Anda di halaman 1dari 6

ASKEP PKMD

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI DESA HONGGOSOCO


DUKUH GERBONGAN KHUSUSNYA DI RW 2
KEC. JEKULO KAB. KUDUS

Pada bab ini diuraikan laporan kegiatan PKL PKMD 2008 dalam bentuk
Asuhan Keperawatan Komunitas yang dilaksanakan mahasiswa AKPER Krida
Husada Kudus mulai tanggal 10 Maret 2008.

A. PENGKAJIAN
Dalam pengkajian ini menggunakan konsep keperawatan betty newman mulai
pengkajian meliputi pelayanan kesehatan sosial dan keamanan serta transportasi,
ekonomi kebijaksanaan pemerintah komunitas, pendidikan dan revolusi.

1. Pelayanan Kesehatan Sosial :


a. Fasilitas kesehatan
Puskesmas
Terletak di desa Tanjung Rejo Kec. Jekulo
Pos Pelayanan Terpadu
Terdapat pada RW. 1 dan RW. 2 dukuh Gerbongan

b. Pelayanan atau kegiatan sosial


Fasilitas sosial kemasyarakatan yang ada meliputi kegiatan jamiyah nariyah
tiap 2 minggu sekali pada malam Jumat, kegiatan yasinan pada malam kamis,
IRMAS (Ikatan Remaja Masjid), kegiatan bola voly, badminton.

c. Sumber daya
Petugas kesehatan
Terdapat 1 bidan desa yang bertempat tinggal di RW.2 dukuh Gerbongan.
Sistem pencatatan
Sistem pencatatan Puskesmas dan P tyandu
d. Kegiatan PKL

Jumlah PUS yang hamil 5,61% (17) sedang yang tidak hamil 94,39% (286).
Umumnya PUS yang menjadi akseptor KB sebanyak 51,82% (157), drop out 9,57%
(29), tidak ikut KB 38,61% (117). Alasan PUS tidak ikut KB di RW.2 dukuh
Gerbongan desa Honggosoco pada umumnya takut akibatnya sebanyak 18,80% (22)
dilarang agama (-) dilarang suami 19,66% (23), ingin punya anak 41,88% (49), lain-
lain 19,66% (23). Porposi alasan akseptor drop out KB disebabkan tidak cocok
62,06% (18) takut akibatnya 10,35% (3), di larang suami (3,45% (1) ingin punya anak
17,24% (5), lain-lain (2). Porposi jenis pemakaian alat kontrasepsi terbanya adalah
suntik 82,17% (129), pil 10,83% (17), kontap 3,02% (6), IUD 1,27% (2), kondom
0,64% (1).
Porposi usia kehamilan
Di RW.2 dukuh Gerbongan proposi PUS berdasarkan pemeriksaan kehamilan
trimester 1 frekuensi 1 kali 60% ( ), 2 kali 30% (3), 3 kali 10% (1), 4 kali tidak ada,
belum pernah (-). Proposi kehamilan trimester II frekuensi 1 kali 50% (3), 2 kali
16,67% (1), 2 kali 33,33% (2), 4 kali pemeriksaan tidak ada. Proposi kehamilan
trimester III frekuensi 1 kali (-), 2 kali (-), 3 kali (-), 4 kali 100% (1).
Proposi persalinan berdasarkan jenis/kategori tenaga penolong oleh dokter 5,88% (1),
bidan 94,12% (16), dukun terlatih (-) sedangkan ditolong oleh dokter tidak ada, lain-
lain juga tidak ada.
Pencatatan imunisasi bayi dan balita proposi imunisasi dasar pada sasaran di RW.2
dukuh Gerbongan yang lengkap 16,29% (19), tidak lengkap 38,31 (12), tidak
diimunisasi (-)
Proposi status imunisasi TT pada ibu hamil, TT sebanyak 1 kali 17,65% (3), 2 kali
23,53% (4), tidak pernah (-), belum pernah 58,82% (10)
Proposi ibu meneteki

