Anda di halaman 1dari 39

BAB I

WALET ITU APA sih ???

A. Burung walet (Collocalia vestita) merupakan burung dengan sayap


meruncing, berekor panjang, berwarna hitam dengan bagian bawah tubuhnya
coklat. Burung walet hidup di pantai serta daerah permukiman, menghuni gua
atau ruang besar, seperti bubungan kosong. Burung Walet tidak dapat
bertengger karena memiliki kaki yang sangat pendek sehingga sangat jarang
berdiri diatas tanah tetapi bisa menempel pada dinding tembok atau atap.
Mampu terbang ditempat gelap dengan bantuan Ekolokasi. Bersarang secara
berkelompok dengan sarang yang dibuat dari air liur. Sarang ini banyak
diperdagangkan orang untuk dibuat sup atau bahan obat-obatan.

Sebagai peternak burung walet pasti mengetahui ciri ciri burung walet
yang asli ataukah burung sriti namun sebenarnya jenis burung yang mampu
menghasikan sarang burung yang berkualitas bagus adalah burung walet itu
sendiri, ada yang bertanya apakah sarang burung sriti juga laku di jual?
menurut saya sendiri sebenarnya sarang burung sriti harganya sangat murah
bisa setengah harga bila di bandingkan dengan sarang burung walet akan
tetapi tempat sarang burung sriti lah yang laku di jual yang berupa bangunan,
intinya hanya sarang burung waletlah yang laku di jual untuk harga sarang
burung walet sangat lah mahal untuk harga per kilo sarang burung walet bisa
mencapai puluhan juta rupiah.
Kembali ke pembahasan tempat sarang burung sriti, tempat sarang
burung sriti memang bisa laku untuk di jual ini di manfaatkan para peternak
burung walet untuk di ubah dan di jadikan sarang burung sriti, cara
memanfaatkan sarang burung sriti dan di ubah menjadi sarang burung walet
sangatlah sederhana kita hanya cukup menaruh telur burung walet dan
letakkan di sarang burung sriti, apabila nantinya telur yang di erami burung
sriti menetas maka akan menghasilkan anakan burung walet, nah disinilah
awal mulanya, ketika burung walet telah dewasa maka burung tersebut akan
kembali kesarangnya untuk membuat sarang dan bertelur.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Yang perlu di ketahui bahwa burung walet merupakan jenis burung yang
hidup dalam berkelompok dalam satu kelompok atau satu gerombol burung
walet bisa mencapai puluhan hingga ratusan ekor tempat habitat burung walet
tinggal di tebing tepi laut, di perbukitan gunung yang tedapat gua gua,
makanan burung walet adalah serangga dan juga rumput laut yang banyak di
temukan di pantai-pantai maka tak heran burung walet banyak kita temukan
di daerah yang ada pantainya. Banyak para peternak burung walet pemula
yang belum mengenal burung walet bahkan ada yang menyebut burung sriti
juga di bilang burung walet padahal dari keduan jenis burung walet dan sriti
memiliki tanda-tanda yang berbeda.

B. Perbedaan yang mencolok burung walet dan burung sriti.

1. Burung walet memiliki ukuran sayap yang lebar serta terbuka dan
ukuranya lebih lebar bila di bandingkan dengan burung sriti.

2. Pada bagian pangkal burung walet warnanya agak merah kecoklat coklatan
namun apabila kita lihat pada burung sriti pangkal ekornya berwarna putih
saja.

3. Habitat burung sriti banyak kita temukan di perumahan perumahan


sedangkan burung sriti banyak kita jumpai di tenmpat yang ada pantainya.

C. Beberapa pertanyaan yang sering di ajukan mengenai burung walet


A. Apakah burung walet bisa kita ternakkan di dalam gedung.
A. Jawab ya tentu bisa ,kita bisa membuat atau bisa memanfaatkan sarang
burung sriti untuk kita jadikan sarang burung walet,karena memang sarang
burung sriti banyak kita temukan di bangunan bangunan tua
B. Apakah burung walet bisa kita pancing masuk kedalam gedung yang baru
kita buat
B.Ya tentu juga bisa, kita bisa membuat alat pengundang walet untuk
masuk kedalam kandang atau bangunan yang telah kita buat, kita bisa
meletakkan rekaman suara suara burung walet mp3 kedalam bangunan
tersebut kemudian kita putar, kita bisa menggunakan hp android yang telah
kita isi kumpulan suara walet dan kita putar, atau kita bisa membeli

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


alat pengundang burung walet dengan cara menggunakan alat maka ini
adalah cara ampuh untuk memancing burung walet masuk kedalam
bangunan tersebut.
Biasanya jumlah telur burung walet dalam satu kali bertelur berjumlah
1 sampai dengan 2 butir telur saja. Demikianlah informasi yang membahas
mengenai beda burung walet dan burung sriti yang wajib anda ketahui.

Barang siapa yang menginginkan kekayaan tanpa harta,


terselamatkan dari sifat iri dengki dan keselamatan dalam
agama, hendaknya ia merendahkan diri di hadapan Allah ketika
meminta kepada-Nya (dan mintalah kepada-Nya untuk)
menyempurnakan akalnya

~Al Hadits

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


BAB II
SYARAT-SYARAT YANG HARUS DI
PERHATIKAN DALAM MEMBANGUN
RUMAH WALET
Sarang burung walet memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Di pasar
Internasional akan kebutuhan sarang burung walet masih kekurangan, apabila kita
kita dapat mengelola ataupun membudidaya sarang burung walet sangatlah
menjanjikan. Sarang burung walet memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan,
karena demikian sarang burung walet memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Sarang burung walet terbuat dari air liurnya (saliva). Sarang burung walet berguna
untuk menyembuhkan penyakit paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran
darah dan penambah stamina/tenaga.
Untuk membudidaya sarang burung walet diperlukan beberapa langkah
yang perlu dipenuhi, yaitu :

A. Persyaratan lokasi/lingkungan
Pemilihan lokasi kandang sangat menentukan dalam budidaya sarang burung
walet :
1. Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl.
2. Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan
perkembangan masyarakat.
3. Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging.
4. Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai,
rawa-rawa merupakan daerah yang paling tepat
B. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1. Suhu, Kelembaban dan Penerangan


Dalam budidaya sarang burung walet, diperlukannya keadaan gedung
yang mirip seperti gua-gua alami seperti suhu, kelembaban dan penerangan
berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban 80-95 %. Pengaturan
kondisi suhu dan kelembaban:

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


a. Melapisi plafon dengan sekam setebal 20 cm
b. Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam gedung.
c. Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk L yang berjaraknya 5 m satu
lubang, berdiameter 4 cm.
d. Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak terpakai.
e. Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yang berbentuk corong
dari goni atau kain berwarna hitam sehingga keadaan dalam gedung akan
lebih gelap. Suasana gelap lebih disenangi walet.

2. Bentuk dan Konstruksi Gedung


Pada umumnya pembangunan sarang burung walet seperti bangunan
gedung biasanya dengan ukuran besar, memiliki luas bervariasi dari 1015 m 2
sampai 1020 m2. Perlu diperhatikan semakin tinggi wuwungan (bubungan)
dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet
dan lebih disukai burung walet. Satu lagi yang cukup penting rumah sarang
burung walet tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi haruslah dihalaman
terbuka.
Tembok terbuat dari dinding berplester campuran semen. Pada bagian
dalam sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan
perbandingan 3:2:1 yang sangat baik untuk mengendalikan suhu dan
kelembaban udara. Untuk mengilangkan bau pada semen dapat disiram air
setiap hari.
Tempat melekatnya sarang-sarang burung walet pada kerangka atap dan
sekat dibuat dari kayu yang kuat, tua, tahan lama/awet, dan tidak mudah
dimakan rengat. Untuk atap terbuat dari genting. Gedung walet perlu
dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputar-putar dan resting room
sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Lubang tempat keluar masuk
burung berukuran 2020 atau 2035 cm2 dibuat di bagian atas. Jumlah lubang
tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Letaknya lubang jangan
menghadap ke timur dan dinding lubang dicat hitam.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


1. Jarak lubang masuk minimal 40 cm dari plafon dan maksimal 80 cm.

2. Jarak tinggi plafon minimal 4 m dari tanah.

3. Ukuran ruangan minimal 4 m x 4 m atau kelipatannya.

4. Jarak lebar antartiang di dalam ruangan minimal 2,54 m.

5. Tebal sirip yang dipasang idealnya adalah 3 cm dan lebarnya minimal


15 cm.

6. Lubang antarruangan sebaiknya berukuran minimal 60 cm x 60 cm.

7. Di dalam ruangan sebaiknya hindarkan pemasangan tiang-tiang yang


berlebihan agar tidak mengganggu arus terbang burung.

8. Sistem pemasangan sirip harus benar. Bila menggunakan pilih sistem


lajur, posisi sirip harus melintang terhadap lubang masuk.

9. Sebaiknya sistem atap tidak menggunakan talang air, tetapi


menggunakan sistem genting langsung sehingga air hujan akan jatuh
pada sisi rumah. Dengan demikian, kebocoran rumah dapat dicegah.

10. Pemasangan plafon harus rata dan tidak boleh terbuat dari bahan yang
berlubang karena akan mengganggu kenyamanan burung walet.

11. Ukuran rumah walet yang ideal untuk sistem kamar adalah 8 m x 16 m.
Pada ukuran ini, per lantai minimal akan menghasilkan 20 kg sarang.
Ukuran rumah walet untuk sistem los idealnya adalah 4 m x 8 m yang
akan menghasilkan sarang minimal 5 kg.

