Anda di halaman 1dari 8

Nama : Ajeng Masito N

NPM : 1604018

BENTUK NEGARA KESATUAN

A. Bentuk Negara
Negara Kesatuan adalah negara bersusunan tunggal, yakni kekuasaan
untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah
pusat memegang kedaulatan sepenuhnya, baik ke dalam maupun ke luar.
Hubungan antara pemerintah pusat dengan rakyat dan daerahnya dapat dijalankan
secara langsung. Dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala
negara, satu dewan menteri (kabinet), dan satu parlemen. Demikian pula dengan
pemerintahan, yaitu pemerintah pusatlah yang memegang wewenang tertinggi
dalam segala aspek pemerintahan. Ciri utama negara kesatuan adalah supremasi
parlemen pusat dan tiadanya badan-badan lain yang berdaulat.
Negara kesatuan dapat dibedakan menjadi dua macam sistem, yaitu:
1. Sentralisasi, dan
2. Desentralisasi.
Dalam negara kesatuan bersistem sentralisasi, semua hal diatur dan diurus
oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya menjalankan perintah-perintah
dan peraturan-peraturan dari pemerintah pusat. Daerah tidak berwewenang
membuat peraturan-peraturan sendiri dan atau mengurus rumah tangganya
sendiri.
Keuntungan sistem sentralisasi:
1. adanya keseragaman (uniformitas) peraturan di seluruh wilayah negara
2. adanya kesederhanaan hukum, karena hanya ada satu lembaga yang
berwenang membuatnya
3. penghasilan daerah dapat digunakan untuk kepentingan seluruh wilayah
negara.
Kerugian sistem sentralisasi:

1
1. bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat, sehingga sering menghambat
kelancaran jalannya pemerintahan
2. peraturan/ kebijakan dari pusat sering tidak sesuai dengan keadaan/ kebutuhan
daerah
3. daerah-daerah lebih bersifat pasif, menunggu perintah dari pusat sehingga
melemahkan sendi-sendi pemerintahan demokratis karena kurangnya inisiatif
dari rakyat
4. rakyat di daerah kurang mendapatkan kesempatan untuk memikirkan dan
bertanggung jawab tentang daerahnya
5. keputusan-keputusan pemerintah pusat sering terlambat.
Dalam negara kesatuan bersistem desentralisasi, daerah diberi kekuasaan
untuk mengatur rumah tangganya sendiri (otonomi, swatantra). Untuk
menampung aspirasi rakyat di daerah, terdapat parlemen daerah. Meskipun
demikian, pemerintah pusat tetap memegang kekuasaan tertinggi.
Keuntungan sistem desentralisasi:
1. pembangunan daerah akan berkembang sesuai dengan ciri khas daerah itu
sendiri
2. peraturan dan kebijakan di daerah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
daerah itu sendiri
3. tidak bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat, sehingga pemerintahan dapat
berjalan lancar
4. partisipasi dan tanggung jawab masyarakat terhadap daerahnya akan
meningkat;
5. penghematan biaya, karena sebagian ditanggung sendiri oleh daerah.
Sedangkan kerugian sistem desentralisasi adalah ketidakseragaman
peraturan dan kebijakan serta kemajuan pembangunan.

B. Tujuan Negara
Setiap negara dibentuk tentu bukan tanpa tujuan. Seperti halnya ketika
kalian membentuk kelompok belajar mendirikan clubhobi membaca atau
membentuk kelompok tari. Kalian tentu mempunyai tujuan tertentu, misalnya

2
agar mudah dalam belajar atau agar hobi dapat tersalurkan dan makin terarah.
Bagaimana dengan tujuan negara? Tujuan negara adalah suatu sasaran yang
hendak dicapai oleh suatu negara, merupakan ide yang bersifat abstrak-ideal
berisi harapan yang dicita-citakan. Tujuan utama berdirinya negara pada
hakikatnya sama, yaitu menciptakan kebahagian rakyatnya (bonum
publicum/common-wealth).
a. Keamanan ekstern (eksternal security), artinya negara bertugas melindungi
warga negaranya terhadap ancaman dari luar.
b. Pemeliharaan ketertiban intern (mainte-nance of internal order), artinya dalam
masyarakat yang tertib terdapat pembagian kerja dan tanggung jawab
pelaksanaan peraturan-peraturan pada segenap fungsionaris negara, terdapat
pula badan-badan, prosedur dan usaha-usaha yang dimengerti oleh segenap
warga negara dan dilaksanakan untuk memajukan kebahagian bersama.
c. Fungsi keadilan (justice), terwujudnya suatu sistem di mana terdapat saling
pengertian dan prosedur-prosedur yang diberikan kepada setiap orang apa
yang telah disetujui dan telah dianggap patut.
d. Kesejahteraan (welfare), kesejahteraan meliputi keamanan, ketertiban,
keadilan dan kebebasan.
e. Kebebasan (freedom), adalah kesempatan mengembangkan dengan bebas
hasrat -hasrat individu akan ekspresi ke-pribadiannya yang harus disesuai-kan
gagasan kemakmuran umum.