Proposi ibu meneteki di RW 2 dukuh Gerbongan desa Honggosoco sebesar 83,56% (61)
Alasan ibu tidak meneteki bervariasi : di RW 2 dukuh Gerbongan alasan terbanyak
adalah ASI tidak keluar sebesar 41,67% (5), lain-lain 33,33% (4), sibuk bekerja 25% (3),
papila mamae masuk ke dalam (-), bila meneteki sakit / ibu menderita (-)
Berdasarkan usia anak yang disusui proporsi ibu bervariasi. Di RW 2 desa
Honggosoco ibu meneteki anaknya pada usia 0-4 bulan sebesar 22,95% (14), 4 bulan
1 tahun sebesar 37,71% (23), usia 1 tahun-2 tahun 39,34% (24)
Penanggulangan masalah kesehatan balita menurut fasilitas pelayanan kesehatan yaitu
di Posyandu 7,31% (9), rumah sakit 1,62% Puskesmas 14,63% (18), dokter 4,88%
(16), bidan 69,11% (85), lain-lain 2,45% (3).
Status gizi balita
Proporsi status gizi balita ada pada garis hijau 88,62% (109), kuning 11,38%
(14), merah (-) dan lain-lain (-).
Proporsi balita yang berkunjung di Posyandu 123, rata-rata yang berkunjung ke
posyandu 92,93% (102), sedang yang tidak berkunjung ke Posyandu sebesar 17,07%
(21)
Proporsi balita yang ditimbang di posyandu 96,08% (98) dan yang tidak menimbang
sebenyak 3,92% (4)
Alasan bayi tidak menimbang ke posyandu 96,08% (98) dan yang tidak menimbang
sebanyak 3,92% (4)
Alasan bayi tidak menimbang ke posyandu berfariasi antara lain kurang informasi
50% (2), malu 50% (2), tidak tahu (-), lain-lain (-).
Balita yang tidak ditimbang di posyandu sebanyak 3,92% (4)
Kesehatan lansia (100% di desa Honggosoco tidak memiliki KMS) di RW 2 desa
Honggosoco lansia yang memanfaatkan sarana kesehatan sebanyak 79,43% (112),
sedang yang tidak memanfaatkan sarana kesehatan sebanyak 79,43% (112), sedang
yang tidak memanfaatkan 20,51% (29). Penyakit yang banyak diderita lansia di RW 2
desa Honggosoco dimensi sinilis 19,40% (13) Hipertensi 37,31% (25), katarak 4,48%
(3), rematik 38,81% (26), DM (-)
Kesehatan Keluarga
Dalam penanggulangan masalah kesehatan keluarga telah memanfaatkan
puskesmas sebesar 32,02% (146), rumah sakit 2,63% (12), dokter 14,91% (68), bidan
36,62% (167) perawat 5,48% (25), diobati sendiri 6,80% (31), posyandu 0,66% (3),
dukun 0,88% (4)
Penyakit terbanyak yang diderita di masyarakat adalah demam, diare hipertensi,
rematik, thypoid gigi. Dalam waktu 1 tahun terakhir kematian penduduk sebanyak 4
orang.

