Anda di halaman 1dari 176

PETUNJUK PELAKSANAAN

DAK SLBM

DANA ALOKASI KHUSUS


SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT
TAHUN 2014

PETUNJUK PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS


SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT
PETUNJUK PELAKSANAAN DAKTAHUN
SLBM 2014 2014 i
ii PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014
KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Akses penduduk kepada prasarana dan sarana air limbah permukiman dan persampahan pada
dasarnya erat kaitannya dengan aspek kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, sosial budaya
serta kemiskinan. Hasil berbagai pengamatan dan penelitian membuktikan bahwa semakin besar
akses penduduk kepada fasilitas sanitasi (air limbah permukiman, persampahan dan drainase)
serta pemahaman tentang hygiene, semakin kecil kemungkinan terjadinya kasus penyebaran
penyakit yang ditularkan melalui media air (waterborne diseases). Mengingat keterbatasan
kemampuan yang dimiliki pemerintah, baik pusat maupun daerah, diperlukan upaya-upaya
terobosan yang bersifat merubah paradigma dalam pengembangan sanitasi lingkungan.

Beberapa upaya pengembangan sanitasi lingkungan berskala komunitas, dapat dilakukan melalui
pendekatan berbasis masyarakat, hal ini ditujukan untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan,
melalui penekanan perubahan perilaku dan pola hidup masayarakat untuk dapat lebih bersih
dan sehat melalui keterlibatan masyarakat secara utuh sejak tahap perencanaan, pelaksanaan
pembangunan sampai dengan pengelolaan sarana untuk menciptakan lingkungan permukiman
yang sehat bagi masyarakat disekitarnya.

Dana Alokasi Khusus Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (DAK SLBM) merupakan salah satu
sub bidang dari DAK Bidang Infrastruktur, yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada
daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan
urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional khususnya untuk membiayai kebutuhan
masyarakat akan prasarana dan sarana Bidang Infrastruktur yang belum mencapai standar
tertentu atau untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.

DAK SLBM merupakan salah satu program pemerintah yang juga ditujukan untuk meningkatkan
akses sanitasi terkait pencapaian salah satu target MDGs pada tahun 2015, yaitu menurunkan
sebesar 50% dari jumlah penduduk yang belum memiliki akses pada air minum dan sanitasi
dasar. Guna mencapai target tersebut, Pemerintah pusat bersama sama dengan Pemerintah
Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota melaksanakan DAK SLBM.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 iii


KATA PENGANTAR
Dalam pelaksanaannya, kegiatan DAK SLBM harus mengacu pada dokumen Petunjuk Umum,
Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis SLBM yang di keluarkan oleh Direktorat Jenderal
Cipta Karya (DJCK) dengan masukan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah
Kabupaten/Kota. Buku Petunjuk Pelaksanaan DAK SLBM ini terdiri dari 3 bagian yaitu Petunjuk
Umum, Petunjuk Pelaksanaan, Petunjuk Teknis serta Lampiran mengenai Panduan Pengadaan
Barang dan jasa, sebagai acuan bagi para pelaksana di Tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/
Kota dan masyarakat dalam menyelenggarakan Program DAK SLBM, dan merupakan revisi Buku
Petunjuk Pelaksanaan Program SLBM cetakan tahun 2011.

Selain merupakan media pembinaan pelaksanaan DAK Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat
(SLBM) oleh Kementerian PU, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota hingga tingkat
masyarakat, kami harapkan Petunjuk Pelaksanaan DAK SLBM ini dapat menjadi pedoman bagi
Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan pelaksana lapangan dalam berbagai
tahapan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, penilaian
kinerja, hingga tahap pemanfaatan.

Kami tetap membuka kesempatan kepada pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan
DAK SLBM, untuk memberikan masukan serta saran dan kritisi atas Pedoman Revisi ini guna
mengoptimalkan hasil pembangunan sanitasi melalui kegiatan DAK SLBM ini.

Jakarta, Oktober 2013


Direktur Jenderal Cipta Karya

Ir. Imam S. Ernawi, MCM, M.Sc


NIP. 110025718

iv PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN

BAGIAN 1 KETENTUAN UMUM


1.1 TUJUAN PROGRAM DAK SLBM................................................................ 1-1
1.2 RUANG LINGKUP DAK SLBM................................................................... 1-1
1.3 KELUARAN PROGRAM DAK SLBM............................................................. 1-2
1.4 KRITERIA LOKASI............................................................................... 1-2
1.5 KRITERIA KEGIATAN............................................................................ 1-2
1.6 ORGANISASI PENYELENGGARA DAK SLBM................................................... 1-3
1.7 PENDANAAN..................................................................................... 1-4
1.7.1 Sumber Pendanaan.................................................................. 1-4
1.7.2 Alokasi Pendanaan.................................................................. 1-6
1.8 MONITORING DAN EVALUASI.................................................................. 1-6
1.9 PELAPORAN..................................................................................... 1-6
1.10 OPERASI DAN PEMELIHARAAN................................................................ 1-7

BAGIAN 2 KETENTUAN PELAKSANAAN


2.1 TAHAP PERSIAPAN.............................................................................. 2-2
2.1.1 Sosialisasi............................................................................. 2-2
2.1.2 Penyiapan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)................................... 2-2
2.1.3 Pemilihan Lokasi..................................................................... 2-6
2.1.4 Pemicuan Masyarakat............................................................... 2-8
2.1.5 Penetapan Lokasi.................................................................... 2-8
2.1.6 Pembentukan dan Penetapan KSM................................................ 2-9

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 v


DAFTAR ISI
2.2 TAHAP PERENCANAAN......................................................................... 2-12
2.2.1 Persiapan Pelaksanaan Penyusunan RKM......................................... 2-14
2.2.2 Pihak-pihak yang Menyusun RKM.................................................. 2-15
2.2.3 Waktu dan Tempat Pertemuan Penyusunan RKM............................... 2-15
2.2.4 Dokumen RKM........................................................................ 2-15
2.3 SUMBER PENDANAAN DAN TAHAP PENCAIRAN DANA...................................... 2-16
2.3.1 Sumber Pendanaan.................................................................. 2-16
2.3.2 Mekanisme Pencairan Dana........................................................ 2-17
2.3.3 Verifikasi RKM........................................................................ 2-17
2.3.4 Perjanjian Kerja KSM dengan SKPD............................................... 2-18
2.4 PELAKSANAAN KEGIATAN KONSTRUKSI...................................................... 2-18
2.4.1 Pengadaan Material................................................................. 2-18
2.4.2 Pengadaan Barang dan Jasa....................................................... 2-19
2.4.3 Pelaksanaan Konstruksi............................................................. 2-19
2.5 PELAKSANAAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN.............................................. 2-20
2.5.1 Serah Terima Aset Infrastruktur................................................... 2-20
2.5.2 Tujuan Operasi dan Pemeliharaan................................................ 2-21
2.5.3 Organisasi Pengelola Operasional dan Pemeliharaan.......................... 2-22
2.6 MONITORING DAN EVALUASI.................................................................. 2-25
2.7 PELAPORAN..................................................................................... 2-27

BAGIAN 3 KETENTUAN TEKNIS


3.1 KETENTUAN TEKNIS PEMILIHAN TEKNOLOGI............................................... 3-1
3.1.1 Sarana Air Limbah Berbasis Masyarakat.......................................... 3-1
3.1.2 Sarana Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat............................... 3-9
3.2 KETENTUAN TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN........................................ 3-22
3.2.1 Operasi dan Pemeliharaan Air Limbah Komunal Berbasis Masyarakat....... 3-22
3.2.2 Operasi dan Pemeliharaan Sarana Pengelolaan Sampah Pola 3R............. 3-31
3.3 KETENTUAN TEKNIS DALAM SELEKSI LOKASI............................................... 3-34
3.3.1 Seleksi Kampung..................................................................... 3-34
3.3.2 Klasifikasi Kesejahteraan (Wealth Classification)............................... 3-35
3.3.3 Rapid Participatory Assessment (RPA)............................................ 3-36

vi PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


DAFTAR ISI
3.3.4 PRA (Participatory Rural Appraisal)............................................... 3-36
3.3.5 Transect Walk (Kesiapan Teknis).................................................. 3-38
3.3.6 Venn Diagram untuk mengakaji lembaga lokal yang ada...................... 3-40
3.3.7 Problem Tree (Rencana Perbaikan Sanitasi)..................................... 3-42
3.4 IDENTIFIKASI KEMAMPUAN MASYARAKAT.................................................... 3-44
3.4.1 Identifikasi Kemampuan Masyarakat............................................. 3-44
3.4.2 Pemetaan Sanitasi Kampung oleh Masyarakat.................................. 3-45
3.4.3 Ladder-1 (Kesediaan Berkontribusi).............................................. 3-47
3.4.4 Partisipasi dan kontribusi.......................................................... 3-49
3.5 FORMAT PENDANAAN.......................................................................... 3-56
3.6 PENILAIAN KINERJA............................................................................ 3-66
3.7 KETENTUAN TEKNIS PELAPORAN............................................................. 3-68
3.7.1 Form Data Umum, Kabupaten/Kota.............................................. 3-68

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 vii


DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Komponen kegiatan DAK SLBM dan sumber pendanaan........................... 1-5
Tabel 3.1 Perhitungan Dimensi Bak Sedimentasi ABR (Sumber Hasil Analisa
Konsultan)................................................................................ 3-5
Tabel 3.2 Perhitungan Perbandingan Jumlah KK yang Dilayani dengan Dimensi
ABR serta Parameter Analisa (Sumber Hasil Analisa Konsultan)................. 3-6
Tabel 3.3 Perbandingan antara Jumlah Pengguna dengan Jumlah Bilik Kamar Mandi,
WC dan Keran........................................................................... 3-8
Tabel 3.4 Kelebihan dan Kekurangan Pengomposan........................................... 3-19
Tabel 3.5 Kriteria Perencanaan TPS 3R.......................................................... 3-20
Tabel 3.6 IIustrasi Perkiraan Biaya Pengoperasian dan Pemeliharaan Sistem MCK
untuk 250 Jiwa.......................................................................... 3-22
Tabel 3.7 Ilustrasi Perkiraan Biaya Pengoperasian dan Pemeliharaan Sistem Komunal
untuk 300 Jiwa.......................................................................... 3-27
Tabel 3.8 Jenis Informasi dan Alat RPA yang digunakan....................................... 3-35
Tabel 3.9 Contoh Timeline......................................................................... 3-37
Tabel 3.10 Pengalaman Membangun Prasarana* secara Gotong-Royong..................... 3-37
Tabel 3.11 CS3.1 Kondisi Drainase................................................................. 3-39
Tabel 3.12 CS3.2 Toilet/Jamban................................................................... 3-39
Tabel 3.13 CS3.3 Ketersediaan Air................................................................. 3-40
Tabel 3.14 CS3.4 Ketersediaan Lahan............................................................. 3-40
Tabel 3.15 Contoh Venn Diagram.................................................................. 3-41
Tabel 3.16 CS4.1 Ketersediaan Lembaga-Lembaga Setempat*................................ 3-41
Tabel 3.17 CS5.1 Rencana Perbaikan Sanitasi*................................................... 3-43
Tabel 3.18 Contoh Ladder 1*...................................................................... 3-48
Tabel 3.19 CS2.1 Kesediaan Masyarakat Untuk Mengeluarkan Biaya.......................... 3-48

viii PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bagan Sumber Pendanaan........................................................ 1-4


Gambar 2.1 Contoh Bagan Organisasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)........... 2-12
Gambar 2.2 Bagan struktur organisasi KSM Pasca Konstruksi.............................. 2-23
Gambar 2.3 Mekanisme Monitoring Dan Evaluasi............................................ 2-26
Gambar 2.4 Mekanisme Pelaporan............................................................. 2-28
Gambar 3.1 Tipikal Bangunan Anaerobic Baffled Reactor (ABR).......................... 3-3
Gambar 3.2 Tipikal Bangunan Anaerobic Upflow Filter (AUF)............................. 3-4
Gambar 3.3 Contoh Pewadahan................................................................ 3-9
Gambar 3.4 Contoh Alat Pengumpul Sampah................................................ 3-11
Gambar 3.5 Diagram Tahapan Proses Pengomposan........................................ 3-13
Gambar 3.6 Dimensi Tumpukan Lajur Terbuka............................................... 3-15
Gambar 3.7 Pengomposan Sistem cetak...................................................... 3-16
Gambar 3.8 Pengomposan Open Bin........................................................... 3-17
Gambar 3.9 Contoh Pengolahan Sampah..................................................... 3-19
Gambar 3.10 Contoh Hanggar TPS 3R........................................................... 3-20
Gambar 3.11 Sistem pengolahan sampah dengan sampah tercampur..................... 3-32
Gambar 3.12 Sistem pengolahan sampah 3R.................................................. 3-32
Gambar 3.13 Contoh Venn Diagram............................................................. 3-41
Gambar 3.14 Contoh Rencana Perbaikan Sanitasi............................................ 3-42

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 ix


DAFTAR SINGKATAN

DAFTAR SINGKATAN

SLBM : Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat


APBN : Anggaran Pendapatan Belanja Negara
APBD : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
AMDAL : Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
ANDAL : Analisis Dampak Lingkungan
BABS : Buang Air Besar Sembarangan
BAPPENAS : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
BAPPEDA : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
BANGDA : Pembangunan Daerah
BOP : Biaya Operasional Proyek
COD : Chemical Oxygen Demand
BOD : Biological Oxygen Demand
CSS : Central Sanitation Strategy
Short List : Daftar Pendek
Long List : Daftar Panjang
DAK : Dana Alokasi Khusus
DED : Detail Engineering Design
DinKes : Dinas Kesehatan
DIPA : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
Dit. PPLP : Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
DJCK-PU : Direktorat Jendral Cipta KaryaKementerian Pekerjaan Umum
DPRD : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
DRA : Demand Responsive Approach/Pendekatan Tanggap Kebutuhan
IPAL : Instalasi Pengolahan Air Limbah
IPLT : Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja
ICC : Informed Choice Catalogue/Katalog Pilihan Informasi Teknologi
JUKLAK : Petunjuk Pelaksanaan
KAK : Kerangka Acuan Kerja
KPPN : Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
KSO : Kerjasama Operasional, meliputi upah kerja borongan dan/atau
kontraktor specialist

x PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


DAFTAR SINGKATAN
KPP : Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara
KPA : Kuasa Pengguna Anggaran
KSM : Kelompok Swadaya Masyarakat
KEPPRES : Keputusan Presiden
KEPMEN : Keputusan Menteri
KF : Kapasitas Fiskal
LSM : Lembaga Swadaya Masyarakat
MDGs : Milenium Development Goals
MPA : Method for Participatory Assesment/Metode Pengkajian
MCK : Mandi, Cuci dan Kakus
MONEV : Monitoring and Evaluasi
MOU : Memorandum of Understanding/Nota Kesepakatan Kerjasama
O & P : Operasi dan Pemeliharaan
PA : Pengguna Anggaran
Panitia Pengadaan : Tim Pelaksana pengadaan barang/jasa di KSM
PDAM : Perusahaan Daerah Air Minum
PERPRES : Peraturan Presiden
PHAST : Participatory Hygiene and Sanitation Transformation
PHBS : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
PLP : Penyehatan Lingkungan Permukiman
Pola 3R : Reduce, Reuse dan Recycle
PPK : Pejabat Pembuat Komitmen
RPA : Rapid Participatory Assesment/Survei Cepat Penilaian Peserta
Masyarakat, Survei Kajian Cepat yang Partisipatif
RKM : Rencana Kegiatan Masyarakat
RUTRK : Rencana Umum Tata Ruang Kota
SK : Surat Keputusan
SATKER PPLP : Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
SKPD : Satuan Kerja Perangkat Daerah
TPS : Tempat Pengolahan Sampah
UPT : Unit Pelaksana Teknis

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 xi


xii PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014
PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Akses penduduk kepada prasarana dan sarana air limbah permukiman dan persampahan
pada dasarnya erat kaitannya dengan aspek kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, sosial
budaya serta kemiskinan. Hasil berbagai pengamatan dan penelitian telah membuktikan bahwa
semakin besar akses penduduk kepada fasilitas prasarana dan sarana air limbah permukiman,
persampahan dan drainase serta pemahaman tentang hygiene, semakin kecil kemungkinan
terjadinya kasus penyebaran penyakit yang ditularkan melalui media air (waterborne diseases).
Mengingat keterbatasan kemampuan yang dimiliki pemerintah, baik pusat maupun daerah,
diperlukan upaya-upaya terobosan yang bersifat merubah paradigma dalam pengembangan
sanitasi lingkungan. Beberapa upaya bisa dilakukan terhadap pengembangan sanitasi lingkungan
berskala komunitas berbasis masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang
bertujuan untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan.

Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dimana
Pemerintah lebih berperan sebagai regulator dan fasilitator terkait dengan tugas-tugasnya
dalam pengaturan, pembinaan dan pengawasan pengembangan sanitasi lingkungan. Dana Alokasi
Khusus Sanitasi (DAK SLBM) merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan
akses sanitasi, yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan
tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai
dengan prioritas nasional, khususnya, untuk membiayai kebutuhan prasarana dan sarana
Bidang Infrastruktur Masyarakat yang belum mencapai standar tertentu atau untuk mendorong
percepatan pembangunan Daerah.

Besaran alokasi DAK SLBM, dan DAK SLBM tambahan (untuk kabupaten/kota dengan kriteria
khusus) masing-masing daerah ditentukan dengan perhitungan indeks berdasarkan kriteria
umum, kriteria khusus dan kriteria teknis. Kriteria umum dirumuskan berdasarkan kemampuan
keuangan daerah, yang dicerminkan dari penerimaan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) setelah dikurangi belanja pegawai negeri sipil daerah. Kriteria khusus dirumuskan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus
dan karakteristik daerah. Kriteria teknis disusun berdasarkan kegiatan khusus yang dirumuskan
oleh kementerian/lembaga, seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan PMK No
201-PMK07-2012 tentang pedoman umum dan alokasi DAK Tahun Anggaran 2013.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 xiii


PENDAHULUAN
Petunjuk Pelaksanaan DAK SLBM dimaksudkan sebagai pedoman bagi Pemerintah Kabupaten/
Kota, dan pelaksana lapangan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi,
penilaian kinerja dan pemanfaatan. Pedoman ini merupakan media pembinaan pelaksanaan
DAK Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) oleh Kementerian PU dan Pemerintah
Provinsi. Pelaksana kegiatan DAK SLBM adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah Dana Alokasi
Khusus yang selanjutnya disebut SKPD DAK, yaitu organisasi/lembaga pada Pemerintah Daerah
yang bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai
dari Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur.

Tujuan disusunnya Petunjuk Pelaksanaan DAK SLBM ini, adalah:


1. Menjamin tertib pemanfaatan pelaksanaan dan pengelolaan Infrastruktur DAK SLBM yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota;
2. Menjamin terlaksananya koordinasi antara kementerian terkait, dinas teknis di Provinsi,
dan dinas teknis di kabupaten/kota, dalam: pelaksanaan, pengelolaan, pemantauan, dan
pembinaan teknis kegiatan yang dibiayai dengan DAK SLBM;
3. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemanfaatan DAK SLBM, serta mensinergikan kegiatan
yang dibiayai dengan DAK SLBM dengan kegiatan prioritas nasional; dan
4. Meningkatkan kinerja prasarana dan sarana bidang sanitasi, dan meningkatkan cakupan
pelayanan sanitasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Acuan normatif yang digunakan dalam pengaturan, pembinaan dan pengawasan kegiatan DAK
SLBM adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
3. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
4. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 dan perubahannya Perpres No. 70 Tahun 2012, tentang
Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah
5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum
6. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah
Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi

xiv PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


PENDAHULUAN
Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP)
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan dan Strategi
Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman (KSNP-SPALP)
11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 15/PRT/M/2010, tanggal 1 November 2010,
tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur
12. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
13. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3/PRT/M/2013 Tentang Penyelenggara Prasarana
dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis
Sampah Rumah Tangga
14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.07/2012 tentang Pedoman Umum dan Alokasi
Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2013
15. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 06/PMK.07/2012 Tentang Pelaksanaan
dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer ke Daerah
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Dana Alokasi Khusus di Daerah
17. SEB Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri; Nomor 0239/M.
PPN/11/2008, SE 1722/MK/07/2008 dan 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal
Petunjuk Pelaksanaan, Pemantauan, Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana
Alokasi Khusus

Petunjuk Pelaksanaan DAK SLBM ini, terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:


1. Ketentuan Umum
2. Ketentuan Pelaksanaan; dan
3. Ketentuan Teknis

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 xv


PENDAHULUAN

Gambar Sistematika Juklak DAK SLBM 2014

xvi PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


BAGIAN I

KETENTUAN UMUM
DAK SLBM

PETUNJUK PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS


SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT
TAHUN 2014
KETENTUAN UMUM

BAGIAN 1
KETENTUAN UMUM
Ketentuan umum berisi, aturan-aturan atau ketentuan yang terkait dengan program DAK SLBM
yang meliputi:
Tujuan Program DAK SLBM
Ruang Lingkup Program DAK SLBM
Keluaran Program DAK SLBM
Kriteria Lokasi
Kriteria Kegiatan
Organisasi Penyelenggara
Pendanaan
Pelaporan

1.1 TUJUAN PROGRAM DAK SLBM


Tujuan program DAK SLBM adalah untuk meningkatkan cakupan dan keandalan pelayanan sanitasi,
terutama dalam pengelolaan air limbah dan persampahan secara komunal/terdesentralisasi
untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memenuhi Standar Pelayanan Minimum
penyediaan sanitasi di kawasan rawan sanitasi, termasuk daerah tertinggal.

1.2 RUANG LINGKUP DAK SLBM


Ruang Lingkup dari Program DAK SLBM adalah:
1. Bidang Air Limbah: Terwujudnya stop buang air besar sembarangan (BABS), yang ditandai
dengan tersedianya akses terhadap sistem pengelolaan air limbah terpusat (off-site),
penyediaan akses dan peningkatan kualitas terhadap sistem pengelolaan air limbah
setempat (on-site) yang layak.
2. Bidang Persampahan: terwujudnya pengurangan volume sampah dari sumbernya melalui
peningkatan kinerja persampahan serta pengelolaan sampah dengan pola 3R (reduce,
reuse, and recycle).

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 1-1


KETENTUAN UMUM
1.3 KELUARAN PROGRAM DAK SLBM
Keluaran dari program DAK SLBM adalah terbangunnya sarana dan prasarana pengelolaan air
limbah komunal yang berbasis kepada masyarakat, peningkatan kinerja sistem pengelolaan air
limbah terpusat (off-site), terbangunnya fasilitas pengurangan sampah dengan pola 3R, serta
peningkatan kinerja sistem pengelolaan persampahan kota.

1.4 KRITERIA LOKASI


Pemilihan Lokasi yang tepat adalah kunci keberhasilan program ini. Secara umum diluar
ketentuan administratif dan teknis, lokasi terbaik adalah:
1. Kepadatan penduduk di atas 150 jiwa/ha (pemakai tetap)
2. Tersedia air bersih
3. Kawasan pemukiman padat, dan rawan sanitasi (mengacu kepada data BPS/ rekomendasi
Dinas Kesehatan) atau kawasan pasar dan pemukiman di sekitarnya (pemukiman atau pasar
yang legal sesuai dengan peruntukannya dalam RTRW Kabupaten/Kota)
4. Memiliki permasalahan sanitasi yang mendesak (sesuai data BPS/atau dokumen PPSP)
5. Tersedia lahan yang cukup; 50 m2 untuk 1 (satu) unit bangunan Instalasi Pengolah Air Limbah/
IPAL, 100 m2 untuk 1 (satu) MCK Plus, atau 200 m2 untuk infrastruktur 3R
6. Tersedia sumber listrik
7. Adanya saluran untuk menampung efluen hasil pengolahan air limbah

1.5 KRITERIA KEGIATAN


Penentuan sarana dan prasarana yang akan dibangun melalui program DAK SLBM ditentukan
berdasarkan skala prioritas yang meliputi:
Prioritas Pertama:
Penanganan air limbah rumah tangga dengan pilihan kegiatan sebagai berikut;
a. IPAL komunal dengan jaringan perpipaan berbasis masyarakat
b. Sambungan Rumah pada Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat Skala Kawasan berbasis
masyarakat

1-2 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN UMUM
c. Kombinasi IPAL komunal dengan MCK plus
d. MCK plus dengan pelayanan minimal 100 KK
e. Septick tank komunal 10 KK (khusus untuk wilayah Indonesia bagian timur dengan
kepadatan penduduk rendah)

Prioritas Kedua:
Prioritas kedua dapat dilaksanakan melalui pengembangan fasilitas pengurangan sampah
berbasis masyarakat dengan pola 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), apabila:
a. Masyarakat di kawasan tersebut sudah menerapkan stop BABS
b. Masyarakat/KSM menyampaikan surat minat yang menyatakan mampu mengelola
infrastruktur 3R dan kepastian penjualan hasil produksi ke lapak/pabrik/instansi terkait
c. Surat pernyataan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan untuk membeli hasil produksi
kompos TPST 3R
d. Fasilitas Pengurangan sampah pola 3R dengan pembangunan Infrastruktur Tempat
Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R

1.6 ORGANISASI PENYELENGGARA DAK SLBM


Organisasi penyelenggara merupakan pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan program DAK
SLBM baik di tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota dan masyarakat penerima.
1. Tingkat Pusat
Untuk tingkat pusat, Menteri membentuk Tim Koordinasi Kementerian penyelenggaran DAK
SLBM, yang terdiri dari Sekjen, Inspektorat Jenderal dan Unit Kerja Eselon I terkait
2. Tingkat Provinsi
Untuk Tingkat Provinsi, Gubernur membentuk Tim Koordinasi Provinsi penyelenggara DAK
SLBM
3. Tingkat Kabupaten/Kota
Untuk Tingkat Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota membentuk Tim Koordinasi DAK
Infrastruktur Kabupaten/Kota
4. SKPD Pelaksana DAK SLBM di tingkat Kabupaten/Kota
5. Tingkat Kelurahan/Desa

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 1-3


KETENTUAN UMUM
Di tingkat kelurahan/desa sebagai pelaksana kegiatan DAK SLBM, dibentuk KSM yang
merupakan perwakilan dari masyarakat di daerah pelaksana
6. Tenaga Fasilitator Lapangan bertugas melakukan pendampingan di lokasi
Secara sederhana, Tim Organisasi pelaksana program DAK SLBM, dari tingkat pemerintah pusat
sampai pada tingkat masyarakat adalah sebagai berikut:

Tingkatan Organisasi Penyelenggara


Direktorat PPLP, Ditjen Cipta Karya
Pusat
Kementerian PU
Provinsi Satker PPLP Provinsi, Dinas terkait
Kabupaten/Kota SKPD Teknis
Masyarakat KSM

1.7 PENDANAAN
1.7.1 Sumber Pendanaan
Sumber pendanaan kegiatan berasal dari APBN dan APBD serta masyarakat. DAK SLBM, merupakan
Dana Hibah Bantuan Sosial. Dana Pemerintah Pusat dialokasikan untuk kegiatan persiapan dan
Monitoring Evaluasi, Pemerintah Kabupaten/Kota menyediakan pendamping dari APBD, dan
swadaya masyarakat untuk pendampingan dan pelaksanaan.

Gambar 1.1 Bagan Sumber Pendanaan

1-4 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN UMUM
Tabel 1.1 Komponen kegiatan DAK SLBM dan sumber pendanaan

No. Komponen Kegiatan APBN DAK APBD Masyarakat


I Persiapan
Workshop Regional V
Sosialisasi Kab/Kota V
Pelatihan TFL V
II Seleksi Lokasi
Longlist V
Shortlist V
Lokasi Terpilih V
III Penugasan TFL untuk fasilitasi
Penyiapan Masyarakat

Pemicuan Masyarakat V
Pembentukan KSM V
Pelatihan mandor, tukang, V
keuangan
IV Penugasan TFL untuk pendamp-
ingan :

1. Penyusunan Rencana Kerja
Masyarakat (RKM)
V
Pemetaan topografi dan
permasalahan sanitasi di
lokasi V
Penetapan lokasi IPAL dan
calon pemanfaat
V
Kesepakatan Pilihan
V
Teknologi
V
DED + RAB
V
2. Dokumentasi dan legalisasi
RKM V

3. Dokumen kontrak
4. Pelaksanaan konstruksi
V Pelaksanaan konstruksi
Material V
Upah pekerja V
Lahan V

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 1-5


KETENTUAN UMUM

No. Komponen Kegiatan APBN DAK APBD Masyarakat


VI Gaji dan operasional TFL: V
VII Operasional KSM V
VIII Operasional SKPD pelaksana V
DAK
IX Pengoperasian & Pemelihara-
an:
V
Pelatihan OP
V
Sosialisasi pengguna V
Biaya Operasional
X Monitoring & Evaluasi V V V

1.7.2 Alokasi Pendanaan


Daerah penerima DAK wajib mencantumkan alokasi dan penggunaan DAK dalam APBD.
Pelaksanaan DAK yang telah tercantum dalam APBD adalah tanggungjawab dari Pemerintah
Daerah.

