Anda di halaman 1dari 2

Business Plan sudah disampaikan oleh Bapak Faiz pada workshop ke 2.

Workshop kali ini kami diberikan materi mengenai Business Model yang disampaikan
oleh Bapak Kompiang. Business Plan sudah tertulis, sekarang bagaimana caranya
menjalankan Business Plan tersebut. Banyak alternative cara untuk menjalankan sebuah
ide bisnis. Alternatif-alternatif inilah yang disebut sebagai Business Model.

Business Model adalah gambaran bagaimana organisasi mengelola, menciptakan,


memberikan suatu nilai tambah baik ekonomi, social, atau nilai-nilai lainya. Ada
beberapa macam Business Model yang bisa diaplikasikan dalam Business Plan. Salah
satu contohnya adalah Joint Venture, yaitu modal dari perusahaan berasal dari perusahaan
permodalan. Model ini berarti bahwa perusahaan harus membagi keuntungan dengan
perusahaan ventura, namun selain itu perusahaan juga membagi risiko dengan perusahaan
pemberi modal.

Selain Business Model, Bapak Kompiang juga memberikan materi implementasi


seorang entrepreneur. Seorang entrepreneur harus mempunyai beberapa keberanian.
Entreprenuer harus berani berubah. Artinya entrepreneur harus bisa mempunyai
fleksibilitas terhadap kondisi tertentu. Entrepreneur tidak terikat pada kondisi tertentu dan
harus bisa merubah suatu keadaan. Agar bisa merubah suatu keadaan, entrepreneur harus
berani juga dalam mengambil keputusan dengan pertimbangan risiko-risiko yang telah
difikirkan dengan matang. Entrepreneur harus bisa melihat dan memahami risiko yang
ada, untuk mengetahui itu entrepreneur harus berani mecoba dari berbagai macam skill
yang ada. Jika tidak dicoba, maka tidak akan pernah tahu hasilnya. Apabila berbagai
macam tantangan sudah dicoba, entrepreneur harus berani dan mampu untuk menentukan
pilihan. Tidak boleh ada keraguan dalam setiap langkah yang ditempuh. Karena gagal
merupakan pelajaran yang berharga.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Bapak Aliuyanto, pemilik dan pendiri


Restaurant Solaria. Dalam diskusi kali ini yang menarik adalah para peserta aktif
bertanya mengenai kendala-kendala yang ada pada bisnis mereka. Perwakilan dari
masing-masing tim diberi kesempatan untuk memaparkan ide-ide bisnis dan
meyampaikan kendala atau meminta saran kepada Bapak Aliuyanto. Bapak Aliuyanto
menganggapi semua pertanyaan-pertanyaan dari peserta sesuai dengan pengalaman
Beliau. Hal yang bisa kami serap adalah bahwa setiap produk itu harus dipastikan ada
pasarnya. Kemudian dilihat dari kompetitornya apakah mampu bersaing dengan produk
lain. Produk juga memengaru untuk pemilihan lokasi pasar. Konsumen kadang lebih
memilih membeli barang dimana banyak berkumpul para penjual. Sehingga lokasi pasar
juga harus sesuai dengan produk yang kita hasilkan, apakah harus dipasarkan terpisah
dengan competitor, atau justru dipasarkan berdampingan dengan competitor.

Sesi selanjutnya setelah istirahat adalah FGD sepert biasa. Namun kali ini
berbeda pada FGD sebelumnya, karena satu tim dijadikan satu dan digabung dengan tim
yang lain. Materi yang kami diskusikan adalah bisnis dari masing-masing tim. Kami ada
7 kelompok terdiri dari bidang kuliner, teknologi, dan industri kreatif. Mereka
mempunyai Business Model masing-masing. Ada juga ide-ide bisnis di kelompok kami
yang saling berdekatan dan bisa diajak kerjasama. Ada beberapa macam business model
yang mereka rencanakan, antara lain bisnis bermitra dengan petani, joint venture dengan
dengan perusahaan ada juga channel atau relationship.