12. Hindarkan gedung dari binatang pengganggu, seperti tikus, kecoa, dan
tokek.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Barang siapa tidak menghargai nikmat, maka nikmat itu
akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya
~Siriy Assaqathi

BAB III

SEPINTAS MENGENAI RUMAH DAN


SARANG WALET

Sepintas Mengenai RUmah dan Sarang Walet


Kualitas sarang walet

Ada dua kriteria untuk menentukan kualitas sarang walet. Yang pertama bentuk
sarang.

Sarang utuh seperti balkon, tidak pecah, dan punggung mulus bernilai jual tinggi.
Bentuk sarang sempurna seperti itu dihasilkan dari rumah walet yang memiliki
kelembapan optimal 80-90% dan dipanen tepat waktu. Bila kelembapan terlalu
tinggi, sarang akan lembek dan berjamur. Sebaliknya bila udara terlalu kering,
sarang rapuh dan mudah remuk.

Berikutnya warna sarang.

Warna asli sarang walet putih. Namun, warna itu dapat berubah kekuningan
hingga merah darah. Apabila sirkulasi udara dalam rumah tidak optimal, misalnya
udara terlalu basah, sarang akan berjamur, kusam, dan berubah kecokelatan.
Sarang kusam sulit dijual karena standar yang diminta berwarna putih, kuning,
atau merah cerah.

Perilaku Seks Burung Walet

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Musim kawin burung walet terjadi disaat musim hujan tiba dikarenakan
ketersediaan pakan walet yaitu serangga sangat banyak dan berlimpah sehingga
anak burung walet akan terjamin kelangsungan hidupnya. Walaupun koloni
burung walet tinggal di rumah burung walet tetapi burung walet tidak akan
melangsungkan perkawinan dengan saudaranya sendiri, karena kalau hal tersebut
terjadi maka kualitas anakan tidak bagus bahkan terjadi cacat. Dengan demikian
maka burung walet akan mencari pasangannya dari rumah burung walet yang lain
atau yang tidak satu turunan dengannya. Perkawinan di udara Pada saat masa
perkawinan tiba burung walet biasa melakukan perkawinan di atas udara. Salah
satu dari sepasang burung ini terbang di depan lawan jenisnya dan tiba-tiba
menahan sayapnya membentuk sudut besar horizontal atau bahkan vertical.
Burung ini akan meluncur turun ke depan sedangkan burung yang dibelakang
mengejarnya. Kemudian sepasang burung ini akan terbang normal dengan posisi
terbang pejantan di atas dan betina terbang agak dibawah (missionaries style).
Kemudian burung jantan langsung hinggap di punggung burung walet betina
tersebut dan sepasang burung ini pun terbang meluncur turun dengan sudut kecil.
Burung betina merentangkan sayapnya secara horizontal dan burung jantan
merentangkan sayapnya secara vertical membentuk sudut. Sepasang burung ini
akan membentangkan sayap dan ekornya selama terjadi perkawianan. Jika
ketinggian terbang rendah salah satu burung ini akan sedikit mengepakan
sayapnya setelah beberapa detik mereka kembali berpisah. Perkawinan di sarang
Perkawinan di sarang dilakukan pada malam hari. Sang betina memanggil burung
walet jantan dengan suara cicitannya, setelah mendengar suara walet betina yang
berahi, burung walet jantan akan menuju ke tempat burung walet betina dan
hinggap di punggung betina. Pasangan burung walet ini kemudian
merenggangkan sayapnya dan terjadilah perkawinan. Proses perkawinan di sarang
ini akan berlangsung beberapa kali dalam semalam.

Landasan Sarang dari Styrofoam

Berdasarkan pengalaman landasan sarang dari styrofoam ukuran lebar 2 cm ,


panjang 8 cm dengan ketebalan 2 cm yang diolesi dengan aroma P (untuk nesting
plank) kemudian dipasangkan di nesting plank, dalam waktu kurang dari 4 bulan,

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


landasan sarang tersebut sudah dilapisi oleh liur burung walet. Landasan sarang
dari styrofoam ini mampu meningkatkan populasi burung walet 30 - 50% setahun.
Landasan sarang ini berguna sebagai penopang sarang saja, sehingga sarang yang
dihasilkan penuh dan besar, tidak seperti sarang imitasi plastik yang hanya sedikt
diolesi liur oleh burung walet lalu digunakan untuk bertelur.

Landasan sarang dari styrofoam ini memaksa dan memicu burung walet untuk
membuat sarang secara utuh, karena styrofoam ini tidak dapat digunakan untuk
meletakkan telur, oleh karena itu fungsi styrofoam ini akan meningkatkan
produksi sarang.

Selain meningkatkan produksi sarang, styrofoam juga menambah populasi si liur


emas putih. Populasi walet dan sarang meningkat setelah 2 kali tetasan. Panen
dilakukan 8 bulan setelah tetasan terakhir itu. Pada periode pertama tetasan, anak
walet menempati sarang yang dibuat induk sehingga sarang diisi 4 walet: induk
jantan, betina, dan 2 anak hasil tetasan.

Supaya anakan burung walet tidak menggunakan sarang induknya sebagai tempat
berdiam, landasan sarang yang telah diolesi dengan aroma P ini ditempel di dekat
sarang induk, yaitu sekitar 10 cm dari sarang induk. Pada saat anakan burung
walet matang gonad, yaitu berumur sekitar 9 bulan, maka anakan ini akan mampu
membuat sarang di landasan sarang styrofoam.

Supaya anakan tidak kabur, sebaiknya sarang yang ada di landasan sarang dipanen
setelah melewati 2 kali tetasan. Bila 1 kali tetasan sarang induk sudah diambil,
dikhawatirkan walet muda yang sedang belajar terbang atau mencengkeram tidak
bisa mengenali sarang induknya dan dapat berakibat anakan burung walet akan
mudah kabur sehingga populasi tidak meningkat.

Landasan sarang styrofoam dapat rusak dan berlubang, karena anakan burung
walet sering mematuk-matuk styrofoam tersebut dan membentuk lengkungan.
Oleh karena itu sebaiknya gunakan styrofoam yang lebih tebal, minimal 2 cm.

Rumah Burung Walet di Dataran Tinggi. Pada kebanyakan orang


berkecenderungan membuat rumah burung walet di daerah yang ketinggiannya

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


kurang dari 400 meter di atas permukaan laut (dpl). Hal ini didasarkan pada
pemikiran bahwa mikro klimat rumah burung walet yang ideal adalah berkisar
suhu udara antara 26 - 29 derajat Celcius dan kelembaban antara 80 sampai
dengan 95%, sehingga lokasi yang ideal untuk rumah burung walet adalah di
dataran rendah sampai dengan 400 meter dpl. Pada daerah dataran tinggi,
misalnya 600 meter dpl, suhu udara luar berkisar antara 16 sampai dengan 22
derajat Celcius, dengan kelembaban udara antara 60% sampai dengan 70%.
Melihat kondisi ini, maka daerah dataran tinggi (di atas 400 meter dpl) tidak ideal
bagi perkembangan burung walet. Namun, seperti di Benteng Pendem,
Ambarawa, Jawa Tengah, yang dihuni burung walet, terletak di 600 meter dpl
setiap panennya menghasilkan sarang burung walet +/- 40 kg, hal ini disebabkan
karena dinding Benteng Pendem ini tebalnya 80 cm sehingga suhu udara di dalam
Benteng Pendem ini lebih hangat dibandingkan suhu udara luar.

Membudidayakan burung walet di dataran tinggi mempunyai keuntungan, karena


di dataran tinggi masih banyak lahan pertanian dan perkebunan sehingga serangga
yang merupakan pakan burung walet lebih banyak tersedia. Dengan tersedianya
pakan tersebut, maka burung walet tidak perlu terbang jauh untuk mencari
makan.

Suhu dan Kelembapan

Kendala yang dihadapi dalam membudidayakan burung walet di dataran tinggi


adalah suhu dan kelembapan udara. Suhu dan kelembapan yang rendah membuat
perkembangbiakan burung walet lebih lambat. Kelembapan udara dapat
ditingkatkan dengan membuat kolam yang diisi air. Air di kolam ini selain
berfungsi untuk meningkatkan kelembapan udara, juga berfungsi sebagai
stabilisator suhu udara dan menjaga agar kelembaban udara relatif stabil.
Agar suhu udara di dalam rumah burung walet relatif stabil, maka RBW di
dataran tinggi sebaiknya tidak banyak lubang ventilasi udara. Untuk setiap ukuran
4 m x 4 m, cukup 1 lubang ventilasi udara atas dan tidak diperlukan lubang
ventilasi bawah.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Dan perlu diketahui bahwa suhu udara dan kelembapan udara tidak hanya
berkaitan dengan kualitas sarang walet tetapi juga berkaitan dengan daya tetas
telur. Suhu dan kelembapan udara yang rendah akan mengurangi daya tetas telur.
Oleh karena itu, di datran tinggi perkembangbiakan burung walet akan lebih pesat
di musim kemarau dibandingkan di musim hujan, untuk itu pola panen rampasan
yang biasanya dilalukan pada atau menjelang musim kemarau di dataran rendah
tidak dapat diterapkan begitu saja di dataran rendah. Yang menjadi permasalahan,
di dataran tinggi populasi walet masih sedikit, yang banyak justru burung sriti.
Bila di RBW sudah ada burung sriti maka, harus dilakukan putar telur dan
pergunakan suara walet agar burung walet tetasan tetap kembali ke RBW kita dan
yang penting mikro klimat yaitu suhu dan kelembapan udara dibuat semirip
mungkin dengan habitat burung walet. Selain itu ketersediaan pakan juga
merupakan salah satu kunci agar burung walet betah tinggal di dataran tinggi yang
dingin dan kering.

