Anda di halaman 1dari 2

Semua orang pasti mengenal sosok seorang Hanum Salsabiela Rais.

Putri dari
Tokoh Nasional yaitu Bapak Amin Rais, menjadi Guest Star di Acara Workshop 2 PMW
UGM. Bu Hanum atau yang lebih akrab disapa Mbak Hanum memberikan banyak
inspirasi kepada peserta PMW UGM. Ditemani dengan si kecil, seorang putri yang baru
saja didapatkan oleh pasangang Hanum Rais dan Rangga Almahendra yang sudah lama
dinanti-nantikan.

Acara dimulai oleh Bapak Faiz Zam-zami yang membawakan materi mengenai
business plan. Materi ini adalah materi yang sangat dibutuhkan bagi peserta PMW
ataupun peserta non PMW yang ingin untuk membuat bisnis start up. Business Plan
merupakan sebuah perencanaan tertulis sebuah ide bisnis dan merupakan arah masa
depan suatu bisnis.

Framework dalam penulisan business plan antara lain konsep bisnis, konsep
pemasaran, konsep operasional, konsep keuangan. Keempat konsep tersebut saling
mempunyai hubungan, karena dari konsep-konsep tersebut merupakan perencanaan yang
mempunyai arah untuk masa depan bisnis yang sedang dibentuk. Konsep bisnis berisi
menganai ide dari bisnis yang akan dibuat mulai dari latar belakang, identifikasi masalah,
hingga solusi dari masalah. Konsep pemasaran mengenai cara-cara untuk memasarkan
produk yang dibuat. Konsep operasional merupakan konsep cara bisnis secara internal
diatur dan dikelola dengan baik. Konsep keuangan berisi mengenai konsep cara mengatur
dan memproyeksi analisis keuangan.

Setelah membahas mengenai framework business plan, beliau juga menjelaskan


bagaimana langkah-langkah penyususunan business plan. Ada 3 langkah-langkah dalam
penyusunan business plan. Pertama Rencana bisnis, yaitu semua perencanaan berkaitan
dengan ide bisnis ingin dibuat seperti apa. Yang kedua Deskripsi Bisnis,yaitu dari
perencanaan bisnis dibuat menjadi deskripsi yang mudah dimengerti. Yang ketigan
Analisis Pasar dan Strategi Pemasaran, yaitu menganalisis apakah produk yang dibuat
bisa diterima dan dibutuhkan oleh pasar dan bagaimana strategi untuk memasarkan
produk.

Materi business plan cukup sampai disini dan disambung oleh Mbak Hanum yang
memberikan motivasi untuk peserta PMW. Beliau memberikan motivasi berdasarkan
pengalaman beliau sendiri. Mbak Hanum yang latar belakang lulusan dari FKG UGM
meraih cita-citanya yang tidak sesuai dengan latar belakang akademik yang sudah beliau
tempuh. Mbak Hanum lebih senang bekerja sesuai dengan passion yang Mbak Hanum
miliki. Mbak Hanum memilih untuk terjun ke dunia jurnalistik atau menjani seorang
jurnalis dan presenter. Namun Mbak Hanum tetap merasa kurang nyaman dengan
pekerjaan yang Mbak Hanum saat itu. Pada akhirnya Mbak Hanum dengan dukungan
penuh oleh suaminya, Rangga Almahendra, memilih untuk menjadi seorang entrepreneur
yaitu seorang penulis Novel dan Film.

Hal yang paling berkesan dari Mbak Hanum yaitu beliau menyatakan bahwa
beliau bukanlah entrepreneur, melainkan couplepreneur karena kemanapun Mbak Hanum
pergi selalu ditemani oleh suaminya, Rangga Almahendra. Selain itu juga pertanyaan
muncul dari saya yaitu mengenai bagaimana cara menghadapi perbedaan pendapat dalam
sebuah tim. Mbak Hanum mengatakan bahwa setiap masalah jangan dihindari, tetapi
malah harus dihadapi. Karena terkadang hal yang akan membuat indah adalah masalah-
masalah yang ada. Dengan adanya masalah tersebut, menandakan bahwa sistem yang kita
buat itu sudah berjalan.

Pada sesi FGD, kami dibentuk menjadi kelompok-kelompok kecil yang berdiskusi
mengenai produk baru di kelompok yang baru. Kelompok kami membuat produk
dibidang kuliner yang berjudul CILOS. Konsep produk tersebut adalah makanan
ringan atau yang sering disebut dengan cireng. Cilos ini merupakan cireng yang sudah
dimodifikasi dengan cumi-cumi dan sayuran. Sehingga kandungan gizi lebih memenuhi
disbanding dengan cireng biasa. Produk makanan yang kami buat mengarah ke seafood.

Latar belakang dari produk kami adalah Indonesia merupakan negara maritime.
Khususnya di Yogyakarta yang letaknya juga di pesisir pantai, tentu banyak sekali
nelayan-nelayan penghasil cumi-cumi. Sehingga power supply kita terpenuhi dari dalam
negeri. Di Indonesia sendiri populasi manusia tergolong populasi piramida muda.artinya
banyak sekali usia-usia muda dan anak-anak di Indonesia. Berdasarkan fakta tersebut,
kebutuhan protein untuk pertumbuhan juga meningkat. Kami menyediakan kebutuhan
tersebut dalam bentuk yang berbeda dan porsi yang pas untuk mereka.

Substitusi dari produk kami adalah bakso,batagor, somay dan makanan


sejenisnya. Namun kita lebih kea rah seafood. Kompetitor kami adalah cireng yang sudah
ada, namun kita menambah nilai yaitu gizi yang ada di dalam cireng itu.