1.8 MONITORING DAN EVALUASI


Berdasarkan Permen PU No.15 tahun 2010, indikator dalam monitoring dan evaluasi meliputi;
1. Kesesuaian dan pelaksanaan Rencana Kegiatan (RK) dengan arahan pemanfaatan DAK dan
kriteria program prioritas nasional;
2. Proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa;
3. Kesesuaian hasil pelaksanaan fisik dengan kontrak/spesifikasi teknis yang ditetapkan;
4. Pencapaian sasaran, dampak dan manfaat kegiatan yang dilaksanakan;
5. Efesiensi dan efektifitas kegiatan;
6. Kepatuhan dan ketertiban pelaporan.

1.9 PELAPORAN
Kegiatan pelaporan dilakukan oleh:
1. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)
2. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten/Kota
3. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi (CK PU)

1-6 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN UMUM
1.10 OPERASI DAN PEMELIHARAAN
Infrastruktur DAK SLBM yang telah terbangun, harus segera diserahterimakan dari KSM kepada
SKPD Pelaksana DAK SLBM dengan diketahui oleh Lurah dan Tim Koordinasi Tingkat Kabupaten/
Kota. Selanjutnya SKPD menyerahkan aset DAK SLBM kepada KSM Pengelola untuk dapat
dioperasikan dan dipelihara dengan bimbingan teknis dari SKPD Teknis Kabupaten/Kota dalam
rangka keberlanjutan.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 1-7


KETENTUAN UMUM

1-8 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


BAGIAN II

KETENTUAN PELAKSANAAN
DAK SLBM

PETUNJUK PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS


SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT
TAHUN 2014
KETENTUAN PELAKSANAAN

BAGIAN 2
KETENTUAN PELAKSANAAN

Dalam pelaksanaan kegiatan DAK SLBM, dilakukan pengorganisasian pelaksanaan kegiatan


meliputi;

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-1


KETENTUAN PELAKSANAAN
Keterangan: Pelaporan berupa hardcopy dan elektronik melalui e-mon dilakukan untuk masing-
masing tahap (Tahap persiapan, Tahap seleksi lokasi, Tahap penyiapan masyarakat, Tahap
Pelaksanaan Fisik dan Tahap Operasi dan Pemeliharaan)

2.1 TAHAP PERSIAPAN


2.1.1 Sosialisasi
Sosialisasi DAK SLBM diselenggarakan kepada seluruh pemerintah Kabupaten/Kota pada
akhir tahun anggaran sebelumnya yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Sosialisasi dilaksanakan juga oleh SKPD teknis/ Pokja Sanitasi di tingkat Kabupaten/Kota, dengan
mengundang Camat/Lurah daerah rawan sanitasi. Sosialisasi ini bertujuan, agar Pemerintah
Kabupaten/Kota dapat memahami lingkup kegiatan, mengalokasikan Dana Pendamping Fisik
dan Operasional DAK SLBM serta gaji TFL.

2.1.2 Penyiapan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)


Tenaga Fasilitator Lapangan atau TFL, merupakan salah satu faktor penting dalam pelaksanaan
DAK SLBM. Oleh karena itu, keberadaannya perlu diatur agar personil yang menjadi TFL
merupakan orang yang tepat.
Adapun urutan prosedur perekrutan dan penugasan TFL adalah sebagai berikut:
1. Penyiapan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)
a. Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum mengirimkan surat,
kepada masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota agar dapat mengusulkan nama
calon fasilitator dalam rangka pemilihan TFL sesuai kriteria, terdiri dari 1 (satu) orang
fasilitator teknis dan 1 (satu) orang fasilitator pemberdayaan masyarakat untuk 2 (dua)
lokasi rencana;
b. Bupati/Walikota menyampaikan nama calon TFL ke Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kementerian Pekerjaan Umum untuk selanjutnya mengikuti pelatihan TFL;
c. Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum menyelenggarakan
pelatihan TFL;
d. Pemerintah Kabupaten/Kota wajib mengalokasikan dana APBD untuk gaji TFL minimal
sebesar UMR setempat orang per bulan selama 8 bulan ditambah dengan operasional
TFL sebesar minimal 1,5 juta per orang per bulan selama 8 bulan.

2-2 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
2. Seleksi TFL
Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) terdiri dari TFL Teknis dan TFL Pemberdayaan yang
ditugaskan oleh Dinas penanggung jawab tersebut diseleksi sesuai dengan kriteria sebagai
berikut:
a. Pendidikan minimal D3/sederajat;
b. Diutamakan Penduduk asli/setempat atau mampu berkomunikasi dan menguasai bahasa
serta adat setempat;
c. Sehat jasmani dan rohani;
d. Mengenal kondisi lingkungan calon lokasi;
e. Memiliki cukup waktu untuk melaksanakan tugas TFL;
f. Tidak merangkap sebagai TFL di tempat lain, bukan anggota BKM/LKM, KSM dan calon
anggota legeslatif;
g. Memiliki pengetahuan/pengalaman dasar tentang air limbah dan persampahan.

3. Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)


Tujuan diselenggarakan pelatihan adalah menyiapkan TFL, agar:
Memberi bekal pengetahuan tentang program dan tahapan Sanitasi Lingkungan Berbasis
Masyarakat kepada fasilitator;
Dapat membantu masyarakat dalam mengidentifikasi masalah, merencanakan,
melaksanakan, memutuskan dan mengelola Kegiatan Sanitasi Lingkungan Berbasis
Masyarakat (SLBM);
Memiliki pengetahuan dasar teknologi dan teknis disamping segi pemberdayaan
masyarakat;
Mampu menyusun dan menghitung Volume Pekerjaan, RAB (Rencana Anggaran Biaya);
Membimbing KSM dalam menyusun Kriteria Teknis Pemanfaatan DAK, dan RK (Rencana
Kegiatan) pembangunan sarana;
Membimbing KSM menyusun jadwal pendanaan, baik yang berasal dari APBD, swasta,
masyarakat. Termasuk juga jadwal pasokan material dan tenaga mandor, dan lain-lain.
Melatih KSM agar mampu melakukan pembukuan keuangan;
Mengevaluasi dan sinkronisasi terhadap perubahan yang mungkin ada, terkait
kesesuaiannya dengan prioritas Nasional.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-3


KETENTUAN PELAKSANAAN
4. Tugas dan Tanggung Jawab TFL
Setiap TFL (Teknis & Pemberdayaan) mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Tahap Seleksi Masyarakat:
Mengadakan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan daftar
kampung dari dinas-dinas bersangkutan;
Membantu menyiapkan daftar longlist kampung padat/kumuh/miskin sesuai form
dan membuat laporan kepada Kepala Dinas;
Melakukan pengecekan lapangan sesuai persyaratan teknis minimal bersama TFL-
Pemberdayaan;
Mengisi form shortlist kampung berdasarkan hasil pengecekan lapangan dan minta
pengesahan dari Kepala Dinas;
Mengundang stakeholder masyarakat (dalam shortlist) untuk menyelenggarakan
pertemuan/sosialisasi Kegiatan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM);
Mendampingi masyarakat dalam melakukan RPA (Rapid Participatory Appraisal
atau penilaian cepat secara partisipatif) di kampung yang mengirim undangan dan
memfasilitasi community self-selection stakeholders meeting atau pertemuan
masyarakat untuk seleksi sendiri bersama dengan tim TFL pendamping;
Membuat Berita Acara seleksi kampung serta menyusun laporan berkala ke dinas
penanggung jawab kabupaten/kota.
b. Tahap Penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM).
Memfasilitasi pertemuan awal masyarakat;
Mengkomunikasikan kepada Pimpinan Kegiatan/Dinas terkait tentang jadwal dan
agenda pertemuan untuk penyusunan RKM;
Memfasilitasi pertemuan masyarakat (bersama dengan TFL-Pemberdayaan)
untuk penentuan calon penerima manfaat program, pemilihan sarana teknologi
sanitasi, membantu KSM dalam menyusun perencanaan teknis bangunan (DED),
pembentukan dan pengesahan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat), penyusunan
rencana kontribusi, dan kegiatan lain sampai tersusunnya RKM;
Membantu masyarakat melakukan survey harga-harga material yang dibutuhkan;
harga satuan upah, RAB (Rencana Anggaran Biaya), RP (Rencana Pendanaan),
Rencana pengadaan, finalisasi pengadaan lahan sesuai jadwal pelaksanaan;
Memfasilitasi Pembuatan dokumen RKM dan meminta pengesahan/legalisasi RKM
kepada semua stakeholder;
Memfasilitasi pertemuan koordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk melaporkan

2-4 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
perkembangan kegiatan Kegiatan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM);
Memfasilitasi Pembuatan Berita Acara kegiatan sesuai kebutuhan dan menyusun
laporan secara berkala ke dinas penanggung jawab di Kabupaten/Kota.
c. Tahap Konstruksi dan Capacity Building.
Melakukan persiapan (survey dan pengukuran) dengan masyakarat untuk
pembangunan sarana;
Menyelenggarakan pelatihan KSM, Mandor/pengawas dan Tukang sesuai
perencanaan;
Membantu KSM dalam melakukan supervise dan pengarahan pada saat konstruksi;
Meyakinkan bahwa semua rencana berjalan sesuai RKM, termasuk kontribusi dari
berbagai pihak, tenaga kerja, tukang, material dan gudang, alat-alat pengawasan
material, dan lainnya;
Memfasilitasi pertemuan rutin masyarakat;
Memberikan persetujuan terhadap semua pengeluaran dana KSM dan administrasi
keuangannya untuk pelaporan;
Ikut memberikan persetujuan keluar-masuknya material sesuai kualitas yang
dipersyaratkan;
Membantu penyusunan laporan keuangan dan ajuan pencairan dana sesuai
perkembangan fisik;
Melakukan pengawasan pekerjaan fisik dan tenaga kerja;
Membuat Berita Acara pengecekan final teknis, kelembagaan, dan keuangan;
Melaporkan seluruh perkembangan kegiatan dan kemajuan pekerjaan kepada Dinas
penanggung jawab di kabupaten/kota.
d. Tahap Evaluasi dan dukungan Operasional dan Pemeliharaan.
Membantu SKPD dalam menyelenggarakan pelatihan bagi operator dan pengguna;
Menyelenggarakan evaluasi kegiatan bersama dengan dinas-dinas terkait;
Menyelenggarakan kegiatan evaluasi partisipatif bersama masyarakat;
Membantu persiapan peresmian sarana;
Melakukan pengawasan pekerjaan fisik dan tenaga kerja, serta pendampingan
pada saat ujicoba pengoperasian prasarana;
Membantu KSM dalam membuat Berita Acara kegiatan sesuai kebutuhan.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-5


KETENTUAN PELAKSANAAN
2.1.3 Pemilihan Lokasi
Penetapan calon lokasi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dilakukan melalui dua tahap seleksi:
1. Daftar panjang/longlist
Pemilihan Lokasi dimulai dengan penetapan calon lokasi penerima DAK SLBM oleh Pemerintah
Kabupaten/Kota dalam bentuk daftar-panjang (longlist) Kelurahan. Sumber data longlist
dapat diambil dari hasil SSK atau memorandum program bagi Kabupaten/Kota yang telah
ikut Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Bagi Kabupaten/Kota
yang belum mengikuti PPSP daftar longlist ditetapkan oleh SKPD pelaksana DAK.
Penetapan daftar-panjang (minimal 7 lokasi) didasarkan pada wilayah yang merupakan
urutan prioritas pengembangan prasarana dan sarana air limbah, persampahan komunal
berbasis masyarakat. Oleh karena itu, perlu disusun pemetaan prasarana dan sarana sanitasi
lingkungan, sehingga penanganan sanitasi lingkungan akan lebih tepat sasaran dan skala
prioritasnya.
2. Daftar Pendek/Shortlist
Daftar Pendek merupakan data primer yang ditentukan berdasarkan hasil survei dan
identifikasi daftar panjang (longlist) yang dilakukan oleh TFL dan dinas penanggung jawab
kegiatan DAK SLBM berdasarkan kriteria kelayakan maksimal.
Daftar pendek disusun sesuai dengan persyaratan teknis minimal yang ditetapkan dan
melalui pengecekan lapangan. Penentuan lokasi terpilih dilakukan dengan metode seleksi-
sendiri atau oleh perwakilan masyarakat dengan sistem kompetisi terbuka.
Pemilihan maksimal 3 (tiga) kampung yang masuk dalam Daftar Pendek (shortlist) yang
dilakukan oleh TFL (Pemda dan Masyarakat) dan disahkan oleh Kepala Dinas penanggung
jawab, dengan ketentuan memiliki kriteria kelayakan sebagai berikut:
a. Kriteria Umum:
1) Lokasi yang berada di kawasan permukiman padat penduduk;
2) Lokasi yang rawan sanitasi;
3) Lingkungan masyarakat berpendapatan rendah.
b. Kriteria lokasi kegiatan pengelolaan air limbah skala kawasan:
1) Kepadatan 150 jiwa/Ha (Wilayah Jawa & Bali);
2) Terdaftar dalam administrasi pemerintahan Kabupaten/Kota (legal/proseslegal)
dengan cakupan 50-100 KK/ RT/RW/Lingkungan/Kampung/Distrik;
3) Memiliki masalah sanitasi yang sama (tidak terpengaruh batas RT/RW);
4) Tersedianya lahan;
5) Luas min. 50 m2 (Simplified Sewerage System (SSS) atau komunal) dan min. 100 m2

2-6 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
(untuk Community Sanitation Center (CSC) atau MCK plus);
6) Jarak dengan jalan poros 100 m;
7) Tersedia sumber air (PDAM, sumur gali, mata air), dan saluran untuk pembuangan
air limbah (saluran drainase/riol kota/sungai);
8) Bersedia untuk berkontribusi (in cash + in kind);
9) Tertarik untuk mengimplementasikan kegiatan Sanitasi Lingkungan Berbasis
Masyarakat (SLBM).
c. Kriteria lokasi kegiatan pengelolaan persampahan skala kawasan:
1) Kriteria Fisik Lingkungan.
a) Lahan TPST berada dalam batas administrasi yang sama dengan area pelayanan
pengelolaan sampah terpadu 3R berbasis masyarakat.
b) Berada didalam area yang memang direncanakan diperuntukkan sebagai
lokasi TPS Sampah atau Rencana pemanfaatan rendah untuk fasilitas umum/
taman.
c) Lahan yang diusulkan memang telah dimanfaatkan/difungsikan sebagai lokasi
TPS Sampah.
d) Status kepemilikan lahan milik pemerintah atau lainnya dengan surat
pernyataan bersedia digunakan untuk prasarana dan sarana pengelolaan
sampah terpadu 3R berbasis masyarakat.
e) Berdampak minimal terhadap tata guna lahan.
f) Ukuran lahan minimal 200 m2.
g) Permukaan air tanah di TPST >10 m.
h) Bebas banjir.
i) Berada di lahan datar.
j) Jalan keluar/masuk menuju dan dari TPST datar dengan kondisi baik dan lebar
jalan yang cukup untuk mobilisasi keluar/masuk motor/gerobak sampah.
k) Jarak lokasi ke permukiman lebih dari 200 m.
l) Terletak 500 m dari jalan poros.
m) Terdapat zona penyangga dan kegiatan operasionalnya tidak terlihat dari luar.

2) Kriteria Sosial Ekonomi.


a) Masalah sampah sudah mulai mengganggu masyarakat di kawasan dimaksud.
b) Cakupan pelayanan mendekati 600 KK.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-7


KETENTUAN PELAKSANAAN
c) Ada tokoh masyarakat yang disegani dan mempunyai wawasan lingkungan
yang kuat.
d) Penerimaan masyarakat untuk melaksanakan program 3R merupakan
kesadaran masyarakat secara spontan.
e) Masyarakat bersedia membayar retribusi pengolahan sampah.
f) Sudah memiliki kelompok aktif di masyarakat seperti PKK, Forum-forum
kepedulian terhadap lingkungan, karang taruna, remaja mesjid, klub jantung
sehat, club manula, pengelola kebersihan/sampah, dan lain-lain.

2.1.4 Pemicuan Masyarakat


Pemicuan masyarakat dilakukan melalui kegiatan sosialisasi tentang perubahan perilaku pola
hidup bersih dan sehat. Pemicuan dapat melibatkan tenaga sanitarian, Puskesmas, PKK, dan
organisasi lainnya dengan sasaran utama masyarakat calon penerima manfaat dilokasi yang
terpilih di daftar pendek (shortlist).

2.1.5 Penetapan Lokasi


Penetapan lokasi dilaksanakan melalui tahap sosialisasi berdasarkan shortlist yang dilaksanakan
oleh SKPD Kabupaten/Kota pelaksana kegiatan DAK SLBM bersama dengan TFL. Sosialisasi ini
berupa penjelasan kegiatan DAK SLBM kepada perwakilan dari masing-masing stakeholder
lokasi terdiri dari 3-5 orang. Bagi lokasi shortlist yang berminat dapat mengikuti tahap seleksi
lokasi, dengan tahapan sebagai berikut:
1. Menyampaikan surat minat dari stakeholder kepada TFL dan dinas penanggung jawab
kegiatan untuk dilakukan survai cepat partisipatif (Rapid Paticipatory Assessment/RPA).
2. Bersama dengan TFL melakukan survei cepat partisipatif (RPA). RPA merupakan metode
pemetaan kondisi sanitasi masyarakat, masalah yang mereka hadapi serta kebutuhan untuk
memecahkan masalah sanitasi secara cepat dan dilakukan secara partisipatif/bersama
masyarakat.
3. Masyarakat, TFL dan SKPD bersama-sama melakukan perhitungan hasil skoring RPA tiap
lokasi secara terbuka seperti Tabel Konsolidasi Skor RPA (terlampir).
4. Setelah terpilihnya lokasi yang disepakati bersama, disusun materi berita acara seleksi lokasi
terkait tenggat waktu tertentu untuk konfirmasi lahan dan sebagainya kepada pemenang
ke-1. Bila pemenang ke-1 mengundurkan diri, dapat digantikan oleh pemenang berikutnya.

2-8 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
2.16. Pembentukan dan Penetapan KSM
Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) adalah kumpulan orang atau masyarakat yang menyatukan
diri secara sukarela dalam kelompok dikarenakan adanya kepentingan dan kebutuhan yang
sama, sehingga dalam kelompok tersebut memiliki kesamaan tujuan yang ingin dicapai. KSM
merupakan wakil masyarakat calon penerima manfaat program DAK SLBM. KSM dibentuk
melalui musyawarah masyarakat dengan bentuk dan susunan pengurus ditetapkan melalui
Surat Keputusan (SK) Kelurahan. Untuk lokasi pemberdayaan masyarakat yang belum ada KSM
yang terbentuk (seperti KSM pengelola PAMSIMAS, PNPM Mandiri, atau program pemberdayaan
sejenis lainnya), maka perlu dibentuk KSM baru. Namun untuk lokasi pemberdayaan yang telah
mempunyai KSM, maka pemberdayaan dapat dilakukan terhadap KSM yang telah ada.
Secara umum tugas KSM adalah mensosialisasikan, merencanakan, melaksanakan, mengawasi/
memonitor, supervisi, mengelola kegiatan pembangunan, serta mengelola sarana SLBM yang
telah dibangun nantinya. Pada tahap awal kegiatan KSM membentuk tim swakelola yang
terdiri dari: tim perencana, tim pelaksana, tim pengawas, tim pengelola dan panitia/pejabat
pengadaan.
Contoh Susunan dan Tugas pengurus KSM sebagai berikut (dapat disederhanakan/dirangkap
sesuai kebutuhan) :
1. Ketua
Mengkoordinasikan perencanaan kegiatan pembangunan.
Memimpin pelaksanaan tugas tim yang telah di bentuk dan kegiatan rapat-rapat.
2. Sekretaris
Menyusun rencana kebutuhan dan melaksanakan kegiatan tata usaha dan dokumentasi.
Melaksanakan surat-menyurat.
Melaksanakan pelaporan kegiatan pembangunan secara bertahap.
Mendokumentasikan seluruh laporan kegiatan.
Membantu dalam penyuluhan kesehatan masyarakat.
3. Bendahara
Menerima dan menyimpan uang.
Mengeluarkan/membayar tagihan sesuai dengan progres fisik.
Melakukan pengelolaan administrasi keuangan.
Melakukan penarikan kontribusi dari masyarakat berupa uang.
Menyusun realisasi pembukuan serta laporan pertanggungjawaban keuangan pada:
1) Tahap Konstruksi.
Laporan keuangan mingguan untuk diumumkan (ditempel dipapan

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-9


KETENTUAN PELAKSANAAN
pengumuman/tempat strategis) sehingga dapat dilihat dengan mudah oleh
masyarakat.
Laporan keuangan bulanan yaitu laporan penggunaan dana sesuai format yang
ditentukan untuk kemudian diserahkan kepada PPK sanitasi.
2) Pasca Konstruksi (Tahap Operasi dan Pemeliharaan).
Laporan mingguan dan laporan bulanan yang diumumkan (ditempel dipapan
pengumuman/tempat strategis) sehingga dapat dilihat dengan mudah oleh
masyarakat.
4. Seksi Perencanaan
Seksi Perencanaan mempunyai tugas dan bertanggungjawab dalam menyusun DED,
membuat gambar rencana kerja dan/atau spesifikasi teknis. Tim perencana terdiri dari seksi
perencanaan, seksi konstribusi dan seksi tenaga kerja. Secara rinci tugas tim perencana
adalah:
a. Mensosialisakan pilihan teknologi sanitasi kepada masyarakat;
b. Mengevaluasi dan menentukan pilihan teknologi sanitasi yang akan dibangun, sesuai
dengan pilihan, kemampuan masyarakat serta kondisi lingkungan;
c. Dengan di fasilitasi TFL menyusun analisa teknis, membuat DED lengkap dengan
potongan, RAB dan menyusun analisa structural, elektrikal, arsitektural sesuai dengan
teknologi sanitasi yangdipilih masyarakat;
d. Menyusun jadwal rencana kegiatan konstruksi;
e. Melakukan inventarisasi tenaga kerja;
f. Mengorganisir kegiatan kampanye kesehatan di masyarakat.
5. Seksi Pelaksanaan
Seksi Pelaksanaan mempunyai tugas dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan yang direncanakan, membuat gambar pelaksanaan serta membuat laporan
pelaksanaan pekerjaan. Secara rinci tugas tim pelaksana adalah:
a. Melakukan rekrutmen tenaga kerja;
b. Mengatur tenaga kerja di lapangan;
c. Mengatur dan mengkoordinir material yang diperlukan;
d. Menerima dan menyetujui material/barang masuk;
e. Bertanggung jawab terhadap keamanan material selama pembangunan;
f. Membuat laporan tentang keadaan material;
g. Mengalokasikan material sesuai dengan kebutuhan pekerjaan konstruksi;

2-10 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
h. Melakukan monitoring terhadap upaya penyehatan lingkungan;
i. Membuat As built drawing setelah pekerjaan konstruksi selesai.
6. Seksi Pengawasan
Tim Pengawasan mempunyai tugas dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pengawasan
terhadap pelaksanaan dan pelaporan, baik fisik maupun administrasi pekerjaan swakelola.
Secara rinci tugas tim pengawas adalah:
a. Pengawasan kepada pekerja dengan di fasilitasi oleh TFL;
b. Bertangung jawab terhadap pengawasan administrasi, teknis dan keuangan;
c. Di fasilitasi oleh TFL bertanggung jawab/menilai atas kualitas dan progres pekerjaan
fisik;
d. Menyusun laporan pekerjaan untuk diteruskan dan/atau ditindaklanjuti ke PPK.
7. Panitia/Pejabat Pengadaan
Berdasarkan Perpres No 54 Tahun 2010 (dan perubahannya sesuai Perpres No 70 Tahun 2012
tentang mekanisme pengadaan barang dan jasa), Panitia/Pejabat Pengadaan diangkat
oleh penanggungjawab kelompok masyarakat (KSM) untuk melakukan pengadaan barang/
jasa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan swakelola dan Panitia/Pejabat Pengadaan
diperbolehkan bukan PNS.
a. Bertangung jawab dalam melaksanakan survey harga pasar material setempat;
b. Mengundang supplier (peyedia barang) untuk mendapatkan harga terendah;
c. Melaksanakan kegiatan proses pengadaan barang atau pekerjaan konstruksi.
8. Seksi Operasi & Pemeliharaan
a. Mengoperasikan dan memelihara sarana sanitasi yang telah dibangun;
b. Mengumpulkan iuran warga;
c. Melestarikan sarana sanitasi yang telah dibangun;
d. Bekerjasama dengan tim perencana bila ada pengembangan sarana sanitasi.
Catatan:
Susunan dan Tugas pengurus KSM sebagai berikut (dapat disederhanakan/dirangkap sesuai
kebutuhan).
Mekanisme kerja KSM tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/
ART) yang disepakati oleh pengurus KSM dan seluruh calon pengguna/penerima manfaat.
Status pembentukan KSM disahkan dengan Surat Keputusan (SK) Lurah setempat. Untuk
daerah tertentu, pembentukan KSM ini dapat ditambahkan legalitas notaris untuk
kepentingan pembukaan rekening masyarakat

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-11


KETENTUAN PELAKSANAAN
Struktur organisasi KSM, sebisa mungkin membuat warga masyarakat mudah untuk terlibat
secara langsung.

RAPAT ANGGOTA

KETUA
BADAN
SEKRETARIS
PENASEHAT
BENDAHARA

PANITIA SWAKELOLA KSM

PANITIA/
SEKSI SEKSI SEKSI
PEJABAT
PERENCANAAN PELAKSANAAN PENGAWASAN
PENGADAAN

SEKSI OPERASI DAN


PEMELIHARAAN

ANGGOTA

GARIS PENGAWASAN

GARIS WEWENANG

Gambar 2.1 Contoh Bagan Organisasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)

2.2 TAHAP PERENCANAAN


Penyusunan RKM dilakukan dengan pendekatan partisipatif, artinya semaksimal mungkin
melibatkan masyarakat dalam semua kegiatan dan penyusunannya, baik manajemen maupun
teknis. Pekerjaan yang membutuhkan keahlian teknis dibantu oleh tenaga ahli/TFL, dengan
tetap melibatkan masyarakat.
Dokumen RKM, merupakan dokumen resmi perencanaan DAK SLBM yang disusun oleh KSM dan
difasilitasi oleh TFL, diusulkan dan disahkan dalam forum musyawarah di lokasi pelaksanaan,
yang merupakan salah satu syarat untuk pencairan dana tahap awal. Dokumen RKM harus
disetujui oleh SKPD (unsur pemerintah daerah terkait), Dokumen tersebut berisi tentang:
1. Profil lokasi;
2. Organisasi KSM, Struktur KSM serta tim pendukung (seksi perencanaan, seksi pelaksanaan,

2-12 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
seksi pengawasan, seksi Operasi dan Pemeliharaan serta tim pengadaaan), dengan dilengkapi
Surat Keputusan (SK) pembentukan KSM maupun pembentukan tim pendukung;
3. Anggaran Dasar & Rumah Tangga (AD/ART) KSM;
4. Surat ketersediaan Lahan dan atau persetujuan warga misal : surat hibah, surat hak guna
dari dinas/lembaga yang ada didaerah;
5. Dokumen dan berita acara seleksi kampung, disertai dengan dokumen pendukung dan tabel
konsolidasi skor RPA;
6. Penentuan Calon Pengguna;
7. Pemilihan Teknologi Sanitasi;
8. DED dan RAB lengkap disertai dengan kurva S;
9. Rekening bank bersama (di tanda tangani oleh ketua KSM, TFL dan PPK Sanitasi Kabupaten/
Kota);
10. Sumber Pendanaan serta Mekanisme Pencairan Dana dari pemerintah;
11. Pengelolaan Keuangan DAK SLBM (Administrasi pembukuan danaDAK SLBM, Mekanisme
pembelanjaan, dan Laporan keuangan);
12. Rencana Kerja
a. Rencana pembangunan infrastruktur
b. Rencana pendampingan
c. Rencana pelatihan mandor, tukang, operator, dan pengguna
d. Rencana pembiayaan operasi dan pemeliharaan oleh masyarakat pengguna
13. Surat Perjanjian Kerja Sama Antara SATKER/PPK Sanitasi kabupaten/Kota dengan KSM,
tentang pemanfaatan DAK SLBM;
14. Jaminan dari masyarakat pengguna terhadap kesediaan dalam mengoperasikan dan
memelihara sarana dan prasarana DAK SLBM;

Tujuan RKM adalah:


1. Mengumpulkan informasi sanitasi secara kuantitatif dan kualitatif diantaranya jumlah
rumah/KK yang memiliki dan/atau tidak memiliki fasiltas MCK pribadi, kepemilikan maupun
kondisi septictank, tempat pembuangan limbah domestik); tempat pembuangan sampah,
dan kebersihan lingkungan sekitarnya;
2. Mengumpulkan informasi tentang kondisi kesehatan dan angka penyakit terkait dengan
waterborn deseases (diare, kulit, kolera);
3. Mengidentifikasi indikator dan/atau mekanisme dalam hal keberlanjutan oprasional dan
pemeliharaan prasarana dan sarana DAK SLBM melalui proses partisipasi masyarakat.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-13


KETENTUAN PELAKSANAAN
Indikator berupa pengurasan bak mandi, pengambilan lumpur di manhole, kesediaan alat,
pembersihan lantai, manfaat dan nilai guna iuran yang dirasakan oleh masyarakat dalam
kegiatan operasional dan pemeliharaan prasarana DAK SLBM, keinginan masyarakat untuk
mengunakan prasaran DAK SLBM, dan lainlain;
4. Mengidentifikasi informasi tentang kesetaraan akses (laki-laki/perempuan, anak-anak,
manula/tuna daksa) pada pelayanan yang ada, partisipasi dalam pengambilan keputusan,
kebutuhan dan kepuasan pengguna, kualitas pelayanan dan pengelolaan oleh masyarakat;
5. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan mandor, tukang, operator, pengguna, dan kewirausahaan
untuk mengembangkan kemampuan agar pelayanan dapat berkesinambungan;
6. Mengidentifikasi kebutuhan dan rencana masyarakat untuk memecahkan masalah sanitasi.

