Anda di halaman 1dari 10

IKLAN ROKOK DAN SIKAP MEROKOK

SISWA MAN 3 BANJARMASIN


1
Azura Arisa , 2 Subhan & 3Hj. Ulfah Hidayati
Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, RSUD Ulin Banjarmasin,
STIKES Muhammadiyah Banjarmasin
azura.syakura@gmail.com

ABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu pengaruh perilaku merokok remaja adalah adanya iklan
rokok, banyaknya iklan rokok diberbagai media dapat dijumpai dengan mensponsori
acara komersial film, live musik maupun kompetisi olahraga, secara tidak langsung
mendorong remaja bereksperimen dengan tembakau. Hasil observasi ditemukannya
sejumlah iklan rokok disepanjang jalan, wawancara 10 siswa MAN 3 Banjarmasin
didapatkan 8 orang merokok dan 6 diantaranya suka mengunjungi acara disponsori
perusahaan rokok kemudian mendapatkan rokok gratis. Tujuan: Penelitian bertujuan
untuk mengetahui hubungan iklan rokok dengan sikap merokok siswa MAN 3
Banjarmasin. Metode: Penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional.
Sampel penelitian siswa MAN 3 Banjarmasin memenuhi syarat 110 responden dengan
stratified proportional sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner. Analisa data
menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian: Hasil analisis data didapatkan
distribusi responden terhadap frekuensi iklan dikategorikan sedang 57,3%, kualitas iklan
rokok dikategorikan cukup dan buruk dengan presentasi sama 43,6% dan sikap merokok
dikategorikan positif 57,3%. Hasil statistik menunjukan tidak ada hubungan signifikan
frekuensi ikan rokok dengan sikap merokok (p>0,05) dan ada hubungan signifikan
antara kualitas iklan rokok dengan sikap merokok siswa MAN 3 Banjarmasin (p<0,05).
Saran diharapkan kepada masyarakat khususnya orang tua lebih memperhatikan
kegiatan merokok dan memberikan peringatan bahaya rokok pada remaja agar tidak
terjerumus kedalam kegiatan tersebut.

Kata Kunci: Iklan rokok, sikap

ABSTRACT
Background: One influence adolescent smoking behavior is the presence of cigarette
advertising, the number of cigarette advertising in various media can be found by
sponsoring a commercial event films, live music and sports competitions, indirectly
encourage teenagers to experiment with tobacco. The results of the discovery
observations along the way a number of cigarette advertising, interviewing 10 students
MAN 3 Banjarmasin found 8 people smoke and 6 of them like to visit the events
sponsored by tobacco companies and then get free cigarettes. Objective: The study aimed
to determine the relationship of smoking cigarette ads with student attitudes MAN 3
Banjarmasin. Methods: Analytic survey research with cross sectional approach. The
research sample of students eligible Banjarmasin MAN 3 110 respondents by stratified
proportional sampling. The data collection using the questionnaire. Data were analyzed
using chi-square statistical test. Result: The results showed the distribution of
respondents to the classified ad frequency was 57.3%, the quality of cigarette advertising
categorized enough and bad with the same presentation and attitude smoke 43.6%,
57.3% considered positive. The statistical results showed no significant correlation with
the frequency of smoking fish smoking attitude (p> 0.05) and no significant association
between cigarette advertising quality manner MAN 3 Banjarmasin smoking students (p
<0.05). Recommendations are expected to society, especially parents pay more attention
to the activities of smoking and warn the dangers of smoking in adolescents in order not
to fall into such activities.

