Anda di halaman 1dari 16

KALKULUS PEUBAH BANYAK Jilid 1

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
BAB I IDENTITAS BUKU DAN RINGKASAN BUKU

A. IDENTITAS BUKU

Judul buku : Kalkulus Peubah Banyak


Penyusun : Prof. Dr. Mukhtar, M.Pd
Muliawan Firdaus, M,Si
Lucy K. Basaar, M.Si
Faridawati Marpaung, M.Si
M. Badzlan Darari, M.Pd
Penerbit : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan 2016
Tahun terbit : 2016
Jumlah halaman : 159

B. RINGKASAN BUKU
BAB 1 VEKTOR DAN GEOMETRI RUANG
1.1 SISTEM KOORDINAT DIMENSI TIGA
Untuk melokasikan sebuah titik dalam ruang,dibutuhkan tiga bilangan. Kita
representasikan sebarang titik dalam ruang dengan sebuah triple terurut bilangan-bilangan
riil(a,b,c).
z

y
x
gambar 1 gambar 2

kita gambarkan orientasi sumbu-sumbu tersebut sebagaimana dalam gambar 1 arah


sumbu z ditentukan dengan aturan tangan kanan sebagaimana yang diilustrasikan dalam
gambar 2.ketiga sumbu koordinat menetapkan ketiga bidang koordinat yang diilustrasikan
dalam gambar 3.ketiga bidang koordinat ini membagi ruang kedalam delapan bagian disebut
oktan. Oktan pertama, pada bagian depan, ditetapkan oleh sumbu-sumbu positif.
z

x
Gambar 3

Jika P adalah sebarang titik dalam ruang,kita representasikan titik P dengan triple
terurut bilangan-bilangan riil (a,b,c) ;a adalah koordinat-x,b adalah koordinat-y,c adalah
koordinat =-z. kita dapat memulai dari titik asal 0 dan bergerak a unit sepanjang sumbu-
x,kemudian b sejajar dengan sumbu y dan kemudian c unit sejajar sumbu-z .
Titik P menetapkan sebuah kotak persegi panjang sebagaimana diperlihatkan dalam .
Kita dapatkan titik Q dengan koordinat(a,b,0) yang disebut proyeksi dari P pada bidang xy.
Dengan cara sama R(0,,b,c) dan S(a,0,c) berturut-turut adalah proyeksi P pada bidang-yz dan
bidang-xz
Rumus jarak dalam dimensi tiga,jarak dari titik P1(x1,y1,z1) dan P2(x2,y2,z2) adalah

X 2 X 1 2 Y2 Y1 2 Z 2 Z 1 2
| P1 P2|=

1.2 VEKTOR
Sebuah vector sering direpresentasikan besar vektor dan ujung panah menunjuk pada
arh vector. Vector perpindahan v, sebagaimana yang diperlihatkan dalam gambar

AB . Catat bahwa vector
1,memiliki titik \asal A dan titik ujung B dengan menuliskan v =


u = CD memiliki panjang dan arah sama dengan v meskipun berada diposisi yang

berbeda. Sehingga u=v B D


v u
A C
Definisi Jika u dan v adalah vector-vektor yang ditempatkan sedemikian sehingga
titik asal dari v berada pada titik ujung dari u,maka jumlah u+v adalah vector dari titik asal u
ke titik ujung v.

Aturan segitiga aturan jajar genjang

DEFINISI PERKALIAN SKALAR Jika c adalah scalar dan v adalah vector, maka
perkalian scalar cv adalah vector yang panjangnya adalah|c| kali panjang v dan yang arahnya
sama dengan arah v jika c>0 dan berlawanan arah jika c<0. Jika c=0 maka cv =0.
Kita maksudkan selisih dua vector,u - v sebagai
u v=u + (-v)
Jadi kita dapat membentuk u-v dengan pertama sekali menggambar negative dari v,
yaitu v, dan kemudian menambahkannya kepada u dengan menerapkan hukum jajar
genjang. Secara alternativ, karena v + (u v)=u,vector u-v,ketika ditambahkan kepada
v,memberikan kepada u. jadi kita dapat membentuk u-v sebagaimana dengan menerapkan
aturan segitiga