2.2.1 Persiapan Pelaksanaan Penyusunan RKM


Persiapan Tim TFL (Teknis dan Pemberdayaan/Sosial) dalam pembagian tugas:
Siapa berperan sebagai apa dan kapan.
Penyiapan logistik, materi dan alat-alat untuk RKM.
Kontak person di masyarakat.
Menentukan waktu dan tempat.
Melaksanakan pertemuan sesuai jadwal dan kesepakatan.
Komunikasi dan koordinasi dengan semua stakeholders.

Tahapan Penyusunan RKM:


1. Klasifikasi Kesejahteraan, yaitu mengklasifikasi jumlah penduduk kampung ke dalam
kategori tingkat kesejahteraan (kaya, menengah, miskin) dan manula/tuna daksa menurut
kriteria khusus dan istilah setempat;
2. Pemetaan Sanitasi Kampung oleh Masyarakat, yaitu mempelajari keadaan masyarakat
menyangkut sarana air bersih dan sanitasi;
3. Transect Walk, yaitu mempelajari akses masyarakat terhadap sarana sanitasi yang ada;
4. Partisipasi dan Kontribusi, yaitu menilai dan menganalisa kesetaraan dan transparansi
pengguna saat dan pasca pembangunan sarana (pembangunan, operasional dan
pemeliharaan);
5. Siapa Melakukan Apa, yaitu mengetahui peranan laki-laki dan perempuan pada tahap
perencanaan, pembangunan, oparasional dan pemeliharaan sarana;
6. Pembagian Kerja berdasarkan Peran Gender dan kelompok rentan sanitasi, yaitu menilai
dan menganalisa pembagian kerja, jenis pekerjaan, dan pekerjaan yang dibayar atau tidak.

2-14 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
2.2.2 Pihak-pihak yang Menyusun RKM
Para pihak yang terlibat dalam penyusunan RKM, terdiri dari masyarakat yang berdomisili di
kampung yang bersangkutan, baik perempuan atau laki-laki, tokoh formal maupun informal.

2.2.3 Waktu dan Tempat Pertemuan Penyusunan RKM


Penyusunan RKM ini dapat diselesaikan maksimal 3 bulan, sebaiknya di laksanakan 2-3 jam
dalam satu hari, Keterwakilan perempuan dalam kegiatan ini, perlu mendapat perhatian khusus
karena pemanfaat utama dari sarana sanitasi adalah perempuan. Dalam menetapkan tempat
pertemuan, yang perlu diperhatikan adalah tempat tersebut cukup luas, bersifat netral, dan
mudah diakses oleh masyarakat.

2.2.4 Dokumen RKM


Dokumen RKM, merupakan dokumen resmi perencanaan DAK SLBM yang disusun oleh KSM dan
difasilitasi oleh TFL., diusulkan dan disahkan dalam forum musyawarah di lokasi pelaksanaan,
yang merupakan salah satu syarat untuk pencairan dana tahap awal. Dokumen RKM harus
disetujui oleh SKPD (unsur pemerintah daerah terkait), Dokumen tersebut berisi tentang:
1. Profil lokasi;
2. Organisasi KSM, Struktur KSM serta tim pendukung (seksi perencanaan, seksi pelaksanaan,
seksi pengawasan, seksi Operasi dan Pemeliharaan serta tim pengadaaan), dengan dilengkapi
Surat Keputusan (SK) pembentukan KSM maupun pembentukan tim pendukung;
3. Anggaran Dasar & Rumah Tangga (AD/ART) KSM;
4. Surat ketersediaan Lahan dan atau persetujuan warga misal: surat hibah, surat hak guna
dari dinas/lembaga yang ada didaerah;
5. Dokumen dan berita acara seleksi kampung, disertai dengan dokumen pendukung dan tabel
konsolidasi skor RPA;
6. Penentuan Calon Pengguna;
7. Pemilihan Teknologi Sanitasi;
8. DED dan RAB lengkap disertai dengan kurva S;
9. Rekening bank bersama di tanda tangani oleh ketua KSM, bendahara KSM dan satu orang
penerima manfaat yang ditunjuk melalui rembug warga;
10. Sumber Pendanaan serta Mekanisme Pencairan Dana dari pemerintah;
11. Pengelolaan Keuangan DAK SLBM (Administrasi pembukuan dana DAK SLBM, Mekanisme
pembelanjaan, dan Laporan keuangan);
12. Rencana Kerja;
a. Rencana pembangunan infrastruktur.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-15


KETENTUAN PELAKSANAAN
b. Rencana pendampingan.
c. Rencana pelatihan mandor, tukang, operator, dan pengguna.
d. Rencana pembiayaan operasi dan pemeliharaan oleh masyarakat pengguna.
13. Jaminan dari masyarakat pengguna terhadap kesediaan dalam mengoperasikan dan
memelihara sarana dan prasarana DAK SLBM.

2.3 SUMBER PENDANAAN DAN TAHAP PENCAIRAN DANA


2.3.1 Sumber Pendanaan
1. Dana APBN
Dana APBN sebagai dana pendukung DAK SLBM, dialokasikan melalui Satker Pengembangan
Penyehatan Lingkungan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum digunakan untuk
sosialisasi, pelatihan TFL, pelaporan serta monitoring evaluasi.
2. Dana DAK dan APBD
a. Dana DAK SLBM hanya dapat digunakan untuk membiayai kegiatan konstruksi fisik di
lokasi.
b. Dana pendamping wajib dialokasikan minimal sebesar 10 % untuk DAK SLBM Reguler
dan 0-3 % untuk DAK SLBM Tambahan.
c. Dana APBD diluar pendamping dialokasikan minimal 5% dari pagu DAK SLBM sebagai
dana operasional yang digunakan untuk:
Gaji Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan operasional TFL minimal diatas UMR
setempat ditambah Rp. 1.500.000/bulan dialokasikan selama 8 bulan
BOP SKPD untuk mengelola kegiatan DAK SLBM
BOP KSM untuk Sosialisasi, pelatihan, perencanaan, pelaksanaan
Pendampingan fisik DAK SLBM
Dana pendamping harus dialokasikan pada saat penyusunan anggaran di tahun sebelumnya
(N-1) yang besarannya minimal sama dengan alokasi tahun sebelumnya.
3. Dana Masyarakat
a. Dana masyarakat (in-cash dan/atau in-kind) dikumpulkan berdasarkan kesepakatan
hasil musyawarah dan kesepakatan masyarakat calon pengguna/penerima manfaat
program.
b. Pengumpulan dana masyarakat dilakukan oleh KSM.
c. Dana dari masyarakat dalam bentuk tunai dimasukkan ke rekening bersama atas nama

2-16 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
3 (tiga) orang yaitu: ketua KSM, bendahara KSM dan 1 (satu) orang wakil dari Penerima
manfaat yang terpilih melalui rebug warga.
4. Dana Swasta/Donor (apabila ada)
a. Dana swasta/donor adalah dalam bentuk hibah sebagai bentuk kontribusi swasta dalam
kegiatan perbaikan sanitasi masyarakat;
b. Pencairan dana dilakukan sesuai peraturan yang berlaku di masing-masing perusahaan/
lembaga atau institusi yang bersangkutan setelah ada rencana kerja masyarakat/RKM;
c. Dana dari Swasta/Donor diwujudkan dalam bentuk tunai yang ditransfer langsung ke
rekening bersama.
5. Dana LSM (bila ada)
Dukungan dari LSM biasanya berbentuk keahlian (expertise) sebagai bentuk kontribusi
mereka terhadap kegiatan perbaikan sanitasi masyarakat.

2.3.2 Mekanisme Pencairan Dana


Mekanisme pencairan dana sesuai dengan mekanisme pencairan Dana Hibah Bantuan Sosial.
Penyaluran dana kepada KSM dilakukan secara bertahap:
1. Diberikan 40% (empat puluh persen) dari keseluruhan dana, apabila KSM telah menyelesaikan
dokumen RKM;
2. Diberikan 30% (tiga puluh persen) dari keseluruhan dana apabila pekerjaan fisik telah
mencapai 30% (tiga puluh persen); dan
3. Diberikan 30% (tiga puluh persen), dari keseluruhan dana, apabila pekerjaan fisik telah
mencapai 60% (enam puluh persen).

Mekanisme pencairan Dana harus sesuai dengan Perpres No 54 Tahun 2010 (dan perubahannya
sesuai Perpres No 70 Tahun 2012 tentang mekanisme pengadaan barang dan jasa dengan metoda
penunjukan langsung kepada masyarakat).

2.3.3 Verifikasi RKM


KSM mengusulkan Dokumen RKM kepada SKPD untuk disetujui dan disahkan oleh SKPD,
selanjutnya menjadi Dokumen Kelengkapan Kontrak.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-17


KETENTUAN PELAKSANAAN
2.3.4 Perjanjian Kerja KSM dengan SKPD
Perjanjian kerja (kontrak) ditanda tangani oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen dari SKPD
kabupaten/kota sebagai Penanggung Jawab Anggaran, dengan Ketua KSM (lihat contoh
Perjanjian kerja (Kontrak) pada ketentuan teknis). Perjanjian kerja ini dapat diadakan, setelah
KSM menunjukkan persiapan kegiatan berupa RKM yang sudah di verifikasi dan dilengkapi dengan
DED dan RAB.
Contoh standard dari Perjanjian kerja (kontrak) tersebut, dapat dilihat pada lampiran (lihat
contoh Perjanjian kerja (Kontrak) pada ketentuan teknis):
1. Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK), yang memuat: (i). Definisi, (ii). Pembayaran Uang
Muka, (iii) Waktu penyelesaian pekerjaan, (iv). Perpanjangan waktu penyelesaian.
2. Syarat Syarat Khusus Kontrak (SSKK) yang memuat: (i). Alamat Korespondensi para Pihak,
(ii). Nomor rekening atas nama 3 (tiga) orang yaitu: ketua KSM, wakil Dinas Penanggung
Jawab Pemerintah Kabupaten/Kota dan fasilitator (khusus untuk dana Bansos swakelola),
(iii) Tanggal berlaku kontrak, (iv). Waktu penyelesaian, (v). Jadual pelaporan, (vi). Sumber
dana, (vii). Termijn pembayaran, (viii). Batas waktu penerbitan SPP (Surat Perintah
Pembayaran) oleh PPK.
3. Dokumen RKM (Rencana Kerja Masyarakat) yang telah disetujui.
4. Rencana Pembayaran:
a. Pembayaran upah tenaga kerja yang diperlukan akan dilakukan secara harian atau
mingguan berdasarkan daftar hadir pekerja atau dengan cara upah borong.
b. Pembayaran gaji tenaga terampil (apabila diperlukan) dilakukan berdasarkan kontrak
dengan tenaga terampil tersebut, atau tanda bukti pembayaran.
c. Pembayaran bahan dan/atau peralatan/suku cadang.
5. Rencana Penyerahan Hasil Pekerjaan:
Setelah pelaksanaan pekerjaan DAK SLBM ini selesai 100% (sasaran akhir pekerjaan telah
tercapai), Penanggung Jawab KSM menyerahkan pekerjaan kepada PPK SKPD.
(Contoh berita acara serah terima pekerjaan dapat dilihat pada Ketentuan Teknis)

2.4 PELAKSANAAN KEGIATAN KONSTRUKSI


2.4.1 Pengadaan Material
Pengadaan material untuk keperluan kegiatan DAK SANITASI diutamakan dengan memberdayakan
masyarakat setempat baik secara perorangan maupun secara kelompok. Apabila masyarakat
dilokasi tersebut tidak mampu menyediakan material yang dibutuhkan, maka KSM dapat

2-18 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
menunjuk/memilih pemasok dari luar lokasi dengan melalui survey harga yang terendah.
Pelaksanaan Kegiatan Dengan Subkontraktor/Pemasok Pekerjaan yang dapat dikerjakan secara
subkontrak melalui pihak ketiga adalah pekerjaan yang dianggap tidak mampu dikerjakan
oleh masyarakat karena memerlukan keahlian khusus (misalnya pembuatan campuran beton
mutu tinggi atau pabrikasi) atau pembelian barang (pabrikan) yang membutuhkan ketrampilan
tertentu.

2.4.2 Pengadaan Barang dan Jasa


Mekanisme pengadaan barang dan jasa mengacu pada Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010,
serta perubahannya Peraturan Presiden 70 tahun 2012 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa,
pasal 55. Tanda bukti pembelian terdiri atas bukti pembelian, kuitansi, Surat Perintah Kerja
(SPK), dan surat perjanjian sebagai berikut:
1. Bukti Pembelian yang dimaksud, digunakan untuk pengadaan barang atau jasa yang nilainya
sampai dengan Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
2. Kuitansi, digunakan untuk pengadaan barang dan jasa yang nilainya Rp. 10.000.000,00 s/d
Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
3. Surat Perintah kerja (SPK) digunakan untuk pengadaan barang atau pekerjaan konstruksi
atau jasa lainnya dengan nilai Rp. 50.000.000,00 s/d Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta
rupiah).
4. Surat Perjanjian digunakan untuk pengadaan barang atau pekerjaan konstruksi atau jasa
lainnya dengan nilai diatas Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
Untuk pengadaan barang, KSM harus membentuk panitia pengadaan yang diangkat oleh ketua
KSM untuk melakukan pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan swakelola.
Panitia pengadaan berjumlah 3 orang (masyarakat pemanfaat) terdiri dari ketua, sekretaris dan
anggota, yang dipilih melalui rembug warga. Panitia Pengadaan terdiri dari satu orang anggota
KSM dan 2 (dua) orang dari masyarakat setempat.

2.4.3 Pelaksanaan Konstruksi


Pelaksanaan Konstruksi secara garis besar adalah:
1. Penjelasan teknis konstruksi dilakukan oleh SKPD, kepada pelaksana pembangunan, tukang,
mandor dan masyarakat pengguna;
2. Pekerjaan konstruksi dilakukan oleh tukang dan atau masyarakat yang dipekerjakan oleh
KSM, didampingi oleh TFL, dengan tahapan sebagai berikut;
Rembug warga: KSM melakukan pemaparan terhadap rencana pelaksanaan

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-19


KETENTUAN PELAKSANAAN
pembangunan, penjelasan RKM, jadwal pelaksana pekerjaan, kontrak, sumber-sumber
pembiayaan lainnya, rekruitmen dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan, mekanisme
pembayaran, penjelasan gambar desain dan jalur perpipaan, titik lokasi IPAL terpilih,
menyepakati rencana operasi dan pemeliharaan, pembentukan lembaga pengelola,
jadwal evaluasi pekerjaan.
Survey dan pemetaan ulang: survey dilakukan untuk mendapatkan jumlah pemanfaat
sesuai dengan RKM dan rencana pengembangannya. Pemetaan ulang dilakukan untuk
mengukur jalur pipa rencana, keberadaan utilitas, pemasangan patok (benchmark),
lokasi bak kontrol.
Pembersihan dan penyiapan lahan IPAL/MCK plus.
Penyiapan peralatan K3, sign board, turap pengaman galian.
Penyiapan direksi Kit, gudang, area kerja (misal untuk pembuatan precast bak kontrol).
Pengadaan dan pembelian barang oleh panitia pengadaan.
Pembagian grup dan area kerja.
Pelaksanaan pekerjaan.
Monitoring dan evaluasi.
Pelaksanaan untuk pekerjaan yang dikerjakan sendiri oleh tim pelaksana KSM adalah:
Sekurang-kurangnya terdapat Satu Kepala Pelaksana
Kepala Pelaksana mewakili Ketua KSM dalam memberikan arahan serta mengawasi
jalannya pelaksanaan di lapangan, baik dari segi teknik maupun administrasi kegiatan,
dan sebagai penghubung dengan pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.
Kepala Pelaksana adalah Ketua Unit Teknis KSM atau anggota KSM lain yang mampu
untuk mengemban tugas tersebut.
Satu orang Mandor.
Mandor adalah orang yang menguasai pekerjaan lapangan sesuai dengan jenis
pekerjaannya, dan berfungsi membantu Kepala Pelaksana dalam menangani satu
maam pekerjaan atau lebih. Mandor sebaiknya adalah anggota Unit Kerja Teknis atau
orang lain yang terampil/menguasai jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.

2.5 PELAKSANAAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN


2.5.1 Serah Terima Aset Infrastruktur
Setelah pembangunan prasarana/sarana sanitasi diselesaikan, maka tahapan selanjutnya adalah
tahapan serah terima prasarana/sarana sanitasi yang sudah di bangun. Beberapa kegiatan pokok

2-20 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
yang harus dilakukan dalam proses penyerahan sarana sanitasi adalah sebagai berikut:
Rembug Warga bertujuan untuk memberikan informasi hasil pelaksanaan kegiatan dan hasil
pengelolaan dana kepada warga lokasi sasaran. Rembug dilaksanakan setelah pelaksanaan fisik
selesai 100% atau pada saat batas waktu penyelesaian pekerjaan habis.
Forum ini dipimpin oleh Lurah dengan mengundang PPK Sanitasi Kabupaten/Kota, Pemerintah
Kecamatan, KSM, KM, PKK, LSM, Tokoh masyarakat desa, dan warga lokasi kegiatan dengan
perwakilan Pengurus RT/RW.
Dalam Rembug ini, KSM menjelaskan secara rinci dan transparan laporan pertanggungjawaban.
Materinya antara lain Laporan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan (LP2K), Realisasi Kegiatan
dan Biaya (RKB) disertai dengan foto-foto pelaksanaan. Hasil Rembug Warga ini disampaikan
kepada PPK Sanitasi kabupaten/kota. Hasil rembug warga di tuangkan dalam berita acara.

Serah Terima Pekerjaan dilakukan oleh Ketua KSM kepada PPK Sanitasi Kabupaten/kota dengan
sepengetahuan SKPD dan Lurah. Selanjutnya PPK Sanitasi Kabupaten/kota menyerahkan hasil
pekerjaan tersebut kepada KSM untuk difungsikan.
Isi laporan pertanggungjawaban terdiri dari:
1. Apabila pekerjaan fisik sudah selesai (mencapai 100%), laporan pertanggungjawaban KSM
berisi Laporan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan (LP2K), Realisasi Kegiatan dan Biaya
(RKB) dan pembuatan Surat Pernyataan Penyelesaian Pelaksanaan Kegiatan (SP3K).
2. Apabila pelaksanaan kegiatan fisik tidak selesai pada waktunya (pada akhir tahun anggaran
belum mencapai 100%) maka laporan pertanggungjawaban KSM berisi Laporan Realisasi
Kegiatan dan Biaya (RKB), Pembuatan Berita Acara Status Pelaksanaan Kegiatan (BASPK),
dan Surat Pernyataan Penyelesaian Kegiatan (SP2K).

2.5.2 Tujuan Operasi dan Pemeliharaan


Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan aset yang sudah dibangun
melalui upaya pemeliharaan yang tepat. KSM pengelola yang telah dibentuk akan melaksanakan
kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana-sarana sanitasi yang telah dibangun.
Tujuan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan adalah sebagai berikut:
1. Terkumpulnya iuran dari masyarakat untuk pembiayaan operasional dan pemeliharaan
sarana sanitasi yang terbangun.
2. Dapat berfungsinya sarana sanitasi sesuai dengan peruntukannya.
3. Adanya tambahan jumlah masyarakat penerima manfaat.
4. Adanya perubahan perilaku PHBS di masyarakat.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-21


KETENTUAN PELAKSANAAN
5. Tumbuhnya partisipasi masyarakat untuk ikut memelihara sarana
6. Memberikan peluang kepada masyarakat/kelompok masyarakat/lembaga masyarakat untuk
mengoperasikan dan mengoptimalkan sarana sanitasi yang ada sebagai sumber daya serta
meningkatkan kapasitas masyarakat dengan penciptaan peluang pelatihan teknis maupun
non teknis.
7. Keberlanjutan sesuai dengan prinsip DAK SLBM.

2.5.3 Organisasi Pengelola Operasional dan Pemeliharaan


Operasi dan Pemeliharaan dilakukan oleh organisasi yang sebelumnya sudah ada dan ditunjuk
oleh masyarakat, seperti KSM, dapat juga merupakan kelembagaan baru yang sesuai dengan
kebutuhan hasil musyawarah masyarakat pengguna.
KSM maupun organisasi pengelola operasional dan pemeliharaan harus berasal dari Kelompok
Pemanfaat. Dalam hal ini, masyarakat memperoleh fasilitasi mengenai tata cara operasi dan
pemeliharaan dari aparat, tenaga pendamping, maupun pihak-pihak lain yang berkompeten.
1. Prinsip pengelolaan pada tahap pemanfaatan:
a. Musyawarah.
b. Transparansi.
c. Akuntabilitas publik dan kontrol sosial.
2. KSM sebagai pengelola sarana harus harus memiliki:
a. Aturan-aturan organisasi (AD/ART) dan petunjuk operasi dan pemeliharaan sarana,
yang disusun dan diputuskan bersama-sama secara musyawarah antar anggota KSM.
b. Aturan sesuai dengan kondisi setempat, yang mengatur siapa penerima manfaat,
besarnya iuran yang harus dibayar, waktu pembayaran iuran, serta siapa petugas
yang melakukan pemeriksaan dan perbaikan kalau terjadi kerusakan dan menentukan
besarnya biaya operasi rutin seperti honor petugas, biaya listrik, dan lain-lain.
c. Standar Operation Procedure/SOP pemakaian dan pemeliharaan sarana, yang harus
dipatuhi oleh operator yang ditunjuk KSM.

Tugas KSM Pengelola/Operasi dan Pemeliharaan:


a. Iuran Pengguna:
Membicarakan tentang besarnya iuran pemanfaatan sarana.
Mengumpulkan iuran, membuat perencanaan belanja, membukukan dan melaporkan
secara rutin.

2-22 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
b. Pengoperasian & Pemeliharaan
Mengoperasikan dan memelihara sarana fisik Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat
(SLBM).
Mengembangkan mutu pelayanan & jumlah sarana pengguna.

c. Penyuluhan Kesehatan
Melakukan kampanye tentang kesehatan rumah tangga dan lingkungan.Gambar 2.2
Bagan Struktur Organisasi KSM Pasca Konstruksi

Gambar 2.2 Bagan Struktur Organisasi KSM Pasca Konstruksi

Pengelola prasarana dan sarana dilakukan oleh operator yang telah dilatih dengan memperhatikan
beberapa hal:
Kinerja prasarana yang dikelola.
Jumlah prasarana dan sarana yang tersedia.
Jumlah prasarana dan sarana yang digunakan.
Target/sasaran perencanaan.
Standar prosedur operasional dan pemeliharaan.
Standar kriteria teknis prasarana dan sarana.
Rencana pengembangan sarana di masa datang.
Untuk mencapai keberhasilan pengelolaan, operator harus melakukan langkah-langkah berikut:
Melakukan pemantauan rutin untuk mengetahui kondisi prasarana dan sarana
Mengetahui kerusakan sedini mungkin agar dapat disusun rencana perawatan dan
pemeliharaan yang baik

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-23


KETENTUAN PELAKSANAAN
Mencatat keluhan pemanfaat
Melakukan rehabilitasi tepat waktu
Melakukan evaluasi kinerja pelayanan secara berkala
Melakukan pengelolaan sesuai standar operasional prosedur
Dalam pelaksanaan pelestarian sarana sanitasi, diharapkan pemerintah Kabupaten/Kota dapat
berperan aktif memberikan dukungan teknis kepada masyarakat (penyuluhan) agar mereka
mampu mengoperasikan dan memanfaatkan sarana yang ada.
3. Prosedur Operasi dan Pemeliharaan (standard operating procedure/SOP).
SOP yang telah tertuang dalam RKM dapat disesuaikan dengan kebutuhan operator dan pengguna.
Pedoman ini disusun oleh pengurus bersama kelompok pemanfaat, dimusyawarahkan bersama
dalam forum masyarakat pemanfaat, dan setelah dicapai mufakat maka disahkan oleh Lurah/
Kepala Desa.
Setiap lokasi dapat mengembangkan pedoman kerjanya sendiri, sesuai dengan kondisi,
kemampuan dan budaya yang ada di daerahnya masing-masing.
Dalam upaya mencapai keberhasilan pengelolaan perlu didukung tim pengelola KSM yang handal:
a. Mampu mengorganisasikan anggotanya untuk mendukung program kerja yang telah dibuat;
b. Dapat menjamin kepentingan pemanfaat dan mencarikan alternatif pemecahan
permasalahan yang dihadapi;
c. Mampu melakukan hubungan kerja dengan lembaga lain di luar KSM;
d. Mampu menerapkan sanksi organisasi bagi anggota yang melanggar peraturan.
4. Pendanaan Operasi dan Pemeliharaan.
Sumber dana berasal dari masyarakat, berupa iuran atau dana lain yang dikembangkan di lokasi,
yang dihitung berdasarkan kesepakatan bersama akan kebutuhan operasional dan pemeliharaan
serta rencana pengembangan sarana di masa datang.
Pendanaan diperuntukkan bagi operasional dan pemeliharaan ditambah honorarium pengelola
untuk melakukan operasional dan pemeliharaan serta orang yang bertugas untuk melakukan
perbaikan jika terjadi kerusakan.
Komponen yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung biaya pengoperasian dan pemeliharaan
meliputi:
a. Biaya perbaikan dan penggantian komponen yang rusak sesuai dengan sistem sarana yang
dibangun;
b. Biaya pengembangan sarana;
c. Biaya Operasional (solar, listrik, dan lain-lain);

2-24 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
d. Honorarium pengelola;
e. Depresiasi alat/sarana.
4. Dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk Operasi dan Pemeliharaan.
Pemerintah daerah menugaskan SKPD teknis pengelola DAK untuk melakukan pembinaan secara
teknis operasional serta keuangan kepada KSM/pengelola. Dukungan Pemda juga termasuk untuk
melakukan rehabilitasi sarana yang mengalami kerusakan berat (tidak dapat beroperasional).