Keywords: Advertising cigarettes, attitude

A. PENDAHULUAN Hasil riset Lembaga Penanggulangan


Remaja merupakan generasi penerus Masalah Rokok melaporkan bahwa anak-
bangsa sebaiknya dipersiapkan untuk anak di Indonesia sudah ada yang merokok
mengahadapi ancaman dan godaan dari hal- diusia 9 tahun. Data WHO 2008
hal yang dapat merugikan kesehatan seperti melaporkan terdapat 1,35 miliar perokok
rokok. Perilaku merokok dikalangan remaja dan 30% adalah anak remaja. Di dunia,
tidak lepas dari peran lingkungan sekitar Indonesia menempatkan urutan ke tiga
dan pengaruh media massa yang digunakan dengan total 65 juta atau 28% penduduk
oleh industri rokok dalam memasarkan dan (225 miliar batang pertahun) (Sari, 2010).
mengajak audiance agar mengkonsumsi Data lain menyebutkan dari total 70 juta
rokok dengan berbagai macam trik anak, 37% atau 29,5 juta anak diantaranya
periklanan. Laporan The Tobacco Atlas adalah perokok (Elizabet, 2010), 90% dari
mencatat lebih dari 10 juta batang rokok total pengguna tembakau mulai merokok
dihisap setiap menitnya/hari oleh 1 miliar sejak masih usia anak-anak dan remaja
laik-laki dan 250 juta perempuan. Sebanyak (Wong, 2008). Penghisapan rokok pertama
50% total konsumsi rokok di dunia dimiliki dimulai pada usia 11-13 tahun dan sebelum
oleh China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang, usia 18 tahun. Sarafino dalam Elizabet,
dan Indonesia disadari ataupun tidak produk 2010 menyatakan bahwa perilaku awal
tembakau mengandung lebih dari 200 racun merokok terjadi akibat adanya pengaruh
dan 4000 bahan kimia serta 43 zat yang lingkungan sosial, yangman modelling
disinyalir sebagai penyebab utama segala (meniru perilaku orang lain) menjadi salah
penyakit.
satu determinan dalam memulai perilaku adanya sejumlah iklan rokok dalam bentuk
merokok pada seseorang. baleho pada poster film, event musik,
Survei yang dilakukan oleh Komnas pertandingan olahraga yang disponsori oleh
Perlindungan Anak mengemukakan iklan perusahan rokok terpasang disepanjang
telah masuk pada wilayah perlintasan yang jalan menuju sekolah tersebut. Hasil
dilalui anak-anak terdapat 9,7% anak wawancara 10 orang siswa didapatkan 8
terapar iklan rokok ditelevisi, 87% iklan orang diantaranya (80%) perokok,
rokok terpajang di luar ruangan seperti antusiasme siswa MAN 3 Banjarmasin
dipinggir jalan raya dengan ukuran yang cukup besar untuk mengikuti event yang
besar, 76,2% remaja melihat iklan rokok disponsori oleh perusahaan rokok seperti
dikoran maupun majalah, data menemukan konser musik dan pertandingan olahraga.
sebanyak 89% perokok remaja terdorong Yang kemudian mendapatkan rokok gratis.
oleh iklan untuk merokok. Artikel Bagi mereka iklan rokok sangat menarik
kesehatan menambahkan sebesar 62,2% dalam bentuk design dan slogan yang
remaja memiliki kesan yang positif menimbulkan kesan positif sehingga
terhadap rokok setelah melihat iklan rokok, memacu untuk berperilaku merokok.
51,6% remaja mampu menyebutkan lebih Tujuan penelitian ini adalah untuk
dari tiga slogan iklan rokok, dan 50% mengetahui hubungan iklan rokok dengan
remaja menyatakan mereka merasa percaya sikap merokok pada siswa MAN 3
diri seperti yang dicitrakan oleh iklan Banjarmasin.
rokok. Banyaknya Iklan rokok yang beredar
dimasyarakat luas kini semakin ekspansif
baik ditengah maupun pinggir jalan berupa
B. BAHAN DAN METODE
poster, baliho, televisi, majalah bahkan
Jenis pada penelitian ini deskriptif
mensponsori berbagai event baik konser
analitik observasional dengan rancangan
musik maupun dalam acara pertandinngan
menggunakan pendekatan cross sectional
olahraga yang secara tidak langsung
(point time approach). Tempat
mendorong remaja bereksperimen dengan
dilakukannya penelitian di Madrasah Aliyah
tembakau dan mencoba merokok.
Negeri 3 Banjarmasin dengan pertimbangan
Studi pendahuluan dilakukan di MAN
dalam pemilihan tempat terdapat sejumlah
3 Banjarmasin melalui observasi didapatkan
ikan rokok yang terpasang di sepanjang Distribusi Karakteristik
jalan menuju sekolah tersebut. Waktu Responden Siswa MAN 3
penelitian berlangsung selama kurang lebih Banjarmasin
dua minggu pada bulan Oktober 2011. No Karakterisi n %
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh . k
siswa remaja kelas XI dan XII MAN 3 Responden
Banjarmasin dengan jumlah 152 orang. 1 Umur
16 tahun 37 34,
Teknik pengambilan sampel menggunakan
0
stratifed proportional sampling untuk 17 tahun 35 31,
mendapatkan sampel yang merata dari 5
setiap kelas secara acak sederhana dengan 18 tahun 38 34,

jumlah sampel penelitian yang memenuhi 5


2 Kelas
kriteria inklusi sebanyak 110 responden. Kelas XI 51 45,
Instrumen pengumpulan data yang 8
digunakan menggunakan lembar kuesioner Kelas XII 59 54,

