Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ikan adalah hewan vertebrata (bertulang belakang) yang bernafas dengan

insang, bergerak dengan sirip, hewan berdarah dingin (poikiloterm), dan hidup di

air baik di air tawar maupun di air laut.

Ikan dapat ditemukan di semua genangan air yang berukuran besar baik

air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan

hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan air.

Ikan terdapat dua grup yaitu agnatha dan gnathostomata. Yang masing-

masing memiliki tiga kelas utama. Kelas pertama merupakan kelas

cephalospidomophi, kelas kedua merupakan kelas condrichthyes, kelas ketiga

merupakan kelas osteichthyes. Bentuk ikan terbagi dua yaitu bilateral simetris dan

non bilateral simetris. Bentuk tubuh ikan bermacam-macam misalkan pipih

mendatar, torpedo, pipih (compressed), pipih (depressed), ular, bola, pipa, dan

lain-lain.

Dalam mempelajari Fisiologi Biota Laut kita dapat mengambil contoh

salah satu biota laut yaitu ikan, oleh karena itu dalam praktikum kali ini kami

mengambil Ikan Sarden sebagai Biota Laut yang akan kami amati fisiologinya.

1.2. Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui bagaimana organ

reproduksi dan organ dalam lainnya dari ikan sarden.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Literatur Ikan sarden (Sardinella sirin)

Menurut Saanin (1995) mengklasifikaikan ikan sarden berdasarkan sistem

bleeker yatu:phylum chordata, kelas piscas, sub kelas teleostei, ordo percomorfes,

sub ordo combroidea, famili serranidae, genus Sardinella, spesies Sardinella sirin.

Direktorat (1979).

Ikan Sarden (Sardinella sirin). Merupakan ikan yang tergolong pada

keluarga Stromidae yang berkerabat dengan keluarga Carangidae, bentuk badan

panah dengan badan yang rendah. Merupakan ikan herbivora yang cenderung

bersifat omnivora, selain suka melahap tumbuhan air, ia juga suka memakan

udang atau ikan-ikan kecil dan hewan-hewan air lainnya. (Djuhanda, 1981).

Ikan Sarden memiliki bentuk mulut non protaktil dengan ukuran sedang ,

Posisi sudut mulut satu garis lurus dengan sisi bawah bola mata, tubuh berbentuk

torpedo, sirip punggung berbentuk sempurna dan terletak dipertengahan dengan

permulaan dasar didepan sirip perut, sirip dada dibawah linea lateralis, sirip perut

sub abdominal, sirip ekor berbentuk bulan sabit (Saanin 1986).

Bentuk badan memanjang, perut agak bulat dengan sisik duri (16-18) +

(12-14). Awal sirip punggung sedikit kemuka dari pertengahan badan, lebih dekat

kearah moncong daripada kebatang sirip ekor. Sirip punggung berjari-jari lemah

15-18, sedang sirip duburnya 18-20. Terdapat sirip tambahan pada sirip perutnya.

Tapisan insang halus berjumlah 36-42 pada bagian bawah busur insang pertama.

Hidup di perairan pantai, lepas pantai. Pemakan plankton halus, dapat mencapai

2
panjang 23 cm, umumnya 17-18 cm. Warna tubuh biru kehijauan, putih perak

bagian bawah, gelap bagian atas badan.

2.2 Sistem Pencernaan Ikan

Sistem meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran secara

berurutan : mulut, rongga mulut, pharinx, oesophagus, lambung, pylorus, usus dan

anus.

Bagian-bagian saluran pencernaan terdiri dari:

Rongga mulut yaitu bibir, langit-langit, dasar mulut, dan gigi.

Oesophagus pada ikan sangat pendek dan mempunyai kemampuan untuk

menggelembung.

Lambung (ventriculus) berbentu memanjang, berbentuk seperti huruf j

sampai u dengan ukuran relatif besar.