Konsep Dasar yang Tepat untuk Pembuatan Rumah Walet

Namun sayangnya, pembangunan rumah walet yang kian menjamur tidak


dibarengi dengan produktivitas walet yang tinggi. Banyak faktor yang bisa
menyebabkan hal itu terjadi. Misalnya, kekurangpahaman para pembudidaya
walet dalam memperhitungkan konsep dasar pembuatan rumah walet.

Mengatasi Rumah Walet Kosong pada dasarnya, memang tidak mudah memikat
walet masuk ke rumah baru. Salah seorang pembudidaya walet mengakui rumah
waletnya sudah lima tahun tidak berpenghuni, alias kosong dari walet. Padahal,
habitat mikro rumah tersebut sudah memadai. Berbagai perlengkapan
penunjangnya pun telah dioperasikan dengan baik. Setelah diteliti ternyata salah
satu permasalahannya berasal dari kesalahan penempatan rekaman suara untuk
memancing walet.

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasi kondisi tersebut adalah
dengan melakukan pemasangan tweeter di tempat yang tepat. Tweeter adalah
speaker yang bekerja pada frekuensi tinggi. Umumnya, di rumah walet terdapat
dua sumber suara, yakni berasal dari external sound dan internal sound. External

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


sound biasanya ditempatkan di atas bumbung (wuwungan) dan di lubang masuk
burung. Sementara itu, internal sound biasanya ditempatkan pada roving room dan
nesting plank.

Untuk memanggil walet yang berada di kejauhan dapat menggunakan super


external caller atau hexagonal tweeter. Hexagonal tweeter ini terdiri atas enam
tweeter. Dengan demikian, suara yang keluar akan sangat keras, sehingga burung-
burung walet yang sedang terbang di kejauhan dapat mendengarnya. Penggunaan
hexagonal tweeter ini sangat efektif untuk memanggil hingga radius 500 m.

Sebaiknya semua tweeter menghadap ke arah lubang masuk burung. Dengan


demikian, walet yang telah masuk ke dalam ruangan dapat mencari sumber suara
dan menjelelajahi seluruh ruangan. Perlu diketahui pula, kesalahan dalam
penataan tweeter justru akan mengakibatkan walet hanya keluar masuk tanpa
menginap di ruangan atau rumah walet. Lubang masuk burung memang
merupakan salah satu faktor penting dalam membuat rumah walet. Karena melalui
lubang masuk tersebut walet bisa mengetahui dan menempati rumahnya yang
baru.
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam membuat lubang masuk walet adalah
mengetahui arus terbangnya. Pasalnya, walet memiliki sifat yang unik dan khusus,
yakni hidup secara berkoloni dan terbang ke satu arah yang tetap. Oleh karena itu,
jika ruangan walet tidak ditata sesuai dengan arus putar atau arus terbang walet,
populasinya tidak akan maksimal.

Lantas, bagaimana penempatan lubang masuk walet yang tepat? Jika


rumah walet Anda berukuran lebar delapan meter dan roving area berukuran
minimum 4 x 8 meter, lubang masuk burung dapat ditempatkan di tengah dengan
jarak dari plafon 40 cm. Sebaiknya, jarak lubang masuk dari plafon tidak melebihi
40 cm apabila nesting plank atau tempat bersarang lebarnya hanya 20 cm. Hal ini
dimaksudkan agar cahaya yang masuk melalui lubang masuk walet tidak banyak
membias ke nesting plank.

Ukuran lubang masuk walet dapat disesuaikan dengan populasi walet yang ada di
rumah tersebut. Untuk rumah yang baru, disarankan lubang masuknya minimum

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


berukuran 40 x 60 cm. Lubang masuk yang paling efektif untuk memikat walet
adalah menghadap ke arah jalan pulang walet.

Namun, jika di rumah walet tersebut terdapat rumah walet lainnya yang telah
berhasil membudidayakan walet, sebaiknya arah lubang masuk walet dibuat
meniru rumah walet sebelumnya.

Kiat mengatasi rumah walet kosong ini diungkapkan A. Hendri Mulia, SE., CMA
dalam buku Strategi Jitu Memikat Walet yang diterbitkan oleh AgroMedia
Pustaka. Melalui buku ini, Hendri juga mengungkapkan cara membuat seluruh
ruangan dihuni walet, tip memacu walet membuat sarang, dan teknik memikat
walet dengan suara tiruan.

Kemarau Datang Bobot Sarang Meningkat

Anggapan bobot sarang turun pada musim kemarau tak berlaku di Sedayu, Gresik,
Jawa Timur. Di sana bobot sarang malah naik ketimbang musim hujan. Itu terlihat
dari 8 bulan pengamatan terhadap 25 sarang walet di rumah walet model piggy
back. Empat bulan musim kemarau, Mei-September, bobot rata-rata 10,7882
g/sarang. Padahal musim hujan hanya 8,9085 g/sarang.

Uji bobot dengan menggunakan timbangan analitik Denver tipe AA-250 dengan
ketelitian 4 digit di laboratorium Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu
sungguh di luar dugaan. Selama ini bobot sarang selalu lebih rendah saat musim
kemarau. Suhu dan kelembapan sangat memegang peranan.

Dari penelitian didapat 88% walet setia menempati tempat asal bersarang di
rumah walet 5 lantai setinggi 14 m yang dipakai tempat uji coba. Bangunan bercat
putih itu dilengkapi lubang walet berukuran 100 cm x 30 cm, normalnya 40 cm x
14 cm agar walet mudah masuk. Suhu ruangan berkisar 25-27oC terasa sejuk
karena ventilasi cukup banyak. Agar kelembapan terjaga pada kisaran 95-98%, di
setiap lantai yang memiliki 6-9 kamar ditaruh 2-3 kolam berisi air. Luasan kolam
3 m x 3 m dan kedalaman 30 cm. Pada musim hujan jumlah kolam dikurangi
sehingga ruangan tidak terlalu lembap. Kelembapan di atas 98% dapat membuat
sarang berubah warna menjadi abu-abu.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Dekat pakan

Selain lingkungan dalam rumah walet, lokasi rumah turut andil menaikkan bobot
sarang. Bangunan dekat sumber pakan menjadi pilihan pas. Bangunan yang
diamati penulis dikelilingi rawa dan berada 7 km dari pantai utara Jawa. Duapuluh
kilometer dari tempat itu tampak jejeran hutan jati. Sungai Bengawan Solo
membentang di sebelah selatan lokasi. Itulah lintasan walet saat terbang mencari
serangga yang memang menyukai daerah lembap dan berair.

Memang pada musim penghujan produksi pakan melimpah. Namun, pada musim
itu walet tergesa-gesa membuat sarang agar cepat bertelur. Hasilnya, bobot sarang
lebih ringan dan tipis. Berbeda pada musim kemarau. Meski kecenderungan
sumber pakan berkurang, tapi walet tetap aktif memproduksi liur. Itu karena
persaingan memperoleh pakan berkurang. Maklum sebanyak 12% walet muda
biasanya pergi mencari pakan ke tempat lain.

Saat faktor-faktor seperti suhu, kelembapan, dan kedekatan dengan sumber pakan
terpenuhi, walet akan setia dan rajin membuat sarang. Oleh karena itu pada musim
kemarau tak ada hambatan bagi walet untuk tinggal dan mencari pakan. Hasilnya
bobot sarang terjaga.

Serangga Perbanyak Liur

Kelembapan gak cukup Perbanyak Liur

Kemarau datang, serangga pun berkurang. Itulah yang terjadi di daerah


penyebaran walet. Penyebabnya hanya satu: kelembapan turun. Menurut Stefanus
Yoki, praktikus walet itu Purwokerto, Jawa Tengah, serangga yang menjadi
sumber pakan utama si liur emas itu menyukai daerah lembap dan berair.
Contohnya tempat sampah dan aliran sungai. Berkurangnya pakan menyebabkan
walet harus terbang ke tempat lain. 'Jarak terbang bisa 40-50 km,' ujarnya.