2. Keselamatan / Keamanan dan Transportasi


a. Sanitasi Lingkungan
Proporsi perumahan penduduk berdasarkan keadaan ventilasi, baik sebanyak 36,25%
(145), cukup 54,50% (218), kurang sebanyak 9,25% (37)
Proporsi perumahan penduduk berdasarkan sumber penerangan mayoritas
menggunakan listrik sebesar 100% (400)
Proporsi perumahan penduduk berdasar pada lantai rumah yaitu plester 8,50% (34),
ubin 88% (352), papan tidak ada dan tanah 3,50% (14)
Proporsi perumahan penduduk berdasarkan pemilikan sendiri sebanyak 99,75% (399)
dan kontrak 0,25% (1)
Proporsi perumahan penduduk berdasarkan jenis atab mayoritas yaitu genting 100%
(400)
Proporsi perumahan penduduk berdasar sumber air minum mayoritas sumur gali
100% (400)
Proporsi keluarga berdasar sumber air untuk kebersihan mayoritas menganggunakan
sumur gali 100% (400)
Proporsi perumahan penduduk berdasarkan penyimpanan air antara lain kaleng
tertutup / genthong 64,4% (292) bak terbuka 14,91% (68) tidak ada sebanyak 21,05%
(96)
Proporsi keluarga berdasar cara penggunaan air minum mayoritas dimasak 100%
(456)
Proporsi perumahan penduduk berdasar pengurasan tempat penampungan air dikuras
kadang-kadang 57,67% (263) tidak pernah dilakukan 7,24% (33), setiap 3 7 hari
35,09 (160)
Proporsi pembuangan tinja berdasarkan jenisnya menggunakan septictank sebanyak
82,89% (378), cemplung 3,07% (14), sungai 5,20% (24), jomlang 8,56% (39),
sembarang tempat 0,32% (1)
Proporsi pembuangan tinja berdasarkan kepemilikan, sebagian besar memiliki WC
Pribadi 85,75% (391), WC umum 6,36% (29) WC kelompok 7,89% (36)
Proporsi pembuangan tinja berdasarkan lokasi yaitu di dalam rumah 39,91% (182) di
luar rumah 60,09% (274)
Proporsi pembuangan limbah keluarga keluarga berdasarkan jenis pengelolaan
sebagian besar dibuang digot 51,75% (236), sungai 17,98% (82), dibuang
sembarangan 12,94% (59), penampungan 17,32% (79)
Proporsi pembuangan limbah berdasarkan saluran terbuka lancar 27,19% (124)
tergenang 0,66% (3) dan saluran tertutup lancar 62,94% (287), tergenang 9,21% (42)
Proporsi pengelolaan sampah keluarga sebagian dibakar 80,70% (368) ditimbun
3,07% (14), di buang sembarangan 16,23% (74)

3. Politik dan Pemerintahan


Kepemimpinan di desa Honggosoco dipimpin oleh kepala desa yang
memegang pemerintahan desa. Keputusan desa menggunakan musyawarah mufakat
antar perangkat desa. Kebijaksanaan pemerintahan dalam usaha kesehatan
dilaksanakan oleh Puskesmas melalui kegiatan pokoknya. Selain itu terdapat
pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan dibina oleh instituti lain
seperti BKKBN yaitu Posyandu. Terdapat 1 Posyandu yang dilaksanakan setiap 1
bulan sekali RW 2.

4. Komunikasi
Jenis komunikasi yang ada yaitu radio, TV, surat kabar dan juga majalah, bahasa yang
digunakan bahasa jawa.
5. Kesenian
Jenis rekreasi atau kesenian yang ada di RW 2 desa Honggosoco adalah seni rebana.
6. Lingkungan fisik
a. Geografis
Batas RW 2
Utara : RW 2
Selatan : Hadipolo
Barat : Karang bener
Timur : Hadipolo
b. Sarana sosial budaya
Musholla : 7 buah
Masjid : 1
c. Sarana sosial budaya
Tempat balai desa di dukuh Pule
Gedung pertemuan

d. Sarana olahraga yang ada


Lapangan sepak bola

7. Pendidikan
a. Sumber penghasilan sebagian besar penduduk RW2 desa Honggosoco adalah sebagai
buruh.
b. Tingkat sosial ekonomi
Sebagian besar penduduk RW 2 berpenghasilan lebih dari Rp.
150.000,- sebanyak 73,71% (583) yang berpenghasilan antara Rp. 100.000,- sampai
dengan Rp. 150.000,- adalah 17,57% (139), sedangkan yang berpenghasilan kurang
dari Rp. 100.000,- sebanyak 8,72% (69)

8. Pendidikan
Tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan terbanyak adalah lutus SD sebesar 29,95% (544). Belum
lulus SD 11,67% (212), tidak lulus SD 0,83% (15) lulus SMP 18,94% (344), belum
lulus SMP 6,61% (120), tidak lulus SMP 0,28% (5), lulus SMA 12,00% (218), belum
lulus SMA 5,84% (106), tidak lulus SMA 0,50% (9), lulus perguruan tinggi 2,59%
(47), belum perguruan tinggi 1,32% (24) TK sebanyak 1,16% (21) tidak
sekolah/belum sekolah 8,31% (151).