C. Fungsi Negara
Setiap negara selain mempunyai tujuan juga memiliki fungsi yang harus
dipahami oleh setiap warga negaranya. Apakah yang menjadi fungsi dari suatu
negara? Untuk mengetahui tentang fungsi suatu negara, perlu kiranya mengetahui
pengertian fungsi negara terlebih dahulu. Fungsi negara adalah pelaksanaan dari
tujuan yang hendak dicapai, menunjukkan gerak dalam dunia nyata. Negara yang
baik adalah negara yang dapat menggerakan roda pemerintahan secara efektif.
Jika demikian maka berfungsi atau tidaknya sebuah negara dapat dilihat dari
berjalan atau tidaknya roda pemerintahan.

3
Menurut Robert Mac lver, fungsi negara dibedakan menjadi; fungsi negara
yang tetap dilaksanakan oleh semua negara yakni fungsi di bidang kebudayaan
dan perekonomiaan. Fungsi kebudayaan dari negara terletak dalam aktivitas
rakyat sendiri. Dalam hal ini, negara hanya memajukan dan melengkapi serta
mengidentifikasi usaha-usaha rakyat. Fungsi kesejahteraan umum, berarti semua
aktivitas negara yang secara langsung ditujukan pada perbaikan keadaan
kehidupan rakyat. Ini berarti negara secara aktif turut campur tangan dalam
bidang perekonomian agar dapat memberi kehidupan yang layak bagi semua
warga negaranya.
Sedangkan menurut Charles E. Merriam, negara mempunyai lima macam
fungsi yaitu; keamanan ekstern, ketertiban intern, keadilan, kesejahteraan, dan
kebe-basan Pendapat lain dikemukakan oleh Miriam Budiardjo (1986:45), tiap
negara pada umumnya menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut:
a. Melaksanakan penertiban. Untuk mencapai tujuan bersama, negara berusaha
untuk menertibkan dan mencegah konflik-konflik yang terjadi dalam
masyarakat.
b. Mengusahakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat. Fungsi ini
merupakan fungsi hakiki bahwa negara berusaha untuk mewujudkan ke-
sejahteraan rakyat.
c. Mengusahakan pertahanan. Pertahanan ini diperlukan untuk menjaga berbagai
ancaman atau serangan dari luar.
d. Menegakkan keadilan. Upaya untuk menegakkan keadilan dilaksanakan
melalui badan-badan penegak hukum dan peradilan.

D. Sifat Negara
Menurut Miriam Budiarjo, masing-masing negara memiliki sifat-sifat
antara lain: memaksa, monopoli, dan mencakup semua.
1. Memaksa
Negara memiliki sifat memaksa yang berarti negara memiliki
kekuasaan secara sah untuk memaksa kekerasan fisik. Hal ini bertujuan agar
masyarakat menaati undang-undang, mencegah kekacauan (anarki) dalam

4
masyarakat, dan agar masyarakat tertib. Adapun alat pemaksanya di antaranya
adalah polisi dan tentara. Misalnya, ada peraturan yang mewajibkan tiap-tiap
negara wajib membayar pajak. Orang yang melanggar ketentuan ini dapat
dikenai sanksi berupa denda, penyitaan harta, atau bahkan dipenjara.
2. Monopoli
Negara berhak melakukan monopoli untuk melakukan sesuatu sesuai
dengan tujuan yang hendak dicapai masyarakat secara bersama. Misalnya,
memungut pajak, menghukum warga negara yang melanggar peraturan, dan
sebagainya.
3. Mencakup semua
Mencakup semua berarti tiap-tiap peraturan perundang-undangan yang
berlaku dalam suatu negara ditujukan untuk seluruh warga tanpa kecuali.

E. Cara Terbentuknya Negara


Secara Teoritis
1. Teori kontrak sosial
Teori kontrak sosial beranggapan bahwa negara dibentuk berdasarkan
perjanjian perjanjian masyarakat. Teori ini adalah salah satu teori terpenting
mengenai asal usul negara. Teori asal usul mulai negara yang berdasarkan atas
kontrak sosial ini dapat dilihat melalui pemikiran Thomas Hobbes, John
Locke, dan JJ Rousseau.
2. Teori ketuhanan
Teori ketuhanan dikenal dengan dokrit teokratis dalam teori asal usul
negara. teori ini bersifat universal dan dilakukan di beberapa negara
3. Teori kekuatan
Teori kekuatan secara sederhana dapat diartikan bahwa negara pertama
kali dibentuk atas hasil dominasi dari kelompok yang kuat terhadap kelompok
yang lemah.