yang berisi data demografi, karakteristik 2


3 Jurusan
responden dan beberapa pertanyaan yang IPA 22 20
dibuat oleh peneliti sendiri yang IPS 37 34
Sumber: Data Primer Tahun 2011
sebelumnya telah dilakukan uji validasi dan
reliabel dengan 20 orang responden dengan
nilai Cronbach Alpha didapatkan 0,60 dan
1. Analisa Univariat
nilai item total corelation 0,444. Teknik Analisa univariat menjelaskan
analisis data dalam penelitian ini distribusi pada setiap variabel
menggunakan uji Chi-Square dibantu independent dan variabel dependent.
dengan program SPSS. Tabel 2
Distribusi Responden Frekuensi
C. HASIL PENELITIAN DAN Iklan Rokok Secara Tidak
PEMBAHASAN Langsung Di Lingkungan MAN 3
Karakteristik responden siswa MAN
Banjarmasin
3 Banjarmasin akan dijelaskan pada
No Frekuensi n %
tabel berikut ini
Tabel 1 iklan rokok
secara tidak muda hari ini adalah calon pelanggan tetap
langsung hari esok dan seterusnya karena didapatkan
1. Tinggi 12 10,9 mayoritas perokok pemula didapatkan pada
2. Sedang 63 57,3
3. Rendah 35 31,8 usia remaja (Jaya, 2009).
Total 110 100
Sumber: Data Primer Tahun 2011

Tabel di atas menjelaskan frekuensi


iklan rokok yang berada dalam lingkungan
MAN 3 Banjarmasin dikategorikan sedang
lebih banyak yaitu 57,3%, hasil obeservasi
didapatkan banyaknya iklan rokok
terpajang disepanjang jalan menuju
kelokasi sekolah tersebut, tidak hanya itu Tabel 3
siswa juga sering menemukan iklan rokok Distribusi Kualitas Pengaruh Iklan
diberbagai media, baik cetak maupun Rokok Siswa di MAN 3
elektronik, dan sering menemukan suatu Banjarmasin
event disponsori oleh perusahaan rokok. No Kualitas n %
Barisan iklan rokok yang tersebar Pengaruh Iklan
diberbagai media merupakan strategi Rokok
1. Baik 14 12,7
pemasaran dengan target utamanya adalah 2. Cukup 48 43,6
remaja, perusahaan rokok secara agresif 3. Buruk 48 43,6
Total 110 100
menggunakan seluruh sarana periklanan
Sumber: Data Primer Tahun 2011
yang ada untuk mempromosikan rokok dan
tembakau (Gilphin dalam Irfan, 2010).
Tabel di atas menjelaskan kategori
Iklan rokok yang terpajang baik berupa
kualitas pengaruh iklan rokok terbanyak
baleho, poster ataupun mensponsori
terdapat pada kategori cukup dan buruk
berbagai film komersial, acara musik,
dengan presentasi yang sama yaitu 43,6%.
pertandingan olahraga lebih banyak
Secara keseluruhan remaja menyatakan
diminati remaja maupun kaum muda
bahwa iklan rokok yang tersebar luas sangat
sebagai hiburan ataupun untuk
menarik perhatian dengan desain gambar
mendapatkan informasi. Remaja dan kaum
dan perwanaannya serta slogan yang untuk mencoba, memulai merokok, dapat
diselipkan berupa kesan yang positif menghambat perokok yang ingin berhenti
sehingga membuat remaja tertarik untuk merokok ataupun mengurangi rokoknya,
mencoba rokok dan tembakau. iklan rokok dapat merangsang perokok
Pada jurnal kreatifitas pembuatan iklan untuk merokok lebih banyak lagi, dan
rokok di Indonesia menyimpulkan bahwa memotivasi perokok untuk memilih merek
terdapat tim kreatif yang terdiri dari tertentu. Hasil dilapangan menemukan lebih
designer, penulis naskah, dan pengarah seni dari separo responden tidak mengambil dan
yang didalamnya terdapat ide besar menghidup api untuk merokok ketika
menggagas konsep kreatif dalam melihat iklan rokok tersebut.
pembuatan iklan rokok yang nantinya akan Tabel 4
menghasilkan pemikiran atau perpaduan Distribusi Kategori Sikap Siswa
dari segi kata-kata, gambar, dan dikemas MAN 3 Banjarmasin Tentang Iklan
serta ditampilkan sehingga menarik Rokok
perhatian masyarakat. Yoga dalam No Sikap Responden n %
Kurniasih, 2008 menambahkan bahwa para 1. Positif 63 57,3
2. Negatif 47 43,7
ahli dari kantor WHO Eropa menjelaskan Total 110 100
iklan rokok dapat merangsang seseorang Sumber: Data Primer Tahun 2011