2.6 MONITORING DAN EVALUASI


Monitoring merupakan kegiatan pemantauan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan
teratur untuk mengetahui:
1. Kemajuan pelaksanaan sesuai tahapan proses kegiatan,
2. Pencapaian sasaran dan hasil kegiatan yang dilaksanakan,
3. Menjamin keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur yang terbangun.
Evaluasi merupakan kegiatan penilaian kemanfaatan dari pelaksanaan program melalui
indikator:
1. Penilaian Kinerja Daerah dalam pelaksanaan kegiatan.
2. Kepatuhan dan ketertiban pelaporan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi dituangkan dalam satu bentuk format pelaporan pelaksanaan
kegiatan.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-25


KETENTUAN PELAKSANAAN

Gambar 2.3 Mekanisme Monitoring Dan Evaluasi

2-26 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN PELAKSANAAN
2.7 PELAPORAN
Kegiatan pelaporan dilakukan oleh:
1. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)
KSM dengan bimbingan dari Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) menyusun laporan sebagai
berikut:
a. Laporan kegiatan mingguan yang berisi kemajuan pelaksanaan pembangunan dan
keuangan, disampaikan kepada masyarakat.
b. Bersama Fasilitator membuat laporan secara periodik (1 bulan) kepada SKPD sejak
proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
2. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten/Kota
Menyusun laporan triwulanan seluruh kegiatan DAK SLBM. Laporan triwulanan tersebut
disampaikan paling lambat 5 hari kerja setelah triwulanan yang bersangkutan berakhir.
Laporan ditujukan kepada Bupati/ Walikota melalui Kepala Bappeda Kabupaten/Kota
dengan tembusan kepada Kepala SKPD Provinsi (Cipta Karya/PU) dan Satuan Kerja PPLP
Provinsi.
3. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi (Cipta Karya/PU)
Menyusun laporan triwulanan yang diperoleh dari masing-masing SKPD Kabupaten/Kota
penerima DAK SLBM. Laporan triwulanan tersebut disampaikan paling lambat 10 hari kerja
setelah triwulanan yang bersangkutan berakhir kepada Gubernur melalui Kepala Bappeda
Provinsi dengan tembusan kepada Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum,cq
Direktur PPLP.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-27


KETENTUAN PELAKSANAAN

MENTERI
cq. Sekretaris Jenderal

14 hari
kerja
14 hari
kerja Direktorat
Jenderal terkait

GUBERNUR
cq. Kepala Bappeda

10 hari 10 hari
10 hari
kerja Tembusan kerja
kerja

Kepala SKPD
Kepala Balai/
Provinsi sub Satker Terkait
bidang

BUPATI/WALIKOTA
cq Kepala Bappeda

Tembusan

5 hari kerja

Kepal SKPD Kab/Kota


sub bidang

Gambar 2.4 Mekanisme Pelaporan

2-28 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


BAGIAN III

KETENTUAN TEKNIS
DAK SLBM

PETUNJUK PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS


SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT
TAHUN 2014
KETENTUAN TEKNIS

BAGIAN 3
KETENTUAN TEKNIS

3.1 KETENTUAN TEKNIS PEMILIHAN TEKNOLOGI


3.1.1 Sarana Air Limbah Berbasis Masyarakat.
1. Jenis Air Limbah Domestik Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

SAAT INI
JENIS BERASAL MENCEMARI DAMPAKNYA TERHADAP
No. DIALIRKAN
LIMBAH DARI MANA? APA? LINGKUNGAN
KEMANA?
1. Kerusakan keseimbangan
Dapur, Kamar ekologi di aliran sungai,
Grey- Ke saluran depan Saluran dan
1 Mandi, 2. Masalah kesehatan penduduk.
Water rumah Sungai.
Tempat Cuci 3. Bertambah besar biaya
pengobatan masyarakat.
1. Ke Tangki 1. Meningkatnya angka kematian
Septik. akibat penyakit infeksi air.
Saluran,
Black 2. BABS (Buang 2. Bertambahnya biaya
2 Kakus Sungai, Air
Water Air Besar pengolahan air minum (PAM),
Tanah
Sembarangan) 3. Kerusakan ekosistem di badan
air.

Kegiatan SLBM akan membangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Setempat (On Site System),
dimana fasilitas pengolahan air limbah berada di dalam persil atau batas tanah yang dimiliki
baik secara individu, maupun komunal.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-1


KETENTUAN TEKNIS
2. Keunggulan dan Kekurangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Setempat (On Site).

No. KEUNGGULAN KEKURANGAN

1. 1) Menggunakan teknologi dan konstruksi 1) Tidak dapat diterapkan pada setiap


2) sederhana; daerah, misalkan tergantung pada
3) Memerlukan biaya yang rendah; sifat permeabilitas tanah dan tingkat
4) Masyarakat dan tiap-tiap keluarga pelayanan
dapatmerencanakan, mengerjakan, serta
mengawasi sendiri proses pembangunan;
5) Pengoperasian dan pemeliharaan dapat
dilakukan sendiri oleh masyarakat;
6) Manfaat dapat dirasakan secara langsung.

3. Kriteria modul sarana SLBM

BERBASIS DAMPAKNYA TERHADAP


No. TEKNIS BIAYA
MASYARAKAT MASYARAKAT
1. 1) Menggunakan 1) Memerlukan 1) Melibatkan semua 1) Menyediakanpelayanan
teknologi biaya yang pihak untuk bekerja yang terbaik;
sederhana; rendah; sama (Masyarakat, 2) Manfaat dapat
2) Tidak mencemari 2) Memiliki masa Pemerintah Daerah, merasakan secara
air tanah dan guna lebih Pemerintah Pusat, langsung;
badan air. lama; dan LSM).
3) Dapat menampung 2) Masyarakat dan
semua air limbah. tiap-tiap keluarga
4) Sesuai untuk dapat menyediakan
daerah dengan sendiri, misalnya
kepadatan tinggi; untuk jamban
5) Perencanaan, sendiri bila pilihan
pembangunan, teknologinya adalah
pengoperasian tangki septik
dan pemeliharaan bersama atau
serta pengawasan perpipaan komunal;
dapat dilakukan
sendiri oleh
masyarakat;

3-2 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Opsi pemilihan teknologi untuk sarana air limbah adalah sebagai berikut.

IPAL
Komponen instalasi pengolahan air limbah terdiri dari:
Bak Inlet.
Bak Pengolahan (banyak pilihan teknologi).
Bak Outlet.
Bangunan IPAL dengan konstruksi beton bertulang, berfungsi untuk menampung air limbah yang
dialirkan dari sistem perpipaan untuk diolah agar menghasilkan air buangan (Effluent) yang
aman bagi lingkungan.
Pada dasarnya telah banyak pilihan teknologi maupun jenis sarana pengolahan air limbahyang
umum dipakai, namun dengan beberapa pertimbangan yang dipakai sebagai contoh dalam
buku Petunjuk Teknis ini adalah pengolahan dengan teknologi Anaerobik Baffled Reactor dan
Anaerobic Up flow Filter.
1. Anaerobic Baffled Reactor (ABR)
Terdiri dari beberapa bak, dimana bak pertama untuk menguraikan air limbah yang mudah
terurai dan bak berikutnya untuk menguraikan air limbah yang lebih sulit, demikian
seterusnya. ABR terdiri dari kompartemen pengendap yang diikuti oleh beberapa reaktor
buffle. Baffle ini digunakan untuk mengarahkan aliran air keatas (upflow) melalui beberapa
seri reaktor selimut lumpur (sludge blanket). Konfigurasi ini memberikan waktu kontak
yang lebih lama antara biomasa anaerobic dengan air limbah sehingga akan meningkatkan
kinerja pengolahan. Teknologi sanitasi ini dirancang menggunakan beberapa baffle vertikal
yang akan memaksa air limbah mengalir keatas melalui media lumpur aktif. Cocok untuk
pengolahan air limbah bersama beberapa rumah (komunal)

Gambar 3.1 Tipikal Bangunan Anaerobic Baffled Reactor (ABR)

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-3


KETENTUAN TEKNIS
Kelebihan:
Luas lahan yang dibutuhkan lebih sedikit karena dibangun di bawah tanah.
Biaya pembangunan kecil.
Biaya pengoperasian dan perawatan murah dan mudah.
Efluen dapat langsung dibuang ke badan air penerima.
Kekurangan:
Diperlukan tenaga ahli untuk desain dan pengawasan pembangunan.
Diperlukan tukang ahli untuk pekerjaan konstruksi beton kedap air.
Efisiensi pengolahan rendah.
Tidak boleh terkena banjir.
Memerlukan sumber air yang konstan.
Perlu dilakukan pengurasan berkala setiap (2-3 tahun).
2. Anaerobic Upflow Filter
Komponen ini sama seperti Tanki Septik Bersusun tetapi pengolahan limbahnya dibantu oleh
bakteri anaerobic yang dibiakkan pada media filter. Anaerobic upflow filter, merupakan
proses pengolahan air limbah dengan metode pengaliran air limbah keatas melalui media
filter anaerobic. Sistem ini memiliki waktu detensi yang panjang.

Gambar 3.2 Tipikal Bangunan Anaerobic Upflow Filter (AUF)

Anaerobic upflow filter cocok digunakan untuk pengolahan air limbah bersama beberapa
rumah (komunal). Bisa mengolah black water dan grey water. Cocok untuk meningkatkan
kualitas efluen sebelum dibuang kebadan air penerima.

3-4 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Kelebihan:
Luas lahan yang dibutuhkan sedikit karena dibangun di bawah tanah
Biaya pengoperasian dan perawatan murah dan mudah
Efisiensi pengolahan limbah relatif lebih tinggi
Material filter dapat menggunakan bahan lokal atau pabrikan
Efluen dapat langsung dibuang ke badan air penerima.
Kekurangan:
Biaya konstruksi bisa menjadi besar jika bahan filter tidak ada di daerah sekitarnya.
Diperlukan tenaga ahli untuk desain dan pengawasan pembangunan.
Diperlukan tukang ahli untuk pekerjaan plester berkualitas tinggi.
Pori-pori filter mudah tersumbatapabila masih ada padatan terbawah setelah pengolahan
primer. Tidak boleh terendam banjir.
Perlu dilakukan pembersihan filter secara berkala setiap (2-3 tahun).

Tabel 3.1 Perhitungan Dimensi Bak Sedimentasi ABR


(Sumber Hasil Analisa Konsultan)

UKURAN BAK SEDIMENTASI

Jumlah
Kedalaman Kedalaman Waktu Volume Kedalaman Total
KK Freeboard Lebar Panjang
Scum Lumpur Tinggal Air air kedalaman
dilayani

pilih maks pilih 2-4 pilih pilih


jam

KK m m m Jam m3 m m m m

50 0,5 0,5 0,6 3 2,5 0,9 1,5 1,85 2,50

100 0,5 0,5 0,6 3 5,0 0,9 1,5 3,70 2,50

150 0,5 0,5 0,6 3 7,5 0,9 2 4,17 2,50

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-5


KETENTUAN TEKNIS
Tabel 3.2 Perhitungan Perbandingan Jumlah KK yang Dilayani dengan Dimensi ABR serta
Parameter Analisa (Sumber Hasil Analisa Konsultan)

UKURANBAKBAFFLEREAKTOR PARAMETER

HRT di baffle reaktor


Aliran saat jam puncak
Lebar kompartemen

KecepatanAliran ke
Kedalaman outlet

Beban Organik COD


Volume reaktor
BOD efisiensi

Alirankeatas
kompartemen

COD efisiensi

Kecepatan
Jumlahbak
Jarakshaft
JumlahKK

dilayani

(actual)
Panjang

atas
pilih maks pilih min buah (0,3 -0,6) (1-2 hari)

KK m m m m m/jam % % m3/jam m/jam m3 hari kg/m3/hari

50 2 1,5 0,15 1,5 3 0,5 85 90 0,833 0,370 14 1,35 0,19

100 2 2,0 0,15 1,5 5 0,5 85 90 1,667 0,556 30 1,50 0,17

150 2 2,5 0,15 2 5 0,5 85 90 2,500 0,500 50 1,67 0,15

3. Sistem Perpipaan
Sistem Perpipaan Komunal sesuai dengan permukiman yang masyarakatnya memiliki kakus
di masing-masing rumah, tetapi belum memiliki tangki septik. Merupakan sistem yang
mengalirkan air limbah dari rumah-rumah melalui jaringan perpipaan ke bangunan bawah
(IPAL Komunal). Pipa yang dipergunakan adalah pipa berbahan PVC (SNI khusus air limbah),
pipa AW (4-6 inch) untuk pipa utama, pipa AWD untuk sambungan rumah (3-4 inch) dan
dilengkapi dengan bak kontrol:
Bak penangkap lemak didalam pekarangan ukuran lubang 40 cm x 60 cm
Bak kontrol dari toilet dan kamar mandi-cuci ukuran lubang diameter 40 cm atau 40 cm
x 40 cm.
Bak kontrol di pipa servis, lateral dan pipa utama:
1) Kedalaman dibawah 70 cm, ukuran lubang diameter 40 cm atau 40 cm x 40 cm.
2) Kedalaman 70 cm keatas, ukuran lubang diameter 60 cm atau 60 cm x 60 cm.
Penempatan bak kontrol:
Setiap ujung gang,belokan, cabang pipa, perubahan dimensi pipa, perubahan
elevasi (drop).
Dalam satu rumah minimal ada 2 bak kontrol (1 bak penangkap lemak, 1 bak
penangkap greywater dan blackwater).

3-6 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS

Sistem jaringan perpipaan terdiri dari Pipa sambungan rumah, Pipa Service (Pipa Tertier),
Pipa Cabang (Pipa Sekunder), Pipa Induk (Pipa Utama) yang berfungsi untuk mengumpulkan
air limbah dari sumber-sumbernya dan mengalirkannya ke bangunan IPAL untuk diolah agar
menghasilkan effluent air buangan yang aman bagi lingkungan.
Sistem saluran ini membutuhkan bak kontrol setiap jarak maksimal 20 m untuk saluran
lurus, pada titik-titik pertemuan saluran dan pada perubahan arah aliran.

Kelebihan:
Lebih hemat dari pada sistem pembuangan limbah konvensional
Masyarakat dapat berperan dalam proses perencanaan dan konstruksi
Nyaman untuk pengguna karena air limbah dijauhkan dari area permukiman dan
mendekatkan akses ke pengguna.

Kekurangan:
Proses perencanaan lebih rumit
Diperlukan perawatan secara rutin, perawatan yang tidak rutin akan menyebabkan
kegagalan sistem secara total.

4. MCK plus
MCK plus terdiri:
a. Bangunan Atas
Meliputi sejumlah pintu kamar mandi/kakus dan sarana cuci. MCK plus dapat
direncanakan untuk melayani minimal 25 KK. MCK plus sesuai untuk permukiman yang
masyarakatnya tidak memiliki kakus di masing-masing rumah.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-7


KETENTUAN TEKNIS
Perbandingan jumlah bilik kamar mandi, tempat cuci dan kakus untuk melayani 25 KK, 50
KK, dan 100 KK dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3.3 Perbandingan antara Jumlah Pengguna dengan


Jumlah Bilik Kamar Mandi, WC dan Keran
Banyaknya Ruangan

Tipe Mandi
Mandi dan Cuci (titik
dan Kakus Jumlah Urinoar/bilik
Kakus Pria keran)
Wanita
Tipe I
Untuk 25 2 1 2 1
KK
Tipe I
Untuk 50 2 1 4 2
KK
Tipe II
Untuk 100 6 4 6 4
KK

KSM dalam merencanakan, menyusun DED dan membangun prasarana MCK, perlu mempertimbangkan
keberadaan kelompok masyarakat rentan sanitasi. Misal: Pembuatan grid pada lantai atau keramik
MCK untuk tuna daksa, pembuatan lantai MCK yang landai bagi manula dan anak-anak, closet duduk,
pegangan tangan sekeliling MCK dan KM/WC bagi ibu hamil, orang sakit, manula dan tuna daksa.

b. Bangunan Bawah
Bangunan bawah MCK plus mengikuti ketentuan dalam pembangunan IPAL.

5. Sistem Gabungan MCK plus dan Sistem Perpipaan Sederhana.


Sistem ini mengakomodasi masyarakat yang tidak memiliki maupun yang memiliki jamban
pribadi. IPAL yang digunakan disambungkan dengan outlet MCK plus dan sistem perpipaan.
Direkomendasikan agar MCK plus ditempatkan dekat dengan fasum-fasos maupun jalan
lintas utama masyarakat.

6. Septictank Komunal
Sarana ini terdiri dari bangunan bawah septik tank volume bersih 10 m3 menampung aliran
blackwater dan greywater dari 10 sambungan rumah dengan sistem perpipaan. Untuk
ketentuan konstruksi bangunan dan perpipaan mengikuti petunjuk pelaksanaan sistem
perpipaan.

3-8 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
3.1.2 Sarana Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat
1. Pengolahan Sampah 3R
Pengolahan sampah 3R (Reduce, Reuse,Recycle), dalam pelaksanaannya secara garis besar
pengolahan sampah 3R merupakan kegiatan yang terdiri dari pewadahan, penggumpulan,
dan pengolahan/pemanfaatan sampah.

a. Pewadahan Sampah

OPERASIDAN
No. TEKNIS PERLENGKAPAN
PEMELIHARAAN
1. a. Volume wadah dapat menampung sampah a. Agar estetika a. Mudah dalam operasi
dari penghuni untuk jangka waktu minimal yang lebih baik pemasukan sampah
3 hari untuk sampah non organik dan 1 hari maka wadah maupun pengosongan
untuk sampah organik. dilengkapi sampah.
b. Terbuat dari bahan yang cukup kuat, tahan dengan tutup.
basah untuk sampah organik, sehingga b. Mudah dalam
umur teknis dari pewadahan minimal dapat b. Warna wadah perawatan.
mencapai 6 bulan. sebaiknya
c. Bahan wadah paling baik dapat diperoleh spesifik untuk
secara lokal. setiap jenis
d. Setiap wadah mampu menyimpan sesuai sampah.
jenis sampah. Agar perencanaan merujuk
hasil penelitian lapangan komposisi
sampah.

Gambar 3.3 Contoh Pewadahan

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-9


KETENTUAN TEKNIS
KETENTUAN TEKNIS
PERENCANAAN PENENTUAN VOLUME WADAH SAMPAH DI-SUMBERNYA:

Dari penelitian sosial,


Dari penelitian komposisi
diperoleh:
dan timbulan sampah,
[1]. Jumlah hunian rata-
maka diperoleh perkiraan
rata pada rumah
timbulan sampah per Volume wadah disesuaikan
tangga
orang per hari pada lokasi dengan jenis sampah:
[2]. Kebiasaan
terpilih, (3 liter / orang / [a].Wadah sampah organik:
masyarakat
hari) (jumlah hunian rata-
membuang sampah.
rata) x timbulan
sampah
organik/orang/hari x 1
hr
[b].Wadah sampah non
organik: (jumlah hunian
rata-rata) x timbulan
sampan non
organik/orang/hari x 3
hr.

Pemilihan warna:
[a].Warna gelap untuk
sampah yang mudah
membusuk
[b].Warna terang untuk
sampah kering non
organik (dapat lebih dari
satu tergantung jenis
sampah yang dipilah)
[c].Warna merah untuk
bahan berbahaya dan
beracun.

3-10 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM2014


PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014
3-13
KETENTUAN TEKNIS
2. Pengumpulan Sampah

FREKUENSI
No. METODA PERALATAN CARA PEMILAHAN
PENGUMPULAN
1. a. Petugas dari rumah ke Gerobak sampah, becak a. Sampah non organik Gerobak sampah
rumah. sampah, motor sampah terpilah seperti dimodifikasi dengan
b. Masyarakat membawa atau alat angkut lain kertas, plastik, sekat atau dilengkapi
sendiri sampahnya ke logam/kacadilakukan karung-karung besar (3
Wadah/Bin Komunal/ seminggu sekali. unit atau sesuai dengan
Kontainer yang sudah b. Sampah yang masih jenis sampah).
ditentukan. tercampur harus
dilakukan minimal
seminggu 2 kali.

Gambar 3.4 Contoh Alat Pengumpul Sampah

Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan:


Volume gerobak dengan ban angin, (umur tidak lebih dari 1 tahun) atau motor sampah
1 m3 sehingga satu unit pengumpul dapat melayani 300 jiwa atau sekitar 60 KK untuk
timbulan sampah 3 liter/orang/hari.
Kondisi topografi yang berbukit hanya dapat dilayani dengan motor sampah.
Kondisi topografi yang datar menggunakan gerobak atau motor sampah.
Pengumpulan sampah terpilah dilakukan dengan:
Gerobak atau motor 3R yang tersekat sesuai jenis sampah yang terpilah digunakan
sesuai hasil pemilahan
Gerobak tanpa sekat digunakan dengan jadwal tertentu

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-11


KETENTUAN TEKNIS
KETENTUAN TEKNIS
PERENCANAAN PENGUMPULAN SAMPAH 3R BERBASIS MASYARAKAT:
PERENCANAAN PENGUMPULAN SAMPAH 3R BERBASIS MASYARAKAT:

[1]. Pendataan jumlah


warga pada lokasi
terpilih
[2]. Penentuan jumlah [1]. Penyusunan anggaran
gerobak atau motor 3R investasi sesuai harga
yang dibutuhkan satuan setempat
dengan cara: (jumlah
warga x jumlah
timbunan sampah
Penyusunan
/orang /hari) /1000
Jadual
Pengumpulan

Penyusunan anggaran
operasi pengumpulan
yang terdiri:
[1]. Biaya tetap:
a. Pegawai
b. Asuransi
c. Pemeliharaan
[2]. Biaya variabel:
Bahan bakar.

3. Pengolahan/Pemanfaatan
3. Pengolahan/Pemanfaatan sampah
sampah
Pengolahan/pemanfaatan sampah
Pengolahan/pemanfaatan terbagi
sampah 2: 2:
terbagi
Pengolahan sampah organik: dengan cara pembuatan kompos.
Pengolahan sampah organik: dengan cara pembuatan kompos.
Pengolahan sampah non organik: dengan cara mendaur ulang atau memanfaatkan
kembali barang-barang yang bisa dimanfaatkan kembali, misal membuat barang
kerajinan dari sampah botol dan lain-lain.

3-16 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM2014


3-12 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014
memanfaatkan kembali barang-barang yang bisa dimanfaatkan kembali,
misal membuat barang kerajinan dari sampah botol dan lain-lain.

Sedangkan sampah jenis B3 (bahan buangan berbahaya dan beracun)TEKNIS


KETENTUAN
dikumpulkan untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan
Sedangkan sampah jenis
perundangan yangB3berlaku
(bahan(PP
buangan berbahaya
18 tahun dan beracun)
1999 tentang dikumpulkan
pengelolaan sampahuntuk
diprosesB3).
lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku (PP 18 tahun 1999
tentang pengelolaan sampah B3).
Untuk proses pengomposan sampah TPS 3R dilakukan melalui tahapan
Untuk proses pengomposan sampah TPS 3R dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:
sebagai berikut:

AREA PENERIMAAN

SAMPAH YANG TIDAK


PENCANAHAN UNTUK
PEMILIHAN MANUAL DIKOMPOSKAN (KERTAS,
SAMPAH > 4 CM
PLASTIK, KALENG, DLL.)

PENCAMPURAN DAN
PEMBENTUKAN TUMPUKAN

PROSES PENGKOMPOSAN
PEMBELIAN

AIR PENYIRAMAN
KOMPOS KASAR
PENGENDALIAN TUMPUKAN,
SUHU, KELEMBABAN, DSB.

PEMATANGAN

PENGAYAKAN KOMPOS

KOMPOS HALUS

PENGEMASAN

PENYIMPANAN

Gambar 3.5 Diagram Tahapan Proses Pengomposan


Gambar 3.5Diagram Tahapan Proses Pengomposan

Proses pengomposan pada TPS 3R dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:


a. PETUNJUK
Penerimaan dan pembongkaran
PELAKSANAAN sampah.
DAK SLBM2014 3-17
b. Pencacahan sampah organik.
c. Pengomposan:

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-13


KETENTUAN TEKNIS
1) Penyusunan tumpukan sampah organik pada lajur yang telah ditentukan
2) Pembalikan tumpukan satu kali seminggu.
3) Penyiraman dan pengukuran suhu tumpukan.
4) Pematangan kompos.
5) Pengeringan.
6) Pengayakan.
7) Pengemasan.
d. Daur ulang sampah non-organik:
1) Pemilahan komponen non-organik sesuai permintaan lapak.
2) Pengemasan per komponen non-organik terpilah.
3) Bahan ke lapak.

Dasar dari teknologi pengomposan adalah pengendalian pembusukan sampah melalui


kegiatan mikro-organisme/bakteri.Terdapat dua jenis bakteri yang digunakan untuk proses
pengomposan, yaitu;
a. Bakteri yang untuk hidupnya membutuhkan oksigen (aerobik) dan
b. Bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen (anaerobik).
Pengomposan sampah dapat dilakukan dengan 3 cara:
a. Pengomposan dengan metode lajur terbuka (open windrows)
Pengomposan skala kawasan dengan metode lajur terbuka (open windrows) merupakan
proses pengomposan yang terbukti paling mudah dilakukan dan mudah pengendaliannya.
Metoda open windrows yang telah dikembangkan oleh BPPT dan UDPK bahkan tidak
menggunakan pencacahan dengan mekanik dan tidak juga menggunakan activator.
Pengendalian udara didalam tumpukan windrows dilakukan dengan memindahkan
tumpukan ke sebelahnya sehingga disebutjugadengan open windrows bergulir. Proses
pengkomposan memerlukan waktu sekitar 6 minggu.
Pemilahan
Merupakan tahap sortasi antara sampah organik dan non-organik.
Pembentukan Tumpukan
Sampah organik yang sudah terpilah dibawa ke area pengomposan. Sampah organik
campur dan ditumpuk berbentuk trapesium yang memanjang denganukuranlebar
2,5 meter, tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang minimal 3 meter.

3-14 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS

Gambar 3.6 Dimensi Tumpukan Lajur Terbuka

Melakukan penyiraman setiap mencapai ketebalan 30 cm, agar kelembaban merata. Secara
berkala, tumpukan sampah dibalik 1 atau 2 kali seminggu secara manual. Pembalikan
tumpukan dapat dilakukan dengan memindahkan tumpukan ke tempat berikutnya. Waktu
pembalikan dicatat dan tumpukan yang sudah dilakukan pembalikan diberi tanda tanggal
pembalikan.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-15


KETENTUAN TEKNIS

b. Pengomposan dengan metode cetakan


Proses pengomposan skala kawasan dengan metode Cetakan merupakan proses
pengomposan dengan menggunakan alat cetak untuk membantuk sampah dalam
bentuk kubus. Proses pengomposan sampah dengan sistem cetakan ini digunakan jika
lahan yang ada tidak terlalu luas. Proses pengomposan dengan sistem cetak lebih agak
rumit dibandingkan dengan metoda lajur terbuka karena membutuhkan alat cetak.
Sifat tumpukan sampah juga lebih padat dibandingkan lajur terbuka sehingga udara
yang terperangkap pada tumpukan sampah agak lebih sedikit.

Gambar 3.7 Pengomposan Sistem cetak

Pembentukan Tumpukan
Diagram proses pengomposan sampah skala kawasan dengan sistem cetak tidak
terlalu berbeda dengan sistem lajur terbuka (open windrows). Hal yang secara
prinsip berbeda adalah pada saat membentuk tumpukan sampah untuk proses

3-16 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
pengomposan selanjutnya. Diagram proses pengomposan sistem cetak dapat
dilihat pada Gambar 3.5. Sampah organik yang sudah terpilah dibawa ke area
pengomposan. Pada area pengomposan disiapkan alat pencetak yang terbuat dari
papan. Ukuran baku memang belum ada akan tetapi sebagai dasar perhitungan
dapat digunakan dimensi alat cetak lebar 1 meter, panjang 2 meter dan tinggi 0,5
meter.
Pencetakan sampah dilakukan dengan memasukkan sampah organik kedalam kotak
cetakan. Secara manual sampah dalam cetakkan dipadatkan, setelah itu kotak
cetakan diangkat maka terbentuklah tumpukan sampah yang sudah tercetak.
Tumpukan yang sudah terbentuk diberi tanda atau label yang berisi informasi
mengenai waktu pembentukan tumpukan.
Secara berkala, tumpukan sampah dibalik 1 atau 2 kali seminggu secara manual.
Pembalikan tumpukan dapat dilakukan dengan memindahkan tumpukan yang sudah
tercetak ke dalam kotak cetakkan berikutnya dan demikian seterusnya. Waktu
pembalikan dicatat dan tumpukan yang sudah dilakukan pembalikan diberi tanda
tanggal pembalikan. Proses pembalikan memang agak rumit dibandingkan sistem
lajur terbuka.
c. Pengomposan dengan sistem bak terbuka (open bin)
Selain di rumah, pengomposan sampah dapat juga dilakukan secara terpusat pada satu
kawasan kecil setingkat Rukun Warga sampai skala kota. Pengomposan skala kawasan
dilakukan terpusat pada skala kapasitas antara 1 2 ton sampah sehari. Kawasan disini
dapat berupa kawasan permukiman, pasar, komersial, dsb Jika pada skala permukiman,
maka pengomposan skala kawasan diperuntukkan untuk mengelola sampah organik
dari sekitar 1.000 sampai 2000 jiwa.

