Anda di halaman 1dari 10

SKENARIO B BLOK 26 TAHUN 2017

PT ARWN yang berdomisili di daerah Ogan Ilir Sumatera Selatan memiliki pekerja
300 orang dimana 50% dari pekerja berasal dari luar daerah OI.PT ARWN memiliki
produk bahan bangunan dan marmer dimana produksi pembuatan bahan bangunan
dibuat langsung di pabrik. Marmer umumnya tersusun atas mineral kalsit atau kalsium
karbonat(CaCO3) dengan kandungan mineral minor lainnya yaitu
kuarsa,mika,klorit,tremolit dan silikat lainnya seperti graphit,hematite dan limonit.
Nilai komersil marmer bergantung kepada warna dan tektur.

Adanya urutan kerja pada proses pengolahan terdiri dari beberapa tahapan dengan
alat-alat pengolahan sebagai berikut:

1. Gergaji Besar(Block Cutter Machine). Gergaji besar digerakkan oleh tenaga listrik
dengan cara kerja pemotongan awal pada bagian atas dari block marmer sehingga
didapatkan bagian yang rata.

2. Mesin Potong Ujung(Cross Cutting Machine). Hasil pemotongan dari mesin Block
Cutter berupa lembaran marmer dengan ukuran tersebut, selanjutnya dimuat dengan
Whell Loader ketempat mesin potong ujung dengan tujuan untuk meratakan kedua
ujung dari lembaran marmer tersebut. Proses ini menggunakan air sebagai media
pembilas.

3. Mesin pembagi (Multi Blades splitting machine) Mesin ini berfungsi membagi hasil
pemotongan lembaran marmer menjadi dua bagian.

4. Kaliberasi ketebalan dan penghalusan ( Grinding machine) pada proses ini lembaran
marmer yang telah terbagi tersebut kemudian dikupas/ dihaluskan permukaannya
untuk mendapatkan ketebalan yang pas dan sesuai dengan permintaan.

5.Pengeringan, pendempulan dan pemanasan (Plastering Line). Proses ini terdiri dari
tiga tahapan dimana lembaran marmer yang ada telah melewati proses penghalusan
kemudian dikeringkan dengan menggunakan angin yang berasal dari
blower.Kemudian lubang didempul dengan tenaga manusia, setelah itu lembaran
marmer melewati dua buah oven yang bertujuan untuk mempercepat proses
pengerasan.

6. Pemolesan ( Polishing Machine). Proses pemolesan dikerjakan dengan mesin poles


dengan tingkat kehalusan yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan kilap yang
sempurna batu poles diatur disusun berurutan sesuai dengan tingkat kehalusannya
serta pengaturan tekanan yang sesuai.

7. Mesin Potong Pas (Double hydraulic squaring machine) Proses ini dilakukan dengan
dua tahapan yaitu tahap pertama pemotongan untuk panjang yang diinginkan
kemudian masuk ketahap kedua yaitu pemotongan untuk lebar yang diinginkan.
8. Mesin Pengering dan Pembersih ( Drying and Clearing Machine) . Setelah melalui
proses potong pas, pekerjaan selanjutnya adalah pada mesin poles wax yang gunanya
sebagai proses pembersihan dan pengeringan.Bagian bawah dari marmer yang telah
kering kemudian dilem yang berguna untuk menghindari rembesan semen pada waktu
marmer akan dipasang dan sekaligus sebagai proses akhir dari beberapa proses
pemotongan dalam pabrik.

9. Proses Packing. Proses ini dilakukan secara manual yang bertujuan untuk
meratakan permukaan serta pinggiran-pinggiran dari marmer untuk mendapatkan
hasil yang lebih indah. Proses selanjutnya adalah pemeriksaan Quality Control
dimana proses ini bertujuan untuk memisahkan marmer berdasarkan kelasnya.