-v uv v u-v

u
Menggambar u-v dengan Aturan jajar genjang menggambar u-v dengan aturan segitiga
SIFAT-SIFAT VEKTOR Jika a,b, dan c adalah vector-vektor dalam Vn dan c dan d adalah
scalar,maka
1. a + b = b + a 2. a +(b + c) =(a + b) +c
3. a + 0 = a 4. a +(-a) = 0
5. c(a + b) = ca +cb 6. (c + d)a = ca + cd
7.(cd)a = c(da) 8. 1a = a

1.3 PERKALIAN TITIK


Definisi Jika a = (a1,a2,a3) dan b = (b1,b2,b3),maka perkalian titik dari a dan b adalah
bilangan a *b yang diberikan oleh
a *b = a1 b1 + a2 b2 + a3 b3
SIFAT-SIFAT PERKALIAN TITIK Jika a, b, dan c adalah vector-vektor dalam Vn dan c
dan d adalah scalar,maka
1. a * b = |a|2 2. a * b = b * a
3. a *(b + c)= a * b + a * c 4. (ca) * b = c(a * b) = a * (cb)
5. 0* a = 0

TEOREMA Jika adalah sudut-sudut antara vector a dan b, maka a * b = |a||b|cos

1.4 PERKALIAN SILANG


Definisi 1 Jika a = (a1,a2,a3) dan b = (b1,b2,b3),maka perkalian silang dari a dan b adalah
vector
a X b = (a2b3 a3b2, a3b1 a1b3, a1b2 a2b1)
TEOREMA 1 Vektor a X b adalah orthogonal terhadap kedua vector a dan b.
TEOREMA 2 Jika adalah sudut antara a dan b (sedemikian sehingga 0 ),maka
| a X b| = |a||b| sin
TEOREMA 3 Misalkan a, b, dan c vektor-vektor dan c adalah scalar,maka.
1. a X b = - b X a

2. a X (b + c) = a X b + a X c

3. c (a X b) = (ca) X b

4. a X 0 = 0, 0 X a = 0, a X a = 0
5. a X (b X c) = (a * c)b (a * b)c

6. a X b * c = a * b X c

1.5 PERSAMAAN GARIS DAN BIDANG


Jika a adalah vector dengan representasi PQ sebagaimana gambar dibawah, maka
aturan segitiga untuk jumlah vector memberikan r = r0 + a. tetapi,karena a dan v adalah
vector-vektor yang sejajar, terdapat scalar t sedemikian sehingga a = tv. Jadi
r = r0 + tv

Jika v = (a, b, c), r = (x, y, z) dan r0 = (x0, y0, z0), maka persamaan di atas memberikan
x= x0 + ta, y = y0 + tb, z = z0 + tc
yang disebut persamaan parametrik dari garis melalui titik P(x0, y0, z0) dengan bilangan arah v
= (a, b, c). Selanjutnya persamaan ini disebut persamaan parametrik dari garis l. Apabila
parameter t dari persamaan parametrik ini dihilangkan, maka diperoleh

x x0 y y0 z z0

a b c

Sebuah bidang di ruang ditentukan oleh sebuah titik P(x0, y0, z0) dan sebuah vektor n
yang tegak lurus terhadap bidang itu (vektor normal). Misalkan Q(x,y,z) adalah sembarang
titik pada bidang, misalkan r0 dan r
adalah vektor-vektor posisi dari P
dan Q. Vektor r r0 dinyatakan oleh .
Vektor normal n tegak lurus
terhadap setiap vektor pada bidang,
khususnya r r0 sehingga
n *(r r0) = 0
1.6 PERMUKAAN SILINDER DAN KUADRIK
Untuk menggambar sketsa grafik sebuah permukaan adalah perlu bagi kita untuk
menentukan kurva perpotongan dari permukaan dengan bidang-bidang yang sejajar dengan
biodang-bidang koordinat. Kurva ini disebut jejak (traces) dari permukaan tersebut.
Permukaan kuadrik adalah grafik dari persamaan berderajat dua dalam tiga peubah
x,y, dan z. bentuk umum dari persamaan yang demikian adalah
Ax2 + By2 + Cz2 + Dxy + Eyz + Fxz + Gx + Hy + Iz + J =0
Dimana A,B,C,..,J Adalah konstanta

