Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM LISTRIK MAGNET

TRANSFORMATOR

NAMA : Yunita Syafitri

NIM : 15033086

PRODI : Pendidikan Fisika

DOSEN : Syafriani,Ph.D

ASISTEN:1.Rahmiz Sukmawati

2.Sri Aningsih

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Multivibrator Astabil2017
Menggunakan Transistor
Multivibrator merupakan kelompok rangkaian pembangkit gelombang yang juga
dikenal sebagai osilator relaksasi karena dalam operasi transistor-transistornya diputuskan
untuk suatu jangka waktu tertentu.Bentuk gelombang keluaran yang dihasilkan biasanya
berupa pulsa segi empat atau persegi.Kelompok multivibrator terdiri dari tiga yaitu
multivibrator astabil,multivibrator bistabil dan multivibrator monostabil.

Salah satu rangkaian multivibrator yang banyak pemanfaatannya adalah multivibrator


astabil.Multivibrator astabil merupakan suatu rangkaian yang men-switch dua keadaan output
yang berbeda yaitu dalam keadaan tinggi dan keadaan rendah,salah satu adalah
stabil.Rangkaian berosilasi secara periodik sehingga dihasilkan tegangan keluaran berbentuk
gelombang persegi.Rangkaian dasar dari multivibrator astabil diberikan pada gambar 1
berikut ini :

T1

Gambar 1.Rangkaian multivibrator astabil

Multivibrator astabil bekerja didasarkan pada pengisian dan pengosongan kapasitor serta
transistor sebagai saklar.Selang waktu saat transistor T1 menghantar (on) dan transistor T2
terputus (off) diberikan oleh :

1=
R1 C 1 ln 2 = 0,693 R1 C 1 (1)
t

1= R1 C1
C1
Dengan laju pengisian kapasitor ditentukan oleh konstanta waktu t

T1 T2
Disisi lain selang waktu saat transistor terputus dan Transistor menhantar adalah
:
2=
R2 C 2 ln 2 = 0,693 R2 C 2 (2)
t

2= R2 C2
C2
Dengan laju pengisian kapasitor ditentukan oleh konstanta waktu t

Periode osilasi dari multivibrator astabil merupakan penjumlahan dari selang waktu saat
T1 T2
transistor menghantar (on) dan transistor terputus (off) dan sebaliknya sehingga

1+ t 2
RC RC
T= t = 0,693 ( 1 1 + 2 2 ) (3)

Frekuensi dari multivibrator astabil didapat dari kebalikan perioda osilasi :

1 1
f= =
T 0,693(R1 C1 + R2 C2 ) (4)

C1 C2 R1=R2
Dalam kasus khusus dimana nilai kapasitansi = dan tahanan , maka
frekuensi dari multivibrator adalah :

1
f= (5)
1,4 R C
Vcc
R1 R2 R3
R4
C1
C2
Frekuensi dari multivibrator astabil dapat divariasikan secara kontinu dengan cara
R1 dan R 2
memodifikasi rangkaian pada gambar 1.Pada tahanan ditambahkan sebuah
potensiometer seperti pada gambar 2. T2

Rp

R4
R3 R1 R2 C2

T2
T1

Gambar 2.Rangkaian multivibrator astabil dengan variasi frekuensi

APLIKASI MULTIVIBRATOR ASTABIL

Multivibrator astabil menggunakan transistor dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan


seperti lampu flip flop,bel elektronik,egg timer elektronik,alat penentu waktu yang tepat pada
kart,organ elektronik ,dan sebagainya.