Gambar 3.8 Pengomposan Open Bin

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-17


KETENTUAN TEKNIS
Proses pengomposan
Proses pengomposan skala kawasan dengan sistem bak terbuka merupakan proses
pengomposan dengan menggunakan bak-bak terbuka dimana sampah tidak perlu
dibentuk akan tetapi cukup dimasukkan kedalam bak. Sampah organik dimasukkan
pada bak terbuka sampai penuh sambil dipadatkan dan disiram. Setelah bak terisi
penuh, pengisian dapat dilanjutkan ke bak berikut. Sistem ini sangat sederhana
dan lokasi dapat diatur lebih bersih karena proses pengomposan dilakukan didalam
bak.

Pembalikan dapat dilakukan tetap didalam bak dengan alat pembalik atau sampah
dipindahkan ke bak berikutnya. Sistem pengudaraan pada bak terbuka agak
terbatas karena adanya dinding bak walaupun sudah diberikan lubang ventilasi.
Pengkomposan dengan bak terbuka ini cenderung lebih lama, pada beberapa kasus,
lama pengkomposan dapat mencapai 2 bulan atau 8 minggu.

3-18 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Tabel 3.4 Kelebihan dan Kekurangan Pengomposan

Metoda Kelebihan Kekurangan

Open Bin - Sampah tidak terlihat dari luar - Padat modal


- Areal pengomposan terlihat rapih - Tinggi kotak terbatas
- Volume sampah terolah sama - Ruang gerak pekerja terbatas
- Penggunaan lahan terbatas
Open - Modal lebih ringan dari metoda - Volume sampah tercetak tidak sama
Windrow - Open bin - untuk setiap tumpukan
- Tumpukan sampah rentan tiupan
- Tumpukan sampah bisa mencapai
angin
tinggi oftimal 1,5
- Tumpukan sampah mudah roboh
- Penggunaan lahan fleksibel
- Proses pembalikan lebih mudah
dibanding metoda open bin dan
caspary

Caspary - Tumpukan sampah terlihat rapih - Padat Karya


- Volume sampah tercetak lebih - Proses pembalikan lebih rumit dari
banyak dan seragam open-bin atau open windrow
- Tumpukan sampah tidakmudah
roboh dan tahan tiupan angin
- Pengunaan lahan lebih hemat dan
Fleksibel

Gambar 3.9 Contoh Pengolahan Sampah

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam analisa kualitas dan pemasaran kompos:
Perlu dilakukan analisa kualitas terhadap produk kompos secara acak dengan parameter
antara lain warna, C/N rasio, kadar N, P, K dan logam berat.
Pemasaran produk kompos dapat bekerja sama dengan pihak Koperasi dan Dinas
(Kebersihan, Pertamanan, Pertanian dll).

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-19


KETENTUAN TEKNIS
4. Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R)

Tabel 3.5 Kriteria Perencanaan TPS 3

No. Kriteria dan fasilitas TPS 3R DATA YANG DIBUTUHKAN


1. a) Mampu melayani 1500 jiwa atau setara dengan Data yang dibutuhkan:
300 KK atau setara dengan 4,5 m3 perhari a) Jumlah warga yang terlayani
b) Luas lahan yang diperlukan 200 m2 untuk b) Jumlah sampah yang akan
keperluan lahan pengomposan, kantor diolah di TPS 3R.
pengendalian, dan gudang penyimpanan.
c) Data komposisi sampah.
c) Fasilitas bangunan/hanggar:
- Areal pemilahan
- Areal pengkomposan
- Kantor pengendali
- Gudang penyimpanan
d) Peralatan pendukung:
Pencacah organik
Pengayak kompos
e) Fasilitas penunjang, seperti drainase, air
bersih, penerangan, barrier (pagar tanaman
hidup),gudang penyimpan bahan, kompos
biodigester (opsional)

Gambar 3.10 Contoh Hanggar TPS 3R

3-20 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
KETENTUAN TEKNIS
PERENCANAAN PENGOLAHAN SAMPAH TPS 3R
PERENCANAAN PENGOLAHAN SAMPAH TPS 3R

Bersama-sama warga
[a].Penentuan wilayah/
jumlah warga yang akan menentukan metoda atau
dilayani teknologi yang akan
[b].Dari penelitian komposisi diterapkan, untuk
dan timbulan sampah, 1. Menentukan layout dari pengkomposan sampah ada
dapat diperkirakan jumlah TPS 3R dengan beberapa pilihan: teknologi
sampah yang harus diolah memperhatikan jumlah open windrows, teknologi
yang terdiri dari jumlah caspary dan open bin
sampah organik yang
sampah organik dan
akan dikomposkan, sesuai dengan tenaga dan
sampah non organik.
metode yang akan biaya yang ada.
digunakan, dan bentuk
lahan yang ada.
2. Menentukan organisasi
pengelola
3. Penyusunan anggaran
investasi sesuai harga
satuan setempat

[1]. Penyusunan anggaran


operasi
[2]. Pengumpulan yang
terdiri
Biaya tetap:
- Pegawai
- Asuransi
- Pemeliharaan
Biaya variabel:
- Bahan bakar
- Listrik

PETUNJUK
3-26PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM2014
3-21
KETENTUAN TEKNIS
3.2 KETENTUAN TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN
3.2.1 Operasi dan PemeliharaanAir Limbah Komunal Berbasis Masyarakat

1. SISTEM MCK

Tabel 3.6 IIustrasi Perkiraan Biaya Pengoperasian dan


Pemeliharaan Sistem MCK untuk 250 Jiwa
Kebutuhan Keterangan Rp /Bulan
1. Operator & Penjaga Pekerjaan yang tidak tetap 200,000,-
2. Listrik 250 Watt (Pompa air dan 100,000,-
lampu)
3. Pengurasan IPAL Rp. 250,000,-/ 2 tahun 1,000,-
4. Peralatan Pembersih Sabun dan pembersih lantai, 20,000,-
dll
5. Perbaikan Pompa Rp. 100,000,- / Tahun 9,000,-
6. Lain-lain Serok, lampu, kran, cat 20,000,-
dinding, dll
Total biaya pengoperasian dan pemeliharaan 350,000,-
II. BIAYA PENDAPATAN
Fasilitas Rp. / Pakai Rata2 per KK/hari
1. Kamar Mandi 150 600 Rp. 750,- s/d Rp. 3000,-
2. WC/Jamban 150 - 400 Rp. 750,- s/d Rp. 2000,-
3. Mencuci & ambil air 150 - 500 Rp. 750,- s/d 2.500,-
* 1 KK= 5 ORANG

3-22 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Petunjuk Pelaksanaaan Bagi Pengguna MCK

Jangan memasukkan benda padat karena Buang sampah di tempat sampah yang
akan menyumbat saluran disediakan

Hindari air sabun dari air mandi maupun Jangan membuang bahan kimia karena akan
cuci masuk ke dalam kloset mematikan bakteri

Gunakan sabun cuci sehemat mungkin Jangan corat-coret di dinding kamar mandi,
WC maupun tempat cuci

Petunjuk Pelaksanaan Bagi Pengelola MCK/Operator

2 kali per hari gunakan pel untuk Setiap hari bersihkan gayung dengan sikat
membersihkan teras luar (gunakan bahan atau sabut
pembersih jika sangat kotor saja)

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-23


KETENTUAN TEKNIS

Setiap hari bersihkan saringan di lantai KM/ Setiap hari buang sampah dalam KM/WC dan
WC dari kotoran padat/sampah bersihkan tempat sampah

Setiap hari bersihkan/sapu taman


Setiap hari kuras bak dengan sikat (gunakan 1 kali per minggu rapikan taman (tanaman
bahan pembersih jika sangat kotor saja) dan rumput)

1 kali per minggu kuras dan bersihkan 1 kali per bulan bersihkan langit-langit KM/
tangki/tandon air dari lumut dan kotoran lain WC dari sarang laba-laba

1 kali per minggu periksa bak kontrol, jika 1 kali per 6 bulan buang kotoran padat dan
terdapat kotoran padat/sampah, keluarkan kotoran yang mengapung tepat di bawah
kemudian buang ke tempat sampah manhole

Mulai dari bak inlet, dilanjutkan ke bak-bak Ambil kotoran tepat di bawah manhole
berikutnya

3-24 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS

Gunakan alat T untuk mengumpulkan kotoran Keluarkan semua kotoran yang terkumpul
tepat di bawah manhole sampai tidak ada yang tersisa

Mintalah tukang untuk memperbaiki semua kebocoran secepat mungkin dan lihat sebabnya
1 kali per 6 bulan, Test Kualitas Air Limbah

Telpon dinas terkait Ambil 2 sample air limbah dari bak inlet
dan bak outlet, masing-masing 2 liter dalam
botol terpisah

Bawa 2 botol sampel ke laboratorium yang dirujuk.Minta pemeriksaan untuk:

pH, BOD5, COD, TSS, lemak

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-25


KETENTUAN TEKNIS
Petunjuk Pelaksanaan Pengurasan IPAL MCK

1 kali per 2 tahun, pengurasan dengan truk tinja

Telpon perusahaan jasa pengurasan tinja Buka semua tutup manhole pada IPAL

Angkat kotoran mengapung dan buang ke Masukkan pipa sedot dari truk tinja sampai ke
tempat sampah dasar bak, sedot mulai dari bak pertama

Lumpur yang disedot adalah lumpur yang Hentikan pengurasan jika lumpur sudah
berwarna hitam berwarna coklat

3-26 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
3. SISTEM KOMUNAL

Tabel 3.7 Ilustrasi Perkiraan Biaya Pengoperasian dan


Pemeliharaan Sistem Komunal untuk 300 Jiwa

Biaya Pengoperasian dan Pemeliharaan Rp./Bulan


I.Jamban Biaya pengoperasian dan perawatan menjadi tanggung
II.Sambungan dari Rumah jawab setiap pengguna (KK)
III. Pipa Utama dan IPAL
1. Operator Inspeksi 4x/bulan di IPAL, Pipa 100,000.00
Utama, Pipa Sekunder @ Rp. 25.000,- /
Inspeksi
2. Pengurasan setiap 2 tahun Rp. 500.000,- 21,000.00
3. Lain-lain: Perbaikan pipa, bak kontrol, 50,000.00
IPAL.

Asumsi: perbaikan pipa 40 m setiap 2 ta-


hun
Total Biaya Pengoperasian dan Pemelihara- 171,000.00
an
Biaya Pengoperasian dan Pemeliharaan / 2,280.00
KK/Bulan
Dibulatkan 2,500.00

Petunjuk Pelaksanaan Bagi Pengguna Sistem Komunal


IPAL akan berfungsi dengan baik jika Anda memasukkan limbah yang benar, IPAL bukan tempat
pembuangan semua jenis sampah!

Jangan membuang minyak bekas ke saluran


Jangan memasukkan limbah padat ke pembuangan dapur karena ketika mengering,
jamban karena akan menyumbat saluran. lemaknya dapat menyumbat pipa

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-27


KETENTUAN TEKNIS

Jangan membuang bahan kimia ke saluran Jangan menanam pohon di dekat saluran
karena akan mematikan bakteri di IPAL perpipaan dan IPAL karena bisa merusak pipa

Gunakan secukupnya sabun cuci dan Buanglah hanya limbah cair dari kamar mandi
pembersih, baik untuk sistem pengolahan dan dapur dan beri saringan untuk memisahkan
dan menghemat limbah padat

Periksa bak kontrol di rumah setiap 3 hari


sekali. Buang limbah padat, pasir/lumpur,
dengansekop/serok, kumpulkan dalam tas
Ambil kotoran mengapung dari bak
plastik. Bawa ke tempat pembuangan sampah
penangkap lemak setiap 3 hari sekali

Bawa ke tempat pembuangan sampah

3-28 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Petunjuk Pelaksanaaan Bagi Operator Sistem Komunal

Lakukan 1 Kali per minggu

Periksa setiap bak kontrol pada sistem Buang limbah padat dan kotoran mengapung
perpipaan

Jika tidak ada aliran air dalam bak Jika ada luapan air dari bak kontrol, mungkin
kontrol, mungkin pipa tersumbat atau pipa tersumbat.Hentikan kegiatan di rumah,
rusakHentikan kegiatan di rumah segera perbaiki jika ada kerusakan pipa.Sogok
Buka pemipaan, minta tukang untuk dari bak kontrol ke bak kontrol lain
memperbaiki kerusakan

Minta tukang untuk memperbaiki Buang limbah padat dan kotoran mengapung dari
kerusakan secepatnya bak inlet dengan sekop

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-29


KETENTUAN TEKNIS

Semua tutup bak kontrol dan


Buang limbah padat dan kotoran mengapung dari
manhole IPAL harus bisa dibuka untuk
bak inlet dengan sekop
mempermudah pengoperasian dan
pemeliharaan.

1 kali per 2 minggu:


buang kotoran padat dan kotoran yang mengapung tepat di bawah manhole

Mulai dari bak inlet, dilanjutkan ke bak- Ambil kotoran tepat di bawah manhole
bak berikutnya

Gunakan alat T untuk mengumpulkan Keluarkan semua kotoran yang terkumpul sampai
kotoran tepat di bawah manhole tidak ada yang tersisa

3-30 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Petunjuk Pelaksanaan Pengurasan IPAL Komunal

1 kali per 2 tahun, pengurasan dengan truk tinja

Telpon perusahaan jasa pengurasan tinja Buka semua tutup manhole pada IPAL

Angkat kotoran mengapung dan buang ke Masukkan pipa sedot dari truk tinja sampai ke
tempat sampah dasar bak, sedot mulai dari bak pertama

Lumpur yang disedot adalah lumpur yang Hentikan pengurasan jika lumpur sudah ber-
berwarna hitam warna coklat

3.2.2 Operasi dan Pemeliharaan Sarana Pengelolaan Sampah Pola 3R


SKPD teknis pembina DAK SLBM melakukan pembinaan dalam pengelolaan infrastruktur 3R serta
penyaluran hasil produksi ke lapak/pabrik maupun kerjasama dengan instansi terkait lainnya.
Kepala Dinas Kebersihan-Pertamanan dapat memfasilitasi untuk pembelian hasil produksi
kompos TPST 3R.
Proses kegiatan pengelolaan sampah dengan menggunakan 3R dapat dilihat dalam gambar
sebagai berikut:

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-31


KETENTUAN TEKNIS

Gambar 3.11 Sistem pengolahan sampah dengan sampah tercampur

Gambar 3.12 Sistem pengolahan sampah 3R

3-32 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Sedangkan beberapa pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah

No. WADAH DAN PENGANGKUT PERALATAN PROSES SAMPAH KEBERSIHAN HANGAR


1. a. Setelah digunakan, wadah/ a. Alat pencacah dilengkapi a. Kebersihan hanggar
bin sampah dibersihkan dengan manual harus selalu dijaga
secarateratur setiap hari b. Penggantian oli dilakukan b. Proses pemilahan
b. Gerobak/becak sampah harus secara berkala sesuai kompos daur ulang
dibersihkan setiap minggu dengan spesifikasi teknis/ sesuai dengan SOP
sekali manualnya c. Penyiraman debu
c. Jangan ada sampah yang c. Pengelola mengetahui dilakukan secara
menyangkut di roda gerobak/ lokasi penjualan suku berkala
becak sampah cadang terdekat d. Saluran drainase dijaga
d. Segera perbaikikerusakan. d. Pisau pencacah dijaga kebersihannya, agar
e. Gerobak/becak jangan ketajamannya dengan cara tidak ada sampah yang
berlubang sehingga tidak ada diasah secara berkala mengganggu aliran air
sampah yang tercecer e. Alat pengayak dilengkapi
f. Motor sampah dilengkapi dengan manual
dengan manual pengoperasian f. Kebersihan alat pengayak
dan pemeliharaan sesuai selalu dijaga
dengan manual dari fabrikan.
Dan kenali lokasi penjualan
suku cadang terdekat

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-33


KETENTUAN TEKNIS
3.3 KETENTUAN TEKNIS DALAM SELEKSI LOKASI

3.3.1 Seleksi Kampung


Kegiatan seleksi kampung dilakukan mengikuti arus kegiatan berikut ini:

3-34 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Tujuan akhirnya adalah terseleksinya masyarakat yang paling siap untuk implementasi kegiatan
SLBM. Untuk menilai kesiapan masyarakat akan diukur dengan 5 (lima) variabel, yaitu:

Tabel 3.8 Jenis Informasi dan Alat RPA yang digunakan


No Jenis Informasi RPA Tools
1 Pengalaman membangun infrastruktur kampung Timeline
2 Kesiapan masyarakat untuk berkontribusi Ladder1
3 Kelayakan teknis untuk infrastruktur sanitasi Transect Walk
4 Kesiapan lembaga setempat untuk mengelola Venn Diagram
5 Prioritas perbaikan sanitasi Problem Tree

3.3.2 Klasifikasi Kesejahteraan (Wealth Classification)

No. TUJUAN PROSES INFORMASI YANG DIPEROLEH


1. Klasifikasikan penduduk RT/ Membentuk diskusi kelompok Kesepakatan kriteria
RW/Kelurahan dalam kategori masyarakat (termasuk klasifikasi keluarga kaya,
tingkat kesejahteraan (kaya, wanita), untuk menyusun menengah, dan miskin;
miskin, sedang), criteria kaya, miskin.
2. Identifikasi kelompok yang Fasilitator menggali Perkiraan distribusi
terlibat pelaksanaan forum keterangan rasional atau keluarga/rumah tangga
discussion group (FGD). alasan khusus di balik untuk setiap kategori yang
kriteria yang keluar. muncul;

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-35


KETENTUAN TEKNIS

No. TUJUAN PROSES INFORMASI YANG DIPEROLEH


3. Memetakan akses orang miskin Membimbing kelompok untuk
dan kaya terhadap sarana, menunjukkan prosentase
fungsi dan pekerjaan. populasi pada tiap katagori,
strata
4. Identifikasi perbedaan tingkat Menulis karakteristik dan
partisipasi masyarakat. prosentase hasil diskusi
sebagai acuan pekerjaan
berikutnya

3.3.3 Rapid Participatory Assessment (RPA)


No. TUJUAN PROSES
1. Melakukan pemetaan kondisi RPA dilakukan setelah Presentasi Konsep SLBM kepada
sanitasi masyarakat, stakeholder masyarakat. Yaitu setelah adapermintaan
masyarakat setelah memahami konsep kegiatanSLBM
melalui presentasi
2. Masalah yang mereka hadapi, serta Hasil RPA ini akan dipresentasikan pada sesi Seleksi
kebutuhan untuk memecahkan Lokasi Sendiri oleh masyarakat bersama-sama dengan
masalah sanitasi secara cepat dan hasil RPA dari kampung lain dalam 1 (satu) kabupaten/
dilakukan secara partisipatif kota. Untuk menentukan lokasi terpilih SLBM.
3. Memposisikan masyarakat Partisipan RPA terdiri dari maksimum 20 orang berasal
sebagai subyek dan Memberikan dari berbagai komponen masyarakat yang ada di
ruang kepada masyarakat kampung yang bersangkutan, yaitu perempuan, laki-laki,
untuk menyampaikan aspirasi dan kaya-miskin, dan tokoh formal maupun informal.
keinginannya
4. Sebagai salah satu media Setiap indikator dalam variabel akan diberi skor yang
pemberdayaan masyarakat pada dikonversikan ke dalam nilai. Skor berkisar antara 0,
tingkat bawah (grass root level). 1, 2, 3, dan 4; sedangkan Nilai berkisar antara 0, 25,
50, 75, dan 100. Nilai tersebut merupakan kuantifikasi
dari setiap pernyataan yang bersifat kualitatif.semakin
miskin kondisi kampung dan semakin besar tingkat
keswadayaan masyarakat, maka semakin tinggi skornya,
dan begitu pula sebaliknya

3.3.4 PRA (Participatory Rural Appraisal)


Untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengungkapkan keadaan wilayah di kampung mereka
beserta lingkungannya. Hasil yang diharapkan adalah peta atau sketsa keadaan sumber daya
umum kampung atau peta dengan topik tertentu (peta sanitasi).

3-36 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Tabel 3.9 Contoh Timeline
No Proyek Pembangunan Tahun Pendanaan
1 .............................
2 .............................
3 .............................

Informasi yang diharapkan dari kegiatan timeline adalah:


1. Sejarah terbentuknya pembangunan bersangkutan, asal-usul perintis pembangunan,
perkembangan yang terjadi dan siapa yang terlayani.
2. Terjadinya wabah penyakit (malaria, muntaber, DB, dsb)
3. Sejarah organisasi kelurahan dan sistem pengorganisasian pada saat melaksanakan
pembangunan.

Indikator dan Variabel penilaian TIMELINE

Tabel 3.10 Pengalaman Membangun Prasarana* secara Gotong-Royong

Pilihan Skor Konversi ke


Tidak ada pengalaman/belum pernah 0 0
dilakukan
Pernah dilakukan, berbentuk hibah/ 1 25
bantuan dari luar
Pernah dilakukan, masyarakat 2 50
berkontribusi in-kind (tenaga+material)
Pernah dilakukan, masyarakat 3 75
berkontribusi uang dan in-kind
(tenaga+material)
Pernah dilakukan, masyarakat 4 100
berkontribusi uang dan in-kind
(tenaga+material), panitia pembangunan
dan pengelola yang dibentuk masih ada
sampai sekarang

Keterangan * = untuk masing-masing kegiatan prioritas (pengelolaan air limbah skala


kawasan, pengelolaan persampahan skala kawasan dan pengelolaan
drainase lingkungan)

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-37


KETENTUAN TEKNIS
3.3.5 Transect Walk (Kesiapan Teknis)
No. TUJUAN PROSES
1. Mengenali dan mengkaji Diskusi dengan masyarakat, antara lain :
kondisi sarana sanitasi Lokasi yang diusulkan.
kampung yang sudah ada, Sarana sanitasi yang digunakan masyarakat saat ini : jamban,
sungai, kolam, dsb;
Pola penggunaan sarana sanitasi;
Ketersediaan lahan; muka air tanah, material local, saluran
drainase.
(contoh cek list teknis dapat dilihat pada lampiran)
2. Menilai tingkat kepuasan Mencatat semua sanitasi yang dibangun oleh proyek sebelumnya
masyarakat terhadap atau oleh pribadi. Observasi dan pencatatan kualitas konstruksi.
fasilitas sanitasi yang ada Diskusikan dengan masyarakat yang ada di sekitar lokasi
sarana sanitasi/jamban tentang pemeliharaan (keberadaan
dan keteraturannya), lingkup dan pemakaian, serta konflik
kepentingannya. Pilih secara acak jamban/sarana sanitasi yang
dibangun sebelumnya. Jumlahkan semua jamban/sarana sanitasi
pada ketiga kategori tersebut dan digambarkan persentase
perbandingan masing-masing kategori.
3. Menilai tingkat Menilai kepuasan layanan yang diterima (demand responsiveness),
kelayakan teknis sebagai dengan menggunakan skala penilaian dari setiap rumah tangga
prasyarat pembangunan yang dikunjungi selama transect.
infrastruktur sanitasi Menilai kepuasan penggunaan sarana meliputi tingkat akses
layanan, desain, penggunaan untuk anak-anak, kualitas konstruksi,
kemudahan penggunaan dan pemeliharaan, nilai manfaat yang
dirasakan dari kontribusi untuk memperoleh layanan tersebut,
laporan mengenai layanan kepada pengguna dengan catatan
terpisah untuk pria dan wanita.

3-38 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Indikator dan Variabel penilaian Transect Walk

Tabel 3.11 CS3.1 Kondisi Drainase

Pilihan Skor Konversi ke


Tidak ada saluran drainase 0 0
Ada saluran drainase tetapi sudah rusak 1 25

Ada saluran drainase tetapi mampet 2 50


Ada saluran drainase tetapi air mengalir lambat 3 75

Ada saluran drainase yang mengalir lancar 4 100

Tabel 3.12 CS3.2 Toilet/Jamban

Pilihan Skor Konversi ke


Ada jamban lengkap dengan Tangki Septik 0 0
dimasing-masing rumah
Ada MCK yang berfungsi, digunakan sebagian
kecil penduduk. ATAU. Setengah dari
1 25
keseluruhan rumah telah mempunyai jamban
+ tangki septik sendiri
Ada MCK yang berfungsi, digunakan sebagian 2 50
besar penduduk. ATAU. Hanya sebagian kecil
Rumah yang mempunyai jamban + tangki
septik sendiri
Sebagian kecil penduduk buang air besar di 3 75
tempat terbuka/sungai. ATAU. Sebagian kecil
Jamban disalurkan langsung ke sungai.
Sebagian besar penduduk buang air besar di 4 100
tempat terbuka/sungai. ATAU. Sebagian besar
Jamban disalurkan langsung ke sungai.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-39


KETENTUAN TEKNIS
Tabel 3.13 CS3.3 Ketersediaan Air

Pilihan Skor Konversi ke


Air tidak mencukupi meskipun untuk minum 0 0
Air hanya mencukupi untuk minum 1 25
Air hanya mencukupi untuk minum, masak, &
2 50
mencuci
Air hanya mencukupi untuk minum, masak,
3 75
mencuci & mandi
Air mencukupi untuk semua kebutuhan 4 100

Tabel 3.14 CS3.4 Ketersediaan Lahan

Kondisi Skor Konversi ke


Tidak tersedia lahan milik perorangan/negara 0 0
di dalam atau dekat kampung
Ada lahan milik perorangan (100-200 m2) di 1 25
dekat kampung
Ada lahan milik negara (100-200 m2) di dekat 2 50
kampung
Tersedia lahan milik perorangan (100-200 m2) 3 75
di dalam kampung
Tersedia lahan milik negara (100-200 m2) di 4 100
dalam kampung

3.3.6 Venn Diagram untuk mengakaji lembaga local yang ada.


Venn diagram bertujuan untuk mengenali dan mengkaji keberadaan lembaga lokal yang ada
dalam masyarakat, manfaat dan tingkat kedekatan hubungannya dengan masyarakat.

No. TUJUAN PROSES


1. Menilai tingkat 1. Meminta warga menuliskan organisasi-organisasi atau lembaga-lembaga
kesiapan kemasyarakatan yang ada di kampung mereka;
masyarakat 2. Diskusikan dan urutkan organisasi atau lembaga yang ada berdasarkan
untuk mengelola nilai pentingnya dalam metaplan berbeda ukuran (makin penting,
sanitasi secara ukuran kertas makin besar);
kelembagaan 3. Diskusikan dan urutkan organisasi atau lembaga yang ada menurut
lokal. kedekatannya dengan warga;
4. Buat Lingkaran atau orbit sesuai banyaknya organisasi atau lembaga;
5. Tempatkan organisasi terdekat di lingkaran pertama dan seterusnya.

3-40 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Tabel 3.15 Contoh Venn Diagram
Organisasi/ Lembaga Tingkat kedekatan dengan masyarakat
A 3
B 1
C 4
D 2

Gambar 3.13 Contoh Venn Diagram

Indikator dan Variabel penilaian Venn Diagram


Tabel 3.16 CS 4.1 Ketersediaan Lembaga-Lembaga Setempat
Pilihan Skor Konversi ke
Tidak ada lembaga lokal yang sangat penting atau bermanfaat bagi 0 0
sebagian besar warga
Ada lembaga lokal yang penting dan bermanfaat untuk sebagian 1 25
besar warga, tapi tidak dekat dengan masyarakat (jarang
berinteraksi dengan masyarakat)
Ada lembaga lokal yang penting dan bermanfaat untuk sebagian 2 50
besar warga, rutin berinteraksi dengan masyarakat, namun tidak
memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah
Ada lembaga lokal yang penting dan bermanfaat untuk sebagian 3 75
besar warga, rutin berinteraksi dengan masyarakat, dan
memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah
Ada lembaga lokal yang penting dan bermanfaat untuk sebagian 4 100
besar warga, rutin berinteraksi dengan masyarakat, memperoleh
pengakuan resmi dari pemerintah, dan memiliki akses keuangan
(memiliki rekening bank, memanfaatkan layanan pembukuan)
Keterangan * = untuk masing-masing kegiatan prioritas (pengelolaan air limbah
skala kawasan, pengelolaan persampahan skala kawasan dan pengelolaan
drainase lingkungan)

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-41


KETENTUAN TEKNIS
3.3.7 Problem Tree (Rencana Perbaikan Sanitasi)

No. TUJUAN PROSES


1. Mengkaji dan 1. Jelaskan maksud, tujuan, dan proses kajian masalah
mengenali masalah- sanitasi;
sanitasi yang ada 2. Tulis masalah secara singkat, padat dan jelas sesuai
di masyarakat. pandangan/perasaan masyarakat pada kartu-kartu dan
Menentukan masalah- tempelkan pada papan;
inti sanitasiserta
3. Mintalah kepada masyarakat untuk menentukan
mengkaji ide/gagasan/
masalah inti;
rencana masyarakat
4. Teliti kartu-kartu lainnya yang menyebabkan terjadinya
untuk memecahkan
masalah inti tersebut dan letakkan kartu-kartu
masalah sanitasi
tersebut di bawah masalah inti;
5. Minta warga menulis di kartu lain hal-hal yang menjadi
akibat dari masalah inti tersebut, lalu letakkan kartu-
kartu tersebut di atas masalah inti;
6. Lakukan analisis hubungan sebab-akibat dengan cara
memberi tanda panah antara kartu satu dengan kartu
lain dan tetap mengacu pada core problemnya;
7. Periksalah diagram secara keseluruhan, dan apabila
diperlukan, perbaikilah untuk menjamin keabsahan dan
kelengkapan analisis permasalahan sanitasi.
8. Tanyakan kepada mereka tentang ide/gagasan/
rencana/action plan perbaikan sanitasi, lalu tulislah di
kertas lain.

