinoma di payudara lain berkurang 40 %. Namun,

memang ada kemungkinan karsinoma leher rahim. Pada reseptor esterogen tumor

negative,efeknya kurang jelas.

8. PENCEGAHAN

Tahun-tahun ini, penggunaan tamofeksin sebagai tindakan profilaksis untuk

mencegah kanker payudara telah dimulai diteliti. Penelitian ini melibatkan para

wanita sehat yang mempunyai risiko tinggi atas kanker payudara. Ternyata, bahwa

sesudah tujuan tahun,tercapai penurunan kanker payudara 45% pada para

pengguna tamoksifen,dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan

tamoksifen. Namun kerugianya juga jelas : jumlah penyulit (trombosis) berlipat

ganda dan juga jumlah kanker rahim.

Meskipun hal ini Nampak serius, namun pilihan ini tidak sulit; kanker rahim

umunya dapat ditangani lebih mudah dan lebih efektif dari pada kanker payudara,

sementara thrombosis dapat dikontrol.


Inilah cara baru, perkembangan revolusioner. Setidaknya, inilah yang disarankan:

mencegah kanker dengan sebuah pil kecil! Namun, belum dapat

dipertanggungjawabkan untuk berbicara mengenai suatu terobosan. Paling tidak,

belum sekarang, karena siapa yang tahu, apakah efek ini tetap ada dan siapa yang

tahu, dampak jangka menengah dan panjang apa lagi yang ada di belakang

tamoksifen, selain thrombosis dan kanker rahim? Pencegahan penting untuk

kehidupan, tetapi harus pula dapat dilakukan sepanjang hidup. Sebab pada

pencegahan, masalahnya menyangkut manusia sehat dan kanker yang tidak ada

dan mungkin tidak pernah muncul. Hal ini menyangkut suatu risiko per orangan

yang tidak kita kenal; risiko yang untuk kebanyakan orang, lebih tinggi atau

rendah daripada risiko rata-rata. Kelihatannya masih akan makan waktu bertahun-

tahun sebelum ada kepastian mengenai kemoprevensi ini: untuk siapa,

keuntungannya lebih besar daripada kerugiannya dan untuk siapa hal itu tidak

berlaku. Telah mulai dilakukan percobaan untuk bahan anti-estrogen baru, yaitu

raloksifen yang diperkirakan tidak akan menyebabkan kanker rahim dan dapat

menurunkan insidens kanker payudara 75%. Hasil penelitian yang

membandingkannya dengan efek tamoksifen, masih harus ditunggu lima tahun

lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Grace, Pierce A., Borley, Neil R. 2006. At Glace Ilmu Bedah Edisi

Ketiga.Jakarta:Erlangga.

Guyton, Arthur C. Hall, John E. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11.

Wiknjosastro, Hanifa, SpoG. Prof. dr. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan

Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

http://revymidwife.blogspot.com/2011/07/kista-sarkoma-philodes.html( diunduh

pada tanggal 3 Mei 2012, Jam 13.30 WIB

Jong, Wim De, 2004. Kanker, Apakah Itu?. Jakarta: Arcan