Setelah mendapatkan pakan, keluarga Collocalia fuchipaga yang terkenal setia itu
akan kembali ke rumah asal. Namun, jauhnya jarak tempuh membuat walet
kehabisan energi untuk mengeluarkan liur. Imbasnya sarang pun menjadi kecil
dan bobotnya ringan. Hal senada juga diungkapkan Hary K. Nugroho, praktikus

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


walet di Jakarta Utara. Menurutnya serangga yang kaya protein mampu memicu
walet untuk memproduksi liur lebih banyak, sehingga sarang cepat terbentuk.
Idealnya sarang terbentuk selama 45 hari. 'Saat pakan melimpah sarang terbentuk
dalam 38 hari,' ujar pemilik Eka Walet Center itu. Ketika pakan berkurang,
produksi liur pun sedikit. Akibatnya saat sarang masih berukuran 3 jari, walet
sudah bertelur. Dampak lain, sarang yang dihasilkan menjadi tipis dan berbulu, di
bawah bobot ideal, 8 g/sarang. Namun, saat kelembapan stabil, niscaya populasi
serangga terjaga. Walet pun leluasa memperoleh amunisi untuk membuat sarang.
Prediksi Peningkatan Sarang

Rumus statistik untuk mengetahui jumlah penduduk pada kurun waktu tertentu
ternyata dapat diterapkan pada walet. Itu dilakukan Ubaidillah Thohir di Sidayu,
Gresik, Jawa Timur. Melalui penelitian selama 3 tahun, kenaikan jumlah sarang
dapat diprediksi. Selama ini kenaikan jumlah sarang walet dihitung berdasarkan
pengalaman empiris peternak. Pertambahan sarang sebesar 25% per tahun
dianggap bagus untuk sebuah rumah walet. Artinya jika rumah walet itu semula
berisi 10 sarang, tahun depan dapat diperkirakan jumlahnya meningkat mencapai
12-13 sarang. Persentase kenaikan sebesar itu lazim terjadi di lokasi-lokasi rumah
walet yang memiliki sumber pakan melimpah. Seandainya sumber pakan tak
mendukung, kenaikan populasi sarang sekitar 10%, bahkan bisa jadi lebih kecil
lagi.
Sidayu yang dipakai Ubaidillah Thohir sebagai lokasi percobaan, menjadi sentra
walet sejak zaman penjajahan Belanda. Dahulu di sekitar rumah walet terdapat
banyak hutan sebagai sumber pakan walet, sehingga penambahan populasi lebih
dari 25% per tahun. Namun, kini sejalan dengan maraknya penebangan liar dan
pergantian musim yang tak menentu, laju pertumbuhan sarang terus menurun,
bahkan negatif. Padahal, populasi rumah walet di Sidayu terus meningkat.

Laju pertumbuhan

Menurut Ubaidillah untuk memprediksi pertambahan sarang walet bisa


menggunakan rumus sensus jumlah penduduk. Ada 3 parameter yang dipakai:
jumlah awal sarang (simbol Po), tahun peningkatan yang dikehendaki (simbol n),
dan laju pertambahan sarang (simbol r). Secara umum rumus itu adalah 1

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


ditambah r dipangkatkan n. Hasilnya kemudian dikalikan angka Po untuk
memprediksi jumlah pertambahan sarang (Simbol Pp).

Besarnya nilai r dipengaruhi antara lain oleh kematian dan kelahiran walet, serta
kemampuan tumbuh hingga dewasa yang berkisar 80%. Namun, sekarang
persentase kematian bisa lebih banyak karena sumber pakan banyak yang
tercemar pestisida, kata Ubaidillah. Akibatnya, banyak cangkang telur tipis dan
mudah pecah, sehingga tak membuahkan anak.

Faktor lain yang mempengaruhi nilai r adalah sumber pakan yang menipis. Hal itu
memaksa walet terbang lebih jauh mencari pakan. Bahkan seringkali walet pindah
ke rumah lain yang lebih dekat sumber pakan untuk menghemat energi saat
perjalanan pulang dari perburuan. Dari pengamatan alumnus Universitas
Muhammadiyah Malang itu sejak 1980 di Sidayu, nilai r berkisar 0,25-0,6.
Artinya laju kenaikan penambahan sarang di suatu rumah rata-rata berkisar 25-
60% per tahun. Tapi kenyataannya saat sekarang mencapai kenaikan 30% saja
sudah sangat sulit, tambahnya.

Contoh perhitungan, awal di tempat pengamatan 10 keping. Nilai r yang


digunakan 0,25. Berapa penambahan pada tahun pertama? Perhitungannya, 0,25
ditambah 1 lalu dipangkatkan 1. Setelah itu dikalikan jumlah sarang awal, 10
sarang. Hasil akhir diperoleh 12,5 sarang, dibulatkan menjadi 13 sarang. Dengan
perhitungan sama pada tahun kedua, akan diperoleh jumlah 16 sarang.

Tergantung pakan

Menurut Philip Yamin, konsultan walet di Cengkareng, Jakarta Barat, cara yang
ditempuh Ubaidillah itu bisa digunakan. Tapi karakteristik setiap daerah berbeda
sehingga nilai laju pertumbuhan berbeda dengan di Sidayu, ujarnya. Karena
sulitnya menentukan laju pertumbuhan (r)-perlu pengamatan lama supaya akurat-
Philip memilih menghitung secara manual. Caranya, hitung jumlah sarang walet
yang ada di sebuah rumah, misal 5.000 keping. Sarang-sarang itu masing-masing
ditempati oleh sepasang induk. Sepasang induk mampu berbiak 2 kali dalam
setahun. Andai tingkat keberhasilan penetasan 80% maka ada sekitar 16.000 anak

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


walet yang dihasilkan dalam setahun. Dari jumlah itu anak walet yang kembali ke
rumah hanya 20%. Artinya tahun depan ada penambahan sebanyak 1.600 sarang.
Penambahan sebanyak itu menurut Philip berlaku untuk daerah-daerah
pengembangan.

Di daerah-daerah padat rumah walet seperti Sumatera Utara dan Pulau Jawa,
berdasarkan pengalaman Philip selama puluhan tahun, hanya 10% walet akan
kembali ke rumah asal. Sisanya bisa hinggap ke rumah lain dan migrasi ke daerah
yang kaya pakan, katanya. Itu artinya, sebanyak 8.000 walet yang akan kembali
ke tempat semula dan membuat sarang.

Boedi Mranata, praktisi walet di Jakarta, menggarisbawahi perlunya menjaga


lingkungan agar laju pertumbuhan sarang terus meningkat. Ia menggambarkan
untuk 1.000 walet setiap harinya butuh 6-7 kg pakan. Jika kebutuhan pakan
tercukupi, walet bisa 3-4 kali membuat sarang dalam setahun. Akibatnya, tanpa
ada penambahan populasi walet baru, jumlah produksi sarang menjadi 1,5-2 kali
lipat.

Ramuan Baru Pemikat Walet

Selama 2 tahun rumah walet di Mojokerto, Jawa Timur, itu kosong melompong.
Padahal, persyaratan lingkungan makro dan mikro-kelembapan, suhu,
pencahayaan-dipenuhi. 'Sudah dipancing pakai air bekas cucian sarang, tapi nihil,'
ujar BM Wawan. Namun, baru seminggu memakai ramuan pemikat walet dengan
campuran rumput laut, suara cericit si liur emas itu mulai terdengar di dalam
rumah.

Air cucian sarang hanya satu dari sekian cara yang pernah diupayakan BM
Wawan untuk memikat walet. Pengusaha kelontong di Surabaya itu pernah pula
mengoleskan telur bebek ke dinding. Bahkan menebar air kotoran walet ke lantai
rumah walet. 'Itu sudah dikombinasi dengan CD player untuk mengundang walet,'
ujarnya. Namun, segala upaya itu belum menuai hasil.

Titik terang muncul setelah Wawan menggunakan ramuan campuran sarang walet
dan rumput laut. Kombinasi bau amis keduanya mujarab memancing walet

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


masuk. Tak perlu disemprotkan ke dinding, ramuan itu hanya dioleskan memakai
kuas pada lagur. 'Seminggu setelah dioleskan ada walet yang masuk,' katanya.
Bahkan saat dicoba pada bangunan walet lain miliknya, walet masuk dalam tempo
3 hari.

Rumput laut

Menurut Agung Santoso, peternak di Mojokerto, rumput laut dapat menghasilkan


bau amis yang tidak membuat walet pergi. 'Bau amisnya tidak keras, tapi bisa
tahan lama sampai berbulan-bulan karena menyerap di pori-pori kayu,' kata
Agung yang sudah meneliti formula itu sejak 1995. Begitu aroma amis di lagur
hilang, walet tetap bertahan di sarangnya.

Sarang walet dan rumput laut memang bahan baku utama ramuan itu.
Sekitar 100 g sarang dicuci bersih sebanyak 3 kali

selanjutnya sarang itu direndam air selama semalam. Sarang kemudian


dihancurkan hingga lembut (di tumbuk lebih baik). Selanjutnya tambahkan 50 g
rumput laut dan campuran itu direndam air sebanyak 5 liter. Perendaman
dilakukan selama kira-kira sebulan,' ujar pengusaha yang sukses menernakkan
walet itu. Hasil terbaik bila didapat air rendaman menjadi keruh dan berwarna
kekuningan. Bau amisnya tercium lembut. Air rendaman itu kemudian disaring
untuk membuang ampas sarang dan rumput laut. 'Yang dipakai hanya air
rendaman saja,' katanya.

Cairan pemikat walet itu harus segera dioleskan pada lagur. Musababnya bila
didiamkan terlalu lama, lebih dari 2 minggu, bau amisnya berubah, tidak tercium
segar. 'Ini dapat terjadi pula bila perendaman dilakukan sampai 2 bulan,' ujar
Agung.
Bila cairan itu dipaksa untuk digunakan, walet tidak akan terpikat.
Untuk itu perlu takaran yang pas agar ramuan tidak terbuang percuma. Dari
pengalaman Agung cairan pemikat sebanyak 5 liter cukup untuk dioleskan pada 2
rumah walet berukuran 10 m x 20 m.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Pemakaian sarang utuh untuk bahan campuran memang mahal. Untuk itu Agung
menyarankan sarang remukan yang harganya Rp1-juta-Rp1,5-juta/kg 'Bisa juga
dipakai sarang sriti,' kata Agung. Rumput laut dapat dibeli di pasar tradisional.
Harganya cukup murah sekitar Rp60.000-Rp70.000/kg.