Gambar 3.14 Contoh Rencana Perbaikan Sanitasi

3-42 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Indikator dan Variabel penilaian problem tree

Tabel 3.17 CS5.1 Rencana Perbaikan Sanitasi

Pilihan Skor Konversi ke


Sanitasi tidak muncul dalam analisis 0 0
masyarakat
Sanitasi muncul tapi tidak dibahas lebih
1 25
lanjut dalam analisis
Sanitasi dan beberapa pilihan 2 50
pemecahannya dibahas dalam analisis
Sanitasi dan pilihan pemecahannya 3 75
dibahas, tetapi tidak ada rencana kerja
khusus.
Sanitasi dan pilihan pemecahannya 4 100
dibahas, dan rencana kerja khusus telah
disusun oleh masyarakat

Keterangan * = untuk masing-masing kegiatan prioritas (pengelolaan air limbah skala kawasan,
pengelolaan persampahan skala kawasan dan pengelolaan drainase lingkungan)

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-43


KETENTUAN TEKNIS
3.4 IDENTIFIKASI KEMAMPUAN MASYARAKAT

3.4. 1 Identifikasi Kemampuan Masyarakat


Kegiatan identifikasi, sampai dimana masyarakat berperan serta dan memiliki kemampuan
dalam DAK SLBM ini, dilakukan mengikuti arus kegiatan berikut ini:

3-44 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
3.4.2 Pemetaan Sanitasi Kampung oleh Masyarakat
Pemetaan sanitasi kampung oleh masyarakat ini dilaksanakan pada lokasi/lingkungan yang telah
terpilih melalului proses seleksi kampung.

No. TUJUAN PROSES


1. a) Mempelajari kondisi 1. Minimal sehari sebelum proses pemetaan, fasilitator
sarana air bersih dan berdiskusi dengan wakil masyarakat (laki atau perempuan)
sanitasi masyarakat mengenai kelurahan yang akan dipetakan (dalam beberapa
b) Mempelajari akses kasus, gambarkan peta secara umum), sistem penyediaan
sanitasi keluarga kaya, air bersih baik yang tradisonal maupun yang baru (proyek),
menengah dan miskin serta rumah keluarga kaya, menengah, maupun miskin
c) Mempelajari dari berdasarkan kriteria yang telah dibuat pada saat klasifikasi
keluarga kelas sosial kesejahteraan., Kemudian pilih satu atau dua RT/RW/
apaanggota badan Lingkungan yang dipilih mewakili kelurahan;Idealnya acara
pengelola, baik laki diadakan di lokasi yang mudah diakses orang banyak, cukup
laki atau perempuan penerangan dan jauh dari gangguan cuaca;
yang bekerja dalam 2. Fasilitator menjelaskan tujuan dari kegiatan ini, serta
bidang pelayanan mengembangkan legenda yang akan digunakan dalam
sarana air bersih, pemetaan ini, seperti :
sanitasi dan promosi Jalan, gang/lorong, jalan setapak;
hidup sehat/bersih, Rumah (tandai sesuai kategori kesejahteraan yang telah
serta siapa yang pernah dibuat masyarakat);
atau akan mendapat Tanda-tanda utama seperti sekolah, dll;
pelatihan. Tempat ibadah : Masjid, Gereja, Pura, dll;
Sumber air : alami atau buatan;
Sarana sanitasi umum dan rumah-rumah yang memiliki
jamban (bantuan atau lainnya);
Rumah badan pengelola (laki-laki atau perempuan)
pelayanan sarana air bersih dan program sanitasi;
Rumah masyarakat yang telah menerima bantuan
pelatihan dalam bentuk apapun.
3. Tandai dalam peta mengenai akses masyarakat terhadap
sarana air bersih maupun Sanitasi Lingkungan Berbasis
Masyarakat (SLBM), baik maupun buruk. Perlu juga diketahui
penyebabnya, kurang air atau jauh dsb;

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-45


KETENTUAN TEKNIS

No. TUJUAN PROSES


4. Kelompok laki-laki dan perempuan, secara gabungan atau
terpisah, tergantung hubungan gender, menggambar peta
permukiman setempat di atas kertas besar, dan dapat
dilakukan di atas lantai atau ditempel di papan, serta
dilakukan di ruang terbuka;Lakukan reproduksi (menyalin) hasil
gambar peta ke dalam kertas, setelah kegiatan selesai;
5. Kelompok diskusi memberi skor/nilai mengenai keadaan akses
terhadap sarana air bersih dan sanitasi;
1) Fasilitator mengisi lembar isian, jumlah titik air dan fasilitas
sanitasi dalam peta;
2) Peta tersebut digunakan oleh tim untuk acuan kegiatan
lanjutan, terutama untuk merencanakan jalur dan
partisipan yang terlibat dalam transect walk.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada proses pemetaan sanitasi:


1. Ada perwakilan dari masing-masing lokasi (RT, RW, Banjar, Lingkungan) baik laki-laki maupun
perempuan;
2. Media yang digunakan dapat memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk terlibat dalam
kegiatan pemetaan, yakni:

3-46 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Media cukup luas, sehingga gambar/simbol tidak berhimpitan;
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di ruang umum sehingga tiap orang mudah untuk hadir
(miskin/kaya);
Ruang kegiatan terlindung dari gangguan cuaca (angin, hujan, dll).
3. Buat terlebih dulu simbol/legenda yang disepakati oleh masyarakat.

3.4.3 Ladder-1 (Kesediaan Berkontribusi)


Ladder-1 bertujuan untuk mengenali dan mengkaji manfaat dan nilai guna iuran yang dirasakan
oleh masyarakat dalam kegiatan pembangunan sarana sanitasi kampung; serta digunakan untuk
menilai kesiapan masyarakat berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur sanitasi.

No. INFORMASI YANG DIHARAPKAN PROSES

1. 1. Pandangan kelompok 1. Kegiatan dilakukan secara terpisah antara masyarakat


mengenai keberadaan setiap laki-laki dan perempuan, dan antar masyarakat kaya dan
jenis manfaat yang dialami miskin (jika memungkinkan);
oleh mereka. 2. TFL menjelaskan tujuan, maksud, dan cara penerapan
2. Urutan manfaat-manfaat teknik ini;
dengan memperhatikan 3. Mulai berdiskusi mengenai manfaat yang dirasakan oleh
kesesuaian kontribusi (dalam masyarakat terhadap sarana sanitasi yang ada saat ini,
bentuk uang, waktu, tenaga, kemudian ditulis pada kertas flip chart (satu kartu satu
harta benda, atau bentuk manfaat) dengan tulisan, simbol, atau gambar;
lainnya). 4. TFL memfasilitasi dan mengarahkan peserta untuk
3. Manfaat-manfaat yang memberikan penilaian atas manfaat yang dapat
memperhatikan isu dirasakan dibandingkan dengan besarnya iuran yang
gender dan pelaksanaan telah mereka berikan terhadap pembangunan sarana
pembagiannya. sanitasi;
5. Gunakan biji-bijian untuk menghitung skor;
6. Skor untuk nilai manfaat dan nilai iuran dijumlahkan dan
diisikan ke kolom total, lalu dibuat rata-ratanya;
7. Berdasarkan hasil analisis ini, TFL mengajak peserta
untuk menilai kesanggupan mereka untuk berkontribusi
terhadap pembangunan/perbaikan sarana sanitasi yang
akan dilakukan dengan cara memilih kartu-kartu yang
didalamnya sudah ada nilai yang disediakan oleh TF

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-47


KETENTUAN TEKNIS
Tabel 3.18 Contoh Ladder 1*
No Proyek Pembangunan Manfaat Biaya dibayarkan
Sarana Sanitasi (1-10) (1-10)
1
Dst
Total Skor =
Rata-rata =

Keterangan * = untuk masing-masing kegiatan prioritas (pengelolaan air limbah


skala kawasan, pengelolaan persampahan skala kawasan dan
pengelolaan drainase lingkungan)

Indikator dan Variabel penilaian Ladder 1*

Tabel 3.19 CS2.1 Kesediaan Masyarakat Untuk Mengeluarkan Biaya

Pilihan Skor Konversi ke


Tidak bersedia memberikan kontribusi 0 0

Bersedia memberikan kontribusi hanya untuk biaya pembanguan


toilet 1 25

Bersedia memberikan kontribusi untuk pembangunan prasarana & 2 50


sarana serta biaya pengoperasian & perawatan komponen terpilih
lainnya
Bersedia memberikan kontribusi untuk biaya pembangunan toilet, 3 75
biaya pengoperasian & perawatan komponen terpilih lainnya, &
sebagian dari biaya pembangunan komponen lainnya

Bersedia memberikan kontribusi untuk biaya pembangunan 4 100


prasarana & sarana, biaya pengoperasian & perawatan komponen
terpilih lainnya, dan seluruh dari biaya pembangunan komponen
lainnya

Keterangan * = untuk masing-masing kegiatan prioritas (pengelolaan air limbah skala kawasan,
pengelolaan persampahan skala kawasan dan pengelolaan drainase lingkungan)

3-48 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
3.4.4 Partisipasi dan Kontribusi

No. TUJUAN PROSES


1. Menilai dan menganalisa 1) Pemberian nilai sejarah pembangunan pelayanan
kesetaraan dan yang dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan yang
transparansi kontribusi tinggal dalam masyarakat serta mengetahui sejarah dari
pengguna saat pengalamannya. Sebagai contoh, laki-laki dan perempuan
pembangunan dan paska yang terlibat dalam badan pengelola setempat atau
pembangunan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan;
Menilai dan menganalisa 2) Fasilitator menanyakan kepada peserta arti kontribusi oleh
komposisi serta pengaruh laki-laki dan perempuan. Apakah laki-laki dan perempuan
badan pengelola punya pengertian yang beda tentang kontribusi;
masyarakat selama 3) Melakukan diskusi kelompok, membahas tentang siapa
pembangunan , termasuk berkontribusi apa pada saat pembangunan. Bentuk
keterwakilan gender, kontribusi dapat berupa tenaga kerja, seperti menggali
kemiskinan maupun kontrol lubang, sumbangan berupa bahan-bahan setempat maupun
mereka saat pelaksanaan. uang, disamping juga dalam bentuk bahan makanan untuk
para pekerja dan tukang;
4) Apabila kelompok miskin memberi kontribusi lebih
sedikit, maka perlu mencari tahu bagaimana keputusan
tersebut dibuat : oleh satu orang, tokoh elit setempat,
atau laki-laki dan perempuan anggota masyarakat. Jika
penentuan variasi kontribusi yang disesuaikan dengan
kemampuan membayar hanya dilakukan oleh elit, maka
ada kemungkinan mereka yang berkontribusi lebih besar
akan menggunakan hal tersebut sebagai alasan untuk
melakukan kontrol terhadap pelayanan;
5) Perlu diketahui sumber pendapatan dari kaum laki-laki
maupun perempuan, pengelolaan pengeluaran rumah
tangga, maupun pola kontribusi untuk pelayanan sarana
sanitasi pada suatu lingkungan masyarakat.

Contoh lembar kerja, Partisipasi Saat dan Pasca Pembangunan Sarana dapat dilihat pada
Lampiran.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-49


KETENTUAN TEKNIS
Contoh Lembar Kerja Pemetaan Sanitasi Kampung

Data Teknis Check Deskripsi

Air biasa mengalir/menggenang


Saluran air
hujan/drainase Terjadi penyumbatan/tidak

Ada bau tidak sedap/tidak

Ukuran dalam lantai dasar saluran cm

Ukuran lebar saluran cm

Tinggi air dari lantai dasar saluran cm

Bahan material saluran

Keterangan

Jumlah rumah yang memakai PAM


Sumber Air
Kondisi PAM :

Jumlah sumur buah

Kedalaman sumur m

Kedalaman air di musim hujan m
Kedalaman air di musim kemarau m

Sumber air lainnya

(sebutkan)
Kondisi :

Keterangan:


Kondisi Tanah Jenis tanah : Lempung/liat/cadas/pasir/batu/
kapur/biasa

Lokasi Permukiman :
Bantaran sungai/bantaran rel KA/area industri/
permukiman nelayan/perumnas/kampung kota/
kampung desa.

Dan lain-lain
(Sebutkan)
m
Tinggi air tanah

3-50 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS

Data Teknis Check Deskripsi

Ada lahan/tidak ada lahan


Ketersediaan
Lahan : Ukuran luas m 2

Kepemilikan tanah

Ada/tidak ada sungai di dekatnya, jarak m

Ada/tidak adanya saluran/got didekatnya, jarak m

Ada/tidak adanya sumur didekatnya, jarak m

Ada/tidak adanya rumah didekatnya, jarak m

Ada/tidak adanya MCK didekatnya, jarak m


m
Ada/tidak adanya industri/pabrik didekatnya,
jarak
m
Ada/tidak adanya kebun/sawah didekatnya,
jarak
Keterangan :

Ada/tidak ada di tiap rumah


KM/WC
Ada/tidak ada MCK plus

Kebiasaan buang air selain di KM/WC/MCK plus,
sebutkan

Keterangan kondisi KM/WC/MCK plus

Septicktank/ Air limbah dari KM/WC langsung disalurkan ke
pengolahan sungai/danau/saluran kota/septictank
limbah
Air limbah dari MCK plus langsung disalurkan ke
sungai/danau/saluran/kota/septik

Ada/tidak peresapan dari tangki septik

Air dari peresapan disalurkan ke sungai/danau/
saluran kota/diresapkan ke tanah & kebun

Ada/tidak ada bau dari septicktank/pengolahan
limbah yang ada

Keterangan :

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-51


KETENTUAN TEKNIS

Data Teknis Check Deskripsi

Ada/tidak ada kemiringan tanah


Topografi/bentuk
muka tanah Ada aliran air menggenang

Ada kemiringan jalan



Ada/tidak ada instalasi yang tertanam (pipa air/
listrik/telepon/gas/air limbah)
Keterangan :


Struktur Ada/tidak ada jarak antara rumah, jarak
permukiman
Ada/tidak ada jalan yang cukup untuk keluar
masuk mobil angkut bahan bangunan ke lokasi
pengolahan limbah.

Jauh/dekat jarak angkut material dari penjual
bahan bangunan ke lokasi pengolahan limbah.

Ketersediaan
tenaga bangunan Ada/tidak ada pekerja tukang


Ketersediaan Ada tidak ada bahan bangunan di tempat
bahan bangunan
Air :

Batu bata :

Pasir :

Tradisi sosial pelaksanaan pembangunan pada
bulan

Pengaruh kultur
social terhadap
pelaksanaan Ada/tidak ada pengganti pekerja/tukang
pembangunan

3-52 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Contoh Lembar Kerja Klasifikasi Kesejahteraan (Wealth Classification)

Klasifikasi Kesejahteraan

1 Nama Kelurahan RT/RW/Lingkungan
2 Kecamatan/Kab/Kota/Provinsi
3 Kegiatan

4 Tanggal

5 Nama Ketua Fasilitator

6 Anggota Fasilitator
7 JumlahPeserta yang Hadir

8 Perempuan Anak Perempuan

9 Laki Laki Anak Laki - Laki



10 Waktu Dimulai

Kategori Tingkat Kesejahteraan

Indikator Mampu Menengah Tidak Mampu

Pola Makan
Aset/Kepemilikan
Komposisi Rumah Tangga*
Pekerjaan
Akases Terhadap Pelayanan
Pendidikan Formal dan Non-Formal

Rasa Aman Sosial dan Psikologis



Masyarakat

Lain Lain**
* Termasuk Bila Kepala Rumah Tangga Adalah Perempuan.
** Periksa Kesehatan, Suku, Kelompok Agama, Kelas Sosial

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-53


KETENTUAN TEKNIS
Contoh Lembar Kerja Partisipasi dan Kontribusi
Partisipasi Saat dan Paska Pembangunan Sarana
Lembar Catatan

1 Nama Kelurahan RT/RW/Lingkungan/Banjar
Kecamatan/Kab/Kota/

2
Provinsi


3 Kegiatan

4 Tanggal

5 Jumlah Peserta Perempuan

6 Posisi dalam Organisasi


7 Jumlah Peserta Laki-laki


8 Posisi dalam Organisasi

Waktu Dimulai

H2 Jenis dan Pembagian Kontribusi dari Sudut Pandang Gender dan Kemiskinan

Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki


Tipe Kontribusi
Miskin Miskin Kaya Kaya

Tidak berkontribusi

Satu jenis kontribusi (Uang, Bahan-
bahan, atau tenaga)

Dua jenis kontribusi

Tiga jenis kontribusi

Lebih dari tiga jenis kontribusi

3-54 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS

Analisa Temuan dan Diskusi


Kesetaraan dalam kontribusi, termasuk oleh perempuan dan kelompok miskin:

Monitoring dan control terhadap kontribusi dari dalam (dari sumbangan rumah tangga):

Monitoring dan control terhadap pengerjaan oleh pihak luar (kontraktor, instansi lain):

Peranan perempuan dalam monitoring:

Apa relevansinya untuk pembuatan RKM:

Waktu Selesai

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-55


KETENTUAN TEKNIS
3.5 FORMAT PENDANAAN
Format 1:
Standar Kontrak KSM dengan PPK SKPD

SURAT PERJANJIAN

UNTUK MELAKSANAKAN PEKERJAAN DAK SLBM


LOKASI :
JENIS PEKERJAAN :
_________________________________________________________________________________
NOMOR KONTRAK :
TANGGAL :
SURAT PERJANJIAN ini berikut lampirannya (selanjutnya disebut Kontrak) dibuat dan
ditanda-tangani di pada hari , tanggal bulan tahun
antara Pejabat Pembuat Komitmen SKPD, yang bertindak untuk dan atas nama
berkedudukan di , berdasarkan Surat
Keputusan No. (selanjutnya disebut PPK), dan
bertindak sebagai ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang berkedudukan di
berdasarkan (Akta Notaris/SK Camat/SK Lurah/SK Kades)
No tangal yang dikeluarkan oleh Notaris/Camat/Lurah/Kades
Di (yang selanjutnya disebut KSM)

MENGINGAT BAHWA:
[a]. PPK telah meminta KSM untuk melakukan pembangunan sarana SLBM, sebagaimana
diterangkan dalam Syarat Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam kontrak ini.
[b]. KSM, sebagaimana dinyatakan kepada PPK, sudah menyusun RKM (Rencana Kerja
Masyarakat) yang telah disusun dan disetujui oleh masyarakat pengguna sarana.
[c]. PPK dan KSM menyatakan memiliki kewenangan untuk menanda-tangani Kontrak ini, dan
yang menanda-tangani memilii kewenangan untuk mengikat pihak yang diwakili.
[d]. PPK dan KSM mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penanda-tanganan

3-56 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Kontrak ini masing-masing pihak:
1. Telah senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat.
2. Menanda-tangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut.
3. Telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini.
4. Telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan
semua ketentuan dalam Kontrak ini, beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.

MAKA OLEH KARENA ITU, PPK DAN KSM dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai
berikut ini:
[1]. Total harga Kontrak atau Nilai Kontrak adalah sebesar Rp
()
[2]. Istilah dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini, memiliki arti dan makna yang sama
seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini.
[3]. Dokumen dokumen berikut ini merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak
terpisahkan dari Kontrak, yaitu:
[a]. Addendum Kontrak (bila ada)
[b]. Pokok Perjanjian.
[c]. Surat Penawaran berikut Data Penawaran Biaya
[d]. Syarat-Syarat Khusus Kontrak
[e]. Syarat-Syarat Umum Kontrak.
[f]. RKM (Rencana Kegiatan Masyarakat) dan KAK (Kerangka Acuan Kerja)
[g]. Data Teknis selain KAK
[h]. Dokumen Kelengkapan seleksi, Surat Penunjukan, Berita Acara.
[4]. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi
pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan kentuan dalam dokumen
lainnya, maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan
urutan hierarki pada angka 3 di atas.
[5]. Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan KSM dalam Kontrak meliputi khususnya,
[a]. KSM berkewajiban untuk melaksanakan pekerja SLBM ini sesuai dengan RKM dan KAK
[b]. PPK berkewajiban untuk melakukan pembayaran kepada KSM sesuai dengan
ketentuan Kontrak
[6]. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dengan tanggal

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-57


KETENTUAN TEKNIS
mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat
Umum / Khusus Kontrak.

Dengan demikian, PPK dan KSM bersepakat untuk menanda-tangani kontrak ini, pada tanggal
tersebut diatas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Republik Indonesia.

Untuk dan atas nama Kelompok Swadaya Masyarakat

Pejabat Pembuat Komitmen

Nama : Nama :

NIP Ketua.

Mengetahui:

Ketua SKPD Kab Kota:

Nama :

NIP :

3-58 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Format 2:
SURAT PERINTAH MULAI KERJA

No. : Tanggal
Pekerjaan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM)
Kelurahan Kota
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama :
Jabatan : Pejabat Pembuat Komitment Pembinaan Investasi.
Alamat :
Selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen
Berdasarkan Kontrak No. , tanggal
Bersama ini memerintahkan kepada:
Nama :
Jabatan :Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat.
Alamat :
Selanjutnya disebut sebagai Penyedia Jasa Pembangunan.
Untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan
sebagai berikut:
1. Macam pekerjaan: Pembangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat. Kelurahan:
, Kota:
2. Tanggal Mulai Kerja:
3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan kentuan Kontrak.
4. Waktu penyelesaian: selama () bulan dan pekerjaan harus sudah selesai pada
tanggal:
5. Hasil Pekerjaan:
6. Sanksi: Terhadap keterlambatan penyerahan hasil kerja, maka kontrak pembangunan Sanitasi
Lingkungan Berbasis Masyarakat dan pembayarannya kepada Penyedia Jasa Pembangunan
ini dapat dihentikan sesuai dengan ketentuan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak.

Pejabat Pembuat Komitmen Kelompok Swadaya Masyarakat


Satuan Kerja Pembangunan Daerah

Nama: Nama:
NIP Ketua.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-59


KETENTUAN TEKNIS
Format 3:
KSM: .................. Halaman:...........
BUKU BANK
Keluarahan:............................ Kode KSM:..............................
Kota/Kab: ............................. Kode Proyek:..........................
Bulan........... Tahun:....................

Nama Bank:............................ No. Rekening:.........................


Jumlah
Tgl. URAIAN Kode
(Rp)
2/1/12 Setoran 79.675.000 021
12/1/12 Debit 019
15/2/12 Bunga 014

Format 4:
KSM: .................. Halaman:...........
BUKU BANK
Keluarahan: ........................... Kode KSM:..............................
Kota/Kab: ............................. Kode Proyek:..........................
Bulan........... Tahun:...................
Voucher Masuk Keluar
Tgl. URAIAN Account No.
No. (Rp) (Rp)
2/1/12 Beli Alat Tulis 345 1567 125.950,-
12/1/12 Alat gali (cangkul, sekop, dll) 348 1568 256.750,-

3-60 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Format 5:

SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN TERMIJN


Nomor :
File :
Periha : Pekerjaan SLBM,Kelurahan :
Permohonan PembayaranTermin ke(%)

Kepada Yth.
Pejabat Pembuat Komitment
Kegiatan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat
(Alamat)

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan Pekerjaan SLBM, Kelurahan sesuai Kontrak No.
tanggal
Bersama ini, kami mengajukan permintaan Pembayaran Termijn (%) dari nilai Kontrak Atas
jumlah tersebut, mohon dapat ditransfer ke rekening kami atas nama KSM
Pada:
Bank :
Jl.
Rekening No. :
Demikian permohonan kami, dan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Mengetahui Hormat Kami,


TFL TeknisKSM

Nama : Nama:
Ketua

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-61


KETENTUAN TEKNIS
Format 6:

BERITA ACARA PEMBAYARAN


No.
Pada hari ini tanggal Bulan tahun Dua ribu, kami yang bertanda-
tangan dibawah ini:
1. Nama:
Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama Pejabat
Pembuat Komitment Satuan Kerja Pembangunan Daerah (SKPD), berkedudukan di
. Selanjutnya disebut PIHAK KESATU.
1. Nama:
Jabatan : KetuaKelompok Swadaya Masyarakat (KSM)
Alamat : Jl
Selanjutnya disebut PIHAKKEDUA.
A. Berdasarkan:
Nomor dan Tanggal DIPA/Dokumen:
Dipersamakan
Nomor dan Tanggal Kontrak:
Nilai Kontrak:
Uraian Pekerjaan:Pembangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat di
kelurahan
B. Maka PIHAKKEDUAberhak menerima Pembayaran Termijn (%) dari PIHAK KESATU
untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut, sebesar
Total Pembayaran
Dengan demikian, maka pembayaran sampai dengan sekarang :
Nilai Kontrak Rp.
Tagihan yang lalu Rp.
Sisa Kontrak Rp.
Jumlahyang dibayarkan Rp.
Terbilang:()

3-62 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
C. PIHAK KEDUA sepakat atas pembayaran tersebut diatas dibayarkan ke rekening nomor :
Bank atas nama KSM

Demikian Berita Acara ini dibuat, agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KEDUA PIHAK KESATU


Kelompok Swadaya Masyarakat Pejabat Pembuat Komitment

Nama Nama
Ketua NIP:

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-63


KETENTUAN TEKNIS
Format 8:

BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN


Nomor:
Pada hari ini tanggal Bulan tahun Dua ribu, kami yang bertanda-tangan
dibawah ini:
1. Nama:
Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama Pejabat
Pembuat Komitment Satuan Kerja Pembangunan Daerah (SKPD), berkedudukan di
. Selanjutnya disebut PIHAK KESATU.
2. Nama:
Jabatan: Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)
Alamat : Jl
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Berita Acara ini dibuat oleh kedua belah pihak, berdasarkan:


1. DPA untuk DAK APBD TA 2012:
Revisi DPA ke 1:
Revisi DPA ke 2:
3. Surat Perjanjian/Kontrak:
4. Uraian Pekerjaan:Pembangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat
5. Nilai Kontrak:Rp
6. Amandemen ke 1:Rp
7. Amandemen ke 2:Rp
8. Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan: Tanggal
Dengan ini menyatakan mengadakan serah terima pekerjaan pembangunan Sanitasi Lingkungan
Berbasis Masyarakat, dengan ketentuan sebagai berikut :

PASAL-1
PIHAK KEDUA menyerahkankepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA menyatakan menerima
dari PIHAK KEDUA berupa Bangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat. Hasil pekerjaan
tersebut berlokasi di:

3-64 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
Kelurahan/Desa:
Kab/Kota:

PASAL-2
Dengan adanya serah terima ini, maka selanjutnya tanggung jawab atas hasil pekerjaan tersebut
beralih dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU.