Didalam proses produksinya,pabrik menggunakan boiler 1000 c untuk melakukan


pemanasan, proses grinding,penghalusan pasir yang dicampur beberapa bahan kimia,
dan mesin-mesin dengan fasilitas conveyor. Mesin- mesin di pabrik belum memiliki
safety guard sehingga tidak berhenti otomatis apabila ada tangan termasuk kedalam
mesin. Pada proses packing, marmer yang telah di packing disusun kembali kedalam
satu kotak yang lebih besar, ada proses angkat-angkut pada saat memindahkan
marmer dari mesin conveyor ke pembungkusan yang lebih besar dan pada saat
diletakkan ke gudang. Packing kecil berisi 6 buah marmer dengan berat 15kg dan satu
kardus besar berisi 10 packing kecil. Shift kerja 8 jam sehari dengan 6 hari dalam satu
minggu. Pabrik memiliki kerja sama dengan pihak kantin yang menjajakan
makananya untuk seluruh pekerja tanpa sertifikat dan kokinya belum pernah
dilakukan tes kesehatan.

PT ARWN tidak memiliki fasilitas air dari perusahaan air, PT ini membuat sumur
sendiri, mengandalkan air tanah yang mengandung Ferum(Fe) dan Manganese(Mn)
dan penampung dari air hujan untuk mereka yang tentu saja terdapat kandungan
bakteri alami di air tanah ini. Berdasarkan hasil analisa bakteri ditemukan coliform.
Pengelolaan limbah perusahaan berupa open dumping dan limbah cair dialirkan ke
kolam khusus. PT ARWN memiliki klinik sendiri dengan jam kedatangan dokter hanya
di hari kamis hingga jam 12 siang, data di klinik menujukan 5 besar penyakit dalam
satu tahun adalah ; 1.ISPA , 2.MSDs, 3.DBD, 4.Diare dan 5. Luka dan terjepit.

Pada hasil pengamatan dari disnaker, PT ARWN memiliki noise rata-rata 90 dB dan di
dalam pabrik bisa mecapai 120dB, getaran 4 m/det2 pada hand and arm vibration.
Daerah OI merupakan salah satu daerah endemic demam berdarah. Di wilayah OI
juga memiliki frekuensi kasus narkoba dan alcohol yang tinggi.

Anda sebagai dokter perusahaan yang baru ditempatkan di PT ARWN mendapatkan


tugas dari owner untuk mengatasi semua permasalahan medis di perusahaan, lakukan
analisis tentang health risk assessment yang komprehensif dan program apa yang akan
anda buat dalam memerangi masalah isu kesehatan yang terdapat di perusahaan.
Klarifikasi Istilah

1.mineral kalsit- mineral utama pembentuk batu gamping , dengan unsur kimia
pembentuknya terdiri dari kalsium(Ca) dan karbonat(Co3) mempunyai system kristal
hexagonal , tidak berwarna dan transparan

3.marmer - batuan kristal yang kasar yang berasal dari batu kapur atau dolomit

4.Whell loader- traktor dengan roda karet yang dilengkapi bucket. Efisien untuk
daerah kerja kering rata dan kokoh karena memiliki mobilitas yang tinggi

5.grinding- proses pengurangan partikel bahan dari bentuk kasar menjadi ukuran
lebih halus. Faktor resiko terhirup debu sisa material , mesin atau material terjatuh
dan terkena pisau grinda, terbentur benda kerja ,terkena percikan api,tergores
material yang berkarat , cedera musculoskeletal dan bising

6 conveyor- adalah suatu system mekanik yang mempunyai fungsi memindahkan


barang dari satu tempat ke tempat lain

7.open dumping- sampah yang dibuang begitu saja di TPA tanpa ada pelakuan apa
pun atau menumpuk sampah terus hingga tinggi tanpa dilapisi dengan lapisan
biotekstil dan saluran lindi( limbah cair yang berasal dari sampah basah atau sampah
organic yang terkena air hujan)

8.MSD- ggn pada bagian oto skeletal yang disebabkan oleh otot menerima beban statis
secara berulang dalam- jangka waktu lama yang akan menyebabkan keluhan berupa
kerusakan pada sendi,ligament dan tendon

9.safety guard-alat pelindung diri

10.coliform- Golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indicator dimana


bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk mentukan suatu sumber air telah
terkontaminasi oleh pathogen atau tidak