Ramuan pemikat walet sebetulnya mudah ditemui di pasaran. Namun, tidak


semua ramuan itu efektif menjerat walet untuk masuk. Selain sarang sebagai
bahan utama, campuran lain yang dipakai adalah kombinasi air kotoran walet dan
minyak ikan. Itu yang dilakukan oleh Ade H. Yamani di Karawang. Namun,
cairan pemikat itu harus disemprotkan ke seluruh permukaan dinding agar bekerja
efektif.

Menurut Hary K Nugroho memancing walet memang gampang-gampang susah.


'Tanpa dipancing walet dapat datang asalkan kondisi lingkungan rumah walet
tenang,' ujar pemilik Eka Walet Center di Kelapagading, Jakarta Utara, itu. Tenang
berarti jauh dari hiruk-pikuk kegiatan manusia. Itu pula yang terjadi pada walet-
walet yang menetap di gua tepi pantai.

Pendapat senada disampaikan Agung. 'Hasilnya akan lebih bagus jika lingkungan
tidak ada gangguan,' katanya. Apalagi jika peternak memperhatikan arah masuk
dan keluar burung. 'Posisi lubang keluar dan masuk harus searah terbang walet,'
ujar Agung. Harap mahfhum itu akan membuat walet merasa aman sehingga saat
cairan pemikat dioleskan, Collocalia fuciphaga itu lekas masuk. (A. Arie Raharjo)

Oper Bola Pancing Walet Bersarang

Sudah 3 tahun rumah walet Afong di Kecamatan Siantan, Kabupatan Pontianak,


Kalimantan Barat, kosong dari cericit walet. Jangankan untuk bersarang, singgah
pun Collocalia fuciphaga itu tidak mau. Namun sejak rumah walet itu dipasang
tweeter sistem oper bola selama 8 bulan, ada 200 sarang walet di sana. Sulitnya si
liur emas untuk bersarang di bangunan walet milik pengusaha emas itu kontras
dengan lingkungan sekitarnya. Lokasi tempat bangunan itu berada kondang
sebagai kompleks walet. 'Di sini ada sekitar 100 rumah walet,' ujar Afong.
Mayoritas rumah-rumah itu sudah banyak dihuni walet. Namun, 'Di tempat saya

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


walet-walet itu hanya keluar masuk,' tambahnya. Padahal perangkat pendukung
untuk memancing walet antara lain cd walet dan tweeter sudah dipasang.
Nasib baik mulai berpihak setelah bangunan itu dikunjungi seorang konsultan
walet dari Jakarta Barat. Konsultan itu menduga sulitnya walet bersarang karena
penempatan tweeter yang salah. 'Rupanya posisi tweeter yang berhadapan
membuat suara antar tweeter bertabrakan. Akibatnya walet sulit menentukan
sumber suara,' ujar Afong yang kemudian mencoba sistem tweeter oper bola.
Terbukti setelah posisi dan jarak antartweeter diubah, muncul suara jernih yang
membuat walet mau menetap.

Atur jarak Sistem tweeter oper bola yang didesain oleh Ir Lazuardi Normansah
pada 1997 bertujuan untuk mengundang walet tertarik masuk, terutama burung
baru. 'Diusahakan burung yang datang itu langsung menginap dan dapat ditolerir
sampai hari ketiga,' ujar konsultan walet di Jakarta Barat. Langkah awal untuk
mengundang walet adalah dengan memasang 2-4 tweeter luar di pintu masuk
walet yang terletak di lantai teratas. 'Tweeter harus menghadap keluar supaya
suaranya jelas terdengar oleh walet,' kata kelahiran Riau, 40 tahun lalu.

Tweeter lain, void, dipasang lebih dalam berjarak 1-2 m dari tweeter luar.
Tujuannya supaya suara tweeter luar samar-samar terdengar dalam ruangan.
'Kalau tweeter void tidak ada, walet-walet itu akan mengikuti arah suara tweeter
luar dan walet akan keluar rumah lagi,' ujar Lazuardi. Nah, agar burung masuk
sampai ke lantai bawah, pada void di tiap lantai juga dipasang sebuah tweeter.
Posisi tweeter antarlantai-tweeter dalam-berselang-seling. Jarak pemasangan
setengah dari lebar sirip tembok.

Tweeter dalam yang terpasang pada sirip-sirip perlu diatur letaknya. Idealnya
setiap 1 m dipasang sebuah tweeter dengan jarak 10-20 cm dari bibir sirip.
'Biasanya walet suka menempel pada tweeter. Bila posisi tweeter dekat bibir sirip,
walet jadi takut dan malas bersarang,' ujar Lazuardi. Selain itu posisi tweeter
diupayakan tegak lurus agar suara yang keluar terdengar jelas.

Ragam suara Selain posisi dan jarak, jenis suara menjadi bagian penting
memancing walet masuk dan bersarang. Untuk itu menurut Lazuardi perlu

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


dipasang CD suara kawin, bermesraan, saling memanggil, dan piyik. Yang lain
suara walet remaja bermain di tweeter luar. Yang disebut pertama lebih dominan
terdengar, sekitar 60-70%. Hal itu untuk merangsang walet segera mencari
pasangan dan kawin. Suara piyik dan remaja bermain digunakan 10-20%. Begitu
pula suara panggil digunakan sebesar 10-20%. 'Walet itu hidup berkoloni. Saat
mendengar suara-suara itu mereka tidak akan merasa sendiri,' jelas Lazuardi.
Pada tweeter dalam dan void suara walet mengasuh piyik, piyik, dan remaja yang
sedang bermain lebih dominan. Masing-masing porsinya mencapai 20-30%.
Sisanya, suara walet saat birahi dan bermesraan. Pada tweeter luar, dalam, dan
voidragam suara itu dipasang dengan durasi 20 menit yang direkam dalam cd.
Lamanya tweeter menyala mempengaruhi kehadiran walet. Tweeter luar dan void
hanya dihidupkan setiap hari pukul 05.00-19.00 WIB. Tweeter dalam pada rumah
yang telah berproduksi dipasang mulai pukul 04.00-21.00 WIB. Pemasangan pagi
huta untuk tanda waktu agar burung keluar mencari pakan,' tutur Lazuardi.
Sedangkan tweeter dalam di rumah dibiarkan menyala selama 24 jam.
Mikroklimat Tweeter yang mampu bekerja maksimal dapat membuat walet masuk
dan bersarang. 'Bila dianggap nyaman walet akan menyusuri ruangan sampai ke
lantai bawah,' kata Lazuardi. Pada rumah baru, walet biasanya akan berhati-hati
masuk lantaran takut. 'Dalam waktu 1-2 detik terbesit keraguan walet untuk
tinggal. Namun jika tweeter terpasang benar, keraguan burung akan hilang,'
tambahnya.

Tweeter memang bukan satu-satunya faktor penentu walet bersarang. Menurut


Hary K Nugroho, konsultan walet di Jakarta Utara, tweeter dipakai sebagai
langkah awal menarik walet masuk ke dalam rumah. 'Setelah masuk, selanjutnya
mikroklimat dan aroma dalam rumah memegang peran penting,' ujarnya. Idealnya
suhu diatur 28-30C, sehingga tweeter bakal bekerja lebih ringan untuk memikat
walet bersarang. (Lastioro Anmi Tambunan)

BIJAK PILIH RUMAH WALET

'Dijual rumah walet 15 m x 7 m. Tiga lantai. Siap isi'. Tawaran menarik dari teman
dekat itu segera disambar William-bukan nama sebenarnya-di Jakarta Barat. 'Saya
langsung beli seharga Rp0,5 miliar,' katanya. Namun, seiring perjalanan waktu

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


janji walet-walet itu akan bersarang bak jauh panggang dari api. 'Jangankan
bersarang, untuk memancing walet masuk saja susahnya setengah mati,' tambah
pengusaha alat elektronik itu.

William kian masygul saat menjumpai rumah walet orang lain yang berjarak 1 km
dari tempat miliknya di Serpong, Tangerang, itu bisa panen 3 kali setahun.
'Kurang apalagi? Cakram CD walet sudah diputar 6 jam sehari. Dinding pun
diberi ramuan walet, tapi hasilnya nihil,' katanya. Bahkan sriti yang mendahului
masuk sebelum walet datang juga tidak segera bersarang. Menurut Harry K.
Nugroho, praktikus walet di Jakarta Utara, hal yang menimpa William itu salah
satu efek maraknya penjualan rumah walet belakangan ini. Di berbagai surat
kabar pariwara dijualnya rumah walet kerap terpampang. 'Rumah yang dijual
biasanya produksinya rendah atau memang sulit mengundang walet. Yang tidak
mengerti hal itu akan langsung tergiur oleh iming-iming produksi tinggi,' ujarnya.
Boleh jadi William adalah salah satu yang menjadi korban.

Sejatinya penjualan rumah walet jadi-real estate walet-adalah bisnis menarik. Tren
yang muncul sejak 1999 itu memancing banyak pengusaha mencemplungkan
modal besar demi membangun kavling walet. Itu tampak di Tangerang, Serang,
Bekasi, hingga Subang, Jawa Barat. Sayang, antusiasme itu malah mengundang
petaka. Yang menyedihkan, banyak tempat yang menjadi sumber serangga seperti
sawah dan padang rumput bersalin rupa menjadi bangunan walet. 'Serangga jadi
sulit didapat sehingga walet semakin jauh mencari pakan,' kata Harry. Ujungnya
bisa ditebak, populasi turun bahkan rumah tak kunjung terisi walet.
Cermat Kondisi itu memang harus diwaspadai pembeli. Menurut Doddy Pramono,
konsultan walet di Haurgeulis, Indramayu, saat me milih rumah walet perlu
dipastikan lokasi rumah berada di daerah lintasan walet. Maksudnya dilalui walet
saat pergi dan pulang mencari pakan.