PIHAK KEDUA PIHAK KESATU


Kelompok Swadaya Masyarakat PejabatPembuatKomitmen
Kelurahan/Desa: Satuan Kerja Pembangunan Daerah
Kab/Kota:

Nama: Nama:
Ketua NIP:

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-65


KETENTUAN TEKNIS
3.6 PENILAIAN KINERJA
Aspek Penilaian Kinerja Pemanfaatan DAK
Bobot Nilai
No. Aspek Penilaian % Penilaian
Angka Huruf
a Dukungan kegiatan terhadap 20 > 80 % kegiatan 10 Baik
Program Prioritas Nasional 60 % - 80 % kegiatan 6-8 Cukup
> 60 % kegiatan <6 Buruk
b Kesesuaian Rencana Kegiatan 20 > 80 % sesuai 10 Baik
dengan arahan pemanfaatan 60 % - 80 %sesuai 6-8 Cukup
DAK
> 60 %sesuai <6 Buruk
c Kesesuaian pelaksanaan 15 > 80 %sesuai 10 Baik
fisik dengan Spek. Teknis / 60 % - 80 %sesuai 6-8 Cukup
Dokumen Kontrak
> 60 %sesuai <6 Buruk
d Pencapaian Sasaran Kegiatan 15 Progres fisik > 80 % 10 Baik
Progres fisik 60 % - 80 % 6-8 Cukup
Progres fisik < 60 % <6 Buruk
e Dampak dan Manfaat (Merata 15 > 80 % 10 Baik
a d) 60 % - 80 % 6-8 Cukup
> 60 % <6 Buruk
f Kepatuhan dan Ketertiban 15 4 Triwulan dan lengkap 10 Baik
Pelaporan (empat triwulan) 2 3 Triwulan dan leng- 6-8 Cukup
kap
0 1 Triwulan dan leng- <6 Buruk
kap
TOTAL 100

Nilai Total = [ 20 % + Nilai (a) + 20 % + Nilai (b) + 15 % + Nilai (c) + 15 % + Nilai (d) + 15 % + Nilai
(c) + 15 % + Nilai (f) + 10
Klasifikasi Penilaian Akhir: Nilai > 80 = Baik, Nilai 60 = 80 = Cukup, Nilai < 60 = Bu

3-66 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS KETENTUAN TEKNIS

3-67
PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-67


KETENTUAN TEKNIS
3.7 KETENTUAN TEKNIS PELAPORAN

3.7.1 Form Data Umum, Kabupaten/Kota

FORM DATA UMUM, KABUPATEN/KOTA


Provinsi :.............................
Kabupaten/Kota :.............................
Kecamatan :.............................
Tahun :.............................

Kelurahan/ Luas Wilayah Jumlah Penduduk


No. Kontur Tanah Potensi
Desa (m2) (jiwa)

1 2 3 4 5 6

JUMLAH

Catatan: Diisi hanya sekali saja, kecuali kalau ada perubahan


Keterangan:
1. = Nomor Urut
2. = Diisi nama kecamatan
3. = Diisi luas wilayah kecamatan
4. = Diisi jumlah penduduk kecamatan.
5. = Diisi kontour tanah yang dominan di kecamatan (pantai, pegunungan, dataran).
6. = Diisi potensi daerah kecamatan (perkebunan, pertanian, pertambangan).

3-68 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
DATA SUMBER PENDANAAN

Provinsi :.............................
Kabupaten/Kota :.............................
Kecamatan : ............................
Tahun :.............................

Sektor Pinjaman/
PROGRAM APBD DAK JUMLAH
No. (Pusat) Hibah
PENANGANAN (Rp) (Rp) (Rp)
(Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6 7
1 Sub-bidang Sanitasi
a Pemeliharaan Fasilitas
Sanitasi

SUB JUMLAH

JUMLAH

Catatan:
# Data diisi secara lengkap sekali saja (triwulan I), kecuali ada perubahan
1. = Nomor Urut
2. = Diisi nama program penanganan tiap sub-bidang
3. = Diisi alokasi APBD untuk tiap Sub-bidang
4. = Diisi alokasi DAK untuk tiap Sub-bidang
5. = Diisi alokasi dari Pemerintah Pusat (Sektor) untuk tiap Sub-Bidang.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-69


KETENTUAN TEKNIS

PEMANTAUAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN ....................


PROVINSI DAN KABUPATEN / KOTA
BIDANG ...................
PETA PROVINSI / KABUPATEN / KOTA DAN LOKASI PROYEK

3-70 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


KETENTUAN TEKNIS
PANTAUAN KESESUAIAN PROGRAM

Provinsi:................................
Kabupaten/Kota:......................

No. Nama Paket Lokasi Program Kesesuaian Alasan Kelengkapan Dokumen Keterangan
Pekerjaan Prioritas RK dengan Ketidak (Ada / Tidak)
Nasional Juk-nis Sesuaian
Yang Di (Ya /Tidak) Gambar Spesifikasi R.A.B.
dukung
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Catatan: Diisi hanya sekali saja pada triwulan I, dengan mengacu pada paket sebagaimana
ditetapkan dalam Rencana Kegiatan (RK)
Keterangan:
1. Diisi Nomor Urut
2. Diisi nama Paket/Nama Pekerjaan yang sedang ditangani.
3. Diisi nama Kelurahan/Kecamatan/Desa Lokasi Proyek.
4. Diisi kesesuaian program dengan Prioritas Nasional.
5. Diisi kesesuaian RK dengan Juk-nis.
6. Diisi alasan ke-tidak sesuaian yang ada.
7-9. Diisi kelengkapan dokumen yang ada.
10. Diisi dengan hal-hal yang perlu ditambahkan.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-71


KETENTUAN TEKNIS
PANTAUAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Provinsi:................................
Kabupaten/Kota:......................
No. Nama Sasaran Biaya Cara Rencana (%) Realisasi (%) Masalah Upaya
Paket Pengadaan Pelaksanaan Pemecahan
Pekerjaan (Rp) (Rp) Di lapangan Masalah
Vol. Unit Fisik Keu. Fisik Keu.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

3-72 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN

KETENTUAN PENGADAAN
BARANG DAN JASA

PETUNJUK PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS


SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT
TAHUN 2014
LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BAGIAN 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


SLBM merupakan program pembangunan infrastruktur dan pengembangan masyarakat yang
mengedepankan pada pengembangan dan pemanfaatan sumber daya lokal. Program ini bertujuan
untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur, peningkatan pendapatan
masyarakat dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Kegiatan SLBM ini memberikan
peran yang besar kepada masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan serta memanfaatkan
dan memelihara sendiri.
Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) ini digunakan untuk membangun
infrastruktur sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang telah direncanakan dalam Rencana
Kerja Masyarakat (RKM). Pemanfaatan DAK SLBM tersebut perlu didukung dengan pengelolaan
keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Untuk meningkatkan efisiensi dan
efektifitas penggunaan dana SLBM yang dibelanjakan melalui proses Pengadaan Barang/Jasa,
diperlukan proses Pengadaan Barang/Jasa yang efesien, efektif, transparan, terbuka, bersaing,
adil dan akuntabel dengan melibatkan masyarakat secara luas. Sehingga diperoleh barang/jasa
yang termurah dan berkualitas serta dapat dipertanggung-jawabkan secara baik dari segi fisik,
keuangan, maupun manfaatnya bagi masyarakat.

1.2 TUJUAN
Petunjuk Teknis Pengadaan Barang/Jasa di tingkat masyarakat bertujuan untuk menyediakan
panduan bagi seluruh pelaku SLBM dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan kegiatan
pengadaan barang/jasa terutama Tim Pengadaan Barang dan Jasa di KSM, agar pemantauannya
sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang ditetapkan dan memberikan nilai-nilai edukasi
bagi masyarakat sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

1.3 PENGERTIAN
Beberapa definisi dasar yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
1. Pengadaan adalah: proses untuk memperoleh barang dan jasa berupa pengalihan dari pihak
ketiga atau dari pihak yang mengadakan. Proses pengalihan ini melalui proses yang diatur

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 1-1


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

sedemikian rupa sehingga barang dan jasa tersebut diperoleh dengan kualitas yang tepat
dan harga yang termurah.
2. Penyedia Barang/Jasa adalah: badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan
Barang/jasa.
3. Tata cara pengadaan di tingkat masyarakat adalah: tata cara pengadaan barang/jasa
dengan sederhana berbasis masyarakat, berbasis potensi alam setempat dan prinsip prinsip
pemberdayaan.
4. Swakelola adalah: Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan
dan/atau diawasi sendiri dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
5. Penunjukan Langsung adalah: metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan cara
menunjuk langsung ke 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.
6. Pengadaan Langsung adalah: Pengadaan Barang/Jasa langsung kepada Penyedia Barang/
Jasa, tanpa melalui Pelelangan Sederhana/ Seleksi/Penunjukan Langsung.
7. Pengadaan Barang/Jasa dengan Pelelangan Sederhana adalah: Pengadaan Barang/Jasa yang
jumlah pesertanya paling sedikit 3 (tiga) toko/pemasok/penyedia jasa untuk menjamin
adanya kompetisi yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan;

1.4 PRINSIP DASAR PENGADAAN


Pelaksanaan kegiatan DAK SLBM merupakan kegiatan swakelola oleh masyarakat, dimana KSM
dipilih selaku pelaksana dan penanggungjawab pelaksanaan kegiatan di tingkat masyarakat.
Oleh karena itu, pengadaan barang/jasa di tingkat masyarakat dalam DAK SLBM berpendekatan
pada prinsip-prinsip penyelenggaraan program dan prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa yang
ditetapkan.
Pengadaan barang/jasa pada DAK SLBM diselenggarakan untuk menyediakan barang/jasa yang
dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur sanitasi, dimana lokasi kelurahan/desa sasaran
DAK SLBM ditetapkan melalui SK Kepala Daerah penerima program.
Pengadaan Barang/Jasa agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dari
segi administrasi, teknis dan keuangan, maka perlu menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Efisien, berarti pengadaan barang/jasa harus diusahakan dengan menggunakan dana dan
daya yang minimum untuk mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu yang ditetapkan
atau menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan
kualitas yang maksimum
2. Efektif, berarti pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang
telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya

1-2 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

3. Transparan, berarti semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan barang/jasa


bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh Penyedia Barang/Jasa yang berminat
serta oleh masyarakat pada umumnya.
4. Terbuka, berarti pengadaan barang/jasa dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa
yang memenuhi persyaratan/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang
jelas
5. Bersaing, berarti pengadaan barang/jasa harus dilakukan melalui persaingan yang sehat
diantara sebanyak mungkin Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi persyaratan,
sehingga dapat diperoleh Barang/Jasa yang ditawarkan secara kompetitif dan tidak ada
intervensi yang mengganggu terciptanya mekanisme pasar dalam Pengadaan Barang/Jasa
6. Adil/tidak diskriminatif, berarti memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon
Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak
tertentu, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.
7. Akuntabel, berarti harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait dengan pengadaan
barang/jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

1.5 ETIKA PENGADAAN


Para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika
sebagai berikut:
1. Melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran,
kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan pengadaan barang/jasa;
2. Bekerja secara mandiri dan menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan barang/jasa yang
menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam
Pengadaan Barang/Jasa;
3. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya
persaingan tidak sehat;
4. Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan
kesepakatan tertulis para pihak;
5. Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait,
baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan barang/jasa;
6. Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam
pengadaan barang/jasa;
7. Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk
keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung
merugikan negara; dan

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 1-3


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

8. Tidak menerima, tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima
hadiah, imbalan, komisi dan berupa apa saja dari atau kepada siapapun yang diketahui atau
patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa.

1.6 PENGGUNA PETUNJUK TEKNIS


Secara khusus petunjuk teknis ini diperuntukkan bagi KSM, Tim Pengadaan ditingkat masyarakat,
Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan pelaku lainnya. Secara umum pengguna dan manfaat
masing-masing dapat dilihat pada Tabel dibawah ini:

PENGGUNA MANFAAT
Masyarakat (KSM) Memahami arti penting pengadaan barang/jasa di tingkat masyarakat
Acuan untuk merencanakan, melaksanakan dan memantau kegiatan pengadaan
barang/jasa di tingkat masyarakat
Tenaga Fasilitator Memfasilitasi masyarakat untuk menyusun rencana kerja pelaksanaan kegiatan
Lapangan (TFL) khususnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa di tingkat masyarakat
Panduan kerja pendampingan masyarakat dan para pemangku kepentingan di desa/
kelurahan terkait pengadaan barang/jasa di tingkat masyarakat

1-4 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BAGIAN 2
TIM PENGADAAN BARANG/JASA

Pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibutuhkan dalam kegiatan DAK SLBM menggunakan
barang/jasa dari badan usaha/leveransir/toko ataupun perorangan (masyarakat), yang pada
dasarnya dilakukan melalui pemilihan penyedia barang/jasa oleh Tim Pengadaan.

2.1 KETENTUAN UMUM TIM PENGADAAN


Pengadaan barang/jasa pada kegiatan DAK SLBM di tingkat masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Tim Pengadaan barang/jasa merupakan anggota BKM/LKM dan KSM yang pembentukanya di
lakukan pada Rembug Warga.
2. Orang-orang yang duduk dalam tim pengadaan adalah anggota masyarakat yang mempunyai
integritas, jujur, tidak mempunyai kepentingan pribadi serta dipilih secara demokratis oleh
masyarakat.
3. Jumlah tim pengadaan barang/jasa harus ganjil (ditetapkan 3 atau 5 orang), tergantung
dari nilai barang/jasa yang akan di lelangkan. Untuk yang nilainya antara Rp. 50 juta
sampai dengan Rp. 200 juta tim pengadaan 3 orang, sedangkan untuk yang nilainya diatas
Rp. 200 juta maka tim pengadaan ditetapkan 5 orang. Hal ini untuk memudahkan dalam
pengambilan keputusan. Susunan Tim pengadaan barang/jasa terdiri dari Ketua, Sekretaris
dan Anggota.
4. Konsultan/Tenaga Fasilitator Lapangan, Kepala Keluarahan dan jajarannya, Kasatker PPK
dan jajarannya tidak diperbolehkan untuk menjadi anggota Tim Pengadaan ataupun campur
tangan dalam pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa yang dapat mengganggu
terlaksananya pengadaan barang/jasa.
5. Barang/jasa yang akan diadakan untuk pembangunan fisik harus memenuhi kebutuhan sesuai
RKM (DED dan RAB) yang telah verifikasi oleh SKPD, dan memenuhi spesifikasi teknis yang
telah dipersyaratkan dalam petunjuk teknis infrastruktur yang diterbitkan oleh program
SLBM maupun oleh pemerintah daerah.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-5


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

6. Pengadaan jasa sewa alat /alat berat harus memperhitungkan tingkat efisiensi penggunaan
DAK SLBM dan efektifitas pelaksanaan sehingga program ini benar-benar dapat memberikan
pendapatan dan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Serta di pastikan penggunaan alat
yang disewa dalam kegiatan fisik di lapangan memang benar-benar tidak bisa di kerjakan
oleh masyarakat setempat.

2.2 KETENTUAN UMUM TIM PENGADAAN


Tim Pengadaan merupakan anggota KSM yang penetapannya di lakukan melalui surat keputusan
Kepala Kelurahan pada Rembug warga. Struktur Keanggotaan Tim Pengadaan adalah sebagai
berikut:

KETUA

SEKRETARIS

ANGGOTA

2.3 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM PENGADAAN


1. Menyiapkan daftar barang/jasa dan pekerjaan yang akan diadakan dan sekaligus menyiapkan
spesifikasi teknisnya;
2. Membuat rencana pembeliaan barang berdasarkan (Jenis barang/jasa dan ketersediaan
penyedia barang/jasa) dan jadwal rencana pelaksanaan pengadaan untuk di bahas pada
saat Rembug Warga. Dalam pertemuan Rembug Warga, tim membuka kesempatan apabila
ada masyarakat yang ingin menyumbangkan barang dan jasa secara sukarela untuk kegiatan
DAK SLBM;
3. Melakukan survey harga toko, minimal 3 toko material/supplier.
4. Untuk pengadaan diatas Rp. 50.000.000 sampai dengan Rp. 200.000.000 harus memasang
pengumuman di tempat strategis dalam lingkup kelurahan (kantor kelurahan, poskamling,
tempat ibadah, dan lain-lain) dan/atau mengirimkan undangan kepada pemasok/penyedia
jasa untuk melakukan pengadaan;

2-6 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

5. Menyiapkan daftar toko/pemasok/penyedia jasa yang sudah dilakukan pengecekan untuk


diundang mengikuti proses pengadaan yang jumlahnya paling sedikit 3 (tiga) toko/pemasok/
penyedia jasa untuk menjamin adanya kompetisi yang sesuai dengan prinsip-prinsip
pengadaan;
6. Menerima surat penawaran, mengevaluasi dan menetapkan calon pemenang pengadaan
yang dilakukan dalam Rembug Warga Penetepan Pemenang yang dihadiri oleh unsur tokoh
masyarakat, seluruh anggota BKM/LKM, KSM, Kepala Kelurahan, KM, Tenaga Fasilitator
Lapangan dan kaum perempuan;
7. Memastikan harga barang/jasa mendapatkan harga yang termurah;

Melakukan pertemuan dengan warga masyarakat (Rembug Warga pra pelaksanaan) untuk
memberitahukan rencana pembelian barang/jasa termasuk rencana lokasi penyimpananya.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 2-7


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BAGIAN 3
PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA

3.1 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM PENGADAAN


1. Pengadaan barang/jasa adalah pengadaan barang/jasa yang dibiayai melalui dana SLBM.
2. Pengadaan barang untuk operasional KSM, dapat dibeli langsung kepada penyedia barang
dan bukti pengikatnya cukup berupa bukti pembelian/nota pembelian.
3. Pengadaan barang/jasa untuk pembangunan fisik infrastruktur dilakukan oleh dilaksanakan
oleh Tim Pengadaan, dengan mengikuti mekanisme yang di atur di dalam petunjuk teknis
ini pengadaan barang/jasa.
Secara umum pengadaan barang per jenis barang atau per-ketersediaan barang oleh masyarakat/
pemasok/toko/leveransir dan sewa alat mengikuti ketentuan dalam pedoman umum SLBM,
yaitu sebagai berikut:
1. Pengadaan barang yang bernilai kurang dari Rp. 10.000.000 (sepuluh juta) dapat dibeli
langsung kepada penyedia barang dan bukti pengikatnya cukup berupa bukti pembelian/
nota pembelian pembayaran dengan materai sesuai ketentuan.
2. Pengadaan barang yang bernilai diatas Rp. 10.000.000 (sepuluh juta) sampai dengan Rp.
50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dapat dilakukan dengan penunjukan langsung kepada 1
(satu) penyedia barang melalui penawaran tertulis dari penyedia barang yang bersangkutan,
dan bukti pengikatannya berupa Kuitansi saja dengan materai sesuai ketentuan.
3. Pengadaan barang yang bernilai di atas Rp. 50.000.000 (lima puluh juta) sampai dengan Rp.
200.000.000 (dua ratus juta) dilakukan oleh tim pengadaan yang berjumlah 3 (tiga) orang
dengan cara meminta dan membandingkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari 3
(tiga) penyedia barang yang berbeda serta memilih penawaran dengan harga terendah, dan
bukti pengikatannya berupa Surat Perintah Kerja (SPK) dengan materai sesuai ketentuan.
4. Pengadaan barang yang bernilai diatas Rp. 200.000.000 (dua ratus juta) dilakukan oleh tim
pengadaan yang berjumlah 5 orang dengan cara meminta dan membandingkan sekurang-
kurangnya 3 (tiga) penawaran dari 3 (tiga) penyedia dengan harga terendah, dan bukti
pengikatannya berupa Surat Perjanjian dengan sesuai ketentuan.

3-8 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

Secara detail, tata cara pengadaan barang/jasa khususnya barang/jasa untuk pemenuhan
kebutuhan barang/jasa pembangunan secara detail dijelaskan di bawah ini.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-9


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

3.2 TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM PENGADAAN


Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan RAB menjadi acuan bagi tim pengadaan untuk melakukan
perencanaan pengadaan dan pelaksanaan pengadaannya. Tim pengadaan yang sudah dibentuk
pada forum Rembug Warga, harus mempelajari permasalahan dan potensi kelurahan dan di
lingkungannya terutama dalam aspek kebutuhan penyediaan barang/jasa (jenis barang, harga
satuan dan biaya) serta Rencana Pelaksanaan Kegiatan.

3.3 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA


Tim Pengadaan bersama KSM didampingi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) diwajibkan segera
mengadakan rapat sekaligus menjadi forum Rembug Warga setelah tim pengadaan disahkan.
Untuk menjelaskan rencana kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan yang mencakup
hal-hal sebagai berikut:
1. Penjelasan jadwal pelaksanaan pembangunan
Tim Pengadaan Menjelaskan jadwal pelaksanaan pembangunan yang difokuskan pada target
waktu pencairan dana SLBM dalam setiap tahapnya dan pelaksanaan serta penyelesaian
fisik. Tim pengadaan harus menyusun jadwal pengadaan dengan mengacu pada Rencana
Tahapan Pembangunan infrastruktur agar barang/jasa dapat disediakan secara tepat waktu.
2. Penjelasan RAB dan Harga satuan
Menjelaskan teknis penyusunan RAB dan Harga Satuan yang digunakan dimana RAB tersebut
disusun berdasarkan analisa yang ditetapkan dan disusun secara partisipatif. Harga satuan
yang digunakan adalah harga satuan setempat terendah berdasarkan survey.
Melalui penjelasan ini diharapkan tim dapat memberikan penjelasan kepada toko/pemasok/
leveransir dan dapat memberikan penilaian terhadap pengajuan penawaran;
3. Penjelasan kebutuhan barang/jasa dan spesifikasi teknis;
Kebutuhan barang/jasa yang akan digunakan dalam pembangunan fisik meliputi kebutuhan
material, bahan dan sewa alat harus mengikuti spesifikasi teknis yang ditetapkan. Kualitas
barang/jasa harus diutamakan untuk menjaga ketahanan dan kualitas infrastruktur yang
dibangun.
Dari rapat tersebut, diharapkan tim pengadaan sudah memahami ruang lingkup dan rencana
kerja yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembangunan fisik. Dalam rapat tersebut
juga dihasilkan identifikasi kebutuhan barang/jasa dan potensi penyediaannya.

3-10 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

3.4 PEMILIHAN METODE PENGADAAN


Mengacu pada prinsip, pendekatan dan tujuan DAK SLBM serta hasil identifikasi potensi
penyediaan barang/jasa maka metode pengadaan barang/jasa dikelompokkan sebagai berikut:
1. Metode Pengadaan Oleh Masyarakat
2. Metode Pengadaan Oleh Penyedia Barang/Jasa
Penunjukan Langsung
Pelelangan Sederhana

3.5 REMBUG WARGA PRA PENGADAAN BARANG/JASA


Pelaksanaan proses pengadaan barang/jasa yang akan disediakan baik oleh masyarakat secara
perorangan atau kelompok, atau disediakan oleh pemasok/toko/leveransir, harus terlebih
dahulu disepakati oleh masyarakat melalui forum Rembug warga Pra Pengadaan Barang/Jasa.
Rembug Warga Pra Pengadaan Barang/Jasa ini dilakukan untuk menjamin adanya transparansi/
keterbukaan dalam pengadaan barang/jasa dan menjaring partisipasi masyarakat untuk
terlibat di dalam pengadaan barang. Rembug warga ini dilakukan untuk menginformasikan dan
menjelaskan kepada masyarakat terkait:
1. Menjelaskan hasil Identifikasi potensi pengadaan barang/jasa
2. Prinsip Mekanisme dan ketentuan dalam pengadaan barang/jasa
3. Proses pengadaan barang dan jasa
4. Kesepakatan pemaketan barang/jasa
Rembug warga ini diselenggarakan oleh Tim Pengadaan dengan pendampingan dari TFL. Peserta
yang diundang dalam rembug warga ini adalah Aparat Kelurahan, KSM, Ketua RT, masyarakat
umum, kaum perempuan, serta masyarakat yang mempunyai pekerjaan/penyediaan barang
yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur.

3.6 PENGADAAN BARANG/JASA


3.6.1 Pengadaan Barang/Jasa Oleh Masyarakat
Pengadaan barang/jasa oleh masyarakat adalah penyediaan barang/jasa oleh masyarakat
dimana masyarakat (perseorangan atau kelompok) dalam hal ini bertindak atau bekerja sebagai
pengumpul barang/jasa dan bukan bertindak sebagai pemasok/leveransir.
Syarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa oleh masyarakat, adalah
sebagai berikut:
1. Lokasi barang terletak di kelurahan sasaran bersangkutan.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-11


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

2. Sumber material tidak dikuasai oleh pemasok atau kelompok tertentu.


3. Masyarakat atau kelompok pengumpul bahan dapat ditunjuk langsung melalui kesepakatan
dalam Rembug warga pra pengadaan barang.
4. Pengadaan barang/material yang berasal dari masyarakat atau kelompok pengumpul
dilakukan dengan cara:
a. Untuk barang yang bernilai kurang dari Rp. 10.000.000 (sepuluh juta) dapat dibeli
langsung kepada penyedia barang dan bukti pengikatnya cukup berupa bukti pembelian/
nota pembelian pembayaran dengan materai sesuai ketentuan.
b. Untuk barang yang bernilai diatas Rp. 10.000.000 sampai dengan Rp. 50.000.000 dapat
dilakukan dengan penunjukan langsung kepada 1 (satu) kelompok masyarakat sebagai
penyedia barang melalui penawaran tertulis dari penyedia barang yang bersangkutan,
dan bukti pengikatannya berupa Kuitansi saja dengan materai sesuai ketentuan.
c. Harga yang ditawarkan telah disepakati bersama dalam rembug pra pengadaan dan
tidak melebihi dari RAB.
d. Biaya sewa kendaraan untuk mengangkut material tersebut dapat dibayar terpisah,
dengan mengikuti ketentuan pengadaan sewa alat.
e. Untuk Jasa atau Sewa Alat tetap memperhatikan kebutuhan kegiatan dan harus melalui
proses rembug dengan masyarakat.

3.6.2 Pengadaan Oleh Penyedia Barang/Jasa


1. Pengadaan Barang/Jasa (Pelelangan Sederhana):
a. Pengadaan material/bahan tidak dapat dilakukan oleh masyarakat.
b. Pengadaan barang/jasa mempunyai nilai di atas Rp. 50.000.0000.
2. Pengadaan barang oleh penyedia jasa dilakukan dengan cara:
a. Untuk paket barang/jasa yang bernilai di atas Rp. 50.000.000 sampai dengan Rp. Rp.
200.000.000 dilakukan oleh tim pengadaan dengan cara meminta dan membandingkan
sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari 3 (tiga) penyedia barang yang berbeda
serta memilih penawaran dengan harga terendah, dan bukti pengikatannya berupa
Surat Perintah Kerja (SPK) dengan materai sesuai ketentuan.
b. Untuk paket barang/jasa yang bernilai diatas Rp. 200.000.000 dilakukan oleh tim
pengadaan yang berjumlah 5 orang dengan cara meminta dan membandingkan
sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari 3 (tiga) penyedia dengan harga terendah,
dan bukti pengikatannya berupa Surat Perjanjian dengan materai sesuai ketentuan.
c. Nilai paket barang/jasa yang ditentukan per jenis bahan dan per paket yang bisa
disediakan oleh pemasok/toko/leveransir, sebagai contoh sebagai berikut:

3-12 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

Contoh Gabungan-1 Batu dan pasir digabung menjadi satu paket karena dapat
disediakan oleh satu pemasok.
Contoh Gabungan-2 Semen dan Besi Beton tidak dapat digabung menjadi satu
paket karena tidak dapat disediakan oleh satu pemasok.
Contoh Gabungan-3 Batu, pasir, semen dan besi beton digabung menjadi satu
paket karena dapat disediakan oleh satu pemasok.

d. Tidak diperbolehkan memecah paket pengadaan untuk tujuan menghindari Pelelangan


Sederhana.
e. Barang (material/alat) memiliki kualitas sesuai spesifikasi
f. Harga lebih rendah dari Harga Satuan dalam RAB. Harga dari pemasok sudah termasuk
pajak. Kewajiban menyetor pajak menjadi tanggungjawab pemasok.

3.7 PROSEDUR PELELANGAN SEDERHANA


Dalam penentuan calon pemasok, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Tim Pengadaan melakukan survey harga satuan serta calon pemasok dengan referensi
terhadap survey harga satuan yang pernah dilakukan pada saat penyusunan RAB dan Harga
Satuan. Pemasok harus berbadan usaha. Jika calon pemasok yang berbadan usaha tidak ada
di kelurahan, maka dapat menggunakan pemasok yang berasal dari kelurahan lainnya.
2. Calon pemasok diwajibkan mempunyai sumber daya manusia, modal, peralatan dan alat
angkut yang cukup sehingga tidak akan mengganggu jadwal pengadaan.
3. Pada penyerahan penawaran, pemasok wajib membawa contoh barang yang ditawarkan.
Hal ini akan memberikan kemudahan bagi Tim dalam melakukan penilaian kualitas, mutu
bahan dan akan membantu dalam penentuan pemenang.