11. hand and arm vibration- pemaparan yang bersifat segmental yaitu hanya bagian
tubuh tertentu (lengan dan bahu) yang mengalami kontak dgn sumber getaran

12.health risk assessment- penilaian resiko kesehatan merupakan langkah pertama


sebelum seseorang melakukan managemen resiko kesehatan informasi yang terekam
did lm HRA , dapat menunjukan telah terjadi pemajanan oleh suatu faktor resiko maka
faktor resiko tersebut harus dikenali karekternya meliputi asal, jenis, intensitas,
durasi,frekuensi dan lama pemajanan
13. kalibrasi- kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional menilai penunjukan
alat ukur dan bahan ukur dengann cara membandingkan terhadap standard ukur yang
mampu telusur standard nasional untuk kesatuan ukur

Identifikasi dan Prioritas Masalah

1. physical hazard ***

-Gergaji besar

- mesin potong ujung

-mesin pembagi

- grinding machine

-plastering line

-polishing machine

-mesin potong pas

-Mesin pengering dan pembersih

- proses pemanasan dengan boiler 1000 c

-conveyor

-noise

-vibration

2.chemical hazard***

- produk bahan bangunan yang mengandung mineral kalsit dan mineral minor

3.biological hazard***

- food safety

-air tanah

-open dumping

-coliform
4.ergonomic***

- whell loader

- packing

5.psiko social***

- 50% dari pekerja berasal dari luar daerah OI

- waktu kerja

6. Daerah OI merupakan daerah endemis DBD dan frekuensi kasus narkoba dan
alcohol yang tinggi**

7. Dokter PT ARWN hanya datang pada hari kamis hingga jam 12 siang**

Analisis Masalah

1. physical hazard ***

a.Gergaji besar(Block Cutter Machine). Gergaji besar digerakkan oleh tenaga listrik
dengan cara kerja pemotongan awal pada bagian atas dari block marmer sehingga
didapatkan bagian yang rata.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard ( tatalaksana)?2

b. mesin potong ujung(Cross Cutting Machine). Hasil pemotongan dari mesin Block
Cutter berupa lembaran marmer dengan ukuran tersebut, selanjutnya dimuat dengan
Whell Loader ketempat mesin potong ujung dengan tujuan untuk meratakan kedua
ujung dari lembaran marmer tersebut. Proses ini menggunakan air sebagai media
pembilas.

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4


c. mesin pembagi (Multi Blades splitting machine) Mesin ini berfungsi membagi hasil
pemotongan lembaran marmer menjadi dua bagian.

i)Apa dampak dan resiko hazard?1

ii)Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

d. Kaliberasi ketebalan dan penghalusan ( Grinding machine) pada proses ini


lembaran marmer yang telah terbagi tersebut kemudian dikupas/ dihaluskan
permukaannya untuk mendapatkan ketebalan yang pas dan sesuai dengan permintaan.

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4

e. Pengeringan, pendempulan dan pemanasan (Plastering Line). Proses ini terdiri dari
tiga tahapan dimana lembaran marmer yang ada telah melewati proses penghalusan
kemudian dikeringkan dengan menggunakan angin yang berasal dari
blower.Kemudian lubang didempul dengan tenaga manusia, setelah itu lembaran
marmer melewati dua buah oven yang bertujuan untuk mempercepat proses
pengerasan.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

f. . Pemolesan ( Polishing Machine). Proses pemolesan dikerjakan dengan mesin poles


dengan tingkat kehalusan yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan kilap yang
sempurna batu poles diatur disusun berurutan sesuai dengan tingkat kehalusannya
serta pengaturan tekanan yang sesuai.

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4

g.mesin potong pas(Double hydraulic squaring machine) Proses ini dilakukan dengan
dua tahapan yaitu tahap pertama pemotongan untuk panjang yang diinginkan
kemudian masuk ketahap kedua yaitu pemotongan untuk lebar yang diinginkan.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1


ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

h. Mesin Pengering dan Pembersih ( Drying and Clearing Machine) . Setelah melalui
proses potong pas, pekerjaan selanjutnya adalah pada mesin poles wax yang gunanya
sebagai proses pembersihan dan pengeringan.Bagian bawah dari marmer yang telah
kering kemudian dilem yang berguna untuk menghindari rembesan semen pada waktu
marmer akan dipasang dan sekaligus sebagai proses akhir dari beberapa proses
pemotongan dalam pabrik.