Selain itu lokasi terpilih dekat dengan sumber pakan. 'Paling jauh sekitar 2
km,' ujar Harry. Sayang hal itu sudah sulit ditemui di Jawa, kecuali di Kalimantan,
Sumatera, atau Sulawesi. Meski demikian, walet sebetulnya dapat menempuh
jarak puluhan kilometer untuk mencari pakan. Jadi, 'Kalau sekadar berisi walet,
bisa. Yang sulit memprediksi tingkat huniannya,' kata Doddy. Pria yang mengeluti

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


walet sejak 1994 itu menyebut, idealnya rumah walet 3 lantai seluas 72 m2 berisi
50 sarang supaya dapat dipanen setiap tahun. Hal lain yang mesti dicermati saat
membeli rumah walet adalah memprediksi populasinya. Padat atau tidaknya
populasi dapat dicek dengan memutar cakram CD pemikat walet. Populasi disebut
padat bila dalam jam sejak CD diputar tampak sekitar 100 individu. 'Tapi kalau
hanya 10 ekor populasinya sangat rendah,' kata Doddy. Oleh sebab itu, pemikiran
rumah walet harus berukuran besar agar bisa menampung walet lebih banyak
tidaklah sepenuhnya benar. Percuma membangun rumah walet berukuran besar
jika populasi walet di lokasi itu sedikit. 'Kecuali kalau mau menunggu hingga
bertahun-tahun,' tambahnya.

Luar Jawa Kavling-kavling walet di Pulau Jawa cenderung sulit untuk


diharapkan bisa menjaring walet dalam jumlah besar. Di Jawa kini memasuki
masa suram untuk pengembangan rumah walet. Kondisi sebaliknya justru terjadi
di Kalimantan. Itulah yang dialami para pemain walet di Ketapang.

Sebut saja Timotius Kim. 'Sejak 3 tahun terakhir kavling walet banyak
tumbuh di jalur Pontianak sampai Ketapang,' ungkap Viany Cin Hong, konsultan
walet di Pontianak. Viany menuturkan perusahaannya mengalami kenaikan
penjual an perlengkapan rumah walet 200-300% dibandingkan 5 tahun lalu.
Sayang, ia menolak menyebut angka pasti. Yang jelas omzetnya sampai puluhan
juta rupiah tiap bulan.

Menurut Viany di luar Jawa kondisi alam masih mendukung untuk perkembangan
walet. Sebut saja sumber pakan melimpah sehingga memungkinkan penambahan
populasi lebih cepat. Perkebunan sawit yang kian meluas dan peternakan ayam
yang muncul di berbagai tempat adalah bagian dari pengkayaan sumber pakan. Di
luar Jawa ini pula belum banyak pabrik yang mendorong si penghasil liur emas itu
untuk bermigrasi. Yang terpenting, rumah-rumah walet belum banyak sehingga
tidak terjadi persaingan.

Namun, pengembangan rumah walet di luar Jawa bukan tanpa hambatan. Awal
tahun lalu pemda Kota Pontianak mengeluarkan perda yang melarang pemba
ngunan gedung walet di dalam kota. Tujuannya, 3-5 tahun mendatang tidak ada

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


lagi gedung walet di tengah kota. Setahun sebelumnya, pemda Kabupaten
Ketapang sudah menempuh jalur sama. Rumah walet dianggap merusak
keindahan kota, mengancam kebersihan lingkungan, sampai memancing
kecemburuan sosial. Makanya izin pembangunan rumah baru tidak diberikan. (A.
Arie Raharjo)

Seminar Strategi Jitu Memikat Walet

Seminar Strategi Jitu Memikat Walet yang diselenggarakan oleh Eddy Salim di
Hotel Gajah Mada, Pontianak - Indonesia telah berlangsung sukses. Seminar
dihadiri oleh 68 peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia dan Brunei. Saya
merupakan pembicara utama di seminar ini yag membahas teknik-teknik terkini
untuk memikat burung walet agar burung walet dapat masuk, tinggal dan
membuat sarang.

Mikro habitat rumah walet memegang peranan penting sebelum pemikatan


dilakukan dengan menggunakan suara. Kita dapat menggunakan berbagai jenis
suara asli, artificial dan atau suara-suara lain untuk menarik perhatian burung
walet mendekati rumah burung walet (RBW) atau lubang masuk burung (LMB),
namun bila mikro habitat RBW tidak memadai maka burung walet tidak akan
tinggal apalagi bersarang di RBW tersebut.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Hal yang membuat kita kaya bersumber dari apa-apa yang

telah kita berikan kepada orang lain dan bukan apa-apa yang

kita simpan

BAB III

TEKNIK PERAWATAN BURUNG WALET

C. PEMBIBITAN
Peternak burung walet pada umumnya memanfaatkan dimana burung walet
banyak mengitari bangunan, untuk memancing agar lebih banyak peternak
memiliki trik atau upaya seperti menyiapkan tape recorder yang berisi rekaman
suara burung Walet dan ada pula melakukan kiat lain dengan menghasilkan
sumber makanan untuk burung walet seperti seranga-serangga kecil dengan
membuat tumpukan jerami.

1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk


Sebagai induk walet dipilih burung sriti yang diusahakan agar mau bersarang di
dalam gedung baru. Agar burung sriti mau bersarang di gedung tersebut
diperlukannya pemancingan dengan cara memutar kaset rekaman dari suara walet
atau sriti. Pemutaran ini dilakukan sekitar pukul 16.0018.00, yaitu waktu burung
kembali mencari makan.

2. Perawatan Bibit dan Calon Induk


Penetasan telur burung walet memiliki peranan sangat baik upaya memperbanyak
populasi burung walet. Telur dapat diperoleh ketika peternak sedang melakukan
panen cara buang telur. Panen ini dilaksanakan setelah burung walet membuat
sarang dan bertelur dua butir. Panen buang telur yaitu pengambilan sarang burung
walet kemudian telur dibuang. Untuk penetasan telur perlu diperhatikan beberapa
ketentuan :

Ua. Pemilihan Telur Walet


Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu :
1. Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka induk berumur 05 hari.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


2. Putih kemerahan, berumur 610 hari.
3. Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas berumur 1015 hari.
Telur walet berbentuk bulat panjang, memiliki ukuran 2,0141,353 cm dengan
berat 1,97 gram. Ciri-ciri telur yang baik harus terlihat segar dan tidak boleh
samapai menginap kecuali dalam mesin tetas. Telur tetas yang baik mempunyai
ciri :
1. kantung udara yang relatif kecil.
2. Stabil dan tidak bergeser dari tempatnya.
3. Letak kuning telur harus ada ditengah dan tidak bergerak-gerak, tidak
ditemukan bintik darah.
4. Penentuan kualitas telur di atas dilakukan dengan peneropongan.
b. Membawa Telur Walet
Letak atau jarak ketika membawa telur telur memiliki perbedaan, jika jaraknya
dekat dapat berupa telur yang masih muda atau setengah tua. Sedangkan jika telur
jaraknya jauh, sebaiknya berupa telur yang sudah mendekati menetas.
Saat membawa telur walet, telur disusun dalam spon yang berlubang dengan
diameter 1 cm. Spon dimasukkan ke dalam keranjang plastik berlubang kemudian
ditutup. Guncangan kendaraan dan AC yang terlalu dingin dapat mengakibatkan
telur mati. Telur muda memiliki angka kematian hampir 80% sedangkan telur tua
lebih rendah.

3. Penetasan Telur Walet


a. Penetaskan telur walet pada sarang sriti.
Pada saat musim bertelur burung biasanya sriti tiba, gantikan telur sriti dengan
telur walet. Untuk menghindari kerusakan dan pencemaran saat pengambilan telur
dilakukan dengan menggunakan sendok plastik atau kertas tisu. Jika ada
kerusakan dan pencemaran dapat menyebabkan burung sriti tidak mau
mengeraminya. Penggantian telur dilakukan pada siang hari saat burung sriti
keluar gedung mencari makan. Selanjutnya telur-telur walet tersebut akan dierami
oleh burung sriti dan setelah menetas akan diasuh sampai burung walet dapat
terbang serta mencari makan.

b. Menetaskan telur walet pada mesin penetas

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Suhu mesin penetas sekitar 400 C dengan kelembaban 70%. Untuk memperoleh
kelembaban tersebut dilakukan dengan menempatkan piring atau cawan berisi air
di bagian bawah rak telur. Diusahakan agar air didalam cawan tersebut tidak
habis. Telur-telur dimasukan ke dalam rak telur secara merata atau mendata dan
jangan tumpang tindih. Lakukan pembalikan posisi telur dua kali sehari. Ketika
pembalikan posisi telur, dibalik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan
embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yang kosong dan
yang embrionya mati Anda sisihkan atau dibuang. Embrio mati memiliki tanda,
tanda tersebut dapat terlihat pada bagian tengah telur terdapat lingkaran darah
yang gelap.