1. Proses Pelelangan Sederhana


a. Tim Pengadaan telah menyiapkan dokumen yang berisi daftar jenis, spesifikasi, volume,
jadwal pengadaan barang/alat/jasa sebagai tindaklanjut dari rembug warga.
b. Tim Pengadaan menyiapkan daftar toko/pemasok yang jumlahnya cukup
c. Tim Pengadaan menyiapkan pengumuman pengadaan yang akan dipasang di papan
pengumuman Sekretariat KSM, Kantor Kelurahan, dan lokasi-lokasi yang strategis
lainnya. Pengumuman Pelelangan Sederhana minimal berisi:
Nama dan alamat KSM;
Paket pekerjaan yang akan dilaksanakan;

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 3-13


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

Lokasi pekerjaan; dan


Perkiraan besaran biaya.
d. Tim Pengadaan menyiapkan undangan Pelelangan Sederhana yang dilengkapi dengan
Daftar Volume dan Spesifikasi teknis barang serta penyampaian undangan dilakukan
dengan pola sebagai berikut :
Tim melakukan kunjungan ke toko/pemasok untuk menyampaikan undangan
karena tidak dimungkinkan pemasok diundang ke kelurahan.
Pemasok datang ke kelurahan untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci dari tim.

2. Pembuatan Penawaran
a. Proses pengajuan penawaran oleh pemasok dilakukan dengan cara tidak langsung
dimana calon pemasok mengajukan penawaran beberapa hari atau sesuai jadwal yang
ditentukan setelah mendapatkan penjelasan dari Tim Pengadaan.
b. Ketentuan lainnya adalah pemasok harus merahasiakan penawarannya.
c. Semua dokumen penawaran harus ditandatangani oleh pimpinan pemasok dan
bermaterai.

3. Penetapan dan Pengumuman Pemenang


Penetapan calon pemenang Pelelangan Sederhana dilakukan dengan pembukaan penawaran
oleh tim yang dilakukan di tempat strategis yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan
wakil masyarakat serta kaum perempuan. Dalam pembukaan penawaran ini harus menjamin
bahwa prosesnya dilakukan secara jujur, transparan dan akuntabel.
Tata cara penetapan pemenang Pelelangan Sederhana ditentukan melalui:
a. Tim menetapkan tempat acara pengumuman pemenang.
b. Tim membuat undangan untuk Kepala Kelurahan, KSM dan wakil masyarakat lainnya
termasuk kaum perempuan.
c. Tim membuka penawaran dengan disaksikan oleh para peserta
d. Tim menetapkan pemenang dengan kriteria penawaran terendah, mutu barang yang
sesuai spesifikasi teknis, identitas dan alamat pemasok jelas.

Bila acara Pelelangan Sederhana telah selesai dan telah disepakati oleh peserta yang hadir.
Maka tim harus secepatnya mengumumkan penetapan pemenang, berita acara penetapan
pemenang, dan hasil keseluruhan proses Pelelangan Sederhana dengan menempelkannya pada
papan informasi atau mengumumkannya melalui media lain yang mudah diakses oleh masyarakat
secara luas.

3-14 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BAGIAN 4
SURAT PERJANJIAN KERJA (SPK)

4.1 KETENTUAN UMUM


1. Pemasok yang menjadi pemenang melakukan ikatan SPK pengadaan barang dengan KSM.
Contoh kontrak dapat dilihat pada Lampiran PBJ 11
2. Penandatanganan kontrak dilakukan setelah dana SLBM masuk ke rekening KSM. Hal ini
untuk menghindari adanya hutang kepada pemasok atau sumber lainnya di luar perjanjian
resmi.
3. Kontrak harus dilampiri jadwal pengiriman barang.
4. TFL berkewajiban untuk melakukan pendampingan dan pengendalian dalam pengadaan
barang/sewa alat;
5. Tugas Supplier adalah mengadakan Bahan Baku atau Peralatan sesuai dengan Spesifikasi
yang telah disepakati dalam perjanjian dan Petunjuk Teknis DAK SLBM.
6. Pengadaan ini tidak dapat dikontrakan kembali kepada pihak lain.
7. Supplier harus mentaati segala perundang-undangan dan hukum yang berlaku, serta
memperhatikan adat istiadat setempat.

4.2 TATA CARA PEMBAYARAN


1. Pembayaran kepada Pemasok dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah atau besaran
barang yang diterima di kelurahan dan setelah mendapatkan pengecekan oleh tim pengadaan
barang/jasa.
2. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening penyedia barang/jasa sesuai
dengan nomor rekening pada bank yang ditunjuk yang tertera dalam SPK.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 4-15


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BAGIAN 5
PENUTUP

Petunjuk Teknis Pengadaan Barang/Jasa ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi seluruh
pelaku yang terkait dalam pelaksanaan DAK SLBM khususnya dalam pengadaan barang/jasa di
tingkat Kelurahan/desa. Petunjuk teknis ini disusun dengan memberikan peluang yang besar
kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyediaan barang/jasa yang dibutuhkan.
Diharapkan dengan adanya petunjuk teknis ini, para pelaku dapat memahami proses pengadaan
barang/jasa SLBM dan dapat mensosialisasikan secara luas, sehingga pelaksanaan SLBM dapat
dilaksanakan dengan lebih efektif, efisien, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian DAK-SLBM ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

5-16 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

LAMPIRAN
FORM-FORM PENGADAAN BARANG/JASA

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-17


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BERITA ACARA PEMBENTUKAN TIM PENGADAAN


(Format PBJ 1)

Pada hari ini tanggal bulan tahun bertempat di


KSMyang bertanda tangan di bawah ini, telah membentuk Tim Pengadaan yang terdiri dari
orang, dimana orang diantaranya adalah perempuan.
Tim Pengadaan ini dibentuk untuk melaksanakan tugas Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan
KSM.. Tim ini dalam melaksanakan tugasnya harus selalu memperhatikan ketentuan-
ketentuan dan kaidah-kaidah Pengadaan Barang/Jasa yang jujur, transparan, adil dan akutabel.

Daftar Personil Tim Pengadaan adalah sebagai berikut :


No. Nama L/P Kedudukan Dalam Tim

1. . Ketua

2. . Sekretaris

3. . Anggota

. ..

. ..

Mengetahui,

KSM SKPDTEKNIS

() ()

5-18 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BERITA ACARA SURVEY HARGA BAHAN, UPAH DAN SEWA ALAT


(Format PBJ 2)

Pada hari ini tanggal bulantahun, kami yang bertanda


tangan di bawah ini, Tim Pengadaan KSMKelurahan/Desa, Kecamatan
KabupatenProvinsitelah melakukan Survey Harga Bahan, Upah dan Sewa Alat pada
, Harga Bahan, Upah dan Sewa Alat hasil survey ini akan dipergunakan pada
Pembangunan Program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (DAK-SLBM)
di Desa/Kelurahan KecamatanKabupatenPropinsi

Hasil Survey Harga Bahan, Upah dan Sewa Alat terlampir.


Demikian Berita Acara Survey Harga Bahan dan Material ini kami buat dengan sebenarnya, untuk
dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kami yang melakukan Survey:


No. Nama Jabatan Tanda Tangan

1. .. ..

2. .. ..

3 . .. ..

4 . .. ..

5 . .. ..

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-19


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

DAFTAR SURVEY HARGA UPAH, BAHAN DAN ALAT


(Format PBJ 3)

KSM

Desa/Kelurahan :
Kecamatan :
Kabupaten :
Provinsi :

Nama Barang/Alat/ Harga Satuan


No. Satuan Spesifikasi Keterangan
Jasa (Rp.)
A. Upah

1. Tukang Batu Hari

2. Tukang Kayu Hari

3. Tukang Pipa Hari

4. Pekerja

5. .

B. Bahan Bangunan

1 Batu Kali Buah

2 Btau bata m3

3 Pasir pasang m3

4 Pasir beton Zak

5 Semen, zak = 50 kg Kg

6 Besi beton

7 .

5-20 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

C Bahan Perpipaan

1 Pipa PVC dia. 100 m SNI


mm
2 Pipa PVC dia. 75 mm m SNI

3 Pipa PVC dia. 50 mm m SNI

4 Pipa PVC dia. 25 mm m SNI

5 .. .

Kami yang melakukan Survey Harga:

No. Nama Jabatan Tanda Tangan


1. .. ..

2. .. ..

3 . .. ..

4 . .. ..

5 . .. ..

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-21


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

UNDANGAN UNTUK PENGADAAN BARANG (BAHAN/ALAT)


(Format PBJ 4)

Nama Kegiatan : ___________________ Tanggal:_____________


Sumber Dana : ___________________
No Surat : ___________________
Kepada :___________________
Pemasok yang terhormat,
1. Anda diundang untuk memasukkan penawaran harga untuk memasok barang (bahan/alat) di
bawah ini:
(i) ___________________________________________
(ii) ___________________________________________
(iii) ___________________________________________
(iv) ___________________________________________
Informasi untuk spesifikasi teknis dan volume yang dibutuhkan ada dalam lampiran.
2. Anda dapat menawarkan satu atau lebih dari barang yang ada di undangan ini.
Setiap barang akan dievaluasi terpisah berdasarkan harga terendah ATAU penawaran
dilakukan terhadap semua barang.Penawaran harga akan dievaluasi untuk semua barang
dan kontrak akan diberikan kepada pemasok yang menawarkan harga terendah.
3. Anda harus memasukkan 1 format asli dan 1 copy dari penawaran harga dan yang asli.
Penawaran harus dimasukkan kedalam amplop tertutup dan dialamatkan ke:
______________________________
______________________________
______________________________
4. Batas akhir pemasukan penawaran adalah: ________________
5. Penawaran harga yang dikirim melalui fax atau alat elektronik, dapat diterima.
6. Penawaran harga harus dimasukkan dengan mengikuti aturan yang berlaku, seperti dibawah
ini
(i) Harga: Harga termasuk dengan ongkos pengangkutan barang.
(ii) Evaluasi penawaran:dilakukan terhadap penawaran yang responsive terhadap spesifikasi
teknis. Evaluasi juga harus memasukkan ongkos di luar barang, misalnya ongkos
pengangkutan barang.Tim pengadaan dapat melakukan koreksi terhadap kesalahan
aritmetik.

5-22 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

(iii) Kontrak akan diberikan kepada penawar yang memberikan harga terendah. Pemenang
selanjutnya akan menandatangani kontrak.
(iv) Masa berlaku penawaran: Penawaran harga yang diajukan harus berlaku selama 45 hari
dari masa batas waktu penerimaan penawaran.
7. Informasi selanjutnya dapat diperoleh dari:
_______________________________
Telephone :___________________
Fax :___________________
8. Penerimaan undangan penawaran harus dikonfirmasi sesegera mungkin, apakah anda akan
memasukkan penawaran atau tidak.

Hormat Kami

(Tim Pengadaan)

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-23


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

UNDANGAN UNTUK PENGADAAN BARANG/JASA

(Format PBJ 5)
Nama Kegiatan :___________________ Tanggal:_____________
Sumber Dana :___________________
No Surat :___________________
Kepada :___________________

Kontraktor yang terhormat,


1) Anda diundang untuk memasukkan penawaran harga untuk pekerjaan di bawah ini : _____
________________________________(deskripsi pekerjaan)
2) Untuk membantu anda dalam mempersiapkan penawaran harga, berikut dilampirkan
spesifikasi, jumlah dan volume pekerjaan, dan gambar, form untuk memasukkan penawaran
dan draft kontrak.
Anda harus memasukkan 1 format asli dan 1 copy dari penawaran harga dan yang asli.
Penawaran harus dimasukkan kedalam amplop tertutup dan dialamatkan ke:
______________________________
______________________________
______________________________
3) Anda harus mempunyai pengalaman sebagai kontraktor utama dalam konstruksiyang setara
tingkat kesulitannya dengan pekerjaan yang ditawarkan ini, pada waktu tiga tahun terakhir
dan mempunyai bukti sumber danauntuk menyelesaikan pekerjaan ini.
4) Setiap kontraktor dapat memasukkan satu penawaran, dalam bentuk individual atau partner
joint venture. Untuk joint venture, semuanya harus bertangungjawab secara bersama dalam
pelaksanaan kontrak.Lead partner dalam joint venture harus menunjukkan kemampuan
seperti pada paragrap 3 diatas.
5) Evaluasi penawaran:dilakukan terhadap penawaran yang responsive terhadap spesifikasi
teknik. Evaluasi juga harus memasukkan ongkos di luar barang, misalnya ongkos pengangkutan
barang.Tim pengadaan dapat melakukan koreksi terhadap kesalahan aritmetik.
6) Masa Berlaku Penawaran: Penawaran harga yang anda ajukan harus berlaku selama 45 hari
dari masa batas waktu penerimaan penawaran.
7) Kontrak akan diberikan kepada penawar yang responsif terhadap spesifikasi, dan
memberikan harga terendah, dan selanjutnya akan menandatangani kontrak.

5-24 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

8) Kontraktor yang mengundurkan diri dan menolak kontrak, akan dikeluarkan dari list
kontraktor dari proyek ini
9) Kontrak akan diatur dalam aturan di lampiran draft kontrak
10) Penawaran harus dimasukkan paling lambat..
11) Informasi selanjutnya dapat diperoleh dari:
________________________________
________________________________
Telephone : ____________________
Fax : ____________________
12) Penerimaan undangan penawaran harus dikonfirmasi sesegera mungkin, apakah anda akan
memasukkan penawaran atau tidak.

Hormat Kami

(Tim Pengadaan)

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-25


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

DAFTARVOLUME dan SPESIFIKASI PEKERJAAN


(Format PBJ 6)

No. Nama Jenis Barang/Jasa Satuan Volume Spesifikasi

5-26 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

SURAT PENAWARAN
(Format PBJ 7)

................., .................. 20...

Nomor : ................................................

Lampiran : 1 (satu) berkas


Perihal : Penawaran Harga Pekerjaan Pengadaan Barang (Bahan/Alat)
Konstruksi/Pekerjaan Berupa .............................................

Kepada Yth.:
Ketua Tim Pengadaan Barang/Jasa
pada Satuan Pelaksana Program (Satlak): ..................................
Di Tempat

Dengan hormat,
Sehubungan dengan pengumuman pengadaan dari Tim Pengadaan Barang/Jasa pada KSM
dengan Surat Undangan/Pengumuman Nomor : ....................... ..................................
..... tanggal ........................., maka kami yang bertandatangan dibawah ini :

Nama :
Jabatan :
Toko/Pemasok / Kontraktor :
Tahun didirikan atau Nomor Ijin Usaha (bila ada) :
Alamat Toko/Pemasok / Kontraktor :

Setelah mempelajari secara keseluruhan dokumen Pengadaan pekerjaan


.., dengan ini kami mengajukan penawaran harga sebesarRp.
,-(..........................................................), rincian harga dan surat-surat
pernyataan sebagaimana terlampir, dengan waktu penyelesaian pekerjaan selama ... (.........)
hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerja.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-27


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

Penawaran harga ini berlaku selama 45 (empat puluh lima) hari terhitung sejak tanggal
pembukaandokumenpenawaran.

Demikian surat penawaran ini kami buat dalam rangkap .......... (.............) dan bermeterai
cukup, untuk menjadikan periksa.

5-28 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

..................................... 20....

RINCIAN HARGA PENAWARAN


(Format PBJ 8)

PEKERJAAN : ...................................
Harga Jumlah
No Nama Jenis Satuan Volume
Satuan Harga Spesifikasi
Barang/Jasa*)
(Rp) (Rp)

Total (Rp)
Dibulatkan(Rp)
Terbilang :

........................., ..................... 20....

TOKO/PEMASOK

Nama Jelas, Tanda Tangan

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-29


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

SURAT PERNYATAAN KEBENARAN USAHA


(Format PBJ 9)

Yang bertandatangan dibawah ini:


N a m a :
Tempat/tgl.Lahir :
Alamat Tempat Tinggal :
Adalah benar-benar Pemilik Toko/Pemasok Bahan/Alat Konstruksi*) di sekitar lokasi pekerjaan
KSM : ..............................., yaitu:
Nama :
(Toko/Pemasok/Kontraktor)
Alamat :
Tahun didirikan atau Nomor Ijin Usaha (bila ada):

Surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya sanggup dituntut dimuka
pengadilan apabila keterangan-keterangan yang diberikan tidak benar.

Demikian pernyataan ini kami buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

........................., ..................... 20.........

TOKO/PEMASOK/KONTRAKTOR

MATERAI

Rp 6.000,-

Nama Jelas, Tanda Tangan

5-30 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BERITA ACARA
PEMBUKAAN PENAWARAN, PENILAIAN, DAN PENETAPAN PEMENANG
(Format PBJ 10)

BERITA ACARA
PEMBUKAAN PENAWARAN, PENILAIAN, DAN PENETAPAN PEMENANG
Nomor : ....................................

TENTANG :

PEKERJAAN : ..........................................

Pada hari ini ...........tanggal ................ bulan .....................tahun ................,


bertempat di ............................,telah melaksanakan rapat.
Evaluasi Penawaran dan Penetapan Pemanang untuk pekerjaan ......................................
................................................................
Rapat dibuka pada pukul ..............., oleh Ketua/Sekretaris*) Tim Pengadaan Barang/Jasa,
yang dihadiri oleh :
Ketua, Sekretaris dan para anggota Tim Pengadaan Barang/Jasa;
Para peserta calon Pemasok Barang/Jasa*) yang telah diundang dan mengambil dokumen
Pengadaan, yaitu :
a. Toko/Pemasok/Kontraktor: ......................., Rp...............................
b. Toko/Pemasok/Kontraktor: ......................., Rp...............................
c. Toko/Pemasok/Kontraktor: ....................... , Rp....................., dst

Adapun rangkaian acara adalah sebagai berikut :

No Agenda Kegiatan Hasil Kesepakatan


1 Penerimaan Penawaran Peserta Yang Memasukan Penawaran sebanyak ...........

2 Pembukaan Penawaran Pembukaan Penawaran dilaksanakan mulai pukul .....s/d.....

Jumlah Penawaran yang dibuka sebanyak ...................

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-31


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

No Agenda Kegiatan Hasil Kesepakatan


3 Penilaian/Evaluasi Berdasarkan kriteria penilaianPenawaran, maka diperoleh
Penawaran (Rangking rangking hasil penilaian Penawaran sebagaimana terlampir.
Penawar)
4 Penetapan Pemenang Berdasarkan hasil evaluasi/penilaian penawaran yang masuk
maka ditetapkan Pemenang Pengadaan ini adalah Toko/
Pemasok/Kontraktor : .............................................
....... dengan harga penawaran sebesar Rp. ..................
.............

Selanjutnya Pemenang segera melakukan perjanjian kerja


dengan pihak KSM.

Pada akhir acara sekali lagi ketua tim menyampaikan nama dan jumlah penawaran dari peserta
yang dinyatakan sebagai Pemenang dihadapan seluruh Peserta yang hadir.

Rapat ditutup oleh Ketua/Sekretaris*) Tim Pengadaan Barang (Bahan/Alat/Pekerjaan) pada


pukul ....................................

Demikian Berita Acara pembukaan, penilaian, dan penetapan pemenang ini dibuat dalam
rangkap3 (tiga), ditandatangani oleh Tim Pengadaan dan 2 (dua) wakil dari calon Pemasokuntuk
dipergunakan sebagaimana mestinya.

5-32 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

TIM PENGADAAN BARANG/JASA


KSM :.............................

Kedudukan
No Nama Tanda Tangan
Dalam TIM

1. ................................. Ketua 1. .

2. ................................. Sekretaris 2.

3. ................................. Anggota 3. .

4. ................................. Anggota 4.

5. ................................. Anggota 5.

WAKIL DARI CALON PEMASOK/KONTRAKTOR

1. Toko/Pemasok/Kontraktor : 2. Toko/Pemasok/Kontraktor :
............................... ...............................

Nama : ............................ Nama : ............................


Jabatan : ............................ Jabatan : ............................
Tanda Tangan : ............................ Tanda Tangan : ............................

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-33


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

PENGADAAN BARANG/JASA
(Format PBJ 11)

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA (SPK)


PENGADAAN BARANG/JASA
Nomor :...............................

Kegiatan : _____________________________________________

Tahun Anggaran 20..

Paket Perjanjian Kerja: Pengadaan Barang/Jasa) berupa ..........................

BerdasarkanKontrakantara KSM dengan SKPD Kabupaten/Kota..................................:


Kontrak:Nomor........................tanggal.............................................

Kami yang bertandatangan dibawah ini:


I. Nama : ............................................................................
Jabatan : Ketua KSM..................................
Desa/Kelurahan ......................., Kecamatan ........................,
Kab/Kota .......................
Alamat : ........................................................................
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

II. Nama : ............................................................................


Jabatan : PimpinanPemasok/Toko/Kontraktor:............................
Alamat : ...............................................................................
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Maka dengan ini disetujui oleh dan diantara pihak pertama dan pihak kedua tersebut, hal-hal
sebagai berikut:

5-34 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

PASAL 1
LINGKUP PEKERJAAN

Pemasokharus melaksanakan dan menyelesaikan pengadaan barang (bahan/alat)/ dan jasa


sesuai dengan spesifikasi dan volume yang disyaratkan, berupa:
Penyediaan dan pengangkutan bahan sampai dilokasi kegiatan;
Penyediaan peralatan, mobilisasi/demobilisasi peralatan, penyediaan tenaga operator
peralatan di lapangan)
Pengerjaan pemasangan pipa/sumur/sanitasi
..................................................................
untuk pelaksanaan pekerjaan :
a. Nama paket/jenis kegiatan : ........................................................
b. Lokasi :........................................................

PASAL 2
DOKUMEN PERJANJIAN KERJA

Dokumen perjanjian kerja sebagaimana ditentukan dibawah ini harus dibaca serta merupakan
bagian dari perjanjian kerja ini, yaitu:
(1) Petunjuk Pelaksanaan DAK SLBM Tahun 2014;
(2) Surat perjanjian kerjasama pengadaan barang (bahan/jasa)
(3) Syarat-syarat umum perjanjian kerjasama
(4) Spesifikasi teknik
(5) Dokumen penawaran dan lampiran-lampirannya, khususnya :
(i) Jadwal pelaksanaan pekerjaan
(ii) Kuantitas danpenawaran beaya
(iii) Spesifikasi pekerjaan
(iv) Gambar-gambar danAdendum, (bila ada).

PASAL 3
MASA PERJANJIAN KERJA

Pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian ini akan dilaksanakan selama
................. (.................... hari kalender kerja), terhitung sejak tanggal surat perjanjian
ini ditandatangani oleh kedua belah pihak.

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-35


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

PASAL 4
JUMLAH NILAI PERJANJIAN KERJA

Nilai perjanjian kerja untuk pekerjaan yang tertuang didalam pasal (1) surat perjanjian
ini, bersifat lumpsum untuk seluruh pekerjaan sebagaimana dicantumkan dalam dokumen
penawaran pekerjaan Pemasok/Kontraktor bersangkutan, sebesar: Rp....................(........
............................. Rupiah)

PASAL 5
CARA PEMBAYARAN dan PENYERAHAN PEKERJAAN

1. Seluruh pelaksanaan pembayaranpekerjaan tersebut dalam pasal (1)


suratperjanjianinibisadilaksanakan melalui Bank Pemasok oleh pihak Pertama dan dinyatakan
dengan Berita Acara Pembayaran;
2. Uang muka dapat diberikan kepada Pemasok setinggi-tingginya 20 % (dua puluh persen)
dari nilai kontrak dan pihak pemasok harus menyerahkan jaminan uang muka dengan nilai
minimal 100 % (seratus persen) dari besarnya uang muka;
3. Pembayaran berikutnya akan dilaksanakan setelah bahan/alat/pekerjaan*) diterima atau
dilaksanakan oleh pihak pertama dilokasi proyek;
4. Apabila pihak Pertama mengkehendaki penyerahan bahan/alat*) atau pelaksanaan
pekerjaan tidak dilaksanakan secara sekaligus tetapi secara bertahap sesuai kebutuhan
pekerjaan pihak pertama maka cara pembayaran akan dilaksanakan secara bertahap sesuai
nilai tahapan penyerahan pekerjaan.
5. Rincian volume dan waktu penyerahan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam tahap
penyerahan pekerjaan pada pasal 5.4 diatas, akan diberitahukan kemudian oleh pihak
Pertama kepada pihak Kedua secara tertulis, selambat-lambatnya 5 (lima) hari kalender
sebelum batas waktu penyerahan bahan/alat*) yang dikehendaki oleh pihak Pertama.

PASAL 6
SANKSI

1. Apabila terjadi keterlambatan pekerjaan akibat dari kelalaian Pemasok/Kontraktor, maka


yang bersangkutan dikenakan denda keterlambatan sekurang-kurangnya 1/1000 (satu
perseribu) per hari dari nilai kontrak, dan akan diperhitungkan pada saat pembayaran
kepada Pemasok;

5-36 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

2. Keterlambatan yang diakibatkan karena adanya force majeure/kahar maka pihak Pemasok/
Kontraktor tidak dikenakan denda selama ada pembuktian secara tertulis dan syah oleh
pihak Pemasok. Kejadian tersebut harus dilaporkan kepada KSM selambat-lambatnya 3
(tiga) hari setelah adanya kejadian dimaksud.
3. Keadaan kahar/force majeure adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak
seperti : kerusuhan, bencana alam (banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah
longsor, dan angin topan), kebakaran, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak
tidak dapat dipenuhi.
4. Pihak Pertama berhak memutuskan/membatalkan kontrak kerja dengan Pihak Kedua
dan mengalihkan kepada Pihak lain tanpa terlebih dahulu memberitahukan kepada
Pihak Kedua, apabila Pihak Kedua tidak melaksanakan pekerjaan dalam waktu........
(.............)16) hari kalender sejak ditandatanganinya perjanjian ini dan atau sejak
disampaikannya pemberitahuan tertulis sebagaimana dimaksud pada pasal 5.5 diatas.

.................., ............ - ................. - 20 ...

PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,


Ketua KSM Pimpinan Pemasok/Toko/Kontraktor

Meterai

Rp 6000

........................... ..................................

Mengetahui,
TFL Teknis

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-37


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA (SPK)


SURAT PERNYATAAN
TIDAK MENUNTUT GANTI RUGI
(Format PBJ 12)

Yang bertandatangan dibawah ini:


N a m a :
Jabatan :
Toko/Pemasok/Kontraktor :
Tahun didirikan atau Nomor Ijin Usaha (bila ada) :
Alamat Toko/Pemasok/Kontraktor :

Apabila toko/pemasok/kontraktor kami keluar sebagai pemenang/pelaksana pekerjaan :


pada KSM : , dengan ini menyatakan, bahwa apabila
terjadi perubahan gambar, spesifikasi teknis maupun volume yang mengakibatkan perubahan
harga dan atau karena adanya pembatalan dana yang dilakukan oleh pihak program SPBM
USRI, maka kami tidak akan menuntut ganti rugi baik secara administrasi maupun materiil
kepada Tim Pengadaan maupun KSM selaku pemberi pekerjaan ini dan bersedia untuk dilakukan
perubahan / amandemen kontrak.

Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan sebagaimana
mestinya.

..........................., ...............20......

TOKO/PEMASOK/KONTRAKTOR

MATERAI

Rp 6.000,-

Nama Jelas, Tanda Tangan

5-38 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

SURAT PERNYATAAN
KESANGGUPAN MENYELESAIKAN PEKERJAAN
(Format PBJ 13)

Yang bertandatangan dibawah ini :


N a m a :
Jabatan :
Toko/Pemasok/Kontraktor :
Tahun didirikan atau Nomor Ijin Usaha (bila ada) :
Alamat Toko/Pemasok/Kontraktor :

Dengan ini menyatakan bahwa, apabila toko/pemasok/kontraktor kami keluar sebagai


pemenang/pelaksana pekerjaan: pada KSM: ,
maka kami bersedia dan sanggup melaksanakan/ menyelesaikan seluruh pekerjaan dimaksud sesuai
dengan ketentuan-ketentuan yang ada, selama () hari kalender, terhitung sejak hari dan
tanggal ditandatanganinya surat perjanjian kerja.

Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan sebagaimana
mestinya.

........................., ..................... 20....

TOKO/PEMASOK/KONTRAKTOR

MATERAI

Rp 6.000,-

Nama Jelas, Tanda Tangan


Jabatan

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014 5-39


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

BERITA ACARA PENGADAAN


(Format PBJ 14)

Pada hari ini.tanggal.bulan..tahun.Tim Pengadaan Barang KSM


telah melaksanakan proses Pengadaan Barang/Jasadengan metodadengan
tahapan sebagai berikut:
1)
2)
3)
4)

Demikian Berita Acara Pengadaan ini kami buat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan
sebagai mana mestinya.

KSM
Tim Pengadaan

()
Ketua

5-40 PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

CATATAN

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

CATATAN

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

CATATAN

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014


LAMPIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT

CATATAN

PETUNJUK PELAKSANAAN DAK SLBM 2014