1.Rangkaian Flip Flop

Rangkaian Flip Flop merupakan rangkaian yang mampu menghasilkan dua lampu bergantian
hidup dan padam untuk setiap setengah perioda.Rangkaian flip flop pada dasarnya sama
dengan rangkaian dasar multivibrator astabil,hanya tahanan R3 dan R4 antara kaki kolektor
transistor dengan catu daya diganti dengan lampu.Rangkaian flip flop diperhatikan pada
gambar 6.5

Pada saat transistor 1 menghantar dan transistor T2 terputus,arus maksimum mengalir pada
kolektor transistor T1 sehingga arus listrik maksimum pada lampu L1 sedangkan lampu L2
dalam kondisi padam.Pada setengah perioda berikutnya transistor T2 menghantar dan
transistor T1 terputus.Arus listrik maksimum mengalir pada kolektor transistor transistor T2
dan lampu L2 sehingga lampu L2 menyala sedangkan lampu L1 padam.Untuk setiap
setengah perioda lampu L1 dan lampu L2 bergantian hidup dan padam.Agar pergantian hidup
dan padam kedua lampu ini dapat diamati dengan baik,maka kostanta waktu pengisian
kapasitor C1 dan C2 harus dibuat besar.Akkibatnya perioda osilasi multivibrator astabil
adalah besar sedangkan nilai frekuensi multivibrator astabil adalah kecil.

2.Rangkaian Buzzer

Atau biasa disebut rangkaian alarm pengingat pesan dan tanda, tentu sudah sering anda
temukan di beberapa perangkat elektronik. Di masa era teknologi modern ini, tentu alarm
sudah tersedia di beberapa perangkat elektronik. Mulai dari handphone dan juga jam
memiliki alarm sebagai tanda peringatan tersebut. Dan tentunya rangkaian buzzer atau
rangkaian alarm ini menjadi salah satu rangkaian penunjang di beberapa perangkat elektronik
tersebut. Namun tidak jarang rangkaian ini sering berdiri sendiri sebagai perangkat elektronik
tunggal. Dan anda bisa merangkai sendiri rangkaian ini dengan menggunakan beberapa
komponen yang bisa anda temukan dengan mudah.
GAMBAR SKEMA RANGKAIAN BUZZER

Pada skema gambar diatas, kita bisa membuat sebuah rangkaian buzzer yang unik.
Dalam rangkaian ini, berfungsi untuk mendeteksi gerakan dan juga cahaya yang bisa
membantu anda mencegah kasus pencurian. Dan biasanya memang pencuri akan memasuki
rumah dengan cara mematikan lampu penerangan terlebih dahulu agar tidak terlihat gerak-
geriknya. Dan rangkaian ini bisa membantu anda untuk mengatasi masalah tersebut.
Di skema rangkaian ini terdapat komponen Timer IC NE 555. Komponen R4 LDR
digunakan untuk mendeteksi atau melakukan penginderaan cahaya yang berada di sekitar
ruangan di dekat rangkaian tersebut. Komponen LDR ini bekerja dengan cara menerima
cahaya yang masuk. Jika cahaya terang, maka tingkat resistensi dari LDR ini akan rendah dan
tidak membuat rangkaian tersebut mengalirkan arus ke arah buzzer atau speaker yang
terdapat di dalam rangkaian tersebut. Sementara kejadian sebaliknya akan terjadi jika LDR
menerima cahaya rendah atau gelap sama sekali. Tingkat resistansi menjadi lebih tinggi
sehingga bisa menimbulkan aliran ke arah komponen buzzer. Dengan keadaan tingkat
resistansi yang tinggi, komponen IC akan terpicu dan mendorong buzzer untuk menghasilkan
suara yang nyaring dan mendeteksi adanya gangguan. Dan perangkat elektronik atau
rangkaian ini bisa menggunakan cahaya sebagai alat pengaktifannya jika relay dan juga
transistor terhubung dengan pin 3 atau output dari IC 1.

SUMBER : http://www.rangkaianelektronika.org/rangkaian-buzzer.htm/ diakses tanggal 5


april 2017 pukul 11.29

Asrizal,2017.Penuntun praktikum elektronika dasar 2 .UNP

Asrizal,2013.Elektronika Dasar 2 komponen,rangkaian,dan Aplikasi.UNP