Sedangkan telur yang embrionya hidup akan terlihat seperti sarang laba-laba.
Pembalikan telur dilakukan sampai hari ke-12. Selama penetasan mesin tidak
boleh dibuka kecuali untuk keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur
kelembaban. Setelah 1315 hari telur akan menetas.
D. Pemeliharaan
1. Perawatan Ternak
Setelah penetasan, anak burung walet tidak berbulu dan sangat lemah. Anak
burung walet yan belum bisa makan sendiri perlu disuapi dengan telur semut
(kroto segar) tiga kali sehari. Selama 23 hari anak walet ini masih
memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu
dikeluarkan dari mesin tetas.
Temperatur boleh diturunkan 12 derajat/hari dengan cara membuka lubang
udara mesin. Setelah berumur 10 hari saat bulu-bulu sudah tumbuh anak
walet dipindahkan ke dalam kotak khusus. Kotak ini dilengkapi dengan alat
pemanas yang diletakan ditengah atau pojok kotak. Setelah berumur 43 hari,
anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung pada malam hari,
kemudian diletakan dalam rak untuk pelepasan. Tinggi rak minimal 2 m dari
lantai. Dengan ketinggian ini, anak walet akan dapat terbang pada keesokan
harinya dan mengikuti cara terbang walet dewasa.
2. Sumber Pakan
Burung walet merupakan pencari makan sendiri, burung ibi adalah tipe
burung liar. Makanan burung walet adalah serangga-serangga kecil yang ada

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


di daerah pesawahan, tanah terbuka, hutan dan pantai/perairan. Agar
mendapatkan hasil sarang walet yang memuaskan, pengelola sangatlah perlu
menyediakan makanan tambahan terutama ketika musim kemarau.
Beberapa cara untuk mengasilkan serangga adalah:
a. Menanam tanaman dengan tumpang sari.
b. Budidaya serangga yaitu kutu gaplek dan nyamuk.
c. Membuat kolam dipekarangan rumah walet.
d. Menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.

3. Pemeliharaan Kandang
Apabila gedung sudah lama dihuni oleh walet, kotoran akan menumpuk
dilantai. Kotoran-kotoran tersebut harus dibersihkan. Kotoran ini tidak
dibuang tetapi dimasukan dalam karung dan disimpan di gedung.
E. Hama dan penyakit
Hama dan penyakit tentu memiliki dampak yang tidak baik untuk kesehatan dan
hasil sarang burung walet, beberapa hama dan penyakit yang sering muncul di
gedung adalah seperti berikut :
1. Tikus
Hama ini sangatlah benar-benar menggangu dan dapat merugikan pengelola
rumah walet, karena tikus memakan telur, anak burung walet bahkan
sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya
dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman. Cara pencegahan tikus dengan
menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang
akan digunakan untuk sarang tikus.
2. Semut
Serangga ini cukup menggangu, seperti semut api dan semut gatal memakan
anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur. Cara
pemberantasan dengan memberi umpan agar semut-semut yang ada di luar
sarang mengerumuninya. Setelah itu semut disiram dengan air panas.
3. Kecoa
Kecoa selain menyebarkan penyakit kepada manusia, binatang ini juga
memakan sarang burung sehingga tubuhnya cacat, kecil dan tidak sempurna.
Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


membuang barang yang tidak diperlukan dibuang agar tidak menjadi tempat
persembunyian.

4. Cicak dan Tokek


Binatang ini memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak
burung walet. Kotorannya dapat mencemari raungan dan suhu yang
ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet. Cara pemberantasan
dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran
air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin dan
dicat dan lubang-lubang yang tidak digunakan ditutup.
F. Masa Panen
Masa panen Sarang burung walet dapat dilakukan apabila keadaannya sudah
memungkinkan. Pemetikan sarang burung walet diperlukan cara dan ketentuan
tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu. Apabila terjadi kesalahan
dalam memanen akan berakibat fatal bagi gedung dan burung walet itu sendiri.
Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu dan pindah tempat. Untuk
mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik
atau pola dan waktu pemanenan.
Cara beternak burung walet agar sarangnya banyak
Langkah utama yang harus kita siapkan bila akan beternak burung walet yang
akan bisa menghasilkan sarang burung walet yang bermutu adalah proses
pembuatan tempat tinggal burung walet itu sendiri secara teori memang terihat
sangat mudah tetapi bagi peternak pemula pasti akan sangat membingungkan,
namun mengingat harga sarang burung walet yang sangat mahal maka tentunya
kita sebagai pemula harus giat karena keuntungan yang di dapat akan bisa berlipat
ganda dari hasil penjualan sarang burung walet hal utama yang harus kita
persiapkan sebelum beternak burung walet terbagi menjadi 3 bagian yaitu

1. Proses pembuatan rumah (Tempat tinggal burung walet)

2. Pembibitan anakan burung walet ( Bisa dari telur)

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


3. Penempatan rumah walet berserta cara merawat rumah walet

Proses pembuatan rumah (Tempat tinggal burung walet)


Tempat tinggal burung walet yang mendukung akan memancing burung walet
membuat sarangnya di dalam kandang maka kita harus cermat dalam
pembuatan rumahnya perhatikan bahwa tempat yang di sukai burung walet untuk
membuat sarang sebenarnya sama dengan tempat yang di sukai burung sriti, maka
dari itu langkah pertama yang pernah saya lakukan adalah pembuatan tempat
tinggal burung sriti terlebih dahulu pembuantan tempat burung sriti bisa kita buat
dengan menggunakan batu bata yang di cor mirip dengan membut bangunan
rumah namun disini suhu ruangan harus di usahakan lembab.

Apabila sarang burung sriti sudah jadi maka bila ada beberapa burung yang
hinggap dan tinggal di bangunan tersebut maka ini pertanda usaha kita membuat
tempat yang di sukai burung walet berhasil (loh kenapa harus sriti bukan walet)
ini bisa dijelaskan bila burung sriti membuat sarang di tempat tempat tersebut
maka secepatnya bila sarang sudah jadi di buat dan sriti bertelu maka gantilah
telur burung sriti dengan telur burung walet

Pembibitan anakan burung walet ( Bisa dari telur)

Kita bisa membeli telur burung walet yang banyak di jual di pasar burung yang
menyediakan telur burung walet yang berkualitas dan juga kita bisa membeli telur
burung walet secara online harganya bisa di bilang tidak terlalu mahal untuk 30
buah telur bisa di hargai sekitar 200 ribuan tergantung harga jual di masing
masing daerah.

Pengembangan rumah walet berserta cara merawat rumah walet

Sesudah peletakan telur walet sudah kita lakukan maka selanjutnya adalah
melakukan modifikasi tempat burung tersebur membuat sarangnya kita bisa
memberikan plat alumunium yang kita letakkan di sudut sudut atap biasanya
burung walet menyukai plat alumunium untuk membuat sarangnya untuk poin
kedua peletakan telur harus hati hati gunakanlah tangan yang sudah kita usapkan

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


kekotoran atau sarang burung walet ini di lakukan agar burung
walet tidak menyadari keberadaan manusia (bau tangan manusia).

Bersihkan kotoran burung tersebut setiap 3 minggu sekali dengan


menggunakan alat sekop sampai bersih usaha beternak burung walet untuk di
ambil sarang nya untuk saat ini amat sangat menjanjikan maka tak sedikit para
pengusaha sarang walet menerapkan cara tersebut.

BAB IV

TEKNIK PANEN SARANG WALET

Pola panen sarang burung dapat dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan
beberapa cara, yaitu:
1. Panen rampasan
Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi
pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan
yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus dan total
produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tidak baik
dalam pelestaraian burung walrt karena tidak ada peremajaan. Kondisinya
lemah karena dipicu untuk terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada
waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis
karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk
membuat sarang dan bertelur.
2. Panen Buang Telur
Cara ini dilaksanankan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir.
Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai
keuntungan yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan
mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun
kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan
telurnya.
3. Panen Penetasan

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Pada pola ini sarang dapat dipanen ketika anak-anak walet menetas dan sudah
bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sudah mulai
rusak dan dicemari oleh kotorannya. Sedangkan keuntungannya adalah
burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga
polulasi burung dapat meningkat.
Adapun waktu panen adalah:
1. Panen 4 kali setahun
Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang
dihunidan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama
dilakukan dengan pola panen rampasan. Sedangkan untuk panenselanjutnya
dengan pola buang telur
2. Panen 3 kali setahun
Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan
masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen
tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang
telur.
3. Panen 2 kali setahun
Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk
memperbanyak populasi burung walet.
H. Pascapanen

Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan


penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran-kotoran
yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang
bersih dengan yang kotor. Pemisahan dilakukan agar nilai harga sarang burung
walet tetap bagus.

1. Cara memanen sarang burung walet yang benar dan tidak rusak
Sebenarnya bila kita ingin memanen sarang burung walet hal utama yang harus
kita perhatikan adalah usia maupun umur sarang burung walet itu sendiri
kebanyakan para pemilik usaha sarang burung walet tidak peduli usia sarangnya,
maka bila sarang burung walet tersebut kita panen sedangkan umurnya masih
muda maka ini akan menyebabkan kerusakan pada sarangnya tak hanya umur saja

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


sebagai faktor penentu teknik cara memanen juga mempengaruhi bentuk dari
sarang burung walet untuk bisa menghasilkan sarang walet yang bermutu dan
tentunya berkualitas maka ke dua hal tersebut harus kita terapkan
Sarang burung siap panen

Sebagai contoh bila umur sarang burung walet yang akan kita panen masih
belum cukup umur maka bila sarang kita panen maka bentuk sarang akan hancur
dan ini akan sangat merugikan kita sebagai peternak burung walet,dampak
memanen sarang burung walet bila sarang masih muda maka akan terjadi rumah
walet akan di tinggal burungnya ini di karenakan burung merasa terganggu dan
ahkirnya burung akan pindah tempat ke lokasi lokasi strategis yang di sukai
burung walet.
Maka dari itu untuk memanen di perlukan teknik dan juga keahlian yang khusus
kita harus memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk memanen sarang burung
walet adapun cara memanen sarang burung yang benar untuk kita lakukan yaitu

1. Teknik cara memanen dengan metode Rampasan-untuk cara memanen


dengan menggunakan rampasan bisa kita lakukan apabila kondisi sarang
burung walet susah untuk kita jangkau seperti contoh burung walet yang
membuat sarangnya di gua dan langit langit atap rumah yang sulit kita
jangkau maka teknik rampasan bisa kita lakukan.