Grafik permukaan kuadrik Dan persamaannya


1. Ellipsoida

2. Paraboloida Elliptik

3. Paraboloida Hiperbolik

4. Kerucut Eptik

5. Hiperboloida Satu Helai


6. Hiperboloida Dua Helai

BAB 2 TURUNAN PARSIAL


2.1 FUNGSI PEUBAH BANYAK
Definisi fungsi f dengan dua peubah adalah aturan padanan yang menetapkan kepada
setiap pasangan terurut bilangan-bilangan riil(x,y) dalam sebuah himpunan D sebuah
bilangan riil tunggal yang dinyatakan dengan f(x,y). Himpunan D adalah domain atau daerah
asal dari f dan jangkauan nya adalah himpunan nilai-nilai yang diambil oleh f,yakni, {f(x,y)|
(x,y) D}.
Definisi jika f adalah fungsi dua peubah dengan domain D,maka grafik dari f adalah
himpunan semua titik (x,y,z) dalam dimensi 3 sedemikian sehingga z = f(x,y) dan (x,y)
berada dalam D.
Definisi Kurva Ketinggian dari fungsi f dengan dua peubah adalah kurva-kurva
dengan persamaan f(x,y) = k, dimana k adalah sebuah konstanta.
Kurva ketinggian f(x,y) = k adalah himpunan semua titik
dalam domain dari f mengambil nilai yang diberikan k. Dengan
kata lain, kurva ini memperlihatkan dimana grafik dari f memiliki
ketinggian k.

2.2 LIMIT DAN KEKONTINUAN


Definisi 1 Misalkan f adalah fungsi dua peubah yang
domainnya D meliputi titik titik yang secara sembarang dekat ke (a,b). maka kita katakana
bahwa limit dari f(x,y) bilamana (x,y) mendekati n(a,b) adalah L dan kita tuliskan
lim f ( x , y )=L
( x, y ) ( a ,b )

Definisi 2 Fungsi f dari dua peubah disebut kontinu pada (a,b) jika

lim f ( x , y )=f (a , b)
( x, y ) ( a ,b )

Kita katakan f kontinu pada D jika f kontinu pada setiap titik (a,b) di dalam D.
Fungsi polynomial dari dua peubah adalah jumlahan dari suku-suku dalam bentuk cxmyn,
dimana c adalah konstanta dan m,n adalah bilangan-bilangan bulat tak negative. Fungsi
rasional adalah rasio dari polynomial.
lim f ( x , y , z )=f (a , b , c )
Fungsi f kontinu di (a,b,c) jika ( x, y , z) ( a , b ,c )

2.3 TURUNAN PARSIAL


Jika f adalah fungsi dua peubah x dan y,andaikan y = b,dimana b konstanta. Maka
g(x) = f(x,b). jika g memiliki turunan di a,maka kita menyebutnya turunan parsial dari f
terhadap x di (a,b) dan menyatakan dengan fx(a,b). jadi fx(a,b) = g(a) dimana g(x) = f(x,b).
Jadi definisi turunan menjadi.
f ( a+h , b ) f (a , b)
f x ( a ,b )=lim
h 0 h

Dengan cara yang sama kita dapati turunan parsial dari f terhadap y di (a,b)
f ( a ,b+ h )f (a ,b)
f y ( a , b )=lim
h0 h

NOTASI UNTUK TURUNAN PARSIAL


f z
f x ( x , y )= = f ( x , y )= =f 1 =D1 f =D x f
x x x

f z
f y ( x , y )= = f ( x , y ) = =f 2=D2 f =D y f
y y y

ATURAN UNTUK MENCARI TURUNAN PARSIAL DARI z = f(x,y)