5
4. Teori organis
Dalam teori organis, negara dianggap atau disamakan dengan makhluk
hidup. Individu yang merupakan komponen-komponen negara dianggap sel
sel dari makhluk hidup itu.
5. Teori historis
Teori histori evolusionistis (gradualistic theory) merupakan teori yang
menyatakan bahwa lembaga-lembaga sosial tidak dibuat, tetapi tumbuh secara
evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia.
6. Teori kedaulatan
Istilah daulat berasal dari bahasa arab daulah yang berarti
kekuasan tertinggi. Dengan demikian kedaulatan dapat didefinisikan sebagai
kekuasaan tertinggi dalam suatu negara.
Secara Faktual
Pendekatan ini didasarkan pada kenyataan yang benar benar terjadi.
Menurut fakta sejarah, suatu negara terbentuk, antara lain karena :
1. Pendudukan ( Occopatie )
Terjadi ketka suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai
kemudian diduduki dan dikuasai oleh suku / kelompok tertentu. Contoh: Liberia
yang diduduki oleh kaum Negro yang dimerdekakan pada tahun 1847.
2. Proklamasi ( Proclamation )
Suatu wilayah yang diduduki oleh bangsa lain mengadakan perjuangan
sehingga berhasil merebut wilayahnya dan menyatakan kemerdekaan. Contohnya:
Indonesia pada 17 Agustus 1945 mampu merdeka lepas dari penjajahan Jepang
dan Belanda.
3. Penarikan ( Accesie )
Mulanya suatu wilayah terbentuk akibat naiknya lumpur sungai atau
timbul dari dasar laut (delta). Wilayah tersebut kemudian dihuni oleh sekelompok
orang hingga akhirnya membentuk negara. Contoh: Negara Mesir terbentuk dari
delta sungai Nil.

6
4. Penyerahan ( Cessie )
Terjadi ketika suatu wilayah diserahkan pada negara lain atas dasar
perjanjian tertentu. Contoh: Wilayah Sleewijk diserahkan oleh Austria pada
Prussia (Jerman).
5. Pencaplokan / Penguasaan ( Anexatie )
Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai ( dicaplok ) oleh
bangsa lain tanpa reaksi berarti. Contoh: negara Israel ketika dibentuk tahun 1948
banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania dan Mesir.
6. Pemisahan ( Separatise )
Suatu wilayah yang memisahkan diri dari negara yang semula
menguasainya kemudian menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia memisahkan
diri dari Belanda dan menyatakan merdeka.
7. Peleburan ( Fusi )
Terjadi ketika negara negara kecil yang mendiami suatu wilayah
mengadakan perjanjian untuk melebur menjadi satu negara baru. Contoh:
terbentuknya federasi kerajaan Jerman tahun 1871.
8. Pembentukan baru
Wilayah negara yang berdiri di wilayah negara yang sudah pecah. Contoh:
Uni Soviet pecah kemudian muncul negara negara baru.
Secara Primer
Terjadinya negara secara primer, yaitu asal usul mula terjadinya negara
diawali dengan adanya keluarga yang memiliki kebutuhan masing masing. Negara
terjadi melalui beberapa tahapan dan tidak ada hubungan dengan negara yang telah
ada sebelumnya.
Tahapan terjadinya Negara:
1. Genoot Schaft (Suku)
Terdapat istilah Primus Interpares yang artinya Yang utama di antara sesama.
2. Rijk/Reich (Kerajaan)
Di sini muncul kesadaran hak milik dan hak atas tanah.
3. State/nasional
Kesadaran akan perlunya demokrasi dan kedaulatan rakyat.

7
4. Diktatur Natie
Pemerintahan dipimpin oleh seorang pemimpin pilihan rakyat yang kemudian
berkuasa secara mutlak.
Secara Sekunder
Asal mula terjadinya Negara secara sekunder lebih pada pendekatan fakta atau
kenyataan. Terjadinya Negara/lahirnya Negara ada hubungan dengan Negara yang
telah ada sebelumnya.
Terdapat beberapa macam dari asal mula terjadinya Negara secara sekunder, yaitu:
1. Proklamasi
Pernyataan kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.
2. Fusi
Peleburan 2 negara atau lebih dan membentuk 1 negara.
3. Aneksasi
Pencaplokan. Suatu daerah dikuasai Negara lain tanpa perlawanan.
4. Cessie
Penyerahan. Sebuah daerah diserahkan kepada Negara lain berdasarkan
perjanjian.
5. Acessie
Penarikan. Bertambahnya suatu wilayah karena proses pelumpuran laut dalam
kurun waktu yang lama dan dihuni oleh kelompok.
6. Okupasi
Pendudukan. Suatu wilayah yang kosong kemudian diduduki sekelompok bangsa
sehingga berdiri Negara.
7. Inovasi
Suatu Negara pecah, kemudian lenyap dan memunculkan Negara baru di atasnya.
8. Separasi
Negara yang memisahkan diri dari negara asalnya dan menyatakan diri sebagai
negara merdeka.