Pada kategori sikap merokok siswa bersama teman dan memudahkan untuk
MAN 3 Banjarmasin menunjukkan hasil bergaul.
57,3% dari mereka memberikan sikap Hal ini senada dengan pernyataan
maupun kesan yang positif terhadap iklan Liza, M bahwa iklan rokok kini semakin
rokok. Hasil rekapitulasi jawaban menjerat konsumen, tidak jarang hal
responden didapatkan bahwa positif disematkan dan disalahgunakan
penyampaian perilaku merokok dalam untuk menanamkan persepsi positif yang
iklan rokok merupakan suatu kebiasaan kuat tentang merokok yang biasanya
yang lumrah dilakukan dikalangan memakai sebuah ilustrasi solidaritas,
masyarakat, dengan merokok dapat kedewasaan, keberanian, dan keakraban
menumbuhkan kedewasaan, sikap yang nantinya akan memberikan
pemberani, dan dapat menjalin keakraban pengaruh besar serta menjerumuskan bagi
yang menonton khususnya kalangan
remaja dan didukung dengan karakteristik musik maupun pertandingan olahraga
erat sifat remaja yang ingin mencoba- serta memberikan beasiswa gratis
coba sesuatu hal baru (Tanudjaja, 2009). dibawah naungan perusahaan rokok.
Iklan rokok biasanya ikut andil 2. Analisa Bivariat
mensponsori berlangsungnya kegiatan- Analisa bivariat digunakan untuk
kegiatan remaja hal ini merupakan mengetahui hubungan antara variabel
strategi dominan dari perusahaan rokok independent (frekuens dan kualitas ikan
dengan membagi-bagikan rokok secara rokok) dan variabe dependent (sikap
gratis di setiap event baik itu konser merokok siswa MAN 3 Banjarmasin).

Tabel 5
Hubungan Frekuensi Iklan Rokok Dengan Sikap Merokok Siswa MAN 3
Banjarmasin
Frekuensi Sikap Merokok
Iklan Rokok Positif Negatif Total
n % n % N %
Tinggi 8 66,7 4 33,3 12 100
Sedang 38 60,3 25 39,7 63 100
Rendah 17 48,6 18 51,4 35 100
Jumlah 63 47 110 100
p = 0,416 df = 2 = 0,05 hitung = 1,754 tabel = 5,991
Sumber: Data Primer Tahun 2011

Hasil uji Chi-Square didapatkannya pengaruh yang signifikan terhadap


nilai p= 0,416 yang artinya p> 0,05 ini perubahan sikap merokok siswa.
menjelaskan bahwa tidak ada hubungan Pada tabel di atas menyimpulkan tidak
yang signifikan antara frekuensi iklan rokok selalu orang yang terpapar iklan rokoknya
dengan sikap merokok siswa MAN 3 tinggi mempunyai kecenderungan positif
Banjarmasin, dalam hal ini menjelaskan terhadap sikap merokok dikarenakan
frekuensi iklan rokok tidak memiliki adanya determinan yang lebih kuat
mempengaruhi mendominasikan sikap peran keluarga ataupun biopsikososial dan
merokok pada remaja seperti teman sebaya, yang lainnya.
Tabel 6
Hubungan Kualitas Iklan Rokok Dengan Sikap Merokok
Siswa MAN 3 Banjarmasin

Kualitas Sikap Merokok


Iklan Rokok Positif Negatif Total
n % n % N %
Baik 8 57,1 6 42,9 14 100
Cukup 34 70,8 14 29,2 48 100
Buruk 21 43,8 24 56,3 48 100
Jumlah 63 47 110 100
p = 0,027 df = 2 = 0,05 hitung = 7,194 tabel = 5,991
Sumber: Data Primer Tahun 2011