1. untuk mencari fx, anggap y sebagai sebuah konstanta dan differensialkan f(x,y) terhadap x.
2. untuk mencari fy, anggap x sebagai sebuah konstanta dan differensialkan f(x,y) terhadap y.\
Turunan parsial juga bisa didefinisikan untuk fungsi dengan tiga atau lebih peubah.
Jika f adalah fungsi tiga peubah x, y, dan z, maka turunan parsialnya terhadap x didefinisikan
sebagai
f ( x +h , y , z ) f ( x , y , z )
f x ( x , y , z )=lim
h 0 h

Turunan-turuann parsial (fx)x, (fx)y, (fy)x, (fy)y disebut turunan parsial kedua dari f. jika
z = f(x,y), kita menggunakan notasi berikut ini:
f 2 f 2 z
(f x )x =f xx = ( )= 2= 2
x x x x

f 2 f 2 z
(f x ) y =f xy = ( ) = =
x y x y x y

f 2 f 2 z
(f y ) x =f yx = ( )
= =
y x y x y x

2 2
f f z
(f y ) y =f yy = ( )
= 2= 2
y y y y

TEOREMA CLAIRUT Andaikan f didefinisikan pada sebuah cakram D yang mengandung

f yx f xy
titik (a,b). jika fungsi dan keduanya kontinu pada D,maka

f xy ( a , b )=f yx (a , b)

2.4 BIDANG SINGGUNG DAN HAMPIRAN LINIER


Bidang singgung pada permukaan S di titik P didefinisikan merupakan bidang yang
mengandung kedua garis singgung T1 dan T2 . Andaikan f memiliki turunan-turunan parsial
yang kontinu. Persamaan bidang singgung pada permukaan z = f(x,y) di titik P(x0,y0,z0)
adalah
zz 0=f x ( x 0 , y 0 ) ( xx 0 ) + f y ( x 0 , y 0 ) ( y y 0 )

Secara umum,kita ketahui bahwa persamaan bidang singgung pada grafik fungsi f dua
peubah di titik (a,b,f(a,b)) adalah
z=f ( a ,b )+ f x ( a , b )( xa ) +f y ( a , b ) ( yb )

Fungsi linier yang grafiknya adalah bidang singgung ini ,yaitu


L(a , b)=f ( a , b ) +f x ( a , b ) ( xa ) + f y ( a ,b )( y b )

Disebut linierisasi dari f di (a,b) dan hampiran


f (x , y ) f ( a ,b )+ f x ( a , b )( xa ) +f y ( a , b ) ( yb )

Disebut hampiran linier atau hampiran bidang singgung dari f di (a,b).


Definisi Jika z = f(x,y), maka f terdiferensialkan di (a,b) jikaz dapat diekspresikan

1 2
dalam bentuk z = f x ( a ,b ) x+ f y ( a , b ) y + 1 x+ 2 y dimana dan 0

bilamana ( x , y (0,0) .

TEOREMA Jika turunan-turunan parsial fx dan fy ada didekat (a,b) dan kontinu di
(a,b), maka f terdiferensialkan di (a,b).
Differensial total didefinisikan oleh
z z
dz=f x ( x , y ) dx+ f y ( x , y ) dy= dx + dy
x y

Untuk fungsi yang demikian hampiran linier adalah


f ( x , y , z ) f ( a ,b , c ) + f x ( a , b , c )( xa ) +f y ( a , b , c ) ( yb )+ f z ( a ,b ,c ) ( zc )

Dan linierisasi L(x,y,z) adalah sisi kanan dari ekspresi ini. Jika w = f(x,y,z),maka
kenaikan dari w adalah
w=f ( x + x , y + y , z + z ) f ( x , y , z )

Differensial dw didefinisikan dalam suku suku diferensial dx,dy,dz dari peubah-

w w w
dw= dx + dy + dz
peubah bebas oleh x y z
2.5 ATURAN RANTAI
ATURAN RANTAI(KASUS 1) Andaikan bahwa z = f(x,y) adalah fungsi dari x dan
y yang terdiferensialkan,dimana x= g(t) dan y=h(t) keduanya adalah fungsi-fungsi dari t
yang terdiferensialkan dan
dz f dx f dy
= +
dt x dt y dt