Usus (intestinum) pada ikan relatif besar. Terdapat lipatan-lipatan untuk

memperluas penyerapan makanan kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan

pankreas. Hati umumnya berjumlah dua buah berbentuk padat, terdapat

kantung empedu yang mengeluarkan cairan empedu. Hati berfungsi

sebagai gudang penyimpanan lemak dan glikogen, dalam perusakan sel

darah merah dan kimiawi darah seperti pembentuk urea dan senyawa yang

berhubungan dengan ekskresi nitrogen. Pankreas mensekresikan beberapa

enzim yang berfungsi dalam pencernaan makanan

3
BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum Fisiologi Biota Laut ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal

8 Desember 2016, dimulai dari pukul 11.00 WITA 12.15 WIB. Praktikum ini

dilaksanakan di Laboratorium Biologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu

Kelautan Universitas Sam Ratulangi.

3.2. Alat dan Bahan

3.2.1 Alat

Nampan
Tisu
Pinset
Gunting bedah
Uang koin
Ember
Handphone dengan Kamera

3.2.2 Bahan

Ikan Sarden
Jeruk Ikan
Air Keran

3.3. Metode praktikum

4
Dalam melakukan praktikum, metode yang digunakan adalah

menggunakan metode pengamatan secara langsung terhadap objek yang

dipraktikumkan..

Adapun objek yang dipraktikumkan adalah untuk mengetahui bagaimana

organ reproduksi dari ikan sardin serta organ lainnya seperti hati dan jantung.

3.4. Prosedur praktikum

Alat dan Bahan dipersiapkan di meja praktikum.


Nampan untuk wadah meletakkan ikan dicuci bersih.
Setelah itu ikan diletakkan di nampan yang sudah dicuci lalu diletakkan

uang koin di bawahnya sebagai pembanding ukuran lalu difoto dengan

kamera handphone.
Pembedahan dimulai dengan Ikan dipegang secara terbalik dan mulai

dibedah dengan gunting bedah mulai dari lubang anus sampai hampir

bagian kepala.
Selanjutnya digunting atau dari bagian lubang anus ke arah atas ke

bagian punggung dengan bentuk agak melingkar dan setelah sudah

hampir di bagian punggung digunting rata ke arah kepala ikan.


Lalu organ-organ yang sudah terlihat diamati dan hasil pengamatan

dicatat di catatan.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

5
4.1. Hasil praktikum

Dari hasil pengamatan diperoleh bidang dan arah kedelapan ikan di atas

sebagaimana dijelaskan pada uraian di bawah ini:

Ikan sardin (Sardinella sirin) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

Ordo : Percomorfes

Famili : Serrenidae

Genus : Sardinella

Spesies : Sardinella sirin

4.1.1 Foto Ikan Sardin Sebelum Pembedahan

Oleh Samuel Opa (14051103017) Oleh Nikita Kawung (14051103044)

6
Oleh M. R. Abdi Abdullah (14051103046) Oleh Troy Sanadi (14051103006)

Oleh Frengky Palendeng (14051103039) Oleh Bryan Lepa (14051103040)

Oleh Marcel Kojo (14051103045)

4.1.2 Foto Ikan Sardin Setelah Pembedahan

7
Oleh Samuel Opa (14051103017) Oleh Nikita Kawung (14051103044)

Oleh M. R. Abdi Abdullah (14051103046) Oleh Troy Sanadi (14051103006)

Oleh Frengky Palendeng (14051103039) Oleh Bryan Lepa (14051103040)

Oleh Marcel Kojo (14051103045)

4.2. Pembahasan

8
Ikan Sarden yang kami diamati dibeli di Pasar Bersehati Manado dan

diperkirakan dari tingkat kesegaran yang masih cukup baik ikan ini ditangkap di

Perairan Teluk Manado.