Tabel 6 menjelaskan bahwa terdapat berhubungan perubahan pengetahuan, sikap


hubungan yang signifikan kualitas iklan dan perilaku merokok, Kurth Lewin
rokok dengan sikap merokok pada pada memeparkan merokok merupakan fungsi
siswa MAN 3 Banjarmasin nilai p = 0,02 dari individu dan linkungan. Rosenberg
(p<0,05). Ini artinya kualitas iklan rokok menguraikan dengan teori Affecive
yang baik dan cukup cenderung memiliki Cognitive Consistency yang memusatkan
pengaruh terhadap sikap positif seseorang pada perhatiannya pada perhatiannya pada
terhadap rokok. Iklan rokok secara tidak hubungan antara komponen koginif dan
langsung dapat merangsang seseorang afektif serta terdapat suatu hal penting
untuk memulai mencoba rokok (Yoga dalam perubahan perilaku. Kognitif dalam
dalam Kurniasih, 2008). Iklan rokok sikap tidak hanya mencakup tentang
meyelipkan kesan yang positif memang pengetahuan yang berhubungan dengan
sangat efektif dalam mempengaruhi objek sikap, melainkan mencakup
persepsi konsumen terutama dikalangan kepercayaan tentang hubungan anatara
anak maupun remaja dan dewasa muda objek sikap dengan sistem penilaian yang
(Candra, 2008). ada didalam diri sendiri. Komponen afektif
Penelitian Subandana dalam berhubungan dengan perasaan yang timbul
Soetjiningsih, 2007 menjelaskan faktor pada seorang yang menyertai sikap positif
lingkungan merupakan salah satu yang pada objek sikap, maka ini berarti ada
hubungan pula dengan nilai yang positif maupun slogan yang menimbulkan suatu
dengan objek sikap, dan lingkungan kepercayaan dan perasaan positif didalam
mempengaruhi. Iklan rokok yang tersebar dirinya, contohnya iklan rokok
dimasyarakat dalam berbagai media melambangkan rasa kedewasaan,
memberikan suatu gambaran ataupun keberanian, kemandirian sehingga
informasi mengenai produk rokok terhadap gambaran disertai adanya rasa kepercayaan
remaja, iklan menyelipkan kesan yang dan perasaan positif remaja akan cenderung
positif yang disajikan dalam bentuk gambar berperilaku merokok dan sebaliknya.

kegiatan merokok dan memberikan


D. KESIMPULAN DAN SARAN
peringatan bahaya rokok pada remaja agar
Kesimpulan dari hasil dan pembahasan
tidak terjerumus kedalam kegiatan tersebut,
pada penelitian ini adalah tidak ada
dan dapat bekerjasama dengan instansi
hubungan yang signifikan antara frekuensi
kesehatan untuk mengadakan seminar
ikan rokok dengan sikap merokok pada
ataupun workshop seputar kesehatan remaja
siswa MAN 3 Banjarmasin (p>0,05), dan
dan permasalahannya serta memberikan
ada hubungan yang signifikan antara
pandangan dan solusi sebagai upaya
kualitas rokok denga sikap merokok pada
preventif khususnya terkait rokok pada
siswa MAN 3 Banjarmasin (p<0,05).
remaja.
Diharapkan orang tua maupun
masyarakat luas lebih memperhatikan
DAFTAR PUSTAKA

Candra, Asep. 2008. Iklan Rokok Kian Menjerumuskan. (Online)


(http://nasional.kompas.com/read/2008/08/27/1512013/iklan_rokok_k
ian_menjerumuskan) diakses pada tanggal 03 Agustus 2011.
Elizabeth, L. A. 2010. Sikap Merokok. Cetakan Pertama. Garailmu:
Yogyakarta.
Irfan, M. 2010. Karya Tulis Ilmiah Gambaran Pengetahuan dan Sikap SLTP
Dharma Pancasila Medan Tentang Rokok dan Iklan Rokok. KTI tidak
diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara Medan.
Jaya, M. 2009. Pembunuh Bahaya Itu Bernama Rokok. Cetakan Pertama.
Rizma: Yogyakarta.
Kurniasih, A. 2008. Skripsi Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku
Merokok Siswa SLTP Di Bekasi. Skripsi tidak diterbitkan. Program S1
Reguler Pendidikan Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia Depok.
Sari, Rina. 2010. Skripsi Hubungan antara Kebiasaan Merokok Anggota
Keluarga dan Kebiasaan Merokok Teman Sebaya dengan Kebiasaan
Merokok pada Siswa Tsanawiyah Al-Ikhwan Banjarmasin. Skripsi
tidak diterbitkan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banjarmasin.
Soetjiningsih. 2007. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya.
Cetakan Kedua. CV. Sagung Seto: Jakarta.
Tanudjaja, Bing B. 2009. Jurnal Kreatifitas Pembuatan Iklan Produk Iklan
Rokok di Indonesia. Jurnal tidak diterbitkan. Universitas Kristen Petra
Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain.
Wong, Donaa L. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Edisi 6. EGC:
Jakarta.