ATURAN RANTAI (KASUS 2) Andaikan bahwa z = f(x,y) adalah fungsi dari x


dan y yang terdiferensialkan, dimana x = g(s,t) dan y= h(s,t) keduanya adalah fungsi-fungsi
dari s dan t yang terdiferensialkan dan

z z dx z dy
= +
s x ds y ds

z z x z y
= +
t x t y t

ATURAN RANTAI (UMUM) Andaikan bahwa u adalah fungsi dari n peubah


menengah x1,x2,.,xn yang terdiferensialkan dan setiap xj adalah fungsi yang
terdiferensialkan dari m peubah t1,t2,..,tm. maka u adalah fungsi dari t1,t2,..,tm dan
u u x 1 u x 2 u x n
= + + +
t i x 1 t i x 2 t i x n ti

Untuk setiap i= 1,2,.,m

2.6 TURUNAN BERARAH


Definisi Turunan Berarah dari f di (x0,y0) dalam arah vector satuan u = (a,b) adalah
f ( x 0 +ha , y 0 +hb ) f ( x 0 , y 0 )
D u f ( x 0 , y 0 ) =lim
h 0 h

Jika limitnya ada.


TEOREMA Jika f adalah fungsi dari x dan y yang terdifferensialkan maka f
memiliki turunan berarah dalam arah sebarang vector satuan u = (a,b) dan
D u f ( x , y )=f x ( x , y ) a+ f y ( x , y ) b
Definisi Jika f adalah fungsi dua peubah x dan y, maka gradien dari f adalah fungsi

vector f yang didefinisikan oleh

f f
f ( x , y )= ( f x ( x , y ) , f y ( x , y ) ) = i+ j
x y

Definisi turunan berarah dari f di (x0,y0,z0) dalam arah vektor satuan u = (a,b,c) adalah
f ( x 0 +ha , y 0 +hb , z 0 +hc )f (x 0 , y 0 , z 0)
D u f ( x 0 , y 0 , z0 ) =lim
h0 h

Jika limitnya ada

2.7 MAKSIMUM DAN MINIMUM


Definisi Suatu fungsi dua peubah memiliki maksimum local di (a,b) jika f(x,y)
f(a,b) bila (x,y) didekat (a,b). ini berarti bahwa f(x,y) f(a,b) untuk semua titik(x,y) dalam
cakram dengan pusat (a,b). bilangan f(a,b) disebut nilai maksimum local. Jika f(x,y) f(a,b)
bila (x,y) didekat (a,b), maka f memiliki minimum local di (a,b) dan f(a,b) adalah minimum
local.
TEOREMA Jika f memiliki maksimum dan minimum local di (a,b) dan turunan
parsial pertama dari f ada disana, maka fx(a,b) = 0 dan fy(a,b) = 0.
UJI TURUNAN KEDUA Andaikan turunan parsial kedua dari f kontinu pada sebuah
cakram dengan pusat (a,b) dan andaikan bahwa fx(a,b) = 0 dan fy(a,b) = 0.
2
D=D ( a , b ) =f xx ( a , b ) f yy ( a , b ) f xy (a , b)

1. Jika D > 0 dan f xx ( a , b ) > 0,maka f(a,b) adalah minimum local.

2. Jika D > 0 dan f xx ( a , b ) < 0,maka f(a,b) adalah maksimum local.

3. jika D < 0,maka f(a,b) adalah bukan maksimum atau minimum local.

TEOREMA NILAI EKSTRIM UNTUK FUNGSI DUA PEUBAH


Jika f kontinu npada himpunan tertutup dan terbats D di R2, Maka f mencapai nilai
maksimum mutlak f(x1,y1) dan nilai minimum mutlak f(x2,x2) pada beberapa titik (x1,y1) dan
(x2,x2) di D.