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4

i. Didalam proses produksinya,pabrik menggunakan boiler 1000 c untuk melakukan


pemanasan.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

j. Mesin-mesin dengan fasilitas conveyor

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4

k. PT ARWN memiliki noise rata-rata 90 dB dan di dalam pabrik bisa mecapai 120dB.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

l. Getaran 4 m/det2 pada hand and arm vibration.

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4


2.chemical hazard***

a) Marmer umumnya tersusun atas mineral kalsit atau kalsium karbonat(CaCO3)


dengan kandungan mineral minor lainnya yaitu kuarsa,mika,klorit,tremolit dan silikat
lainnya seperti graphit,hematite dan limonit.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

3.biological hazard***

a) Pabrik memiliki kerja sama dengan pihak kantin yang menjajakan makananya
untuk seluruh pekerja tanpa sertifikat dan kokinya belum pernah dilakukan tes
kesehatan.

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4

b) PT ARWN tidak memiliki fasilitas air dari perusahaan air, PT ini membuat sumur
sendiri, mengandalkan air tanah yang mengandung Ferum(Fe) dan Manganese(Mn)
dan penampung dari air hujan untuk mereka yang tentu saja terdapat kandungan
bakteri alami di air tanah ini

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

c) Pengelolaan limbah perusahaan berupa open dumping dan limbah cair dialirkan ke
kolam khusus.

i) Apa dampak dan resiko tiap poin hazard?3

ii) Managemen resiko tiap poin hazard( tatalaksana)?4

d) Berdasarkan hasil analisa bakteri ditemukan coliform.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2


4.ergonomic***

a) Selanjutnya dimuat dengan Whell Loader ketempat mesin potong ujung dengan
tujuan untuk meratakan kedua ujung dari lembaran marmer tersebut.

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4

b) Proses Packing. Proses ini dilakukan secara manual yang bertujuan untuk
meratakan permukaan serta pinggiran-pinggiran dari marmer untuk mendapatkan
hasil yang lebih indah. Proses selanjutnya adalah pemeriksaan Quality Control
dimana proses ini bertujuan untuk memisahkan marmer berdasarkan kelasnya.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

5.psiko social***

a) PT ARWN yang berdomisili di daerah Ogan Ilir Sumatera Selatan memiliki pekerja
300 orang dimana 50% dari pekerja berasal dari luar daerah OI.

i) Apa dampak dan resiko hazard?3

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?4

b) Shift kerja 8 jam sehari dengan 6 hari dalam satu minggu.

i) Apa dampak dan resiko hazard?1

ii) Managemen resiko hazard( tatalaksana)?2

6. Daerah OI merupakan daerah endemis DBD dan frekuensi kasus narkoba dan
alcohol yang tinggi**
a. bagaimana cara mendeteksi pengguna narkoba?3

b. bagaimana cara pencegahan DBD?4

7. Dokter PT ARWN hanya datang pada hari kamis hingga jam 12 siang**

a. bagaimana standard jam kerja dr untuk suatu perusahan ? 1

b. apa dampak dari jam kedatangan dr hanya di hari kamis hingga jam 12 siang? 2

Hipotesis

Learning Issue

1. hazard dan managemen resiko

a. physical, ( amel, darmawan)


b. biological,(asyifa, alia)
c. ergonomic,( hasan, neydine)
d. chemical,( rafika, veji )
e. psikososial( trisa )

2.kesehatan dan keselamatan kerja( angel)

3.sanitasi air( ulfa )

4.perilaku hidup bersih ( okik)

1. amel, trisa,okik

2.asyifa,veji,neydine

3.alia,hasan,ulfa

4.rafika,darmawan,angel

KIRIM JAM 10.30 malam , 2/ 5/2017