2. Teknik pemilahan sarang burung walet, kita bisa memilah milah sarang
burung mana yang sudah siap untuk di panen biasanya teknik ini bisa di
terapkan pada rumah walet yang berada di bangunan dan terjangkau
sarangnya kita bisa memilih sarang mana yang siap panen sarang mana
yang ada telurnya dan juga sarang mana yang sudah menetas, apabila
sarang tersebut sudah ada telurnya maka kita ambil telurnya dan sarang
kita panen sedangkan bila sarang tersebut sudah berisi anakan walet (Telur
yang menetas) maka sebaiknya sarang kita biarkan saya jangan di panen
dan menunggu anakan walet lepas dari sarangnya.

Waktu yang tepat untuk memanen sarang burung walet adalah bila bentuk
sarang burung sudah membentuk dengan sempurna dan walet akan mulai bertelur

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


maka segeralah di panen usahakan memanen sarangnya sepuluh hari sebelum
burung walet tersebut bertelur, agar burung walet cepat membuat sarang baru
maka yang harus kita perhatikan adalah pemberian pakan untuk burung walet.

Lalu yang di pertanyakan adalah seberapa sering pemanenan sarang burung


walet bisa kita lakukan?

Kita bisa memanen sarang burung walet 6 kali dalam satu tahun

lalu ciri ciri sarang burung walet yang siap panen seperti apa?

kita bisa memanen sarang burung tersebut apabila sarang burung sudah berwarna
agak putih dan bersih. Sebenarnya kita jangan terlalu sering memanen sarang
burung walet ini akan berakibat buruk terhadap kesehatan waletnya seperti
kesehatan walet dan juga kualitas sarang walet kan merosot karena terlalu sering
di panen maka sarang akan semakin menipis bentuknya dan ini akan sangat
merugikan kita sebagai pengusaha sarang burung walet tentunya harus bisa
beternak burung walet agar sarangnya banyak dan nantinya akan
meningkatkan omset penjualan sarang burung.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Ya Allah, janganlah Engkau memberiku kekayaan yang menjadikanku
lengah untuk beribadah kepada-Mu
BAB V
CARA MEMBUAT PAKAN
ALAMI BURUNG WALET

Rasa nyaman tentu dibutuhkan burung walet agar mau meningkatkan


produktifitas dalam pembuatan sarang. Disamping jenis suara yang bagus
diperlukan juga pemberian makanan yang memadai. Maka dari itu pengetahuan
tentang cara membuat makanan burung walet sangat diperlukan agar menjadi
peternak yang mandiri. Membuat pakan untuk burung walet bukan perkara mudah
tentunya. Pernyataan ini cukup benar jika yang membuatnya adalah pemula
namun lain halnya bagi mereka yang telah berkarir lama di bidang budidaya
burung walet. Tahukah anda kalau pakan merupakan hal yang penting sebagai hal
yang pokok dalam keberlangsungan hidup suatu makhluk, tidak terkecuali burung
walet.
Kita ketahui bersama bahwa burung walet adalah burung yang hidup bebas
terbang kesana kemari dengan liar dan mencari makananya sendiri di sekitar
daerah yang mereka tempati. Burung walet merupakan burung yang berburu
makanan dengan cara menyambar, tentu saja hal inj selaras dengan Jenis makanan
yang disukai burung walet yaitu serangga kecil yang banyak beterbangan di area
persawahan, hutan, sungai, dan laut.

Beberapa pembudidaya burung walet mencoba melakukan inovasi dengan


menciptakan makanan untuk burung walet, hal ini bertujuan agar walet tidak
terbang jauh untuk mencari makanan mereka apalagi jika musim kemarau panjang
tiba. Resiko terbesar ketika burung walet terbang jauh untuk mencari makanan

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


adalah migrasi mereka ke daerah lain bahkan pindah dari rumah walet anda ke
rumah walet yang lainya.

Burung walet sangat menyukai jenis serangga yang memiliki sayap bening atau
transparan seperti semut bersayap, lebah, kumbang, laron, lalat, hama padi,
capung, belalang dan serangga lainnya yang pada umumnya ukuran serangganya
mulai dari 0.2 2-5 mm. Jadi untuk lokasi bangunan rumah walet ini sangat bagus
didaerah persawahan.

Keuntungan membuat makanan tambahan adalah burung walet cepat


bersarang sebab burung walet tidak terbang jauh untuk mencari makan hanya
dilingkungan bangunan walet. Coba bayangkan jika walet mencari makan diluar
makan maka walet sangat lamban membuat sarang, pergi pagi pulang
sore. Manfaat lainya yang bisa Anda dapat dengan adanya pakan tambahan di
Rumah Walet anda adalah produktifitas walet yang akan terus meningkat.

A. Cara membuat makanan burung walet ternak serangga Drosophila

Pakan ekstra yang biasa dibuat berupa tepung yang diisikan biakkan serangga lalat
cuka atau Drosophila melanogaster. Lalat cuka ini bukan merupakan hama, karena
memakan buah yang hampir busuk, bahkan lalat ini disebut sahabat ilmuwan di
laboratorium karena aman, berdaur hidup pendek, dan memiliki kromosom yang
mudah diamati.

Selain cara diatas beberapa peternak ada yang menangkap serangga di alam lalu
melontarkan dengan alat pelontar dalam gedung walet.

Adapun cara lain yang biasa dilakukan yaitu dengan menghamparkan singkong,
tepung tapioka, kacang-kacangan, atau buah-buahan di lantai walet. Namun cara
ini kurang efektif dan mulai ditinggalkan sebab terlalu merepotkan petani. Selain
itu bahan yang dihamparkan juga akan mengotori rumah walet dan menimbulkan
bau akibat pembusukan. Adapun cara yang cukup baik dan bisa anda coba lakukan
adalah sebagai berikut.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


B. Cara Membuat Makanan Burung Walet Agar Cepat Bersarang

Membuat pakan walet dapat dilakukan dengan memakai dua tempat peletakan
pakan. Yang pertama diletakkan di dalam Gedung/ Rumah burung walet dan yang
kedua pakan diletakkan diluar gedung.

Pakan Walet I

Anda bisa memulai dengan menebarkan jerami pada lantai rbw lalu
kemudian percikan air pada jerami, dan biarkan jeraminya membusuk dan
hama akan keluar yang akan menjadi makanan bruang walet. Atau anda
juga bisa menggunakan cara berikut
Tebarkan pecahan beras (menir) yang diperciki air. Setelah 4-5 bulan kutu-
kutu dari pecahan beras tersebut akan mulai muncul. Menimbun bekatul,
jagung, gabah, dan gaplek, jika memungkinkan tebar bahan-bahan tersebut
seluas 1-2 m persegi.

Pakan Walet II

Anda bisa pakai baskom berkapasitas besar yang menyisakan minimal


bagian ruang kosong dari adonan.
Bikin adonan dengan menuangkan 3 liter air panas pada 600 gram
campuran tepung, ragi, dan ekstrak buah-buahan yang sudah diperkaya
biang drosophila (lalat cuka). Aduk hingga merata.
Letakkan baskom pada tatakan yang diisi air air untuk menghindari semut.
Masukkan baskom ke dalam rumah walet dan letakkan di tempat
bersarang.
Tutup baskom dengan anyaman kawat 1 cmx1 cm untuk mencegah cicak
masuk.
Tambahkan adonan setiap satu bulan sekali sehingga perkembangan
drosophila (lalat cuka) semakin banyak.

Pakan Walet III

Adapun cara ketiga cukup sederhanan yaitu dengan mepersiapkan bahan


pembuatan pakan yang bisa anda temui disekitar anda. Dengan
menafaatkan limbah atau kulit buah yang terbuang yang kita kumpulkan

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


yang nantinya akan membusuk dan mengeluarkan serangga.Bisa itu kulit
rambutan, kulit mangga dan buah-buahan lainnya namun hindari buah
yang baunya sangat menusuk seperti durian, sebab burung walet tidak
suka. Selain buah anda juga bisa memanfaatkan sisa sampah sayur mayur
ibu didapur.
Menanam pohon penghasil serangga.
Anda bisa Menimbun sampah organik, kotoran ternak, dan menumpuk
jerami basah.
Anda bisa membuat kolam yang tidak jauh dari rumah walet sekitar 1-2 m.
Air kolam sebaiknya diambil dari sungai atau rawa-rawa karena
mengandung jentik larva, keberadaan kolam di sekitar rooving area juga
dapat memikat walet untuk memasuki gedung.
Ketersediaan makanan yang berlimpah di sekitar gedung maupun di dalam
gedung akan membuat walet merasa nyaman dan betah untuk tetap tinggal
dan berkembang biak, hal ini dikarenakan walet memiliki jam makan yang
sangat unik dan tersusun rapih.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS


Gagal itu adalah hal yang biasa, tapi kegagalan yang sesungguhnya
adalah saat

kita menyerah dan berhenti untuk mencoba

ALEXSIS

BERSENANG-SENANGLAH DALAM PEKERJAAN ANDA BY ALEXSIS