2.8 PENGALI LAGRANGE


METODE PENGALI LAGRANGE Untuk mencari nilai-nilai maksimum dan
minimum dari f(x,y,z) dengan kendala g(x,y,z) = k :
(a) Cari semua nilai x,y,z dan sedemikian sehingga
f ( x , y , z ) = g ( x , y , z )

Dan
g(x,y,z) = k
(b) Evaluasi f di semua titik (x,y,z) yang dihasilkan dari langkah (a). yang terbesar dari nilai-
nilai ini adalah nilai maksimum dari f; yang terkecil adalah adalah nilai minimum dari f.
Metode lagrange mencari nilai-nilai ekstrim dengan menyelesaikan lima persamaan dalam
lima persamaan dalam lima peubah x,y,z,, dan . Persamaan-persamaan ini diperoleh
dengan menuliskan kembali persamaan diatas dalam suku-suku komponen-komponennya dan
dengan menggunakan persamaan-persamaan kendala :
f x =g x + hx

f y =g y + h y

f z= g z+ hz

g ( x , y , z )=k

h ( x , y , z ) =c
BAB II KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

A. KELEBIHAN BUKU
1. Banyak menyajikan bukti teorema dan pemisalan agar dapat lebih mudah dimengerti.
2. Memuat gambar atau pun grafik fungsi.
3. Sifat-sifat, teorema ataupun hal-hal yang dianggap penting di susun dan digaris-bawahi
sehingga saat membaca lebih menarik dan efisien.
4. Garis besar dari apa yang disampaikan dalam buku ini cukup mudah untuk dipahami
5. Mengggunakan tata bahasa yang cukup santai sehingga tidak membuat pembaca merasa
jenuh.

B. KEKURANGAN BUKU
1. Desain cover yang kurang menarik
2. Gambar-gambar yang dilampirkan tidak berwarna/hitam putih, sehingga kurang menarik.
3. Ada Beberapa gambar yang kurang jelas, sehingga pembaca merasa kesulitan dalam
memahami gambat tersebut.
4. Tidak memuat informasi tentang buku.
5. Tidak ada indeks buku,
6. Buku terlalu berat untuk 159 halaman,seharusnya 1 lembar berisi 2 halaman.
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Setelah membaca buku Kalkulus Peubah Banyak ini, pembaca mampu menyadari
akan hal-hal yang berkaitan dengan Vektor,Geometri Ruang,dan Turunan Parsial. Di dalam
buku ini Banyak menyajikan bukti teorema dan pemisalan agar dapat lebih mudah dimengerti
kepada pembaca. Juga Sifat-sifat, teorema ataupun hal-hal yang dianggap penting di susun
dan digaris-bawahi sehingga saat membaca lebih menarik dan efisien.selain itu buku ini di
tulis dengan rapi hanya saja tidak berwarna. Pembaca pun dapat lebih mengerti isi materinya.
Sehingga dapat memperluas ilmu pengetahuan kalkulus.
B. SARAN
Berdasarkan kekurangan-kekurangan yang telah ditelaah, maka terdapat saran yang
yang disampaikan untuk penulis. Karena buku ini adalah Buku Diktat, seharusnya buku ini
diterbitkan lagi namun dengan perbaikan-perbaikan seperti pada 1 lembar buku terdapat 2
halaman penuh sehingga mengecil tebal buku, desain cover dibuat dengan menarik agar
pembaca merasa terangsang untuk membacanya, serta memberikan identitas buku yang
lengkap. Selain itu, dengan menerbitkan kembali buku yang lebih berwarna, maka akan lebih
merangsang pembaca untuk membaca dan menyimaknya.

BIODATA PENGKRITIK

Nama :M. INDRA TARUNA


Nim :4152230009
Tempat/tgl lahir :RANTAU PANJANG/09 JULI 1997
Alamat kos :Jln Gurilla Gg iyem No. 7
Kelas : Matematika Nondik A 2015
Fakultas :FMIPA
Jurusan :MATEMATIKA
Prodi :MATEMATIKA
Nomor hp :082273289392
Email :muhammadindratarunaalfurqan@gmail.com