Ikan Sarden memiliki bentuk mulut non protaktil dengan ukuran sedang ,

Posisi sudut mulut satu garis lurus dengan sisi bawah bola mata, tubuh berbentuk

torpedo, sirip punggung berbentuk sempurna dan terletak dipertengahan dengan

permulaan dasar didepan sirip perut, sirip dada dibawah linea lateralis, sirip perut

sub abdominal, sirip ekor berbentuk bulan sabit.

Selanjutnya untuk Organ Reproduksi dan Organ dalam lainnya kami

mendapati bahwa Ikan sarden yang kami amati Gonadnya yang terletak di bagian

bawah lapisan kulit yang sudah dipotong dari lubang anus sampai hampir bagian

kepala, berwarna merah muda agak pekat dan lumayan besar yang menandakan

bahwa Gonadnya sudah hampir matang. Setelah Gonad kami juga mendapati hati

dari ikan sarden berwarna kehitaman dan pinggirannya berwarna merah muda.

Akhirnya kami mengangkat Gonad dengan menggunakan pinset dari posisi mula-

mulanya dan kami mendapati salah satu organ pencernaan ikan sarden yaitu usus.

Ususnya berwarna putih dan berukuran tidak terlalu besar mengikuti ukuran tubuh

ikan juga yang tidak terlalu besar.

Gambar Ikan Sarden dengan Letak Hati, Gonad dan Ususnya

BAB V

9
PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Ikan adalah hewan vertebrata (bertulang belakang) yang bernafas dengan

insang, bergerak dengan sirip, hewan berdarah dingin (poikiloterm), dan hidup di

air baik di air tawar maupun di air laut.

Ikan Sardin (Sardinella sirin). Merupakan ikan yang tergolong pada

keluarga Stromidae yang berkerabat dengan keluarga Carangidae, bentuk badan

panah dengan badan yang rendah. Merupakan ikan herbivora yang cenderung

bersifat omnivora, selain suka melahap tumbuhan air, ia juga suka memakan

udang atau ikan-ikan kecil dan hewan-hewan air lainnya.

Dari Pengamatan kami kami dapati bahwa Ikan sarden yang kami amati

Gonadnya yang terletak di bagian bawah lapisan kulit yang sudah dipotong dari

lubang anus sampai hampir bagian kepala, berwarna merah muda agak pekat dan

lumayan besar yang menandakan bahwa Gonadnya sudah hampir matang. Kami

juga mendapati hati dari ikan sarden berwarna kehitaman dan pinggirannya

berwarna merah muda.

5.2. Saran

Agar pratikum Fisiologi Biota Laut ini dapat berjalan dengan lancar dan

baik maka kepada para praktikan agar serius dalam praktikum yang sedang

berlangsung agar dapat mendapatkan ilmu-ilmu baru selama praktikum.

10
Selain itu dalam praktikum dikarenakan akan menggunakan banyak tisu,

praktikan diharapkan dapat menjaga kebersihan ruangan praktikum dan setelah

praktikum sampah-sampah dibuang pada tempatnya.

11
DAFTAR PUSTAKA

Bleeker et al. 1965. Morfologi dan anatomi pada ikan. Bagian I. Surabaya.

Djuhanda, T. 1981. Dunia ikan. Armico Bandung. 190 halaman.

Edmonson, W. T., 1958. Fresh Water Biology. 2 nd. John Wiley and Sons, inc

New York.

Effendie, M. I. 1997. Biologi perkanan. Yayasan Pustaka nusantara. Yogyakarta.

163 hal.

Lagler, K.F., J. E. Bardech, R.R. Miller,. D.R. Dassino. 1977. Ichthyologi. Jhon

Wiley and Sons, inc. New York. 506 p.

Nontji. 1993. Laut Nusantara. Jakarta:Djambatan. 368 hal.

Ridwan, Pulungan, Windarti dan Budjiono. 2005. Penuntun Praktikum

Ichthyology. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru.

Romimohtarto, K. 2005. Ilmu Pengetahuan Biota Laut. Djambatan. Jakarta. 540

hal.

Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jilid I dan II. Bina Cipta.

Bandung.

12